Selasa, 30 Oktober 2018

Film 3 Dara 2 Angkat Susahnya Komunikasi Dengan Pasangan




Teman-teman pernah mendengar tidak istilah uang istri adalah milik istri, kalau uang suami, ya, milik bersama?

Masalah uang memang hal sensitif.  Begitupun dalam rumah tangga. Masalah ini kerap menjadi hal yang memicu retaknya keharmonisan pernikahan. Kalau dua-duanya ikhlas dan bisa duduk bareng untuk mencari solusi yang baik, sih, no problem.  Lain halnya kalau salah satunya tidak bisa menerima kondisi. Misalnya aja,  si suami merasa keberatan bertukar peran dari kepala rumah tangga menjadi ibu, eh, jadi bapak rumah tangga. Kira-kira apa ya yang bakal terjadi?

Kemelut dalam rumah tangga ini saya temukan dalam film 3 Dara 2. Film yang baru tayang 25 Oktober 2018 kemarin di seluruh bioskop merupakan sequel dari film 3 Dara yang rilis tahun 2015 lalu. Pemerannya masih sama yakni Tora Sudiro sebagai Affandi, Adipati Dolken sebagai Jay dan Tanta Ginting sebagai Richard dengan arahan Monti Tiwa produksi MNC Pictures.



Perbedaannya, kini Jay dan Richard yang menunda-nunda pernikahannya karena ga pernah merasa siap menikah akhirnya menikah juga. Jay malah sudah punya anak balita yang lagi lucu-lucunya dan Richard masih merasakan suasana bulan madu dengan Kasih (anak Affandi dan Anik). 

Akan tetapi, ketiga sahabat yang tipenya enjoy banget menikmati hidup dengan kesuksesannya lagi-lagi mengalami masalah dengan perasaan perempuan. Tapi bukannya duduk bareng dengan istri masing-masing untuk mencari jalan keluar alih-alih mereka bertiga malah memilih berkonsultasi (lagi) ke psikolog langganannya, Windi (Rianti Catwright). Entah apa, ya, yang ada di kepala ketiga lelaki ini mengenai makna berumah tangga. Geregetan saya. 

Awal masalah berawal dari kenyinyiran mertua Affandi yang disebut Eyang Putri (Cut Mini). Sebagai lelaki, ia kerap disindir numpang hidup doang. Karena tidak terima tapi juga tidak berani protes maka Affandi mengajak Jay dan Richard untuk berinvestasi di bidang agrobisnis bersama teman yang baru dikenalnya Bowo (Dwi Sasono). Tapi apa lacur, sebulan kemudian, hak mereka yang katanya bakal medapat fee 4,5 Milyar dari modal sebesar 45 Milyar lenyap tak bersisa. Mobil dan rumah pun sampai disita Bank. 

kenalin, ini 3 dara sesungguhnya lho haha

Anik (Fanny Fabriana) istri Affandi kemudian mengambil alih. Ia mengajak serta keluarga kecil Jay dan Richard untuk tinggal sementara di rumah eyang putri. Mumpung eyang lagi liburan ke Eropa selama beberapa minggu. Sambil mencari jalan keluar setidaknya mereka bisa bertahan di rumah eyang untuk sementara. 

Tapi, lagi-lagi akibat kurangnya komunikasi suami istri berbagai masalah malah terus jadi mimpi buruk ketiga sahabat ini. Bahkan pernikahan mereka sampai menjadi taruhan. Saat di puncak keputus asaan, istri-istri speechless menghadapi sikap suami-suami yang sotoy. Ketiga suami ini lagi -lagi tak melibatkan istri-istri untuk duduk bareng untuk mencari jalan keluar terhadap masalah keuangan rumah tangga mereka. 

Sumpah, dari awal sampe akhir film, film bergenre komedi ini sangat menghibur banget. Saya ngakak campur geregetan membayangkan kalau punya suami kaya Affandi yang gayanya kaya raja banget, sampe-sampe dibukain sepatu oleh istrinya memang bikin enegh, sih. Ga mau sama sekali peka dikit melihat istrinya berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga yang seolah ga ada habisnya. 

Bagi lelaki seperti Affandi, tugas suami hanyalah bekerja mencari nafkah. Sedangkan tugas istri di rumah mengurus rumah tangga aja yang diaminkan dua sahabatnya, Jay dan Richard. "Istri itu di rumah, tugasnya ngurusin urusan remeh temeh aja," kata Affandi saat sesi konsultasi dengan Windi psikolog langganannya. 

What, kerjaan rumah tangga adalah hal remeh temeh??? Belum pernah jadi perempuan sih!! Kesel kan, heheeee...

Dan saya termasuk bersorak girang menertawakan nasib apes ketiga sahabat ini yang akhirnya merasakan juga jadi ibu rumah tangga, eh bapak rumah tangga juga, ding. Ketiga istri mereka mengambil alih kemudi rumah tangga dengan bekerja mencari nafkah. Sedangkan ketiga sahabat ini kerja di rumah dengan pembagian tugas, Affandi bertugas mencuci dan menyetrika, Jay kebagian bebersih rumah dan Richard kebagian belanja sayuran dan memasak. 

Namun pekerjaan rumah tangga seperti tidak habisnya. Pasalnya mas Jentu, asisten Eyang putri yang menyamakan kegantengannya dengan Rano Karno sok kuasa sekali. Mentang-mentang mendapat mandat penuh menjadi penguasa ada aja pekerjaan aneh-aneh yang harus tiga sahabat ini lakukan sebagai hukuman. Mereka harus menguras kolam renang tapi caranya airnya dibuang segayung-gayung bukannya disedot keluar pakai selang. Setelah itu, tiga sahabat ini masih harus menggosok ubin kolam renang dengan sikat gigi dan membersihkan kuda kesayangan mas Jentu. Alamaak, tega amat sih mas Jentu itu kan cuma balon kuda, huhuhuhu...  


bareng teman-teman komunitas ISB nobar film 3 Dara 2. Thanks yaa :*

Kesimpulan yang saya catat, meskipun film komedi 3 Dara 2 ini bergenre komedi tapi ada pesan positif yang dapat kita petik tanpa menggurui. Bahwa komunikasi itu penting dalam rumah tangga. Perempuan bukan cuma ngurusin kasur dan sumur aja tapi juga bisa menjadi teman berbagi dalam suka dan duka. Inget tuh ya hehehe...

Btw, gimana caranya ketiga sahabat ini menyelesaikan masalah keuangannya, ya? Apakah mereka bisa menebus harta yang disita Bank? Dapatkah mereka menemukan Bowo si penipu yang membawa lari uang mereka? Yuk ah tonton deh film 3 Dara 2 ini bareng pasangan kamu. Saya tunggu ya, saya juga masih mau nonton bareng suami, nih. 


2 komentar:

  1. Keren ya filmnya Mba, banyak pesen moralnya tapi dikemas dengan seger. gokil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya din, pesan positifnya kena banget dan sampe ke penonton. keren emang deh filmnya, ringan tapi sebenernya berisi ya

      Hapus