SIPINDO, Sahabat Petani Zaman Now



"Itu berapaan ya, Yah?" bisik saya kepada suami sambil menunjuk ke ujung. Ke arah rak tanaman sayuran yang terbuat dari pipa pralon bersusun-susun. Melihat bayam dan kangkung yang tumbuh subur seperti itu koq saya jadi pingin menanam sayuran sendiri di rumah, deh.

Sebagai ibu rumah tangga yang sayang keluarga *kibasjilbab saya berfokus pada apapun yang dikonsumsi keluarga. Apalagi sekarang ini harga bahan pangan semakin tinggi aja. Lumayan berat juga pengeluarannya. Saya harus putar otak untuk mengatur uang belanja. Andai bisa menanam sendiri kan enak, jadi lebih irit. Ga perlu menanam yang ribet-ribet perawatannya. Sayuran atau cabe, tomat dan daun bawang kan bisa ditanam di pekarangan rumah. 

Dipikir-pikir tampaknya teori menanam itu mudah, ya? Kita hanya butuh pot-pot kecil aja, misalnya botol air minum kemasan bekas. Kita juga perlu tanah dan benih atau tunas muda. Dalam beberapa waktu kita bisa memanen hasilnya. Bisa hemat, kan, ga perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli kangkung, cabe, tomat, sawi, atau pok coy.




Tapi asal teman-teman ketahui, dalam prakteknya bercocok tanam ga semudah itu rupanya. Buktinya, tanaman sayuran saya banyak yang tidak tumbuh atau gagal tumbuh sama sekali. Ada yang busuk dan ada yang mati. Pernah juga dimakan hama. Duuh, sedih banget liat kemangi kemarin sore masih indah eh paginya sudah diacak-acak binatang. Entahlah, mungkin tangan saya yang 'panas' kali ya, sehingga tanaman sayuran impian saya selalu gagal dipanen. Atau mungkin karena saya ga paham perawatannya, entahlah. 

Dalam peluncuran fitur terbaru aplikasi SIPINDO di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta 12 Oktober 2018 lalu, jujur, saya termasuk orang yang paling seneng. Karena meskipun aplikasi ini ditujukan untuk petani-petani di seantero Indonesia tapi namanya ilmu-ya siapa tau-bisa juga mengatasi permasalahan saya dalam hal bercocok tanam.

Aplikasi SIPINDO
SIPINDO adalah singkatan dari Sistem Informasi Pertanian Indonesia. Kehadiran aplikasi ini sangat ditunggu-tunggu petani. Ini menjadi solusi atas berbagai masalah yang sering dihadapi petani-petani. Diantaranya cuaca yang tidak menentu, kurangnya informasi terhadap hama tanaman, sulitnya akses pasar hingga harga panen yang tidak stabil. Kurangnya informasi membuat petani sulit mengatasi masalah-masalah tersebut.



Melalui aplikasi SIPINDO setiap petani bisa memperoleh informasi seputar tata cara penanganan hama dan penyakit tanaman, pola dan musim tanam, estimasi waktu panen dan perkiraan jumlah produksi, prakiraan iklim dan cuaca hingga forum jual beli hasil panen dari pedagang pasar tradisional serta ritel modern untuk mengantisipasi permainan harga oleh para tengkulak.

Untuk mendukung kemajuan di sektor pertaniandi Indonesia produsen benih sayuran PT East West Indonesia (EWINDO) yang dikenal dengan Cap Panah Merah bersama mitra konsorsium G4AW lainnya meluncurkan aplikasi SIPINDO powered SMARTSeeds.

Adapun konsorsium Smartseeds terdiri dari enam lembaga publik dan swasta dengan keahliannya masing-masing yaitu ICCO Cooperation, East West Seed Indonesia (EWINDO), Akvo, IPB, Nelen & Schuurmans (N&S), Univrsity of Twente - Faculty for Geo - Information Science & Earth Observation (UT - ITC).

Project Smartseeds ini merupakan satu dari 17 project yang dikembangkan di dunia oleh Geodata for Agriculture and Water (G4AW) perusahaan konsultan untuk meningkatkan keamanan pangan di negara berkembang dengan menggunakan data satelit. Dimana dana untuk mendanai didapatkan dari Netherland Space Office (NSO) kantor luar angkasa Belanda.

Manfaat SIPINDO
Dalam peluncurannya, beberapa fitur terbaru aplikasi SIPINDO yang dapat kita gunakan antara lain prediksi cuaca dengan resolusi spasial hingga 5 km, rekomendasi kandungan hara tanah berdasarkan hasil test laboratorium dan rekomendasi pemupukan. Informasi yang diberikan berbasis lokasi (location spesific data) sesuai dimana lahan petani berada.

Ki - ka : Glenn Pardede, Sri Wijayanti Yusuf, Kees de Ruiter


Sebagaimana disampaikan Kees de Ruiter, Regional Manager dari ICCO Cooperation Asia Tenggara, "sebelum aplikasi SIPINDO berbasis Smartseeds ini diluncurkan kami sudah melakukan berbagai test. Berbasiskan data yang akurat dari satelit dan data di lapangan berdasarkan lokasi lahan tanam tidak ada kendala sama sekali saat aplikasi ini digunakan. Justru layanan informasi ini jadi acuan petani untuk meningkatkan produksi secara lebih efektif sekaligus lebih efisien dalam merespon tantangan baru seperti perubahan iklim akhir-akhir ini."

Hihih, iya juga sih. Katanya sekarang sudah bulan berakhiran ber-ber-ber artinya sudah masuk musim hujan. Tapi nyatanya sekarang ini panasnya masya Allah. Menyengat banget.



Untuk dapat merasakan berbagai manfaatnya pertama-tama kita hanya menginstall dulu aplikasi SIPINDO melalui appstore di android kita. Setelah itu registrasi dan update informasi melalui aplikasi SIPINDO. Berikut manfaatnya :

1. Dapat mengetahui peta penanaman sayur di Indonesia
2. Dapat mengetahui informasi harga sayuran di daerah kita maupun wilayah lain di Indonesia
3. Dapat mengetahui rekomendasi pemupukan untuk lahan yang ingin ditanam
4. Dapat melihat prediksi curah hujan enam bulan di lokasi lahan kita
5. Melihat perbandingan prediksi curah hujan dengan data CH 30 tahun.
6. Dapat berkonsultasi soal budi daya tanaman, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya. 

Selain bermanfaat untuk petani, SIPINDO juga bermanfaat untuk penyuluh pertanian dan pedagang. Keuntungan bagi mitra penyuluh adalah mendapatkan informasi yang dibutuhkan petani sehingga dapat meminimalir kesalahan dalam menganalisa suatu masalah kemudian segera memberikan solusi serta penyuluhan dengan cepat dan tepat kepada petani. Sedangkan untuk pedagang bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk mencari dan membeli produk pertanian sesuai kebutuhan mereka dari si pedagang langsung.


Sejak diluncurkan pada April 2017 lalu aplikasi SIPINDO telah digunakan lebih dari 14 ribu petani. Diharapkan dengan diluncurkan fitur-fitur baru ini akan lebih banyak digunakan petani supaya produktivitasnya terbantu dalam upaya menuju pertanian yang lebih baik. Targetnya, pada akhir tahun 2019 dapat membantu sekitar 100 ribu petani lagi.

"Bahkan ga sampai tiga bulan, target itu saya yakin akan terpenuhi," tutur optimis Ir. Sri Wijayanti Yusuf selaku Direktur Perlindungan Tanaman Direktorat Jendral Hortikultura Kementan RI. Dalam kesan pesannya ia menyambut baik kehadiran aplikasi SIPINDO ini.

Untuk mensosialiasikan penggunaan aplikasi ini beliau membawa 10 orang perwakilan dari petani supaya bisa segera mempraktekkan cara menggunakan aplikasi ini. Setelah dari acara ini, ke sepuluh orang tersebut supaya dapat menularkan ke teman-temannya yang lain bagaimana penggunaannya terkait susahnya mendatangkan penyuluh ke desa-desa.

Dalam sambutannya, Glenn Pardede, Managing Director EWINDO mengatakan, "hari ini kami meluncurkan beberapa fitur baru dalam aplikasi SIPINDO. Fitur baru ini diharapkan membantu petani untuk memprediksi cuaca lebih detil, memberikan informasi rekomendasi pemupukan sebagai dasar pemupukan dan juga panduan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah."



Fitur-fitur baru yang disajikan SIPINDO menghadirkan informasi yang dibuat secara khusus untuk setiap petani. Berdasarkan lokasi lahan pertanian aplikasi ini mampu memberikan data mengenai cuaca secara akurat. Hal tersebut dapat dilakukan berkat penggunaan satelit yang bisa mengumpulkan beragam data lapangan sehingga dapat memberikan solusi yang disesuaikan dengan kondisi di wilayah petani tersebut berada. Misalnya, petani di Malang dan Lampung tentu akan mendapatkan solusi berbeda meskipun sama-sama menanam tomat.

Kendatipun sama-sama menggunakan aplikasi SIPINDO tapi hasilnya tidak bisa disamakan. Lokasi lahan dan unsur hara tanah di setiap wilayah tidak sama. Ada yang produksinya meningkat dengan presentase bervariasi. Ada juga yang hasilnya tetap sama akan tetapi ada penghematan dari pemakaian pupuk. Tetap ada benefitnya, sih.

Pak Jaman, seorang petani dari Malang yang hadir dalam peluncuran SIPINDO mengatakan, ia adalah orang yang beruntung bisa mengenal SIPINDO dari awal. Saat itu, ia mendapat saran dari penyuluh lapangan dari EWINDO untuk mencoba menggunakan aplikasi SIPINDO supaya produksinya meningkat. Ia mengakui sempat kesulitan saat pertama kali menggunakan aplikasi tersebut. Namanya juga orang desa, katanya. Setelah mengaplikasikan apa yang dia dapat melalui aplikasi SIPINDO, betul saja panen cabenya meningkat 20% dibandingkan cara konvensional. Dari 60% menjadi 80%. Woww, luar biasa.

Nah, petani zaman now siapa bilang masih kudet? Petani zaman now itu gadget minded, lho. Saya pun mau jadi petani di pekarangan rumah sajalah kalau begitu. Pengen membudidayakan cabe, tomat, ketimun misalnya untuk dikonsumsi keluarga. Bisa lebih hemat kan pengeluarannya. Caranya gampang banget, donload aja dulu aplikasi SIPINDO. Gratis koq!


Komentar