Jumat, 31 Agustus 2018

Buku Melawan Konspirasi Global Di Teluk Jakarta Tuai Respon Positif Berbagai Kalangan

Agustus 31, 2018 0

Ini adalah kali ketiga saya menuliskan tentang kemelut yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priuk,  Jakarta Utara. Sebuah cerita klasik yang tampaknya tipis seperti kulit bawang. Hanya soal PHK masal yang menimpa pekerja outsourcing JICT.  Tapi ketika dikupas pedasnya luar biasa. Siapa yang mengira dibalik PHK tersebut sejatinya negara kita sedang krisis kedaulatan maritim?
 
Semua berawal pada pertengahan Juli 2018 silam. Saat itu, pekerja outsourcing JICT yang di PHK masal dengan rekan-rekannya dari Serikat Pekerja Container mendirikan tenda keprihatinan di depan kantor Sudinakertrans Jakarta Utara. Selama beberapa hari mereka menginap di tenda tersebut bukanlah untuk berdemo. Akan tetapi sebagai bentuk simbol kesepakatan antara pekerja dengan Pemkot Jakarta Utara.

Adapun bentuk kesepakatan tersebut adalah akan dilaksanakannya inspeksi bersama terkait PHK masal 400 pekerja outsourcing JICT. Inspeksi bersama ini melibatkan Otoritas Pelabuhan Syahbandar, Polres Pelabuhan, Kementrian Perhubungan RI, JICT, Pelindo II,  Dewan Pelabuhan, Serikat Pekerja Container dan Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia serta seluruh Serikat Pekerja di lingkungan Tanjung Priuk. Rencananya, wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga hadir.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya inspeksi bersama itu belum membuahkan titik terang. Seluruh pejabat yang hadir hanya bisa memantau alur pekerjaan di pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia ini.



Pertanyaan Serikat Pekerja JICT belum mendapat jawaban mengapa 400 rekannya di PHK. Padahal ada yang sudah bekerja belasan tahun. Dipertanyakan pula mengapa kecakapan karyawan JICT dalam bekerja tidak diapresiasi JICT. Mereka malah digantikan oleh pekerja dari vendor lain yang tidak kompeten.

baca ini : Kemelut Pekerja Outsourcing di Pelabuhan Tanjung Priuk

Kali kedua saya menuliskan mengenai adanya diskusi bedah buku di Sanggar Maos Tradisi Sleman Yogyakarta baru-baru ini. Ini adalah diskusi kedua yang diselenggarakan terkait dengan diterbitkannya buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta. Yang pertama digelar saat buku ini dilaunching di Jakarta pada bulan Mei 2018 dan yang kedua diselenggarakan di kota pelajar ini.

Kedepannya, rencananya diskusi bedah buku ini akan digelar di kota-kota lain. Tujuannya agar masyarakat mengerti bahwa Serikat Pekerja JICT sedang berjuang supaya JICT sebagai pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia tidak sampai terjual ke luar negeri. Sayang sekali bila aset negara kita yang kaya karena menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sangat besar ini bila jatuh ke pihak asing, bukan?

baca ini : Diskusi Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta


Untuk merunut semua masalah yang ada di JICT ini memang tidak mudah. Akan tetapi kedua penulis yakni Khoirul Fata dan M Aminudin pandai merangkumnya sehingga mudah dibaca siapapun. Sedikit banyak saya jadi memahami akar permasalahannya. Saya pun ikut menebak-nebak apa motifnya bila dikaitkan dengan bisnis.

Saya memahami bahwa di dalam bisnis siapapun menginginkan keuntungan. Begitupun dengan bisnis jasa pekerjaan bongkar muat di pelabuhan. Di sini transaksi export import barang prospeknya bagus sekali. Pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dengan cepat terkait dengan hasil keuntungan yang didapat.



Akan tetapi dalam kenyataannya keuntungan yang didapat negara kita justru tersedot ke pihak asing. Sebagaimana termuat di halaman 26 bahwa prosentase saham yang paling besar justru dimiliki pihak asing yakni Hutchison Port Holding, sebuah perusahaan asal Hongkong.

Namun masalah mulai meruncing sejak ditandatanganinya Letter Of Intent (LOI) oleh Presiden Soeharto di tahun 1997 - 1998 dengan IMF. Saat itu Indonesia mendapat bantuan dana dengan persyaratan bahwa BUMN harus diprivatisasi. Salah satunya yang terkena adalah pelabuhan. Nah inilah yang menjadi dasar mengapa prosentase saham di JICT mayoritas dipegang asing.

Sementara itu masalah lain muncul ketika terjadi kesepakatan perpanjangan kontrak JICT ke Hutchison hingga tahun 2039. Padahal kontrak pertama yang berlaku selama 20 tahun saja baru akan berakhir tahun depan, 2019. Sedangkan perpanjangan kontrak jilid II nyatanya telah diteken sejak tahun 2014 lalu. Timbul pertanyaan, mengapa dari 7 tahun sebelum kontrak jilid pertama usai sudah ditandatangani lagi kontrak barunya?

Dalam acara diskusi bedah buku tersebut, salah satu penulis yang hadir yakni Khorul Fata menceritakan bahwa proses penulisan buku sangat singkat. Kurang lebih selama sebulan saja. Nyatanya kehadiran buku ini mengundang banyak respon positif dari berbagai kalangan. Berbagai dukungan dari berbagai tokoh pun mengalir melalui ucapan sekapur sirih yang disematkan di halaman-halaman pertama buku ini. Bahkan narasumber yang hadir dalam setiap diskusi bedah buku pun proaktif menyumbangkan pendapat dan sarannya.



Sebagai masyarakat awam tentu saja saya ikut bersyukur dengan kehadiran buku ini. Saya berharap semoga di acara road show diskusi bedah buku berikutnya akan semakin banyak kepala yang memahami benang merah permasalahan di pelabuhan. Meskipun pendapat kita mungkin bila diibaratkan seperti debu di gurun (baca : tidak penting) setidaknya dari sedikit info yang kita punya kita bisa mensosialisikannya lagi ke orang-orang di sekitar. Seperti misalnya melalui tulisan dalam blog saya ini.



Cara Asik Tanpa Toxic Atasi Stress Setelah Deteksi Dini Kanker Payudara

Agustus 31, 2018 26

Cara asik tanpa toxic atasi stress setelah deteksi dini kanker payudara. Tetiba bulan Agustus sudah di penghujung. Saat ini saya tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan dana sekolah untuk anak-anak. Sebentar lagi soalnya mereka akan ujian sekolah; SD-SMP-SMA sekaligus. Sampai-sampai saya tidak ingat momen penting dalam hidup saya. Ucapan selamat ulang tahun beberapa hari lalu yang bersliweran di beranda Facebook sontak menyentakkan hati. Aah, time so flies!

Pagi adalah waktu hectic. Saya gedebag gedebug menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anak, mengantar mereka ke sekolah dan baru kembali di rumah lagi jam delapan pagi. Selanjutnya bila tidak ada event Blogger saya memilih berfokus membuat draft tulisan. Ini adalah momen langka, karena suasana rumah hening di jam-jam tersebut sehingga saya lebih mudah berkonsentrasi.

Saya memang harus fokus dalam pekerjaan apapun. Setiap detik otak saya tidak henti terus berpikir. Kendati kerapkali uring-uringan saat ditumpuk pekerjaan tapi bila berhasil menyelesaikannya dengan maksimal bahagianya saya. Untuk itu kesehatan menjadi prioritas utama saya. Kalau saya sakit bagaimana anak-anak nantinya? hiekz...

Terkait dengan kesehatan tidak dimungkiri saya kerap terjebak pula dengan kedisiplinan dalam menerapkan pola gaya hidup sehat. Misalnya saking konsentrasinya menulis saya lupa kapan minum air supaya terhindar dari dehidrasi. Untuk menghasilkan tulisan yang bernyawa saya pun kerap begadang. Tanggung ah satu jam lagi. Tanggung ah satu jam lagi. Begitu terus. Tau-tau hari sudah larut.



Dalam prakteknya, memang susah sekali menjalankan pola gaya hidup sehat. Itu perlu kedisiplinan yang kuat. Saya menyadari itu. Untuk itu saya pun mencari jalan keluar. Caranya saya pasang aplikasi untuk mengingatkan akan waktu minum air di smartphone saya. Kemudian saya pasang juga aplikasi yang mengingatkan akan jam tidur saya.

Jujur saya jiper juga sih sejak dokter mewanti-wanti saya untuk mengelola stress terkait dengan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara beberapa bulan lalu. Menurut dokter Eni yang memeriksakan saya, tekanan keadaan (yang kita sebut dengan stress) akan memberi tanda pada tubuh untuk melepaskan banyak hormon. Ini tidak baik. Selain dapat memperburuk respon juga dapat menurunkan sistem imunitas tubuh dan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan. Misalnya kanker. Maka tidak ada cara lain untuk mengatasi stress selain dengan mengelola emosi diri supaya sel kanker terhambat penyebarannya, menurutnya.


Dari beberapa anjurannya saya mulai pelan-pelan mengubah kebiasaan sehari-hari. Ketika berada di luar rumah sedapat mungkin saya memproteksi diri dari asap rokok, polusi udara dan paparan radikal bebas. Caranya dengan memakai masker muka, payung dan kacamata gelap yang selalu ada di tas saya.



Sayapun mulai berolah raga. Ini berat. Soalnya otak saya terus berhitung untung rugi. Berapa banyak waktu dihabiskan untuk olah raga padahal di saat yang sama saya bisa mengerjakan ini itu  Jangan diikuti ya teman-teman. Pelan-pelan saya akan rutin koq olahraga seminggu 3 - 5 kali sesuai anjuaran Dokter.

Nah untuk makanan dan minuman saya memilih mengkonsumsi yang alami saja baik dimasak ataupun mentah. Yang namanya pengawet seperti saos, MSG, makanan olahan dan makanan atau minuman dalam kaleng saya hindari. Saya juga menghindari daging merah dan makanan berlemak dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Untuk menjauhkan sel kanker tidak semua buah dan sayur saya konsumsi. Misalnya saja pisang dan nangka (keripik). *siap dilempar bakiak* Akan tetapi saya memilih buah dan sayuran yang mengandung vitamin C lebih tinggi seperti berikut :

1. Jambu Biji. Di dalam 100 gram jambu biji terkandung 183 mg vitamin C.

2. Kiwi. Di dalam 100 gram kiwi terkandung 100 mg vitamin C

3. Klengkeng. Di dalam 100 gram klengkeng terkandung 84 mg Vitamin C.

4. Pepaya. Di dalam 100 gram pepaya terkandung 63,8 mg Vitamin C.



5. Stroberi. Di dalam 100 gram strawbery terkandung 83 mg Vitamin C.

5. Markisa. Di dalam 100 gram Markisa terkandung 72 mg Vitamin C. Selain itu juga ada serat, kalori dan protein di dalamnya.

6. Kol. Di dalam 100 gram kol terkandung 92,6 mg Vitamin C. Selain itu juga terdapat 50 kalori, 5 gram serat dan 3,76 protein.

7. Brokoli. Di dalam 100 gram brokoli terkandung 49 mg Vitamin C. Selain itu juga terdapat 3 gram serat, 23 kalori dan 1,76 protein




8. Kembang Kol. Di dalam 100 gram kembang kol terkandung 26 mg Vitamin C. Selain itu juga terdapat 2 gram serat, 1,23 protein dan 12 kalori.

9. Labu Kuning. Di dalam 100 gram labu kuning terkandung 23 mg Vitamin C, 2,1 gram serat, 23 kalori dan 1,23 protein. 

10. Jeruk. Di dalam 100 gram jeruk termasuk lemon terkandung 53 mg Vitamin C, sedangkan jeruk mandarin terkandung 31 mg vitamin C. 

Secara keseluruhan saya paling sering mengkonsumsi pepaya, lemon dan kol karena harganya yang terjangkau. Kol saya rebus untuk dijadikan lalapan biasa atau ditambahkan bumbu pecel atau gado-gado. Tak jarang saya oseng-oseng juga enak.



Untuk pepaya tidak ada masalah, sih. Sudah terbiasa dengan baunya. Padahal dulu untuk mengkonsumsi pepaya saya harus mendinginkannya dulu di kulkas. Kemudian dipotong-potong, taburi gula pasir dan siram dengan kucuran air lemon. Wuih seger sekali. Anak-anak saya juga suka makan pepaya seperti ini karena baunya jadi tersamarkan.

Cara asik tanpa toxic lainnya adalah membuat infus water. Caranya dengan memasukkan irisan lemon ke dalam botol air lalu didiamkan di kulkas sampai meresap baru deh diminum. 

Akhir-akhir ini saya lagi rajin membuat minuman rebusan dari sereh,  jahe dan rempah lain. Caranya air direbus sampai mendidih lalu masukkan jahe dan beberapa batang sereh yang sudah digeprek. Tambahkan juga seruas kayu manis dan cengkeh.  Setelah direbus sampai layu matikan kompor. Tambahkan irisan lemon.  Tunggu sampai dingin.  Setelah dingin tambahkan madu sesaat sebelum diminum. Katanya, minum ramuan ini dapat meluruhkan lemak dan mendetoks racun yang ada di dalam tubuh diantaranya sel kanker. Baiklah. Apapun saya lakukan asal tetap sehat.

Madu bermanfaat untuk meningkatkan mood, meredakan rasa cemas dan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Jus lemon asli bermanfaat untuk memperbaiki sistem pencernaan tubuh, menyerap elektrolit yang tidak dibutuhkan tubuh dan menjaga keseimbangan dan kesegaran tubuh.
Vitamin C kaya akan antioksidan sekaligus menjaga tekanan darah dalam tubuh.
Tidak mengandung pengawet dan pewarna buatan yang bermanfaat untuk meminimalisir resiko timbulnya zat karsinogen (pemicu kanker) sekaligus mengurangi resiko kanker

Baru-baru ini saya minum Nastbee ketika mampir di minimarket. Awalnya saya ragu mengkonsumsi minuman botolan selain air mineral. Tapi ketika membaca di kemasannya bahwa Nastbee adalah minuman yang mengandung lemon dan madu ah kenapa tidak? Lemon dan madu adalah bahan alami yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, toh? Lemon sejak lama saya tahu dapat mendetoks tubuh dan mengikat zat-zat yang tidak dibutuhkan. Sedangkan madu membantu menjaga daya tahan tubuh. Perpaduan madu dan lemon menjadi solusi untuk menjaga tubuh selalu bersih dari zat-zat yang mengganggu kesehatan. Cocok...






Yang membuat saya makin yakin mengkonsumsi Nastbee adalah merek POKKA. FYI, POKKA adalah perusahaan makanan dan minuman dari Jepang yang dikenal dengan ratusan produknya yang berbahan alami, tanpa pengawet dan pewarna buatan.

Selain itu minuman Nastbee ini juga praktis dikonsumsi. Mau minum di rumah bisa atau buat bekal di tas kalau bepergian pun oke. Botol berukuran 450 ml ini terasa tinggi langsing sehingga mudah digenggam. Tutup ulirnya juga gampang dibuka. Dan rasanya itu gimana ya, tidak keaseman, tidak kemanisan. Makin seger dan nikmat deh diminum dingin-dingin di siang hari.

Bicara soal sehat, jika bisa memilih tentu semua orang pasti memilih kehidupannya baik-baik terus. Kendatipun sempat stress mendengar vonis dokter tapi saya merasa Tuhan baik sekali. Saya masih diberi kesempatan lagi untuk memperbaikinya. Nah, itu cerita saya. Kalau kamu gimana, sudah coba cara asik tanpa toxic atasi stress setelah deteksi dini kanker payudara?











Kamis, 23 Agustus 2018

Diskusi Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta

Agustus 23, 2018 4


Beberapa waktu lalu saya pernah menulis kasus PHK pekerja pelabuhan peti kemas di Tanjung Priuk, Jakarta Utara. PHK ini bukan PHK biasa. Ribuan karyawan oursourcing JICT diberhentikan sepihak karena ada perusahaan lain yang memenangkan tender atas pekerjaan kontrak di JICT. Duh, miris saya membayangkan nasib keluarga dan ekonomi mereka selanjutnya gimana. Boro-boro hidup dengan layak, asal bisa mendapat penghasilan mereka nrimo saja menjalani takdir hidupnya sekian tahun. Bahkan ada yang sudah kerja puluhan tahun tapi ujungnya koq seperti ini?

Persoalan PHK karyawan outsorcing JICT rupanya hanyalah segelintir masalah intern di PT Jakarta International Container Terminal ini yang terkuak. Jika ditelisik lebih dalam lagi nyatanya ada masalah yang jauh lebih besar daripada persoalan kenaikan upah, tunjangan hari raya, atau PHK semata. Sangat besar malah karena  melibatkan negara kita dan pihak asing. Berikut ini linknya

Saya sendiri pun awalnya hanya memandang sebelah mata saja pada kasus ini. Sampai akhirnya ketika membaca sekilas isi buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta baru-baru ini saya jadi tertegun. Persoalan korupsi hingga merugikan negara trilyunan rupiah diulas dengan sangat jelas dan runut. Apalagi ada indikasi penguasaan pelabuhan oleh pihak asing sejak bertahun tahun lalu yang membuat saya terkesiap. Koq bisa ya???




Kehadiran buku sejak diterbitkan pada Mei 2018 lalu ini memang membuat siapapun - termasuk saya - yang membacanya terkaget-kaget. Tidak heran diskusi bedah buku ini selalu mengundang perhatian berbagai kalangan. Seperti baru-baru ini pada tanggal 15 Agustus 2018 silam untuk ke sekian kalinya Serikat Pekerja JICT selaku penggagas kembali mengadakan diskusi bedah buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta. Berbeda dari sebelumnya, kali ini lokasinya bukanlah di Jakarta tapi di Sanggar Maos Tradisi Sleman, Yogyakarta.

Adapun mengapa Yogyakarta yang terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya diskusi ini tidak lain karena Yogya adalah kotanya para pelajar dan dihadiri para akademisi. Targetnya, karena buku ini nantinya akan masuk ke kampus-kampus di seluruh Indonesia maka siapapun yang membacanya dapat memahami bahwa persoalan pelik ini bukanlah soal rebutan pelabuhan semata.



Sebagaimana disampaikan Firman perwakilan SP JICT dalam sambutannya, "SP JICT akan melakukan roadshow ke kota-kota agar masyarakat mengetahui bahwa pelabuhan seharusnya dikelola oleh anak bangsa sendiri. Kami tidak anti investasi asing tapi kami ingin pelabuhan dikelola oleh anak bangsa Indonesia sendiri."

FYI aja, pengelolaan pelabuhan yang selama ini dikerjakan Jakarta International Container Terminal kembali diperpanjang kontraknya untuk kedua kalinya di tahun 2014 dan berlaku hingga tahun 2039 kelak. Padahal masa kontrak jilid pertama saja selesainya tahun 2019 nanti.


Dan faktanya, perpanjangan kontrak antara JICT, Pelindo II dan Hutchison tersebut dilakukan tanpa adanya tender terbuka. Padahal, selama 20 tahun dipegang JICT dan TPK Koja sudah banyak kemajuan dan terobosan yang diraih pekerja JICT demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi kenapa koq malah bukannya dipercayakan ke anak bangsa pengelolaannya, tapi ke pihak asing yakni Hutchison. Ada apa dibalik itu semua?

Salah satu penulis buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta yang turut hadir dalam diskusi Ahmad Khoirul Fata menyampaikan, "kami tertarik menulis buku ini karena ini adalah isu global yang penting diangkat."

"Buku ini meskipun ditulis dalam masa yang singkat yakni sebulan saja tapi isi di dalamnya adalah sesuai dengan data. Kami telah mengadakan riset dan wawancara dengan berbagai pihak. Dan bisakah  dibayangkan bagaimana beratnya beban mental yang disandang terkait adanya teror yang terjadi pada kami semua selama proses penulisan. Kaca mobil mas Nova (ketua FPPI) ditembak, teman kami di PHK dan lainnya."


"Sudah seharusnya aset negara yakni pelabuhan harusnya dipegang anak bangsa. Kita punya sejarah panjang dalam mengelola laut, koq kenapa sekarang kita tidak bisa mengelola sendiri, kenapa harus oleh pihak lain?"

Dalam diskusi yang bertemakan refleksi kemerdekaan atas kedaulatan pelabuhan Indonesia ini hadir pembicara yang menyoroti dari berbagai sudut pandang sesuai keahliannya, sebagai berikut :

Dr. Arie Sujito, Sosiolog UGM
Dr. Aris Arief Mundayat, Dosen Lembahanas
Nova Sofyan Hakim, ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI)

Terkait dengan tema, semua narasumber sepakat menyatakan bahwa pelabuhan memiliki peran penting terhadap suatu negara. Karena pelabuhan adalah kawasan strategis dan simbol kedaulan negara. Terlebih sejak dahulu perairan nusantara telah menjadi poros pelayaran perdagangan Internasional. Dengan diprivatisasi kepada pihak asing sama saja mengobral pertahanan negara.

Dan lagi, bila kita masih ingat dengan 9 agenda program yang digulirkan presiden Jokowi tahun 2014 silam. Namanya Nawacita. Tujuan program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik,  serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Akan tetapi hal tersebut berbenturan karena dalam kenyataannya pengelolaan gerbang ekonomi Indonesia yaitu terminal petikemas JICT dan TPK Koja Jakarta Utara sampai kini masih dikuasai oleh pihak asing.


Seperti disampaikan Dr. Aris Arief Mundayat, "Pola pengelolaan pelabuhan seharusnya adalah 52% harus dimiliki Indonesia. Sisanya 49% baru milik asing. Jangan terbalik. Kedaulatan negara bisa menurun dan otoritas negara bisa berkurang."

"Presiden Jokowi sudah membangun pelabuhan hingga ke Indonesia Timur. Ini adalah potensi yang luar biasa di masa yang akan datang," tegasnya.

Itulah sebabnya kehadiran buku ini dapat membukakan kenyataan yang dapat dipahami semua lini bahwa perkara ini bukanlah masalah uang semata. Tapi jauh lebih dahsyat dari itu. Dan perlu kita sadari bahwa perjuangan ini tidak seharusnya dilakukan oleh SPJIT sendiri tapi semua stakeholder pun bergerak.



Minggu, 19 Agustus 2018

Gadget Buat Anak, Yes Or Nah?

Agustus 19, 2018 0



Gadget memang jadi momok untuk kita para orang tua, khususnya yang tinggal di kota besar. Rata-rata anaknya sudah aktif main gadget sejak kecil. Bahkan ada cerita dari tetangga saya. Anaknya yang masih berumur dua tahun saat diberi buku bacaan yang penuh gambar dan warna alih-alih dikiranya gadget. Jarinya malah menggeser-geser lembar halaman buku yang disangkanya layar touchscreen.

Lain cerita lagi soal gadget, nih. Mungkin teman-teman masih ingat viralnya video anak yang lagi 'main hape' di sebelah ibunya di tengah keramaian. Sepertinya ga ada yang salah, bukan? Tapi nyatanya anak perempuan itu lagi asyik nonton video tidak senonoh. Kejadian tersebut sontak memancing kegusaran netizen. Koq ibunya diam aja, sih?! *Gregetan

Jujur, saya sedikit kuatir juga bila anak-anak saya kebablasan main gadget. Tapi gimana lagi, tugas sekolah pun apa-apa source-nya diambil dari internet. Seperti halnya Mima, putri sulung Mona Ratuliu yang sekarang ini sudah kelas X SMA. Selain mencari source di internet, tugas-tugas sekolahnya pun dikirim via email gurunya. Oleh sebab itu istri Indra Brasco ini mau tidak mau akhirnya memberi gadget yang sesuai untuk Mima.

Keluarga Mona : beda generasi tapi tetap harus merangkul semuanya 

Padahal, beberapa tahun lalu, ketika Mima masih duduk di kelas 4 SD ia sudah berkenalan dengan gadget. Raka, adiknya yang masih berusia 5 tahun pun meniru. Akibat keasyikan main gadget mereka jadi enggan beraktivitas. Lebih suka utak-atik gadget. "Kalau kami anggap dia sudah terlalu banyak main dan memintanya berhenti, dia jadi cenderung marah-marah," kenang Mona dalam launching buku Digital ParenThink di Lippo Kemang Mal, Jakarta Selatan kemarin.



Mona melanjutkan, sampai suatu hari ibu dari Mima, Raka dan Nala ini memutuskan menyita gadget dari tangan putri sulungnya ini lalu menggantinya dengan ponsel biasa. Bukan hal yang mudah memang. Apalagi saat itu teman-teman Mima begitu leluasa memegang gadget. "Resikonya terlalu besar, deh!" papar mantan pemeran Poppy di film Lupus ini lugas.

Atas dasar pengalamannya ini yang dia yakin juga pasti dialami para Moms di luar sana, Mona pun menemukan ide untuk membuat buku. Masih seputar pola yang sama dengan buku pertama, sih, yakni soal pengasuhan anak. Tapi untuk buku ke dua ini mantan presenter ini menyoroti bahasan pada penggunaan gadget pada anak. Judulnya Digital ParenThink.

Buku Digital ParentThink ditulis Mona lebih kurang 4 bulan dengan dua bulan untuk masa editingnya. Totalnya 6 bulan. Cukup singkat juga buat ukuran saya yang terkadang masih dihinggapi writers block alias perlambatan kreatifitas.


Akan tetapi, meskipun singkat dalam proses pembuatannya, buku yang dipublish oleh Noura Publishing ini adalah bacaan rekomendasi saya. Gaya bahasa bertutur yang digunakan Mona sangat menarik, sehingga mudah dicerna para Moms yang otaknya udah mampet buat mikirin ini itu. Selain itu, dalam buku ini dilengkapi pula dengan pengetahuan para pakar, infografis gambar yang eyecatching dan tips Mona terkait pengalamannya dalam mengasuh anak-anaknya. Buku yang dibandrol dengan harga Rp 69.000,- ini super duper nambah wawasan deh. Dan lagi dalam buku ini kita pun diajak terlibat langsung latihan membuat list schedul seperti yang Mona lakukan pada anak-anaknya.



Dalam launching bukunya kemarin, Mona mengakui tantangan dalam mengasuh anak zaman now yang hobi main gadget tidak bisa dimungkiri membuat orang tua jadi resah. Tapi ibarat pisau bermata dua, gadget dan internet mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua dapat bersikap bijaksana dan selalu mendampingi anak-anak ketika main gadget sesuai usianya.

Terbukti kisah sukses Naura (penyanyi), Naya (pengusaha Slime), Keisya (sukses jualan pastry di Instagram) dan Rafi Ramadhan (pemusik) membukakan mata kita bahwa gadget dan internet tidak selalu buruk buat anak, koq. So, kita ga perlu kuatir dengan kehadiran internet. Apalagi internet sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Rafi Ramadhan dan bunda 



Novita Angie dan Ersa Mayori yang turut mendampingi Mona saat talkshow berlangsung jadi mengingatkan saya akan anak-anak di rumah. Meskipun termasuk dekat dengan anak-anak, gagap teknologi pun masih saya alami. Ada aja hal sepele terkait gadget yang dengan stupid-nya masih saya tanyakan ke mas Tsaka di rumah. Seperti misalnya, ini gimana sih mas caranya kirim file foto? Yang lantas dijawab mas Tsaka, "kirimnya pake JNE, aja bu."

Ihhh, ngeselin, kan...

Kalau dipikir-pikir zaman kita kecil memang berbeda karakteristiknya dengan anak zaman now. Anak zaman now lebih berani. Tapi, berani yang saya maksud bukan berani konteksnya kurang ajar, ya. Tapi berani menyampaikan pendapat dan punya inisiatif. Beda banget dengan zaman saya kecil dulu yang penurut dan pasif. Sekali ga boleh, ya udah ga boleh. Selesai.



Nah, tapi kata Ibu Verauli Roslina, seorang psikolog dalam buku Digital ParenThink yang saya baca sekilas, antarpopulasi generasi itu sebenarnya memiliki pola karakter yang sama. Yang membedakan adalah teknologi semakin lama semakin canggih. Sehingga kita (mau tidak mau, suka tidak suka harus) beradaptasi terhadap keadaan dan berujung pada perubahan gaya hidup.

Ditambahkan Mona, "setiap anggota keluargaku lahir dari generasi yang berbeda. Jadi mau gak mau harus merangkul semua generasi."

Ah iya, betul juga. Di tengah zaman dan perangkat teknologi yang kian maju mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mengejar perkembangan teknologi supaya ga kewalahan. Lantas gimana cara memulainya? Beli dong buku Digital ParenThink yang sudah dijual di toko buku, semuanya ada di sana.

Bareng Mona dan teman-teman dari Mom Blogger Commuity :-*















Selasa, 14 Agustus 2018

Bands Cafe & Resto, One Stop Eating

Agustus 14, 2018 2

Kemayoran selama ini dikenal sebagai point area-nya para penggemar otomotif. Coba deh datang ke pasar mobil bekas yang lokasinya persis di depan JIEXPO. Atau coba ke Bursa Mobil di kawasan MGK (Mega Glodok Kemayoran). Pasti betah. Tapi sayangnya, keduanya tidak menawarkan tempat hangout asik yang bisa nongkrong sambil makan minum. Tidak seperti di Bands Cafe & Rest, one stop eating. 


Begitu langkah kaki saya menjejak di depan Bands Cafe & Resto suasana cozy langsung terasa. Tatanan interior di teras dibuat se-homey mungkin. Sulur-sulur tanaman merambat seolah menjadi gorden untuk menutupi terpaan sinar matahari. Bangku-bangku terbuat dari kayu pun ditata sedemikian rupa. Membuat orang betah berlama-lama di sini.




Dan nuansa berbeda saya rasakan ketika membuka pintu kaca memasuki Bands Cafe & Resto. Hembusan AC terasa menyegarkan untuk ukuran suhu Jakarta hari Sabtu 11 Agustus 2018 silam. Bangku-bangku di area ini diatur berkelompok-kelompok. Mau kongkow dalam kelompok kecil silakan pilih kursi dan meja kecil yang diatur melingkar. Atau kalau butuh space yang muat orang banyak, silakan pilih meja panjang yang terbuat dari batang kayu utuh dengan bangku panjang. Nuansa hangat dan akrab jadi kian terasa. Oiya, di sini juga ada sudut untuk menikmati Shisa, lho!




Masih di area ini, selain untuk kulineran ada spot jasa lukis foto dan tatto piercing juga. Dan, di sebelahnya ada galery yang menyediakan aneka asesories kebutuhan otomotif seperti helm, sarung tangan, jaket dan lain-lain. One stop eating, right? Soal kualitas, tenang. Bands Cafe & Resto telah mensortir terlebih dulu kualitas produk sebelum dipajang di sini.



Lantas menunya gimana?
Bands Cafe & Resto tidak berkonsentrasi pada jenis makanan tertentu. Mau western taste ada, Asian taste ada, atau citarasa tradional pun ada. Mau makanan berat ataupun makanan ringan, ada. Mau minuman dingin ataupun hot, ada. Bahkan bir dan wine juga ada, kalau mau hihihih... Namun, sekali lagi catet ya, Bands Cafe & Resto yang baru saja grand launching pada 6 Agustus 2018 lalu menawarkan nuansa konsep yang lain. Sebagai wadah antar anggota komunitas bertemu. Kafe Bengkel tepatnya.



Resto hasil duet bareng Pak Teddy dan Pak Sasmita selaku ownernya ini menawarkan makanan dan minuman dengan citarasa tinggi. Penyajiannya pun ditata amat menarik. Seperti misalnya nasi goreng yang ditempatkan dalam buah Nanas. Atau Burger yang ditata dengan artistik  di atas talenan kayu. Pasti mahal-mahal, nih, tebak saya. Tapi rupanya tebakan saya salah.



Range harga di Bands Cafe & Resto cukup terjangkau koq. Nasi Bakar all variant harganya hanya 29.000 aja. Cocok deh untuk kantong di saat kocek sedang mefett.

Atau kalau mau lebih hemat lagi kenapa ga coba aja paket nasi bakar untuk berdua. Dengan harga 65.000 kamu udah bisa dapetin dua porsi nasi bakar, 1 porsi ayam cabe garam dan dua ice tea. Dijamin wareg :D



Oiya, bay de wey, ayam cabe garam adalah menu andalan di Bands Cafe & Resto, lho. Nah menu andalan lainnya perlu dicoba semua nih yakni Sup buntut, sup buntut bakar, iga bakar dan nasi goreng spesial bands. Appetizernya juga sayang banget kalau ga dicoba yakni ceker mercon. Hmmmm, jadi ngeces kan?

Kalau ada waktu untuk kembali, saya mau pesan menu lunch package promo deh, mumpung promo. Ada beberapa pilihan berikut dengan harga IDR 38.800++ :

Keyboard package : 
Chicken (rica-rica/asam manis/goreng mentega), snack (french fries), desert (fresh fruit/fruit salad), drink (teh tawar/mineral water)

Drum Package : 
Seafood Dori (asam manis/goeng mentega), snack (martabak goreng), desert (fresh fruit/fruit salad), drink (teh tawar/mineral water)

Guitar Package : 
Beef (lada hitam/teriyaki), snack (lumpia), desert (fresh fruit/fruit salad), drink (teh tawar/mineral water)

Bass Package : 
Noodles (mie/kwetiau/bihun), snack (ceker mercon), desert (fresh fruit/fruit salad), drink (teh tawar/mineral water)


Enaknya di sini, bila area smoking di tempat kuliner lain ditempatkan di area outdoor tapi di Bands Cafe & Resto bebas. Mau di ruang outdoor boleh, mau di ruang indoor yang ber-AC pun silakan. "Kami sudah memikirkan bahwa kenyamanan pengunjung adalah hal yang utama. Untuk itu kami sengaja membuat plafon yang tinggi seperti ini sehingga sirkulasi udara dapat mengalir bebas." Begitu penjelasan Pak Teddy yang saya temui di sela-sela acara Blogger Gathering.

Akan tetapi, pengecualian diberlakukan di hari Sabtu Minggu. Pada saat itu ruang indoor tidak boleh menjadi area smoking. Kenapa begitu?

Menurut Pak Teddy, Bands Cafe & Resto kini sedang menggelar program Weekend With Family. Targetnya, setelah seluruh keluarga selesai beribadah di Gereja yang lokasinya berdekatan dengan Bands Cafe & Resto diharapkan akan mengisi wikend di sini, termasuk anak-anak. Nah, demi kenyamanan bersama, itulah sebabnya smoking area tidak diberlakukan saat wiken.

So, bila teman-teman berpikir semua resto itu mahal, lain halnya dengan yang satu ini. Konsep casual dining berkonsep Bengkel Kafe yang ditawarkan membuat kita ingin selalu kembali. Bukan hanya suasana, menunya pun beragam. Ga ada salahnya toh jika sesekali nraktir saya di sini hihihihi...



Note :
Lokasi : Super Blok Mega Kemayoran Jalan Angkasa No. Kav B6, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jam buka : Senin - Kamis 11.00 - 01.00 dan Jumat - Sabtu jam 11.00 - 02.00

Outdoor space : muat untuk 50 - 100 orang ala prasmanan

Indoor space : muat untuk 200 orang





Senin, 13 Agustus 2018

Mau Pinter SEO? Ayo Belajar Mandiri Online

Agustus 13, 2018 33


"Besok ada yang bisa diajak main?" Sebuah undangan via WAG saya terima. Undangan itu dari Key Medialogi yang intinya mau ngajak Blogger main-main ke Mandiri Inkubator Bisnis di bilangan Blok M, Jakarta Selatan sambil belajar SEO. Gayung bersambut. Siapa pula yang ga mau pinter SEO? Ayo belajar mandiri online, yok...

Btw, lucu ya nama gedungnya? Mandiri Inkubator Bisnis. Kalau kata teman saya Mude Mudrikah, nama inkubator jadi mengingatkan dia akan bayi yang baru lahir. Dipikir-pikir, masuk akal juga sih. Di dinding yang didominasi warna kuning ini, saya melihat berbagai doodle berpola mind mapping mengenai bisnis. Nah, rupanya Mandiri Inkubator Bisnis adalah tempat berkumpulnya calon-calon wirausahawan yang direkrut Bank Mandiri untuk mengembangkan usahanya tersebut. Dan kita (para Blogger) kali ini diajak belajar mengembangkan blog kita melalui SEO. Yeaaayy, sering-sering aja ya... :D


Tapi, sebelum belajar mengenai pentingnya optimasi SEO dalam blog, kita perlu tau juga nih terobosan apa aja sih yang sudah Bank Mandiri luncurkan untuk kenyamanan transaksi nasabahnya? Untuk itu Fushiko Binar Ardani selaku Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri menjelaskan serba serbi Mandiri Online.

Apa itu Mandiri Online?
Mandiri Online adalah layanan keuangan masa kini yang #mudahbeneran. Jujur, selama ini saya belum pernah merasakan langsung menggunakan layanan Mandiri Internet. Tapi, sejak memutuskan buka rekening di Bank Mandiri beberapa bulan lalu, saya langsung ditawari untuk mengaktifkan layanan Mandiri Online. Tujuannya, sih, apalagi kalau bukan untuk mengecek saldo? hehehehe... *tutupin_muka_pake_wajan

Fushiko Binar Ardani

Akan tetapi, Mandiri Online nyatanya bukan untuk sekedar ngecek saldo tanpa harus ke ATM aja, ya teman-teman. Kini, ragam layanannya pun semakin lengkap saja. Kita bisa memperoleh informasi seluruh produk perbankan yang kita miliki baik rekening deposit (tabungan, deposito) maupun rekening kredit (pinjaman, kartu kredit). Semuanya dalam satu layar.

Selain itu, kita pun bisa mengecek histori transaksi finansial kita diantaranya untuk ngecek saldo, ngecek histori transaksi, download mutasi rekening ataupun ngecek histori kartu kredit.

Selain untuk ngecek-ngecek, Mandiri Online pun memiliki fitur keunggulan lain sebagai alat transaksi kita. Mau transfer baik ke sesama nasabah Mandiri atau ke bank lain bisa. Bahkan untuk melakukan transaksi online pun bisa. Diantaranya untuk bayar listrik, tagihan kartu kredit, beli pulsa, bayar angsuran semuanya dapat kita lakukan secara real-time.

Masih kurang? tenang. Chiko mengatakan, Mandiri Online pun kini bisa digunakan untuk buka deposito, lho. Dan yang terbaru, fitur top op E-money juga dapat dilakukan dengan menggunakan layanan Mandiri Online ini. Jadi, seandainya kita sedang di jalanan ga usah kuatir lagi mikirin tinggal berapa sisa saldo e-money kita. Dan lagi kita juga tidak perlu melipir ke minimarket untuk top up, karena kita bisa mengikuti caranya si babang ganteng Reza Rahadian.


Chiko kemudian memutar video Mandiri Online terbaru yang diperankan babang Reza Rahardian. Caranya gampang banget yakni dengan tap bagian belakang kartu e-money (yang ada bar codenya) ke hape kita.

Cara Top Up E-Money dengan Mandiri Online
Pertama, login ke mandiri online lalu pilih menu e-money/isi ulang. Untuk bisa mengakses layanan ini terlebih dulu kita harus mendaftarkan kartu e-money dengan cara tap kartu di belakang hape kita. Nah, supaya dapat terkonek maka pastikan dulu kita sudah mengaktifkan fitur NFC di hape kita, ya.

Pertanyaannya, seberapa amankah menggunakan layanan Mandiri Online mengingat hape adalah barang yang mudah berpindah tangan, ya kan?

Chiko menandaskan, ada beberapa lapis keamanan yang dibuat Bank Mandiri terkait soal keamanan.

1. Untuk menikmati layanan Mandiri Online kita hanya perlu mengunduh aplikasi mandiri online di playstore. Selanjutnya kita membuat password dan user ID yang digunakan setiap kali mau login. Akan tetapi, aplikasi Mandiri Online hanya berfungsi pada satu kartu SIM yang telah terdaftar dan satu ponsel yang telah digunakan untuk mengunduh aplikasi Mobile Online saja. Dengan begitu, keamanan dan privasi transaksi keuangan kita hanya kita sendiri yang tau. Tidak bisa diduplikat seperti kunci pagar hehehe...

2. Tapi sayangnya di tahapan ini cakupan akses Mandiri Online hanya sebatas pada fitur daftar, kurs dan suku bunga, Mandiri Call 14000 dan fitur bahasa saja. Agar bisa mengakses semua layanan yang terdapat dalam Mandiri Online kita harus mendaftar SMS Banking Bank Mandiri.

sebelum belajar, makan siang asik bareng teman-teman Blogger

Caranya, kita harus bertatap muka dengan pihak Bank Mandiri terlebih dulu, nih. Jadi kita harus datang untuk mendaftarkan ke kantor Bank Mandiri terdekat. Di sini, pihak Bank akan mencocokkan data pribadi kita misalnya foto KTP sama ga nih dengan aslinya hehehe... Tujuannya tidak lain untuk meminimalisi resiko keamanan finansial kita.

3. Setelah layanan Mobile Online selesai diproses kita bisa bebas mengakses semua fitur transaksi keuangan kita. Tapi, masih ada tapinya nih. Setiap mau login kita selalu diminta memasukkan kembali user ID dan password-nya. Kalau tiga kali salah memasukkan pasword terblokir dengan sendirinya. Kita diminta untuk mengaktivasi ulang layanan Mandiri Online.

4. Untuk menghindari terjadinya resiko keamanan, setiap transaksi finansial juga diotorisasi dengan PIN. PIN ini sama dengan MPIN SMS. Untuk itu, Chiko menyarankan kita untuk menghapalkan tiga hal yakni nomor MPIN, user ID, dan password. Dan sarannya, jangan pernah menggunakan nomor yang (misalnya) sama dengan tanggal lahir sehingga mudah ditebak orang.

Wah, asyik-asyik. Sekarang saya jadi ga kudet deh dengan layanan Mandiri Online di hape saya. Dan terkait dengan kudet, berikutnya hadirlah yang ditunggu-tunggu yakni babang Doroii, yeaaayyyyy *Drumroll :D

Pentingnya Optimasi SEO Blog
Meski sama-sama ganteng tapi babang Doroii bukan kembarannya babang Reza Rahadian, ya. Catetttt. Babang berlesung pipit yang full smile terus (sengaja mamerin lesung pipit kali ya hihihi) ini berkecimpungnya juga ga main-main, lho. Bahkan sebelum rang-orang akrab dengan internet dia sudah curi start duluan berkecimpung di radio online. Untuk itu, kali ini beliau khusus meluangkan waktunya untuk memaparkan kiatnya mengenai SEO biar kita-kita ga kudet lagi.

SEO itu artinya apa sih? Ada yang tau?
SEO singkatan dari Search Engine Optimatization. Artinya adalah pengoptimalan di mesin telusur.

Sebagai Blogger, volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju blog kita adalah hal penting. Untuk itu peran SEO adalah penting agar posisi blog kita ada pada posisi teratas. Ya, setidaknya ada di halaman-halaman pertama deh di hasil pencarian. Logikanya, blog yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Tidak berlama-lama, mas Doroii mengatakan, sebagai seorang content writing-termasuk menjadi Blogger-terkadang kita harus menuliskan dua hal yang berbeda. Contohnya ban dan pantai. Lantas ide apa yang bisa diambil dari dua kata tersebut?

Gimana kalau perjalanan jauh ke pantai? Sah!

Kalau ban dan makanan? Heeem, apa ya, Mobil sampah, gimana? Yelah, lempeng banget hihihi...

Lelaki dengan akun twitternya @doroii ini kemudian mengajak saya dan teman-teman untuk mencari ide lagi seperti berikut  :

Makanan yang dapat dimakan sebelum perjalanan jauh. Tips menghilangkan bau dari kabinmu. Bisa kan?

Menurut Mas Doroii ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimasi SEO dalam tulisan blog. Apapun platformnya, baik Blogspot maupun Wordpress. Berikut tipsnya :

1. Fokus Keyword.
Dalam artikel pada gambar, fokus keywordnya adalah Kredit Pendidikan Bank Mandiri. Jadi, mulai sekarang kita lebih cermat menempatkan fokus keyword ada di paling awal judul supaya mudah terindeks Google.


Slug (bagian dari url yang menjelaskan konten). Slug dapat kita edit lagi lho dengan menambahkan setiap kata yang dipisahkan dengan tambahan tanda das (-). Jadi judulnya nanti akan terbaca full.

Nah, dalam artikel tersebut mas Doroii sudah memasukkan langsung dua triknya dalam SEO. Menempatkan Fokus keyword di judul sekaligus fokus keyword di slug.

2. Naked Domain.
Nah, adakah diantara teman-teman yang sudah menghilangkan www? Sebenarnya ini sih terserah saja. Mau dipake boleh, mau dihilangkan pun tidak mengapa. Tidak ada efeknya sama sekali koq. Cuma, dulu, orang-orang merasa ga sreg saja kalau tanpa www, padahal jaman masih canggih. Sekarang ini ada opsi yang bisa menghilangkan www untuk memperpendek url.

3. Stop Words
Kita cukup sering menemukan kata-kata yang umum digunakan di dalam fokus keywords, kan? Misalnya saja kata-kata 'the', 'a', 'dan', 'adalah', 'yang' dan lain sebagainya. Itu sebenarnya mengganggu di fokus keyword, lho. Mulai sekarang, yuk ah kita hindari kata-kata yang lazim seperti itu di fokus keyword.


4. Heading
Heading ini penting juga sebagai cara untuk menaikkan indeks di google. Untuk itu, mungkin teman-teman justru sudah ada kali ya yang meletakkan fokus keyword di heading? Menurut Mas Rendi Doroii, "meletakkan fokus keyword di heading itu penting, karena oleh Google dianggap sub judul.



5. Periksa Suggestion.
Untuk memeriksa suggestion yang disarakan mas Rendi adalah menggunakan Yoast. Kenapa? kalau pake yoast nanti setiap kalau sudah selesai nulis dia akan mereview semuanya. Yoast akan menemukan kesalahan fokus keyword bila tidak muncul di paragraf pertama. Paragraf pertama ya teman-teman, bukan di kalimat pertama.




Untuk estetikanya aja sih. Ga enak kan kalau kalimat pertama di paragraf pertamanya kita sudah menulis nama Brand duluan misalnya. Sarannya, buat empat kalimat pertama sebagai kata pengantar lalu kalimat terakhir baru masukkan fokus keywordnya. Biar lebih jelas, boleh dibaca ulang deh paragraf pertama saya di atas, deh.

Keunggulan menggunakan Yoast diantaranya juga dapat menemukan kesalahan keyword density. Persentase normalnya di kisaran 0,5 - 2, kalau di atas 5 bisa dianggap spam oleh Google.

6. Meta Description
Meta description adalah barisan kata-kata yang muncul di bagian bawah title tag ketika kita membuka google dengan mengetikkan kata kunci. Jadi ini semacam bocoran supaya orang mau mengklik artikel tersebut dan membacanya. Masalahnya, menuliskan meta description yang karakternya hanya dibatasi sampai 160 karakter itu susah-susah gampang. Jadi mulai sekarang kita jangan abaikan meta description ya. Siyaapp.


Oiya, mas Rendi Doroii juga menyarankan teks konten idealnya itu 700 kata. Dan di dalam satu artikel boleh saja menggunakan satu fokus keyword yang sama. Tapiiii, cari deh persamaannya yang tidak mengurangi makna keyword itu sendiri.

7. Jangan Percaya Yoast!
Lho koq jangan dipercaya, bukannya tadi plugin yang terpercaya adalah Yoast? Heem gini, Yoast itu dibuat untuk konten berbahasa Inggris, jadi semua tulisan yang ejaannya bukan berbahasa Inggris secara otomatis akan ditandai dengan warna merah.



8. SEO Off Site.
Apa itu SEO OFF Site? SEO Off Site adalah proses membuat backlink dari luar situs web kita dengan cara yang natural misalnya dengan teman kita sendiri. Promosi secara halus gitu deh. Metode ini paling populer dan efektif untuk meningkatkan pencarian di search engine karena search engine lebih mementingkan 'user experince'.



9. Engagement.
Engagement atau kalau di Indonesiakan artinya perilaku pengunjung. Nyatanya engagement kini semakin dilirik sebagai cara untuk meningkatkan SEO selain isi kontent yang mempunyai manfaat sehingga menarik untuk dibaca dan pengaruh backlink.

Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan isinya kita harus mencari referensi dari website yang terpercaya, kan? Mas Rendi Doroii memberi contoh misalnya Wikipedia atau Qora. Website terus banyak dibuka orang.

Dengan menghasilkan tulisan yang bermanfaat, dengan sendirinya orang akan menshare kembali tulisan kita misalnya aja melalui Facebook atau Twitter. Artinya kalau begini, engagement kita sudah optimal, nih!

10. Measuring.
Untuk mengukur kesuksesan SEO dikembalikan lagi ke teman-teman sukanya pakai apa. Umumnya sih yang dipakai adalah Google Analytic, Mozrank, Ashref dan lainnya. Kalau teman-teman pake apa?



Nah, gimana? Sudah paham? Sudah punya gambaran, kan,  mengenai SEO? Yuk, mari kita coba ya mulai sekarang bikin artikel dengan menggunakan keyword dan SEO yang tepat.

Oiya, kebetulan Bank Mandiri sedang mengadakan lomba blog dan SEO nih. Hadiahnya bikin mupeng deh. Ada laptop, camera, smartphone, hardisk dam voycher belanja. Penasaran kan, ikutan yuk :)