Sabtu, 29 September 2018

Ogah Pikun Bersama Pristine8+

September 29, 2018 18


"Jangan lupa minum kenapa, bu!" Peringatan dari suami saya ini terus melekat di benak kepala saya. Bertahun-tahun membina rumah tangga sampai hapal dia akan kebiasaan buruk saya ini. LUPA MINUM kalau sudah keasyikan mengetik di depan laptop. Hadeuuh...

Untuk menyiasati kebiasaan jelek ini saya pernah memasang aplikasi di smartphone. Aplikasi ini gunanya untuk mengingatkan saya untuk minum air. Tapi alih-alih rajin minum air, tetap saja saya masih sering lupa minum air. Soalnya sepele, nada dering hape lupa disetel on lagi. Hening teruslah jadinya.

Saya menyadari, akibat melupakan hal yang sepele ini ada beberapa masalah kesehatan yang kerap saya alami. Mulai dari kulit kering, sakit pinggang juga sembelit. Tapi yang bikin saya risau cuma yang satu ini. Saya mulai sering lupa. Adudududu, masih muda koq udah pikun? Emoh ah.

Etapiiiii, nyatanya saya tidak langsung berinisiatif menjalani pola hidup seimbang, lho, teman-teman. Saya baru benar-benar kapok setelah menjalani rangkaian pemeriksaan deteksi dini kanker payudara. Tumor jinak di payudara saya bukan cuma satu. Tapi ada dua. Itulah yang membuat saya harus segera take action sebelum terlambat.

Demi kesehatan saya kemudian mulai menjalani pola hidup live balance. Tadinya sering naik ojol menuju ke lokasi acara sekarang saya kurangi. Saya memilih jalan kaki dan naik Tije kemana-mana. Untuk mengurangi polutan debu dan zat karsinogen yang terpapar di udara saya selalu mengenakan masker hidung. Saya juga sudah mengurangi minum kopi dan begadang. Dan dengan berbangga hati akhirnya saya bisa disiplin juga untuk minum air. Yeayyy....



Caranya gimana? Flash back dulu ya. Waktu acara undangan Blogger saya sempat ngobrol dengan seorang pemerhati kesehatan. Saya lupa namanya. Pertanyaannya, adakah kiat untuk menjalani pola hidup seimbang dan menyiasati hobi lupa lupa minum?

Jawabannya simple banget. Untuk pola makan sebenernya ga perlu ikut diet ini itu. Kuncinya cuma disiplin dan teratur aja jam makannya. Kalau pernah jadi pasien di RS pasti tau deh kapan jam makannya. Menurutnya, mau buah dulu atau makanan utama dulu juga ga masalah. Yang penting makan. Ini hak tubuh kita lho mendapatkan asupan gizi sesuai porsi. Gara-gara diet karbo tubuh jadi kekurangan, demikian pun gara-gara diet protein tubuh jadi kekurangan asupan yang diperlukan tubuh. Ini yang perlu diluruskan.

Soal minum, nah selama ini kita dianjurkan minum air 8 gelas dalam sehari, kan? Ya sudah daripada repot-repot mikirin sudah berapa gelas yang kamu minum, ingat ini aja rumusnya. Bangun tidur - makan - mau tidur.

Setiap pagi saat baru bangun tidur kita harus minum air segelas. Ini gunanya untuk mengeluarkan racun dari dalam tidur yang terjadi akibat regenerasi sel yang terjadi saat tidur di malam hari.

Nah, makan pagi, makan siang dan makan malam kita tentu juga pasti minum, kan? Segelas habis makan pagi, segelas habis makan siang dan segelas habis makan malam. Jadi totalnya ada 3 gelas. Ini berguna untuk membantu penyerapan makanan di tubuh jadi baik. Lemak-lemak makanan yang kita konsumsi juga akan larut dengan minum air. Dengan minum air habis makan juga membantu proses pemecahan sisa makanan sehingga memudahkan pembuangan di dalam usus. Saya sudah mengalaminya, sekarang ini jarang sembelit. Buang air besar jadi lebih lancar.

Terakhir, saat mau tidur malam hari kita harus minum segelas air. Ini berguna untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama seharian.

Kalau hitungannya harus 8 gelas sehari lantas kalau minum satu gelas saat baru bangun tidur, 3 gelas habis makan, dan satu gelas lagi mau tidur maka sisanya yang 3 gelas dapat kita penuhi dari cairan lain yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya dari sayur yang berkuah atau dari buah-buahan berair banyak. Simple kan hehehe..



Ingatnya lagi, kebutuhan minum air setiap orang ga bisa disamakan. Bisa lebih bisa juga kurang dari delapan gelas dalam sehari. Tapi kalau kamu merasa haus yowes minum saja. Kalau kamu merasa lelah dan pusing segera istirahat dan minum air. Demikian pun kalau kamu merasa susah konsentrasi atau jadi gampang lupa, minumlah. Penyebabnya adalah hipotalamus di otak. Dialah yang mengendalikan suhu tubuh, rasa lapar, haus, lelah, kantuk dan perilaku kita ini. Oemji.

Gara-gara suka ngobrol-tapi yang bermanfaat-dengan teman-teman sesama Blogger akhirnya saya jadi kenal lebih jauh dengan Pristine8+. Tadinya saya kira air dalam kemasan botol warna hijau toska cerah ini sama seperti air minum kemasan lainnya. Tapi setelah dicoba, rasanya segar dan adem. Nggelenyer gitu di tenggorokan. Ga ada bau apa-apa. Tau-tau, biasanya kalau minum paling sanggupnya hanya seteguk saja, sekedar menghilangkan rasa kering di tenggorokan, yang ini lain. Sebotol Pristine8+ ukuran 400ml habis dalam sekejab.



Teman saya cerita. Beberapa bulan lalu saat mau Umroh ia membawa lima botol Pristine8+ untuk stok selama menjalani ibadah umroh. Sayangnya ia hanya diijinkan membawa satu botol saja. Saya sempat mengernyitkan kening, bingung, buat apa Pristine8+ sebanyak itu? Menurutnya, Pristine8+ adalah air minuman yang sangat baik untuk kesehatan. Rencananya, selain untuk mencegah dehidrasi selama beribadah, air Pristine8+ akan digunakan untuk menyemprot wajahnya supaya tetap moist dan terhindar dari jerawat dan flek hitam. Woooh, baru tau saya.

Nah, rupanya Pristine8+ berbeda toh dari air minum kemasan lainnya. Saya pun manggut-manggut. Bedanya ini bisa kita lihat dari angka 8+ yang menunjukkan Pristine8+ memiliki pH di atas 8. Nah, buat yang sudah lupa sama pelajaran Kimia jaman SMA dulu pH adalah satuan ukur untuk menunjukkan tingkat kadar asam atau basa dari suatu larutan. Yang netral kalau pH air 7. Semakin rendah pH air sifatnya asam dan ini ga baik untuk tubuh ya teman-teman. Air dengan pH baik untuk tubuh adalah air dengan pH lebih dari 7.

Selain itu yang saya suka dari Pristine8+ adalah sebagai berikut :

  • Menggunakan Teknologi Jepang Nihon Trim. Teknologi ini merupakan perusahaan produsen mesin ionisasi nomor satu di Jepang sehingga kualitasnya sangat baik dan aman untuk dikonsumsi. Nah proses ionisasi ini maksudnya adalah teknologi dimana ketika air diproses dilakukan pemisahan antara sifat asam dan sifat basa pada air, untuk selanjutnya hanya diambil air yang bersifat basa untuk dijadikan Pristine+. 
  • Mikro Molekul. Air minum Pristine8+ mengandung molekur air yang sangat kecil (mikromolekul) yang membuat Pristine8+ lebih mudah diserap tubuh dan membantu penyerapan asam tubuh. 
  • Kemasannya Slim. Botol Pristine8+ bentuknya slim jadi gampang digenggam. Dan buat dimasukkan ke dalam tas juga ga makan tempat mau yang berukuran 600ml ataupun yang 400ml. Tau sendiri kan isi tas perempuan itu apa aja. Buanyakkkk hehehe...
  • Aman dikonsumsi. Air minum Pristine8+ memiliki sertifikasi dari BPOM jadi dapat dipastikan aman dikonsumsi setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama. 

Sejak rutin mengkonsumsi Pristine8+ manfaatnya sudah saya rasakan. Sekarang saya lebih mudah berkonsentrasi dan ga mudah lupa lagi. Paparan radikal bebas dan makanan minuman yang saya konsumsi kan membuat tubuh jadi bersifat asam sehingga jadi lebih mudah dan rentan kena penyakit. Air minum Pristine8+ yang diproduksi dengan metode ionisasi memiliki banyak molekul hydrogen aktif yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui dapat menghambat sel kanker yang mengancam tubuh. Apalagi saya sudah dapat warning dengan tumor jinak ini. Saya mau sehat. Saya ga mau ogah pikun juga. Kalau kamu gimana?

Jumat, 28 September 2018

KIN Fresh Milk, Susu Murni Yang Ga Bikin Mual Lagi

September 28, 2018 28


Zaman kecil setiap ditanya mau minum apa saya pasti dengan lantang menjawab : susu coklat! Alasannya sederhana, sih, bau amis susu jadi tersamarkan oleh wanginya coklat. Dan lagi saya lebih suka minumnya waktu siang hari. Susu coklat yang dingin rasanya itu 'nyessss' di tenggorokan. Enak banget. Kalau boleh minum lagi, saya pasti ngacung!

Saya minum susu coklat berawal ketika saya pernah mengalami muntah-muntah setelah minum susu putih. Sebelumnya lagi, saya juga pernah mengalami kembung yang dibarengi rasa enegh serta diare setiap habis minum susu. Saya pikir, namanya masih anak-anak waktu itu, rasa susunya koq amis banget. Apa ini yang bikin saya jadi muntah-muntah? Apa jangan-jangan karena souce pan untuk merebus susunya yang masih kotor? Apa karena waktu proses pemanasannya belum sempurna sehingga bakterinya masih hidup dan menyebabkan perut saya jadi ga karuan rasanya? Entahlah. Pokoknya sejak saat itu saya ogah minum susu putih.

Syukurnya hingga kini susu masih jadi minuman favorit di rumah. Anak-anak saya juga suka. Mau susu murni, susu bubuk, susu cair semuanya suka. Saya juga sering mencampur susu dalam masakan. Misalnya bikin puding susu, es mambo atau bikin kue-kue.

Oh iya, ada yang pernah bikin bakwan jagung tapi adonannya dicampur dengan susu? Woww enak lho, lebih gurih rasanya daripada santan. Pikir saya, daripada anak-anak jajan yang aneh-aneh seperti es sirop atau minuman bersoda lebih baik susu aja, deh!

Terus terang saya masih terus berusaha sebisa mungkin untuk minum susu dengan rutin sampai kini. Asalkan ga terlalu manis aja. Enegh. Saya menyadari susu adalah cairan kaya manfaat. Kandungan nutrisi lengkap yang terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat sebagai sumber energi, mineral, dan vitamin dalam susu berguna untuk mendukung fungsi tubuh.

Sayangnya, yang terjadi di negara kita, berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2016, konsumsi susu saat ini masih lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Kisarannya 11,09 liter per kapita per tahun sedangkan negara lainnya di kisaran 20 liter per kapita per tahun. Kenapa bisa rendah sekali, apa penyebabnya?

Dari berbagai sumber yang saya baca, salah satu penyebab orang Indonesia kurang suka minum susu dikarenakan adanya rasa ga nyaman di perut setelah mengkonsumsi susu. Ada yang mual seperti saya, ada yang kembung, muntah, sembelit atau malah diare. Tapi teman-teman ga usah panik dan heran. Penduduk Asia yang mengalami ini presentasinya banyak koq.

Gejala mual, kembung, dan atau diare setelah mengkonsumsi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh. Sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi laktosa seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung dan diare yang terjadi setelah mengkonsumsi produk susu ~ dr. Rizal Alaydrus, MSC

Jadi kalau kita, sebagai orang Indonesia-yang juga termasuk ke dalam ras Asia-sering merasa ga nyaman habis minum susu itu adalah hal wajar. Yang ga wajar, mosok gara-gara itu jadi ga mau minum susu? Duh, koq, saya jadi ingat sama teman saya yang bermasalah dengan berat badan, tekanan darah maupun kadar gula darahnya. Ada juga yang mengalami osteroporosis akibat tidak mau minum susu. Ngeri.




Bicara soal susu, saya jadi ingat waktu kecil, setiap loper susu mengantarkan susu sapi perah di kemasannya ada tulisan susu murni dari bla bla bla. Entah benaran murni atau bukan tapi awalnya sapi di seluruh dunia memang  hanya menghasilkan protein A2 saja. Murni. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik juga kawin silang, dari banyaknya jenis sapi di seluruh dunia lama-lama semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1. Masalahnya,  protein A1 inilah yang justru menjadi penyebab masalah ga enak di perut setelah seseorang mengkonsumsinya. Ini bukan hal yang normal.

Untuk mengembalikan kemurnian susu sapi ahli-ahli dari dunia kesehatan kemudian melakukan berbagai percobaan dan riset. Akhirnya ditemukan bahwa susu A2 mempunyai potensi kelebihan dibandingkan susu A1. Kandungan protein A2 pun nyatanya sama dengan yang ada dalam ASI. 

Teman-teman tahu kan, ASI adalah makanan pertamakali yang kita kenal yang anti alergi dan kaya manfaat untuk tumbuh kembang bayi. 

Para ahli kemudian memilih sapi A2 dari proses seleksi alam dengan seleksi test DNA, tanpa rekayasa genetik. Sapi-sapi A2 tersebut kemudian diternakkan dan diambil susunya.



Salah satu peternakan yang memelihara jenis sapi A2, yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2 adalah peternakan KIN. Sebagai satu-satunya peternakan sapi terintegrasi yang menghasilkan susu dari sapi A2 secara eksklusif di Indonesia, seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat. Dimulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan murni mengandung protein A2 saja. Sama sekali tidak mengandung protein A1.




KIN FRESH MILK adalah 100% susu segar dari sapi A2 yang hanya mengandung protein A2 (tanpa protein A1) sehingga lebih mudah dicerna dan nyaman di perut. 

Ketika mendapati produk Kin Fresh Milk dari peternakan KIN saya langsung mencobanya. Kebetulan dari tiga produk Kin Fresh Milk yaitu original, chocolate dan coffee yang saya pilih rasa chocolate (lagi). Rasanya beneran ringan, ngga bikin enegh dan beneran ga ada rasa tambahan seperti garam dan gula. "Nah ini dia susu murni asli," kata saya dalam hati. Ternyata ya susu berkelas dari sapi teratas ini memang diproduksi dari sapi yang terawat baik di peternakan KIN.


Dan yang jadi nilai tambahnya lagi adalah sebagai berikut :

  • KIN Fresh Milk merupakan satu-satunya produk susu yang dikemas dalam botol dengan UV light barrier untuk menjamin kualitas produk tanpa pengawet. 
  • Tutupnya gampang dibuka meskipun oleh anak-anak sekalipun. Ukurannya pun pas untuk sekali minum, yaitu 200 ml. Pas untuk sekali minum. 
  • Ada tiga varian rasa yaitu original, coffee dan chocolate yang dapat kita pilih sesuai dengan favorit kita.
  • Dalam setiap kemasannya terkandung nilai energi total 130 kkal dan energi dari lemak 60 kkal. Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kemenkes RI, kebutuhan energi rata-rata dalam sehari adalah 2150 kkal. Bisa lebih bisa kurang tergantung aktifitas dan ukuran tubuh. Jadi kalau kita mengkonsumsi Kin Fresh Milk dengan energi 130 kkal maka saya tetap perlu makan makanan utama diselingi snack untuk mencukupi AKG sebesar 2150 kkal tadi supaya ga kekurangan atau kelebihan lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Cocok untuk teman-teman yang lagi diet, nih!


  • Kin Fresh Milk aman dikonsumsi semua usia, di atas 2 tahun.
  • Harganya terjangkau. Dengan modal duit berapa ribu rupiah saya bisa mendapatkan Kin Fresh Milk di minimarket dekat rumah. Susu bukan minuman mewah lagi, kan, jadi ga ada alasan sebenarnya kalau masih enggan minum susu juga. 

KIN Fresh Milk merupakan susu segar pertama di Indonesia yang berasal dari sapi A2 yang hadir sebagai pilihan yang lebih baik bagi konsumen. So, buat yang masih enggan mengkonsumsi susu karena merasakan gejala enegh, mual atau diare setelahnya jangan kuatir. Sekarang ada Kin Fresh Milk yang bersahabat untuk perut, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Mau kapan saja dan di mana saja ga ada alasan lagi untuk enggan minum susu. Yuk, budayakan minum susu.

Untuk info lebih lanjut mengenai Kin Fresh Milk silakan kunjungi:
website : www.kindairy.com
Instagram : @kindairyid



Rabu, 26 September 2018

Mau yang Bisa Pasti Dikasih Lebih? Pilih Investasi PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru, aja!

September 26, 2018 2


IN-VES-TA-SI.  
Bicara soal investasi, kalau ada yang baca tulisan sebelumnya, saya menganalogikan kehidupan ibarat kapal layar yang akan berlabuh di pulau impian. Untuk mencapainya tentu diperlukan rangka yang kuat agar mampu mengantarkan ke tujuan. Layar yang kuat dan fleksibel pun diperlukan agar kapal tidak mudah oleng yang menyebabkan tujuan melenceng. Layar yang kuat tentu akan mampu menahan badai kala menerpa dan menyelamatkan kita sampai di pulau impian. 

Setiap orang tentu memiliki pulau impian (tujuan) yang berlainan. Ada yang memilih berlabuh dulu dari satu dermaga ke dermaga lainnya (jangka pendek). Ada pula yang langsung memutuskan berlayar dalam waktu lama untuk mencapai tujuannya (jangka panjang). Itu terserah saja, karena nakhodanya kan kita sendiri. Kita sendiri yang memutuskan mau dibawa kemana hubungan kita . *Ehhhh. 


 Akan tetapi umumnya orang kerap bingung memutuskan, mau mengarahkan kapalnya kemana. Faktor penyebabnya adalah literasi keuangan yang masih rendah. Ketiadaan pemahaman acapkali menunda kita untuk berinvestasi. Nanti deh tahun depan, nunggu salary naik. Nanti deh, kalau sudah nikah. Nanti deh, kalau sudah punya anak. Begitu terus. Kita lupa, kebutuhan hidup setiap saat terus bertambah. Kita perlu perlindungan yang mencukupi untuk beragam kebutuhan kita.

Jujur, selama ini saya merasa masih minim menyisihkan pendapatan untuk dialokasikan ke investasi. Sehingga kala darurat keuangan seperti ini saya kalut luar biasa. Kebutuhan jangka pendek saya adalah biaya pendidikan anak dan kesehatan. Jangka panjangnya adalah kesiapan finansial untuk hari tua nanti. Bagaimana caranya supaya uang yang ada sekarang bisa bekerja menghidupi saya dan keluarga? Adakah investasi yang bisa pasti dikasih lebih ?

Maka bersyukur sekali saya ketika hadir lagi dalam peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) terbaru dari Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) pada 20 September 2018 lalu. Namanya PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru.


 
PRUlink generasi baru adalah produk asuransi jiwa terkait unit link yang memberikan perlindungan jiwa sekaligus alokasi investasi positif sejak nasabah pertama kali membayar premi. Perbedaannya dengan PRUlink Syariah Generasi Baru ini adalah produk asuransi jiwa yang ditawarkan sesuai dengan prinsip syariah. Keduanya sama-sama memberikan perlindungan berupa Uang Pertanggungan hingga usia 99 tahun yang terkait dengan investasi dan otomatis membantu nasabah untuk merencanakan warisan atas potensi hasil investasinya cukup dengan minimum premi perbulan sebesar Rp 400.000 aja. So, investasi itu ga perlu harus nunggu kaya dulu, kan? Nyatanya sisihkan 15 ribu setiap hari juga bisa berinvestasi. 

Lantas apa saja fitur utama dan keunggulannya yang bisa pasti dikasih lebih buat nasabahnya?
1. Memberi tambahan investasi dengan PRUBooster Investasi. Ini adalah fitur dimana nasabah akan mendapatkan tambahan alokasi investasi hingga 10% setiap pembayaran premi dan dibayarkan setiap tahunnya atau sampai polis berakhir. Dan sebagai nasabah kita pun akan tetap mendapatkan keuntungan ini selama premi dibayarkan tepat waktu dalam masa grace period. Kita pun mendapat alokasi investasi 30% dari premi berkala sejak hari pertama


2. Apapun kondisi kesehatan kita dapatkan tambahan Uang Pertanggungan dengan PRUbooster Proteksi. Ini adalah fitur dimana nasabah dapat memilih agar uang pertanggungan hingga usia 55 tahun dan meningkat setiap tahunnya tanpa perlu pernyataan kesehatan. 
 
3. Mendapatkan 2 kali nilai Uang Pertanggungan apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan

4. Gratis biaya administrasi, jadi lebih banyak uang yang diinvestasikan hingga Rp 540 ribu pertahunnya apabila menggunakan transaksi elektronik dan autodebet rekening. 

5. Beragam pilihan manfaat tambahan (riders) termasuk dua rider baru yaitu : PRUtotal & permanent disablement (memberi perlindungan bila kecelakaan dan mengalami lumpuh total dan permanen) dan PRUcritical hospital cover (memberi perlindungan untuk 12 kondisi penyakit kritis termasuk kanker, gagal ginjal, serangan jantung dan stroke), yang keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi sesuai toleransi risiko nasabah. 
 


Dalam peluncuran ini, juga diperkenalkan dua dana investasi baru yang dapat dipilih untuk produk PRUlink Generasi Baru yaitu : 
a. PRUlink Rupiah Global Low Volatility Equity Equity Fund yang diharapkan memberi kestabilan melalui pemilihan saham global yang memberi dividen tinggi. 
b. PRUlink Rupiah Global Emerging Market Equity yang berinvestasi ke dalam perusahaan-perusahaan di pasar negara-negara berkembang yang tumbuh pesat untuk berinvestasi jangka panjang yang hasilnya lebih tinggi. 

Dalam sambutannya, Jens Reich, Presiden Direktur Prudential Indonesia memaparkan, dari hasil survey kepada nasabah dan masyarakat umum diketahui mayoritas orang menekankan kebutuhan untuk persiapan pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan anak, serta perlindungan sakit kritis. 

“Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap resiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih.” 


 
Tren di industri menunjukkan produk unit link terus diminati masyarakat. Akan tetapi rendahnya literasi keuangan di Indonesia menyebabkan masih banyak orang yang belum paham akan pentingnya proteksi dan investasi di masa depan untuk kesejahteraan mereka. Untuk itu Prudential terus berkomitmen untuk melakukan rangkaian inisiatif berkelanjutan supaya masyarakat lebih teredukasi akan inklusi keuangan. Beruntung sekali lagi deh saya bisa hadir dalam workshop edukasi keuangan bareng teman-teman Blogger minggu lalu. 

Nah, produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta potensi hasil investasi jangka panjang seperti ini tentu dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi kebutuhan saya dan keluarga. FYI, aja Prudential memberi cashback nih sebesar 2 bulan premi untuk pembelian polis sampai dengan 31 Oktober 2018.

Kesimpulannya, kalau ada yang bisa pasti dikasih lebih masak kamu masih enggan berinvestasi juga? #PRUlinkGenerasiBaru #PRUlinkSyariahGenerasiBaru #PastiDikasihLebih

Selasa, 18 September 2018

Rencanakan Keuangan dari Secangkir Kopi

September 18, 2018 31

Saya mulai merasa lebih pusing selama setahunan terakhir ini. Pendapatan utama suami saya sebetulnya lumayanlah untuk standar hidup di Cileungsi. Tapi ternyata biaya hidup terus meningkat nilainya meskipun barang yang dibeli tetap sama. Kebutuhan anak-anak pun semakin tinggi. Alhamdulillah tidak ada cicilan rumah atau mobil yang harus dibayarkan, sih. Kalau bayar SPP, listrik dan belanja dapur wajarlah ya, namanya juga kebutuhan primer.

Namun keuangan kami goncang juga. Ada dua faktor penyebabnya yang saling berkaitan. Suami berhenti kerja. Pun, di saat yang berdekatan ada tumor jinak di kedua payudara saya. Tidak ada cara lain selain bertahan, bukan? Saya lantas mengambil peran sementara untuk menopang kebutuhan hidup dari hasil ngeblog.

Yang saya pikirkan bagaimana mencari penghasilan tambahan agar bisa menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan anak-anak? Kalau hanya mengandalkan dana pensiun ya sama saja dengan ‘membocorkan’ isi karung padi kami. Diambilin terus, diisi mah ngga. Sedangkan sekarang ini saja kebutuhan sehari-hari sebagian besar masih disokong dari situ. Kami hampir tidak ada saving apa-apa selain rumah, sebidang tanah, mobil, emas berapa gram dan perlindungan asuransi. Itupun asal punya, aja, sih.

Saya menyadari, saya termasuk orang-orang yang belum punya pengetahuan untuk mendukung perencanaan keuangan saya. Namun satu hal yang saya ingat, ada peribahasa bilang ‘don’t put your egg in one basket’. Kalau-kalau jatuh, setidaknya ada telur yang masih bisa diselamatkan. Tapi diselamatkannya seperti apa? Bagaimana bekerjanya uang yang katanya dapat memberi manfaat, jujur, logika saya belum sampe. Hiekz.

Syukurlah, dalam workhop Blogger di Prudential Centre Mal Kokas, Jakarta Selatan 14 September 2018 lalu saya mendapat pencerahan mengenai perencanaan keuangan. Karena kalau diibaratkan kehidupan kita itu adalah kapal. Namanya kapal Titanic aja ya. Kapal ini nantinya akan berlabuh di tujuan, yakni pulau impian kita. Untuk mencapai pulau impian diperlukan rangka kapal yang kuat (dana). Kapal juga butuh layar yang kuat dan fleksible dalam menghadapi angin badai supaya tidak menabrak gunung es. Nah, itulah asuransi.

Oke sekarang saya ulas satu-satu ya supaya banyak orang yang memiliki kesadaran bahwa asuransi itu penting. Supaya banyak yang memahami hal-hal yang terkait dengan resiko yang memang sifatnya ‘intangible’ alias tidak berwujud.


Definisi Asuransi



Dari KBBI, pengertian asuransi adalah perjanjian antara dua pihak. Pihak pertama berkewajiban membayar iuran. Pihak satunya lagi berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran. Kewajiban tersebut dilaksanakan apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya.

Konsepnya begini. Sebagai pengelola atau penanggung perusahaan asuransi akan menerima iuran premi yang dibayarkan nasabah. Bila nasabah mengalami kondisi sesuai dengan perjanjian maka perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat kepada nasabah.

Nah, lantas apa bedanya asuransi konvensional dengan asuransi syariah? Pak Himawan selaku Head of Product Prudential memaparkan. Ada 6 perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah : 

kalau ada keuntungan ataupun kerugian di asuransi konvensional akan ditanggung perusahaan, kalau di asuransi syariah sistemnya bagi hasil 

Jenis-jenis asuransi

Yuk coba kita ingat-ingat, apa aja yang terlintas di kepala kita kalau mendengar kata asuransi. Ada dua jenis asuransi yakni asuransi umum yang meliputi asuransi property, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan, asuransi engineering, asuransi rangka kapal, asuransi cargo, asuransi kecelakaan, asuransi kemalingan dan lain sebagainya.

Jenis asuransi yang kedua adalah asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini masih dibedakan lagi menjadi dua yakni asuransi tradisional dan unit link.

Asuransi jiwa tradisional :

Berjangka : memberikan manfaat meninggal dengan periode jangka pendek

Seumur hidup : memberikan manfaat meninggal dengan periode jangka panjang (seumur hidup)

Dwiguna : memberikan manfaat meninggal dan tabungan.


Bicara soal asuransi dwiguna, ini artinya kita sebagai nasabah dipaksa menabung hingga kesepakatan waktu berakhir, misalnya 10 atau 20 tahun. Baru deh kita bisa mendapat berupa asuransi jiwa. Sampai di sini sepertinya saya sudah punya gambaran deh. Nah asuransi yang saya punya kayanya berjenis asuransi dwiguna, nih. Karena saya ingat setiap bulannya, dari yang saya setorkan ; kata agennya, ada yang dimasukkan ke investasi dan ada yang dimasukkan ke proteksi. 



Unit Link

Nah, jadi asuransi dwiguna ini apakah sama dengan unit link? Jawabannya beda. Meskipun bisa dibilang mirip tapi ada perbedaan mencolok diantara keduanya. Kalau asuransi dwiguna lebih fokus pada tabungan, proporsinya lebih besar daripada asuransi jiwa yang jadi pelengkapnya saja. Sedangkan asuransi unit link lebih berfokus pada asuransi jiwanya, namun tidak mengesampingkan investasinya.

Konsep Unit Link begini. Kita sebagai nasabah diwajibkan membayar premi kepada perusahaan asuransi yang bertugas sebagai penanggung/pengelola. Dari uang premi yang kita bayarkan oleh perusahaan akan dikonversi menjadi unit. Unit ini mempunyai harga yang nilainya mengikuti kinerja dari investasi yang dipilih. Unit ini digunakan sebagai pembayaran biaya asuransi dan akumulai nilai tunai. Bila andaikan nasabah mengalami kondisi sesuai dengan perjanjian maka perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat kepada nasabah.

Dari pemaparan pak Himawan, saya menyimpulkan yang menikmati manfaat asuransi dwiguna adalah ahli waris kita. Sedangkan kalau unit link kita sendiri ikut juga menikmati hasil dari kinerja investasi sesuai dengan yang kita pilih. Jadi pilih yang mana? Pengennya sih yang mana yang bisa pasti dikasih lebih untuk nasabahnya, hehehe...

Memang sih, asuransi untuk sebagian masyarakat belum diakui sebagai kebutuhan mendesak. Padahal jika melihat kenyataan sehari-hari di sekitar kita, tingkat resiko yang harus kita hadapi semakin meningkat terus. Masih banyak dari kita yang cenderung mendahulukan kepentingan konsumtifnya. Misalnya ngopi di gerai kopi. Berapa satu cup-nya? 35 ribu. Kalau setiap hari kita menginvestasikan 35 ribu rupiah beli kopi di gerainya maka dalam 10 tahun apa yang dapat dilakukannya? Nothing!



Kalau kita bisa sisihkan 35 ribu setiap hari selama 10 tahun kita akan mendapat nominal 128 juta rupiah lho! Ini belum dihitung dengan angka pertumbuhan investasi 10% pertahun maka total angkanya bikin neguk ludah yaitu 220 juta rupiah. We-Ow-We yaa..

Menurut Pak Himawan, kuncinya hanya satu. DISIPLIN. “Semakin lama uang bekerja artinya semakin pintar,” tegasnya.

Itu tadi hitungannya selama 10 tahun saja bisa mendapat 200 jutaan (Baca : 0,2 milyar rupiah). Kalau 20 tahun dapat 800 juta (baca : 0,8 milyar rupiah). Kalau 30 tahun dapat 2,4 Milyar rupiah, dan kalau 35 tahun dapatnya 6,8 milyar rupiah.

Wah siapa yang ga kepingin ya bisa pensiun bahagia seharga pengorbanan satu cup kopi saja setiap hari? Ga berat. Ga berbelit-belit. Ga sulit. #PastiDikasihLebih






Kamis, 13 September 2018

IIBF 2018 Filterasi Informasi Dengan Cintai Literasi

September 13, 2018 10


Waktu masih SD pameran buku IKAPI selalu saya nanti-nantikan kehadirannya. Saya rela lho memecahkan celengan untuk bisa membeli buku-buku favorit saya. Diantaranya Lima Sekawan karya Enid Blyton dan serial Noni karya Bung Smas. Sampai-sampai saking terbawanya masuk ke dalam alur cerita, saya bertanya-tanya. Benarkah kampung Krapyak tempat Noni tinggal itu nyata adanya? Benarkah Godek sahabat Noni yang juga seorang buronan polisi itu orangnya baik hati?

Ah, saya terinspirasi sekali dengan tokoh Noni yang tomboi dan berani. Sudah banyak petualangannya memberantas kejahatan dibantu Godek yang pandai menyamar. Saya berandai-andai, kalau-kalau saya adalah teman Noni, mungkin akan lebih banyak petualangan berani yang kami hadapi hahahaa...



Kenangan tentang pameran buku IKAPI memang tidak mudah  dilupakan. Buku-buku yang saya beli tanpa disadari telah membentuk jati diri saya sekarang. Saya pernah ketemu Bung Smas dan Hilman Hariwidjaja penulis LUPUS. Pernah juga dapet kaos dan buku yang ditanda tangani langsung kedua penulis tersebut. Saya pun masih ingat ketika belanja stationery merk Sanrio dan kertas kado untuk sampul buku. Buat zaman saya, kalau punya printilan berdesain Hello Kitty atau My Melody bener-bener keren pokoknya, deh!

Siap-siap kalap di Zona Kalap 
Kemarin di pembukaan IIBF 2018 kenangan saya terhadap pameran buku IKAPI kembali menyeruak. Dalam antrian di zona kalap, ibu-ibu di depan saya memegang keranjang yang terlihat berat. Satu demi satu mba kasirnya sibuk sekali menginput belasan pensil, setumpuk penghapus, mainan edukasi dan buku-buku.




Ibu itu tidak sendiri. Sepanjang mata saya memandang rata-rata orang membawa keranjang untuk meletakkan belanjaannya. Tidak mungkin kalau beli satu buku, nih! Sayapun tadinya juga hanya lihat-lihat saja. Tapi keinginan saya tidak terbendung ketika melihat bandrol harganya ada yang hanya 5.500 rupiah aja. Sayang sekali kalau sampai ga beli ini. Lalu tanpa sadar saya ambil buku pertama, kedua, ketiga dan, masya Allah, kalap juga saya rupanya hahaha....



Bagaimana tidak kalap coba, Zona kalap merupakan salah satu pogram andalan di penyelenggaraan IIBF 2018 ini. Ada satu juta buku dari berbagai penerbit yang dijual dengan potongan harga hingga 80%. Mau buku apa saja ada misalnya buku fiksi, novel, non fiksi, buku anak dan buku religi yang memuaskan dahaga pecinta buku seperti saya.

IIBF (Indonesia International Book Fair) merupakan transformasi dari pameran buku IKAPI sejak tahun 2014 lalu. Kini, di tahun ke-37 diselenggarakannya pesta buku dari Ikatan Penerbit Indonesia selain penerbit dalam negeri, peserta dari negara asing juga ikut bergabung.



Info yang saya dapat, ada lebih dari 62 peserta Indonesia yang menghadirkan 110 stand. Tidak hanya itu, dalam pesta buku yang diselenggarakan sampai tanggal 16 September ini juga diikuti 34 peserta dari 17 negara. Diantaranya adalah Inggris, Jerman, Turki, Mesir, Maroko, China, Jepang, India, Uni Emirat Arab, Singapur, Korsel, Malaysia, Thailand, Tunisia, Australia dan Arab Saudi.

Umroh dan Naik Haji 
Salah satu stand yang menarik untuk dikunjungi adalah stand Arab Saudi. Di sini ada banyak buku-buku islam yang menarik untuk dibaca. Akan tetapi di area ini kita juga bisa menikmati spot-nya yang megah dan luas; seolah-olah berada di jazirah Arab. Banyak sekali orang Arab berpakaian gamis putih dengan sorban di kepalanya. Percakapan berbahasa Arab antar mereka sontak membuat saya tersenyum. Begini mungkin ya rasanya kalau lagi Umroh.





Oh iya, terkait dengan Umroh dan Haji, jangan sampe lupa ya mampir mengisi data pengunjung di stand ini dan memasukkannya ke kotak tersedia. Setiap harinya, setiap pukul 7 malam akan ada pengundian pemenang yang beruntung akan berkesempatan Umroh dan naik Haji gratis. Syaratnya hanya satu, harus hadir saat nama-nama pemenang diumumkan. Asiikkkk...

Bursa Naskah dan Indonesia Right Fair
Pesta buku IIBF rupanya bukan hanya ajang pameran dan penjualan buku saja. Karena ini adalah ekosistem bermanfaat dimana seluruh penggiat buku berkumpul. Baik itu penulis, penerbit maupun pembaca buku.

Kalau tidak ada ekosistem ini, bagaimana penulis bisa produktif menulis bukunya? ~ Triawan Munaf - Ketua BEKRAF

Melalui ajang bursa naskah misalnya. Ini menjadi ajang bertemunya penulis wannabe dan penerbit untuk berkonsultasi dan negosiasi. Ini pun dapat menjadi market perbukuan internasional bagi penerbit dan penulis yang menyasar pasar global. Namanya Indonesia Right Fair. Melalui IRF semua pelaku usaha perbukuan dapat mempromosikan buku unggulannya untuk ditawarkan hak cipta terjemahannya ke penerbit lain. Kalau begini artinya penulis jadi semakin produktif melahirkan karya-karya terbaiknya, kan.



Setiap tahunnya event IIBF memiliki tema berbeda-beda. Kali ini tema Creative Work Towards the Culture Literacy dipilih dengan mengadakan berbagai acara bertema literasi, pendidikan dan kebudayaan. Ada school competition, wisata literasi untuk pelajar, seminar, talkshow, launching buku dan jumpa penulis.






Selama lima hari, dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam ada banyak kegiatan seru di ajang IIBF 2018. Mau ketemu penulis terkemuka seperti Maudy Ayunda, Eka Kurniawan, Feni Rose, Kang Maman Suherman dan Faza Meonk? Bisa.  Yuk jangan lewatkan ya talkshownya.







Oiya, selain penulis populer tanah air, penulis luar negeri juga tak mau ketinggalan meramaikan event buku tahunan ini. Ada Rilla Melati dari Singapura dan Alfredo Santos dari Filipina bakal berbagi inspirasi untuk kita semua.

Masih belum tuntas dahaganya juga? Tenang. Ada tiga pelatihan workhosp menulis juga nih untuk pembuat kontent dan penulis buku yang wajib dihadiri. Yeayyyy...  

Paham Literasi Mampu Filterasi   



Dalam peresmian IIBF 2018 yang dihadiri Ketua IKAPI pusat Rosidayati Rozalina, Ketua BEKRAF Triawan Munaf, Ketua panitia IIBF 2018 Amalia Safitri dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Suhendar semua sepakat mengatakan bahwa IIBF 2018 adalah panggungnya penghargaan pelaku perbukuan. Mulai dari penulis, penerbit, penjualan buku semua berkumpul di sini untuk sama-sama mengupayakan kemajuan budaya literasi di Indonesia. Tujuannya agar kualitas sumber daya bangsa dapat meningkat.



Indonesia selama ini diketahui adalah negara yang paling rendah minat bacanya. Sebagaimana disampaikan Rhenald Kasali dalam sambutannya setelah didapuk menjadi Writer Of The Year IKAPI AWARD 2018, "Manusia lebih percaya pada cerita (fiksi). Tidak pada data dan fakta. Dan ini menjadi rumit karena mesin pintar membuat manusia tenggelam dalam realitas subyektifitasnya masing-masing. Oleh karena itu peran akademisi sebagai penjaga pintu gerbang ilmu dituntut untuk mengartikulasikan kebenaran dalam bentuk cerita sesuai validasi data."

Dengan adanya kebenaran, hoax tak akan mampu mengisi ruang-ruang kosong manusia. Maka, di negeri ini critical thinking dan big picture thinking menjadi suatu kemewahan," lanjutnya.

Senada dengan sekelumit pesan Dadang Suhendar yang terekam di kepala saya. Kalau kita punya tingkat literasi yang tinggi, maka kita akan mampu memfilterasi informasi apapun yang diterima.

Maka tidak ada cara lain untuk memfilterasi informasi  selain menggiatkan membaca dan meningkatkan budaya literasi. Dengan begitu kita tidak mudah terhasut hoax. Mari membaca, hidupkan semangat baca. Bukankah buku adalah jendela ilmu?












Rabu, 12 September 2018

Memulai Hari Besar dengan Sarapan Besar Nestum

September 12, 2018 2


Sarapan. Bila membayangkan kata ini seketika yang muncul di kepala, koq, kulineran yang umum dijajakan saat pagi hari. Wuih apa aja ya? Ketupat sayur dengan semur telur dan tahunya pasti enak, nih! Atau gimana kalau nasi uduk yang disandingkan dengan telur balado, perkedel kentang dan bihun goreng? Tapi tunggu, itu ga salah, nasi-perkedel kentang-bihun goreng semuanya kan karbohidrat? Apa iya sehat? :(

Sarapan sehat nyatanya masih jarang dilakukan orang Indonesia. Umumnya kita terbiasa 'makan berat' atau tidak biasa sarapan sama sekali. Padahal sarapan sehat itu penting untuk memulai hari. Tujuannya supaya ada energi setelah tidur malam yang panjang dan menyebabkan perut kosong. Dengan adanya energi yang dipasok ke otak di pagi hari membuat kita lebih aktif dan fokus seharian.

Sarapan itu ga asal kenyang ~ Ahli Gizi Prof. Dr. Ir. Hardinsyah 


Dalam konperensi pers bersama media dan blogger  5 September 2019 lalu jujur saya tersentak dengan kalimat beliau. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah mengatakan, "dibandingkan lima tahun yang lalu, masyarakat terutama siswa sekolah, remaja dan wanita dewasa sudah semakin paham akan pentingnya sarapan dan semakin banyak yang menjadikan sarapan sebagai bagian kegiatan di pagi hari. Namun, menu sarapan pada umumnya cenderung masih belum memenuhi kebutuhan gizi yang lengkap dan seimbang. Ini dikarenakan pola kebiasaan sarapan yang masih 'sebutuhnya' aja."

Padahal sarapan bukan hanya sekedar pencegah rasa lapar tapi juga membekali tubuh dengan sumber gizi yang bisa memberikan energi lebih lama dan rasa kenyang lebih lama agar tubuh lebih siap beraktivitas, jelasnya.


Waini. karena sering terburu-buru seringnya saya memilih membeli saja sarapan untuk saya dan keluarga. Diantaranya bubur ayam, nasi kuning, nasi uduk atau ketupat sayur. Kalau sempat paling bikin mie instant goreng dengan telur. Ini gimana ada gizinya, ya? hiekz.

Kalau dilihat dari Survey Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) terhadap lebih dari 25 ribu anak usia 6 - 12 tahu di 34 provinsi terungkap bahwa hampir separuhnya (47,7%) belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Bahkan 66,8% anak mengkonsumsi sarapan dengan mutu gizi yang rendah, terutama rendah asupan vitamin dan mineral. 

Tidak hanya anak usia sekolah, sebanyak 30% wanita dewasa juga tidak terbiasa sarapan, sementara 37% wanita dewasa juga belum menerapkan pilihan sarapan yang memenuhi kebutuhan energinya.

Ditambahkan Jansen Ongko seorang praktisi gizi kebugaran, terkait dengan pola sarapan ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi mengapa sarapan 'sebutuhnya' jadi kebiasaan umum :

1.  Gaya hidup modern yang sibuk

2. Kekuatiran meninggalkan anak dengan rasa lapar di sekolah

3. Mitos tidak perlu sarapan kalau tidak lapar

4. Ketakutan berlebih terhadap sumber gizi tertentu seperti karbo dan gula

Padahal, katanya, peran sarapan bagi fisik dan mental seseorang justru penting sekali. Pertama, sarapan memenuhi sekitar 15-30% kebutuhan gizi seharian. Kedua, kebiasaan sarapan yang cerdas juga turut membantu memupuk kebiasaan pola makan yang cerdas di saat makan siang, ketika jajan dan makan malam. Nah, sarapan bergizi yang dimaksuda adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serat dan air.

Saya paham. Kebiasaan takut gemuk membuat saya menghindari makan. Tapi tanpa sadar saya jadi ngemil terus. Sekalinya makan malah langsung banyak. Ini yang dimaksud bukan pola makan cerdas! Jangan ditiru ya teman-teman.

Lantas solusinya apa mengingat pagi adalah waktu yang hectic. Sarapan apa yang praktis, mengenyangkan lebih lama, enak dan kandungan gizinya lengkap seimbang?

Ada.



Namanya NESTUM
Nestum adalah inovasi baru dari Nestle, sebuah industri makanan yang kita kenal dengan produk lainnya seperti Dancow, Milo, Kokokrunch atau Kitkat. Bubur sereal sarapan Nestum mengandung kombinasi unik multigrain yaitu grainsmarta. Nah di dalam grainsmarta ada gandum utuh, jagung, beras, serat pangan, vitamin dan mineral serta kandungan gula yang rendah. Kombinasi tersebut bermanfaat bagi kesehatan dan membuat kita kenyang selama berjam-jam.



Untuk memulai hari yang besar Nestum hadir dalam dua pilihan kesukaan keluarga Indonesia yakni Nestum Porridge (rasa manis dan original) serta Nestum 3-in-1 (pilihan rasa susu, susu dan pisang, susu dan coklat). Hayo kamu suka yang mana, manis atau asin atau paduan keduanya?

Dari kelima rasa varian Nestum tersebut rupanya kita masih bisa berkreasi membuat aneka menu sarapan lagi yang menggugah selera. Tinggal tambahkan aja dengan topping yang kita suka dengan rasa Nestum yang manis ataupun asin.



Bahkan kalau kita mau bikin cream soup juga bisa. Dibantu dengan Jennifer Bachdim dan anak-anaknya saya mencicipi beberapa varian olahan menu yang dibuat chef siapa tadi namanya. Lupa deh saya saking terpesonanya melihat kegantengan dan kepiawaiannya mengolah menu sarapan yang enak, praktis dan bergizi.

Cara membuatnya praktis sekali. Cukup dengan menambahkan sekitar 100 ml susu hangat untuk Nestum porridge atau air hangat saja untuk Nestum 3-in-1. Aduk rata. Lalu tinggal tambahkan topping misalnya irisan mangga atau irisan pisang. Wuihh enak, deh!


Dalam sambutannya Windy Cahyaning Wulan selaku Business Executive Officer Dairy Nestle Indonesia memaparkan, "sejak tahun 2013 Nestle senantiasa mendorong dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan kebiasaan sarapan sehat. Kehadiran Nestum melengkapi varian produk Nestle dan merupakan salah satu bentuk nyata komitmen tersebut dimana kami percaya akan pentingnya memulai hari dengna pilihan sarapan yang lebih cerdas agar keluarga Indonesia dapat menjalani hari yang besar setiap harinya."

Hadirnya Nestum untuk menemani momen sarapan kami harapkan dapat membantu mendorong penerapan kebiasaan sarapan sehat keluarga Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan tujuan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pilihan produk yang lebih lezat dan lebih sehat, pungkasnya.

Akhirnya keputusan ada di tangan kita. Masih mau melewatkan pagi tanpa mengkonsumsi makanan bergizi atau tidak? Percaya deh, hari kita akan lebih baik jika membiasakan diri sarapan pagi. Kalau sering bingung menentukan menu sarapan yang sehat, yuk ah stok Nestum di rumah.