Rabu, 28 November 2018

Become Perfect With Pear and Supear Girl

November 28, 2018 7



Diam-diam mata saya memperhatikan sambil mengunyah potongan buah di depan saya. Kulitnya tipis dan warnanya hijau seperti buah jambu biji. Ukurannya seperti alpukat berukuran sedang. Rasanya, eimmm, gimana ya? Mungkin seperti campuran rasa antara apel dan jambu biji. Manis, garing, krences-krences. Hmmm, buah apa itu, ya? 

"Ini buah apa sih, Mbak?" tanya saya penasaran kepada kakak saya yang masih mengupas buah ini untuk anaknya. 

"Buah Pear, San. Kenapa emangnya?" tanya mbak Tutik. 

"Ngga. Ngga papa," saya tersenyum malu-malu. Ketahuan norse-nya ya? hihihi...

Sampai sekarang, setiap mendengar atau melihat buah pear saya langsung ingat kejadian itu. Gimana ga ingat, dalam perbendaharaan perbuahan di rumah, saya hanya mengenal pisang, jeruk, mangga dan pepaya. Itupun tidak selalu ada di rumah. Buat saya, buah pear adalah kemewahan kala itu karena orang tua saya tidak selalu punya uang untuk beli buah. Nah, momen Sincya selalu ditunggu-tunggu. Saat itulah tetangga yang sebagian besar orang Tionghoa kerap mengantarkan buah tangan khas Imlek yaitu kue keranjang (dodol cina) dan buah pear ke rumah. Indahnya berbagi ya :)

Terkait momen Imlek ada fakta menarik nih soal buah pear. Dalam kepercayaan Cina, kalau lagi makan buah pear rupanya kita tidak boleh membagi separuhnya kepada orang terdekat kita. Kita harus memakannya sendirian. Utuh. Kenapa begitu? 



Menurut Pak Kafi Kurnia yang saya temui kemarin, buah pear dalam bahasa Cinanya Xiang Li artinya keabadian. Kata 'Li' berarti kedua pir dan pemisahan. Sehingga dikatakan bahwa untuk menghindari pemisahan, teman dan kekasih tidak boleh membagi pir diantara mereka terutama ketika tahun baru Cina."

Ditambahkannya, di Cina kuno orang percaya bahwa bahwa buah pir mewakili keabadian dan kemakmuran. Sedangkan di Korea buah pir juga melambangkan banyak hal positif. Diantaranya melambangkan rahmat, kebangsawanan, kenyamanan, kesuburan wanita, kebijaksanaan dan kesehatan. Boleh percaya atau tidak sih, tapi saya memang percaya kalau buah pir itu baik untuk kesehatan. 

Berikut 9 manfaat buah pir untuk kesehatan

1. kandungan antioksidan lawan radikal bebas. Disebutkan dalam penelitian yang dilakukan University of Innsbruck, Austria, kandungan klorofil dalam buah pir yang matang mampu berubah menjadi antioksidan aktif yang baik bagi tubuh. Jika kita rutin mengkonsumsi buah pir yang matang pohon khasiatnya pada tubuh dapat melawan radikal bebas.

2. Memperkuat sistem imun. Sebagaimana kita tau buah-buahan memiliki kandungan vitamin yang diperlukan tubuh. Pakar kesehatan menyebutkan buah pir ternyata sangat kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin K. Tingginya kandungan vitamin C sangat baik bagi sistem imun tubuh dan membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik sehinga produksi sel darah merah menjadi lebih baik.

3. Mengurangi resiko terkena kanker. Di dalam satu buah pir terkandung vitamin K yang bila dikosumsi bisa memenuhi 8 persen asupan vitamin K harian. Dengan begitu resiko terkena kanker turun hingga 45 persen lebbih rendah. 


4. Melancarkan pencernaan. Buah pir kaya akan serat. Pada satu buah pir asupan serat larut dan tak larut bisa mencapai 5 gram atau sekitar 20 persen kebutuhan harian serat tubuh kita. Selain melancarkan pencernaan adanya serat ini juga membuat sistem imun tubuh semakin kuat dan menurunkan kadar kolestrol jahat penyebab berbagai macam penyakit. 

5. Menyehatkan otak. Dalam satu buah pir yang kita konsumsi terkandung asupan copper (mineral minor) harian sebanyak 15 persen. Dari penelitian di University School of Medicine di Missouri Amerika Serikat dikatakan bahwa kandungan copper ini bisa memperbaiki kekuatan sistem syaraf dan membuat kinerja otak menjadi lebih baik. 

6. Menurunkan berat badan. Buah pir kaya akan serat sehingga membantu kita merasa lebih kenyang lebih lama dan juga rendah kalori. Hal ini dapat membantu kita yang sedang dalam program penurunan berat badan. 

7. Mengatasi penyakit kardiovaskular dan kolesterol. Sebuah tinjauan dari 67 uji coba terkontrol terpisah menemukan bahwa peningkatan 10 gram asupan serat dalam buah pir perhari dapat menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein - kolestrol jahat) dan kolesterol total. Dan studi terbaru menunjukkan bahwa serat makanan dapat berperan dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh dan peradangan. Dengan mengkonsumsi buah pir resiko kondisi terkait peradangan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan obesitas jadi berkurang. 

8. Detox. Siapa sangka gerakan peristaltik usus yang teratur dan adekuat sangat penting untuk eksresi racun harian melalui empedu dan tinja yang kita keluarkan. Sebagai buah yang mengandung 84 persen air buah pir bermanfaat membantu menjaga kotoran lembut dan menyiram sistem pencernaan dari racun yang mengendap akibat terhambatnya sistem pembuangan. 

9. Diabetes. Dengan mengkonsumsi buah pir secara rutin resiko terkena diabetes akan berkurang dan agi penderita diabetes kadar gula darah jadi lebih stabil. 

Hidup Sehat Bersama SEMBUTOPIA 

Mengingat begitu besarnya manfaat buah pir bagi kesehatan, sejak setahun lalu pak Kafi Kurnia meluncurkan sebuah gerakan kemasyarakatan "SEMBUTOPIA". Gerakan ini bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk memberdayakan kemampuan diri sendiri untuk menyembuhkan diri masing-masing dari segala gangguan baik berupa masalah jiwa maupun masalah raga. 

Sebagai info aja, meskipun baru berdiri setahun tapi SEMBUTOPIA telah memiliki 2 apotek, satu sekolah catur dan perusahaan penyembuh lingkungan (Cleaning Service dan Pest Control) dan tercatat jumlah karyawannya ada 100 orang. 

Dalam perkembangannya, SEMBUTOPIA terus berinovasi dengan mengadakan berbagai aktifitas dalam pemberdayaan sumber daya diri masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat hidup lebih produktif dengan gaya hidup sehat yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. 

Nah, salah satu kegiatan yang digelar SEMBUTOPIA kampanye kreatif SUPEAR.  Terkait dengan kampanye ini  saya dan teman-teman Blogger juga diperkenalkan dengan gadis SUPEAR dalam bincang-bincang seru bareng pak Kafi Kurnia di Cinta Rasa Restoran, Jakarta Selatan kemarin. Siapa dia? 



Supear Girl Si Gadis Super 

Supear Girl adalah julukan yang diberikan untuk sosok perempuan super yang cantik, tangguh dan pandai. Dia tau sekali serba serbi buah pir. Untuk itu dia mengemban tugas untuk membantu masyarakat mengenal lebih dekat dengan buah pir Washington dan membantu mencari solusi seputar kesehatan. 

Kenapa harus buah pir Washington? 
Sebagai info saja, buah pir terdiri dari beragam varietas sesuai dengan letak geografisnya. Namun dari sekian banyaknya varietas buah pir di dunia saat ini varietas dari wilayah Northwest Pacific (Washington dan Oregon) menghasilkan buah pir terbaik di dunia. Hal tersebut disebabkan wilayah ini memilik campuran iklim yang ideal, tanah vulkanik yang subur dan air yang berlimpah.

Namun kita tidak perlu kuatir. Untuk menemukan buah pir terbaik di dunia ini ada cara yang paling gampang untuk mendeteksinya. Cari aja buah pir yang sudah ada label Pir USA. Dan fyi aja, buah pir ini didatangkan langsung oleh SEMBUTOPIA lho. 

"Buah pir kami berasal dari Washington dan Oregon. Setiap buah yang datang sudah melalui proses penyortiran terlebih dulu dan matang pohon," ~ Kafi Kurnia.

Dalam rangka menyambut hari pear sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember Supear Girls akan hadir di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Sebagai contoh, di Jakarta tepatnya di Senayan City tepat tanggal 1 Desember 2018 dan 6 Desember 2018 di AEON Mall BSD Supear Girl akan hadir dengan beragam acara menarik. Untuk menarik minat anak akan buah pir Supear Girl akan hadir membagi sampling buah pir secara gratis untuk pengunjung. Bahkan ada senam bersama dan flashmob menarik yang sayang banget kalau dilewatkan. Nah, gimana teman-teman, masih mau menunda-nunda hidup sehat? Saya ngga mau ah. 


Menerobos Keterbatasan di Kampung Mulyasari Bersama Community Investment Prudential (2)

November 28, 2018 45


"Nilai sebuah kesuksesan ketika mampu melakukan hal yang baik bukanlah hanya untuk perusahaan. Tapi juga untuk komunitas dimana perusahaan berada."

Jlebbbbb :'(

Saat mendengar ucapan ibu Nini Sumohandoyo jujur saya merasa tertampar. Berkah berlipat-lipat yang saya peroleh dalam hidup satu demi satu berlompatan di kepala saya. Masya Allah, kenapa masih juga kerap saya sangkal? Ternyata, cara yang ditempuh Prudential untuk menebar kebaikan dan manfaat dilakukan dengan cara yang tak biasa. Saluutttt!!!

Hari Sabtu, 3 November 2018 lalu saya dan teman-teman Blogger berkunjung ke desa Mulyasari, Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Bogor Timur. Kami mau melihat secara langsung hasil kegiatan Prudential Chairman's Challenge 2018 di desa miskin ini selama lima Sabtu terakhir.

bloggers bareng pemuda kampung mulyasari 

Adapun desa ini dipilih dalam Prudential Chairman's Challenge 2018 karena meskipun lokasinya terhitung dekat dengan ibukota Jakarta tapi desa ini belum tersentuh pembangunan sama sekali. Padahal, selama beberapa tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur digenjot habis dari Sabang sampai Merauke. Entah kenapa ya desa ini koq bisa luput dari perhatian pemerintah?

Kampung Mulyasari Kecamatan Sukamakmur Jonggol Bogor tertinggal segala-segalanya. Di desa ini jaringan listrik belum ada, sinyal internet apalagi. Pun, infrastruktur di desa ini masih apa adanya. Kontur jalanan yang berbatu-batu ditambah lagi dengan tracknya yang tajam membuat desa ini jadi makin terisolir karena aksesnya yang sulit.

itu track jalan kami, seperti ular ya 

Sayapun sempat tercenung ketika mengetahui keadaan bahwa kampung ini disebut sebagai kampung putus sekolah. Belum ada sekolah formil di sini. Setiap murid harus bersekolah di kampung sebelah. Itu bukanlah hal mudah bagi bocah-bocah kecil ini bila dilakukan setiap hari. Mereka harus berjalan kaki sekitar 3 sampai 4 kilometer untuk ke sekolah. Saya ga bisa bayangkan kalau musim hujan gimana mereka harus melewati jalan yang penuh lumpur dan licin ini. So, saya tidak bisa menyalahkan bila pendidikan adalah sesuatu yang mewah di kampung ini.

potret muran kampung Mulyasari 

Bangun Desa, Bangun Indonesia
Kembali ke program Prudential Chairman's Challenge 2018. Kegiatan sosial yang diinisiasi Chairman Prudential di Inggris ini memberikan tantangan kepada seluruh unit usahanya untuk membangun masyarakat di tempat bisnis mereka dilakukan. Challenge ini diikuti oleh unit bisnis Prudential di dunia. Indonesia sendiri ikut berpartisipasi sejak tahun 2006 lalu. Jadi sudah 12 tahun ya. And you know what, Prudential Indonesia rupanya telah beberapa kali menjadi pemenangnya lho! Huebattt...

Tahun ini, Prudential Indonesia kembali bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia dalam kegiatan Prudential Chairmans Challenge 2018. Mengambil tema 'Bangun Desa, Bangun Indonesia' kegiatan community investment berfokus pada upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat juga pendidikan di kampung Mulyasari.







Selama lima kali Sabtu, dari tanggal 6 Oktober hingga 3 November 2018 Prudential yang didampingi Junior Prestasi Indonesia bersama masyarakat setempat membuat instalasi panel listrik tenaga surya, 15 tiang lampu jalan tenaga surya, perbaikan gedung pesantren dan membangun baru satu gedung pesantren dan membuat beberapa MCK baru. Teman-teman dari IPB pun ikut memberi pelatihan pertanian hingga peningkatan nilai tambah hasil tani secara berkesinambungan dengan melibatkan ratusan relawan Prudential yang disebut PRUVolunteer.

Dan inilah hasilnya, yeayyyy!!!



Empat Pilar Community Investment Prudential 
Dalam peresmian gedung pesantren baru dan serah terima fasilitas-fasilitas baru yang dibangun untuk masyarakat kampung Mulyasari,  ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia menuturkan, "Sesuai dengan visi kami, 'do well by doing good' kami percaya bahwa menjalankan bisnis yang baik harus diikuti dengan memberi lagi kepada masyarakat di mana kami beroperasi."



Inisiatif sosial yang dilakukan Prudential sebenarnya sudah sejak lama berjalan. Tapi dulu di bawah payung program CSR namun saat ini telah re-branding menjadi Community Investment. Dalam Community Investment Prudential ada empat pilar yang diusung yakni Edukasi, Filantropi, Kesehatan dan Keselamatan serta Pemberdayaan Indonesia Timur yang baru dirilis beberapa bulan lalu.

Robert Gardiner


Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia, menjelaskan, sebelum memilih kampung Mulyasari sebagai pilot proyek Community Investment Prudential melakukan studi lapangan terlebih dulu untuk melihat dan menilai langsung tingkat kesulitan, apa yang dibutuhkan dan dampak apa yang diharapkan.

Pak Rob menuturkan, selama lima minggu sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat kampung Mulyasari. Peran serta PRUVolunteer juga semakin banyak dari minggu ke minggu. Ini benar-benar luar biasa.

Interaksi masyarakat di minggu pertama masih malu-malu. Minggu ke dua dan seterusnya komunikasi berlangsung semakin baik. Dengan cara ini tanpa disadari masyarakat sebenarnya sedang belajar bahasa lain yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris selain bahasa Sunda bahasa sehari-harinya.



Prudential juga melihat potensi alam sangat baik untuk tanaman kopi. Bila dikelola dengan baik, kopi adalah komoditi yang bisa menghasilkan pendapatan besar untuk masyarakat di sini. Oleh karena itu  Prudential membawa tim IPB untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan terkait penanaman kopi. Tujuannya jelas agar masyarakat dapat memproduksi kopi yang lebih banyak dan berkualitas serta pandai menjualnya. Prudential akan mensupport selama setahun penuh sampai masyarakat mandiri. 


Ibu Nini menambahkan, "Panen kopi itu kan lama. Setahun kalau tidak salah, ya. Selama menunggu kopi panen kami mengajak masyarakat di sini untuk menyibukkan diri dengan kegiatan lain yaitu bercocok tanaman sayuran dan herbal. Hasilnya bisa dimakan sendiri dan dijual. Hasil penjualan dapat mereka sisihkan untuk ditabung. Nah inilah pendidikan finansial yang kami ajarkan ke santri-santri di pesantren sini."

Sebelum kembali ke Jakarta, ibu Nini menambahkan, "Kampung Mulyasari adalah satu dari 20 ribu desa tertinggal di Indonesia. Bila saja ada satu  perusahaan yang mau men-develop satu desa pasti dampaknya akan terasa.

Jlebbb :( 








Senin, 26 November 2018

Sekretariat Kabinet Gelar Lomba Media Sosial Menuju Indonesia Maju

November 26, 2018 1
Teman-teman, ada yang masih ingat ga dengan program Nawa Cita? 




Nawa Cita berasal dari bahasa sansekerta yang berarti sembilan harapan. Sembilan harapan ini merupakan prioritas pembangunan digulirkan pada masa awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Program Nawa Cita merupakan visi misi agar Indonesia berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Selama empat tahun masa pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla satu demi satu agenda pokok dalam Nawa Cita sudah terealisasi. Wujudnya dapat kita lihat di berbagai daerah. Yang paling menonjol adalah pembangunan infrastruktur transportasi massal. Mulai dari jalan tol, bandara, pelabuhan termasuk rel kereta dibuat demi mengembalikan paradigma Indonesia Sentris.



Soal keberpihakan pada terhadap ekonomi rakyat pun dapat kita lihat wujudnya. Di bidang pertanian misalnya. Lahan sub optimal (rawa, pasang surut, lahan kering dan tegalan) di luar pulau Jawa telah disiapkan menjadi lahan sawah dengan ikut dibangunnya irigasi dan bendungan. Usaha makro, mikro dan menengah (UMKM) dengan berbagai paket kebijakannya juga terus dipacu dengan berbagai paket kebijakan yang digulirkan.

Apa lagi, ya?

Wuihh masih banyak deh informasi yang dapat kita temukan di Sekretariat Kabinet. Lembaga pemerintah ini selain bertugas memberikan dukungan pengelolaan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakilnya dalam penyelenggaraan pemerintah juga berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tentang kinerja pemerintah, lho!

Selain memanfaatkan media cetak dan televisi peran media sosial juga dimanfaatkan tim kepresidenan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Ini merupakan terobosan strategi komunikasi yang sangat humanis mengingat kebutuhan masyarakat jaman now yang tak bisa lepas dari gadget dan sosial media di kesehariannya. Dan benar saja, adanya media sosial nyatanya dapat menyentuh hingga ke pelosok pedalaman terutama di kalangan generasi muda. Ga nyangka kan?! hehehee....



Mendekatkan Diri Dengan Masyarakat Melalui Lomba Media Sosial 
Terkait dengan sosialiasi kinerja pemerintah, sejak Maret 2018 Sekretariat Kabinet mengajak masyarakat untuk lebih mengenal lebih dekat dengan kabinet kerja dengan menggelar lomba Media Sosial. Adapun bentuk upaya mendekatkan diri dengan masyarakat ini juga dilatarbelakangi keinginan presiden bahwa di tahun 2019 pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.



Lomba Media Sosial dengan hastag #MenujuIndonesiaMaju digelar di kanal media sosial Sekretariat Kabinet. Kita tinggal pilih mau ikut lomba di Twitter, Facebook, Instagram, Nge-Vlog ataupun Nge-Blog. Hadiahnya, woow menggiurkan, deh. Bayangkan, total hadiahnya Rp 107 juta yang sudah dipotong pajak dalam bentuk tabungan dari Bank Mandiri.

Lomba Media Sosial #MenujuIndonesiaMaju digelar dari April hingga Desember 2018. Setiap bulannya ada tiga jenis lomba yang bisa kita ikuti di kanal media sosial Sekretariat Kabinet. Mekanisme lombanya juga cukup mudah. Kita hanya diajak kenal lebih dekat kinerja kabinet kerja sekarang dan capaiannya. Lalu kita diminta menyalurkan opini dan aspirasi kita.

Berikut Variasi Lombanya :

Blog
Diselenggarakan satu kali saja dari Juli - September 2018. Setiap Blogger diminta menulis blog tentang Menuju Indonesia Maju.

Youtube
Diselenggarakan dari Mei - Juli dan Oktober - Desember 2018. Jadi total ada 2 kali penyelenggaraan. Untuk mengikuti lomba vlog ini bisa perorangan bisa juga berkelompok (maksimal lima orang) dimana setiap vlog berisi mengenai pembangunan infrastruktur di Indonesia dan manfaat pembangunan tersebut bagi masyarakat. Atau bisa juga membuat film pendek yang menceritakan program pencapaian pemerintah di bidang maritim, energi, pangan dan pariwisata dalam durasi lima menit.

Twitter
Diselenggarakan dari April - Desember 2018. Diadakan satu kali dalam sebulan tepatnya di minggu ke dua setiap bulannya. Jadi ada total 8 kali dimana setiap pengguna twitter diminta mengetwit hal-hal yang berhubungan dengan seberapa jauh dampak kebijakan yang telah dilakukan pemerintah terkait program otoritas. Atau bisa juga mengikuti kegiatan lomba isi Teka Teki Silang seperti yang baru saja berakhir pada 16 November 2018 kemarin.



Instagram
Diselenggarakan dari April - Desember 2018. Diadakan satu kali dalam sebulan tepatnya di minggu ke dua setiap bulannya. Jadi ada total 8 kali penyelenggaran dimana setiap pengguna Instagram bisa mengikuti beberapa variasi lomba di kanal ini. Misalnya diminta membuat video reportasi / vlog dalam satu menit. Atau bisa juga mengikuti permainan asah otak dengan menemukan kata yang hilang dalam kotak. Atau bisa juga membuat meme pahlawan masa kini versimu seperti yang diselenggarakan pada periode 9 - 16 November 2018 kemarin.

Facebook
Diselenggarakan dari April - Desember 2018. Diadakan satu kali dalam sebulan tepatnya di minggu ke dua setiap bulannya. Jadi ada total 8 kali penyelenggaraan. Setiap pengguna Facebook dapat mengikuti lomba dengan cara mengisi TTS dengan jawaban yang benar atau mengisi kata yang hilang dari pidato presiden ataupun Sekretariat Kabinet.

Nah, teman-teman penasaran dengan pemenang lomba medsos di periode terakhir ini? Pantengin yuk ah website Sekretariat Kabinet siapa tau kamu atau orang terdekat kamulah yang jadi  pemenangnya 😍😍






So Good Spicy Chicken Strip Hadirkan Sensasi Pedas Bagi Pecinta Cabai

November 26, 2018 14


Hayooo siapa yang ga suka makan daging ayam? Okaayy, kalau saya suka banget-nget-nget. Anak-anak apalagi. Daripada makan daging ikan (ampun bu susi) keluarga saya tuh lebih memilih makan iwak ayam. Mau digoreng, diopor, digulai, direndang, dirica-rica atau dibakar pasti cepat habis. Lain halnya kalau masak olahan ikan. Awet. 

Karena suka makan daging ayam biasanya saya sengaja masak olahan ayam dalam jumlah banyak. Itu sih jurus untuk mengirit waktu aja sebenarnya. Kalau lagi sibuk banyak kerjaan kan mana sempat masak setiap hari. Maka ayam ungkep kuning jadi pilihan saya kalau ga ada stock nugget di rumah. Tinggal digoreng aja dan tambahkan tahu, tempe dan sambal yang pedas. Sempurna 

Bicara soal pedas, kuliner ayam dengan sambalnya yang pedas akhir-akhir ini jadi trend ye ga sih? Rasanya, di setiap daerah menu kulineran ini ada dengan nama berbeda-beda. Namun meskipun beda nama konsepnya tetap sama semua yakni level pedas bisa ditentukan sendiri oleh pembelinya. So, kalau teman-teman suka pedas selamat ya. Bibir ditanggung bakal dower dan hidung dijamin bakal berair terus deh 



Nah, yang jadi pertanyaan kenapa sih orang suka makan pedas?

Rupanya, setelah saya baca dari banyak literasi diketahui alasan mengapa orang menyukai rasa pedas itu ada hubungannya dengan letak wilayah negara kita, lho. Boleh percaya boleh tidak tapi Indonesia berada di wilayah hangat (tropis). Kondisi wilayah yang hangat membuat makanan jadi cepat busuk. Itulah sebabnya masyarakat jaman dahulu kerap menambahkan rempah-rempah-diantaranya cabai-untuk mengawetkan makanan supaya tidak mudah busuk. 



Dari situ - kebiasaan yang dilakukan terus menerus - tidak bisa dipungkiri peran kebudayaan memiliki peran yang tak bisa disepelekan dalam menentukan citarasa makanan yang kuat. Lidah kita lama-lama mengakrabi cita rasa yang membuat kita menyukai cabai. Bahkan ada yang makan kalau ga ada cabainya rasanya seperti ada yang kurang. Sensor temperatur yang membuat tubuh bereaksi seolah olah ada yang membakar jadi momen yang ditunggu-tunggu. Badan jadi berkeringat, memerah dan hidung berair seperti yang ditampilkan dalam iklan terbaru So Good. Wuih kaya gimana? 

So Good Spicy Chicken Strip

Dalam iklan yang mengambil setting suasana di meja makan tampak keluarga di era tahun 90an (kelihatan banget dari gaya rambut sang istri) yang sedang makan bersama. Sang suami yang digambarkan sebagai pengusaha kalau dilihat dari penampilannya yang stylist pake dasi terlihat lagi kesel sangat. Istrinya juga sama. Wajahnya memerah. Anak perempuannya juga terlihat memendam emosi. Mereka saling bicara salam bahasa yang kita ga ngerti. Rupanya mereka ini lagi kepedesan. Huhhh... Hahh... Hahahaa... 


Kesan pertama melihat iklan tersebut saya langsung ketawa. Sensasi pedas So Good Spicy Chicken Strip terbaca jelas sekali dari ekpresi masing-masing anggota keluarga. Sontak sayapun jadi meneguk ludah membayangkan pedasnya. Enak kali ya..

Karena penasaran saya dan anak-anak mampir ke Supermarket dekat rumah untuk mencari varian terbaru So Good Chicken Strip rasa pedas ini. Dan rupanya ga mudah juga mencari varian ini diantara beragam produk So Good dalam chiller supermarket. Untungnya ketemu, yeayy...

Keunggulan So Good Spicy Chicken Strip

So Good Spicy Chicken Strip merupakan produk premium berkualitas yang penuh gizi. Terbuat dari daging ayam pilihan tanpa tulang (full meat), berkulit dan bumbu marinasi pedas special olahan ayam ini cocok banget dikonsumsi di segala suasana. Mau buat bekal sekolah, bekal ke kantor, acara keluarga atau buat bekal piknik asik juga. Cobain deh, pasti mau lagi mau lagi dan lagi hehee.. 



So Good Spicy Chicken Strip adalah menu pilihan yang sangat baik untuk kesehatan. Dalam setiap potongnya So Good Spicy Chicken Strip kaya akan asam amino. Btw, teman-teman tau kan kalau asam amino essential itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot dan otak anak?

Selain rasanya yang enak dan pedas balutan tepung crispy So Good Spicy Chicken Strip juga tahan lama garingnya. Dan lagi, memasaknya juga praktis banget. Cukup rendam di minyak panas selama 4 - 5 menit selesai deh. Praktis deh! 



Nah jadi buat kita-kita yang sering sibuk So Good Spicy Chicken Strip dapat jadi pilihan kita untuk menyajikan lauk yang sehat, cepat, praktis dan berkualitas. Diproduksi oleh produsen ternama JAPFA berteknologi tinggi dengan mesin modern nyatanya seluruh produk yang dihasilkan sudah berlabel HALAL dari MUI.

So Good Spicy Chicken Strip hadir dalam ukuran 250 gram, isi 5 pieces yang dapat kita beli dengan range harga mulai dari 37 ribu hingga 39 ribu tergantung harga jual toko. Untuk stok di rumah So Good Spicy Chicken Strip ideal nih jadi simpenan karena bisa disimpan satu tahun dalam keadaan beku sekitar -18 derajat celcius. Mantul kan hahaa



Cara penyajiannya mudah dan praktis sekali. Siapapun pasti bisa memasaknya. Tinggal ikuti aja caranya yang ada di belakang kemasan. Mau digoreng atau dipanggang atau dioven sama enaknya. Ga cukup sekali gigit deh. Nah kalau teman-teman suka yang mana?

Kamis, 22 November 2018

Jaga Kesehatan Mata dengan Teknologi Interlaced Optics Bohlam Philips MyCare LED

November 22, 2018 12



Ketika Dega diputuskan harus memakai kacamata, mendadak saya jadi risau. Ahh kecolongan juga ini. Padahal sudah sebisa mungkin saya mencegah anak-anak supaya ga berkacamata seperti saya. Tapi takdir berkata lain. Si bontot mulai berkacamata sejak kelas 3 SD ngalahin saya yang mulai berkacamata waktu kelas 5 SD :( 

Jujur, sebagai orang yang berkacamata sejak kecil rasanya itu ga enak banget. Luas pandangan jadi terbatas. Malah kalau ukurannya ga enak kepala jadi pusing. Bobot kacamata yang berat juga bikin sakit kepala karena terlalu menekan hidung dan telinga. Dan lagi, kalau keringetan kacamata jadi melorot melulu di hidung. Alamaaak, kesel deh hahaha... 

Tips Menjaga Kesehatan Mata Sehari-hari 



Untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah kerusakan mata lebih jauh lagi ada beberapa tips yang saya terapkan di rumah, khususnya buat anak-anak : 

1. Periksa ke dokter mata setiap 6 bulan sekali
2. Memilih asupan yang dapat menjaga kesehatan mata diantaranya sayur-sayuran, ikan yang mengandung lemak, wortel dan buah jeruk. 
3. Memberi perhatian lebih pada mata. Caranya dengan senam mata setiap sudah dirasa terlalu lama menatap layar laptop. Kalau buat anak-anak,  saya tak henti mengingatkan untuk melakukan kegiatan fisik apapun saat di rumah, asalkan tak bersentuhan dengan gadget meskipun saat libur sekolah.  
4. Memilih pencahayaan yang tepat untuk ruangan. 


Bicara soal pencahayaan,  flash back aja, ketika saya kecil salah satu faktor yang membuat mata saya jadi minus adalah pencahayaan yang redup. Mungkin waktu itu orang tua saya memilih lampu bercahaya redup atas dasar penghematan. Lebih murah beli bohlam yang wattnya kecil.  

Nah, tapi itu salah ya teman-teman. Jangan diikuti. Mau ngirit caranya bukan dengan memilih bohlam lampu yang murah dan watt-nya kecil. Jangan pernah takut untuk berinvestasi membeli lampu LED yang berkualitas. Harganya memang lebih mahal tapi bandingkan dengan kesehatan mata yang tidak ada nilainya ini. Kalau rusak organ penglihatan ini mau beli di mana cobak!

Rami Hajjar


Btw, ada salah satu lampu yang mampu meningkatkan kenyamanan dan kesehatan mata adalah bohlam Philips Mycare LED, lho! Dalam peluncurannya pada 30 Oktober 2018 lalu Bapak Rami Hajjar selaku Country Leader Signify menjelaskan bahwa sejak 16 Mei 2018 Philips Lighting telah merebranding dengan nama Signify. Bertepatan dengan peringatan hari penglihatan sedunia yang jatuh pada minggu ke dua Oktober ini Signify mengumumkan produk terbarunya yaitu bohlam lampu Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optic terpatenkan.

Nah, apa itu ya teknologi Interlaced Optics? 



Dijelaskan oleh mas Angga Hudaya selaku Product Marketing Signify bahwa bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics terpatenkan terinspirasi dari bunga Matahari. Menurutnya, bunga matahari memiliki pola biji yang bagian bijinya membentuk pola Fibonaci. Pola fibonaci ini membentuk barisan teratur yang memusat dari tengah menyebar ke sekitarnya sehingga membentuk pola. Barisan bilangan Fibonaci berawal dari 0 dan 1 kemudian angka berikutnya didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya. Dengan aturan tersebut maka barisan bilangan Fibonaci yang pertama dan selalu berurutan sama yakni 0 - 1 - 1 - 2 - 3 - 5 - 8, 13, 21 dan seterusnya.

Lalu apa keunggulan Bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics ini? 
Dari bentuk pola fibonaci yang terdapat dalam biji bunga matahari ilmuwan Signify Philips menemukan bahwa bentuk barisan pola ini mempunyai pola baris yang unik dan berurutan. Pola ini nyatanya dapat membantu membuat cahaya dapat tersebar merata dan bisa memantulkan cahaya saat diaplikasikan dalam inovasi terbaru bohlam Philips MyCare LED.

Berikut keunggulannya :
1. Polanya mampu mengurangi silau - terang berlebih yang ditimbulkan oleh pancaran cahaya dari pusat bohlam hingga 35%.

2. Pola ini juga mampu mendistribusikan kembali cahaya dengan pintar sehingga dapat meningkatkan sudut pancaran cahaya sehingga dapat menerangi area yang lebih luas secara merata.

3. Selain itu, bohlam Philips Eyecomfort LED dengan merk dagang EyeComfort ini juga lebih hemat energi hingga 60% dibandingkan lampu fluoresen padat. Tentunya ini dapat memberikan efisiensi energi dan usia pemakaian rata-rata lebih dari satu dekade

4. Standar kenyamanan mata lebih meningkat karena faktor eyecomfort yang ada dalam bohlam Philips MyCare LED. Adapun kriteria kenyamanan utama seperti efek stroboskopik, keamanan fotobiologi, efek redup, pengaturan dan renderasi warna, silau dan tidak berkedip benar-benar terukur standarnya.

Mari Menjaga Kesehatan Mata
Dari data responden di Indonesia disebutkan bahwa 84% responden peduli terhadap kesehatan mata dengan memilih pencahayaan terbaik ketika membeli lampu LED. Jadi secara global masyarakat Indonesia sangat tinggi kepeduliannya pada kesehatan mata. Disebutkan juga bahwa sebelum membeli lampu, masyarakat Indonesia akan memastikan dulu apakah lampu yang dibelinya baik untuk kesehatan mata atau tidak? Dan apakah pencahayaan lampu yang dibelinya mempunyai manfaat selain sebagai pencahayaan rumah semata?



Dr. Lisna Ladistia Nora, SpM(K), PhD menyampaikan, terkait dengan peringatan hari penglihatan tahun 2018 ini kita diharapkan untuk memeriksakan mata secara berkala. Dengan begitu kita dapat mencegah miopia yang sekarang ini sudah banyak dialami anak-anak. Kebetulan selama acara yang berlangsung di tugu Kunstring Paleis, The Arts Space Main Hall, Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat diadakan juga pemeriksaan eye screening gratis dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Thanks God, saya ikutan memeriksakan mata saya after for a while ga pernah periksa lagi huhuhuh...



Dr. Lisna juga mengemukakan bahwa saat ini masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan mata berkala. Padahal dengan memeriksakan secara berkala dapat mengantisipasi bila ditemukan penglihatan yang semakin berkurang dan bertambah parah. Menurutnya, salah satu faktor penting dalam mendukung perawatan mata adalah pencahayaan yang berkualitas tinggi.

"Anak-anak maupun orang dewasa harus melakukan skrining kesehatan mata," ~ Dr. Lisna Ladistia Nora, SpM(K), PhD.

Beliau mengingatkan, skrining kesehatan mata pada anak setidaknya dilakukan 3 kali sebelum masuk usia sekolah. Yaitu bila tidak ada resiko (orang tuanya tidak berkacamata sehingga tidak ada potensi diturunkan miopya) dapat dilakukan selama 6 bulan hingga 1 tahun. Dan selanjutnya dapat dilakukan di usia 2 - 3 tahun dan menjelang usia sekolah dasar.

Pemeriksaan mata dapat dilakukan tanpa perlu menunggu saat tertentu. Bila penglihatan terganggu segeralah periksakan matanya. Atau bila berusia 40 tahun atau lebih juga harus memeriksakan mata apalagi bila memiliki penyakit mata dan riwayat keluarga. Begitupun bagi orang yang masuk ke dalam high risk yaitu dengan riwayat diabetes, riwayat keluarga dengan glukoma atau AMD, tegasnya.


Dampak Penggunaan Hape Berlebihan
Jleb... Memang tak bisa dimungkiri kalau pengaruh hape luar biasa sekali dampaknya bagi kesehatan mata anak-anak. Waktu itu, Dega juga terlalu fokus ngejar score game di hapenya dan saya juga luput mengawasinya sehingga lama-lama matanya jadi minus. Dan menurut riset disebutkan bahwa setengah dari anak-anak secara global menghabiskan lebih dari 3 jam sehari di depan layar ponsel, tablet, komputer atau televisi. OEMJIII....

Itulah sebabnya, yuk ah buk, mulai sekarang mari kita jaga kesehatan organ penglihatan kita ini. Terlebih buat anak-anak. Batasi penggunaan hape atau nonton televisi, ya. Ga mau kan kondisi kesehatan matanya jadi semakin berkurang gara-gara kitanya yang luput mengawasi kesehatan matanya. Dan lagi, akibat kelamaan main hape juga berdampak pada kinerja belajarnya di sekolah, mempengaruhi pola tidur yang berindikasi pada tingkat stress dan kesehatan mentalnya juga mempengaruhi berat badan dan kebugarannya. Ga mau kann??




Sabtu, 17 November 2018

Peran Keluarga Dalam Mempersiapkan Anak Menghadapi Revolusi Industri 4.0

November 17, 2018 41




Adakah teman-teman yang sempat galau mengetahui anaknya merokok di bangku SMP, sementara kalian dulu anak baik-baik saja? Adakah teman-teman yang pernah kebingungan didatangi ibu yang meminta mengadopsi anak dari perut gadis remaja yang lagi hamil?

Nah, kejadian yang terakhir itu pengalaman saya. Waktu itu, rumah saya didatangi tetangga yang membawa kenalan jauhnya. Mereka berdua juga mengajak gadis yang kalau saya takar masih berusia 15 tahunan. Terlihat jelas dari perutnya yang membusung kalau ia lagi hamil. Ibu itu meminta saya mengadopsi cucu yang dikandung putrinya itu. Dia malu atas aib yang menimpa keluarganya. Awalnya sih saya sedih dan kasihan. Pengen banget rasanya menolong. Tapi saya juga menyadari masalahnya tidak sesederhana itu.

Saya prihatin. Semakin hari berbagai permasalahan di kalangan remaja semakin kompleks saja. Perilaku pacaran dan pengalaman seksual mereka semakin tak terkendali. Penyalahgunaan narkoba pun dekat dengan dunia remaja yang sedang dalam krisis identitas ini. Bahkan yang menyedihkan, dari data Kemenkes RI, Oktober 2014 disebutkan kasus AIDS tahun 1987 sampai September 2014 kumulatif sebesar 55.799 kasus. Dari angka tersebut ditemukan bahwa 2,9% diantaranya terjadi pada kelompok usia 20 - 29 tahun dan 3,1% diantaranya ditemukan pada kelompok usia 15 - 19 tahun

Jujur, membayangkan bagaimana remaja-remaja ini tertular saya jadi ingat penyimpangan seksual yang akhir-akhir ini mencuat. Sudah banyak orang yang tak malu mempublikasikan dirinya kalau orientasi sexnya berbeda dan masuk kelompok LGBT. Sumpah saya jadi merinding, lho! Saya ga bisa bayangkan perasaan ibunya seperti apa, karena saya sendiri nyatanya adalah ibu dari tiga remaja juga :'(


Melalui Fase Remaja itu Tidaklah Mudah...
Remaja adalah masa peralihan antara dunia anak-anak dan dewasa. Di masa ini remaja mengalami berbagai perubahan yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisiknya.

Penting diketahui, bagi remaja melalui fase ini tidaklah mudah. Tugas perkembangan seperti motorik halus dan kasar, bahasa, reasoning dan kemampuan berpikir abstrak sebagai anak-anak sudah dikuasai dengan baik. Namun di masa ini remaja menghadapi tantangan dan perubahan yang kompleks terkait dengan pubertas. Sehingga perubahan emosi dan psikologis sebagai persiapannya menuju masa dewasa dapat dikatakan sebagai masa yang rentan. Terlebih jika sudah terpapar neurotoxin seperti rokok, alkohol dan narkoba.

Kita mungkin sudah banyak mendengar mengenai bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. Karena bekerja pada otak, narkotika mampu mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Pada remaja yang mengunakan narkoba, daya nilainya terhadap kehidupan akan terganggu. Pun dapat mengganggu proses pendidikannya karena putus sekolah.

Sementara, bukan rahasia umum lagi kalau penggunaan narkoba juga bisa meningkatkan dorongan seksual. Akibatnya, perilaku seksual tidak aman membuat mereka terjerumus pada perilaku seks bebas. Inilah yang dapat meningkatkan potensi pada resiko penyakit kelamin dan AIDS (HIV).



Bersahabat Dengan Teknologi 
Tidak bisa ditolak derasnya teknologi internet jadi pemicu maraknya permasalahan yang dihadapi remaja. Informasi beredar begitu bebas. Ini bermula dari kesibukan orang tua juga, sih. Karena terkendala waktu akibat kesibukan bekerja, orang tua memberi gadget untuk memudahkan komunikasi dengan anaknya. Namun satu hal yang tak dapat terelakkan adalah efek samping penggunaannya.

ki - ka : Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Roslina Verauli, M.Psi psikolog anak dan remaja, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN

Dalam pertemuan Blogger bertema 'Pembangunan Keluarga di Era Industri 4.0' diakui Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK, selaku Deputi Bidang Keluarga Sejahteran dan Pemberdayaan Keluarga bahwa perkembangan teknologi yang pesat di jaman sekarang mampu mempengaruhi segala aspek kehidupan.

Menurutnya, generasi Z dan Y kini memiliki style berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi milenial memiliki konsep berbeda tentang arti keluarga. Orientasi mereka lebih condong ke karir dan masa depan. Sehingga pilihan untuk melajang, menganut pola LGBT atau menikah tanpa anak jadi bagian dari gaya hidupnya. Dan di saat bersamaan, kelahiran anak di luar nikah pada remaja pun semakin marak.

Akibat pesatnya kemajuan teknologi pun ikut berdampak pada kesetaraaan gender. Tidak bisa dimungkiri peran pencari nafkah dalam keluarga semakin cair. Ada ayah yang menjadi bapak rumah tangga sementara sang ibu sebagai pencari nafkah. Dengan begitu, pola asuh, interaksi dan pengambilan keputusan dalam keluarga mengalami pergeseran. Tak jarang kesenjangan wawasan antar anggota keluarga malah memicu gap dan masalah baru.


Beliau menyayangkan, perilaku tersebut justru disikapi permisif masyarakat. Kesannya, seperti membolehkan. Di era revolusi industri 4.0 ini pembangunan keluarga sejatinya harus memiliki format baru agar sejalan dengan perkembangan teknologi.

"Remaja adalah aset pembangunan bangsa. Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan mereka. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia di era Revolusi Industri 4.0. " ~ M. Yani 
Semua Bermula Dari Keluarga 
Adalah mustahil bila karakter remaja dibangun dengan simsalabim. Orang tua, sekolah dan lingkungan punya peran penting di dalamnya. Please, catettt, remaja tidak hanya harus memiliki hard skill dan soft skill aja, tapi mereka juga harus memiliki karakter yang positif.

Untuk itu yuk coba kita tengok dulu, kita ini berada di keluarga macam apa, sih? Apakah keluarga kita seperti gambaran dalam film keluarga Simpsons, keluarga Incredible, keluarga Cemara ataukah keluarga si Doel? Gambaran apa yang teman-teman dapat dari cerminan keluarga tersebut?

Dalam acara yang berlangsung di BKKN, 14 November 2018 lalu Roslina Verauli, M.Psi seorang psikolog anak dan remaja yang juga hadir memulai dengan pertanyaan tersebut. Pada dasarnya ada nilai-nilai keluarga yang harus diselaraskan agar tujuannya tidak bertabrakan dan menyebabkan keluarga jadi porak poranda. Ia menuturkan, banyak kasus yang terjadi sekarang ini karena kondisi nilai keluarga yang bertabrakan. Dan, biasanya pola asuh yang sama similar dengan garis keturunannya. Jadi pola asuh yang kita terapkan pada anak-anak kita sejatinya menurun dari pola asuh yang kita dapat dari orang tua kita. Nah!!!



Ia menandaskan, kunci pembangunan keluarga yang sehat dan bahagia dikuatkan pada tiga hal yaitu :

  • Family Cohesion yaitu kedekatan antara sesama anggota keluarga
  • Family Flexibility yaitu orang tua dan anak sama-sama beradaptasi terhadap perubahan jaman yang serba digital tapi tidak terbawa arus negatif yang menyertainya. 
  • Family Communication biasanya melalui makan bersama menjadi sebuah cara untuk merekatkan bonding antar keluaga. 

Kehangatan Keluarga Bermula di Meja Makan 
Mba Vera mengatakan, meja makan adalah tempat terhangat dimana keluarga berkumpul. Meskipun sebentar, makan bersama di meja makan menjadi sebuah cara untuk memberi kesempatan terjadinya komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain.

Makan bersama keluarga merupakan kesempatan ideal untuk memperkuat ikatan keluarga. Anak-anak dapat menggunakan waktu ini untuk membicarakan hal-hal penting yang dialaminya. Masalah-masalah sulit yang kerap terjadi di usia remaja juga dapat dicarikan solusinya untuk membangun hubungan bermanfaat bagi pertumbuhannya.



So, jaman memang sudah berubah. Aturan jaman dulu yang melarang ngobrol sambil makan sudah ga berlaku, ya. Justru makan malam sambil ngobrol bareng erat kaitannya dengan pernikahan yang bahagia dan hubungan keluarga yang lebih kuat.

Yuk, mulai sekarang hangatkan lagi meja makan dengan obrolan bareng keluarga. Jangan ada lagi ya yang makan di depan tv atau di kamar. Jangan ada lagi ya yang makan sambil matanya tetap menunduk di ponsel. Ingat ya buk, makan bersama bukan sekedar menunaikan hak tubuh mendapatkan nutrisi saja tapi di sinilah nyatanya pembangunan kualitas keluarga terbentuk.



Jumat, 16 November 2018

Menerobos Keterbatasan di Kampung Mulyasari Bersama Community Investment Prudential (1)

November 16, 2018 22


"Sanggup ga jalan hiking? Nanti soalnya kita bakal naik turun gunung, lho!"

Entah perasaan apa namanya yang membuat saya mengangguk menyetujuinya. Keliling emol sampe 6 jam aja kuat mosok begini doang ga sanggup. Beside that, well, I tell you what, saya ingin sekali menjadi bagian dari kegembiraan masyarakat kampung Mulyasari, Sukamakmur, Jonggol, Bogor Timur. Masyarakat desa ini telah mampu menerobos keterbatasannya bersama Community Investment Prudential. Eh, maksudnya gimana, gimana?

Oke saya cerita dari awal aja ya, jadi begini....

Sejak jumat malam saya dan teman-teman Blogger Timothy, Amel dan Riza bergabung dengan tim relawan Prudential di hotel Loryn Sentul untuk menginap. Maksudnya sih supaya esok pagi jadi lebih mudah aja menuju destinasi kami yaitu kampung Mulyasari, Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Bogor Timur.



Sebagai warga Cileungsi yang bertetangga dengan wilayah ini terus terang saya penasaran. Sudah berapa lama ya terakhir saya melipir ke Curug Kencana yang lokasinya ga jauh dari kampung yang berada di belahan gunung ini. Saya bertanya-tanya, benarkah kampung yang jaraknya hanya sejengkal dari Jakarta ini masih terisolir? Katanya, listrik belum ada. Katanya, banyak anak putus sekolah sehingga kampung ini disebut-sebut sebagai kampung putus sekolah. Sad :(

Oke, nanti akan kita buktikan.

Esoknya. Sabtu pagi setelah sarapan kami dan sekitar 100 orang tim relawan Prudential cek out bersama. Sekitar dua puluhan mobil konvoi untuk menuju Sukamakmur melalui Citeureup. Kalau dari Sentul, perjalanan menuju titik terakhir di kampung Mulyasari ini sekitar 12 kilometer. Dekat, koq. Tapi rupanya waktu tempuhnya jadi sekitar satu jam. Koq lama? Ini karena track jalanannya yang semakin lama menyempit, menanjak, menurun. Belum lagi, ada banyak belokan tajam yang membuat kami harus pelan-pelan supaya ga senggolan dengan mobil lain. Eiimm, jujur ini juga gegara karena kami bolak balik meminta pak sopirnya, Mas Dwi, untuk melambatkan kendaraan. Supaya, ngggg, supaya kami bisa menikmati dan memfoto pemandangan alam nan indah sepanjang jalan *tutupmuka

kamu lihat, di bagian kanan jalan setapak kecil itu adalah track perjalanan kita lho


Sesampainya di titik terakhir rombongan kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Soalnya mobil sama sekali sudah ga bisa lewat. Kalau motor bisa, sih, tapi buat yang nyalinya berani aja. Bayangkan aja, lebar jalan hanya satu meter dan konturnya masih berbatu-batu. Mau tidak mau kami harus menyisir gunung, menanjak dan menuruni lembah juga menyebrangi jembatan dari bambu dan kayu melintasi kali kecil. Cobak deh apa yang kamu rasakan saat menempuh perjalanan dimana di sebelah kamu ada tebing tinggi dan di sebelah kiri kamu ada jurang dalam? Seremmmm.

Masya Allah, bolak balik saya mengucapkan doa keselamatan. Bagaimana ini ya kalau ada yang melahirkan dan butuh pertolongan cepat? Hieks, saya mendapat info katanya di sini paraji atau dukun beranak memang ada. Tapi kalau-kalau dia ga bisa menangani, pasien akan ditandu di medan jalan yang berat ini untuk menuju rumah sakit :'(


Saya kemudian bisa memahami bila anak-anak di wilayah ini memilih putus sekolah. Akses untuk menuju ke kampung Mulyasari Kecamatan Sukamakmur memang sangat sulit. Infrastrukturnya masih perawan. Kita butuh satu jam jalan kaki sejauh tiga kilometer untuk sampai di kampung Mulyasari. Saya ga mampu bayangin gimana effort-nya anak-anak bila setiap hari pulang pergi ke sekolah di kampung sebelah. Apalagi kalau musim hujan, jalanan jadi makin licin dan penuh lumpur tebal. Ckckckkc....

Jujur, hati saya campur aduk melihat ini semua. Tapi disamping itu saya juga senang bisa kenalan dengan teman-teman relawan Prudential, teman-teman dari Junior Prestasi Indonesia dan teman-teman dari IPB. Kedua yang terakhir saya sebutkan ini mensupport penuh teman-teman dari Prudential dan masyarakat desa untuk bersama-sama membangun desanya.


Selama lima minggu penuh, dari tanggal 6 Oktober hingga 3 November 2018 tim relawan Prudential yang dinamakan PRUVolunteer bergotong royong dengan masyarakat melakukan berbagai kegiatan bermanfaat. Diantaranya menyelesaikan bangunan pesantren yang masih setengah jadi dan membuat satu bangunan pesantren baru lagi. Bangunan baru ini sedianya untuk memisahkan santri perempuan dan santri lelaki. Dan untuk fasilitas kesehatan di sebelah bangunan pesantren juga dibuatkan MCK dan tempat wudhu yang bersih.

Selain membenahi fasilitas pendidikan tim relawan juga membuat solar panel sebagai pasokan listrik berbasis cahaya matahari. So sad to hear that, manakala pembangunan infrastruktur digenjot habis di masa kepemimpinan yang sekarang ini, tapi nyatanya di sini, yang lokasinya hanya sejengkal saja dari Jakarta ada yang sama sekali belum tersentuh. Desa ini belum ada listrik sama sekali.






Padahal kalau dilihat potensi di dataran tinggi ini sangat besar sekali. Ada banyak pohon kopi yang sayangnya tidak dikelola dengan baik. Padahal kopi merupakan komoditi yang bernilai tinggi, kan? Atas dasar itu tim relawan bergerak mendampingi petani kopi agar budidayanya dapat bersaing di pasaran. Diharapkan roda ekonomi pun akan bergulir pelan-pelan dari sini. Aamiin.

Bahkan, pendidikan finansial juga diberikan untuk anak-anak santri oleh mitra Prudential, Junior Prestasi Indonesia. Semua santri diberi tanggung jawab untuk mengelola lahan cocok tanam di belakang pesantren. Secara bergantian mereka bertugas menyirami benih sayur mayur dan tanaman herbal yang sudah mulai membesar ini. Padahal baru ditanam tiga minggu lalu, lho.



Ah senang sekali. Ada harapan membuncah di sana, tatkala panen tiba. Hasil tanam sayur mayuran nantinya dapat mereka konsumsi sendiri. Jadi anak-anak tidak perlu patungan lagi untuk beli sayur supaya bisa dimasak. Pun herbal yang ditanam dapat dijual yang hasilnya dapat mereka tabung.


Hari Sabtu, tanggal 3 November 2018, saya bahagia sekali bisa melihat binar bahagia dan senyum tersipu-sipu penduduk kampung Mulyasari, Sukamakmur, Jonggol Bogor Timur ini ketika penutup bangunan pesantren diturunkan. Tanda serah terima dari Prudential kepada warga. Sekarang, di pesantren dan madrasah ini anak-anak tidak perlu ke kampung sebelah lagi untuk sekolah yang jaraknya jauh dan medannya pun sulit. Sebentar lagi, hasil kopi dari perkebunan Sukamakmur dapat menjadi komoditi berjual tinggi.





Dalam serah terima kepada masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat, Ustad Solih, Jeins Reisch, Presiden Director Prudential Indonesia, ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia dan pak Robert Gardiner dari Junior Prestasi Indonesia semuanya memberi sambutan dengan wajah sukacita. Hari ini menjadi tanda perjalanan Community Investment Prudential.

Setelah berjalan selama 11 tahun dengan program kegiatan sosial berbeda-beda dan tempat yang berbeda-beda juga kami bersyukur telah mencapai hasil-hasil yang berdampak baik. Kami berharap upaya kami tidak berhenti di sini. Kami percaya, menjalankan bisnis dengan baik haruslah diikuti dengan memberi kembali pada masyarakat.~ Nini Sumohandoyo

Setuju. Dalam bahasa sederhananya saya juga kerap mempraktekkan apa yang disebut dengan "terima kasih". Jadi apapun yang di "terima" alangkah baiknya bila kita "kasih" lagi kepada yang lain. Agar manfaatnya mengalir terus menerus.



Terimakasih Prudential atas pengalaman berharga yang sangat berkesan ini. Saya dan teman-teman Blogger, Media, PRUVolunteer semua mendadak jadi mesra. Aneka jajan pasar dan umbi-umbian rebus yang ditata di tampah makin menambah keakraban. Sambil menari senam Morena kami membuat lingkaran dan menyanyi sama-sama.

Dalam perjalanan pulang saya yakin bakal merindukan senyum polos teman-teman baru saya; adik-adik kecil dan ibu-ibunya ketika saya ajak foto bareng. Saya bakal merindukan air dari gunung halimun yang saya minum langsung tadi. Dan saya berharap, jika suatu hari nanti saya mampir ke sini, kampung Mulyasari telah bangkit menjadi desa mandiri dan berdaya. Dan bisa menularkannya lagi ke desa sekitarnya. Aamiin.