Kalapnya Raup Buku di LiterArt Festival Matraman

Favorit kita : kopi dan buku 


"Baca mulu. Buang-buang waktu, aja." 

"Mending kalau punya uang beli yang lebih bermanfaat, kek. Beli koq buku!"

Saya cuma urut dada aja deh kalau ada yang berkomentar seperti di atas. Susah memang menyamakan mindset soal buku. Bagi saya, membaca buku merupakan cara untuk memandang hidup dan segala isinya di dunia. Bukankah kondisi jaman sekarang sudah lebih complicated? Well, melalui buku seharusnya kita bisa terus berada di track yang benar. Mau buku fiksi atau buku motivasi, saya yakin selalu ada hal-hal yang bisa didapatkan. 

Jujur, setelah membaca buku saya akan lupa isinya apa. Yang saya ingat cuma bagian yang membuat saya bisa tertawa, kesal, terharu atau terinspirasi. Tapi kembali lagi saya ingat, hmmmm, ga penting juga mengingat semuanya. Toh, saya sedang membaca, bukan lagi menghafal, bener apa betul? hehhehe

LITERASI adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan ketrampilan dalam mengolah dan memahami informasi. Umumnya melalui kegiatan membaca dan menulis. 

Akan tetapi, pada kenyataannya, sejak bayi kita sudah menerapkan konsep literasi dengan ibu melalui bahasa ibu. Melalui tangisan atau celoteh yang susah dimengerti, cuma ibulah yang jitu bisa menebak keinginan sang bayi. 

Begitulah sebagian konsep literasi yang jadi bahan obrolan sambil ngopi dengan Kiki, rekan Blomil di caffe lantai dua toko buku Gramedia Matraman beberapa hari lalu. Ini bukan sengaja ngopi di sini, sih. Kebetulan aja, saya dan teman-teman Blogger serta media diundang Gramedia menghadiri opening LiterArt Festival di Toko Buku Gramedia Matraman. Di sela-sela padatnya rangkaian acara, jadilah ngopi sebagai pilihan kami untuk ngobrol 😃

Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta

LiterArt Festival merupakan serangkaian kegiatan literasi dan seni yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia Matraman untuk memperingati hari ulang tahun ke 33 toko buku Gramedia Matraman. Menurut penjelasan pak AY Sudjana, literasi dan seni mempunyai hubungan yang erat kaitannya dengan toko buku Gramedia, seperti toko buku Gramedia Matraman ini. 

Di toko buku, kita bisa menemukan contoh-contoh kesenian. Buku men-doodle dan perlengkapan men-doodle ada di toko buku. Buku seni lainnya misalnya belajar main gitar, belajar teknik make up, belajar menjahit, belajar kerajinan tangan, atau belajar uprek-uprek daleman komputer semua itu namanya seni gaes. Ga heran, ya, kalau orang-orang seni punya daya kreativitas yang luar biasa. 

Nah, untuk menampilkan sisi kreativitas, toko buku Gramedia menggelar LiterArt Festival. Diharapkan, serangkaian acara dan kegiatan menarik yang digelar selama 9 hari penuh dari tanggal 19 - 27 Oktober dapat mengundang lebih banyak masyarakat untuk berkunjung ke toko buku Gramedia Matraman. 

Selama LiterArt Festival seluruh buku diskon 50%

Acaranya menarik semua, sayang banget kalau dilewatkan gitu aja. Ada book launching, lomba mewarnai, talkshow, seminar, bedah buku, cosplay, story telling juga K Pop dance. Selain kegiatan tersebut yang digelar di panggung utama, bagi pengunjung yang berbelanja buku juga akan mendapat diskon 50 persen untuk semua buku yang tersedia. Mupeeeng 😎

Dalam opening ceremony tampak hadir ibu Sekcam Matraman dan perwakilan dari SDN 09 Matraman yang menerima secara simbolik bantuan buku-buku bacaan untuk perpustakaannya. Selamat yaa... Oh iya, buat sekolah-sekolah yang ada di sekitaran Matraman jangan kuatir. Nanti semua akan kebagian juga, ditunggu aja. 

Di tengah Sekcam Matraman dan pak Ay Sudjana


Bantuan buku dari Toko Buku Gramedia Matraman untuk Kantor Kecamatan Matraman dan ssekolah-sekolah di Matraman dan sekitarnya. 

Duh, senang sekali jadi warga Matraman dan sekitarnya 😍 Sepanjang ingatan saya, ini adalah toko buku terbesar yang pernah saya datangi. Seharian saya bakal betah di sini. Menelusuri lantai satu, lantai dua hingga lantai tiga saya akan betah berjam-jam di spot stationery, buku fiksi, buku motivasi, buku masak dan buku kerajinan tangan. Koleksinya paling lengkap. Apalagi di sini juga ada tempat kuliner yang bikin makin betah berlama-lama. Abis isi ulang perut, lanjooottttt.... 

Tapi saya sedih. Buku-buku incaran saya harganya mahal-mahal 😓 Jadilah saya seringnya mampir toko buku biar membaca sekilas aja buku-buku yang sudah dibuka segelnya. Sering saya berangan-angan, duh, kapan ya diskonnya, pengen beli deh. 

Tetiba... 

Ada panggilan untuk raup buku dari panggung utama. 

Raup buku???

Serius nih? Tanpa pikir panjang saya acungkan tangan. Ikuuutttttt...





Saya dan empat peserta raup buku kemudian diberi waktu 30 detik untuk meraup buku sebanyak-banyaknya dari tiga rak di depan panggung. Hanya dengan satu tangan. Gegas saya meraup buku sebanyak-banyaknya. Sama sekali ga mikirin buku apa aja yang saya raup. Perkara nanti buat apa dan siapa urusan belakangan. Raup aja dulu hahaha... 

Btw, raup buku ini free, gaes. Bukunya silakan bawa pulang, ga bayar. Kalau sanggup, silakan bawa satu rak sekalian, kata MC. 😂



Luar biasa. Saya takjub banget dengan kejutan toko buku Gramedia Matraman mengadakan raup buku seperti ini. Saya beruntung menjadi yang pertama kali berkesempatan ikut raup buku. Karena untuk selanjutnya, ada syarat dan ketentuan untuk bisa ikut lomba raup buku. Kalau ga salah, pengunjung harus menunjukkan struk pembelanjaan di toko buku Gramedia Matraman dengan nominal tertentu, deh. Tapi kalau penasaran, lebih baik datang langsung aja. Waktunya masih panjang, sampai tanggal 27 Oktober 2019. Ayo, saya tunggu yaa 😍








Komentar