Perpusnas Expo 2019, Berbagi Pengetahuan Untuk Kesejahteraan

Anak-anak juga betah lho main di Perpusnas 

Hayo, siapa yang sampai sekarang belum pernah ke Perpustakaan Nasional? Kenapa, sih, padahal di sini adalah tempat rujukan banyak orang untuk mencari informasi. Informasi yang dibutuhkan biasanya berkaitan dengan hobi. Pun untuk menambah wawasan keilmuan. Apalagi di perpustakaan nasional lagi ada banyak acara keren, lho! 

Bukan rahasia lagi kalau negara kita dikenal sebagai negara yang tingkat literasinya rendah. Rendahnya minat baca disebabkan banyak hal, diantaranya belum tumbuhnya kebiasaan membaca sehingga menjadi budaya. Bahkan menurut penelitian, rata-rata dalam setahun orang Indonesia hanya membaca 5 - 9 buku saja, lho!

So, untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang bertepatan dengan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan, Perpustakaan Nasional kembali menggelar Perpusnas Expo 2019. Acaranya digelar dari tanggal 5 - 22 September 2019 dengan target sasaran masyarakat umum, institusi, sekolah, perguruan tingggi dan lainnya. 



Selama gelaran Perpusnas Expo ada berbagai talkshow dan workshop menarik yang bisa kita ikuti dengan gratis. Selain itu juga ada pameran kepustakaan berbagai instansi seperti Perpustakaan BPK, Perpustakaan OJK, Perpustakaan Daerah hingga perpustakaan di sejumlah kementerian, dan konsultasi kartu Tarrot yang siap menyambut kedatangan pengunjung perpusnas. 

Dalam pembukaan yang dihadiri perwakilan Ombudsman Indonesia, Kominfo, PT PERURI, PT Pos, Kemenhukam turut hadir pula Kepala Perpusnas dan segenap pejabat terkait untuk menjadi saksi moment penting peluncuran empat perangko baru Indonesia edisi Naskah Kuno Nusantara. Naskah kuno Nusantara yang dipilih adalah koleksi Perpusnas RI dan naskah kuno tersebut tercatat dalam Memoirs of World UNESCO. Berikut deskripsinya : 

1. Naskah I La Galigo adalah sebuah epik mitos sebuah penciptaan peradaban Bugis di Sulawesi Selatan. Teks ditulis antara abad 13 - 15 ke dalam bentuk puisi berbahasa Bugis. Naskah ini difungsikan sebagai almanak praktis dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bugis yang sebagian besar melalui tradisi lisan. Karya ini sangat besar dengan jumlah bagian yang telah diawetkan mencapai 6.000 halaman atau sekitar 300.000 baris teks. 

2. Cerita Panji adalah cerita yang menggambarkan kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Jawa. Cerita Panji digubah pujangga Jawa dan mulai dikenal sejak zaman Majapahit. Narasinya asli, jadi  bukan saduran dari epik India yang dikenal sebelumnya. Di Indonesia cerita Panji dikenal mulai dari Bali, Jawa, Melayu yang didokumentasikan dalam berbagai seni seperti seni pertunjukan, seni tari, seni lukis dan seni sastra. Cerita Panji juga menyebar ke lintas negara seperti Kamboja dan Thailand. Versi Cerita Panji yang terkenal adalah Panji Jayakusuma yang kini tersimpan di Perpusnas RI. 







3. Babad Diponegoro adalah autobiografi bangsawan Jawa (Yogyakarta) dan pahlawan nasional Indonesia, Pangeran Diponegoro. Babad Diponegoro ditulis dalam masa pengasingan di Sulawesi Utara pada 1831 - 1832. Babad Diponegoro adalah catatan sejarah seorang tokoh kunci dalam sejarah Indonesia modern. Pangeran Diponegoro adalah pemimpin perjuangan melawan Belanda pada tahun 1825 - 1830 yang dikenal sebagai perang Jawa. 

4. Negara Kretagama ditemukan pada 18 November 1894 oleh Dr. J. Brandes di kompleks istana raja Bali di Cakranegara, di pulau Lombok. Negara Kretagama atau Desa Warnana ditulis pada tahun 1365M oleh Mpu Prapanca dalam bentuk kakawih atau syair puisi. Negara Kretagama menceritakan kerajaaan majapahit yang merupakan kerajaaan hindu terakhir di pulau Jawa dan dianggap sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Pengaruhnya meluas ke negara di Sumatera, Semenanjung Melayu, Kalimantan dan Indonesia bagian timur. 

Kepala Perpusnas - Muhammad Syarif Bando mengungkapkan kebanggaannya, "dengan dipilihnya empat naskah kuno yang juga tercatat sebagai MoW Unensco menunjukkan kalau bangsa kita merupakan bangsa yang hebat dan rajin membaca. Bahkan Cerita Panji metodologinya lebih epik daripada Ramayana."




Perangko adalah benda khusus yang dibuat dengan sangat hati-hati. Perangko setara dengan uang. Yaitu sebagai alat bayar dan edukasi. Sebab itu, desain perangko harus bermuatan penuh edukasi dan dapat bercerita tentang peradaban bangsa kita dari dulu sampai sekarang ke seluruh dunia. 

Dalam pembukaan Perpusnas Expo juga diresmikan penandatanganan 17 MOU dengan mitra kerja dan launching album music literasi. Dalam album berisi lima lagu tersebut, Ferry Curtiz sebagai penciptanya secara resmi menyerahkan lagu-lagu ciptaannya untuk Perpusnas. 







Nah, buat yang penasaran dengan rangkaia kegiatan selama Perpusnas Expo, berikut mata acaranya : 

5 September 2019 : 
Pengumuman pemilihan buku tebaik koleksi KCKR dan bedah buku, 
Workshop Blogging : Konten Digital, UU ITE dan Blog

6 September 2019 : 
Talkshow dan Workshop Citiscape

7 September 2019 : 
Seminar Pengenalan Drone (dasar)

8 September 2019 : '
Bedah Buku Agni Krakatau dan Seminar Fotografi 

9 September 2019 :
IPTEK Nuklir untuk Kesejahteraan
Diskusi Terbatas dan Hak Cipta
Seminar Nasional Hasil Riset Publik "Indeks Pemahaman dan Pengamalan Pancasila (IP3)"
Literasi Kopi

10 September 2019 :
Literasi di dunia Blogger

11 September 2019 :
Dwiki Dharmawan live concert, talkshow dan penyerahan karya music
Diskusi Terbatas Hak Cipta dan Deklarasi Forum Perkumpulan
Workshop Penulisan Aksara Jawa-Unicode
Bedah Buku

12 September 2019 :
Workshop Wayang Uwuh : Lestarikan Alamku
Rancage
Bedah Buku
Lomba Menggambar

13 September 2019 :
Workshop Riset Publik Secara Digital 
Workshop Tarrot




14 September 2019 :
Easy Writing : Menulis Ringan untuk hobi dan kebahagiaan 
Workshop Teknik Dasar Videografi
Festival Cerita Nusantara dan Dunia (1)

15 September 2019 :
Festival Cerita Nusantara dan dunia (2)
Bedah buku Membaca Indonesia 

16 September 2019 :
Workshop Smartphone Fotografi
Fun Science Talkshow dan Workshop

17 September 2019 :
Hypnowriting
Launching Buku Perpustakaan Nasional RI : Ikon Peradaban dan Ilmu Pengetahuan : Peran dan Kiprah Jilid 3

18 September 2019 : 
Workshop Kewirausahaan Kopi
Orasi Ilmiah Pustakawan Utama
Sosialisasi Website 

19 September 2019 : 
Sosialisasi Bahasa Esperanto 
Sagusaku 

20 September 2019 : 
Sagusaku 
Workshop Mentalis dan Joke Writing (Standup Comedy)

21 September 2019 : 
Workshop Dasar Video Editing untuk Media Sosial 
Kecakapan Membaca
Literasi untuk Milenial 

22 September 2019 : 
Workshop Photography : Photo Concept
Peluncuran 8 buku WWA BEKRAF 

Sesuai dengan tema yang diangkat "Berbagi Pengetahuan untuk Kesejahteraan" maka ajakan Perpusnas RI kepada semua pihak untuk mau berbagi tepat sekali ya. Ilmu pengetahuan akan abadi jika disampaikan. Sifatnya akan seperti air, mengalir terus dan terus. Untuk itu,  ayo ambil bagian, mari kita mulai dari Perpusnas Expo!!

Komentar

  1. Wah banyak banget ya acaranya. Rata2 gratis pula ya? Temenku ada yg kerja di perpusnas. Seneng deh lihat perpus bergairah kayak gini. Jadi rame yg ke perpus. Andai dekat aku udah pasti bolak balik ke sana

    BalasHapus
  2. Acaranya padat dan bermanfaat banget semua yah kayaknya, semoga ada kesempatan nih aku buat gabung..makasih infonya Mbak.

    BalasHapus

Posting Komentar