Sabtu, 27 Juli 2019

Mata Kering Pemicu Stress, Atasi Dengan Insto Dry Eyes



Sepanjang jalan Jakarta - Balaraja matahari bersinar terik sekali. Kulit terasa panas seperti dicubit-cubit. Tenggorokan terasa kering. Dari balik kaca helm dan masker yang menutupi wajah, mata saya memelototi rute perjalanan dari Jakarta menuju Samsat Balaraja untuk mengurus perpanjangan surat motor. Jangan ditanya perihnya gimana. Air mata terus mengalir. Bolak balik saya mengerjapkan mata menepis debu-debu berpasir yang mampir di bola mata saya.

Sebenarnya, sudah cukup lama saya merasakan berbagai gangguan di mata. Saya perkirakan sejak masih SD saat mulai menggunakan kacamata minus dan silindris. Sayangnya saya mengabaikannya. Entahlah, saya sendiri lupa kenapa sampai melupakan kesehatan organ penglihatan ini. Mungkin karena enggan bermanja-manja, mungkin karena kesibukan sehari-hari, entahlah. 

Namun lama-lama saya agak worried juga. Ketika gangguan mata semakin kerap saya alami. Mulai dari pusing dan nyut-nyutan sampai ke pelipis. Pandangan sering kabur saat fokus lama di depan laptop. Hingga pernah merasa seolah ada tekanan berat di bola mata. 

Tidak saya mungkiri faktor pemicu yang memaksa mata saya bekerja keras adalah pekerjaan. Bayangkan, dulu waktu mulai merintis usaha melalui nge-craft - membuat miniatur cake dalam bentuk mini - kacamata saya tau-tau sudah minus 8. Aww, bahaya ini. Segera saya banting setir jadi editor kecil-kecilan, menulis artikel di blog dan terus berlanjut sampai sekarang. Hasilnya sebelas dua belas. Di usia middle forty seperti ini minus saya sudah sembilan, silinder 2,5 dan plus 1. 😞

Akhir-akhir ini perasaan deg-degan kembali mencuat. Bagaimana tidak, secara reflek untuk mengatasi rasa ga enak saya sering-sering berkedip agar mata lebih fokus saat di depan laptop yang terkena embusan kipas angin. Demikianpun saat membuka sosial media melalui hape. Tanpa disadari, tingkat kecerahan layar saya sudah maksimal. Sampai-sampai si sulung mba Nala mengingatkan. 

"Layarnya terang banget. Buset ini sudah 100% lho! Emang ga pusing, bu? tanyanya. 

Saya menggeleng. Justru kalau diturunkan tingkat kecerahan layarnya pandangan malah jadi semakin buram. Secara reflek saya jadi mendekatkan obyek ke bola mata. Sally dan Waya, teman Blogger saya juga yang paling hobi mengingatkan. "Mbaaa, mataaaa!" 

Duh Gusti, hati saya ciut. Bagaimana kalau saya sampai buta? 

Dari berbagai sumber saya menemukan informasi bahwa penyebab mata sepet, pegel dan perih yang saya alami adalah gejala mata kering. Ini adalah sebuah kondisi saat mata tidak cukup mendapat pelumasan dari air mata. Kondisi ini membuat mata terus berkedip-kedip seperti kelilipan yang rasanya mengganggu. 



Prosentasi penderita mata kering faktanya lebih banyak terjadi pada wanita dan makin meningkat pada usia lanjut. Membaca fakta ini hati saya semakin ga karuan terlebih beberapa gejalanya saya rasakan, seperti : 

Mata seperti berpasir dan kering / sepet
Mata berair karena respon tubuh secara otomatis
Sensitif terhadap sinar 
Penglihatan buram
Mata terasa cepat lelah

Syukurlah mata saya tidak memerah dan tidak terasa panas sebagaimana gejala umum mata kering lainnya. Semoga saja levelnya masih ringan. Karena kalau dibiarkan terus - dari informasi yang saya baca - dapat menyebabkan peradangan pada permukaan mata hingga menimbulkan jaringan parut pada kornea atau terjadi infeksi bakteri. 😢

Penyebab tidak cukupnya pelumasan dari airmata dipicu dari beberapa kondisi : 
1. Produksi air mata berkurang. Hal ini ditimbulkan dari faktor usia atau penyakit tertentu misalnya diabetes, radang sendi, lupus, gangguan hormon tiroid, kurangnya vitamin A. Bisa juga dikarenakan minum obat-obatan misalnya antihistamin, dekongestan, antidepresan, obat hipertensi, obat jerawat, atau obat terapi pengganti hormon. Atau bisa juga disebabkan dari kerusakan kelenjar air mata itu sendiri karena operasi. 

2. Air mata lebih cepat menguap. Hal ini dipicu dari cuaca seperti angin, asap atau udara kering. Bisa juga karena terlalu konsentrasi di depan laptop membuat mata jadi lupa untuk sering-sering mengedip. Atau bisa dikarenakan faktor kelopak mata yang berbalik ke dalam ataupun ke luar. 

3. Komposisi air mata tidak seimbang. Hal ini disebabkan berbagai faktor yang menyebabkan komposisi air mata yang terdiri dari minyak, air dan lendir berubah.

Dari ketiga pemicu tadi dengan mudah saya menemukan beberapa hal yang menjadi penyebab mata kering. Stress ; kipas angin ; terlalu fokus menatap laptop dan hape dan terpapar udara kering, asap dan debu jalan. Selesai? Ngga dong. Saya harus segera mengatasinya sebelum terlambat. 

1. Membiasakan diri untuk manajemen stress dengan aktivitas fisik. Maka saya segera mengganti kebiasaan untuk pesan ojol dengan jalan kaki ke halte untuk naik Transjakarta setiap kemana-mana. Saya juga mulai memilih naik tangga daripada menggunakan lift. 

2. Memilih makan makanan yang sifatnya menenangkan. Jujur, yang namanya makan ikan saya memang kurang suka. Mungkin ini dikarenakan tidak dibiasakan menyukai ikan sejak kecil. Namun saya mencoba, setidaknya tiga hari sekali mengkonsumsi ikan Salmon. Konon katanya ikan salmon baik untuk kesehatan mental. 

2. Pasang alarm di hape. Ini untuk membiasakan mata setiap 20 menit sekali untuk berpaling sejenak dari layar laptop dan hape. Caranya dengan memandang kejauhan. Fokuskan mata untuk memandang yang hijau-hijau seperti tanaman di luar rumah. 

2. Senam mata. Dengan melirik ke kiri, kanan, atas dan bawah, dilanjutkan dengan memutar-mutar bola mata cara ini sebenarnya sangat simple untuk menjaga kesehatan mata. Semoga saya istiqomah, ya. 



3. Menggunakan Insto Dry Eyes

Merk Insto sudah lama saya kenal sebagai merk untuk mengatasi iritasi pada mata. Dengan botol putih  mungil bertutup hijau merk ini menjadi pilihan keluarga saya selama bertahun-tahun. 

Meneteskan Insto Dry Eyes  menjadi solusi atas penyakit mata kering yang saya alami karena fungsinya untuk melumasi mata seperti airmata. Boleh dibilang Insto Dry Eyes adalah airmata buatan. 

Dkemas dalam botol mungil berukuran 7,5 ml terkandung zat aktif Hidroksi propil metil selulosa 3.0mg dan Benzalkonium klorida 0,1mg yang efektif untuk mengatasi mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih dan mata lelah. Cara menggunakannya praktis banget. Hanya 1 - 2 tetes pada setiap mata dan bisa diulang sebanyak tiga kali sehari. 

Botol Insto Dry Eyes mungil sehingga bisa dimasukkan ke pouch kosmetik. Saya membawanya kemana-mana. Harganya pun terjangkau dan mudah didapat. Saya membelinya di apotek dekat rumah. Kalau disetarakan sama dengan semangkok bakso Mas Nur, koq. Hanya Rp. 16.000 saja. Murah bukan? 



Jadi ketika mata kering datang teteskan saja Insto Dry Eyes untuk menyegarkan kembali. Akan tetapi, kembali lagi, kita tetap harus memahami bahwa Insto Dry Eyes berguna untuk mengatasi mata kering yang sifatnya temporary. Kalau gejala menetap atau malah semakin memburuk segera hentikan. Sebaiknya konsultasikan ke Dokter Mata.

Dan yang perlu diperhatikan jangan lupa menutup rapat botolnya setelah digunakan untuk menghidnari pencemaran. Perhatikan juga masa pakainya. Insto Dry Eyes sebaiknya dibuang sebulan setelah kemasannya terbuka. 

Yang terakhir, namanya juga obat yang mengandung pengawet, tentu kita tidak boleh sembarangan menggunakan meskipun efektif. Penggunaan jangka panjang dan berlebihan justru dapat menyebabkan kerusakan selaput mata. So, kalau gejalanya telah hilang segera hentikan penggunaan Insto Dry Eyes. 
Sayangi mata kita, karena mata adalah jendela dunia. Berkat mata kita melihat segala karunia ciptaan Allah SWT yang luar biasa. Mata juga menjadi jendela hati. Dengan mata kita bisa menyelami samudera hati seseorang #eaaaa 


1 komentar: