Selasa, 13 November 2018

Domus; Cara Mudah, Hemat dan Cepat Bangun Rumah Tahan Gempa

Tangan saya gemetaran ketika menerima sertifikat rumah dari suami. Map tebal berisi surat berharga atas nama suami menyatakan rumah tersebut adalah miliknya. Milik kami. Akhirnya, kami sanggup juga melunasi cicilannya selama lima tahun terakhir. Alhamdulillah ya Allah, rumah ini sekarang sudah sah jadi milik keluarga kecil kami.

Kalau diingat-ingat, perjuangan untuk dapat memiliki rumah rasanya memang getir sekali. Yang namanya tumpang sumbel harus kami lakoni supaya cicilan dapat terbayar. Jangan sampai nunggak istilahnya, deh.

Nah, ketidakcukupan finansial kerap jadi momok utama dan membuat orang terus menunda memiliki rumah. Banyak orang bertahan tinggal di kontrakan atau menetap di Perumahan Mertua Indah dengan segala resikonya hehee. 

Saya bisa mengerti, harga rumah setiap tahunnya memang terus melesat tinggi. Apalagi bila di lokasi strategis harganya jadi makin berlipat-lipat. Maka solusinya apalagi kalau bukan dengan cara mencicil melalui KPR. Bisa juga dengan menabung untuk membeli tanahnya dulu lalu baru dibangun setahap demi setahap. Tapi itu bakalan jadi lama ya? hiekz. 


Mengerti akan keinginan pasar terhadap rumah yang kuat,  pembangunannya cepat,  biayanya hemat dan juga indah fasadnya PT Tatalogam Lestari mengembangkan sistem yang memungkinkan kita memiliki semua itu. Domus dibuat dengan teknik pengerjaan yang tepat, efisien dan efektif sehingga kita bisa berhemat dari segi waktu dan pengerjaan karena barang materialnya tidak ada yang terbuang. Jadi kuncinya adalah perencanaan yang matang, material yang tepat dan pengerjaan yang benar.



Dalam pameran Kontruksi Indonesia yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran pada 31 Oktober hingga 2 November 2018 lalu saya berkunjung ke stand Domus di Hall B3. Di sana saya berjumpa dengan tukang-tukang bangunan yang baru saja menerima sertifikat keahlian dari PT Tata Logam Lestari. Btw, untuk mendapatkan sertifikat ini tidaklah mudah, lho! Mereka harus melalui serangkaian proses pelatihan agar standar pengerjaan pembangunan rumah Domus sesuai dengan standarisisasi yang diharapkan produsen genteng metal dan baja ringan tersebut. Nah, untuk mengapresiasi para pekerja kontruksi termasuk di dalamnya arsitek, konsultan dan tukang bangunan Presiden Jokowi yang hadir dalam pembukaan pameran Kontruksi Indonesia memanggil beberapa nama pekerja dari beberapa perusahaan ke depan panggung. Mereka menerima sertifikat keahlian secara simbolik dari Presiden mewakili sekitar 1200 peserta yang hadir.



Kembali ke rumah permanen Domus. 

Domus merupakan varian terbaru produk buatan PT Tatalogam Lestari yang selama ini dikenal dengan produksi genteng metal dan baja ringannya. Berdiri sejak tahun 1994 Tatalogam Lestari tumbuh menjadi perusahaan genteng metal dan baja ringan terbesar di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraihnya diantaranya dari lembaga independen REBI (Rekor Bisnis Indonesia) dan penghargaan OCI (Outstanding Corporate Innovator) dari badan independen di Amerika Serikat yaitu (Product Development Management Association) atas inovasinya dalam menyediakan produk dan inovasi yang ramah lingkungan.



Salah satu produk terbaru Tatalogam Lestari adalah hunian Domus. Inovasi teknologi sistem pembangunan rumah yang cepat, kuat, indah dan tahan gempa menjadi keunggulannya. Dengan teknologi ini  hunian Domus dapat diaplikasikan untuk bangunan rumah tinggal, pasar, ruko, pabrik dan gudang. 

Soal kekuatan, teman-teman ga perlu kuatir. Komponen struktur dinding yang memakai kanal U dan rangka atap baja ringan menjadikan bangunan Domus sebagai bangunan permanen yang kuat, indah dan tahan gempa. Ga salah ya bila hunian ini cocok sekali dibangun di lahan perkotaan, daerah urban, pertambangan maupun daerah bencana untuk dijadikan hunian sementara misalnya.



Hunian sementara atau Huntara yang dibuat dengan teknologi Domus memungkinkan si empunya untuk membongkar pasang rumah rakitannya. Bila tidak digunakan lagi bisa dibongkar dan disimpan dan digunakan lagi jika terjadi bencana. Namun, huntara juga bisa dijadikan rumah permanen sebagai hunian tetap dengan mengganti material dinding dengan bata ringan. 

Ide membuat Huntara Domus berawal dari keinginan Bapak Mentri PUPUR Basuki Hadimuljono yang menginginkan adanya rumah sementara yang harus siap difungsikan dan dikembangkan menjadi hunian tetap. Jadi tidak ada huntara yang mubazir dalam pembangunannya. Menurutnya, rumah adalah tempat yang paling sesuai bagi masyarakat dalam memulihkan trauma pasca gempa misalnya. 


Dalam proses pengerjaannya hunian permanent Domus dikerjakan selama lima hari pengerjaan. Sedangkan huntara Domus dalam bentuk standar dengan luas bangunan 36 m2 dikerjakan dalam waktu dua hari saja. Modelnya pun dapat dibuat dengan sistem kopel alias dua rumah dibangun berhimpitan dalam satu atap. 

Selain tipe bangunan 36m2, Domus dapat dijadikan hunian dengan luas lebih kecil maupun lebih besar yaitu tipe 21, tipe 30, tipe 36 dan tipe 45. Tergantung bujet aja sih. Yang mengasikkan Domus hadir dalam tiga paket pengerjaaan yaitu :

Paket Rangka yang terdiri dari rangka praktis, rangka kuda-kuda TASO, rangka plafon dan genteng metal Sakura MX. 

Paket Putih merupakan paket rangka yang ditambah dengan bata ringan, rooster keramik, kloset dan keran, jendela, pintu dan penutup plafon ditambah dengan instalasi listrik dan air. 

Paket Komplit merupakan paket putih yang ditambah dengan plesteran dan aci bagian luar dan dalam juga pengecatan. 


"Dan kalau untuk dijadikan Huntara, material dinding yang seharusnya memakai bata ringan tinggal diganti dengan material lain yang tersedia dan sesuai kemampuan saja. Misalnya bilik bambu, panel gypsum, triplek, atau terpal," tutur Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari yang menemani kunjungan saya dan teman-teman Blogger di stand pameran Kontruksi Indonesia.

Jadi kalau teman-teman selama ini masih ragu memiliki hunian sekarang ga perlu kuatir lagi. Domus dapat menjadi pilihan kita untuk memiliki hunian yang kokoh, hemat dan indah. Soal lahan pembangunan ada di mana aja ga masalah. Domus bisa didirikan di atas lahan perkotaan, perkebunan, pertambangan hingga daerah rawan bencana sekalipun. Yuk, bulatkan semangat untuk memiliki hunian Domus.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar