Selasa, 30 Juli 2019

Find Your Dreams At Kota Wisata Cibubur

Juli 30, 2019 0


Sebentar lagi wilayah Cibubur - Cileungsi tampil beda. Rencana jalan tol Cimanggis Cibitung yang melewati jalan alternatif Transyogi sudah semakin kelihatan progressnya. Saya yang hampir tiap hari melewati jalur neraka ini tampaknya bisa bernapas lega. Tak perlu lagi cari jalan tikus kalau mau ke Jakarta dari Cileungsi. Tapi dengan begitu artinya saya jadi makin jarang lewatin Kota Wisata, dong! Hmmm...

Kota Wisata merupakan perumahan yang sarat kenangan. Sembilan tahun lalu, setiap hari saya pasti melewati Kota Wisata untuk mengantarkan anak-anak saya ke sekolah. Kebetulan sekolah Nala dan Tsaka berada di lingkungan perumahan Angkatan Laut Ciangsana yang hanya selemparan pisang *pisangnya pisang emas hahaa, hasekkk* aja jaraknya dari perumahan ini. Asiknya lagi, ada tiga jalan yang bisa saya lalui. Lewat jalan kampung di sebelah Cluster Florence, atau lewat gang Asem, atau lewat pintu gerbang belakang yang aksesnya menuju Jatiasih. Tinggal nyamannya aja mau lewat mana.



Saya masih ingat kalau nunggu anak-anak pulang sekolah bakal ngapain aja. Waktu itu saya dan teman-teman eh para mamak biasanya memilih hang out ke Fresh Market untuk belanja sayuran. Sumpah lho, sayuran di sini memang segar banget. Sampai-sampai anak-anak jadi hapal nama aneka jenis sayuran langka seperti daun ginseng, daun pakis, Kenikir, Rebung, kembang turi, Kecipir, okra dan lainnya. Dan lagi, daging sapi, ikan, ayam semuanya segar-segar. Ga bohong kualitasnya. Makanya di Fresh Market saya jadi punya relasi baru. Baca deh tulisan berikut ....

Baca : https://www.mba-diahworo.web.id/2016/01/rendesvous-di-fresh-market-kota-wisata.html

Fasilitas Kota Wisata
Kehidupan saya memang lekat sekali dengan Kota Wisata sampai Nala lulus SD di tahun 2012. Saat itu frekwensi berinteraksi di Kota Wisata semakin jarang. Tau-tau saya cukup kaget ketika diajak kang Harris Maulana main-main di perumahan Kota Wisata. Progress pembangunan rupanya terus berjalan. Yang dulunya masih tanah sekarang sudah banyak bermunculan gedung baru. Ada sentra bisnis tahap dua, pertokoan Madisson Square dan pertokoan Oregon Square. Semua itu lokasinya bersebelahan semua.






Dari penjelasan ibu Liana yang menemani saya dan teman-teman tour keliling Kota Wisata, Starbuck juga akan hadir di sini. Setelah sebelumnya Mc Donald dan Burger King sudah hadir lebih dulu. Ini sungguh faktor kenyamanan yang memanjakan, sehingga warga tak perlu kemana-mana lagi. Semua sudah ada di Kota Wisata.






So far, sebagai warga tetangga Kota Wisata yang ikut merasakan berbagai fasilitas di Kota Wisata. Dari namanya yang berbau 'wisata' kita bisa melihat setiap bangunan rumah di cluster-cluster benar-benar menggambarkan ciri khas unik kota di negara-negara. Ada Madrid, America, Barcelonna, Paris, Jepang, Bellevue, dan masih banyak lagi lainnya.

Karena sifatnya yang universal di Kota Wisata telah berdiri dua tempat ibadah yang besar sehingga bisa menampung jemaah dari luar perumahan. Misalnya saja gereja katolik Maria Bunda dan masjid Darrusalam.



Untuk menjembatani orang Tionghoa yang ingin merayakan Sincya Kota Wisata juga telah menyediakan Kampung Cina. Setiap hari raya Imlek dan Cap Gomeh banyak wisatawan yang pelesiran di sini.

Sebenarnya kampung Cina yang ngetop dengan Gerbang Kemakmurannya adalah sentra penjualan printilan khas Imlek. Namun hiburan atraksi Barongsay yang kerap ditampilkan dari seniman sekitar menjadi daya tarik yang ditunggu-tunggu.

Saking meriahnya, saya sempat mendengar rumor, kalau mau mendapat angpau, buruan datang ke Kampung Cina dan cari Naga yang paling besar. Di sana sering ada angpau-angpau yang disisipkan sebagai hadiah bagi yang menemukan. Percaya? 😋




Setelah tempat ibadah, di Kota Wisata juga tersedia berbagai tempat kursus dan bimbel ngetop seperti Kumon, EF, Sonny Sugema College, Global Art, Purwacaraka. Sekolah-sekolah ternama juga ada di sini. Ada sekolah preschool seperti Global dan Brighton, sekolah Fajar Hidayah, sekolah Al Azhar, Sekolah kristen BPK Penabur, dan yang terbaru Sekolah Pelita Harapan. Konon, waktu pembangunan sekolah Pelita Harapan berlangsung, banyak orang mengira akan dibuat Mal lho hihihi...

Masih urusan pendidikan, di Kota Wisata juga ada sekolah negeri lho. Lokasinya persis di jalan boulevard Kota Wisata, persis bersebelahan dengan masjid Darusalam. Jadi ga usah kuatir buat orang tua yang ingin putra-putrinya sekolah negeri. Namanya SMA 2 Gunung Putri atau julukan kerennya Swiss (Sekolah Kowis). Aya-aya wae yah 😂

Seperti yang tadi saya sebutkan, semua sudah ada di sini. Menggok dikit ke kiri ada pertokoan dan ATM Center. Menggok dikit ke kanan ada ATM Drive Thru dan Minimarket. Sepanjang area komersil bertebaran restoran cepat saji, minimarket, rumah makan dan pusat belanja Hero. Mau olahraga ya ke Sport Club yang lokasinya masih satu gedung dengan kantor pemasaran. Stttt, kata mama Tata, air kolam renang di sini bersih dan baik kualitasnya. Sehingga ga perlu kuatir kalau ketelan dan ga bikin mata pedih. Catatt ya.






Nah, yang terbaru dan masih dalam proses pembangunan yaitu RS Eka Hospital. Berada tidak jauh dari pintu gerbang utama Kota Wisata, masih di boulevard-nya, Eka Hospital Cibubur berdiri di atas lahan seluas 16.000 m2 dengan luas bangunan 32.000 m2. Hhhmm luas juga. Katanya, rumah sakit ini diharapkan jadi salah satu rumah sakit rujukan terdepan bagi kasus-kasus penyakit jantung, stroke dan penyakit kronis lainnya. Baiklah kita tunggu aja progressnya.

Cluster Pesona Nashville
Setelah berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada di Kota Wisata kunjungan terakhir rombongan kami ke Pesona Nashville. Ini adalah cluster terbaru yang dilaunching Sinarmas Land. Untuk menuju ke sini paling enak masuknya melalui gerbang Kota Wisata pintu belakang : jalan Ciangsana.

Ada beberapa rumah contoh yang bisa kami masuki. Rencananya akan dibangun 155 unit rumah yang dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan luas tanahnya.







Adapun ukuran luas tanah dan bangunan yang dapat dipilih sebagai berikut : 10 X 20 ; 9 X 17 ; 8 X 16 ; 7 X 16, dan 7 X 13.

Kisaran harga rumah dua lantai ini dibandrol mulai dari Rp 1,6 Milyar. Etapi, kata bu Liana, untuk Blogger bisa dapat harga spesial, lho. Waaah, kemecer deh liur saya. Hayo tadahin dah tadahin hahah..

Saya makin jatuh hati begitu masuk ke salah satu showcase rumah contoh. Saya terkagum-kagum. Suasana adem dan dingin langsung terasa. Padahal suhu saat itu - jelang jam makan siang - sekitar 33 derajat. Duh, pengen gelosoran deh kalau ga ingat sungkan.









Bangunan dua lantai di Pesona Nashville desainnya canggih banget. Bukaan udara mengalir bebas dari depan ke belakang. Tampaknya sang arsitek memperhatikan betul arah angin dan menangkapnya dengan baik. Betah rasanya.

Pindah ke Kota Wisata Yuk!
Tak salah kalau saya mendadak berandai-andai jadi penghuni Pesona Nashville. Konsep Tropical Urban Living yang diterapkan pada seluruh hunian sangat tepat dengan gaya keluarga saya yang menyukai alam. Ini pasti berkat tangan dingin Sinar Mas Land sebagai pengembang. Just info, Sinar Mas Land dikenal dengan proyek-proyeknya yang peduli akan masalah pelestarian lingkungan.

Tak heran Kota Wisata menjadi proyek properti unggulan yang diminati dari berbagai aspek, diantaranya :

1. Aspek Strategis

Kota Wisata letaknya sangat strategis karena melingkupi 4 kota berbeda yakni Depok, Bekasi, Bogor, Cibubur sendiri. Meskipun wilayahnya sudah masuk ke kelurahan Gunung Putri tapi nama Cibubur sudah kadung melekat dengan perumahan elit ini.

Untuk mencapai perumahan Kota Wisata maka jalur yang bisa kita lewat jalan Transyogi melalui exit tol Cibubur kalau dari Jakarta dan Bogor. Kalau dari Depok bisa melalui Cimanggis tembus ke Cibubur. Kalau dari Bekasi tinggal lurus saja menyusuri jalan Narogong atau melalui Bojong Kulur. Jadi pintu gerbang Kota Wisata totalnya ada 4.



Gerbang 1 : Jalan Transyogi, jalan yang menghubungkan Jakarta, Depok, Cileungsi, Jonggol.

Gerbang 2 : Jalan Ciangsana, jalan yang menghubungkan Cikeas, Gunung Putri, Jatiasih Bekasi

Gerbang 3 Cluster Montreal : Jalan Narogong, jalan yang menghubungkan Bekasi, Cileungsi, Bogor

Gerbang 4 kawasan komersil Commpark: Jalan Narogong, jalan yang menghubungkan Bekasi, Cileungsi, Bogor.

dan dua alternatif lagi melalui jalan desa yang membatasi perumahan Kota Wisata dengan jalan Ciangsana.



Meskipun saat ini jalan Transyogi sering macet akibat pembangunan tol Cimaci (Cimanggis Cibitung) dan pembangunan LRT rute Cawang - Cibubur - Bogor namun kita harus sabar. Sebentar lagi akses langsung tol yang membelah Kota Wisata akan terkoneksi dengan semua tol di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk ke Bandara Soetta. Demikian pun bagi yang memilih naik LRT. Nantinya semua moda transportasi masal Jabodetabek seperti MRT, Commuter Line dan Bis Transjakarta akan terkoneksi. Asik kaaan.

2. Aspek Fasilitas.

Perumahan Kota Wisata itu paluda. Apa yang lu cari ada. Sekolah ternama, tempat ibadah, Bank, pasar segar, klinik, salon, pet shop, toko ATK, pegadaian, minimarket, resto, tempat rekreasi smua sudah ada di sini. Tak perlu keluar perumahan lagi justru masyarakat yang tinggal di luar Kota Wisata yang malah ikut menikmati fasilitasnya seperti saya ini nih.







Asiknya, perumahan Kota Wisata itu bebas dilintasi siapapun meskipun ada security yang berjaga di pintu gerbang. Tak usah kuatir diplototi atau dilarang, siapapun bebas keluar masuk Kota Wisata sampai batas jam 22.00. Jadi di jam-jam tersebut sampai dini hari hanya penghuni saja yang bisa lewat.

3. Aspek Ramah Lingkungan.

Di lahan seluas 750 hektar komposisi ruang terbuka hijau sangat diperhatikan pengembang Sinar Mas Land. Pohon-pohon besar menjulang menutupi sepanjang jalan boulevard. Begitu meneduhkan tapi tidak terkesan liar. Secara rutin petugas kebersihan membersihkannya.






Menariknya, di dekat gerbang utama ada patung-patung koboy, suku indian dan Liberty yang sering dijadikan spot foto oleh masyarakat sekitar. Lucunya lagi, ada yang sengaja piknik lho di tanah berumput yang berundak-undak seperti bukit. Mereka menggelar tikar dan asyik menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Mungkin daripada jauh-jauh ke Cibodas Puncak, ambiencenya sama saja toh hehehe...

Jadi tak salah ya kalau saya ingin sekali menjadi bagian dari Kota Wisata. Karena di sinilah keluarga saya bakal menemukan makna hidup sesungguhnya. Kerinduan akan gaya arsitektur modern bercampur dengan konsep Tropical Urban Living yang diterapkan dengan sangat baik menjadi pertimbangan utama untuk tinggal di Kota Wisata



Masih sambil leyeh-leyeh di rumah contoh Pesona Nashville, teman saya Bule Tauhid membangunkan lamunan saya. Dia berseloroh, "Bu lagi apa? Mau narikin sumbangan buat tujuh belasan, nih!"

"Eh pak RT. Tumben siang-siang udah keliling," sambut saya yang langsung disambut dengan derai tawa kami.

Ah, semoga keturutan ya punya rumah di Kota Wisata. Aamiin.

Salmon Guriru Bikin Hati terharu Biru

Juli 30, 2019 0


Teman-teman yang ngakunya sahabat saya pasti tahu kalau saya sebenarnya kurang suka makan ikan. Ya mau gimana lagi. Sejak kecil ibu saya - yang perempuan Jawa pegunungan - juga ga terbiasa makan ikan, sih. Bisa dimaklumi kalau dirinya kurang rajin mengenalkan  rasa ikan buat anak-anaknya. Jadi beginilah saya sekarang. Kalau tidak ada alternatif hidangan lain saya ga masalah koq ga makan sama sekali hehee..

Ikan itu bau amis. Bikin enegh. Durinya bikin trauma kalau tak hati-hati. Sakitnya luar biasa (Saya ga tau namanya apa kalau tersangkut duri di tenggorokan).Tapi meskipun bau dan berduri ikan juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Apalagi ikan Salmon. Kan sebel 😤

Ikan Salmon merupakan sumber protein berkualitas yang kaya lemak sehat omega 3, vitamin dan mineral, yang baik untuk kesehatan kulit dan daya ingat.

Bicara soal ikan Salmon, kata teman-teman yang suka makan sushi rasanya itu enak. Mau diolah apa aja juga gampang karena sifat dagingnya yang lembut dan lunak. Mau dikukus atau ditim sama enaknya dengan dijadikan sushi atau onigiri. Mau direbus untuk dijadikan sup atau dipanggang untuk dijadikan steak juga sama menggodanya.



Namun, tenang, saya belum tertarik  menikmati Salmon sampai karma itu datang. Jadi benar banget ya, kalau ga suka akan sesuatu ya biasa saja begitupun kalau suka ya jangan terlalu memperlihatkannya. Saya mendapat undangan dari Hokben untuk mencicipi menu barunya Salmon Guriru. Apa itu ya?

Dari namanya Salmon Guriru kalau diterjemahkan artinya Salmon Panggang. Dalam launchingnya di Hokben PIM 1 Jakarta Selatan pada 26 Juli 2019 silam Communication Department Head PT Eka Bogainti - Irma Wulandari memaparkan, Salmon Guriru adalah Salmon fillet yang dipanggang dengan saus teriyaki dan disajikan dengan salad dan irisan jeruk lemon sebagai garnishnya. 



Irisan jeruk lemon ini, sih, terserah mau dikucurkan di atas Salmon Guriru atau dicampur dengan salad. Dua-duanya sama enaknya. Segar.

Mendengar penjelasan Mba Irma, lidah saya langsung kemecer membayangkan rasa segarnya. Tak menunggu waktu lama, seporsi Salmon Guriru  dihantarkan ke meja, siap diserbu saya dan teman-teman food blogger. Menariknya, seporsi Salmon Guriru rupanya tak sendiri. Ada nasinya juga. Ingat kan bagaimana khasnya rasa nasi Hokben yang empuk, wangi dan pulen. Ngangenin deh hihi...



Mba Irma menjelaskan lagi, untuk menikmati seporsi Salmon Guriru harganya Rp 80 ribu sudah termasuk pajak. Namun untuk memperkenalkannya di masyarakat, Salmon Guriru disajikan dengan nasi. Ini free teman-teman sampai 1 Agustus 2019. Info penting lagi, menu Salmon Guriru hanya dapat kita beli sementara ini di 23 store Hokben di Jabodetabek. Dalam waktu dekat menu ini semoga dapat dinikmati di banyak store, tutup mba Irma. 

Oke baiklah kita serbu... 

Di atas piring tergeletak pasrah ikan salmon berukuran 100 gram yang sudah dipanggang dengan saus teriyaki dalam keadaan hangat. Ada irisan jeruk lemon. Ada salad khas Hokben (yang akhir-akhir ini lebih royal dalam penyajiannya. Ga cuma sekedar pemanis aja). Tiga bungkus saus salad yang dapat kita pilih sesuai selera ; Shiza (rasanya ngeju banget), original mayones khas Hokben, atau japannese dressing (rasanya kayak bumbu gado-gado dan gurih wijennya terasa banget). Dan nasi. 



Dengan hati campur aduk, saya tusuk pelan-pelan Salmon Guriru dengan sumpit. Minyak Salmon terlihat meleleh keluar dari badannya. Dagingnya terlihat lembut. Warna pink mudanya masih terlihat. 

Hati saya kemudian tergerak untuk mengucurkan irisan lemon ke atas badan Salmon Guriru lalu menyuapkan pelan-pelan ke dalam mulut. Koq ga amis? Koq lembut banget meluncur mulus digoyang lidah saya. Koq enak ya? Hmmmm....

Runtuh deh segala kenangan menyakitkan makan ikan selama ini. Dengan irama beraturan, saya menyuapkan ke dalam mulut seiris Salmon Guriru - nasi, - salad yang saya coel dengan salah satu saus. Ritual itu saya ulangi. Ulangi lagi. Tetiba saya baru sadar kalau piring saya sudah bersih. Tandas.

Ahahahaha... prestasi ini. Saya tepuk tangan sambil tertawa. Wichan yang duduk di depan saya sampai bengong. "Segitu girang amat, sih, lu, mbak?" 

Enak banget ya Salmon? Baru tau saya hahaha....



Kemudian saya ingat, kali pertama mencicipi tiga macam dressing Hokben itu saat peluncuran Furi Furi Salad dan Tokyo Salad Bowl beberapa bulan lalu. Jujur saya akui, dari seluruh restoran cepat saji yang ada di Indonesia saya memang lebih menyukai kulineran di Hokben. Sederhana saja alasannya karena di sinilah saya bisa menutupi guilty feeling dengan bisa makan salad. Biar gimanapun lezatnya suatu makanan, alam bawah sadar saya tetap mengarahkan untuk selalu makan makanan yang sehat. 

Tampaknya keinginan masyarakat yang menyukai makanan sehat mendapat respon positif dari Hokben. Berbagai inovasi terus diluncurkan dengan menghadirkan menu akan gaya hidup sehat seperti Furi Furi Salad, Tokyo Salad Bowl, Sukiyaki, juga Shirataki Soup. Selain itu menu set kayak Teriyaki, Sukiyaki, Yakiniku dan aneka gorengan kayak Ekkado, Shrimp Roll dan lainnya juga aneka soup tahu atau dumpling pun menjadi favorit. 

FYI, seluruh makanan yang disajikan di Hokben sudah terverifikasi kehalalannya di MUI. Demikian pun dengan menu terbarunya yaitu Salmon Guriru. Memang, sih, namanya ikan pasti halal, dong. Tapi bahan-bahan lainnya yang digunakan juga harus dipastikan kehalalannya. 

"Disamping halal, seluruh sajian Hokben juga terlah teruji sesuai dengan standar keamanan pangan (food society)," jelas Fransisca Lucky, Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti. 

Jadi gimana teman-teman, masih ga kemecer nih liurnya mencoba menu sehat dan oishii Salmon Guriru di Hokben? Ajak-ajak saya ya 😍













Minggu, 28 Juli 2019

Serba Serbi Restrukturisasi Perusahaan, Merger Dan Akuisisi



Teman-teman pernahkah kamu berandai-andai, andai suatu saat jadi pemilik perusahaan ternama seperti apa ya rasanya? Asik kayaknya bergelimang kekayaan dan menjadi pusat perhatian! Etapi, ngngngng, kalau mengingat krisis keuangan yang berdampak luar biasa di berbagai negara koq bikin ciut hati, ya? Kondisi persaingan saat itu memaksa banyak perusahaan terlindas dan gulung tikar. Sehingga telinga kita pun jadi akrab dengan istilah restrukturisasi, merger, akuisisi dan konsolidasi. 

Bicara soal restrukturisasi perusahaan alhamdulillah saya diundang kembali oleh IDLC - Irma Devita Learning Center untuk hadir dalam seminar yang rutin diselengarakannya. Digelar pada 25 Juli 2019 di Grand Picasso Hotel, Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Ini merupakan seminar yang kedua kalinya selama bulan Juli ini. Syuka bangett. Pemaparan dan diskusi yang renyah bareng narasumbernya bapak David I Siahaan, SH, LLM didampingi ibu Irma Devita Purnamasari, SH, MKn berlangsung sangat seru. Saya dan seluruh peserta seminar terlibat diskusi yang hangat meskipun topik yang diangkat termasuk urusan berat ya hehehe... 



4 Tipe Restrukturisasi Perusahaan 
Nah sebelum mengupas serba serbi restrukturisasi perusahaan, merger dan akuisisi baiknya saya mulai dari pengertiannya dulu, ya. Menurut KBBI restrukturisasi artinya penataan kembali. So, restrukturisasi perusahaan merupakan upaya untuk mengubah struktur perusahaan dengan berbagai alasan. Adapun bentuk-bentuk restrukturisasi perusahaan secara umum dibagi dua yakni restrukturisasi perusahaan dan restrukturasi hutang. Nah, restrukturasi perusahaan umumnya masih dipecah lagi jadi empat type yakni Merger (penggabungan), Akuisisi (pengambilalihan), Konsolidasi (peleburan) dan Pemisahan. 



Dalam pelaksanaannya proses restrukturisasi perusahaan tidaklah berjalan mudah, jendral! Namanya pembenahan kembali otomatis menyangkut berbagai aspek yang harus dipikirkan. Bukan saja pihak manajemen, kepentingan komisaris yang mewakili kepentingan pemegang saham tapi dampaknya pada semua karyawan juga menyertai. Di sinilah peran Lawyer dan Notaris sangat penting dalam pendampingan hukum supaya aman dari sengketa pemegang saham ataupun permasalahan pelaku usaha dengan karyawan. 




Sebagai pakar yang sukses menangani berbagai kasus merger dan akuisisi perusahaan pak David yang juga mendirikan  S.I.A.R - konsultan hukum bersama rekan-rekannya berpesan, bagi para notaris kehati-hatian dalam membaca draft sebelum membuatkan akte perusahaan itu penting. Jangan menelan begitu saja draft yang diterima dari siapapun. Notaris harus pahami ilmunya. Karena dalam pembuatan berita acara RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) menjadi tanggung jawab penuh Perseroan dan Notaris. Ada dasar hukumnya yakni pasal 82 UUPT. 

Merger VS Akuisisi, Pilih Mana? 
Seperti tadi saya sampaikan, mau memilih proses merger ataupun akuisisi bukanlah pilihan yang menyenangkan sebenarnya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Secara keseluruhan saya menangkap merger lebih simple dibandingkan akuisisi karena bisa menggabungkan beberapa perusahaan tanpa likuidasi terlebih dulu. 

Nah pertanyaannya, kenapa perusahaaan yang merger tidak perlu dilikuidasi, padahal seharusnya kalau ada perusahaan yang bubar harus dibuat akta likuidasi. Begini teman-teman, saya contohkan saja ya. Perusahaan A dan perusahaan B memutuskan melebur dan bergabung menjadi satu. Di sini perusahaan A berganti baju menjadi perusahaan B sehingga seluruh asset dan segala kewajibanya tidak mengalami perubahan. Hanya ganti baju saja istilahnya. Jadi tak perlu adanya likuidasi. 





Sayangnya dalam merger dan akuisisi diperlukan persetujuan dari seluruh pemegang saham melalui RUPS yang dihadiri minimal 3/4 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara dan disetujui oleh minimal 3/4 jumlah suara yang dikeluarkan dalam rapat.  Ini menjadi kekurangan terkait waktu untuk mendapat persetujuan tersebut tidaklah sebentar. 

Kalau akuisisi saham yang dimiliki oleh pemegang saham (bukan saham baru) maka pemegang saham penjual tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan. Dari sisi perusahaan, karena tidak adanya perusahaan yang bubar maka pengalihan perjanjian yang ada sebelumnya tidak diperlukan sedangkan untuk merger, hal ini diperlukan. 

Nah, proses ini menimbulkan biaya tinggi karena menurut hukum dalam merger asset harus dibalik nama. 

Tata Cara Pelaksanaan  
Kembali ke tujuan bersama, restrukturisasi perusahaan menjadi solusi agar perusahaan menjadi semakin berkembang dan jaya. Namun dalam pelaksanaannya banyak kendala yang menyertai dan harus segera diatasi.  Tentunya ini sangat sulit karena harus memilih yang terbaik dan mencegah timbulnya masalah di depannya bagi si pemegang saham. 





Perlu diketahui pada saat merger efektif akan ada 3 point berikut : 

1. Aktiva dan passiva PT yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada PT yang menerima penggabungan. 

2. Pemegang saham PT yang menggabungkan diri karena hukum menjadi pemegang saham PT yang menerima penggabungan. 

3. PT yang menggabungkan diri berakhir karena hukum terhitung sejak tanggal penggabungan mulai berlaku. 

Namun sebelum itu rancangan merger perlu disusun dulu oleh para direksi masing-masing perusahaan untuk kemudian disetujui oleh masing-masing komisaris dari perusahaan. Itu sebabnya rancangan merger harus dipersiapkan secara matang agar bisa diterima seluruh pemegang saham. 

Dalam proses pembuatan rancangan, isi rancangan yang mencakup tujuan merger, neraca keuangan tiga tahun terakhir, hak-hak pemegang saham dan performa harus sama. Setelah isi rancangan merger jadi dan disetujui selanjutnya ringkasan merger digabungkan jadi satu dan kemudian mengumumkannya melalui surat kabar dan pada hari yang sama secara internal kepada karyawan





Namun sebaiknya, menurut mba Irma Devita, rancangan pengambilalihan sebaiknya diumumkan di dua surat kabar yang berbeda. Ini ada kaitannya dengan pembayaran pajak dari perhitungan book value atau fair value atas nilai asset, modal, income dan lainnya bila proses merger berhasil dilaksanakan. 

Nah, pengumuman tersebut dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 30 hari sebelum pemanggilan RUPS. Bila dalam jangka waktu setelah pengumuman tersebut ada keberatan maka kreditor dapat mengajukan keberatan paling lambat 14 hari sejak tanggal pengumuman. Bila di hari ke 15 tidak ada sanggahan maka kreditur dianggap menyetujui merger. Dan untuk selanjutnya bisa segera dilakukan pemanggilan untuk hadir dalam RUPS setelah lewatnya jangka waktu 30 hari tersebut.  

Bentuk perlidungan untuk kreditur ini tertuang dalam pasal 126(1) dan pasal 127(4) - (7) UUPT yang menyebutkan selama penyelesaian keberatan kreditur belum tercapai, merger dan akuisisi tidak dapat dilaksanakan. 

Selain nasib kreditur tidak dapat dipungkiri akibat merger menyebabkan nasib karyawan terkena imbasnya. Pak David menyarankan, sebelum timbul masalah seharusnya sudah ada rencana untuk mengantisipasinya. Kepada karyawan bisa disounding sejak jauh-jauh hari mengenai rencana restrukturisasi. Bila perusahaan akhirnya memilih restrukturisasi maka option buat karyawan ada tiga. Melanjutkan hubungan kerja dengan perusahaan, resign atau di-PHK. Apabila karyawan akan resign atau di-PHK maka akan ada perhitungan komponen upahnya yang mencakup gaji, tunjangan, cuti, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja. 

Bentuk perlindungan untuk karyawan tertuang dalam pasal 126(1) UUPT dan pasal 163 UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang menyebutkan karyawan yang di PHK karena mengundurkan diri atau dipecat mendapat pesangon khusus.

Wah, sebenarnya masih banyak lagi hal-hal menarik untuk didiskusikan. Namun sayang waktunya memang terbatas dan persoalan restrukturisasi perusahaan itu memang kompleks. Ibu Irma Devita kemudian berseloroh, ibarat makan dengan berbagai menu di meja besar tentu kita tak mungkin bisa mencernanya sekaligus, bukan? hihihi... 

Iya memang benar. Otak saya sampai berasap nih tapi jadi tambah penasaran haha... Baiklah ditunggu undangannya lagi ya IDLC 😄




Sabtu, 27 Juli 2019

Mata Kering Pemicu Stress, Atasi Dengan Insto Dry Eyes

Juli 27, 2019 1


Sepanjang jalan Jakarta - Balaraja matahari bersinar terik sekali. Kulit terasa panas seperti dicubit-cubit. Tenggorokan terasa kering. Dari balik kaca helm dan masker yang menutupi wajah, mata saya memelototi rute perjalanan dari Jakarta menuju Samsat Balaraja untuk mengurus perpanjangan surat motor. Jangan ditanya perihnya gimana. Air mata terus mengalir. Bolak balik saya mengerjapkan mata menepis debu-debu berpasir yang mampir di bola mata saya.

Sebenarnya, sudah cukup lama saya merasakan berbagai gangguan di mata. Saya perkirakan sejak masih SD saat mulai menggunakan kacamata minus dan silindris. Sayangnya saya mengabaikannya. Entahlah, saya sendiri lupa kenapa sampai melupakan kesehatan organ penglihatan ini. Mungkin karena enggan bermanja-manja, mungkin karena kesibukan sehari-hari, entahlah. 

Namun lama-lama saya agak worried juga. Ketika gangguan mata semakin kerap saya alami. Mulai dari pusing dan nyut-nyutan sampai ke pelipis. Pandangan sering kabur saat fokus lama di depan laptop. Hingga pernah merasa seolah ada tekanan berat di bola mata. 

Tidak saya mungkiri faktor pemicu yang memaksa mata saya bekerja keras adalah pekerjaan. Bayangkan, dulu waktu mulai merintis usaha melalui nge-craft - membuat miniatur cake dalam bentuk mini - kacamata saya tau-tau sudah minus 8. Aww, bahaya ini. Segera saya banting setir jadi editor kecil-kecilan, menulis artikel di blog dan terus berlanjut sampai sekarang. Hasilnya sebelas dua belas. Di usia middle forty seperti ini minus saya sudah sembilan, silinder 2,5 dan plus 1. 😞

Akhir-akhir ini perasaan deg-degan kembali mencuat. Bagaimana tidak, secara reflek untuk mengatasi rasa ga enak saya sering-sering berkedip agar mata lebih fokus saat di depan laptop yang terkena embusan kipas angin. Demikianpun saat membuka sosial media melalui hape. Tanpa disadari, tingkat kecerahan layar saya sudah maksimal. Sampai-sampai si sulung mba Nala mengingatkan. 

"Layarnya terang banget. Buset ini sudah 100% lho! Emang ga pusing, bu? tanyanya. 

Saya menggeleng. Justru kalau diturunkan tingkat kecerahan layarnya pandangan malah jadi semakin buram. Secara reflek saya jadi mendekatkan obyek ke bola mata. Sally dan Waya, teman Blogger saya juga yang paling hobi mengingatkan. "Mbaaa, mataaaa!" 

Duh Gusti, hati saya ciut. Bagaimana kalau saya sampai buta? 

Dari berbagai sumber saya menemukan informasi bahwa penyebab mata sepet, pegel dan perih yang saya alami adalah gejala mata kering. Ini adalah sebuah kondisi saat mata tidak cukup mendapat pelumasan dari air mata. Kondisi ini membuat mata terus berkedip-kedip seperti kelilipan yang rasanya mengganggu. 



Prosentasi penderita mata kering faktanya lebih banyak terjadi pada wanita dan makin meningkat pada usia lanjut. Membaca fakta ini hati saya semakin ga karuan terlebih beberapa gejalanya saya rasakan, seperti : 

Mata seperti berpasir dan kering / sepet
Mata berair karena respon tubuh secara otomatis
Sensitif terhadap sinar 
Penglihatan buram
Mata terasa cepat lelah

Syukurlah mata saya tidak memerah dan tidak terasa panas sebagaimana gejala umum mata kering lainnya. Semoga saja levelnya masih ringan. Karena kalau dibiarkan terus - dari informasi yang saya baca - dapat menyebabkan peradangan pada permukaan mata hingga menimbulkan jaringan parut pada kornea atau terjadi infeksi bakteri. 😢

Penyebab tidak cukupnya pelumasan dari airmata dipicu dari beberapa kondisi : 
1. Produksi air mata berkurang. Hal ini ditimbulkan dari faktor usia atau penyakit tertentu misalnya diabetes, radang sendi, lupus, gangguan hormon tiroid, kurangnya vitamin A. Bisa juga dikarenakan minum obat-obatan misalnya antihistamin, dekongestan, antidepresan, obat hipertensi, obat jerawat, atau obat terapi pengganti hormon. Atau bisa juga disebabkan dari kerusakan kelenjar air mata itu sendiri karena operasi. 

2. Air mata lebih cepat menguap. Hal ini dipicu dari cuaca seperti angin, asap atau udara kering. Bisa juga karena terlalu konsentrasi di depan laptop membuat mata jadi lupa untuk sering-sering mengedip. Atau bisa dikarenakan faktor kelopak mata yang berbalik ke dalam ataupun ke luar. 

3. Komposisi air mata tidak seimbang. Hal ini disebabkan berbagai faktor yang menyebabkan komposisi air mata yang terdiri dari minyak, air dan lendir berubah.

Dari ketiga pemicu tadi dengan mudah saya menemukan beberapa hal yang menjadi penyebab mata kering. Stress ; kipas angin ; terlalu fokus menatap laptop dan hape dan terpapar udara kering, asap dan debu jalan. Selesai? Ngga dong. Saya harus segera mengatasinya sebelum terlambat. 

1. Membiasakan diri untuk manajemen stress dengan aktivitas fisik. Maka saya segera mengganti kebiasaan untuk pesan ojol dengan jalan kaki ke halte untuk naik Transjakarta setiap kemana-mana. Saya juga mulai memilih naik tangga daripada menggunakan lift. 

2. Memilih makan makanan yang sifatnya menenangkan. Jujur, yang namanya makan ikan saya memang kurang suka. Mungkin ini dikarenakan tidak dibiasakan menyukai ikan sejak kecil. Namun saya mencoba, setidaknya tiga hari sekali mengkonsumsi ikan Salmon. Konon katanya ikan salmon baik untuk kesehatan mental. 

2. Pasang alarm di hape. Ini untuk membiasakan mata setiap 20 menit sekali untuk berpaling sejenak dari layar laptop dan hape. Caranya dengan memandang kejauhan. Fokuskan mata untuk memandang yang hijau-hijau seperti tanaman di luar rumah. 

2. Senam mata. Dengan melirik ke kiri, kanan, atas dan bawah, dilanjutkan dengan memutar-mutar bola mata cara ini sebenarnya sangat simple untuk menjaga kesehatan mata. Semoga saya istiqomah, ya. 



3. Menggunakan Insto Dry Eyes

Merk Insto sudah lama saya kenal sebagai merk untuk mengatasi iritasi pada mata. Dengan botol putih  mungil bertutup hijau merk ini menjadi pilihan keluarga saya selama bertahun-tahun. 

Meneteskan Insto Dry Eyes  menjadi solusi atas penyakit mata kering yang saya alami karena fungsinya untuk melumasi mata seperti airmata. Boleh dibilang Insto Dry Eyes adalah airmata buatan. 

Dkemas dalam botol mungil berukuran 7,5 ml terkandung zat aktif Hidroksi propil metil selulosa 3.0mg dan Benzalkonium klorida 0,1mg yang efektif untuk mengatasi mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih dan mata lelah. Cara menggunakannya praktis banget. Hanya 1 - 2 tetes pada setiap mata dan bisa diulang sebanyak tiga kali sehari. 

Botol Insto Dry Eyes mungil sehingga bisa dimasukkan ke pouch kosmetik. Saya membawanya kemana-mana. Harganya pun terjangkau dan mudah didapat. Saya membelinya di apotek dekat rumah. Kalau disetarakan sama dengan semangkok bakso Mas Nur, koq. Hanya Rp. 16.000 saja. Murah bukan? 



Jadi ketika mata kering datang teteskan saja Insto Dry Eyes untuk menyegarkan kembali. Akan tetapi, kembali lagi, kita tetap harus memahami bahwa Insto Dry Eyes berguna untuk mengatasi mata kering yang sifatnya temporary. Kalau gejala menetap atau malah semakin memburuk segera hentikan. Sebaiknya konsultasikan ke Dokter Mata.

Dan yang perlu diperhatikan jangan lupa menutup rapat botolnya setelah digunakan untuk menghidnari pencemaran. Perhatikan juga masa pakainya. Insto Dry Eyes sebaiknya dibuang sebulan setelah kemasannya terbuka. 

Yang terakhir, namanya juga obat yang mengandung pengawet, tentu kita tidak boleh sembarangan menggunakan meskipun efektif. Penggunaan jangka panjang dan berlebihan justru dapat menyebabkan kerusakan selaput mata. So, kalau gejalanya telah hilang segera hentikan penggunaan Insto Dry Eyes. 
Sayangi mata kita, karena mata adalah jendela dunia. Berkat mata kita melihat segala karunia ciptaan Allah SWT yang luar biasa. Mata juga menjadi jendela hati. Dengan mata kita bisa menyelami samudera hati seseorang #eaaaa 


Jumat, 12 Juli 2019

Pilih Mana, Wariskan Harta Atau Sengketa?

Juli 12, 2019 1


Alhamdulillah, berkah luar biasa ketika mendapat undangan lagi dari IDLC untuk hadir dalam seminar rutin diselenggarakannya. IDLC atau Irma Devita Learning Center merupakan learning center yang sifatnya inklusif. Tak hanya praktisi hukum yang bisa mengikuti pelatihan dan seminar seputar hukum tapi masyarakat awam pun bisa. Saya sendiri sudah beberapa kali mengikuti seminar. So far puas banget dengan materi yang diangkat dan disampaikan dengan gaya diskusi yang renyah.  😍

Bertempat di Ibis Tamarin Hotel, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019, topik seminar yang rutin digelar setiap bulan ini mengupas seputar sengketa warisan. Saya akui masalah ini memang rumit. Jangankan masyarakat umum yang buta hukum, tema ini juga menarik kalangan praktisi hukum. Tak heran sebanyak 50 Notaris, Lawyers dan Corporate Perusahaan dari Semarang, Bogor, Malang, Palembang, Batam, Kalimantan dan Lampung khusus datang menghadiri seminar sehari ini. Oh iya, ada beberapa yang familiar. Rupanya mereka memang pelanggan setia seminar IDLC. Wah salut deh 😍 



Seperti biasa, mba Irma Devita Purnamasari, S.H, M.Kn selaku founder IDLC yang juga seorang penulis buku tentang hukum menjadi narasumber utamanya. Kali ini beliau menggandeng Glenna Martin, S.H, M.Kn dan seorang dosen yang juga pakar hukum islam yakni Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag, M.Kn untuk menyampaikan materi dari ilmu kepakarannya. 

Adapun materinya lumayan banyak. Berikut topik materinya : 
1.  Pengertian warisan menurut hukum waris islam dan hukum waris perdata barat. 

2. Waris terhadap perkawinan campuran (beda agama dan kewarganegaraan)

3. Pemilikan tanah yang berasal dari hibah maupun warisan

4. Kupas tuntas pembagian warisan menurut hukum islam 

5. Wasiat untuk mencegah potensi sengketa dari ahli waris

6. Keterangan waris dan wasiat. 

Keenam materi yang berkaitan dengan sengketa memang menarik untuk dibahas. Pasalnya -kalau kita perhatikan- dalam harta warisan selalu ada 'celah' yang bisa dijadikan sengketa. Terlebih negara kita menganut azas demokrasi dan masyarakatnya sendiri berkarakter multietnic. Sehingga dalam landasan putusan seorang praktisi hukum tentu tak bisa begitu saja menegakkan putusan. Ada rujukan yang jadi acuan. Apakah mau pakai hukum Islam, hukum adat atau hukum perdata barat? 



Apa Itu Warisan?

Nah sebelum kita mengupas satu-satu materinya mungkin teman-teman sudah paham arti waris. Waris atau warisan adalah harta peninggalan yang diberikan kepada yang berhak. Mengacu dari hukum perdata Barat warisan diberikan dari orang tua pada anak atau keturunannya. 

Namun dalam pelaksanaannya selain anak-anak ada ahli waris lain yang berhak mendapatkan harta waris. Agama Islam mengelompokkan ahli waris menjadi tiga golongan : Ashabul Furudh, Ashabah dan Dazail Arham. 




Sedemikian pentingnya pengelompokkan ahli waris maka agama Islam juga menentukan siapa saja yang bisa jadi penghalang atas hak ahli waris. Termasuk diantaranya adalah orang yang berbeda agama. 

Akan tetapi meskipun berbeda keyakinan tidak serta merta si anak ini kehilangan haknya, lho. Ada yang namanya hibah dan wasiat sebagai bentuk pengalihan penerima harta. Ini sifatnya kerelaan jadi tak ada hitungannya harus berapa persen dari total harta peninggalan yang dihibahkan. Dan kapan diberikannya tak harus disegerakan seperti halnya warisan. 

Kembali ke masalah yang umum terjadi seputar warisan adalah pembagiannya tak dibagi segera sejak adanya kematian. Jujur, rasanya tak elok ya membicarakan harta warisan ketika tanah kuburan orang yang kita cintai masih basah. Namun masalah sengketa sebaiknya memang harus dihindari. Sebab itu agama Islam menyarankan untuk menyegerakannya. 



Macam-macam Sengketa 

Lantas bagaimana kalau ada pasangan yang poligami atau punya anak di luar nikah, atau punya anak adopsi atau punya anak angkat. Atau bagaimana dengan pasangan suami istri  yang beda agama, atau pindah agama, atau menikah dengan warga negara asing?  Apakah mereka berhak menerima warisan? 

Mba Irma mengajak kita kembali ke prinsip dasarnya yakni warisan berlaku bila ada hubungan darah, ada perkawinan, memerdekakan budak dan untuk sedekah di baitul Mal. Terkait hubungan darah maka ibu dan anak kandung secara otomatis saling terkait sebagai waris. 



Namun seringnya perkawinan terjadi begitu saja. Jarang sekali suami dan istri memisahkan harta bawaannya dalam perkawinan. Padahal percampuran harta berpotensi menyebabkan sengketa saat terjadi perceraian atau poligami. Kalau cerai mati sih aman. Karena secara otomatis 1/2 harta akan menjadi milik pasangan yang ditinggalkan. Namun kalau sang suami menikah lagi, kemudian menikah lagi, kemudian menikah lagi sehingga sang istri ke empat ini di kemudian hari mengklaim harta bisa runyam urusannya. 

Ayo kita bayangkan. Misalkan saja ada perkawinan yang hartanya tercampur. Kebetulan harta bawaan istri jumlahnya lebih besar dari milik suaminya. Seiring perkawinan, harta bersama mereka meningkat jumlahnya dan suami kemudian menikah lagi sampai punya empat istri. 



Dari kacamata hukum islam, sejatinya istri memiliki setengah harta bersama yang didapat dari perkawinan. Namun bagaimana pembagiannya kalau harta tercampur-campur? Ribet kan menelusurinya lagi kalau istri kempat ini misalnya mau menjaminkan rumah ke 
Bank? Tentu akan sulit diproses. Nah ini jadi PR di kalangan notaris karena bisa saja terjadi tipu-tipu saat wawancara dengan pihak Bank. Entah menggunakan KTP palsu atau menghadirkan orang palsu 😖

Ada lagi masalah yang pernah heboh di era 2000-an. Soal anak dari pernikahan siri antara pejabat Orde Baru dengan seorang penyanyi dangdut asal Kalimantan Selatan. Saat itu demi mendapat status hukum agar anaknya 'diakui' jalan berliku ditempuh sang penyanyi dangdut sampai ke MK. Alhamdulillah putusan MK melegakan. Anak yang lahir di luar perkawinan sah - dan dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan dan teknologi - selain mempunyai hubungan darah dengan ibu dan keluarganya juga memiliki hubungan perdata dengan ayah dan keluarganya. Sedangkan anak dari hasil incest ataupun hasil zinah (masing-masing pasangan masih memiliki pasangan sah) tidak diakui. 



Nah, di sini jelas ya kalau penentuan hukum baru bisa berlaku bila ada bukti. Maka bila pasangan suami istri dari pernikahan siri ingin mendapatkan status hukum anaknya dapat mengikuti isbat perkawinan. Isbat perkawinan berguna untuk mengesahkan pernikahan secara formal sekaligus memudahkan pengurusan dokumen terkait anak yakni akte lahir. FYI, masyarakat yang tak punya akte nikah akan kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan. Dokumen kependudukan tersebut tentunya akan berguna untuk melindungi anak-anak yang lahir dari perkawinan. 

Bukti pemeriksaan dokter juga diperlukan saat seseorang yang dalam kondisi kritis membuat wasiat. Tentu secara kesantunan rasanya tak pantas ya?  Tapi lagi-lagi demi menghindari sengketa di kemudian hari mba Irma membolehkannya. Asalkan si pasien masih bisa berkomunikasi, otaknya masih jalan dan ada surat pemeriksaan dari dokter sebagai bukti. Begitupun kalau pasien mengidap demensia atau pikun. Siapa yang bisa membuktikan penyakitnya kalau bukan dokter? Maka medical record bisa dijadikan penguatan atas bukti untuk membuat keterangan waris. 

Makanya jadi ahli waris belum tentu enak, teman-teman. Karena ahli waris akan menerima sepaket warisan berupa harta peninggalan maupun hutang yang ditinggalkan. Dalam hukum Islam sudah menjadi tanggung jawab ahli warislah untuk menyelesaikan hutang piutang demi kewajiban moral atas roh yang tergantung di alam fana. Tapiiiiiii, masih ada celah nih dalam hukum perdata Barat. Ahli waris bisa saja mengajukan untuk tidak dicatatkan sebagai ahli waris karena mungkin pertimbangannya tidak mau menanggung hutang peninggalan yang diwariskan. Hayoo mau pilih yang mana?😛


Peserta seminar membeli buku-buku yang ditulis Irma Devita.