Persiapan Yang Harus Dilakukan Agar Mudik Aman, Selamat dan Sehat Sampai Tujuan



Masuknya aja lewat jendela. Syukur-syukur bisa duduk, kalau ga dapat bangku paling tidurnya di lantai beralas koran atau pasrah berdiri di toilet sambil nahan bau pesing. Kalau malam terpaksa pasang lilin biar ga kegelapan. Mana gerah karena kipasnya rusak semua. Belum lagi penjual asongan yang hilir mudik, aakk, mengganggu banget deh. 

Ada yang punya pengalaman begini waktu naik kereta?

Saya pernah. Tapi itu dulu lho. Sekarang ini layanan dan fasilitas kereta api semakin baik. Tiketnya aja sudah bisa dibeli online. Mustahil ga kebagian bangku. Empuk dan ber-AC pula. Sekarang kita sudah ga was-was juga terhadap incaran si mata copet. Seneng ya. 

kendaraan umum VS kendaraan pribadi 
Bicara soal mudik, buat saya sama artinya dengan bicara soal bujet. Sebab itu banyak orang yang memilih mengendarai motor menuju kampung halamannya. Bahkan ada yang nekat membawa anak istri dan bawaan yang ga sedikit. Biar irit maksudnya. Judulnya harus sampai ke kampung bagaimanapun caranya. Sebagiannya lagi daripada beli tiket bis yang pasti kena tuslah, atau beli tiket pesawat yang sekarang harganya naik-naik ke puncak gunung, naik mobil menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk perjalanan mudiknya.

Saya sendiri pernah boncengan motor dengan suami ke Pemalang. Sebelumnya lagi pernah ke Wonogiri naik kereta sampai Solo yang dilanjutkan carter kendaraan lagi ke kampung halaman simbah. Pernah juga naik bis malam kalau mau langsung sampai di depan rumah simbah. Pernah juga bawa mobil baik nyetir sendiri ataupun cuma jadi penumpangnya aja waktu ke Lampung. Hasilnya capek luar biasa. 

Beruntung selama ini ga pernah, sih, mengalami musibah apapun. Padahal faktanya angka kecelakaan selama arus mudik cukup bikin jantung saya ciut. Yang terbaru kecelakaan mobil akibat ban pecah di bilangan Subang sampai memakan korban jiwa. Duh kasihan, perjalanan mudik alih-alih bahagia malah bikin nestapa. 

Saya bisa memahami mengapa orang kerap bela-belain banget untuk bisa mudik. Mangan ra mangan sing penting kumpul istilahnya. Namun tradisi mudik menjadi sorotan karena angka kecelakaannya terbilang sangat tinggi. Itulah sebabnya pemerintah dan berbagai pihak berupaya terus memperbaiki layanan dan infrastruktur agar pemudik aman dan selamat sampai tujuan. Bukan hanya kereta, perbaikan layanan dan fasilitas untuk moda transportasi umum lainnya juga ditingkatkan. 

Dalam acara Ngabuburit Sehat yang digelar Kemenkes dan Kemenhub di stasiun Gambir pada 28 Mei 2019 silam, Sekretaris Jenderal Kemenhub - Djoko Sasono mengatakan, untuk mencegah terjadinya kemacetan dan penumpukan kendaraan seperti peristiwa tol Brexit taun lalu Kemenhub akan memberlakukan sistem one way di tol Trans Jawa dimulai dari Cikampek hingga Semarang. Terhitung diberlakukan dari arus mudik tanggal 30 Mei hingga 2 Juni dan saat arus balik pada 7 - 9 Juni 2019. 

System one way ini merupakan hasil evaluasi dan langkah perbaikan dari Kemenhub untuk menciptakan rasa aman dan selamat bagi pemudik selama mudik. 



Ibu Nila F Moeloek - Menteri Kesehatan menanggapi dengan baik langkah-langkah yang dilakukan Kemenhub. Ditambahkannya, secara umum layanan moda transportasi umum sudah bagus. Jadi mengapa tak menggunakan moda transportasi umum saja daripada kendaraan pribadi. Karena mengendarai motor sejatinya tidak disarankan untuk perjalanan jauh. 

Bisa juga ikut program mudik gratis dari pemerintah. Kita ga perlu cape-cape lagi berkendara motor dan yang pasti bisa menghemat bujet transportasi. Bila kuatir selama di kampung halaman ga bisa wira wiri nah manfaatkan saja fasilitas pengiriman motor dari Kemenhub. Semuanya gratis. Orangnya mudik, motornya juga ikut mudik, deh 😍

Akan tetapi kalau pertimbangannya tetap membawa mobil boleh-boleh saja. Toh, sekarang sudah ada jalan tol trans Jawa dan Sumatera. Itu bisa menghemat waktu perjalanan sehingga diharapkan angka kecelakaan dapat diminimalir. 

Agar perjalanan mudik aman, sehat dan selamat sampai tujuan ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Diantaranya adalah melakukan persiapan internal (kesiapan diri) dan persiapan eksternal (kesiapan kendaraan) serta menjaga perilaku bersih dan sehat agar perjalanan mudik aman dan selamat sampai tujuan. 




Persiapan Sebelum Mudik sekitar H - 7 

1. Pastikan kondisi fisik yang sehat dan prima sebelum mudik harus terjaga penuh. Apalagi dalam keadaan berpuasa dikuatirkan kesehatan menurun akibat kecapean dan kurang asupan bergizi ditambah polusi dan debu di perjalanan. 

Khususnya buat supir, at least seminggu sebelum keberangkatan ritme jam biologis tidur sudah distel dan disesuaikan dengan waktu perjalanan. Maksudnya untuk membiasakan diri supaya ga mudah mengantuk selama perjalanan. 



Oh iya biasanya untuk mencegah kantuk maka supir kerap ngegas pol, nih. Maksudnya sih biar istirahatnya sekalian aja di tempat tujuan. Tapi itu ga boleh ya teman-teman. Kondisi badan jangan dipaksakan toh niatnya mudik itu untuk bersenang-senang. Jadi nikmati saja perjalanannya. Kalau terasa jenuh di jalan tol yang lempeng aja kita bisa keluar tol dan nikmati kuliner di daerah-daerah yang disinggahi. Jangan dipatok harus sampai tujuan jam berapa, jelas bu Nila. 

Selain itu untuk mengatasi rasa lelah dan jenuh, sebaiknya supir beristirahat setiap empat jam sekali. Syukur-syukur ada supir cadangan jadi bisa bergantian nyetir. Nah tugas kita sebagai penumpang simpel aja. Bangkitkan suasana menggairahkan selama perjalanan dengan cerita-cerita lucu sehingga supir tak merasa ngantuk. 

2. Periksa kelaikan kendaraan karena salah satu faktor eksternal penyebab kecelakaan adalah kondisi kendaraan. Mas Fitra - komunitas bikers menyarankan untuk mengecek dulu kondisi kendaraan di bengkel-bengkel resmi. Mungkin saja fungsi gas dan remnya ada yang kendor, pengapian bermasalah, kipas mesin ngadat juga kondisi ban mobil. Jangan sampai kejadian pecah ban karena kelebihan muatan atau kepanasan tergerus aspal jalan, duh bisa saja itu menyebabkan kita celaka. 


Btw selama di perjalanan kita dihimbau untuk patuh dan disiplin pada rambu dan aturan lalu lintas. Jangan ngebut biar cepat sampai. Jangan ugal-ugalan salip sana sini. Ingat teman-teman, nenek moyang kita pelaut bukan pembalap lho 😜

Perilaku Bersih dan Sehat supaya mudik aman dan selamat

Yeayyy akhirnya tiba juga hari keberangkatan. Selama perjalanan jauh tidak dimungkiri kita akan terpapar debu, panas matahari dan fasilitas umum seperti toilet umum atau jajanan. 

Pesan dr. Kirana Pritasari, MQIH - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, "menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri."

Ada baiknya kita membawa makanan bekal dari rumah yang tidak cepat basi daripada jajan. Contohnya buah-buahan yang siap konsumsi misalnya jeruk, apel atau pisang. Untuk makanan yang mengenyangkan pilih lemper, lontong isi, atau telur rebus daripada makanan bersantan dan bercitarasa pedas. 

Waaa, lemper tuh bawaan favorit ibu saya tuh. Ga usah ribet bawa alat makan lain, cukup tinggal buang daun pisang pembungkusnya aja. Selesai. Etapi jangan lupa buang sampahnya jangan di sembarang tempat ya.

Oiya, misalkanpun teman-teman tetap jajan pilih warung yang terlihat bersih dan jangan lupa cek tanggal kadaluarsanya bila membeli produk kemasan. Satu hal yang harus diwaspadai adalah kasus pembiusan. Sebaiknya hindari menerima makanan atau minuman dari orang asing, ya. 

Terkait dengan polusi dan debu jangan lupa cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan. Kalau tidak ada air, gunakan tissue basah atau cairan pembersih tangan. Ini penting teman-teman untuk mencegah penyakit pencernaan yang mungkin bisa menyerang kita. Begitupun kala menggunakan toilet umum. 

Andai dalam perjalanan teman-teman mendadak sakit jangan sungkan untuk mampir ke pos kesehatan terdekat ya. Siapa tau teman-teman kepalanya pusing, muntah-muntah, gatal-gatal, atau perut sakit dan sering buang air. Pokoknya jangan kuatir soal biaya. Kartu JKN dapat digunakan di seluruh daerah Indonesia. "Jadi jangan lupa dibawa di dompet sebelum mudik," pesan dr. Bambang Wibowo, SpOG, MARS. 

Ibu Nila menambahkan, ada 6.047 pos kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi. Buka selama 24 jam nonstop selama H-7 sampai H+7 lebaran dan tenaga medis yang kompeten telah disiapkan untuk menangani pemudik yang sakit. 

Melihat kesiapan Kemenkes dan Kemenhub dalam upaya memberikan pengalaman mudik yang aman, sehat agar selamat sampai tujuan diharapkan angka kecelakaan dapat diminimalisir. Jadi boleh dong kalau saya titip pesan. Jangan mudik bawa Khong Guan buat emak terus pas baliknya minta bawain beras sekarung ya 😂 






















L

Komentar