Kamis, 14 Februari 2019

Hempaskan Niat Diet di Brotta Suki

Februari 14, 2019 2


Saya terdiam sejenak. Kuah kaldu pekat dan beraroma kuat dengan rasanya yang gurih hanyut dalam lidah saya. Pelahan-pelahan, satu demi satu, mulai dari sliced beef, crab stick, chicken somay meluncur mulus ke dalam perut saya. Tidak terasa paket Setsuki yang terhidang di meja tandas dalam tempo kurang dari setengah jam saja. Astagaaa...

Sabtu tanggal 9 Februari 2019 panas matahari yang lagi terik-teriknya mengantarkan saya ke depan resto Brotta Suki. Dari kejauhan warna bangunannya yang mencolok sudah terlihat jelas. Warnanya dominan oranye dan merah seolah memanggil saya untuk segera mendekat. Lokasinya juga mudah dicari. Terletak di jalan raya Cempaka Putih lokasi restonya tepat persis di depan Daily Inn Hotel dan  halte busway Pulomas By Pass.



Terus terang kala mendapat ajakan untuk kulineran seru di resto Brotta Suki ini saya penasaran banget dengan citarasanya. Kalau sepintas dari namanya yang ada 'suki-suki' gitu saya membayangkan ini adalah resto ala Jepang. Namun perkiraan saya rupanya meleset sedikit. Menurut mbak Riri dan mas Febri, owner Brotta Suki yang menemani saya dan teman-teman icip-cip mengatakan kalau citarasa yang dihadirkan di Brotta Suki adalah gabungan dari Jepang, China dan Thailand.

Menariknya, di resto Brotta Suki saya dan teman-teman diajak makan dengan nuansa berbeda. Di depan meja kami yang kursinya diatur berhadapan, sebuah kompor gas dengan selangnya yang menjulur dan menembus ke bawah meja siap memasak menu pilihan kita. Mau rebus tinggal rebus, mau bakar tinggal bakar. Namanya juga Suki dan barbeque ya hehehe...



Tapi uniknya kita ga direpotkan lagi dengan alat masaknya karena saya dan teman-teman bisa memasak sekaligus baik rebus maupun bakar dengan satu alat saja. Namanya Mookata. Pan grill dari Thailand ini terbuat dari tembaga tebal sehingga kalau dipakai memasak tingkat panasnya stabil terus. Penting lho ini, karena saat menikmati Suki dan Barbeque kalau sudah dingin apa enaknya, ya?



Btw, Resto Brotta Suki ini terhitung masih kinyis-kinyis usianya, lho. Belum ada satu tahun, tepatnya tanggal 13 Juli 2018 silam. Cerita punya cerita, kenekatan  mba Riri dan mas Febri mendirikan resto Brotta Suki dilatarbelakangi kesukaan keduanya terhadap kuliner suki dan Barbeque. Mereka berpikir, daripada bolak balik jajan kenapa ga bikin sendiri aja, sih? Lagipula mereka merasa resto-resto yang ada harganya boleh dibilang tak bersahabat. Akhirnya, taraaaaa, inilah dia akhirnya Resto Brotta Suki yang rasanya enak, harganya terjangkau dan hati-hati karena bisa bikin kita melupakan diet :)

Kelebihan menikmati Suki di Resto Brotta Suki selain soal harga rupanya kaldu super pekat yang menjadi andalannya. Ada dua pilihan kaldu yang dapat kita pilih yakni kaldu original khas kaldu sup dan kaldu Tom Yam yang rasanya asem seger bikin ngiler. Menurut mba Riri citarasa kaldu di brotta Suki adalah hasil uji coba resep dan  modifikasi berkali-kali yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Pantesan enak, hehehe...



Barbeque
Ada empat pilihan hidangan barbeque yang dapat kita pilih sesuai kesukaan. Ada beef saja Rp 40K, gindara saja Rp 35K, ayam saja Rp 35K atau all in one alias paket barbeque Rp 50K. Murce kan? Dan lagi semuanya sama enaknya, serius. Awalnya saya kira, meskipun sudah dimarinate dengan sejenis kecap rasa ikan gindaranya pasti bau amis. Tapi setelah saya coba rupanya saya salah besar. Daging ayamnya juga enak, 100 %full meat dan ga keras. Begitupun beef sliced-nya, empuk semuaaa :)



Suki
Ada 10 jenis hidangan rebusan yang dapat kita pilih sesuai kesukaan. Ada crabstick, chickn somay, meatball, chikuwa, shrimpball, fish ball, crab claw, cheese ball, fish roll dan beef roll enoki. Semua ini dibandrol dengan harga 15K aja,




Sedangkan kalau kita mau yang lebih hemat dan sehat ada paket suki yang isinya wuaah banyak sekali. Ada somay ayam, bakso ikan, bakso sapi, crab stick, chikuwa, shrimp ball, beef sliced, enoki, soun, tofu dan sawi hijau dan putih yang dibandrol 75K.



Cara memasaknya gampang banget. Nyalakan kompor untuk memanaskan Mookata. Olesi margarin di bagian tengah untuk memasak barbeque. Sementara itu kita juga bisa menunggu kaldu mendidik di bagian pinggir pan untuk  merebus Suki. Tanpa perlu lama-lama matang deh. Oh  iya jangan lupa di pinggir meja disediakan sendok sayur ya teman-teman. Jadi ga usah mengambil kaldu di dalam Mookata memakai sendok bebek yang ada di mangkuk kita hahahaa...

Hangout di Brotta Suki memang ga bikin kantong bolong teman-teman. Harganya aman dan nyaman didukung pula oleh citarasanya yang aduhai membuat saya kepingin balik lagi suatu hari. Saya merekomendasikan ini dikarenakan sebagai muslim yang sering kebingungan mau sholat bila waktu sholat telah tiba tak perlu kuatir. Di lantai dua disediakan musholla yang muat kira-kira untuk 6 orang. Di lantai ini juga diperuntukkan untuk smoking area jadi ga salah ya kalau saya sebut resto ini surganya hang out heheh...




So far, selama kunjungan saya dan teman-teman di Brotta Suki suasana terbilang sepi. Tapi saya lihat ada beberapa babang ojol yang datang mengambil pesanan online. Mungkin karena jam kantor dan kesibukan jadi orang-orang yang beraktivitas di sekitaran Cempaka Putih memilih untuk take away saja ya. Menurut mba Riri, kelezatan kuliner di Brotta Suki berjalan alami saja. Dari mulut ke mulut penggemar Suki dan Barbeque silih berganti datang. Biasanya ramai di siang menjelang sore hingga malam.

Nah, buat teman-teman yang penisirin mau ke Brotta Suki waspadai jam-jam ramainya ya. Etapi meskipun ramai, pelayannya yang mayoritas perempuan cekatan-cekatan, koq. Jam buka dari jam 11.30 sampai jam 22.00 WIB. Dan perlu juga diwaspadai promo-promonya, cek deh di akun Instagram Brotta Suki.





Minggu, 10 Februari 2019

5 Langkah Mudah Cegah DBD Secara Alami

Februari 10, 2019 22

Hari Minggu kemarin suara mesin fogging yang menderu-deru dari RT sebelah kembali mengingatkan saya akan rumah sakit. Saya teringat peristiwa ga enak pada akhir Desember tahun 2017 silam. Saat itu mba Nala dan Dega dua-duanya bergantian opname karena terkena Demam Berdarah. Bahkan waktu itu kondisi mba Nala sampai drop karena trombositnya menurun tajam. Diapun mau tidak mau harus menerima transfusi lima kantong darah. Duuh, setiap detik tak henti saya berucap doa agar diberikan keselamatan dan kesembuhan untuknya.

Setahu saya kalau fogging yang dilakukan RT sebelah bertujuan untuk mencegah endemi Demam Berdarah di sekitar komplek perumahan kami. Karena nyatanya dari siaran berita di televisi tren kasus penyakit DBD di kabupaten Bogor terus mengalami peningkatan. Hingga tanggal 4 Februari 2019 total ada 410 kasus yang tersebar di 27 kecamatan termasuk kecamatan Cileungsi tempat saya tinggal dimana lima orang diantaranya meninggal dunia.



Tapi alangkah kagetnya saya kalau fogging rupanya tidak diperkenankan lagi penggunaannya sebagai cara untuk memberantas nyamuk Aedes Aegipty si penyebab demam berdarah. Dalam talkshow bareng Kemenkes RI di Kantorkuu Coworking Space, Kuningan, Jakarta, 7 Februari 2019 silam dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTVZ (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Tular Vektor dan Zoonotik) mengatakan, "Fogging tidak boleh dilakukan sembarangan. Fogging hanya boleh dilakukan dalam keadaan KLB atau Kejadian Luar Biasa.



Beliau mengungkapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fogging hanya mencemari lingkungan. Fogging juga menimbulkan masalah baru bagi kesehatan masyarakat karena rantai kehidupan yang putus dengan matinya binatang lain selain nyamuk. Disamping itu, akibat fogging nyamuk justru jadi makin sehat dan kuat sehingga dia kebal (resisten). Bukannya mati nanti malah tambah banyak. Lagipula fogging tidak bisa mematikan jentik nyamuk, fogging hanya bisa mematikan nyamuk dewasa.

Ada beberapa langkah mudah yang dapat kita lakukan untuk mencegah DBD dan memberantas nyamuk DB beserta anak-anaknya. Tapi sebelum itu kita perlu mengenali dulu habitat dan kebiasaan si nyamuk Aedes Aegipty ini, yuk. Menurut dokter Nadia, penyakit Demam Berdarah adalah penyakit endemi yang kerap terjadi di negara-negara tropis. Karena negara kita ada di wilayah ini maka kita perlu mewaspadai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegipty terlebih di musim hujan seperti sekarang ini.



Nah bingung kan apa sih korelasinya antara perkembangbiakan nyamuk DB dengan musim hujan? Jadi begini, saat musim hujan tempat-tempat yang bisa menampung air hujan merupakan tempat yang paling disukai sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Perilaku kita yang kurang peduli akan sekitar membuat serangga penular penyakit DBD ini justru menyebabkan banyak korban berjatuhan.

"Kita perlu tahu bahwa telur nyamuk Aedes Egypti mampu bertahan tanpa air selama enam bulan. Di musim hujan ini telur-telur nyamuk ini berpotensial menularkan penyakit DB kalau sudah menetas dan jadi nyamuk dewasa. Sebab itu kita harus mewaspadai banyaknya genangan air dari tempat-tempat yang bisa menampung air sebagai tempat perindukan telur nyamuk DB. Bayangkan saja bila satu nyamuk mampu bertelur sebanyak 30 sampai 50 telur dan setiap dua sampai tiga hari sekali dia bertelur?" ~ dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTVZ (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Tular Vektor dan Zoonotik)

Yang kerap membuat kecolongan karena nyamuk DB saat menggigit kulit manusia tidak langsung menyebabkan demam. Biasanya di hari ke tiga sampai hari ke lima pasien baru merasakan demam tergantung daya tahan tubuhnya. Nah kita perlu mewaspadai jam-jam praktek dia beroperasi. Menurut dokter Nadia, nyamuk DB biasanya menggigit di pagi dan sore hari dan ibarat vampir nyamuk betina akan menghisap darah manusia setiap dua hari sekali. Saat itulah virus dengue berpindah melalui air liurnya.




Sampai saat ini virus Dengue belum ada vaksinasinya. Itu adalah tantangan yang dihadapi pemerintah untuk menemukan vaksinnya. Sebagai masyarakat pemerintah juga mengharapkan agar partisipasi kita lebih ditingkatkan untuk mencegah DBD secara alami, bukan dengan cara fogging. Berikut caranya :

1. Melakukan 3Men : Menutup, Menguras, Mengubur

2. Menanam tanaman anti nyamuk seperti lavender atau sereh

3. Gunakan obat nyamuk semprot atau oles

4. Menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumah yang bertugas memantau  ada tidaknya jentik di bak rumah, tatakan pot gantung, tatakan dispenser, tatakan kulkas dan lainnya

5. Membuat perangkap Larvitrap.

Nah kebetulan saya dan teman-teman juga diajarkan membuat Larvitrap hanya dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Cukup siapkan botol air kemasaan berukuran besar, kantong kresek hitam, steples, lakban hitam, dan gunting.



Larvitrap yang sudah jadi dapat kita letakkan di pojok ruang keluarga, tapi jangan di dapur ya karena suhunya yang panas tidak disukai nyamuk. Adapun fungsi Larvitrap sebagai tempat bagi nyamuk untuk meletakkan telurnya. Setiap dua hari sekali kita dapat ambil telur untuk memutuskan rantai kehidupan nyamuk Aedes Aegypti dengan cara alami.

Jadi kepingin bikin larvitrap ah di rumah.






Jumat, 08 Februari 2019

Tidak Perlu Menunggu Kaya Untuk Berwakaf Melalui Program Wakaf Dari PRUSyariah Prudential

Februari 08, 2019 26




Saya orang kaya, saya orang kaya

Saya orang miskin, saya orang miskin

Saya minta anak, saya minta anak

Namanya siapa, namanya siapa


Ada yang hapal lagu ini? Ini lagu yang saya dan teman-teman nyanyikan saat bermain permainan rebutan anak. Waktu itu dalam gambaran saya orang kaya itu enak ya bisa melakukan apa saja dengan uangnya. Hidupnya pasti sempurna seperti paman Gober yang mandi saja pakai uang di dalam bath tub-nya. Tapi lama-lama saya menyadari untuk menjadi orang kaya itu tidak mudah. Perlu usaha keras untuk mendapatkannya. Lain soal kalau mbah moyang saya bisa mewariskan harta yang banyak seperti Richie Rich hehehe... 

Terkait warisan guru ngaji saya juga pernah bilang, "ada tiga hal yang tidak pernah kita tahu yakni rezeki, umur dan jodoh. Juga ada tiga hal yang pasti yakni sakit, menua dan mati. Persiapkan diri sebaik-baiknya."

Untuk itu walau kondisi kami saat itu susah bapak dan ibu saya memastikan anak-anaknya tidak tersingkir dari masa depan. Mereka menyekolahkan saya dan kakak-kakak. Sebagai imbal baliknya saya harus rajin belajar dan giat menabung. Lalu berpuluh tahun kemudian, inilah saya sekarang. Dari pernikahan saya mendapatkan selain harta yang paling berharga adalah keluarga (halagh kenapa nyanyi hahaa) juga asuransi jiwa dan harta yang dikumpulkan sedikit-sedikit serta hutang kartu kredit.

Namun meskipun begitu tetap saja hati saya merasa belum plong. Saya terus teringat ucapan guru ngaji saya lagi, bahwa ada tiga hal yang terus mengalir yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak soleh. Amalan ini manfaatnya masih mengalir bagi orang-orang yang hidup setelahnya dan diapun tetap mendapatkan pahala kebaikannya. Tapi bagaimana caranya sedangkan harta yang saya miliki pun tak banyak? Mungkinkah saya bisa berinvestasi untuk dunia dan berinvestasi untuk akhirat sekaligus?



Peluncuran Program Wakaf PRUSyariah Prudential Indonesia 
Pertanyaan saya kemudian terjawab dalam peluncuran program wakaf dari PRUSyariah yang memfasilitasi niatan ibadah wakaf seseorang. Selama ini kita ketahui investasi untuk akhirat ga jauh dari bayar zakat, infaq dan sedekah. Padahal investasi dalam bentuk wakaf juga penting lho.

Nah masalahnya pemahaman kita masih banyak keliru nih soal wakaf. Rupanya kita tak perlu nunggu kaya dulu untuk punya tanah dan bangunan yang bisa diwakafkan. Tapi melalui program terbaru Prudential yakni Wakaf PRUSyariah bukan hanya kita aja yang akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat melalui dana yang kita investasikan tapi penerimanya juga. Selain itu melalui wakaf nyatanya kita juga berkontribusi menunjang perekonomian, kegiatan pendidikan serta kesehatan, beasiswa, bantuan pada fakir miskin, anak yatim dan lainnya.

Coba kita berandai-andai. Andaikan dari satu orang, dua orang, lalu berkembang jadi sepuluh orang hingga ratusan orang dan semuanya mau mewakafkan tentu roda pembangunan tak akan berhenti. Dia akan terus bergulir cepat menuju masa depan yang lebih baik. Dana dialirkan ke yang membutuhkan untuk memberdayakan hidupnya. Nah, kira-kira seperti itulah konsepnya kenapa wakaf berkontribusi menunjang perekonomian.

Dalam acara yang berlangsung 1 Februari 2019 lalu di rumah Maroko Menteng Jakarta, ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Goverment Relation and Communitu Investment Director Prudential Indonesia memaparkan bahwa kehadiran program wakaf ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan solusi cerdas dan modern untuk berwakaf namun tetap ingin memperoleh proteksi melalui perencanaan investasi yang tepat.

Hal senada juga dijelaskan Jeins Reisch, Presiden Director Prudential Indonesia yang mengatakan bahwa sejalan dengan tagline Prudential "Listening, Understanding, Delivering" Prudential terus berupaya melakukan yang terbaik. Sejak berdiri di Indonesia 23 tahun yang lalu kini di awal tahun 2019 Prudential Indonesia mewujudkan komitmennya yang terbaru "We DO Good" yang artinya "Kami Mewujudkan Kebajikan".


Adapun inovasi investasi dunia akhirat plus proteksi melalui program Prudential wakaf PRUSyariah dilatarbelakangi atas alasan bahwa :

  • Selama ini masyarakat masih mengira harta yang bisa diwakafkan berupa bangunan dan tanah saja. Padahal uang juga bisa diwakafkan. Bahkan di zaman Turki Usmani wakaf uang adalah yang terbanyak (jumlahnya 1/3) dan efeknya luar biasa terhadap ketimpangan perekonomian. 
Selama ini wakaf umumnya digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. Selama fasilitas tersebut digunakan, pahala wakaf tidak terputus. Pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat. ~ Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc., EC, Pengamat Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajeman IPB 
  • Dari survey yang dilakukan di 146 negara Indonesia adalah negara yang menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling dermawan terutama uang. Hal itu diperkuat lagi dengan ketertarikan masyarakat terhadap investasi syariah tapi belum memahami mekanismenya.


  • Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh lebih cepat dengan mendirikan KNKS yang diketuai oleh presiden RI sendiri namun sebelum itu Prudential Indonesia rupanya telah seringkali menggelar diskusi mengenai ekonomi syariah, khususnya di bidang asuransi dengan lembaga-lembaga yang kompeten. Terlebih faktanya unit syariah Prudential sudah berkontribusi lebih dari 20% total bisnis perusahaan. Konsep syariah diyakini akan terus berkembang termasuk wakaf. 

Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disosialisasikan agar masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna mengingat potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp 180 trilyun per tahun. ~ Afdhal Aliasar, S.T., M.M., Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Namun seiring kehadirannya berbagai tantangan terkait wakaf masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi. Untuk itu Prudential Indonesia jalanin bareng dengan 3 Nadzir lembaga wakaf yang telah melalui berbagai proses seleksi yaitu Dompet Dhuafa, Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI) dan iWakaf. Nah sebagai nasabah kita dipersilakan memilih yang mana dari tiga lembaga teserbut yang kita percayakan untuk mengelola dana yang diwakafkan.

Cara berwakaf melalui PRUSyariah
So, untuk berwakaf tidak perlu nunggu kaya dulu ya teman-teman melalui asuransi syariah juga bisa. Karena bila kita adalah nasabah yang sudah memiliki polis asuransi unit link Prudential maka kita bisa mewakafkan hingga 95% dari manfaat asuransi dengan membeli polis asuransi syariah baru. Namun bagi nasabah baru dapat mewakafkan hingga 45% dari manfaat asuransi yang diterimanya.

Dengan berwakaf ini merupakan bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tak terputus. Aamiin ya rabbal al aamiin.




Senin, 04 Februari 2019

Bedah Buku Jokowi : Pesan Untuk Tak Mudah Terpengaruh Terhadap Fitnah, Hoax dan Ujaran Kebencian,

Februari 04, 2019 1


Orang Indonesia dikenal dengan keramahan dan kesantunannya dalam bertutur. Orang Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi pada sesama. Namun sayangnya akhir-akhir ini rasa peduli pada sesama jadi salah kaprah. Niatan berbagi justru kerap diwujudkan untuk sharing ujaran kebencian, hoax ataupun fitnah. Ironisnya yang 'termakan' dan mempercayai juga tidak sedikit. 

Tidak bisa dimungkiri hoax atau berita bohong semakin merajalela. Apalagi suhu politik kian memanas. Kita ketahui selama menjabat sebagai kepala negara pak Jokowi diserang berbagai fitnah mulai jadi antek asing, orang PKI atau anti ulama. Keluarganya pun ikut diseret-seret. Padahal, waktu beliau masih menjabat sebagai walikota Solo adem-adem saja. Kenapa baru sekarang jadi pada begitu sih? Duuhh...

Sebagai masyarakat terdidik, Keluarga Alumni IPB yang disingkat KamilIPB prihatin dengan maraknya berita memojokkan pak Jokowi. Apalagi banyak bukti yang mengungkapkan kalau masyarakat Jawa Barat khususnya di kota Bogor mudah termakan hoax, fitnah dan ujaran kebencian. Dikhawatirkan, dari satu sumber berkembang jadi ratusan hingga ribuan orang yang meyakini dan ikut menyebarkannya lagi.

Sebab itu, salah satu kiat yang dipilih KamilIPB untuk meluruskan kebenaran adalah dengan memberikan fakta dan data dari sumber yang valid. Melalui acara bedah buku mengenai Sosok Jokowi diharapkan masyarakat Jawa Barat khususnya Bogor mendapat pencerahan dengan mengenal sosok Jokowi melalui kehadiran narasumber yang tepat, diantaranya :

  • Albertiene Endah, penulis buku biografi sosok Jokowi
  • Budiman Sujatmiko, anggota DPR dan politikus
  • Siti Nurbaya Abubakar , menteri KLH yang juga alumni IPB
  • Iman Sugemma, pakar ekonomi yang juga alumni IPB
  • Kyai Abdullan bin Nuh, Ulama besar di Bogor




Beruntung saya berkesempatan hadir dalam event bedah buku Jokowi 'Menuju Cahaya' di Puri Begawan, Bogor, 3 Februari 2019 kemarin. Meskipun saya bukan alumni IPB tapi antusias peserta yang datang patut saya apresiasi. Tercatat ada seribu peserta yang hadir dari berbagai kalangan. Disebutkan, ada yang datang atas nama organisasi relawan, pesantren, alumni perguruan tinggi di sekitar Bogor hingga masyarakat umum. Dalam acara ini juga ada bazar buku Jokowi. Kita bisa membeli buku biografi Jokowi "Menuju Cahaya" dengan harga diskon. Lumayan deh dari harga Rp 199 ribu menjadi seratus ribu rupiah aja.

Sebelum acara inti dimulai, hadirin disuguhi dengan penampilan seni budaya modern sunda, pemusik jalanan dan agriaswara (paduan suara IPB). Kolaborasi cantik ini merupakan pengingat akan budaya asli Indonesia yang harus kita jaga senantiasa. Bahwa kita ada di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika harus dijaga kelestariannya. Biar bagaimanapun kita adalah bangsa yang dikenal dunia akan kesantunan dan keramahtamahannya.



Siti Nurbaya Abubakar selaku keynote speaker memaparkan, sebagai bagian dari kabinet pemerintahan Jokowi dirinya bisa melihat dan merasakan relevansi antara hal-hal yang ditulis Albertiene Endah dengan keseharian pak Jokowi. Dari cara kerja dan pemikiran pak Jokowi dan dinamika yang ada pak Jokowi adalah sosok yang sensitif dengan persoalan rakyat. Berbagai program pro rakyat diantaranya KIS, KIP, PKH telah dapat dinikmati rakyat.

Albertiene Endah menuturkan hal yang sama. Suaranya tercekat menceritakan bagaimana masa kecil pak Jokowi yang menjalani hari-hari penuh kesulitan sebagaimana rakyat pada umumnya. Pembangunan yang didengung-dengungkan pemerintah masa itu, yang katanya 'untuk rakyat' rakyat yang mana? Janji-janji yang terus dihembuskan dari tahun ke tahun yang katanya akan mengangkat kesulitan hidup rakyat. Tapi kapan? Tidak ada.

Berbagai masalah dan penderitaan rakyat yang sejak kecil dikumpulkan Jokowi dan dibuktikannya saat takdir menentukan beliau menjadi seorang pemimpin negara. Waktu seolah tak pernah cukup buatnya, karena setiap waktu diisi dengan kerja, kerja, kerja.



Albertiene Endah pernah mengikuti pak Jokowi dalam kegiatannya dan penulis yang sudah membukukan lebih dari 50 buku ini tercengang kaget ketika untuk waktu makan pun dilakukan dalam mobil. Bagaimana mungkin orang nomor satu di Indonesia yang sejatinya dibanjiri fasilitas malah memilih tidak mampir ke restoran dulu?

Belakangan AE julukan Albertiene Endah memahami alasan pak Jokowi memilih makan di mobil karena terbatasnya waktu. Pak Jokowi tahu tak selamanya beliau menjadi pemimpin. Dirinya tak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada itu sebabnya ia memilih makan di mobil saja dengan memanfaatkan waktu. Beliau hanya ingin kerja, kerja, kerja.

Masya Allah. Sayapun ikut tercekat mendengarkan cerita AE.

Memang benar teman-teman, untuk melihat etos kerja Jokowi tak cukup hanya dengan melihat dan mendengar saja, pun dengan hati. Begitu banyak tuduhan yang menyorot pak Jokowi sejatinya dapat kita selidiki kebenarannya alih-alih menyebarkan.

Kyai Abdullah bin Nuh mengatakan, jujur sebagai ulama di Bogor dirinya tak mengenal siapa Jokowi. Namun beliau meyakini ucapan KH Ma'aruf Amin yang mengatakan untuk melihat seseorang perhatikan siapa keluarganya, temannya dan lingkungannya.

"KH Ma'ruf Amin pernah menyatakan kalau dirinya kalah keimanannya dibandingkan pak Jokowi. Memasuki waktu sholat pak Jokowi segera menghentikan aktivitasnya dan terlebih dulu mengambil wudhu," ceritanya.

"Dari cerita itu saya yakin tak mungkin KMA bohong. Saya nyaman melihat Jokowi bisa berpasangan dengan KMA karena idealnya ada tiga elemen sebagai pemimpin yang harus kita pahami yakni ilmunya dalam seperti cendekiawan, bijaksana dan mempunyai ilmu politik dan taktis."



Dari tiga elemen ideal pemimpin tersebut, jarang sekali ada yang memiliki tiga elemen tersebut selain nabi Musa AS dan nabi Daud AS. Namun rupanya tiga elemen tersebut dimiliki Jokowi dan disempurnakan lagi dengan kehadiran KH Ma'ruf Amin, tutup Kyai Abdullah bin Nuh.

Budiman Sujatmiko menambahkan, sebelum menentukan siapa calon pemimpin yang kita pilih ada baiknya kita mempertanyakan apa sih cita-citanya dulu? Kalau cita-citanya menjadi presiden dan terkabul artinya jika orang itu telah mencapai posisi yang diinginkan, selesai. Tidak ada keinginan apa-apa lagi karena dia sudah nyaman dengan keberhasilannya itu. Sedangkan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya gimana nasibnya ke depannya?

"Pak Jokowi adalah from zero to hero. Beliau tak memiliki ambisi jadi presiden. Tapi takdirlah yang menentukannya jadi pemimpin negara. Ketika beliau sekarang ada di posisi sebagai presiden harus kita pahami bahwa ini bukanlah tujuan akhirnya. Ini hanya transit saja," papar Budiman Sujatmiko.

Betul sekali, dari apa yang saya lihat, kalau pak Jokowi mau, mudah saja dia memanfaatkan fasilitas yang dia dapat selama menjadi Presiden. Kenyataannya beliau tidak mengambil secuil pun kemewahan yang mengiringinya. Keluarganya tetap naik pesawat kelas ekonomi. Anak-anaknya tak ada yang memanfaatkan fasilitas dan jabatan bapaknya untuk menjadi PNS atau politikus dan beliau sendiri bersama istrinya memilih tinggal di rumah kecil di lingkungan istana Bogor. Padahal beliau bisa menikmatinya.

Semoga seluruh peserta yang hadir dapat mengambil pesan untuk tak mudah terpengaruh terhadap fitnah, hoax dan ujaran kebencian. Apalagi menyoroti Jokowi yang nyata-nyatanya tidak seperti apa yang dituduhkan. Ini namanya black campaign karena mengarah ke hujatan dan fitnah. Hati-hati, sebaiknya saring dulu sebelum sharing ya.