Senin, 22 April 2019

Imunisasi Lengkap Tak Hanya Penting Untuk Kesehatan Anak Belaka

April 22, 2019 6


Bicara soal imunisasi, kalau diingat-ingat, rasanya hanya Dega si bontot, deh, yang imunisasi dasarnya tak lengkap. Kesibukan mengurus rumah sambil mengasuh ketiga anak yang masih kecil membuat saya menunda-nunda terus pergi ke bidan untuk memberikan imunisasi untuknya sesuai jadwal.

Saya paham imunisasi tujuannya baik. Meskipun banyak informasi negatif yang mampir di telinga namun saya tak percaya begitu saja. Pemberian imunisasi tujuannya tak lain untuk membangun kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu. Namun, efek setelahnya yang saya kuatirkan yakni demam. Tau sendiri kan kalau anak demam biasanya jadi cranky. Kalau cranky nanti kerjaan rumah bisa terbengkalai. Duuh, bisa-bisanya ya saya mikir gitu? Egois banget. *Plaakkk

Dalam Blogger Gathering yang diselenggarakan Kemenkes RI di Wyndham Hotel, Kasablanka, Jakarta Selatan, 15 April 2019 silam fakta kesehatan yang dipaparkan dr. Cissy B. Kartasasmita, Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI dan drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid selaku Direktur Surveylans dan karantina kesehatan, Kemenkes RI yang membuat saya makin merasa bersalah. 

Dr. Cissy memaparkan, prevalensi penyakit yang menyebabkan kematian dan kecacatan masih cukup tinggi di Indonesia sehingga menjadi fokus perhatian Kemenkes RI. Dan faktanya, salah satu penyebab dari ancaman tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi.  

Mak jlebbb hati saya.

Padahal, tiga puluh persen anak-anak masa kini adalah generasi yang akan memegang kendali pemerintahan di masa yang akan datang. Dan itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengupayakannya,  kan?

Nah, untuk itu ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan, seperti :


1. Penyediaan air bersih,
2. Nutrisi seimbang,
3. ASI ekslusif,
4. Imunisasi,
5. Sanitasi sehat,
6. Pengasuhan optimal 

Namun perlu teman-teman ketahui, agar optimal faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semuanya saling berkaitan. Tak cukup hanya memberikan ASI dan nutrisi seimbang saja sebagai upaya umum pencegahan penyakit. Imunisasi secara spesifik merupakan satu cara yang paling cost efektif dan efisien untuk mencegah tertularnya penyakit berbahaya. 

Bagaimana bisa? 

Mari kita telusuri dari sini beragam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Yuk kita hitung berapa banyak biaya yang bisa kita minimalkan bila kita mencegah penyakit daripada mengobati? 





Dr. Cissy menuturkan, beberapa penyakit telah menjadi perhatian dunia dengan adanya komitmen global yang wajib diikuti oleh semua negara atas eradikalisasi polio (ERAPO), eliminisasi campak dan rubela dan eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (ETMN). 

Indonesia sendiri telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan imunisasi sejak tahun 1956. Dan mulai tahun 1977 kegiatan imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu TBC, Difteri, Pertusis, Campak, Polio, Tetanus serta Hepatitis B.



Ah iya, saya semakin menyadari peran imunisasi nyatanya tak hanya baik untuk kesehatan anak saja. Namun ada dampaknya juga terhadap kesehatan keluarga, teman-teman. 

Karena imunisasi itu perlu dan penting bagi kesehatan. Dengan imunisasi tubuh akan membentuk kekebalan melalui  pertahanan non spesifik dan spesifik. Bila anak tidak diimunisasi ia tak mempunyai kekebalan lagi terhadap mikroorganisme ganas (patogen). Dengan begitu resiko meninggal atau cacat sebagai akibat menderita penyakit infeksi berat menjadi ancaman baru. 

Ngerinya, dari anak yang terinfeksi berat bukan tak mungkin dapat menularkannya lagi ke orang lain di sekitarnya. Itu tentu saja membuat penyakit akan tetap berada di lingkungan masyarakat. Duuuhhh.... 

Kembali dr. Cissy mengingatkan bahwa final goal imunisasi adalah eradikalisasi penyakit. Dimulai dari pencegahan perorangan dari penyakit tertentu, seseorang yang telah diimunisasi memiliki 80 - 95% peluang terhindar dari penyakit. Artinya dia berpeluang kecil untuk menularkan penyakit terhadap orang lain. 

Diharapkan transmisi penyakit terputus dengan adanya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi dasar, imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan pada anak secara rutin sesuai jadwal. Vaksinasi diberikan untuk bayi, remaja, dewasa, ibu hamil sampai lansia. Bahkan untuk melindungi kesehatan pelancong yang ingin ke luar negeri (misalnya Umroh) pemberian imunisasi pun rupanya penting lho. 

Sekarang pertanyaannya bagaimana jika sudah terlambat seperti Dega, apakah tetep perlu imunisasi? Jawabannya iya. Ga ada istilah terlambat. Tetap teruskan imunisasi sesuai tahapan usia anak. Karena imunisasi itu penting sekali untuk menurunkan angka kesakitan, menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan juga mencegah beban masyarakat seumur hidupnya.



Alhamdulillah lega hati saya. Jujur, dibandingkan kedua kakaknya Dega paling rentan sakit. Memang sih bukan sakit berat. Hanya radang tenggorokan aja biasanya. Tapi gegara itu Dega jadi sering absen sekolah yang saya kuatirkan akan berdampak pada prestasinya. Tentu saya ingin Dega dan kedua kakaknya menjadi satu dari 30 persen anak bangsa yang akan memegang kendali terhadap masa depan negara kita. 

Namun agak miris juga membayangkan fakta yang diungkap dokter Vensya bahwa di tahun 2018 dalam situasi global dikatakan ada 19,9 juta anak di dunia yang tidak mendapat imunisasi lengkap. Disebutkan juga bahwa 61% anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap ada di 10 negara yakni India, Nigeria, Pakistan, Angola, Congo, Iraq, Ethiopia, Afrika Selatan, Brazil dan Indonesia.



Terkait dengan tantangan program yang dihadapi Kemenkes RI mengenai pro dan kontra imunisasi di tengah masyarakat dokter Vensya menegaskan perlu adanya sinergi semua pihak. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, guru, kader, media juga kapasitas saya sebagai Blogger berperan dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi. 

Karena tak hanya baik untuk kesehatan diri si anak aja dampak imunisasi pun ikut berpengaruh untuk circle yang lebih luas lagi.  Dari circle terkecil yakni diri sendiri meluas ke circle orang di sekitarnya, meluas lagi ke circle masyarakat, meluas lagi ke circle negara bahkan circle dunia. Ayo dukung imunisasi!


























Jumat, 19 April 2019

Asiknya Kulineran di Huk Family Resto Bintaro Yang Cozy, Enak Dan Terjangkau

April 19, 2019 2


Teman-teman, kalau mendengar kata Huk apa sih yang teman-teman pikirkan? Kalau saya, pertama kali mendengar nama Huk yang terbayang oleh saya adalah ujung jalan seperti rumah ibu saya. Jadi kalau memandu tamu yang berkunjung saya selalu bilang, yang rumahnya di huk ya, yang pager item ya, bla bla bla....

Dan benar saja, dugaan saya tidak salah teman-teman. Dalam penjelasan Pak Bangkit Kuncoro Owner Huk Family Resto dalam Icip Seru di acara Blogger Gathering 13 April 2019 silam, pemilihan nama Huk untuk restonya ini rupanya mengacu dari kata 'pojokan'. Gampang diingat, ya? 😍



Sebagai pengusaha kuliner Pak Bangkit dan istrinya, Bu Zulfa, memang naluri bisnisnya tajam banget. Pemilihan nama resto yang gampang diingat dan pengucapannya sederhana menjadi salah satu kiat yang dibagikannya dalam sesi sharing mengenai kiat bisnisnya. See, Huk Family Resto dan Bebek Bentu yang dikelolanya semakin meluas di Jakarta dan sekitarnya dan selalu ramai dikunjungi pelanggannya.

Pak Bangkit mengenang, waktu itu setelah memutuskan membuka resto Bebek Bentu yang pertama di Cempaka Putih Jakarta Pusat ia dan istrinya kepikiran untuk membuka satu lagi restoran baru. Namun tempatnya ada di pojokan jalan meskipun masih di bilangan Cempaka Putih juga. Akhirnya, dengan pertimbangan penuh pasangan suami istri yang gemar dengan kulineran bebek memutuskan memberi nama Huk Family Resto dengan target pelanggan yang datang adalah keluarga. Itu sebabnya Huk Family Resto memiliki varian menu yang agak berbeda dengan resto Bebek Bentu.

Bedanya apa?

Flash back aja, buat teman-teman yang mengikuti tulisan saya pasti masih ingat tulisan saya sebelum-sebelumnya mengenai Bebek Bentu Resto di kawasan Serpong beberapa bulan lalu. Nah, menu-menu di Resto Bebek lebih kental nuansa tradisionalnya dibandingkan menu-menu di Huk Family Resto. Di sini, keunggulannya ada menu-menu pasta dan pizza yang rasanya ga kalah dengan resto-resto dari luar negeri.



Pak Bangkit menuturkan, mengelola bisnis kuliner itu tidak mudah. Resiko kegagalan di bisnis kuliner itu sangat tinggi meskipun peluang untuk berhasilnya juga tinggi. Untuk itu, selain soal rasanya yang enak, lokasi yang terjangkau, harganya yang terjangkau menjadi kunci keberhasilan usaha kuliner. Pak Bangkit dan Bu Zulfa melihat peluang dengan jeli bahwa pelanggan keluarga yang datang ke restonya menjadi fokus utamanya. Sehingga dengan varian aneka menu Western dan Tradisional khususnya Jawa Timuran diharapkan bisa merangkul seluruh anggota keluarga yang datang berkunjung.

Sssshhh, sudah ga sabar deh icip-icipnya. Yuk ah kita mulai...



Ada 29 menu yang diantarkan oleh Waiter Huk Family Resto yang semuanya lelaki. Ayo kenapa begitu? Menurut Bu Zulfa, sebenarnya karyawan lelaki yang dipilih bukan untuk membedakan gender aja, sih. Namun lebih ke arah psikologis. Karyawan lelaki biasanya jauh lebih tough berada dalam tekanan kerja dibandingkan perempuan. Dengan begitu, karyawan lelaki biasanya ga mudah baperan kalau sewaktu-waktu berada dalam kondisi tersebut. Naah, nemu lagi kan kiat bisnisnya hehhee...

Untuk saya sendiri, karena masih belum bisa move on dengan kelezatan Bebek Sambal Kecombrang dan Jus Kedondong terus terang menu ini kembali bikin saya meneguk ludah. Namun, logika saya kemudian berperang. Ah, ini kan sudah ga bikin penasaran lagi. So, kali ini saya akan prospek menu keunggulan Huk Family Resto yang lain, ah.


Menu Huk Resto :


Beef Stroganof



Pizza Special dan SpaghetiAOP Smoked Beef



Sop Iga Bakar



Chicken Teriyaki



Sushi Dragon Roll



Sushi Makimono Combo



Roti Bakar Coklat Keju


Untuk Menu Bentu Resto :


Bebek Cemeng Dada



Bebek Cabe Ijo Paha



Bebek Muda 1/2 ekor Sambel Kecombrang



Sop Tom Yam



Nasi Goreng Surabaya



Ayam Bakar Paha



Udang Bakar Saus Bentu



Sapo Tahu Seafood



Brokoli Cah Sapi


Waaah, ga kebayang deh pengalaman lidah bergoyang di Huk Family Resto dibandingkan perjalanan yang saya tempuh dari Cileungsi. Kebayang kan, untuk mencapai resto yang berada di kawasan Jombang tepatnya di Ruko Arcacia 2 Blok M1, Tangerang Selatan agak ribet juga.



Untuk mencapainya, saya sengaja naik TransJakarta dari Cibubur transit di UKI untuk melanjutkan ke Grogol. Kemudian saya transit lagi di JCC untuk berpindah bis menuju stasiun Palmerah. Nah dari sini saya melanjutkan kereta turun di stasiun Sudimara.

BTW teman-teman ga perlu bingung, karena lokasinya ada di tengah-tengah jadi teman-teman bisa turun di stasiun Jurangmangu atau Sudimara. Sama aja koq, karena teman-teman masih harus melanjutkan perjalanan lagi dengan grab bike sejauh 3 kilometeran lagi. Sampai deeeehh....



Suasana Huk Resto bener-bener cozy. Dari luar nuansa kiyut ala Belanda yang bertabrakan dengan nuansa
asri terlihat dari pemilihan salur-salur gorden dari tumbuhan merambat dengan furnitur yang ringan.




Naik ke lantai dua saya dan teman-teman makin girang melihat banyak spot kece yang aaahh ga bisa saya ungkapkan deh. Nuansa wall decor ala shabby-shabby yang full berbunga-bunga makin bikin hati nyaman berlama-lama di sini. Apalagi di sini ada ruang makan besar ber-AC yang bisa digunakan untuk meeting, ruang bermain anak-anak, smoking room di out door, lahan parkir yang lega, toilet dan mushola.

Sambil nyanyi-nyanyi lagu Agnes Monica Cinta di Ujung Jalan jadi kapan kita ke Huk Resto, nih?








Minggu, 14 April 2019

Hadirnya Official Store Ewindo Mudahkan Urban Farming Menanam Sayur dan Buah Sendiri di Pekarangan Rumah

April 14, 2019 0


Teman-teman, saya mau nanya, hobby teman-teman apa, sih? Ada yang hobi bercocok tanamkah? Oke, kali ini saya mau ulas mengenai serba serbi hobi yang satu ini ya. 

Sudah sekitar beberapa bulan terakhir ini Dega punya hobi baru selain main games dari hapenya. Si bontot ini lagi seneng-senengnya bereskperimen dengan kulit dan batang sayuran untuk dijadikan pupuk. Kadang di tali jemuran saya lihat ada gantungan plastik berisi daun-daun bayam atau kangkung yang sudah bonyok berlendir.  Katanya dia lagi mau bikin lumut. Ah sudahlah 😅

Hal ini masih berlanjut, teman-teman.  Sepulang dari belanja di Superi*** sama kakaknya, koq tumben-tumbenan ada dua sachet benda lagi yang dibelanjakan yang saya kira masker rambut.  Ga taunya mereka beli benih bayam dengan merk cap panah merah. "Murah, bu, cuma sepuluh ribuan. Buat Dega nih kan lagi hobi nanam-nanem, " bela mba Nala.

Okay,  ga masalah bagi saya menuruti kegiatan positif anak-anak seperti ini, bukan? Karena saya sendiripun tipe orang yang suka mencari hal-hal baru. Contohnya, urban farming alias menanam sayur-sayuran di pekarangan belakang juga pernah saya lakukan.

Meskipun kegiatan ini lagi trending di perkotaan tapi sayangnya tak saya lanjutkan lagi. Karena, entah tangan saya yang 'panas' atau tekniknya ga tau, atau benihnya yang gabuk entahlah. Pokoknya, tanaman saya ga pernah tumbuh rimbun. Speertinya harapan ingin melihat cabe tumbuh subur harus pupus sampai di sini. 😌

Tak hanya disiram dan dipupuk...
Beruntung, beberapa bulan lalu saya mendapat undangan untuk hadir dalam peluncuran aplikasi Sipindo sebuah platform yang memudahkan petani untuk menghasilkan panen berlimpah. Dari aplikasi tersebut rupanya untuk menghasilkan panen berkualitas unggul tak hanya pemberian pupuk dan rajin disiram air saja yang menjadi fokus petani, lho. Akan tetapi unsur hara tanah, cuaca dan benih berkualitas memainkan peran penting di dalamnya. 

Hmmm,  I see. Rupanya bukan tangan saya yang panas tapi tekniknya aja, ya, yang ga paham 😉

Kembali ke aplikasi Sipindo yang dibuat Ewindo sebuah perusahaan bibit hortikultura dengan merk yang dikenal dengan cap panah merah ini. Dalam sesi tanya jawab saya sempat menyayangkan mengapa aplikasi Sipindo difokuskan untuk petani aja, sedangkan orang-orang yang berminat di dunia cocok tanam seperti saya dan Dega banyak sekali, kan? Terlebih, bibit yang dijual di Ewindo pun bukan ukuran kecil. Tapi untuk produksi lahan pertanian. Kebayang kan, kalau nekat beli bibit, mau habisnya kapan? 

Akhirnya keinginan saya terkabul, teman-teman. 

Panah Merah Go Online - Halo Panah Merah 
Dalam prosesi peluncuran Panah Merah Go Online di Jakarta, 8 April 2019 silam saya bersyukur bisa duluan mendapatkan informasi penting ini. Ewindo atau PT East West Seed Indonesia sebagai perusahaan benih hortikultura berkualitas di Indonesia berinovasi kembali dengan membuka official store online benih hortikultura di Bukalapak dan Shopee, teman-teman. Nah, dengan begini, bagi siapapun yang mempunyai hobi urban farming atau di daerah sekitar tempat tinggalnya belum ada dealer atau toko pertanian kini tak perlu kebingungan lagi kemana harus membeli bibit yang berkualitas bagus mau dalam jumlah banyak ataupun jumlah kecil. 


Nah, dengan demikian bagi penyuka kegiatan urban farming seperti saya dan Dega boleh tepuk tangan nih. Karena kita bisa dengan mudah membeli benih bibit sayuran dan buah-buahan mulai dari harga 11 ribuan saja. Selain mendapatkan bibit yang bisa kita pilih sendiri kitapun mendapat satu box terbuat dari kardus yang ada sekat-sekatnya lagi sebagai tempat untuk menyemaikan benih yang dibeli. Baydeway teman-teman jangan kuatir gimana menggunakannya ya, karena sudah tertera cara penggunaannya, koq. Dan kenapa boxnya dari kardus? Ga lain karena sekarang waktunya kita kembali ke go green. Box kemasan yang terbuat dari kardus sifatnya mudah terurai dengan alam.



Oh ya, terkait dengan ukuran box kemasan, Ewindo menyediakan 3 jenis kemasan. Ukuran kecil personal pouch, sedang dan besar. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan kapasitas lahannya. Kalau personal pouch cocok digunakan untuk kaum urban farming dan ibu rumah tangga seperti saya yang ingin menanam di pekarangan kecil rumah demi berhemat berbelanja sayuran. Sedangkan untuk kebutuhan komersial bisa memilih kemasan besar. 
Peluncuran Panah Merah Go Online merupakan upaya kami untuk mengantisipasi tren penjualan melalui kanal digital yang sedang berkembang saat ini. ~ Glenn Pardede, Managing Director PT East West Seed Indonesia.
Glenn menegaskan, dengan adanya online store resmi ini Ewindo berharap dapat memberi kemudahan bagi petani dalam memperoleh benih berkualitas yang dijamin 100% keasliannya. Akan tetapi sebenarnya program terbaru Ewindo ini bukan hanya ditujukan untuk petani tapi masyarakat secara luas yang gemar bercocok tanam atau melakukan aktivitas urban farming juga akan dimudahkan untuk mengakses benih unggul berkualitas yang dihasilkan Ewindo. Targetnya, dalam tiga tahun ke depan target penjualan benih unggul berkualitas mencapai 1 juta kemasan.

Selain meluncurkan online store pertama di Indonesia yang menjual bibit hortikultura berkualitas unggul Ewindo juga meluncurkan satu program berikutnya yakni Halo Panah Merah, Ini merupakan forum sumber informasi di platform Facebook yang bisa digunakan petani untuk mencari informasi seputar pertanian. Melalui Halo Panah Merah petani juga dapat berkonsultasi mulai dari varietas tanaman, teknik budaya hingga penyakit tanaman secara realtime.



Dalam press con yang dihadiri Deputi Managing Director Afrizal Gindow, Deputi HR Director Fransiska Fortuna dan R&D Director Asep Harpenas Glenn memberi masukan, produk benih yang dipasarkan dengan sistem online dipasarkan mulai dari varietas baru hingga varietas unggulan misalnya produk dengan ketahanan virus lebih kuat seperti Mentimun, Melon dan Cabai. 


Ahaaaa, sebentar lagi, kan, sudah mau lebaran. Bakal mahal ga ya harga cabai seperti tahun kemarin? Sekilonya kalau ga salah sampai seratus ribu. Bikin rendang ga ada rasa pedasnya sama sekali, deh hihihih... Nah, sepertinya masih ada waktu menanam cabai lagi di pekarangan rumah, deh. Searching yuk ke Bukalapak dan Shopee cari bibit cabe cap Panah Merah.


Kamis, 11 April 2019

Asyiknya Pengalaman Merasakan Langsung Koneksi Pencahayaan Lampu Pintar Philips Hue di Jaringan Distribusi Erajaya

April 11, 2019 0


Teman-teman, ada yang masih ingat tidak cerita saya waktu kecil yang terkagum-kagum setiap diajak keliling jalan di sekitaran Monas di malam hari? Lampu kelap-kelap yang berpendar warna-warni sungguh membuat saya takjub kala itu. Nah, kira-kira perasaaan yang sama saya rasakan lagi saat menyaksikan indahnya atraksi lampu menari dalam pameran City of Light Signigy di Senayan City beberapa bulan lalu. Tersepona saya, koq lampunya pintar amat sih bisa bergerak sesuai dengan iringan nada lagu yang diputar, ya? hehehe...

Namun ketakjuban saya tidak berhenti sampai di sini teman-teman. Dalam peresmian kemitraan antara Signify dengan Erajaya pada 5 April 2019 silam kembali saya terpesona pintarnya si lampu Philips Hue ini. Experience zona yang disulap jadi ruang makan dan ruang keluarga mendadak berubah warnanya kalau kita suruh berganti warna. Keren deeh. Gimana caranya?? 😍



Untuk menciptakan suasana yang selaras dengan keinginan penggunanya Philips Hue memiliki 16 juta spektrum warna. Banyaknya pilihan warna ini tentu untuk memudahkan kita mengganti warna cahaya yang kita inginkan. Mau ruangannya berganti suasana ala di pinggir pantai, bisa. Tinggal perintahkan aja berganti jadi biru. Mau warna lain, juga bisa. Tak hanya menyelaraskan warna ruangan sesuai dengan suasana hati, kecanggihan Philips Hue pun rupanya dapat kita sinkronkan dengan lagu, film atau game. Sesuaikan saja dengan rutinitas kita. Asyik ya 💓

Teman-teman, Philips Hue merupakan lampu pintar yang dapat membangunkan kita dengan lembut di pagi hari hanya dengan menyetting waktu perubahan warna lampunya. Lampu Philips Hue juga dapat memberi semangat, membantu konsentrasi bekerja atau menemani saat-saat bersantai di rumah kapanpun kita inginkan. Kerennya lagi, saat mau pergi secara otomatis Philips Hue dapat mati ketika kita meninggalkan rumah dan menyala saat kita kembali. Bahkan saat kita tak di rumah, Philips Hue juga dapat menyalakan lampu ruangan sehingga mengesankan ada orang di rumah. Ini jadi mengingatkan saya film Home Alone, lho,  hehehe...



Nah, btw mungkin teman-teman bertanya-tanya gimana caranya ya si Philips Hue bisa sepintar itu? Rupanya kecanggihan Philips Hue hanya mengandalkan koneksi wifi yang memungkinkan orang terhubung, mengelola dan mengendalikan suasana pencahayaan di  berbagai ruangan yang berbeda meskipun dari jarak jauh sekalipun. Jadi melalui infrastruktur digital yang dibangun berbasis IoT atau Internet of Things nyatanya mampu mengubah cara kita berinteraksi dengan cahaya hanya melalui sentuhan jari di smartphone kita. 

Kemitraan Signify - Erajaya 
Signify sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan selama ini diketahui senantiasa berupaya dalam meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menghadirkan produk-produk berkualitasnya. Disamping itu, Signify pun terus berupaya memberikan kemudahan dan kenyamanan berbelanja bagi konsumennya. Melalui kerjasama Signify dan Erajaya, produk pencahayaan terkoneksi Philips Hue yang populer kini semakin dekat hadir di antara kita. Jaringan ritel Erajaya yang kita kenal dengan Erafone dan Urban Republic kini telah hadir untuk memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk merasakan koneksi pintarnya Philips Hue di outlet mereka yang tersebar luas di seluruh Indonesia.



Bertempat di Thamrin Nine - Ballroom Chubb Square, Jakarta pada 5 April 2019, penandatanganan perjanjian kerjasama dalam pendistribusian dan penjualan Philips Hue di masyarakat resmi digelar. Dalam konferensi pers yang berbarengan dengan talkshow bertema “Smart Living dengan Pencahayaan Terkoneksi Philips Hue” hadir Arsitek Ren Katili dan Praktisi Gaya Hidup Digital Ellyse Sinsilia, yang membahas bangkitnya tren smart living, serta pengalaman menggunakan ekosistem Philips Hue di rumah.



Dalam sambutannya Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia memaparkan, "saat ini semakin banyak orang yang menikmati manfaat dari gaya hidup digital. Di Signify, kami melihat bagaimana smart living terkoneksi menarik minat masyarakat Indonesia masa kini. Dan Erajaya memiliki pandangan yang sama dengan Signify. Kesepakatan antara Signify dan Erajaya akan memperluas saluran distribusi Signify melalui mitra yang kuat dan berharga. Kemitraan ini juga dimaksudkan untuk menginspirasi konsumen Inonenesia untuk mencoba dan menikmati Philips Hue, pencahayaan pintar terkemuka dunia di rumah mereka."


Ditambahkan Hasan Aula, CEO Erajaya, "Konsumen di Indonesia menyambut dengan baik pemberdayaan yang disediakan teknologi digital dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka menghargai kontrol dan modifikasi sesuai keinginan personal yang dimungkinkan teknologi digital. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kami juga menampilkan Philips Hue di toko-toko Erajaya."

“Hingga akhir tahun ini, Erajaya akan menampilkan Philips Hue, sistem pencahayaan pintar untuk rumah yang populer, di kalangan pemilik rumah yang paham teknologi (tech-savvy). Kami hadir di lebih dari 80 gerai di seluruh Indonesia termasuk gerai Erafone dan Urban Republic tertentu. Signify dan Erajaya bermaksud untuk menambah Philips Hue Experience Zone di lebih dari 25 gerai di kota-kota besar dalam 12 bulan ke depan," tegasnya kemudian. 

Lampu Pintar Philips Hue
Jujur, membayangkan kepintaran si lampu LED Philips Hue ini membuat saya kepingin beneran memilikinya. Karena selain pintar lampu Philips hue juga hemat energi dan aman buat kesehatan mata. Cahaya yang dihasilkan terang dan indah serta mudah diaplikasikan ; membuat lampu redup - terang, kilat, kedap-kedip jadi mengingatkan saya akan masa kecil diajak keliling-keliling naik vespa bapak nonton lampu hias di Monas hehee..





Untuk memiliki lampu Philips Hue ini kita bisa membeli starter kitnya dulu di kisaran harga 2,4 jutaan. Selanjutnya pasang bola lampu ke fitting yang ada dan atur sakelar di dinding ke posisi ON. Mudah banget. Sedangkan untuk Philips Hue Lihgtsri Plus kita cuma perlu menyambungkan dan menyalakannya aja. Menurut Pak Hasan Aula, tak perlu repot-repot memanggil teknisi untuk memasang instalasinya. Cukup membaca instruksi di kemasannya dijamin pasti bisa. 

Tukaaan jadi pengen? Yuk ah mampir ke Erafone atau Urban Republic biar tahu gimana asyiknya pengalaman saya merasakan langsung mencoba warna lampu Philips Hue yang dapat saya ubah sekehendak hati.