Workshop Menggambar Spontan dengan Koleksi Warna Soft Pastels Faber Castell



Katanya, warna ada kaitannya dengan suasana hati. Kalau hati lagi gembira, pilihan busana kita warna-warnanya cerah. Pun kalau lagi menggalau. Warna-warna suram seperti hitam atau abu-abu yang mendominasi penampilan kita. Benarkah demikian? 

Entahlah. Yang pasti kalau lagi bad mood saya kadang ingin kembali ke masa kecil. Nyaman banget rasanya kalau ga merasakan yang namanya stress. Ga pernah sampai harus bolak balik ngecek ponsel ; nunggu chatt notifikasi penting (baca : job). 😂

Sehubungan dengan kebiasaan bolak balik pegang ponsel, saya menantang diri untuk ga pegang hape sama sekali waktu ikut workshop menggambar dan mewarnai bareng Faber Castell. Hayo, apa yang teman-teman ingat dengan merk ini? Pinsil ujian yang empuk? Hhhmmmm, so yesterday kaliiiii hahahaha...






Faber Castell memang dikenal dengan pinsilnya yang lembut. Makanya sering dipakai untuk menebalkan soal-soal ujian. Padahal manfaatnya lebih dari itu gaess. Pensil Faber Castell yang lembut sering digunakan juga untuk seniman atau yang memiliki hobi membentuk sketsa. Goresan hasilnya beda deh dibandingkan dengan menggunakan pensil  lain. 

Selain pensil, Faber Castell juga dikenal memiliki produk-produk berkualitas lain seperti penghapus, rautan, aneka model bolpoint dan aneka model pewarna. Mau pensil warna, crayons, fabric colors hingga kuas dan kertas. Jumlahnya kalau mau ditelusuri satu-satu, ada 1300-an jenis. Yuk, kunjungi deh store Faber Castell di Plasa Senayan, lantai UG, betah deh 😍



Salah satu produk terbaru yang diluncurkan Faber Castell adalah Soft Pastels - Creative Studios. Kalau dilihat, ini seperti lilin mainan dan kapur warna. Tapi kalau dipegang lebih soft dari kapur dan ga lembek dan moist seperti lilin mainan. Soft Pastels Faber Castell teksturnya kering dan lembut. Ga ada pelumasnya sama sekali jadi saat dipegang ga lengket di tangan. 

Nah keunggulannya, Soft Pastels Faber Castell ini paling cocok digunakan untuk pemula seperti saya dan teman-teman karena mudah diekspolarasi. Kebetulan dalam workshop kali ini kami ditantang untuk menggambar spontan. Langsung blank deh seketika. Alhamdulillah mba Yayu, instruktur Faber Castell mengajarkan step by step-nya. Nikmati aja prosesnya. Ga ada yang salah dan benar dalam menggambar koq, katanya. Okaay siap mbaaa... 



Pertama-tama kita intip dulu yuk isi kemasannya. Oh, iya ada tiga ukuran kemasan, ya teman-teman. Ada yang 24, 48 dan 72 warna. Tinggal disesuaikan aja dengan tingkat imajinasinya. Kalau saya dan teman-teman karena masih newbie, sudah okelah dengan kemasan berisi 24 warna. 

Nah, di dalam kemasan ada : 

1. dua ukuran kertas gambar. Beberapa lembar yang square, beberapa lembarnya lagi berukuran persegi panjang.  

2. Soft Pastels berjumlah 24 warna

3. Molding dengan banyak variasi template yang bisa dikreasikan

4. Tiga jenis penghapus yang berbeda-beda peruntukannya. Ada yang untuk menghapus bidang template. Ada yang untuk menghapus warna latar untuk menciptakan gambar awan. Dan yang terakhir penghapus berupa pensil putih yang ujungnya ada kuas, ini untuk menciptakan sinar. 

Melihat pensil putih ini kenapa saya jadi ingatnya mau bikin eyeliner di bawah mata deh. Pun dengan warna-warni Soft Pastels. Seketika pinginnya mengaplikasikannya di mata. Jadi eye shadow. Hadeuuuh hahaha... 

Step menggambar. 
Letakkan kertas berbentuk square di atas meja. Buat bingkai dengan menempelkan isolasi kertas di sekeliling kertas. Dengan melekatkannya begini tujuannya sih untuk mencegah kertas bergeser saat mengaplikasikan warna. 

Karena rencananya mau bikin padang rumput pilih tiga warna yang segradasi. Kuning, hijau muda dan hijau tua. Ketiga warna tersebut lalu dikerik satu-satu menggunakan template molding yang tersedia. Jangan banyak-banyak, sayang buuk hihihi... 




Daan, inilah yang ditunggu-tunggu. Mengaplikasikan warnanya. 
Buat batas imajiner, lalu sapukan warna kuning di tengah bidang kertas. Ratakan dari kiri ke kanan. Di bawah warna kuning, sapukan warna hijau muda. Blend dengan cara membuat gerakan berputar-putar di supaya warna kuning dan hijau muda bercampur baur. Di bawahnya lagi sapukan warna hijau tua. Buat gerakan memutar-mutar lagi supaya warna hijau muda dan hijau tua nge-blend. 

Yeayy, jadi deh. Cantik kan? 

Selanjutnya membuat dua pohon. Mudah aja kata mba Yayuk. Buat dua bulatan  yang berbeda warna di atas warna kuning tadi. Kali ini warna pink dan biru untuk jadi pohonnya. Setelah jadi, di bagian bawah bulatan usapkan warna merah dan biru tua untuk membuat kesan hidup dengan menggunakan cotton bud. Blend lagi. 

Selanjutnya kita akan membuat dahan dan batang pohon. Caranya, buat garis lurus bercabang tiga di bawah dua bulatan pink dan biru muda tadi dengan pulpen tinta hitam. Selesai deh. 

Lalu apa lagi? Oh iya langitnya belum. Karena ingin membuat gradasi langit sore yang memerah menuju malam,  mba Yayuk memilih lima warna berikut : pink, biru muda, biru tua, ungu tua dan hitam. Seperti cara membuat padang rumput tadi, dengan jari usap perlahan masing-masing warna yang telah dikerik dan baurkan dengan gerakan berputar-putar. 



Karena padang rumputnya terlalu sepi bagaimana kalau membuat domba yang bermain di padang rumput? Caranya gampang. Gunakan molding template berbentuk elips dan lingkaran kecil. Tempelkan di kertas, jaga supaya ga geser-geser lalu hapus pelan-pelan menggunakan penghapus berbentuk pulpen. Jangan lupa untukmembuat kesan domba, buat kaki dan kepalanya menggunakan pulpen tinta hitam. 

Ga terasa, satu jam berlalu begitu aja. Dan saya cukup takjub juga dengan pencapaian saya hari ini untuk sama sekali ga pegang ponsel selama workshop berlangsung. Jadi benar kata mba Yayuk, meskipun seluruh peserta workshop diajari step by step yang sama. Tapi hasilnya berbeda-beda lho. Gradasi warna warninya indah semua. Mungkin karena teknik sapuan jari setiap orang ga sama, kali ya? 







Oh iya, kata mba Yayuk, selain menggunakan jari kita juga menggunakan bagian sisi telapak tangan saat nge-blend warna. Untuk area yang kecil dan detil gunakan cotton bud untuk membuat kesan hidup pada pohon. Tapi ingat, karena menggunakan jari tangan jangan lupa membersihkannya secara berkala untuk menghindari pencampuran warna yang ga diinginkan. Cara membersihkannya bisa gunakan tissue basah, kapas basah, atau kalau rela bolak balik cuci tangan ya monggo hehehe... 

Faber Castell
Bicara soal merk Faber Castell seperti merentangkan jaman. Dari awal abad ke 19 lalu hingga sekarang perusahaan Faber Castell kita bisa menyaksikan sendiri kalau perusahaan ini telah menaklukkan pasar global. Produk-produknya terus berinovasi sesuai permintaan pasar. 

Kalau teman-teman ga percaya, boleh mampir deh ke store pertama di Indonesia yang didirikan Faber Castell. Lokasinya di Plasa Senayan lantai UG. Di sini ada pensil produksi pertama Fabber Butik. 

Butik Faber Castell adalah tempat yang ideal untuk konsumen dan Faber Castell berinteraksi secara langsung. Kalau kita butuh konsultasi mengenai produk dengan senang hati staf Butik Faber Castell akan membantu memilihkan produk yang tepat untuk konsumen. 

Bahkan kalau kita ga ngerti menggambar dan teknik mewarnai tapi kita pingin banget realese stress atau sekedar nostalgia dengan masa kecil jangan kuatir. Staf Faber Castell siap membantu kita dari newbie sampai mahir dengan memberikan workshop seperti yang saya dan teman-teman ikuti. Asik lhoo 😍

Komentar