Malnutrisi pada Lansia Bisa Dicegah. Ini Caranya!



Banyak yang takut menjadi tua. Mereka belum bisa menerima kenyatan kalau pada akhirnya semua mahluk hidup akan menua juga pada akhirnya. Jujur, saya sendiripun terkadang takut menjadi tua. Takut merepotkan anak-anak ketika gerakan saya ga segesit waktu muda, penglihatan semakin kabur, mengunyah makan semakin sulit, dan bakalan sering ngompol di pospak. Hiiyyy, benarkah nanti ketika tua saya akan seperti ini? 

Menjadi tua adalah keniscayaan. Tapi tua yang bagaimana adalah kita sendiri yang menentukan. Mau tua yang biasa-biasa aja, mau tuanya sakit-sakit dan merepotkan anak cucu atau mau tua yang sehat dan energik seperti Opa Don Hasman. 

Wah, siapa opa Don Hasman? 


Saya berkenalan dengan opa Don Hasman di acara launching Nestle Boost Optimum, 11 November 2019 silam di Hotel Des Indes Menteng Jakarta. Beliau sudah berusia 79 tahun dan dikenal sebagai fotografer legendaris. Yang bikin saya berdecak kagum, di usia senjanya ini beliau menghidupkan lagi mimpinya yang tertunda yakni hobi travelling. Travellingnya ga tanggung-tanggung, lho! Opa murah senyum ini menceritakan petualangannya berjalan kaki sejauh 1000 km sembilan tahun lalu. Saat usianya menginjak 70 tahun. Woww, saya langsung membayangkan di usia 70 tahun nanti, kalau saya masih diberi napas kehidupan, kira-kira saya mampu ga ya seperti opa Don? 

Gimana saya ga geleng-geleng kepala. Beliau sudah mendaki gunung tertinggi di dunia, yakni Himalaya dan Kilimanjaro. Dua kali malah. Tercatat beliau adalah orang Indonesia yang pertama kali menginjakkan kaki di puncak Himalaya. Kaget kan?  Nah, kalau pegunungan di Indonesia sendiri, sudah lebih dari dua ratus kali beliau mendaki Pangrango dan gunung Gede. Buku passportnya, tanda sudah keliling dunia pun sudah dua kali khatam, teman-teman. Unch unch unch deeeh... 

Apa rahasianya ya? 
Opa Don bilang, rahasia beliau tetap energik di usia senjanya ini adalah bersikap jujur dan rendah hati dan pandai bersyukur. "Saya bersyukur memiliki keluarga yang terus menyemangati saya untuk menjalani gaya hidup sehat sehingga saya dapat tetap aktif di usia saya ini." 

Yes, pada kenyatannya lansia seperti opa Don yang tetap sehat dan bugar jarang sekali kita lihat, kan? Umumnya lansia mengalami penurunan kognitif, permasalahan ekonomi, permasalahan psikis, dipersepsikan tidak mandiri, dan mengidap penyakit akut. 



Yang menyedihkan, kata Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, "di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami ketidakcukupan nutrisi (mal Nutrisi). Padahal asupan gizi berimbang sangat penting untuk membantu para lansia agar tetap sehat."

Malnutrisi adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat. Malnutrisi pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, penurunan daya tahan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka, sarkopenia dan frailty syndrome.  



Ada banyak faktor yang menyebabkan malnutrisi pada lansia, diantaranya : 
- faktor fisik : indera pengecap yang berkurang, kelenjar saliva, gusi menciut dan gigi geligi yang sudah tak utuh lagi menyebabkan lansia kesulitan mengunyah dan menelan sehingga membuatnya tak napsu makan. 

- faktor sosial : hidup sendirian dan sudah terserang encok atau asam urat misalnya membuatnya kurang mobilisasi dan aktivitas sosial. Mau beli sayur meskipun hanya ke ujung gang saja sudah ga kuat. Gimana mau masak atau pergi mengaji bareng majelis taklim? 
- Faktor medis : infeksi, riwayat penyakit, depresi atau demensia ya  tentu aja gimana bisa mengingat kapan terakhir kali lansia merasa lapar. 

Makanya, sebisa mungkin saya dan kakak-kakak bergantian mengajak ibu saya ke luar rumah, untuk makan di restoran. Sebenarnya ini sekedar untuk mencari suasana makan yang berbeda saja, sih, biar ibu bahagia dan makannya jadi lahap. Itupun kami pilihkan restoran yang menyajikan masakan yang kira-kira mudah dikunyah ibu saya dan aman untuk kesehatannya mengingat ibu adalah pengidap diabetes dan stroke. 

Bicara soal gizi, saya percaya susu adalah asupan yang penting untuk semua usia. Setiap hari ibu harus minum susu di sore hari untuk menemani snack time-nya. Namun saya baru tau kalau pemberian asupan gizi tak hanya susu saja, lansia membutuhkan asupan gizi makro yang didapatkan dari karbo, lemak dan protein dan asupan gizi mikro yang didapatkan dari vitamin dan mineral yang seimbang. Hal ini penting untuk mencegah hilangnya massa ototnya dan meningkatkan mobilitas. 

Selain itu, prebiotik dan probiotik juga dibutuhkan untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh. Karena apa, fungsi tubuh lansia semakin menurun sehingga menyebabkan gerak usus dalam lambung bekerja sangat lambat. Ujungnya lansia mudah terkena sembelit. Untuk itu asupan serat juga perlu disertakan agar terhindar dari masalah susah buang air besar. 

Untuk susu, sebaiknya pilih yang mengandung protein tinggi mengingat lansia membutuhkan protein 30% lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Karena apa, protein adalah zat gizi makro yang penting untuk kesehatan tubuh lansia yang berguna untuk : 

1. meningkatkan massa dan kekuatan otot, 
2. menjaga kesehatan dan fungsi otak, 
3. membentuk jaringan dan membantu proses penyembuhan, 
4. membentuk dan mempertahankan kekuatan tulang. 



Nah, Nestle Boost Optimum mengandung 50% protein yang berasal dari whey. Perbandingan antara whey dan protein jenis lain misalnya kasein 50 : 50. Whey ini berfungsi untuk mengurangi resiko sarkopenia (kehilangan massa dan kekuatan otot). Dibandingkan dengan kasein, whey lebih mudah dicerna sehingga lebih cepat diserap tubuh.  

Nestle Boost Optimum juga diperkaya dengan kandungan berbagai vitamin seperti : 
Vitamin D yang bermanfaat untuk membantu menjaga kepadatan tulang, 
Vitamin E sebagai antioksidan yang berfungsi untuk membantu menangkal radikal bebas, 
Vitamin B6 dan B12 yang berfungsi membantu meningkatkan daya tahan tubuh. 

Dalam setiap gelas Nestle Boot Optimum juga terkandung probiotik (lactobaccilus paracasei) dan prebiotik (serat pangan yaitu inulin dan fructo-oligosaccharides) yang berguna untuk menjaga kesehatan pencernaannya. 

Begitu lengkapnya keunggulan Nestle Boot Optimum sehingga diharapkan dengan minum rutin setiap hari kebutuhan gizi lansia akan tercukupi untuk mendukung aktivitas hariannya. Dan tak hanya itu, Nestle Boost Optimum juga baik dikonsumsi oleh : 
1. mereka yang membutuhkan suplemen gizi tinggi sperti keadaan kurang gizi (malnutrisi)
2. mereka yang sedang dalam aktivitas padat dan kecenderungan melewatkan makan. 
3. Pada saat kurang istirahat.
4. Saat sedang dalam kondisi kurang berat badan. 
5. Saat kehilangan nafsu makan. 
6. Dalam kondisi pemulihan setelah sakit. 



Dalam kesempatan tersebut saya sempat mencicipi susu Nestle Boost Optimum. Rasa vanilanya terasa banget. Buat saya yang kurang menyukai rasa manis, rasa Nestle Boost Optimum menurut saya agak manis, sih. Tapi masih ditolerirlah manisnya daripada ngeliatin saya hehehe... 

Makanya saya ingin tetap menjadi manis, sehat dan energik di usia tua nanti. Saya ingin menghidupkan mimpi saya yang tertunda selama ini karena kesibukan sehari-hari. Mungkin ga ya? Ayo, ah, segera perbaiki gaya hidup dan pola makan. Selain itu pilih asupan nutrisi yang disesuaikan dengan usia. Kalau lansia ingat, banyak-banyak konsumsi protein, oke?!

Komentar