Apa Saja Langkah Sukses untuk Go Public?



Go Public? Hayo, apa yang terlintas di benak-teman kalau mendengar istilah ini? Mungkin sebagian teman-teman ada yang berpikir istilah ini ada hubungannya dengan asmara pesohor yang terang-terang memproklamirkan hubungannya dengan seseorang. Isssh, bukan itu. Saya sudah move on koq saat Reino Barrack akhirnya memilih Inches Syahrini 😘 Go Public yang mau saya ulas kali ini ada hubungannya dengan bisnis, gaeesss. 

Go Public adalah istilah yang digunakan perusahaan yang mengijinkan masyarakat umum ikut memiliki perusahaan tersebut dengan cara membeli sahamnya melalui mekanisme Initial Public Offering atau IPO. Dalam pelaksanaannya prosedur Penawaran Umum diawasi oleh BEI dan OJK. Dengan Go Public, perusahaan yang tadinya disebut perusahaan tertutup kini berganti menjadi perusahaan terbuka. Umumnya, di negara kita setelah go public perusahaan akan menambahkan nama Tbk di belakang nama lama perusahaannya. Perhatikan deh 😉

Ada berbagai alasan yang menyebabkan perusahaan akhirnya memutuskan menjadi perusahaan terbuka. Yang pasti tujuannya baik. Namun dalam pelaksanaannya, untuk menunjang kelancaran aktivitas kegiatan di pasar modal peran Notaris memang tidak dapat terelakkan. Sebagai 'jembatan', pertanggungjawaban Notaris terhadap Kementerian Hukum dan HAM dimulai dari pendirian PT, pembuatan akte perusahaan, legalisasi dokumen hingga perubahan anggaran dasar perusahaan. Nah, perubahan anggaran dasar dibuat terkait dengan adanya agenda pergantian direksi, komisaris, pemegang saham dikarenakan adanya perubahan status perusahaan menjadi perusahaan terbuka.  




Begitu pentingnya peran Notaris dalam pelaksanaan IPO sehingga IDLC - Irma Devita Learning Center kembali menggelar seminar hukum yang berlangsung selama dua hari, pada 17 dan 18 September 2019 di Ibis Tamarin Hotel, Jakarta. Topik hari pertama bertema 'Legal Due Diligence and Legal Opinion' yakni proses legal audit yang dilakukan konsultan hukum dan tentang tanggung jawab yuridis konsultan hukum terhadap opini atau pendapat yang dibuatnya untuk kepentingan perusahaan. Lazimnya diperlukan perusahaan yang akan melakukan IPO, merger, akusisi, konsolidasi atau akan dijual. Simak tulisan saya berikut 

 Serba-serbi-restrukturisasi-perusahaan-merger-dan-akuisisi.html?m=1

Adapun topik mengenai 'LDD dan LO' berisi materi serba serbi go public, meliputi detail pelaksanaan penawaran umum efek dari mulai persiapan hingga pencatatan dan pendaftaran ke Bursa Efek. Hadir sebagai pembicara Laksmita Andarumi, SH, LL.M yang pengalamannya sebagai pengacara korporasi sudah tidak diragukan lagi terutama dalam pembiayaan, pasar modal dan institusi keuangan. Dalam pemaparannya beliau didampingi mba Irma Devita, SH, MKn. Siapa dia, hmmm, ayo kenalan ah 😍




Topik hari ke dua bertema 'Trik and Tips Seputar PT Terbuka' berisi materi mengenai serba serbi RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Dua-duanya ada keterkaitan. Makanya sayang banget kalau hanya ikut salah satu seminarnya saja. Lagipula kalau ikut dua seminar IDLC ini biayanya malah lebih hemat, lho. Oiya, btw karena pembahasannya bakal panjang dan lama kaya choki-choki  *halagh* jadi saya bagi menjadi dua tulisan ya✌
________

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal atau UUPM pasal 1 ayat 15 disebutkan bahwa kegiatan penawaran efek (surat berharga misalnya saham dan obligasi) yang dilakukan emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya. 

Efek yang bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia berupa : 
1. efek ekuitas atau saham. Ini adalah bentuk penyertaan modal, baik pribadi maupun badan usaha (disebut investor)dalam suatu perusahaan atau PT. Dengan memiliki saham dia berhak mengklaim income perusahaan dan assetnya. Karena statusnya sama-sama sebagai pemilik maka pemegang saham berhak hadir dalam RUPS. 

2. efek yang bersifat hutang (obligasi dan atau sukuk). Obligasi adalah surat utang jangka menengah - panjang yang dapat dipindah tangankan. Di dalam obligasi termuat janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar pokok utang sekaligus imbalan bunga pada periode yang telah ditetapkan kepada pembeli obligasi. Sedangkan sukuk adalah sertifikat yang nilainya sama dari kepemilikan harta berwujud untuk mendapatkan hasil dan jasa di dalam kepemilikan aset dari proyek tertentu. Dana sepenuhnya akan diterima pemegang sukuk saat jatuh tempo.

3. efek berbentuk reksadana. Ini adalah unit penyertaan Kontrak Investasi Kolektif yang - sama seperti saham - diperdagangkan di bursa. 

Seperti tadi saya jelaskan, saat go public perusahaan akan berubah menjadi perusahaan terbuka, kan? Namun dalam penawaran umum, kalau efeknya dalam bentuk obligasi statusnya tidak bisa berganti menjadi perusahaan publik. Karena apa? Karena obligasi adalah efek yang bersifat hutang. Sehingga dalam proses penawaran umum secara otomatis perubahan susunan pemegang saham tidak akan berubah dan tidak menyebabkan peningkatan struktur permodalan perusahaan juga. Kecuali pada obligasi konversi. 

Agar proses pelaksanaan penawaran umum berjalan lancar, perusahaan harus mempersiapkan segala persyaratan yang sudah ditentukan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Adapun proses penawaran umum saham meliputi beberapa tahapan berikut : 

1. Persiapan, 

2. Pernyataan Pendaftaran, 

3. Tahap Masa Penawaran Umum, 

4. Tahap Pencatatan di Bursa Efek. 




Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, perusahaan menunjuk tim internal yang menguasai aspek keuangan dan legalitas. Tim ini nantinya akan bekerjasama dengan para  profesi penunjang yang ditunjuk perusahaan untuk membantu kesuksesan pelaksanaan IPO maupun Pre - IPO Restructuring. 

Perlu diketahui : 
pihak-pihak yang berkaitan langsung dalam Penawaran Umum yakni : 
Underwriter (penjamin emisi), 
Profesi Penunjang Pasar Modal yakni Akuntan Publik, Konsultan Hukum, Notaris dan Penilai yang wajib terdaftar di OJK, 
Konsultan dan Lembaga Penunjang Pasar Modal yakni Kustodian, Biro Administrasi Efek, Wali Amanat dan Pemeringkat Efek (khusus penawaran obligasi/sukuk). 

Keberadaan Notaris, sebagai salah satu profesi penunjang dalam penawaran umum bertugas mengaudit dan menyelidiki perusahaan yang melingkupi aset perusahaan, profil perusahaan, perjanjian, perizinan, administrasi, pajak, asuransi dan sengketa hukum kalau ada. Sedangkan Akuntan bertugas membuat laporan keuangan perusahaan yang tenggang masa penyampaiannya tidak boleh lebih dari enam bulan setelah tahun buku perseroan berakhir. 

Diingatkan mba Laksmita, dalam pelaporan keuangan setahun, bukti setoran merupakan hal yang sering skip. Karena wajib melampirkan dua laporan keuangan yakni tengah tahun dan akhir tahun. Laporan keuangan tersebut juga wajib disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan dan diakui pemerintah. 

Namanya go public tentu persetujuan semua pihak yang berada dalam perusahaan tersebut harus ada. Sebab itu RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham harus diselenggarakan, sekalian untuk mengubah anggaran dasar perusahaan. Apapun hasil RUPS harus sesegera mungkin disampaikan ke Menteri Hukum dan HAM untuk mendapat persetujuan atas perubahan anggaran dasar tersebut. 

Selain ke Menteri Hukum dan HAM segala macam dokumen pengajuan penawaran umum (akte perusahaan dan perubahan-perubahannya kalau ada, perijinan perusahaan, laporan keuangan, perjanjian dengan pihak ketiga, dokumen pemegang saham dan dokumen anak-anak perusahaan) juga harus dilampirkan untuk didaftarkan ke Bursa Efek dan OJK. Ini tidak boleh ada kekeliruan atau kurang lampiran dokumennya. Ingat, ini ketentuannya sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan Pasar Modal. 




Ibarat proses meminang dalam perkawinan, Bursa Efek Indonesia kemudian akan menelaah permohonan tersebut dengan mengundang perusahaan beserta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penawaran umum untuk mempresentasikan profil perusahaan dan rencana pencatatan sahamnya. Untuk menggali lebih lanjut informasi dari si calonnya ini, Bursa Efek Indonesia juga akan melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut. Kira-kira, sudah memenuhi persyaratan belum sih untuk go public? BEI hanya memerlukan waktu 10 hari untuk memberikan 'tiket' berupa surat persetujuan prinsip pencatatan. 

Tahap Pernyataan Pendaftaran, 
Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.A.2 maka di tahap ini, setelah tiket dari BEI didapat, calon perusahaan terbuka mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK dan menunggu dikeluarkannya Pre-Efektif dari OJK. Pernyataan efektif dari OJK berlaku selama selama 45 hari kerja. Pernyataan efektif ini menandakan kalau seluruh prosedur persyaratan Penawaran Umum yang diwajibkan dalam peraturan undang-undang telah lengkap. 

Untuk selanjutnya Emiten wajib mengumumkan prospektus ringkas setelah mendapat ijin publikasi prospektus ringkas dari OJK ke surat kabar harian paling lambat dua hari kerja dan menyampaikan informasi pentingnya melalui public expose dan book building. Tujuannya agar masyarakat atau calon investor mendapat informasi apapun sebelum mengambil keputusan untuk membeli efek yang dijual.  

Penting diketahui : penawaran umum tersebut dilakukan di wilayah negara RI. Sebelum dipublish ke media massa penawaran umum harus ditawarkan kepada lebih dari 100 pihak atau tidak dijual kepada lebih dari 50 pihak dalam batas nilai serta batas waktu tertentu. 

Tahap Penawaran Umum
Kembali ke prosedur, sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.2 maka di tahapan ini emiten menawarkan saham kepada masyarakat atau calon investor pada masa penawaran umum melalui agen-agen penjual yang ditunjuk. Sekurang-kurangnya tiga hari kerja dan selama-lamanya lima hari kerja. 

Masyarakat atau calon investor yang berminat membeli saham akan mengisi formulir pesanan dan menyerahkan uangnya kepada agen penjual. Kalau animonya bagus sehingga permintaan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan nanti akan ada penjatahan. Kalau batal uang pesanan akan dikembalikan lagi ke calon investor. 

Tahap Pencatatan Di Bursa Efek 
Dengan bukti surat pernyataan pendaftaran efektif dari OJK maka perusahaan baru bisa meminta persetujuan Bursa Efek Indonesia untuk pencatatan saham dan memperdagangkan sahamnya di BEI. 

Adapun prosedur pencatatan saham di Bursa Efek sebagai berikut : 

  • Badan Hukum berbentuk Perseroan Terbatas, 
  • Pernyataan pendaftaran dari OJK telah efektif,
  • Memiliki nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp.100,- 
  • Good Corporate Gorvence termasuk memiliki Komisaris independent sekurangnya 30% dari total anggota Dewan Komisaris. GCC juga memiliki  Komite Audit (selambatnya 6 bulan setelah pencatatan saham), sekretaris perusahaan dan unit audit internal.

Di papan pencatatan, umumnya semua perusahaan ingin namanya tercatat di papan utama. Karena ini menunjukkan perusahaan tersebut berskala besar atau mungkin saja track record-nya bagus. Sedangkan, kalau perusahaannya belum menghasilkan keuntungan atau kondisi perusahaannya belum sehat maka akan ditempatkannya di papan pengembangan. 

Berikut persyaratan untuk bisa dicatat di papan utama dan papan pengembangan :




Jadi, kesuksesan proses penawaran umum ada di kejelasannya yakni melalui Legal Due Diligence (uji tuntas) dan Legal Opinion (pendapat hukum). Ini saling terkait satu sama lain. Meskipun dalam pekerjaan ini melibatkan akuntan, konsultan pajak dan profesi lainnya tapi advokat dan Notaris adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Dengan kata lain, untuk meminimalisasi potensi permasalahan hukum maka tim kerja uji tuntas jangan bekerja sendiri-sendiri. Ada program kerjanya, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sistematis dan semua tim kerja memiliki tanggung jawab masing-masing. 

"Saat baca akte ya harus dipahami dengan baik seluruh isinya. Karena ada kemungkinan pihak-pihak nakal yang menyembunyikan data sehingga dapat menyebabkan ketidak sinkronanan audit," pungkas mba Laksmita. 





Komentar

  1. Halo mbak.. aku baru tahu ternyata Go Public ini ada kaitannya dengan finansial yaa.. dan memang harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan..

    BalasHapus
  2. Wah ternyata harus melalui beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan ya mbak...

    Aku pikir Go Public itu yang sudah siap terjun aja gtu.. hahahaha

    BalasHapus
  3. Ouwww, jadi begini thoo
    Sering baca soal 'go public' tapi gga terlalu mudheng gimana maksudnya
    makasiii sharingnya mba
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Paparan panjangnya bermanfaat sekali untuk awam yang ingin tahu mengenai bagaimana membeli saham dari perusahaan yang go pulik. Ternyata ada banyak tahapan rumit sebelum perusahaan bisa go publik tapi itu penting agar bisa melindungi calon investor juga.
    Kalimat terakhir membantu saya agar bisa hati-hati dalam memilih jika ungin berinvestasi.

    BalasHapus
  5. ternyata untuk membuat sesuatu yang go public itu persyaratan dan badan hukumnya haru jelas dan detail ya, mbak. Aku baru tau, bisa juga ya bermain curang dengan data, hihihi

    BalasHapus
  6. Wah..aku awam banget nih tentang hukum, tapi ada baiknya juga ya baca2 tentang hah ini sebagai tambah wawasan ya..

    BalasHapus
  7. Namanya buat perusahaan kudu persiapan macam2 biar bisa Go Publik ya. Kadang ada yang asal bikin, bahkan catatan keuangannya amburadul

    BalasHapus
  8. Wah nambah wawasan banget ini.. Ternyata tahapan-tahapannya lumayan Panjang juga yaa.. Makasih sharingnya mbak

    BalasHapus
  9. Waduh, bahasannya berat nih. Saya banyak gak ngerti. Hehehe... soal go publik nya perusahaan ini sampai ada ke bursa efek juga ya

    BalasHapus
  10. Artinya Go Public ini memungkinkan masyarakat umum untuk berinvestasi keuangan juga ya... Gak cuma taunya nabung sama jajan online doang hehehe

    BalasHapus
  11. Ternyata untuk bisa menyandang status tbk dibelakang nama perusahaan, ada peran notaris yang sangat menentukan, dan harus didaftarkan dulu ke BEI.
    Banyak banget tambahan ilmu dari tulisan ini. Makasih mba.

    BalasHapus
  12. Aq pikir tadi GO Public itu kayak artis yg mkin terkenal heheh, eh ternyata hubungannya dgn perusahaan yah. Q bru tw nih konsepnya, jd bsa ikut andil yah kak dlm sebuah perusahaan, keren nih

    BalasHapus
  13. Baru tahu tentang arti sebenarnya go public mbak....sama seperti pendapat diatas kupikir go public itu sdh langsung melejit ternyata butuh persyaratan untuk mencapainya.

    BalasHapus
  14. Wah memang sih sdh pasti kebayang banyak tahapan utk bs go public krn memang konditenya hrs bagus ya biar para pemegang saham nya jg percaya

    BalasHapus
  15. Huaa pembahasannya berat banget mba Diah huhu tapi jadi tau tentang Go public dan memang perusahaan harus mulai terbuka juga.

    BalasHapus
  16. Proses perusahaan untuk go public panjang gitu ya, terkesan rumit. Awam banget saya

    BalasHapus
  17. betul, mbak..
    utk Go Public persyaratannya memang banyak.
    skrg saya udah invest di beberapa emiten yang menurutku oke punya :D

    BalasHapus
  18. Beberapa kali ngurus perusahaan yang Go Public mbak, pertama memang ribet banget apalagi urusan dokumen.

    BalasHapus
  19. syaratnya banyak banget dan detail yaa mba, simpan dulu ah, siapa tau suatu saat nanti butuh :)

    BalasHapus
  20. Barokallah bertabur ilmu banget ya Mba
    Banyak ilmu yang belum saya ketahui, di sini dibagikan soal hukum juga ya dengan jelas.

    BalasHapus
  21. Jadi banyak tahu nih tentang go publik dalam bidang bisnis dan finansial, thanks for sharing Mbak

    BalasHapus
  22. Wah, jadi tau syarat2nya... banyak juga ya syaratnya... :)

    BalasHapus
  23. Informasi yang sangat lengkap dan banyak mengandung ilmu baru nih Mbak. Aku harus baca berulang kali biar paham.

    BalasHapus
  24. Wah aku baru tahu yang dimaksud go publik itu seperti di artikel. Lumayan juga yang harus diurusin ya. Kudu ahlinya yang turun tangan

    BalasHapus

Posting Komentar