Tidak Perlu Menunggu Kaya Untuk Berwakaf Melalui Program Wakaf Dari PRUSyariah Prudential





Saya orang kaya, saya orang kaya

Saya orang miskin, saya orang miskin

Saya minta anak, saya minta anak

Namanya siapa, namanya siapa


Ada yang hapal lagu ini? Ini lagu yang saya dan teman-teman nyanyikan saat bermain permainan rebutan anak. Waktu itu dalam gambaran saya orang kaya itu enak ya bisa melakukan apa saja dengan uangnya. Hidupnya pasti sempurna seperti paman Gober yang mandi saja pakai uang di dalam bath tub-nya. Tapi lama-lama saya menyadari untuk menjadi orang kaya itu tidak mudah. Perlu usaha keras untuk mendapatkannya. Lain soal kalau mbah moyang saya bisa mewariskan harta yang banyak seperti Richie Rich hehehe... 

Terkait warisan guru ngaji saya juga pernah bilang, "ada tiga hal yang tidak pernah kita tahu yakni rezeki, umur dan jodoh. Juga ada tiga hal yang pasti yakni sakit, menua dan mati. Persiapkan diri sebaik-baiknya."

Untuk itu walau kondisi kami saat itu susah bapak dan ibu saya memastikan anak-anaknya tidak tersingkir dari masa depan. Mereka menyekolahkan saya dan kakak-kakak. Sebagai imbal baliknya saya harus rajin belajar dan giat menabung. Lalu berpuluh tahun kemudian, inilah saya sekarang. Dari pernikahan saya mendapatkan selain harta yang paling berharga adalah keluarga (halagh kenapa nyanyi hahaa) juga asuransi jiwa dan harta yang dikumpulkan sedikit-sedikit serta hutang kartu kredit.

Namun meskipun begitu tetap saja hati saya merasa belum plong. Saya terus teringat ucapan guru ngaji saya lagi, bahwa ada tiga hal yang terus mengalir yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak soleh. Amalan ini manfaatnya masih mengalir bagi orang-orang yang hidup setelahnya dan diapun tetap mendapatkan pahala kebaikannya. Tapi bagaimana caranya sedangkan harta yang saya miliki pun tak banyak? Mungkinkah saya bisa berinvestasi untuk dunia dan berinvestasi untuk akhirat sekaligus?



Peluncuran Program Wakaf PRUSyariah Prudential Indonesia 
Pertanyaan saya kemudian terjawab dalam peluncuran program wakaf dari PRUSyariah yang memfasilitasi niatan ibadah wakaf seseorang. Selama ini kita ketahui investasi untuk akhirat ga jauh dari bayar zakat, infaq dan sedekah. Padahal investasi dalam bentuk wakaf juga penting lho.

Nah masalahnya pemahaman kita masih banyak keliru nih soal wakaf. Rupanya kita tak perlu nunggu kaya dulu untuk punya tanah dan bangunan yang bisa diwakafkan. Tapi melalui program terbaru Prudential yakni Wakaf PRUSyariah bukan hanya kita aja yang akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat melalui dana yang kita investasikan tapi penerimanya juga. Selain itu melalui wakaf nyatanya kita juga berkontribusi menunjang perekonomian, kegiatan pendidikan serta kesehatan, beasiswa, bantuan pada fakir miskin, anak yatim dan lainnya.

Coba kita berandai-andai. Andaikan dari satu orang, dua orang, lalu berkembang jadi sepuluh orang hingga ratusan orang dan semuanya mau mewakafkan tentu roda pembangunan tak akan berhenti. Dia akan terus bergulir cepat menuju masa depan yang lebih baik. Dana dialirkan ke yang membutuhkan untuk memberdayakan hidupnya. Nah, kira-kira seperti itulah konsepnya kenapa wakaf berkontribusi menunjang perekonomian.

Dalam acara yang berlangsung 1 Februari 2019 lalu di rumah Maroko Menteng Jakarta, ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Goverment Relation and Communitu Investment Director Prudential Indonesia memaparkan bahwa kehadiran program wakaf ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan solusi cerdas dan modern untuk berwakaf namun tetap ingin memperoleh proteksi melalui perencanaan investasi yang tepat.

Hal senada juga dijelaskan Jeins Reisch, Presiden Director Prudential Indonesia yang mengatakan bahwa sejalan dengan tagline Prudential "Listening, Understanding, Delivering" Prudential terus berupaya melakukan yang terbaik. Sejak berdiri di Indonesia 23 tahun yang lalu kini di awal tahun 2019 Prudential Indonesia mewujudkan komitmennya yang terbaru "We DO Good" yang artinya "Kami Mewujudkan Kebajikan".


Adapun inovasi investasi dunia akhirat plus proteksi melalui program Prudential wakaf PRUSyariah dilatarbelakangi atas alasan bahwa :

  • Selama ini masyarakat masih mengira harta yang bisa diwakafkan berupa bangunan dan tanah saja. Padahal uang juga bisa diwakafkan. Bahkan di zaman Turki Usmani wakaf uang adalah yang terbanyak (jumlahnya 1/3) dan efeknya luar biasa terhadap ketimpangan perekonomian. 
Selama ini wakaf umumnya digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. Selama fasilitas tersebut digunakan, pahala wakaf tidak terputus. Pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat. ~ Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc., EC, Pengamat Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajeman IPB 
  • Dari survey yang dilakukan di 146 negara Indonesia adalah negara yang menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling dermawan terutama uang. Hal itu diperkuat lagi dengan ketertarikan masyarakat terhadap investasi syariah tapi belum memahami mekanismenya.


  • Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh lebih cepat dengan mendirikan KNKS yang diketuai oleh presiden RI sendiri namun sebelum itu Prudential Indonesia rupanya telah seringkali menggelar diskusi mengenai ekonomi syariah, khususnya di bidang asuransi dengan lembaga-lembaga yang kompeten. Terlebih faktanya unit syariah Prudential sudah berkontribusi lebih dari 20% total bisnis perusahaan. Konsep syariah diyakini akan terus berkembang termasuk wakaf. 

Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disosialisasikan agar masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna mengingat potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp 180 trilyun per tahun. ~ Afdhal Aliasar, S.T., M.M., Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Namun seiring kehadirannya berbagai tantangan terkait wakaf masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi. Untuk itu Prudential Indonesia jalanin bareng dengan 3 Nadzir lembaga wakaf yang telah melalui berbagai proses seleksi yaitu Dompet Dhuafa, Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI) dan iWakaf. Nah sebagai nasabah kita dipersilakan memilih yang mana dari tiga lembaga teserbut yang kita percayakan untuk mengelola dana yang diwakafkan.

Cara berwakaf melalui PRUSyariah
So, untuk berwakaf tidak perlu nunggu kaya dulu ya teman-teman melalui asuransi syariah juga bisa. Karena bila kita adalah nasabah yang sudah memiliki polis asuransi unit link Prudential maka kita bisa mewakafkan hingga 95% dari manfaat asuransi dengan membeli polis asuransi syariah baru. Namun bagi nasabah baru dapat mewakafkan hingga 45% dari manfaat asuransi yang diterimanya.

Dengan berwakaf ini merupakan bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tak terputus. Aamiin ya rabbal al aamiin.




Komentar

  1. Wah tanpa ada aladin dan om jin mba bisa terbang pakai karpet.

    Cerita seribu satu malam memang menginspirasi bahwa cara menjadi kaya hanya perlu kaya hati dan wakaf.

    Prusyariah Prudential mau wakaf jadi mudah

    BalasHapus
  2. Aku kok baru tau ya lagu itu, judulnya apaa? hehe
    Lama juga ya Prudential berdiri, ternyata sudah 23 th. Semoga makin sukses dengan program2nya.

    BalasHapus
  3. Tadinya saya pikir yang berwakaf hanyalah orang mampu. Karena wakaf sepertinya menyumbang tanah atau bangunan gitu. Ternyata kalangan manapun bisa wakaf

    BalasHapus
  4. Masya Alloh Alloh telah memberikan tuntunan buat kita utk bisa bahagia dgn banyak berbagi, salah satunya dengan cara melakukan wakaf utk kepentingan umat

    BalasHapus
  5. Judulnya nyentil banget, memang ya untuk melakukan kebaikan itu ngga perlu menunda-nunda ya.. apalagi harus nunggu kaya dulu.. duh.. status sosial jangan dijadikan patokan untuk melakukan perbuatan baik ya.. bismillah semoga program wakaf asuransi ini dapat lebih diketahui oleh masyarakat luas ya

    BalasHapus
  6. Wah bisa mewakafkan sampai 95 persen ya. Mantap banget nih apa yang dilakukan oleh Prudential yaa

    BalasHapus
  7. aku mikirnya dulu orang-orang punya tanah banyak, mudah diwakafkan. Beda dengan sekarang yang properti harga selangit. Dengan wakaf tunai lebih mudah untuk beribadah.

    BalasHapus
  8. Iya ya, aku juga berpikir kalau wakaf fitu ya dengan bangunan atau tanah. Padahal bisa dengan uang yang kemudian dijadikan tempat atau fasilitas umum yang tentunya nilai gunanya akan selalu ada selama dipakai terus. Sip sip, terima kasih insightnya, Mbak.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah kita generasi milenial bnyak sarana buat berbagi dan beramal ya termasuk berwakaf. Jd ga perlu nunggu kaya hihihi. Keren nih pridential programnya 😍😍

    BalasHapus
  10. Harusnya kalau menjadi negara paling dermawan, Indonesia tidak termasuk golongan negara miskin yaa...Banyak yang tersejahterakan karena banyaknya harta wakaf.

    Semoga lembaga yang diserahkan untuk mengelola wakaf bisa amanah dalam menjalankan tugasnya.

    BalasHapus
  11. Asyik nih ya, jadi dua kegiatan jalani bareng.
    Asuransi sekaligus untuk dana wakaf, kita berwakaf lebih tenang

    BalasHapus
  12. wow... keren banget ya prudential
    inovasi produknya luar biasa

    BalasHapus
  13. Wah asyik ya ada program ini bs berwakaf lbh mudah, ga kebayang tuh pahalanya terus mengalir..

    BalasHapus
  14. Wakaf banyak banget manfaatnya. Sayangnya memang selama ini kadang jarang ada yang tau boleh pakai uang. Kalau makin banyak yang menyediakan fasilitas wakaf kan makin mudah, ya, insya Allah.

    BalasHapus
  15. Ceria seribu satu malamnya menginspirasi deh jadi teirngat Aladin. Jaman now gak perlu nunggu kaya yah kalau mau berwakaf, Ini nih yg aku suka dari prudential, selalu invatif programnya

    BalasHapus
  16. Iya bener banget wakaf bisa dimulai dari sekarang karena bisa dalam bentuk tunai, gak seperti anggapan jaman dulu kalau wakaf itu hanya bisa dberikan dalam bentuk tanah atau bangunan

    BalasHapus
  17. Betul sekali mba. Gausah menunggu kaya untuk bisa berwakaf. Karena wakaf kan ga melulu berbentuk tanah.

    BalasHapus
  18. Hahaha baca pemuka langsung saya nyanyi dan inget permainan zaman dulu. Hehehehe

    Bagus ini programnya, wakaf. Mempermudah siapapun untuk berwakaf ga harus tunggu kaya ya mba.

    BalasHapus
  19. Senang banget ya sekarang ada program wakaf ini setidaknya kita bisa kapan pun dan berapapun bisa berwakaf.

    BalasHapus
  20. Iya kalau nunggu kaya entah kapan bisa wakaf ya alhamdulillah ada program dari pru syariah yang mneemudahkan kita

    BalasHapus
  21. wakaf yang penuh berkah dan manfaat bagi sesama yaaa Mba..aku makin banyak tau tentang wakaf dan what we can do about it

    BalasHapus
  22. Setuju mbak, banyak org mengira yg bisa berwakaf tu tuan tanah, org kaya, padahal pakai uang tabungan atau polis asuransi kyk Prusyariah ini bisa juga yaaaa

    BalasHapus
  23. iya nih mbak, saya jadi kepikiran mau wakaf apa, hihi.. bagus juga ya prudential membuaut program wakaf prusyariah gini.. semoga saya bisa berwakaf juga ya, Aamiin..

    BalasHapus
  24. Indonesia hebat yaah, bisa jadi Negara dermawan gitu.
    Jadii, sekarang siapapun bisa berwakaf ya Mbak. Semua bisa berpeluang menjadi orang yang bermanfaat buat sesamanya. Aamiin

    BalasHapus
  25. Asik bgt ya skrg wakaf tdk harus menunggu kaya. Bisa berbentuk uang

    BalasHapus
  26. Bagus ya programnya mba.. Semoga amanah dan disalurkan sesuai sadaran

    BalasHapus

Posting Komentar