Perkaya Wawasan Hukum Melalui Irma Devita Learning Center Dan Aplikasi Irma Devita




"Gue dapat uang kaget, dong!" Senyum sumringah Azoel disambut kerutan alis di dahi saya. Cerita punya cerita rumah ayahnya yang dijual ke pak Tono (sebut saja namanya begitu) beberapa belas tahun lalu rupanya tidak pernah dibalik nama. Jadi ketika pak Tono menjual rumah itu ke pak Edi dan pak Edi bermaksud melakukan balik nama mengalami kesulitan. Pasalnya ayahnya Azoel sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Jadilah seluruh anak-anak termasuk Azoel dimintai tanda tangan-diperantarai pak Tono-untuk memudahkan pak Edi mengurus balik nama rumah tersebut di notaris.

Terus terang antara mau ketawa tapi koq saya takut dosa. Saya tidak bisa menyalahkan Azoel dan keluarganya meminta sejumlah uang atas tanda tangan persetujuan untuk balik nama rumah tersebut. Menurut saya, kesalahan ada di pihak pak Tono yang sejak awal membeli tidak mengurus balik nama. Mungkin pak Tono tidak paham pentingnya dokumen. Bisa juga karena tidak menyangka ayahnya Azoel meninggal secepat ini. So, mau tidak mau proses balik nama rumah jadi melibatkan banyak orang.



Dalam seminar bertajuk "Identifikasi Risiko Dalam Penyaluran Kredit Perbankan dan Pengikatan Jaminan" yang diselenggarakan IDLC 24 Januari 2019 silam nyatanya persoalan seperti kisah di atas adalah sekelumit masalah umum yang terjadi di bidang hukum yang dihadapi Notaris. Meskipun pekerjaan Notaris terlihat sepele ; hanya menjadi saksi penandatanganan dokumen namun nyatanya tidak sesederhana itu. Peran Notaris sangat penting misalnya saja dalam pembuatan akta penyaluran kredit perbankan. Kehadiran Notaris tak lain untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi debitur dan kreditur.

Karena dalam perjalanan waktu urusan perkreditan tak selalu mulus seperti jalan tol trans jawa yang baru jadi. Ada saja berbagai masalah yang menyertai misalnya saja penjualan rumah yang masih dalam status nyicil di Bank tapi di take over ke pihak lain. Atau bisa saja terjadi perceraian sehingga harta gono gini menjadi masalah baru. Nah, peran Notaris dalam memindai semua dokumen di awal penandatanganan diperlukan sekali untuk menghindari wanprestasi.



Untuk itu Notaris harus memastikan apakah si kreditur di Bank ada masalah pembayaran atau tidak. Apakah tanda tangan si kreditur dipalsukan atau tidak. Nah, masalahnya terkadang pihak Bank tidak kooperatif memberikan data nasabahnya. Hal itu jelas semakin memperlambat pekerjaan Notaris.

Sebagai masyarakat awam, mana kita ngerti kendala-kendala seperti itu, kan? Beruntung saya hadir dalam seminar yang diselenggarakan di Treva Hotel Menteng. Wawasan saya mengenai hukum jadi semakin bertambah. Asiknya lagi saya mendapat informasi mengenai Irma Devita Learning Center (IDLC) dan aplikasinya. Ini menjadi solusi saya untuk mencari tau seluk beluk urusan hukum yang terkait dengan Notaris.


Irma Devita Learning Center
Meskipun terbuka untuk umum nyatanya seminar yang diselenggarakan IDLC dihadiri sekitar 70 orang. Mereka yang datang berasal dari kalangan bankers dari perbankan konvensional dan syariah, notaris, pengacara, mahasiswa dan masyarakat pemerhati hukum. Btw, seminar ini merupakan kegiatan ke dua dan yang pertama kali digelar Desember kemarin. Kedua seminar ini menuai respon positif. Artinya, masyarakat mempercayai IDLC sebagai wadah  mencari informasi mengenai hukum.

IDLC singkatan dari Irma Devita Learning Center merupakan tempat berkumpulnya praktisi hukum yang sangat berpengalaman di bidangnya masing-masing. Praktisi hukum yang berada di bawah naungan IDLC merupakan pakar hukum yang telah mempunyai jam terbang yang sangat tinggi dalam memberikan seminar, pelatihan, dan diklat baik untuk masyarakat umum maupun inhouse training yang sifatnya customize sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Salah satu agenda kegiatan yang bakal rutin diselenggarakan IDLC adalah seminar seperti yang saya hadiri kali ini bersama teman-teman Blogger. Dalam seminar ini sebagai pembicara utama, Irma Devita, SH., MKn. dan Glenna Martin SH., MKn tak membuat acara yang berlangsung dari pagi sampai siang berlangsung garing. Justru pertanyaan bertubi-tubi datang dari peserta seminar menyelingi pemaparan mba Irma Devita yang mudah dipahami. Interaktif sekali.



Sebagai orang yang berprofesi sebagai praktisi hukum, mba Irma Devita juga dikenal sebagai speaker dan trainer selama lebih dari 20 tahun baik di dalam maupun di luar negeri. Beliau pun rupanya aktif menulis di blog pula dan banyak dari tulisannya di blog yang dibukukan menjadi buku-buku hukum populer. Ga nyangka ya?

Berbeda dengan lembaga pelatihan lainnya IDLC lebih mengedepankan sistem pembelajaran yang bersifat going concern (kritis). Namun untuk menunjang kebutuhan masyarakat, dengan memanfaatkan teknologi, maka IDLC meluncurkan aplikasi Irma Devita yang berbasis android dan IOS sebagai media pembelajaran online.

Dalam aplikasi Irma Devita yang saya donload, kesan pertama yang muncul dalam kepala saya adalah 'cherfull'. Warna-warna fitur yang soft pink dan warna muda lainnya mengesankan bahwa pembelajaran hukum itu tidak sulit dan kaku.

Di dalamnya, ada beragam fitur :


  • Infografis
  • Kumpulan berbagai peraturan perundang-undangan terkait materi pelajaran
  • Berbagai putusan yurisprudensi Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
  • Forum diskusi.


Sedangkan fitur lainnya dapat kita searching melalui akun Instagram. Facebook, Twitter, Infografis, ebook juga melalui video tutorial di kanal You Tube. Akan tetapi IDLC juga menghadirkan informasi melalui hard copy dalam bentuk buku berseri maupun audio buku yang merupakan ulasan dari para pakar praktisi hukum yang ditulis secara praktis dan mudah dimengerti.

Dalam soft launching IDLC dan aplikasi Irma Devita yang berbarengan dengan seminar diakui mba Irma Devita bahwa aplikasi tersebut masih dalam penyempurnaan. "Namun kehadiran aplikasi Irma Devita semoga dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan alat penunjang pembelajaran hukum secara berkesinambungan," pungkasnya.

Nah, bagi teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut mengenai IDLC silakan kunjungi :

Telp : 0878 - 0009 - 9149
Email : kontak.idlc@gmail.com




Komentar

  1. Kasihan pak tono, mungkin ke depan doi bisa ikutan seminar dari irma devita learning center, dan bisa ajak azoel serta pak edi..

    BalasHapus
  2. Harusnya inovasi kaya gini di inisiasi pemerintah ya. Biar masyarakat melek hukum. Jd ga ada kasus gontok2an rebutan tanah krn kasus SHM yg blum diurus. Gara2 ini nih rumah nenenk ku di kampung halaman di ambil orang. Sedih akutu ...

    BalasHapus
  3. waduh, jadi inget kalau mobil belum dibalik nama.
    maklum, belinya ke temen sendiri.
    jadi reminder banget nih teh kalau ati2 banget waktu beli aset pribadi entah itu property atau barang2 lain yang bernilai besar.

    BalasHapus
  4. Sebenarnya memang penting untuk melek hukum ya mba...dalam kehidupan sehari-hari bisa diimplementasikan..

    BalasHapus
  5. Wah, kalau kasusnya kayak gitu ya repot ya. Jd sebaiknya memang setelah beli rumah atau barang apapun yg butuh bukti kepemilikan ya harus segera di urus. Jd penasaran nih sama aplikasinya.

    BalasHapus
  6. Bagus nih mabk untuk edukasi ke masyarakat. Biasanya kan kita takut banget berurusan dg hukum tapi ga mau tau lebih detail.

    BalasHapus
  7. wah menarik ya belajar hukum lewat aplikasi. Bisa konsultasi langsung lewat aplikasi tersebut atau gimana, mbak?

    BalasHapus
  8. Wuih, makin keren aja nih Mbak Irma Devita. Punya Learning Center juga. Dan ada aplikasinya pula. Semmoga banyak yang mendapat manfaatnya ya. Barakallah buat Mbak Irma. :)

    BalasHapus
  9. Info-info seputar hukum bisa diperoleh dengan valid dan terpercaya yaa...
    Barakallahu fiik, mba Irma Devita.

    Semoga semakin banyak orang terbantu.

    BalasHapus
  10. Duh mestinya sih ya anak-anak pak tono gak minta uang lagi lah, ya tanda tangan aja. Wong rumahnya udah lama dibeli orang. Jadi mikir apa rumahku udah balik nama ya? Karens bayar listrik masih pakai nama pemilik yang lama.

    BalasHapus
  11. Kadang memang suka dipersulit mbak kalau mau minta tanda tangan gitu ya. HArus lebih hati2 deh soal urutsan surat2 ngeri ya. Wah dapet ilmu ya ikutan seminarnya Irma Devita

    BalasHapus
  12. Eekarang belajar hukum jadi lebih mudah ya mba tinggal download aplikasi Irma Devita aja.

    BalasHapus
  13. Senangnya ya sekarang udah ada aplikasi yang membantu kita mencari informasi masalah hukum. Karena kalo nanya2 sembarang orang juga kadang takut nanti dapat informasi yang salah

    BalasHapus
  14. Ternyata kepedulian tentang masalah hukum ini masih banyak yg kurangpeduli ya mba. Termasuk surat balik nama. Aku juga sih. Baru paham tahun lalu hehehe

    BalasHapus
  15. Menjadi emak-emak melek hukum itu penting ya. Dan saya masih males nih belajar tentang hukum. event bersama Devita Learning Center ini keren banget, bikin kita terbuka tentang hukum, apalagi kemudian didukung oleh aplikasinya.

    BalasHapus
  16. Bagus nih IDLC, bisa membantu masyarakat yg butuh penjelasan masalah hukum. Karena maslah hukum ini riskan banget tapi susah dipelajari :)

    BalasHapus
  17. Hukum identik dengan susah dan berbelit belit, tapi memang jaman now, wawasan tentang hukum menjadi sangat penting ya.. sebagai wawasan saja agar kita tidak dihohongin.. di Irma Devita Learning Center ini kita bisa mendapatkan wawasan tentang hukum dengan cara yang sederhana dan tentunya mudah dipahami bagi emak-emak ya.. bagus ini mbak

    BalasHapus
  18. Mau coba ah aplikasi ini, kali lbh melek hukum.Lumayan kyknya nambah2 wawasan gtu yaaaa. Btw Mbak Irma ini jg menerima konsultasi secara offline juga kah mbak? Soalnya pengen banget konsul hukum secara offline.

    BalasHapus
  19. Keren dan kece nih ada aplikasi irma devita seperti ini. Harapannya tentu aplikasi ini dapat membantu kebutuhan masyarakat ya mba

    BalasHapus
  20. Kita bisa belajar dan mengetahui tentang ilmu hukum dengan aplikasi Irma Devita ya? Apalagi tampilannya menarik. Jadi semakin betah lama-lama baca di sana.

    BalasHapus
  21. Nah yang begini ya mba harus diperhatikan, suami juga waktu dikasih tanah karena dibagi-bagi akhirnya tetep dibalik nama sesuai dengan kepemilikan karena ga mau ada masalah kayak Pak Edi dan Pak Tono begitu pusinggg

    BalasHapus
  22. Waah mantap nih bisa belajar hukum dan perundang-undangan lewat aplikasi, makin mudah saja sarana belajar ya

    BalasHapus
  23. Waa mba Irma Devita keren ya mba, dari ngeblog sampai dibukukan asik ini.
    FOkus ke satu bidang memang membuat expert. Berkah banget ya Mba Diah bisa datang ke acara ini. Makasih sharingnya mba Diah

    BalasHapus
  24. Ada aplikasinya lg y mba Diah bikin mudah nih jadi tahu mudah dan tahu masalah hukum

    BalasHapus
  25. benar-benar banyak ilmu baru yang didapat ya mba..udah lama ngga ketemu mba Irma. Sukses selalu untuknya

    BalasHapus
  26. Kenal Mb Irma Devita saat ada review novel sejarah tentang Sroedji, pahlawan dari Jawa Timur yang merupakan kakek Mb Irma. Keren loh Mba Irma ini. Rajin berbagi seputar masalah hukum dan malah sekarang udah bikin aplikasi yang memudahkan orang awam untuk tau persoalan seputar dunia hukum.

    BalasHapus
  27. Aku kok nggak asing ya, Mbak, sama nama irma Devita. Tapi, nggak tahu dapat darimana itu namanya. Ngomong-ngomong soal notaris, aku baru sekali ngurus ke kantor notaris ya sekali. Pas buat perizinan pembangunan PAMSIMAS di desaku sini, Mbak. Karena jarang sekali ada notaris, harus lari ke Semarang. Duh, ternyata melelahkan juga, pas sampai ke sana notarisnya nggak ada di kantor. Beuh...coba deh aku kok penasaran sama aplikasinya Irma Devita. Ceki-ceki ah.

    BalasHapus
  28. Betul mba, ortu juga banyak masalah tanah gara2 dulu gak ngurus balik nama, karna hanya beli tanah lewat teman atau ortu sendiri, pas orang bersangkutan meninggal, tanah yang bapak sudah beli, itu pada menuntut semua.. jadi pengalaman klo beli sesuatu yang jumlahnya besar harus segera dilegalkan...

    BalasHapus
  29. Jadi ingat hubby paling detail kalau untuk soal balik nama begini.
    Apalagi untuk mobil dan rumah semuanya kudu dibalik nama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan...

    BalasHapus
  30. Kemarin lagi baca soal hukum juga di artikel teman di aplikasi Irma ini. Makin mudah ya melek hukum.

    BalasHapus
  31. Menarik bahasannya mbak, masyarakat memang harus melek hukum agar tidak seperti pak tono dalam ilustrasi di atas. kan jadinya repot kalau begitu. ya kan mbak :-)

    BalasHapus
  32. bener ya sekarang ilmu bisa di dapat dimana-mana
    dan emang harus nih kita pelajarin karena masyarakat sekarang kkurang paham dan masih awam sama soal soalan hukum ini

    BalasHapus

Posting Komentar