Minggu, 19 Mei 2019

Hindari Hipertensi. Ketahui Tekanan Darahmu



Kesimpulannya, masa golden periode ibu saya sudah berakhir. Ada beberapa syarafnya yang tak dapat berfungsi dengan baik. Kami, anak-anaknya, ga menyangka akibat serangan stroke sampai begini. Ibu sempat lumpuh total. Makannya dialiri dengan selang sonde. Buang air besarnya pun sampai dibantu alat pencahar atau ventilasi mekanik lain. Sedih luar biasa. Namun gimana, penyesalan selalu datang belakangan, kan? 

Boleh dibilang kami masih beruntung. Ibu cukup tangguh untuk pergi begitu saja meskipun kerusakan otak ibu parah sekali. Namun pelan-pelan ibu kembali pulih. Satu-demi satu organ tubuhnya bisa berfungsi lagi. Sekarang ibu sudah bisa jalan meski masih tertatih-tatih. Hanya saja untuk bicara dan fungsi alat gerak tangan kanannya masih belum bisa berfungsi sampai sekarang. Rusak permanen. 



Namun kami menyadari saat serangan stroke terjadi, kematian bisa saja mengancam nyawa ibu. Hipertensi yang dideritanya selama bertahun-tahun bak bom waktu. Hampir tak ada gejala selain sakit kepala hebat yang sering bikin ibu marah-marah. Dan itu konyolnya kita anggap lumrah-lumrah aja. Namanya juga lagi kumat dartingnya. Padahal saat itu sang silent killer ini sudah mengintai ibu saya, hieekz...


Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. 


Bertepatan dalam rangka hari Hipertensi sedunia yang jatuh pada 17 Mei, saya dan teman-teman Blogger kembali menghadiri event kesehatan yang digelar Kemenkes RI. Mengambil tema "Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu Dengan Cerdik" diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dan mendukung dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. 




Mengapa penyakit hipertensi perlu dikendalikan? 

Diketahui dari data WHO tahun 2015 menunjukkan ada sekitar 1,13 milyar orang di dunia yang menyandang hipertensi. Artinya, 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosa penyakit kardiovaskular ini. Yang memprihatinkan, jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan tahun 2025 akan ada 1,5 milyar orang yang terkena hipertensi dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. 




Di Indonesia sendiri, pada tahun 2016 dari total kematian sebesar 1,5 juta orang justru penyebab kematian terbanyak adalah penyakit kardiovaskular 36,9%, kanker 9,7%, penyakit DM dan endokrin 9,3% dan Tuberkulosa 5.9%. Dari angka tersebut diketahui faktor risiko yang menyebabkan kematian berasal dari tekanan darah (hipertensi) sebesar 23,7%, hiperglikemia sebesar 18,4%, merokok sebesar 12,7% dan obesitas sebesar 7,7%. 

Ngeri yaaa 😱

Akan tetapi kita tak perlu cemas karena nyatanya tingginya angka hipertensi disebabkan penderitanya tidak mengetahui kalau dirinya terkena Hipertensi. Dan kelompok yang dinamakan hipertensi primer ini jumlahnya ga main-main, teman-teman. Ada 90 persen lho. Sedangkan 10% nya lagi masuk ke dalam jenis penyebab hipertensi sekunder. Kalau ini diketahui penyebabnya diantaranya orang yang mengalami kelainan pembuluh darah, ginjal, gangguan kelenjar tiroid, penyakit kelenjar adrenal dan lainnya. 

Kuncinya, Pola Hidup Sehat 

Dalam pemaparannya dr. Cut Putri Arianie, MHKes - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengatakan akibat pengaruh gaya hidup masa kini yang serba instant membuat kebanyakan orang jadi malas melakukan aktivitas fisik. Contohnya saja untuk bepergian. Tak perlu jalan kaki tapi orang lebih suka pesan ojol. Demikianpun makanan. Daripada memasak atau membeli sendiri orang lebih suka pesan antar makanan. 

Padahal itu tak dibenarkan. Bandingkan aja, pola hidup sehat orang jaman old dengan jaman now. Sehat-sehat orang jaman dulu kan? Nah untuk itu mari lakukan kembali pola hidup sehat seperti yang orang tua-tua dulu lakukan. Karena artinya kita telah mencegah dan mengontrol hipertensi. 



Berikut pola hidup sehat yang dianjurkan :

1. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak. Direkomendasikan dalam sehari jumlah penggunaan garam ideal tak lebih dari satu sendok teh kecil, gula tak lebih dari empat sendok makan dan lemak tak lebih dari lima sendok makan. 

2. Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal. Direkomendasikan hitungannya 18,5 - 22,9 kg/m2 dengan melakukan diet sehat di atas. 

3. Gaya hidup aktif dengan olahraga teratur. Dianjurkan olahraga teratur dengan jalan kaki 30 - 45 menit (3km)/hari setiap dua hari sekali. 

4. Stop merokok dan

5. Bagi yang suka dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol. Untuk laki-laki batasannya 2 unit minuman perhari sedangkan untuk perempuan batasannya 1 unit minuman perhati. 

Dokter Cut menegaskan, dengan menghindari faktor risikonya maka Hipertensi dapat diobati dan dicegah dengan mengukur tekanan darah secara berkala, koq! Yang penting kita menghindari penyebabnya. 



Tapi gimana, susah pasti dong ya menghindari gorengan. Jujur, cemilan ternikmat di sore hari apalagi kalau bukan gorengan dan segelas teh manis panas 😕 Silakan aja, sih, asalkan siap minum obat seumur hidup. 

Ingat... Pengobatan hipertensi tak sebentar, teman-teman. Pengobatannya lama dan terus menerus sepanjang hidup. Tak boleh lupa minum obat seperti ibu saya. Sekali lupa bisa berbahaya. Tekanan darah bisa saja naik sewaktu-waktu pun serangan stroke berulang. 

Terkait dengan tingginya prevalensi Hipertensi di Indonesia dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH,FINASIM - Perhimpunan Hipertensi Indonesia mengatakan, "beban negara yang disebabkan tingginya pengobatan hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Ini menjadi PR besar. Karena nyatanya faktor resiko Hipertensi ada yang dapat diubah dan tidak." 

Nah bertambahnya umur, jenis kelamin dan genetik merupakan faktor genetik yang tidak dapat diubah. Hipertensi jenis ini cenderung muncul secara bertahap selama bertahun-tahun. Inilah yang kerap tak dicurigai karena tak ada gejala yang ditimbulkan. 




Sedangkan faktor resiko yang dapat diubah yakni perilaku tidak sehat antara lain merokok, diet rendah serat, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, kegemukan, alkohol dan tingkat stress yang berlebihan. 

Upaya atasi Hipertensi

Ada berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi, diantaranya : 

1. meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dalam pengendalian hipertensi dengan perilaku CERDIK dan PATUH. 

2. Meningkatkan basis masyarakat dengan self awareness melalui pengukuran tekanan darah secara rutin. 

3. Penguatan layanan kesehatan khususnya hipertensi. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti meningkatkan akses ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan cara optimalisasi rujukan, dan peningkatan mutu layanan. 




4. Di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) upaya pencegahan komplikasi hipertensi khususnya jantung dan pembuluh darah juga terus ditingkatkan melalui Pelayanan Terpadu (PANDU) Penyakit Tidak Menular. 

5. Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktor risiko hipertensi melalui Posbindu PTM yang diselenggarakan di masyarakat, di tempat kerja dan institusi. 

Satu-satunya cara untuk menentukan secara yakin adanya hipertensi atau tidak adalah melalui tes tekanan darah secara berkala. Karena bisa saja kita mengalami gejala berikut yang mengindikasikan hipertensi yakni : 


sakit kepala,
pusing berputar,
nyeri dada,
mimisan,
penglihatan berkunang-kunang, 
mudah lelah,
kesemutan pada tangan dan kaki.


Jika mengalami gejala di atas jangan ditunda lagi untuk mengunjungi layanan kesehatan terdekat, teman-teman. Jangan sampai organ tubuh kita ikut rusak, ya. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat diharapkan terjadi penurunan tekanan darah. 

Adapun pemeriksaan dilakukan secara berkala setiap 1/2 - 1 tahun sekali. Dokter Cut menyarankan, supaya tak lupa jadwal sesuaikan saja dengan tanggal lahir atau bulan lahir. Dengan begitu kita dapat mengontrol tekanan darah atau melanjutkan pengobatan jika kita terkena hipertensi. 

Algoritmanya sebagai berikut. Bila tekanan darah kita lebih dari 140/90 - 159/99 mmHg artinya kita sudah masuk ke dalam hipertensi derajat satu. Bisa diupayakan dengan pencegahan dan modifikasi perbaikan pola hidup dengan menerapkan CERDIK yakni : 

Cek Kesehatan secara teratur
Enyahkan asap rokok
Rajin aktivitas fisik dan olahraga
Diet sehat gizi seimbang
Istirahat cukup 
Kelola Stress

Namun bila tekanan darah kita lebih dari 160/100 mmHg artinya kita sudah masuk ke dalam Hipertensi derajat dua. Untuk mengendalikan hipertensi ada baiknya jadilah orang yang PATUH yakni : 

Periksa kesehatan secara berkala
Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat
Tetap diet sehat dan gizi seimbang
Upayakan berakvitas fisik dengan aman
Hindari merokok, minum-minuman beralkohol dan zat karsinogenik 



Nah sampai di sini apakah teman-teman masih berat hati melakukannya? Saya tidak. Terus terang dari apa yang ibu saya alami saya kuatir dengan faktor risiko yang sama. Apalagi dari genetiknya ada kemungkinan saya punya bakat hipertensi juga dan kemudahan zaman yang serba memudahkan menjadikan saya malas bergerak. Takut ahh.. Yuk cek tekanan darah kita sesegera mungkin. Sebelum terlambat. 











Jumat, 10 Mei 2019

Kiat Pinter Bener Pilih Aja Mitsubishi Xpander



Kalau dipikir-pikir, buat saya, yang namanya kendaraan pribadi itu bukan lagi sekedar bagian dari gaya hidup borjouis. Tapi lebih ke arah kebutuhan. Aktivitas sehari-hari utama saya di pagi hari apalagi kalau bukan ngantar tiga anak sekolah yang dilanjutkan mampir belanja dapur ke pasar. Lumayan ngirit, sih, dibandingkan kalau anak-anak harus naik jemputan atau kendaraan umum lain. 

Apalagi perumahan saya lokasinya ada di pinggiran Jakarta. Cari apa-apa ya musti jalan keluar rumah. Lumayan juga kalau jalan kaki, ga papa lah hitung-hitung olah raga. Beda urusannya kalau lagi kepepet di malam hari, duuh baru terasa deh kalau ga ada kendaraan. 

Mobil menjadi pilihan keluarga saya mengingat kapasitasnya yang muat banyak orang. Ga bisa dibayangin kalau tiap hari harus boncengin tiga anak sekolah naik motor. Mengendarai mobil juga minim resiko kebasahan kena hujan atau kecelakaan yang mungkin aja bisa terjadi. Makanya, punya mobil biarpun seken sudah bersyukur sekali saya. 




Namun sejalan dengan waktu mobil lama saya sepertinya sudah tak memadai lagi. Anak-anak sudah semakin besar badannya, demikianpun saya. Namanya juga jenis offroad, bukaan pintu yang cuma ada dua jadi menyulitkan siapapun yang mau duduk di bangku belakang. Nah, sampai di sini perjuangan masih belum usai, teman-teman. Duduk berhimpitan masih ditambah dengan dengkul yang mau beradu dengan jok bangku depan tambah bikin senewen. Buat perjalanan jauh malah bikin pegel akibat kakinya nekuk terus. Beuugh rasanya kini memang sudah waktunya untuk ganti mobil, deh. 

IIMS 2019
Beruntung saya berkesempatan hadir dalam pameran mobil Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Pameran mobil yang digelar dan sudah menjadi agenda rutin tahunan masih menempati lokasi sama di JIEXPO Kemayoran. Ahaa, waktunya stalking gebetan eh mobil baru, deh. 😍 




Memasuki ruang pameran IIMS fokus saya langsung tertuju ke arah jam 1 di depan saya. Tampak ada satu mobil yang tergantung seolah sedang menukik di jalan curam. Wiiyh mobil apa itu ya? Segera saya mendekat dan semakin mendekat *kamera, zoom plis* kemudian baru ngeh, "ohh, kaya gini mobil Mitsubishi keluaran baru. Mantep nih." Mata saya berbinar-binar dong haha.. 

Lagi terpana untung ga ngeces Mas Giri dari sales penjualan menghampiri saya dan langsung nawari test drive Mitsubishi Xpander incaran saya. Saya sampai neguk ludah. Gila, tampilannya memang sporty dan gagah banget. Kesukaan saya sama mobil 'tinggi' dibanding jenis sedan, kaya botol ketemu tutup nih saat ketemu Mitsubishi Xpander. Pas bangettt... 



Keunggulan Xpander 
Selama pameran berlangsung, booth Mitsubishi menggelar dua type mobil unggulannya, salah satunya yakni Mitsubishi Xpander Limited Edition. Namanya juga limited edition jadi diproduksinya hanya 1000 unit saja. Setiap mobilnya diberi nomor produksi untuk limited edition yang ke berapa. Nah, tapi teman-teman ga usah kuatir, karena perbedaan Xpander Limited Edition dan Ultimate ga jauh. Cuma ditambahkan assesories aja agar terlihat futuristik dan makin gagah aja. 

Berikut keunggulan Mitsubishi Xpander yang saya rangkum dari penjelasan mas Giri ya teman-teman. 

1. Mitsubishi Xpander jenisnya LMPV atau singkatan dari Low Multi Purpose Vehicle. FYI aja, mobil MPV sering disebut sebagai mobil keluarga dengan konfigurasi tujuh penumpang. Nah, ini yang penting, bisa ngangkut saya dan suami juga tiga anak saya, ye kan?

2. Sesuai dengan jenisnya, Mitsubishi Xpander punya beberapa fitur keunggulan diantaranya mesin bertenaga yang disalurkan melalui transmisi otomatis 4 percepatan atau manual 5 percepatan ke roda depan. Silakan pilih yang mana yang paling sesuai dengan kita. 




Untuk bahan bakar Mitsubishi Xpander menggunakan bensin dengan kapasitas 1500 cc. Jadi cocok banget deh untuk kondisi jalanan di Indonesia yang lebih banyak digunakan di kecepatan rendah. Apalagi buat ebo-ebo kaya saya yang senengnya alon-alon asal kelakon, biar lambat asal selamat. 

3. Disamping kapasitas cc-nya yang pas dilarikan dengan kecepatan sedang, dari segi hitungan bujet penggunaan bensinnya juga lebih ekonomis, membuat mesin semakin efisien dan bertenaga serta ramah lingkungan. 

Koq bisa gitu, penisirin kan? Menurut mas Giri, hal itu dikarenakan mesin Xpander menggunakan teknologi VVT (Variable Valve Timing). Teknologi ini mampu mengatur bukaan katup yang berfungsi untuk menyemburkan bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan. 

4. Btw, faktor kenyamanan sebenarnya menjadi urutan akhir prioritas saya dalam memilih mobil. Akan tetapi dengan range harga yang terjangkau kalau bisa dapet yang interiornya lebih nyaman plus kabinnya lebih senyap di kelasnya kaya gini, kenapa tidak?




Tapi hati saya ciut juga ketika dibisiki harga Mitsubishi Xpander. Lebih dari dua ratus jutaan euy. Etapi, kan ada fasilitas cicilan yang menggiurkan selama pameran IIMS. Dan andai deal beli Mitsubishi Xpander, rasanya kalau diberdayakan dengan disewakan harian lepas kunci atau dijadikan ojol mayan juga bisa nutup cicilan. 

Tips Keuangan : Pinter Bener Membeli Mobil Untuk Millenials 



Masih dalam kebimbangan dari panggung utama terdengar live music yang kemudian menggiring langkah saya menjauh dari mas Giri. "Oke mas makasih infonya ya, ntar saya nunggu acc dari bos dulu di rumah, ya." 

Pucuk dicinta ulam tiba. Sebentar lagi rupanya akan ada talkshow keuangan bertema Pinter Bener Beli Mobil Untuk Millenials. Hmmm, ini dia yang kucari.. 

Menghadirkan Farah Dini Novita, co founder Jouska yang bakal membagikan tips keuangan seputar beli mobil untuk millenials, tapi bagi saya juga penting nih meskipun saya dari kalangan kolonial. Karena perlu tidaknya membeli mobil juga harus dipertimbangkan dengan kemampuan keuangan. Setuju kan? 

Mba Farah mengatakan, beli mobil memang bisa dengan cara mencicil tapi pastikan dulu kalau seluruh hutang termasuk cicilan mobil tak lebih dari 30 persen penghasilan. Nah, setelah seattle pertimbangkan jangka waktu cicilan. Namanya juga kendaraan, artinya keproduktifannya akan menurun sejalan dengan waktu maka sebaiknya jangka waktu cicilan 4 tahun saja. 

Namun gimana kalau beli mobil seken? Mba Farah menyarankan sebaiknya sih membeli yang baru karena mesinnya masih gres sehingga ongkos perbaikan dan perawatan ga akan menelan biaya. 

Dari penjelasan yang disampaikan mba Farah maka buat teman-teman terutama dari kalangan millenials, daripada punya duit dipake buat travelling mending beli aja mobil Mitsubishi Expander aja. Kenapa saya sarankan? 

Campaign #PilihXpanderPinterBener
Melalui campaign #PilihXpanderPinterBener Mitsubishi memperkenalkan berbagai keunggulan Mitsubishi Xpander Limited Edition dan model lainnya selama pameran IIMS 2019 berlangsung atau promosi, yakni : 

1. Pinter Biaya Perawatannya
Kalau kita membeli Mitsubishi Xpander melalui smart package dengan cicilan bunga nol persen kita berhak mendapatkan penghematan biaya perawatan reguler higga 25%. 

2. Pinter Harga Spare Part-nya
Selain itu, kemudahan membeli spare part dan biaya nol rupiah atau gratis untuk biaya jasa bener-bener menggiurkan nih karena berlaku sampai dengan tiga tahun atau 50.000 km. 

3. Bener Mudah Cari Dealer-nya
Dealer Mitsubihi tersebar di seluruh Indonesia yang jumlahnya ada 284 dealer bikin hati tenang deh kalau-kalau kita lagi berada di kota lain dan ga familiar dengan lingkungannya. Untuk kesiapan jangan kuatir, sebanyak 1886 service advisor dan mekanik selama 24 jam siap melayani kita. 





4. Bener Nyaman Mobilnya
Sudah ga diragukan lagi deh dengan kenyamanan Mitsubishi Xpander Limited Edition. Dengan 4 fitur keunggulan yang saya sebut di atas maka mesin yang mumpuni, suspensi yang stabil,, kenyaman interior dan kabin yang lebih senyap dikelasnya plus harga yang lebih terjangkau untuk spek seperti ini. Dan btw selama IIMS 2019 kalau deal beli ada lucky dip berupa emas, jam tangan atau assesories mobil Xpander. Dan katanya bakal dapet free premium seat cover nih. Waaaaaaa, mupeng hahahaha...

Jadi gimana nih, mau warna apa ya? 


Kamis, 09 Mei 2019

Seminar IDLC : Berbagai Problematika Seputar Peralihan Hak Atas Tanah Yang Harus Kita Tahu



Teman-teman, hari gini siapa, sih, yang ga ingin punya harta dan uang melimpah? Coba kita perhatikan, kalau ada topik pembahasan soal gimana cara menghimpun kekayaan tentu tak sedikit yang antusias nyamber, ye kan? 

Nah, sayangnya pembahasan soal uang juga sensitif karena kerap bersinggungan dengan hubungan baik. Sudah banyak ribut-ribut soal uang yang kita dengar. Kakak beradik rebutan rumah orang tuanya yang sudah meninggal, ribut harta gono gini akibat perceraian, pembagian saham dalam kerjasama bisnis yang berakhir ricuh ataupun jual beli aset yang berujung dengan pertikaian. 😔



Terkait dengan kemelut yang mungkin saja dapat kita alami, dalam seminar rutin yang diselenggarakan IDLC di Ibis Tamarin, Menteng, Jakarta pada 30 April 2019 silam beruntung saya bisa berkesempatan hadir lagi. Kali ini topik yang diangkat sangat lekat dengan kehidupan mengenai 'Berbagai Macam Proses Peralihan Hak Atas Tanah dan Potensi Permasalahan Yang Timbul'. Wah, berat nih kayanya.

Namun saya salah sangka. Seminar setengah hari rupanya berlangsung cukup 'panas'. Puluhan  peserta yang berprofesi sebagai Notaris dan PPAT, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia tak henti bertanya dan langsung diulas dengan gamblang oleh keynote speaker Mba Irma Devita. 

Ga heran sih dengan jam terbang selama dua puluh tahunan, sebagai Notaris dan PPAT di Jakarta Utara ibu satu anak ini juga dikenal sebagai trainer dan speaker di berbagai forum, baik nasional maupun internasional. Pun sebagai founder lembaga pelatihan IDLC mba Irma termasuk aktif membagikan pengalamannya melalui blog dan buku-buku mengenai hukum yang ditulisnya. Yang terbaru yakni aplikasi irmadevita sebagai salah satu penunjang pembelajaran hukum secara berkesinambungan melalui smartphone. Dan ada lagi yang terbaru rupanya,  beliau juga nulis komik, lho. Waaah,produktif sekali ya 🙈






Sebelum mengulas habis seluruh materi mba Irma Devita mengatakan, "sejatinya berbagai problematika dapat diantisipasi sejak awal. Memang, sih, kelihatannya ribet dan makan waktu tapi percaya deh, potensi permasalahan yang timbul di masa datang dapat diminimalir kalau Notaris sudah bekerja sesuai SOP."

Tambahnya lagi, White colour crime itu banyak. Tak dapat dipungkiri Notaris kerap dihadapkan pada pihak-pihak yang sedemikian meyakinkannya sehingga kami kira benar. Pernah ada kejadian akte lahir saya pun sempat dipalsukan orang.

Duh, ga kebayang, bagaimana dengan saya atau teman-teman yang buta sama sekali dengan kenakalan-nakalan oknum jahat. Bisa-bisa habis semua harta yang dikumpulkan pelan-pelan. Macam mba Irma aja masih ada yang niat memperdaya ya 😢




Kembali ke laptop. Dalam seminar yang dimoderasi mba Alya Rohali ada tiga pokok pembahasan mengenai proses peralihan hak atas tanah.  

1. Hak Atas Tanah dan Proses Peralihannya 
Dalam UUD 45 disebutkan pada dasarnya seluruh tanah yang berada di wilayah bumi Indonesia adalah milik negara. Landasan hukum ini sering menjadi acuan dalam keputusan-keputusan yang dibuat Notaris dan PPAT.

Terkait dengan kepemilikan hak atas tanah mba Irma mendefinisikan jenis hak atas tanah yang dibagi dua; primer dan sekunder. Kalau Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Guna Usah dan Hak Pengelolaan termasuk ke dalam jenis primer. 




Sedangkan hak atas tanah yang termasuk jenis sekunder (derivatif) yaitu : 
  • HGB/HGU/HP di atas tanah Hak Milik atau HPL,
  • Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) di atas HPL Atau hak primer lainnya,
  • Hak Pakai di atas tanah negara, 
  • Hak Sewa di atas tanah Hak Milik/HGB/HGU/Hak Pengelolaan atas tanah negara,
  • Hak untuk memungut hasil hutan.

Masing-masing hak atas tanah memiliki penguasaan yang berbeda-beda tapi dari nilai ekonomisnya hak jenis primer dapat diperjualbelikan dan dijadikan jaminan hutang. Dibuktikannya dengan surat kepemilikan hak. 

Mba Irma mengatakan, hak pakai di atas tanah negara yang masuk ke jenis sekunder tak bisa dipindah tangankan ya, karena masuknya ke dalam asset negara. Hak Pengelolaan merupakan hak menguasai tanah negara yang sifatnya khusus. Artinya kewenangan dilimpahkan langsung kepada pemegang HPL. Dalam hal ini pemegang HPL adalah intansi pemerintah, pemda, BUMN dll. Kalau kita nekat ya siap-siap aja masuk ranah hukum. Berani? hehehe

Contoh kasus lain yang diangkat yakni jual beli dengan asing. Di sini saya sempat teringat debat capres waktu itu yang mem-blow up hal begini. Menurut mba Irma, jual beli dengan orang asing itu sah-sah aja, syaratnya WNA tersebut harus berdomisili di Indonesia selama lebih dari satu tahun. Nantinya WNA bisa menggunakan hak pakai di atas hak milik atau hak pakai di atas tanah HGB yang dituangkan dalam perjanjian. Jadi WNA tetap tidak diperbolehkan 'memiliki' tanah di negara kita ya teman-teman, dia hanya bisa 'memakai' saja.




Begitupun dalam kawin campur. Kalau terjadi perceraian atau meninggal dunia dan meributkan harta gono gini, kembali lagi ke undang-undang bahwa WNA tidak dapat memiliki hak atas tanah ; baik penuh maupun separuh. Hak atas tanah sifatnya turun temurun jadi WNA otomatis  tidak bisa memiliki fisik rumah atau tanah. Namun tetap ada solusinya koq. WNA bisa menerima uang penjualan dari rumah atau tanah karena kembali lagi dia tak boleh memiliki fisiknya tapi dalam bentuk liquid saja. 

Dalam keterkaitannya dengan jual beli Mba Irma menyarankan, kalau mau beli tanah atau bangunan yang harganya murah hati-hati. Jangan tergiur. Siapa tau sertifikatnya sedang digadaikan lalu si oknum bikin sertifikat baru dengan alasan hilang. Kalau ini terjadi, sertifikat ada double bahkan triple karena semua pihak merasa punya hak atas tanah atau bangunan yang disengketakan tersebut. Bisa ditebak kelanjutannya gimana kan? Sereemmm 


2. APHB (Akta Pembuatan Hak Bersama)

Hak bersama merupakan sebuah kondisi dimana ada dua orang atau lebih yang sama-sama berhak atas tanah (HAT) atau hak milik atas rumah susun (HMRS). Biasanya hak bersama didapatkan dari garis vertikal yakni warisan dan garis horizontal yakni perkawinan.

Dikarenakan salah satu pihak ingin mengakhiri hak bersama maka melalui pejabat PPAT pembagian hak bersama atau nama kerennya APHB menjadi solusinya. Mekanisme APHB sama seperti dalam jual beli aja namun penghitungan pajak yang menyertai sedikit ada perbedaan.

Berikut contoh kasus APHB yang berkaitan dengan jual beli dan hibah waris.

Dicontohkan Adi meninggal dunia dan meninggalkan istrinya Bella dan dua anak Citra dan Dana. Kedua anaknya sepakat untuk menyerahkan hak atau bagian tanah warisannya kepada ibu mereka, Bella.




Maka perhitungannya sebagai berikut :
Bella menerima 1/2 harta bersama + 1/2 x 1/3 = 4/6 bagian
Citra dan Dana masing-masing menerima 1/6 bagian

Perhitungan pajaknya sebagai berikut :

Jika Citra dan Dana yang melepaskan bagiannya untuk diberikan kepada ibunya maka proses yang ditempuh adalah APHB atau jual beli dengan perhitungan sebagai berikut :
Pph ----> 2/6 x (nilai transaksi x 2.5%
BPHTB ----> 2/6 x Nilai transaksi - NJOPTKP x 5%

Jika Bella yang melepaskan bagiannya untuk anaknya yakni ke Citra dan Dana maka proses yang ditempuh adalah HIBAH (bukan waris ya karena hukum waris dibagi begitu ada kematian) dengan perhitungan sebagai berikut :
PPh ---> dibebaskan dengan catatan jika SKB dikabulkan 
BPHTB ---> 2/6 x nilai transaksi - NJOPTKP x 5%

Tahapan prosesnya sebagai berikut :

1. yang pertama kali dilakukan adalah proses balik nama waris dan membayar BPHTB waris.

2. Setelah itu ditentukan apakah akan dibuatkan APHB atau akta Hibah atau APHB? 
  • Kalau Akta : jual beli prosesnya melalui jual beli biasa
  • Kalau Akta Hibah : jika mekanismenya hibah, bila SKB dikabulkan maka pengenaan pajaknya dibebaskan untuk hibah satu garis lurus baik ke atas maupun ke bawah
  • Kalau APHB atau Akta Pembagian Hak Bersama : jika mekanismenya melalui APHB

3. Nah step terakhir proses balik nama kepada pembeli atau penerima APHB. 

Daripada menggunakan metode waris sebaiknya pakai metode hibah asalkan disetujui dan ikhlas semuanya. Karena kalau menggunakan metode hibah penghitungan pajaknya lebih murah ~ Irma Devita 

2. Inbreng
Topik yang dibahas terakhir  mengenai inbreng. Ada yang tau? Inbreng adalah sebuah istilah dimana seseorang menyetorkan modal dalam bentuk asset pribadinya ke dalam harta kekayaan perusahaan. Jadi modal dalam perusahaan patungan ga cuma punya uang tunai aja teman-teman. Punya skill atau asset juga bisa dijadikan modal. 

Dengan memasukkan ke dalam harta kekayaan perusahaan maka setiap pemberi modal berhak mendapatkan saham. Namun yang harus diperhatikan, asset yang dijadikan modal tersebut berarti sertifikatnya harus dibalik nama menjadi atas nama PT bukan atas nama perseorangan lagi. Kesimpulannya,  peralihan hak atas tanah di sini artinya sama aja dengan mekanisme jual beli.




Mba Irma menyarankan, untuk kasus seperti ini sebaiknya sebelum nyetor aset kekayaan untuk dibuatkan akta inbreng cek dulu sahamnya dihargai berapa rupiah. Karena seluruh pemodal akan mendapat keuntungan saham, maka kewajiban bayar pajak juga akan menyertai. Selain itu perusahaan juga akan dikenakan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Kalau ga salah pajak penghasilan kena 5% dan BPHTB juga sama 5 %.

Demikianlah pemirsaaah, ilmu agraria jadi makin bertambah nih. Rupanya berbagai problematika seputar peralihan hak atas tanah yang harus kita tahu dapat mencegah potensi terjadinya masalah di kemudian hari. Andai masih belum tercerahkan  teman-teman bisa donlod aplikasi irmadevita ya di playstore dari gadeget teman-teman, atau silakan kunjungi : 




Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC7whoBnXTxlEgky9W5ZmgGA

Website : https://irmadevita.com/

Instagram : https://www.instagram.com/irmadevitacom/?hl=id

Dan bagi teman-teman yang ingin ikutan seminar yang digelar IDLC silakan pantau aja di : 

Instagram : https://www.instagram.com/eventidlc/?hl=id















Senin, 06 Mei 2019

Tak Perlu Risi Kala Menstruasi, Kan Ada Betadine Feminine Hygiene



Teman-teman, kalau bicara soal menstruasi ada yang masih ingatkah kala pertama kedatangan tamu bulanan ini? Saya sendiri masih ingat banget. Kala itu saya masih duduk di bangku SMP kelas satu (sekarang kelas 7). Beruntung saya mempunyai tiga kakak perempuan yang umurnya berjarak selang dua tahunan. Makanya saya tak kikuk lagi ketika akhirnya si merah ini datang.

Namun lain lagi dengan Rini teman saya. Waktu itu saya sampai ketawa ngakak ketika Rini menceritakan gimana kelirunya dia saat pakai pembalut. Bagian perekat bukannya ditempelkan di celana tapi justru diletakkan ke arah atas. Taukah apa yang selanjutnya terjadi? Dia kesakitan ketika waktunya ganti pembalut karena rambut kemaluannya menempel di perekat 😂

Waktu terus berlalu. Ga terasa anak perempuan saya, Nala, kini sudah SMA. Masih segar dalam ingatan kala putri saya ini pertama kala kedatangan menstruasi. Waktu itu dia baru kelas enam SD. Setahun lebih cepat dari tamu saya. Namun itu adalah hal wajar. Anak jaman now memang pubertasnya lebih cepat, koq. Sudah bukan hal yang aneh kalau di usia 9 tahunan sudah ada yang mengalaminya.

Remaja sekarang juga jauh lebih kritis dibandingkan jaman old. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kerap bikin orang tua terkejut. Begitupun Nala. Namun kalau pertanyaannya seperti begini misalnya, "kalau lagi menstruasi katanya kalau ML sama pacar ga bisa hamil. Bener ga sih, dok?"

Ngookkk...Saya bakal kejang-kejang deh... 😱


Ada Rasa Tabu Membahas Menstruasi
Pertanyaan kritis dari pelajar SMA yang cukup bikin saya meringis ini sungguh nyata teman-teman. Saya menyadari, sampai saat ini masih banyak yang belum memahami informasi mengenai menstruasi dengan benar. Terlebih masih beredar mitos di masyarakat mengenai menstruasi sehingga rasanya tabu membicarakannya dengan lugas.

Saya sendiri pernah mendengar mitos-mitor seperti soal larangan makan daging saat menstruasi, larangan berenang saat menstruasi, atau larangan keramas saat menstruasi. Padahal itu salah besar. Makan daging justru baik untuk kesehatan karena saat menstruasi tubuh kita lagi butuh-butuhnya zat besi yang berasal dari daging yang dimakan, kan? Berenang saat menstruasi juga ga dilarang. tapi yang ditakutkan biasanya saat menstruasi kontraksi otot-otot perut dapat menyebabkan kram. Kram otot itulah yang dikuatirkan dapat membahayakan keselamatan kita. Begitupun keramas. Mosok menjaga kebersihan diri aja ga mau. Hayo kalau ga mau mandi dan keramas bukan hanya bau tapi kuman dan bakteri jadi seneng nempel lho 😌

Terkait dengan mitos dan adanya rasa tabu membahas menstruasi di kalangan masyarakat peringatan Hari Menstruasi 2019 menjadi sebuah momentum untuk mengedukasi perempuan mengenai menstruasi hygiene management. Tak dapat dimungkiri masih banyak perempuan yang belum mendapat informasi yang cukup mengenai menstruasi mengingat remaja putri yang tidak sekolah pun masih banyak. Padahal manajemen kebersihan menstruasi juga punya kontribusi pada kesejahteraan ekonomi juga pada pendidikan kesehatan anak-anaknya di masa mendatang.

Ga kepikir kan?



Sebab itu dalam kampanye #KarenaKitaPerempuan #SalingMenjaga yang dihelat di Beka Resto, Balai Kartini, Jakarta pada 30 April 2019 silam ajakan untuk para Blogger dan Influencer yang hadir dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan area kewanitaan.

Ya memang, alangkah baiknya sedari dini setiap perempuan sudah diajarkan pengetahuan mendasar untuk menjaga kebersihan dirinya sendiri. Dan diperlukan sinergi semua pihak baik dari si perempuan itu sendiri, pemerintah, swasta dan organisasi seperti yang telah dijalankan Kemenkes RI dan PT. Mundipharma Healthcare Indonesia.

Kemenkes RI selama ini tak henti mensosialisasikan pentingnya program edukasi di tengah masyarakat melalui UKS dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Kemenkes RI juga terus mensosialisasikan ajakan agar perempuan aktif bertanya pada tenaga kesehatan terdekat terlebih bila ditemukan gejala menstruasi yang tidak biasanya.



Dalam pemaparannya drg. Wara Pertiwi O, MA - Kasubdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Dit Kesga - Kemenkes RI mengatakan,"kami sangat mengapresiasi dukungan PT. Mundipharma Healthcare Indonesia sejak tahun 2017 lalu. Edukasi yang sudah berhasil kami laksanakan adalah kunjungan ke sekolah-sekolah lanjutan atas dan peluncuran buku saku 'Sehat dan Bersih Saat Menstruasi' yang telah didistribusikan ke lebih dari 1000 sekolah dan para ibu."

Sisi-sisi Menstruasi
Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dialami setiap perempuan. Ditandai dengan keluarnya darah dari dalam rahim, luruhnya lapisan dinding bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi akan berlangsung selama 3 - 5 hari dengan siklus normalnya setiap 28 hari sekali.

Dipaparkan dr. Merry Sulastri - Educator & Trainer Mundipharma, "menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi merupakan hal yang penting dilakukan."



Alasannya jelas, saat menstruasi resiko infeksi semakin meningkat akibat pH area kewanitaan yang berubah. Normalnya pH area kewanitaan adalah 3,5 - 4,5 dan dapat meningkat hingga 7,4. Kondisi tersebut alih-alih menurunkan jumlah bakteri baik tapi malah meningkatkan jumlah bakteri jahat. Dengan begitu bakteri baik tak mampu lagi melindungi dari serangan bakteri jahat yang mungkin masuk ke dalam vagina.

Selain faktor meningkatnya pH, pada saat menstruasi kondisi lembab di area kewanitaan membuat kehadiran kuman baik bakteri ataupun jamur pun semakin berkembang. Kondisi tersebut semakin diperparah lagi dengan kebiasaan  jarang mengganti pembalut atau pakaian dalam.

INFO : Jarang mengganti pembalut bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi pada alat reproduksi saat menstruasi dan meningkatkan resiko terkena infeksi saluran kencing atau infeksi saluran reproduksi. 

Tips Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan 
Rumus sederhana yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan area kewanitaan mudah saja dilakukan. Sebaiknya setiap perempuan sudah diberikan pengetahuan ini sejak sebelum menstruasi untuk pertama kalinya. Nah, tugas kita sebagai ibulah yang pertama mengedukasi anak-anak kita.

Bagi yang belum mengalami menstruasi sebaiknya  :

1. Cebok atau membersihkan organ intim dari arah depan ke belakang supaya kumannya tak loncat berpindah dan masuk ke dalam vagina.

2. Setiap habis dari toilet biasakan untuk selalu mengeringkan permukaan area kewanitaan karena kuman menyukai kelembaban.

3. Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang area kewanitaan.


Sedangkan bagi yang sudah mengalami menstruasi sebaiknya dibiasakan untuk :

1. Ganti pembalut setiap 4 - 6 jam sekali.

2. Rajin mengganti pakaian dalam setiap terasa lembab. Untuk praktisnya orang kerap mengganti pembalut sekaligus mengganti pakaian dalamnya.

3. Untuk mengurangi kelembaban yang mungkin disebabkan bahannya disarankan untuk memilih pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat.

4. Jangan tukar pakai pakaian dalam dengan orang lain.

5. Setiap beli pakaian sebaiknya sih dicuci dulu sebelum dipakai.

6. Tidak dianjurkan menaburkan bedak atau minyak kayu putih  di sekitar area kewanitaan

7. Bagi yang aktif secara sexual juga dihimbau untuk menggunakan alat kontrasepsi yang cocok dan aman.

Betadine Feminine Hygiene
Yang perlu kita pahami, rajin membersihkan area kewanitaan jangan cuma dilakukan pas menstruasi aja. Sehari-harinya pun area kewanitaan juga harus mendapat perhatian khusus. Kalau perlu gunakan sabun pembersih area kewanitaan khusus.




Betadine diproduksi PT. Mundipharma Healtchare. Menyediakan rangkaian produk pembersih area kewanitaan yang terlengkap di dunia. Mulai dari pembersih kewanitaan sehari-hari yang mengandung prebiotik, pembersih kewanitaan yang mengandung daun sirih dan prebiotik, pembersih kewanitaan khusus untuk menstruasi dan untuk mengatasi infeksi area kewanitaan yang dilengkapi dengan aplikator.

Salah satu solusi yang terbukti secara medis dalam menjaga kebersihan kewanitaan saat resiko infeksi meningkat termasuk selama periode menstruasi adalah Betadine Feminine Hygiene. Kegunaannya untuk membunuh bakteri di area kewanitaan. Bedanya dengan sabun pembersih lain karena Betadine Feminine Hygiene tak mengandung sabun yang dapat merusak flora alami kewanitaan. Kandungan pH di dalamnya balance sama dengan pH normal area kewanitaan kita.

Keunggulan lain Betadine Feminine Hygiene adalah komposisinya yang mengandung povidone - iodine 10% yang terbukti mampu membunuh kuman (bakteri, jamur, virus) penyebab keputihan, gatal, iritasi dan bau tak sedap yang dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas.


Salah satu ancaman pada area kewanitaan yang perlu diwaspadai adalah kanker serviks. Kanker yang menyerang serviks atau leher rahim perempuan Indonesia masih menempati peringkat terbesar sebagai pembunuh selain kanker payudara. Nah, salah satu gejalanya adalah gangguan pada siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya. Untuk itu, tak ada salahnya bila pengetahuan perempuan mengenai ancaman penyakit ini dan pemahaman akan siklus menstruasi perlu ditingkatkan agar lebih waspada dalam menjaga area kewanitaan.

Menutup sesi talkhsow Adi Prabowo - Head of Brand Strategy & Category Development Mundipharma Indonesia mengatakan, "sejatinya masa menstruasi tak boleh menjadi halangan bagi perempuan untuk tetap melakukan aktivitas rutinnya. Kami berharap melalui kampanye ini penyebarluasan informasi melalui media sosial dan buku saku "Sehat Bersih Saat Menstruasi" dapat menjadi panduan di tengah masyarakat."










Minggu, 05 Mei 2019

Pengen Punya Simpenan Emas Lebih dan Penghasilan Tambahan? Jadi Teman Treasury Yuk!



Sakit kepala rasanya kalau membayangkan harga bawang putih di pasaran sekarang ini. Maunya sih ga beli tapi kan butuh. Tingginya biaya hidup sehari-hari  jelang Ramadhan seperti ini ditambah kebutuhan biaya sekolah anak-anak yang sebentar lagi lulus-lulusan memang ga usai-usai ya kalau dibahas aja. Mau ga mau kita harus cari siasat supaya ga defisit, setuju?!

Sebab itu gimana caranya nambah pemasukan selain dari blog menjadi hal yang saya pikirkan terus supaya ga defisit terus. Alhamdulillah, hasil dari nge-drop aneka kebutuhan muslimah seperti jilbab, pashmina, blus, kulot dan celana panjang di kantor Lina keponakan responnya bagus banget. Doakan lancar terus, ya, teman-teman. Aamiin...

Jujur, saya masih menyesali masa-masa bekerja dulu kenapa ga rajin nabung. Stupidnya lagi saya koq malah terpesona nyicil plastikan merk *tuutttt* yang harganya kalau dikonversikan dengan harga emas sekarang jadi bikin nyesek deh, huhuhu...

Tapi dalam sesi sharing bareng Treasury pada 2 Mei 2019 silam saya sedikit terhibur karena saya ga sendiri. Teman-teman Blogger yang hadir juga masih banyak yang belum pandai memetakan kemana uangnya pergi? Nah sebelum terlambat yuk ah kita hambat.

Ki - ka : Pahlevi Dzulfikar, Melvin Mumpuni

Kebutuhan Orang Tidaklah Sama
Melvin Mumpuni, Founder and Financial Planner Finansialku menuturkan, "arus kas personal adalah salah satu fondasi dasar dari perencanaan keuangan. Tujuan keuangan akan lebih memungkinkan utuk dicapai bila kesehatan arus kas terjaga dengan baik. Namun sayangnya banyak orang yang terbalik dalam menyusun skala prioritas arus kas keuangan. Bukannya berusaha memperbaiki keuangan yang adalah malah menekan pengeluaran. Padahal untuk mencapai arus kas yang sehat bisa dilakukan dengan cara mencari penghasilan tambahan."



Adapun kriteria arus kas keuangan personal yang sehat adalah penghasilan yang didapatkan bisa mencukupi semua jenis pengeluaran bulanan. Caranya adalah dengan mendahulukan pengeluaran untuk tabungan agar agar rencana keuangan jangka panjang dapat tercapai.

Untuk jelasnya Melvin membagikan tips dalam menyusun skala prioritas arus kas keuangan.

Umumnya orang mengelompokkan pengeluaran dengan urutan sebagai berikut : 

- pajak dan potongan 
- donasi 
- bayar utang / cicilan 
- pengeluaran RT 
- asuransi 
tabungan dan investasi



Padahal idealnya agar arus kas personal tetap sehat urut-urutanya adalah sebagai berikut : 

- pajak dan potongan 
- donasi 
- tabungan dan investasi 
- asuransi 
- bayar utang / cicilan 
pengeluaran RT


Melvin mengakui, dalam pengaturan keuangan dirinya tak peduli akan rasio persentase. Menurutnya, kebutuhan orang tidaklah sama jadi ga bisa dipatok rata. Kalau diibaratkan dengan anjuran minum air sejatinya kita disarankan minum 2,5 liter air perhari, kan? Namun apakah kebutuhan air tubuh kita sama dengan kebutuhan atlet misalnya? Ngga dong.

Penghasilan Tambahan 
Melvin menyarankan sebaiknya kita mempunyai penghasilan untuk bisa membayar berbagai pengeluaran rutin tanpa mengganggu alokasi dana lain. Apalagi berdasarkan data Bank Dunia tahun 2018 juga menguatkan hal sama. Disebutkan saat ini masyarakat Indonesia masih tergolong negara berpendapatan menengah ke bawah dengan pendapatan per kapita 4.041 USD. Untuk mencapai taraf hidup yang tinggi masyarakan Indonesia harus meningkatkan pendapatannya hingga 300 persen atau senilai dengan 12.400 USD.

Kemudian Melvin menanyakan, seberapa besar sih penghasilan kita sebagai Blogger dapat menafkahi? Siapa hayo yang punya penghasilan lain selain dari ngeblog? Nah, bagi yang belum punya penghasilan tambahan yuk ah kita pelajari gimana caranya :

1. Resources adalah berupa waktu + tenaga + uang. Maksimalkan resources yang kita miliki yuk

2. Sebisa mungkin tambahan pemasukan digunakan untuk segera melunasi pinjaman konsumtif dan/atau kebutuhan produktif.

3. Penghasilan tambahan jangan mengganggu penghasilan utama.



Aplikasi Treasury 
Untuk mendukung masyarakat punya penghasilan tambahan seneng banget dong saya bisa mengenal lebih dalam tentang Teman Treasury. Tapi sebelum membahas mengenai mekanismenya kita perlu mengenal dulu dong apa sih Treasury ini?

Treasury adalah platform daring untuk membeli, menyimpan dan jual emas batangan serta perhiasan. Selain itu di dalam aplikasi ini kita menyediakan layanan transfer dan reedeem emas bagi pelanggan.

Ada berbagai pilihan pembayaran melalui fitur isi celengan yaitu melalui Virtual Account seperti BCA, BNI, Mandiri, BRI dan lainnya. Bisa juga melalui Bank Transfer melalui ATM Bersama, Convenient Store sepeti Alfamart dan E-Wallet melalui Doku Wallet. Mudah kan?

Untuk mengaksesnya kita hanya perlu mendonload melalui Google Playstore dan App Store di smartphone kita. Dan kita ga perlu kuatir karena Treasury telah menjadi anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) sebuah asosiasi yang memayungi perusahaan dan institusi keuangan yang memaksimalkan peran teknologi dalam bisnisnya. Keanggotaan FINTECH juga merupakan salah satu persyaratan bagi perusahaan fintech dalam melakukan proses pencatatan untuk mendapatkan ijin dari OJK.

Untuk menjaga keamanan bagi pelanggannya Treasury juga bekerjasama dengan lembaga kliring sebagai penjamin transaksi dan UBS (Untung Bersama Sejahtera) sebagai penyedia emas dalam bentuk fisik yang ditransaksikan.



Teman Treasury
Teman-teman, dalam mengelola keuangan pribadi hal yang harus didahulukan adalah alokasi untuk memiliki simpanan, yekan? Nah melalui Teman Treasury kita bisa punya penghasilan tambahan dan punya simpenan emas lebih, lho. Caranya gampang banget.

Dalam pemaparannya Pahlevi Dzulfikar, Business Analyst Executive Treasury mengatakan, "untuk menjadi Teman Treasury pengguna hanya perlu mendaftarkan diri dengan membeli emas senilai Rp. 50.000 (belum termasuk pajak) pada saat proses awal pendaftaran. Setelah itu, Teman Treasury akan diminta membuat kode refferal untuk dibagikan dan mengajak temannya lagi yang lain untuk menjadi pengguna Treasury."

Benefitnya tentu ada. Teman Treasury akan mendapatkan banyak keuntungan yaitu :


1. mendapatkan emas gratis yang jumlahnya bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.


2. Mendapatkan poin dari setiap transaksi yang dilakukan mulai dari Rp. 20.000,- dan berlaku kelipatan dan berkesempatan mendapat emas gratis sebesar setengah kilogram.



3. Bisa mengakses promo khusus dan juga berbagai pelatihan.


Gimana teman-temantertarik untuk bergabung menjadi Teman Treasury? 

Senin, 22 April 2019

Imunisasi Lengkap Tak Hanya Penting Untuk Kesehatan Anak Belaka

April 22, 2019 6


Bicara soal imunisasi, kalau diingat-ingat, rasanya hanya Dega si bontot, deh, yang imunisasi dasarnya tak lengkap. Kesibukan mengurus rumah sambil mengasuh ketiga anak yang masih kecil membuat saya menunda-nunda terus pergi ke bidan untuk memberikan imunisasi untuknya sesuai jadwal.

Saya paham imunisasi tujuannya baik. Meskipun banyak informasi negatif yang mampir di telinga namun saya tak percaya begitu saja. Pemberian imunisasi tujuannya tak lain untuk membangun kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu. Namun, efek setelahnya yang saya kuatirkan yakni demam. Tau sendiri kan kalau anak demam biasanya jadi cranky. Kalau cranky nanti kerjaan rumah bisa terbengkalai. Duuh, bisa-bisanya ya saya mikir gitu? Egois banget. *Plaakkk

Dalam Blogger Gathering yang diselenggarakan Kemenkes RI di Wyndham Hotel, Kasablanka, Jakarta Selatan, 15 April 2019 silam fakta kesehatan yang dipaparkan dr. Cissy B. Kartasasmita, Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI dan drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid selaku Direktur Surveylans dan karantina kesehatan, Kemenkes RI yang membuat saya makin merasa bersalah. 

Dr. Cissy memaparkan, prevalensi penyakit yang menyebabkan kematian dan kecacatan masih cukup tinggi di Indonesia sehingga menjadi fokus perhatian Kemenkes RI. Dan faktanya, salah satu penyebab dari ancaman tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi.  

Mak jlebbb hati saya.

Padahal, tiga puluh persen anak-anak masa kini adalah generasi yang akan memegang kendali pemerintahan di masa yang akan datang. Dan itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengupayakannya,  kan?

Nah, untuk itu ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan, seperti :


1. Penyediaan air bersih,
2. Nutrisi seimbang,
3. ASI ekslusif,
4. Imunisasi,
5. Sanitasi sehat,
6. Pengasuhan optimal 

Namun perlu teman-teman ketahui, agar optimal faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semuanya saling berkaitan. Tak cukup hanya memberikan ASI dan nutrisi seimbang saja sebagai upaya umum pencegahan penyakit. Imunisasi secara spesifik merupakan satu cara yang paling cost efektif dan efisien untuk mencegah tertularnya penyakit berbahaya. 

Bagaimana bisa? 

Mari kita telusuri dari sini beragam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Yuk kita hitung berapa banyak biaya yang bisa kita minimalkan bila kita mencegah penyakit daripada mengobati? 





Dr. Cissy menuturkan, beberapa penyakit telah menjadi perhatian dunia dengan adanya komitmen global yang wajib diikuti oleh semua negara atas eradikalisasi polio (ERAPO), eliminisasi campak dan rubela dan eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (ETMN). 

Indonesia sendiri telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan imunisasi sejak tahun 1956. Dan mulai tahun 1977 kegiatan imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu TBC, Difteri, Pertusis, Campak, Polio, Tetanus serta Hepatitis B.



Ah iya, saya semakin menyadari peran imunisasi nyatanya tak hanya baik untuk kesehatan anak saja. Namun ada dampaknya juga terhadap kesehatan keluarga, teman-teman. 

Karena imunisasi itu perlu dan penting bagi kesehatan. Dengan imunisasi tubuh akan membentuk kekebalan melalui  pertahanan non spesifik dan spesifik. Bila anak tidak diimunisasi ia tak mempunyai kekebalan lagi terhadap mikroorganisme ganas (patogen). Dengan begitu resiko meninggal atau cacat sebagai akibat menderita penyakit infeksi berat menjadi ancaman baru. 

Ngerinya, dari anak yang terinfeksi berat bukan tak mungkin dapat menularkannya lagi ke orang lain di sekitarnya. Itu tentu saja membuat penyakit akan tetap berada di lingkungan masyarakat. Duuuhhh.... 

Kembali dr. Cissy mengingatkan bahwa final goal imunisasi adalah eradikalisasi penyakit. Dimulai dari pencegahan perorangan dari penyakit tertentu, seseorang yang telah diimunisasi memiliki 80 - 95% peluang terhindar dari penyakit. Artinya dia berpeluang kecil untuk menularkan penyakit terhadap orang lain. 

Diharapkan transmisi penyakit terputus dengan adanya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi dasar, imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan pada anak secara rutin sesuai jadwal. Vaksinasi diberikan untuk bayi, remaja, dewasa, ibu hamil sampai lansia. Bahkan untuk melindungi kesehatan pelancong yang ingin ke luar negeri (misalnya Umroh) pemberian imunisasi pun rupanya penting lho. 

Sekarang pertanyaannya bagaimana jika sudah terlambat seperti Dega, apakah tetep perlu imunisasi? Jawabannya iya. Ga ada istilah terlambat. Tetap teruskan imunisasi sesuai tahapan usia anak. Karena imunisasi itu penting sekali untuk menurunkan angka kesakitan, menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan juga mencegah beban masyarakat seumur hidupnya.



Alhamdulillah lega hati saya. Jujur, dibandingkan kedua kakaknya Dega paling rentan sakit. Memang sih bukan sakit berat. Hanya radang tenggorokan aja biasanya. Tapi gegara itu Dega jadi sering absen sekolah yang saya kuatirkan akan berdampak pada prestasinya. Tentu saya ingin Dega dan kedua kakaknya menjadi satu dari 30 persen anak bangsa yang akan memegang kendali terhadap masa depan negara kita. 

Namun agak miris juga membayangkan fakta yang diungkap dokter Vensya bahwa di tahun 2018 dalam situasi global dikatakan ada 19,9 juta anak di dunia yang tidak mendapat imunisasi lengkap. Disebutkan juga bahwa 61% anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap ada di 10 negara yakni India, Nigeria, Pakistan, Angola, Congo, Iraq, Ethiopia, Afrika Selatan, Brazil dan Indonesia.



Terkait dengan tantangan program yang dihadapi Kemenkes RI mengenai pro dan kontra imunisasi di tengah masyarakat dokter Vensya menegaskan perlu adanya sinergi semua pihak. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, guru, kader, media juga kapasitas saya sebagai Blogger berperan dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi. 

Karena tak hanya baik untuk kesehatan diri si anak aja dampak imunisasi pun ikut berpengaruh untuk circle yang lebih luas lagi.  Dari circle terkecil yakni diri sendiri meluas ke circle orang di sekitarnya, meluas lagi ke circle masyarakat, meluas lagi ke circle negara bahkan circle dunia. Ayo dukung imunisasi!