Haul Gus Dur ; Meneladani Kiprah Sang Pejuang Ekonomi Rakyat





Innalillahi wainailaihi rojiun. Tiga hari yang lalu negara kita kembali berduka. Bencana Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung menyebabkan lebih empat ratus orang kehilangan jiwa. Diantaranya ada beberapa anggota grup band Seventeen yang sedang menggelar konser di Tanjung Lesung. Dari media online saya juga baru tau kalau grup band ini merilis lagu yang dipersembahkan untuk Haul Gus Dur ke 9 tahun 2018.

Saya bisa mengerti betapa besar kecintaan gitaris grup band Seventeen terhadap sosok Gus Dur sehingga membuatkan lagu untuknya. Sosok yang gemar berkelakar ini memang begitu dicintai banyak orang. Ada banyak gagasan yang terkuak dari sosok Presiden RI ke-empat ini. Pemikirannya yang jauh ke depan membuat Gus Dur selalu dirindukan banyak umat. Tak terkecuali bagi etnis Tionghoa yang kini leluasa merayakan Imlek. Kita pun merasakan dampaknya dengan dijadikannya hari Imlek sebagai hari libur nasional. Jasa besarnya tak dapat terbantahkan sehingga semua setuju bila gelar Bapak Pluralisme ditasbihkan kepadanya.

Gus Dur mengajarkan kita menerima dan mentolerasni keberagaman hidup pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, golongan, agama, adat hingga pandangan hidup

Kebijakan Ekonomi Gus Dur

Selama masa pemerintahannya yang singkat, kondisi ekonomi di masa krisis moneter terbilang sangat sulit. Akan tetapi kebijakan ekonomi yang dilakukan Gus Dur terbilang istimewa. Ditampuknya ia menerima warisan pertumbuhan ekonomi minus 3% dari pemerintahan sebelumnya. Namun dalam tiga bulan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 3,7% dari minus 3% menjadi 0,7%. Setahun berikutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9% atau melompat 1,2%. Dengan capaian laju pertumbuhan ekonomi yang hampir 5% ini tentu memberi harapan Indonesia dapat bangkit menuju pemulihan perekonomiannya. 

Publik tahu Abdurrahman Wahid adalah sosok yang sangat aware mengenai kerukunan antar umat beragama. Beliau juga dikenal sebagai pemikir dan pejuang Ekonomi Kerakyatan. Namun, dimensi pemikiran dan perjuangan ekonomi kerakyatan Gus Dur tersebut tidak banyak dipublikasikan, diantaranya sebagai berikut  :

1. Di eranya reformasi pajak dilakukan dengan merombak total bentuk kelembagaan dan sumber daya manusia di lingkungan DirJen Pajak Kementrian Keuangan. Dengan prinsipnya ia meyakini bahwa dalam mengubah moralitas masyarakat haruslah dengan sabar, agar sesuai dengan nilai-nilai islam yang diyakini kebenarannya dengan jalan memberikan contoh yang baik. Tak heran beliau menjadi role model pejabat untuk sadar pajak, dengan rajin menyetorkan kewajiban pajak ke negara.

2. Sebagai seorang visioner Gus Dur memandang laut adalah masa depan Indonesia. Kondisi ini sesuai dengan geografis Indonesia yang dikelilingi perairan yang menjadi rumah bagi spesies biota laut bernilai ekonomi tinggi. Di perairan kita ada lokasi pemijahan ikan tuna, enam dari tujuh jenis penyu di dunia berada di perairan Indonesia, punya rumput laut kelas dunia dan ratusan jenis ikan hias.

Karena kekayaan itu, tak sedikit nelayan dari negara lain mencuri kekayaan laut kita. Peran Gus Dur sangat besar dalam mengembangkan perhatiannya terhadap laut tanah air dengan mendirikan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kalau ide brilyan ini tidak diwujudkan, kesadaran maritim kita bagaimana bisa bangkit seperti sekarang?

3. Sebagai seorang yang peduli pada masyarakat tertinggal dan kaum minoritas di bidang agrobisnis beliau juga mendorong masuknya investor sebagai off taker untuk menjamin terserapnya hasil panen para petani. Salah satu realisasinya adalah mendorong kerjasama antara petani nanas Subang Jawa Barat dan tapioka dengan PT Morelli Makmur.

Beliaupun berkomitmen memberdayakan potensi rakyat khususnya warga NU (nadhylin) di eranya itu. Atas perannya beliau menginisiasi pembentukan Bank Kredit Pedesaan kerjasama antara PBNU dan Summa Group. Tindakannya ini merupakan respon terhadap problem ekonomi dan kredit keuangan bagi rakyat kecil seperti petani, pedagang dan pelaku usaha kecil dengan modal ekonomi yang dimiliki pengusaha Tionghoa. 

Meneruskan Perjuangan Gus Dur

Dari pemikiran-pemikiran serta visi misinya yang out of box nyatanya sosok Gus Dur mampu menginspirasi pemerintahan sekarang di era Jokowi - JK. Keberhasilannya mengembangkan ekonomi skala kecil hasil kerjasama PBNU dan Summa Group (bagian dari Astra) menjadi inspirasi Kementrian Desa PDTT dengan menggulirkan berbagai inovasi yang tidak biasa. 

Sebagaimana diketahui sejak program dana desa diluncurkan pemerintah tahun 2015 lalu sejumlah infrastruktur telah dibangun dan hasilnya sudah mulai kita rasakan. Akan tetapi dalam pengembangan desa masalahnya bukan sekedar infrastruktur saja tapi juga pergerakan roda ekonomi masyarakat dan pelayananan sosial.  Untuk itu dengan latar belakang sebagai pengusaha Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo menggenjot empat program prioritas pembangunan desa untuk menghilangkan citra desa tertinggal, kumuh dan miskin. 

Nah inilah cara hilangkan citra negatif desa dengan pengelolaan dana desa yang mencakup empat program prioritas Kemendes PDTT  : 

1. PRUKADES. 


PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) adalah program pertama yang dicanangkan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ini merupakan langkah memajukan desa dengan menciptakan produk unggulan di masing-masing desa. Namanya One Village One Product. Jadi bila sebuah desa telah menemukan produk unggulan untuk dikembangkan maka lebih mudah bagi desa itu untuk membangun akses pasar. Dengan kemudahan akses pasar, berbagai hambatan yang selama ini dihadapi warga desa dalam membangun percepatan ekonomi dapat tertanggulangi. 

Oleh karena itu pemerintah tak ragu memberi insentif kepada bupati yang memilih fokus pada komoditi tertentu dengan memberikan bantuan bibit, traktor, jembatan dan apapun yang dibutuhkan desa secara gratis. 

2. Pembangunan Embung. 


Embung adalah penampung air dalam skala besar yang merupakan salah satu dari empat prioritas dana desa yang dicanangkan Kemendes PDTT berikutnya. Dengan latar belakang negara agraris masyarakat Indonesia banyak yang menggantungkan hidup dengan bercocok tanam. Kegiatan ini membuat ketergantungan akan pasokan air sangat tinggi sehingga diperlukan embung untuk menampung air dalam jumlah besar. Dengan dibuatnya embung-embung desa diharapkan masa panen akan meningkat dua sampai tiga kali pertahunnya. 

Meskipun dibuat dengan dana besar tapi dampak positif dengan adanya embung pun luar biasa besar. Bukan saja meningkatkan produktivitas pertanian warga tapi potensi pariwisata desa pun terangkat. Ini akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya juga. Dan dari bibit ikan yang disebar di dalam embung nyatanya berdampak terhadap ketahanan pangan bagi masyarakat desa dengan sendirinya. 

3. Pembentukan BUMDES


Penggunaan dana desa berikutnya dialokasikan Kemendes PDTT untuk pembentukan Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi. Di sini masyarakat diberi kesempatan untuk mengembangkan PRUKADES di desanya misalnya mengelola desa wisata, minimarket, penyewaan tenda kursi, pengelolaan daur ulang sampah dan lainnya. Dengan dukungan dari sisi permodalan yang dikelola BUMDes tentunya diharapkan persoalan masyarakat untuk mandiri secara ekonomi dapat tertanggulangi. 

Namun sayangnya, persoalan SDM masih menjadi kendala tersendiri.Padahal salah satu kunci kesuksesan pembangunan di desa adalah partisipasi masyarakat. Dari akar permasalahan tersebut pemerintah membentuk Akademi 4.0 sebagai respon terhadap revolusi industri 4.0 yang sudah ada di depan mata kita. Bagaimanapun, kreatifitas, inovasi dan jiwa enterpreneurship sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui agen pembangunan desa yakni perangkat desa dan pengelola BUMDes. 

4. Pembangunan RAGA


Sedemikian pedulinya pemerintah terhadap peran individu-individu dalam membangun desa, pemerintah memandang perlunya kesehatan fisik dan mental. Untuk itu Kemendes PDTT memasukkan program pembuatan Sarana Olah Raga dalam program prioritasnya. Diharapkan ruang publik RAGA akan menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi. 

Dengan adannya lahan terbuka RAGA perhatian pemuda setempat teralih untuk melakukan kegiatan positif dan menjauhi perbuatan negatif misalnya mengkonsumsi narkoba atau tawuran. Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan misalnya liga sepakbola antar desa, festival desa dan lainnya. Dari kegiatan ini aktivitas ekonomi dapat bergerak dan bahkan siapa tau, dari sini lahir bibit-bibit olahraga berbakat. 

Capaian Kemendes PDTT

Bertepatan dengan Haul Gus Dur ke 9 mengingatkan kita di tahun 2015 ketika Pemerintah  mengalokasikan dana desa Rp 187 trilyun yang berakhir di tahun 2018 ini. Kita boleh bangga karena Kemendes PDTT mampu mengelola dana desa dengan menambah desa mandiri sebanyak 2.665 desa dan mengurangi desa tertinggal sebanyak 6.518 desa. Ini mengindikasikan bahwa penyerapan dana desa dapat berjalan akibat tata kelola di desa pun telah baik. 



Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengungkapkan bahwa "Indonesia mampu menurunkan 10.000 desa tertinggal. Angka ini melamputi target RPJMN yang nilanya hanya setengahnya saja dari angka tersebut." Pencapaian ini kemudian diapreasiasi World Bank yang menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi negara berkembang lainnya dalam mengentaskan kemiskinan. 



Lantas apa yang dapat kita petik dari sini? K-E-J-U-J-U-R-A-N. 

Amanah presiden Jokowi agar dana desa yang disalurkan ke rekening milik desa benar-benar dimanfaatkan untuk desa itu sendiri menjadi pegangan Kemendes Eko Putro Sandjojo dalam menentukan kebijakan-kebijakannya. Pertama-tama di kantor, Kemendes PDTT menerapkan SMART OFFICE dimana smua database kepegawaian Kemendes terintegrasi langsung. Kalau ada yang absen bisa terbaca langsung. 

Strategi lain untuk mengawasi dana desa yaitu menekan pengawasan pada dua hal yaitu menekan celah potensi penyalahgunaan dana desa dan meningkatkan kualitas para pendamping.  

Dengan prinsip kejujuran yang ditanamkan di era pemerintahan Jokowi maka benang merah semakin jelas terbaca kalau perjuangan Gus Dur tidak berhenti. Terakhir saya ingin mengutip kata-kata Gus Dur berikut : 

Kita harus mengubah moralitas masyarakat dengan sabar, agar sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya, dengan jalan memberi contoh yang baik.~ Gus Dur. 

Ini menjadi reminder buat saya juga. Sudahkah kita memberi contoh yang baik untuk sekitar kita? JLEBBB!!!








Komentar