Asiknya Kulineran di Huk Family Resto Bintaro Yang Cozy, Enak Dan Terjangkau



Teman-teman, kalau mendengar kata Huk apa sih yang teman-teman pikirkan? Kalau saya, pertama kali mendengar nama Huk yang terbayang oleh saya adalah ujung jalan seperti rumah ibu saya. Jadi kalau memandu tamu yang berkunjung saya selalu bilang, yang rumahnya di huk ya, yang pager item ya, bla bla bla....

Dan benar saja, dugaan saya tidak salah teman-teman. Dalam penjelasan Pak Bangkit Kuncoro Owner Huk Family Resto dalam Icip Seru di acara Blogger Gathering 13 April 2019 silam, pemilihan nama Huk untuk restonya ini rupanya mengacu dari kata 'pojokan'. Gampang diingat, ya? 😍



Sebagai pengusaha kuliner Pak Bangkit dan istrinya, Bu Zulfa, memang naluri bisnisnya tajam banget. Pemilihan nama resto yang gampang diingat dan pengucapannya sederhana menjadi salah satu kiat yang dibagikannya dalam sesi sharing mengenai kiat bisnisnya. See, Huk Family Resto dan Bebek Bentu yang dikelolanya semakin meluas di Jakarta dan sekitarnya dan selalu ramai dikunjungi pelanggannya.

Pak Bangkit mengenang, waktu itu setelah memutuskan membuka resto Bebek Bentu yang pertama di Cempaka Putih Jakarta Pusat ia dan istrinya kepikiran untuk membuka satu lagi restoran baru. Namun tempatnya ada di pojokan jalan meskipun masih di bilangan Cempaka Putih juga. Akhirnya, dengan pertimbangan penuh pasangan suami istri yang gemar dengan kulineran bebek memutuskan memberi nama Huk Family Resto dengan target pelanggan yang datang adalah keluarga. Itu sebabnya Huk Family Resto memiliki varian menu yang agak berbeda dengan resto Bebek Bentu.

Bedanya apa?

Flash back aja, buat teman-teman yang mengikuti tulisan saya pasti masih ingat tulisan saya sebelum-sebelumnya mengenai Bebek Bentu Resto di kawasan Serpong beberapa bulan lalu. Nah, menu-menu di Resto Bebek lebih kental nuansa tradisionalnya dibandingkan menu-menu di Huk Family Resto. Di sini, keunggulannya ada menu-menu pasta dan pizza yang rasanya ga kalah dengan resto-resto dari luar negeri.



Pak Bangkit menuturkan, mengelola bisnis kuliner itu tidak mudah. Resiko kegagalan di bisnis kuliner itu sangat tinggi meskipun peluang untuk berhasilnya juga tinggi. Untuk itu, selain soal rasanya yang enak, lokasi yang terjangkau, harganya yang terjangkau menjadi kunci keberhasilan usaha kuliner. Pak Bangkit dan Bu Zulfa melihat peluang dengan jeli bahwa pelanggan keluarga yang datang ke restonya menjadi fokus utamanya. Sehingga dengan varian aneka menu Western dan Tradisional khususnya Jawa Timuran diharapkan bisa merangkul seluruh anggota keluarga yang datang berkunjung.

Sssshhh, sudah ga sabar deh icip-icipnya. Yuk ah kita mulai...



Ada 29 menu yang diantarkan oleh Waiter Huk Family Resto yang semuanya lelaki. Ayo kenapa begitu? Menurut Bu Zulfa, sebenarnya karyawan lelaki yang dipilih bukan untuk membedakan gender aja, sih. Namun lebih ke arah psikologis. Karyawan lelaki biasanya jauh lebih tough berada dalam tekanan kerja dibandingkan perempuan. Dengan begitu, karyawan lelaki biasanya ga mudah baperan kalau sewaktu-waktu berada dalam kondisi tersebut. Naah, nemu lagi kan kiat bisnisnya hehhee...

Untuk saya sendiri, karena masih belum bisa move on dengan kelezatan Bebek Sambal Kecombrang dan Jus Kedondong terus terang menu ini kembali bikin saya meneguk ludah. Namun, logika saya kemudian berperang. Ah, ini kan sudah ga bikin penasaran lagi. So, kali ini saya akan prospek menu keunggulan Huk Family Resto yang lain, ah.


Menu Huk Resto :


Beef Stroganof



Pizza Special dan SpaghetiAOP Smoked Beef



Sop Iga Bakar



Chicken Teriyaki



Sushi Dragon Roll



Sushi Makimono Combo



Roti Bakar Coklat Keju


Untuk Menu Bentu Resto :


Bebek Cemeng Dada



Bebek Cabe Ijo Paha



Bebek Muda 1/2 ekor Sambel Kecombrang



Sop Tom Yam



Nasi Goreng Surabaya



Ayam Bakar Paha



Udang Bakar Saus Bentu



Sapo Tahu Seafood



Brokoli Cah Sapi


Waaah, ga kebayang deh pengalaman lidah bergoyang di Huk Family Resto dibandingkan perjalanan yang saya tempuh dari Cileungsi. Kebayang kan, untuk mencapai resto yang berada di kawasan Jombang tepatnya di Ruko Arcacia 2 Blok M1, Tangerang Selatan agak ribet juga.



Untuk mencapainya, saya sengaja naik TransJakarta dari Cibubur transit di UKI untuk melanjutkan ke Grogol. Kemudian saya transit lagi di JCC untuk berpindah bis menuju stasiun Palmerah. Nah dari sini saya melanjutkan kereta turun di stasiun Sudimara.

BTW teman-teman ga perlu bingung, karena lokasinya ada di tengah-tengah jadi teman-teman bisa turun di stasiun Jurangmangu atau Sudimara. Sama aja koq, karena teman-teman masih harus melanjutkan perjalanan lagi dengan grab bike sejauh 3 kilometeran lagi. Sampai deeeehh....



Suasana Huk Resto bener-bener cozy. Dari luar nuansa kiyut ala Belanda yang bertabrakan dengan nuansa
asri terlihat dari pemilihan salur-salur gorden dari tumbuhan merambat dengan furnitur yang ringan.




Naik ke lantai dua saya dan teman-teman makin girang melihat banyak spot kece yang aaahh ga bisa saya ungkapkan deh. Nuansa wall decor ala shabby-shabby yang full berbunga-bunga makin bikin hati nyaman berlama-lama di sini. Apalagi di sini ada ruang makan besar ber-AC yang bisa digunakan untuk meeting, ruang bermain anak-anak, smoking room di out door, lahan parkir yang lega, toilet dan mushola.

Sambil nyanyi-nyanyi lagu Agnes Monica Cinta di Ujung Jalan jadi kapan kita ke Huk Resto, nih?








Komentar

  1. Ayo aja aku mah asal ada teman buat bahas masa depan. Eeeaaa.

    BalasHapus

Posting Komentar