Selasa, 31 Juli 2018

Kontingan Kebaikan Upaya Danone Aqua Terus Tebar Nilai Kebaikan Pada Sesama



Belum lama ini saya menonton video di beranda sosial media saya. Isinya mengenai buah manis dari kebaikan seorang pasangan suami istri. Mereka sebenarnya sudah memiliki 5 anak tapi koq ya masih mau mengadopsi 3 anak tetangganya sebelum ia wafat karena kanker. Tidak disangka-sangka, stasiun televisi kemudian merenovasi rumahnya yang penuh sesak berisi 10 orang tersebut sehingga menjadi nyaman dihuni. Finally, they are happily ever after.

Saya percaya berbuat kebaikan itu sifatnya seperti air mengalir. Bila satu orang berbuat kebaikan di sekelilingnya pun akan tertulari. Oleh sebab itu Danone - Aqua sebagai pelopor air minum dalam kemasan dan makanan ringan di Indonesia berinisiatif untuk mengajak masyarakat Indonesia tebarkan nilai-nilai kebaikan dalam ajang Asian Games 2018 dengan menjadi #KontingenKebaikan.



Nah, mengapa dinamakan kontingen kebaikan? Pasalnya nama kontingen jadi mengingatkan kita akan pesta olahraga yang sebentar lagi akan kita hadapi yakni Asian Games 2018. Terlebih, negara kita selaku tuan rumah perhelatan akbar ini pun dianjurkan pula oleh Presiden Jokowi untuk mendukung penuh event olahraga 4 tahunan tersebut dari semua elemen. Untuk itu, Danone - Aqua tidak mau ketinggalan. Kampanye Kontingen Kebaikan resmi di-launching di JCC, Senayan, Jakarta pada 25 Juli 2018 silam yang dihadiri Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager Danone - Aqua dan perwakilan dari INASGOC selaku panitia pelaksana penyelenggaraan Asian Games 2018.

Dalam sambutannya, Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia menuturkan, "sebagai bagian dari Danone, kami meneruskan visi one planet one health di Indonesia yang melihat bahwa tubuh yang sehat didapatkan dari makanan dan lingkungan yang sehat pula."

Hal tersebut ditunjukkan oleh pelopor perusahaan Air Minum Dalam Kemasan dengan bukti nyata bahwa Danone - Aqua telah berhasil mengubah kebiasaan masyarakat untuk memasak air terlebih dulu sebelum diminum. Selain menghadirkan dehidrasi sehat, Danone - Aqua pun dikenal dengan merk yang identik dengan nilai-nilai kebaikan untuk kelestarian alam. Misalnya saja menggunakan bahan plastik untuk kemasan botol plastik yang ramah lingkungan supaya mudah diurai. Bekerjasama dengan sebuah desa di Yogyakarta untuk mensuplai minyak jelantah dari desa tersebut untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin-mesin besar di pabriknya. Dan berupaya mendaur ulang sampah botol kemasan untuk dijadikan barang berdaya guna sehingga menaikkan ekonomi dengan sendirinya. Jadi, kebaikan itu seperti air mengalir, kan? :)

Dalam rangkaian kegiatan kampanye Kontingen Kebaikan ini ada beberapa kegiatan dengan nilai-nilai kebaikan yang diluncurkan yaitu :

Danone - Aqua bekerjasama dengan komunitas lokal aktif membagikan air mineral bagi peserta dan masyarakat yang hadir meramaikan pawai obor Asian Games 2018. Dalam hal ini Danone - Aqua berpartisipasi di 5 kota besar yakni Yogyakarta, Bali, Palembang, Bogor dan Jakarta dan memastikan sampah kemasan plastik dikumpulkan untuk didaur ulang menjadi barang bermanfaat.

Selain membagikan air mineral gratis pada pawai obor, Danone - Aqua juga akan hadir di beberapa stadion pertandingan untuk menginformasikan pentingnya memilah sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Nantinya, sampah-sampah kemasan plastik yang terkumpul akan dibawa ke Recycle Business Unit (RBU) untuk dijadikan barang-barang bermanfaat dan mempunyai daya jual.

Untuk mewujudkan nilai-nilai kebaikan Danone - Aqua mengapresiasi orang-orang yang dianggap berjasa atas prestasi atlet. Mereka adalah keluarga, pelatih, tenaga medis, ahli gizi dan pihak-pihak lain yang terkait yang rela berkorban apapun demi keberhasilan atlet mencapai prestasinya.

"Seperti air, kebaikan juga mengalir di mana-mana. Semua yang berada dibalik keberhasilan seorang atlet selayaknya mendapat pengakuan atas dukungan mereka yang baik. Kami mencoba mengangkat kisah mereka untuk menginspirasi dan menularkan tindakan kebaikan serta mengapreasi mereka dengan memberikan MEDALI KEBAIKAN," jelas Jeffri Ricardo, Marketing Manager Danone - Aqua.




Adapun tokoh-tokoh yang dimaksud ikut hadir dalam launching kampanye Kontingen Kebaikan yaitu Lilies Handayani seorang ibu dari atlet panahan Dellie Threesyadinda yang juga mantan atlet panahan peraih medali perak Olimpiade Seol 1988 dan Rosida seorang guru olahraga yang menemukan bakat lari Lalu M. Zohri yang baru-baru ini populer karena telah memenangkan lomba lari jarak pendek usia 20 di Finlandia.

Nilai-nilai kebaikan yang terus dilakukan secara konsisten oleh Danone - Aqua sejak berdirinya 45 tahun yang lalu tidak lain agar nilai-nilai warisan bangsa seperti gotong royong, tolong menolong, ramah tamah dan pandai bertenggang rasa akan semakin kuat ditebarkan seluruh komponen masyarakat selama Asian Games 2018 berlangsung.

Untuk itu, Danone - Aqua pun mengajak seluruh masyarakat untuk menemukan momen kebaikan selama berlangsungnya penyelenggaraan Asian Games 2018 dengan mengadakan lomba foto. Ada dua kategori lomba foto yakni  untuk profesional (fotografer profesional dan jurnalis) dan umum (untuk masyarakat umum). Karena dengan foto, momen kebaikan dapat terekam dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan saling menularkan nilai-nilai kebaikan.










































Hati-hati dengan Hati





Urusan hati memang kerap membuat orang jadi gampang bersiteru. Dikit-dikit galau. Dikit-dikit baper. Dikit-dikit julid. Itulah sebabnya kita sebaiknya hati-hati dengan hati. Jangan sampai sakit hati. Apalagi sakit hati yang ini...

Sakit hati yang saya maksud kali ini adalah sakit yang terjadi pada organ hati. Sebagai organ yang memiliki peran penting dalam tubuh hati bertugas menjaga keseimbangan sistem dalam tubuh. Dia menawarkan dan menetralisir racun, menghasilkan empedu, mengontrol kadar lemak dalam darah dan mengatur sirkulasi hormon. Jika hati terpapar kontak dengan berbagai penyebab kerusakan maka muncullah berbagai masalah kesehatan yang serius.

Salah satu penyebab masalah kesehatan pada hati adalah virus. Virus inilah yang menyebabkan hepatitis menyerang penderitanya. Dan sayangnya, sampai kini penyakit hepatitis itu seperti gunung es. Puncaknya kecil bawahnya luas. Artinya, yang terdeteksi jumlahnya sedikit sedangkan yang tidak terdeteksi sangat banyak. Akibatnya, penyakit kronis ini kerap disebut sillent killer atau pembunuh diam-diam. Ketika seorang menyadari dirinya terinfeksi setelah berada pada tahap lanjut/ kronis bahkan sudah terjadi sirosis dan kanker hati. Ngeri ya.


Untuk meningkatkan perhatian, kepedulian dan pengetahuan berbagai pihak terhadap masalah virus hepatitis di Indonesia dan sekaligus dalam rangka memperingati hari hepatitis sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli, Kemenkes RI kembali mengundang saya dan teman-teman Blogger dalam temu Blogger. Bertema "Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa" di ruang Nantara gedung Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta temu Blogger yang berlangsung pada 27 Juli 2018 silam hadir pula dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan Dr. dr Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KEGH sebagai Sekretaris Jendral PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) sebagai narasumber.

Disampaikan oleh dr Wiendra hepatitis berasal dari kata hepar (hati) dan -itis (radang) jadi artinya peradangan hati, dimana penyakit ini ditularkan melalui berbagai cara yakni :


  • Virus Hepatitis,
  • Obat-obatan,
  • Alkohol,
  • Virus lain (Dengue, Herpes)
  • Parasit (Malaria, Ameba)
  • Dan yang paling terbaru ditemukan adalah akibat perlemakan hati


Dari keenam faktor pemicu terjadinya hepatitis tadi, yang paling banyak ditemukan adalah penderita hepatitis yang ditularkan oleh virus hepatitis. Nah, cara penularannya melalui :



Jadi, bila kita selama ini kita mengira bahwa orang yang terkena Hepatitis A maka di kemudian hari statusnya tidak mungkin berpindah menjadi sakit Hepatitis B. Tetap aja hepatitis A. Demikian pun bila ia sudah pernah sakit Hepatitis B, maka statusnya tidak bakal berubah jadi sakit Hepatitis C. Tetap aja hepatitis B. Nama A-B-C dimaksudkan untuk mengelompokkan jenis- jenis penyakit hepatitis berdasarkan jenis virus penyebabnya. Jadi bukan naik kelas gitu, lho.

Dari gambar berikut disebutkan bahwa penyakit Hepatitis A dan E ditularkan melalui kotoran yang masuk ke dalam mulut. Dari makanan tidak bersih, sanitasi tidak terjaga dan tidak higien. Ditegaskan dr Wiendra, sakit Hepatitis A dapat sembuh 100%.

Nah, bila hepatitis A ditularkan melalui mulut maka penyakit Hepatitis B, C, D ditularkan melalui kontak cairan tubuh. Ada dua cara penularan kontak cairan tubuh yaitu melalui cara vertikal atau horizontal.



Kalau cara horizontal cara penularannya melalui kontak dengan darah, penggunaan jarum suntik yang tidak aman, tranfusi darah dan organ yang tidak discreening atau hubungan sexual tidak aman. Umumnya penderita yang ditularkan melalui cara ini adalah penderita Hepatitis C dengan prosentasenya yaitu 5% penduduk Indonesia.


FAKTA : 

1 dari 10 penduduk Indonesia mengidap Hepatitis B. 

Penyakit Hepatitis B sampai ini belum dapat disembuhkan 

Proses penularan Hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya.

Lain lagi dengan penularan melalui cara vertikal. Penularan hepatitis melalui kontak cairan ini bisa berawal dari ibu hamil ke anaknya, dari anak ke anak (kakak adik) atau dari orang dewasa ke anak kecil. Biasanya penderita penyakit yang ditularkan melalui cara vertikal ini adalah penderita Hepatitis B dimana prosentasenya paling besar yaitu 95%.


Dan sayangnya, Kemenkes menegaskan bahwa penyakit hepatitis B belum ada obatnya. Sedangkan baru-baru ini obat untuk penyakit hepatitis C sudah ada obat Direct Acting Antiviral. Mengapa begitu?

Dr Wiendra mengatakan, proses penularan hepatitis C biasanya terjadi akibat lifestyle yaitu peminum alkohol. Virus inilah yang menyebabkan sirosis hati atau kanker hati. Sementara itu proses penularan hepatitis B biasanya terjadi secara vertikal yaitu dari ibu ke anak. Virus ini tidak menyebar ke seluruh aliran pembuluh darah melainkan langsung ke inti sel. Itulah sebabnya penyakit hepatitis B ini belum ditemukan obatnya sampai sekarang karena belum ada obat yang bisa menembus inti sel.



Tingginya angka kejadian Hepatitis celakanya terjadi karena penderitanya hampir tidak memiliki gejala khusus. Ketika terdeteksi tau-tau ketika sudah terlambat. Ada yang sudah terkena sirosis hati dan ada yang terkena kanker hati. Beban pengeluaran negara terhadap satu dari sepuluh penyakit mematikan ini pun sangat tinggi. Dihitung-hitung, untuk biaya satu kasus sirosis hati biayanya mencapai 1 M dan 1 kasus kanker hati sekitar 5 M!!!

Untuk itu Kemenkes menghimbau untuk segera melakukan Deteksi Dini Hepatitis B pada target 5,3 juta ibu hamil terdeteksi untuk mencegah buah hatinya tertular virus ini. Ingat, penderita Hepatitis umumnya tidak mengalami gejala apapun. Tau-tau ketika bayi yang dilahirkan 30 tahun silam nyatanya sudah tertular saat masih dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Kasihan kan.

Setiap tahun diperkirakan terdapat 120.000 bayi akan menderita hepatitis B dan 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis (sirosis atau kanker hati) 30 tahun ke depan. 

Kemenkes pun menghimbau untuk ibu hamil yang menderita hepatitis B untuk mau konsultasi kesehatannya tersebut dan memilih melahirkan di fasilitas layanan kesehatan. Tujuannya tidak lain untuk meminimalisir penularan ke bayinya dari masih di kandungan, pada proses kelahiran atau kurang dari 24 jam setelah kelahiran.

Untuk meminimalisir berbagai resiko tertularnya virus Hepatitis yang nyatanya bahayanya 100 kali lebih kejam dari virus HIV ini maka bagi bayi dari ibu penderita Hepatitis B dianjurkan untuk segera diberikan vaksinasi HB0, HBIg dan Vitamin K kurang dari 24 jam setelah kelahiran.


Dan untuk jangka panjangnya secara kontinue bayi dianjurkan untuk diberikan imunasasi dasar sesuai jadwal program imunisasi Nasional selama ini.

Sayangi buah hati kita. Jangan ragu untuk DDHB pada ibu hamil karena biayanya gratis, koq. Mari berperan serta agar target Indonesia bebas Hepatitis tahun 2020 tercapai.















Senin, 30 Juli 2018

Mari Jaga Hati Dengan Deteksi Dini Hepatitis B

Juli 30, 2018 0


Lebih baik sakit hati... daripada sakit gigi...

Kenal tidak dengan lagu dangdut yang dipopulerkan Meggi Z tersebut? Apa betul sakit hati itu jauh lebih baik daripada sakit gigi, sih? Sebentar. Yuk kita ulas dulu, sakit hati itu apa sih?

Dari Wikipedia hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh kita. Letaknya dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Fungsi hati adalah sebagai alat ekresi, dimana tugasnya membantu fungsi ginjal mengeluarkan zat berupa lendir dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun (Detoksifikasi).



Sebagai kelenjar pembuangan, seperti halnya kulit yang menghasilkan keringat atau ginjal yang menghasilkan urine, maka hati menghasilkan empedu. Jumlahnya 1/2 liter setiap harinya.
Zat empedu yang dihasilkan hati berguna untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya serap lemak di usus dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi larut. Proses tersebut terjadi di saluran empedu. Bila saluran empedu tersumbat, menyebabkan empedu masuk ke peredaran darah sehingga menyebabkan kulit penderita menjadi kekuningan. Inilah yang kerap disebut dengan sakit kuning.

Padahal, menurut penjelasan dr. Irsan Hasan, spPD-KGEH Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dalam diskusi bertema "Peranan Uji Diagnostik Dalam Memerangi Hepatitis" bahwa penyakit yang dikira sakit kuning belum tentu diagnosanya adalah sakit hepatitis.

Lho koq??

Nah sebelum membahas mengenai perbedaan sakit kuning versus hepatitis, saya mau jelaskan dulu pengertian dari hepatitis, ok!

Hepatitis berasal dari kata hepar (hati) dan itis (radang). Jadi Hepatitis artinya sakit radang hati. Bukan sakit hati akibat putus cinta, ya hihihihi...

Selama ini kita mengenal nama penyakit Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C, bukan? Nah, selama ini kita mungkin mengira bahwa setelah orang terkena sakit Hepatitis A selanjutnya bila sakit lagi ia naik level jadi Hepatitis B. Demikian pula dari Hepatitis B lanjut naik level ke Hepatitic C. Padahal tidak begitu.

Penyakit Hepatitis dibedakan namanya karena penyebabnya berbeda-beda.



Virus penyebab sakit Hepatitis A menular melalui makanan yang tidak bersih dan higin dalam pengolahannya. Seorang yang menderita penyakit ini mengalami demam, pusing, lesu, nyeri sendi.  Kelenjar getah bening pun membesar diikuti pula dengan perubahan warna kuning pada mata dan kulit. Sehingga penyakit hepatitis A boleh jadi bisa saja diasumsikan sama dengan sakit kuning. Meskipun tidak semua penyakit Hepatitis A mengalami perubahan warna kulit jadi kuning. Tapi, menurut dr Irsan, orang yang menderita Hepatitis A bisa 99 persen sembuh total karena sifatnya akut alias mudah diobati.

Begitupun dengan penyakit Hepatitis C. Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran penyakit Hepatitis C sudah ditemukan obatnya. Syukurlah.

Nah kalau hepatitis B ditularkan melalui makanan maka virus Hepatitis B ditularkan melalui ibu ke anak dan Hepatitis C ditularkan melalui gaya hidup yaitu minum alkohol. Meskipun  sama-sama ditularkan transfusi darah dan hubungan sexual yang tidak aman, tapi sayangnya obat untuk Hepatitis B belum ada obatnya sampai sekarang.

FAKTA : 

Setidak-tidaknya 1 dari 10 orang Indonesia mengidap hepatitis kronik. 

80 % pengidap hepatitis kronik tanpa gejala 

Kemenkes RI menargetkan Indonesia bebas Hepatitis pada tahun 2020

ki - ka : Suryo Suwignjo, dr Wiendra Waworuntu, dr Irsan Hasan 

Dalam forum diskusi ini hadir pula dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung - Kemenkes RI. Beliau mengatakan, Hepatitis B di Indonesia memiliki jumlah penderita terbanyak di dunia. Dari 250 juta penduduk Indonesia paling banyak jumlah penderita hepatitis A sebanyak 60%, nomor duanya adalah penderita Hepatitis B sebanyak 7,1% dan penderita Hepatitis C sebanyak 1%. Sisanya??

Beliau mengakui, sebagaimana dijelaskan dr. Irsan bahwa sampai saat ini tidak ada data pasti mengenai jumlah hepatitis. Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang tidak mengetahui dirinya terkena Hepatitis. Dan orang yang sudah terdeteksi terkena hepatitis juga malu mengakuinya. Sehingga banyak yang memilih tidak melanjutkan pengobatan dan bahkan merahasiakannya ke keluarganya sendiri.

Akibatnya, beban negara terhadap penyakit ini sangat tinggi. Pengobatan untuk penyakit hepatitis kronis yang sudah menjadi sirosis hati bahkan menjadi kanker hati untuk satu orangnya saja biayanya mencapai 4 Milyar!! Untuk itu, Kemenkes RI mengeluarkan program awareness terhadap hepatitis. Adapun program awareness terhadap hepatitis ini dikelompokkan menjadi dua tindakan:


  • tindakan promotif misalnya dengan menggiatkan sosialiasi hepatitis ke tengah masyarakat
  • tindakan preventif misalnya dengan mengadakan screening gratis. 


Tindakan preventif difokuskan kepada ibu hamil untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anaknya dikarenakan sampai kini penyakit hepatitis B belum ada obatnya. Kemenkes RI bahkan menargetkan akan menarik 5 juta ibu hamil untuk screening secara gratis.

Mengapa ibu hamil?

Ibu hamil merupakan faktor penyebab penularan hepatitis B  secara vertikal yang paling dominan yaitu sebanyak 95%. Proses penularan terjadi melalui tiga cara yakni saat masih dalam kandungan, saat terjadi partus yang menyebabkan luka gesekan dan saat setelah partus. Oleh sebab itu setiap bayi yang baru lahir diharapkan untuk langsung diberikan vaksinasi HB0 untuk mencegah tertularnya penyakit hepatitis B dari ibunya.



Ditambahkan dr. Irsan, saat ini, kalangan profesional di bidang liver atau peneliti hati mewaspadai penyakit perlemakan hati yang juga dapat memicu hepatitis. Perlemakan hati dianggap berbahaya karena selain penderita tidak merasakan gejala seperti penyakit hepatitis, perlemakan hati juga tidak dapat dideteksi melalui test darah. Perlemakan hati hanya bisa dideteksi melalui USG atau CT Scan hati. Untuk itu, upaya deteksi dini bisa dilakukan dengan cara USG abdomen untuk pencegahan hepatitis akibat perlemakan hati.

Kesimpulan, mari menjaga pola hidup sehat dan makan makanan yang tepat untuk mencegah penularan hepatitis. Juga dihimbau oleh Suryo Suwignjo untuk mulai dari diri sendiri untuk proaktif mendapatkan deteksi dini supaya target Indonesia agar bebas hepatitis tercapai. Dan, untuk ibu hamil segera deteksi dini hepatitis ya, gratis koq.





Minggu, 29 Juli 2018

Nyatanya, Lapis Bogor Sangkuriang Tidak Pecahkan Rekor MURI



Semalam saya kurang tidur. Bolak balik aja badan di kasur, bolak balik aja liat jarum jam bergeser terus. Ini semua karena saya takut kesiangan sampe Stadion Pakansari Cibinong. FYI, dari pagi soalnya bakal ada keseruan yang lain daripada biasanya nih di stadion kebanggaan warga Bogor ini. Saya penasaran pengen tahu apakah target 500 cakes Lapis Bogor Sangkuriang yang dihias ala Bakery untuk mendapatkan rekor MURI bakal tercapai, ga ya?

Bicara soal MURI, tentu kita masih ingat dengan tokoh pemrakarsa Museum Rekor Indonesia yakni Jaya Supratna. Sebagai tonggak berdirinya lembaga pencatat rekor di negara-negara lain tujuan dibentuknya MURI tidak muluk-muluk. MURI ingin bangsa Indonesia mampu dan mau menghargai karsa dan karya bangsanya sendiri. Bukan karya bangsa asing, gitu lho.

Sudah banyak prestasi yang tercatat MURI mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, ketrampilan, olahraga, kuliner dan masih banyak lagi. Untuk kuliner pun tercatat ada yang meraih rekor pempek terbesar, rekor membuat gunungan rempeyek tertinggi atau rekor penyajian makanan terbanyak. Nah, kali ini Lapis Bogor Sangkuriang mengadakan lomba menghias cakes Lapis Bogor Sangkuriang (food plating). Targetnya mampukah memecahkan rekor sebanyak 500 plate di waktu yang sudah ditentukan.

Selain mengadakan lomba menghias cakes untuk memecahkan rekor MURI, Lapis Bogor Sangkuriang dengan maskotnya seperti akang-akang Sunda yang mengenakan ikat di kepala ini juga mengajak warga Bogor untuk membeli varian terbarunya rasa kopi susu dengan harga spesial. Datang berdua cuma bayar satu boks Lapis Bogor Sangkuriang. Asyik kan?







Tapi kalau tidak mau ngantri yang panjang bisa koq membeli dengan cara lain. Di sebelah booth penjualan promo datang berdua bayar satu yakni di booth penjualan reguler juga bisa. Atau kalau mau melipir ke tempat pameran dan penjualan hasil bumi yang tempatnya ber-AC juga bisa. Atau kalau mau melipir ke stand di area festival kopi yang radiusnya semuanya berdekatan pun bisa. Tapiiiii, harganya normal Rp 29.000,- untuk satu boxnya. Sama dengan harga kalau kita mampir ke store resmi Lapis Bogor Sangkuriang yang tersebar di beberapa lokasi berikut :


  • LBS Padjajaran
  • LBS Sholeh Iskandar
  • LBS Puncak
  • LBS Cibinong
  • LBS Stasiun Kereta Bogor
  • LBS Dramaga
  • LBS Sudirman


Lapis Bogor Sangkuriang yang bergerak pada industri makanan Cakes and Pastry kelas dunia terus menerus berinovasi. Dari sejak berdiri tahun 2011 lalu cakes dengan taglinenya yaitu  Lapis Bogor pertama dan terbesar sebagai tempat penjualan oleh-oleh Bogor kekinian ini sudah memproduksi sebanyak 16 varian. Dan yang terbaru adalah varian kopi susu dilaunching bertepatan dengan peringatan Hari Krida Nasional ke 46 tingkat Provinsi Jawa Barat.

Hari Krida Nasional tingkat Provinsi Jawa Barat diperingati Pemkab Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikulura dan Perkebunan. Tujuannya, tak lain adalah sebagai bentuk ucapan syukur dari seluruh masyarakat atas majunya pertanian dan pangan daerah Jawa Barat serta memberikan apresiasi kepada segenap masyarakat yang sudah ikut serta dalam memajukan pertanian dan pangan Jawa Barat. 

Bentuk syukur terhadap hasil bumi dari Bogor yakni talas, membuat Lapis Bogor Sangkuriang tidak mau ketinggalan dalam peringatan hari Krida tahun ini. Pasalnya, talas menjadi pilihan sebagai bahan dasar utama pembuatan Lapis Bogor Sangkuriang yang rasanya lembut dan beraroma khas sehingga disukai banyak orang. Store-nya selalu ramai dikunjungi orang untuk mencari oleh-oleh Bogor kekinian.





Sebagai tuan rumah, selama tiga hari, dari tanggal 27 - 29 Juli Stadion Pakansari Cibinong meriah dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Tribun Barat. Ada lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema krida atau hasil bumi. Ada lomba paduan suara yang diikuti ibu-ibu PKK se-Jawa Barat. Ada pameran festival kopi yang diikuti UKM produsen kopi yang tumbuh di Jawa Barat. Dan yang paling spesial adalah tiga acara spesial dari Lapis Bogor Sangkuriang. Yaitu penjualan promosi datang berdua bayar satu, lomba plating food untuk memecahkan rekor MURI dan lomba video Instagram selama acara berlangsung dan diumumkan di hari yang sama dengan hadiah untuk 3 terbaik mendapat uang tunai Rp. 1.000.000,- Wuiiiihhh...










Akhirnya saat yang dinanti-nantikan tiba juga. PENGUMUMAN.

Tepat pukul tiga sore, pengumuman lomba plating food yang dibagi menjadi tiga kategori bikin saya ikut deg-degan.

Kategori umum,
Kategori ibu-ibu dharmawanita & PKK
Kategori akademi dan SMK





Dan masing-masing kategori diberi nilai oleh tim juri dari ICA (Ikatan Chief Indonesia) dengan hadiah berupa piala thropy dan uang tunai Rp 1.500.000 juta untuk juara satu, Rp 1.000.000 untuk juara dua dan Rp 750.000,- untuk juara tiga.

Kemudian tibalah acara yang ditunggu-tunggu. PENGUMUMAN Rekor MURI. "Sayang sekali atas dasar penilaian dari berbagai aspek,  kami dari MURI terpaksa tidak bisa memberikan gelar pemecahan rekor MURI terhadap kegiatan plating food yang diikuti 260 peserta ini dengan target 500 plating food."

"Tapi, karena dari penghitungan kami, total piring yang dihias ada 561 maka kami tetapkan Lapis Bogor Sangkuriang tidak memecahkan rekor MURI Indonesia, tapi, DUNIA!!"



Yeayyyyy...

Rekor Dunia dipersembahkan kepada Lapis Bogor Sangkuriang yang telah memecahkan plating food. Mengapa begitu? Talas hanya ada di Indonesia. Disamping itu dari target 500 plating food tapi justru menembus 561 piring. LUAR BIASA.

Selamat Lapis Bogor Sangkuriang. Semoga terus berinovasi menghadirkan cakes bercita rasa khas talas sebagai oleh-oleh pilihan dari Bogor.







Kamis, 26 Juli 2018

Indonesia Kalahkan Batas, Upaya Menerobos Keterbatasan Bersama OBH Combi




Apa yang biasanya bikin teman-teman 'rikuh' ketika berada di keramaian?

Kalau saya, batuk! Penyakit pada jalan pernapasan atau paru-paru ini kerap menimbulkan rasa gatal di tenggorakan. Untuk itu saya kerap berusaha menahannya dengan cara mendehem supaya tidak sampai batuk-batuk. Ehemmm, ehemmmm ... gitu. ((Ohhhh...))

Untuk beberapa hal, adakalanya orang menggunakan kode dengan cara batuk sebagai cara untuk menarik perhatian. Dan, bukan tipe saya banget untuk cari perhatian dengan cara seperti itu, deh. Apalagi di acara event Blogger. Boro-boro mau cari perhatian. Untuk nanya ke narsum aja sudah bikin saya semaput diliatin orang banyak, hehehe...

Terkait dengan batuk, mungkin bukan saja aja yang membatasi diri sendiri. Takut dijauhi orang gara-gara sering batuk misalnya. Takut dianggap caper misalnya. Padahal, punya pikiran seperti itu bahaya, lho. Toh, yang penting saat sakit batuk kita sudah membudayakan etiket batuk dengan benar. Diantaranya, nih, menutup mulut saat batuk dengan tissue atau lengan baju. Juga minum obat batuk yang sudah terpercaya misalnya OBH Combi.

OBH Combi adalah obat batuk sirup dengan 13 varian dan tersedia untuk anak dan dewasa. Sejak diluncurkan 46 tahun yang lalu OBH Combi dipercaya efektif, aman dan alami mengatasi batuk dengan harga yang terjangkau. 

ki - ka : Michael Wanandi, Erris Herryanto, Weitarsa Hendarto, Dellie Threesyadinda


Terkait dengan rasa rikuh selagi batuk, sebagai salah satu merk produk unggulan dari Combiphar, kembali OBH Combi meluncurkan kampanye terbarunya pada 24 Juli 2018 silam di XXI Lounge Plasa Senayan Jakarta. Dalam pers conference yang dihadiri oleh Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi, Vice Presiden Consumer Health & Wellness and International Operations Combiphar Weitarsa Hendarto, Sekjen INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) Erris Herryanto dan atlet panahan muda belia nan cantik Dellie Threesyadinda kampanye terbaru #IndonesiaKalahkanBatas resmi diperkenalkan kepada media dan Bloggers yang hadir.

Adapun peluncuran kampanye Indonesia Kalahkan Batas ini dilatarbelakangi dari kampanye sebelumnya yakni BeatTheLimit atau KalahkanBatas. Kampanye tersebut mengacu dari perilaku generasi milenial Indonesia yang sangat aktif dan ingin meraih kesuksesan serta prestasi dalam waktu yang cepat. Anak-anak muda ini tidak ingin ada satupun yang mengganggu atau membatasi mereka untuk bergerak maju dan meraih prestasi.


"Oleh karena itu Combiphar ingin menginspirasi masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk terus melaju dan dapat mengalahkan batasan dalam kehidupan sehari-hari, apapun itu, sehingga mereka dapat maju terus dan meraih prestasi yang membanggakan," tutur Weitarsa Hendarto, Vice President Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar.

Apalagi, momennya pun bertepatan dengan ajang olahraga internasional empat tahunan yakni Asian Games. Dan sesuai pula dengan arahan presiden Jokowi yang mengharapkan semua pihat mendukung perhelatan olahraga akbar ini. Dengan demikian Combiphar menasbihkan diri sebagai official supplier Asian Games melalui 7 produk unggulannya yakni OBH Combi, Insto, Uricran, Joinfit, Hezandra, Osteopor dan Smecta.

Sekjen INASGOC Erris Herryanto selaku panitia pelaksana Asian Games menyambut baik langkah Combiphar dalam menstimulus masyarakat Indonesia untuk turut berperan aktif pada ajang Asian Games melalui kampanye ini. "Kami mengapresiasi rangkaian aktivitas yang diprakarsai Combiphar bersinergi dengan Pemerintah dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk mendukung para atlet yang bertanding supaya dapat fokus meraih prestasi terbaiknya.


Isi aktivitas kampanye #IndonesiaKalahkanBatas untuk menghimpun dukungan di seluruh elemen masyarakat adalah :

ikut serta dalam TORCH Relay Asian Games 2018 dari Bandung ke Jakarta tanggal 11 - 18 Agustus 2018 tepat hari H Asian Games berlangsung.

mengadakan program donasi dimana setiap konsumen yang membeli OBH Combi dan enam produk unggulan lainnya yaitu Insto, Uricran, Joinfit, Osteopor dan Smecta akan turut mendonasikan Rp200 untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga yang lebih layak di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

mengajak masyarakat memberikan dukungan melalui games untuk kalahkan rekor MURI dalam memberikan dukungan untuk atlet Indonesia di Asian Games 2018. Target dukungan untuk atlet Indonesia di Asian Games 2018 adalah 1/2 juta untuk Indonesia.

mengadakan aktifitas seru dan penawaran menarik di booth Asian Games 2018 yang ada di dua kota yakni Jakarta dan Palembang.

mengadakan kompetisi foto #IndonesiaKalahkanBatas buat teman-teman Blogger dan Media. Kompetisi berlangsung selama 24 Juli - 15 September 2018 dengan cara mengunggah foto di sosial media dengan melampirkan keterangan foto atau caption yang menggambarkan sebuah aktifitas Indonesia Kalahkan Batas, baik terkait dengan Asian Games 2018 maupun aktivitas sehari hari di masyarakat. 



meluncurkan tiga video iklan OBH Combi yang didukung oleh tiga atlet berprestasi yaitu Hanif Sjahbandi atlet sepakbola, Ricky Anggawijaya atlet renang dan Dellie Threesyandinda atlet panahan.

Kampanye Indonesia Kalahkan Batas sejatinya merupakan ajang untuk mengalahkan batasan dalam diri seorang Dellie Threesyadinda. "Rekor terakhir saya 355 poin sedangkan kalau perfect rekornya adalah 360 poin. Saya ingin memecahkan rekor saya sendiri ini," ungkapnya optimis.

Buat saya sendiri, kalahkan batas untuk diri saya sendiri adalah berani speak up di depan umum. Harus bisa!!











Rabu, 25 Juli 2018

Ramuan Rasa di Konser Gelanggang Indonesia

Juli 25, 2018 1


Meramu banyak perbedaan menjadi satu pertunjukan yang padu bukanlah pekerjaan mudah. Belum lagi menggabungkan dua hal yang berbeda yaitu musik dan olahraga. Di sini, ramuan rasa dalam konser Gelanggang Indonesia jadi 'menggigit' berkat tangan dingin orang-orang dibaliknya. Siapa saja mereka, ya?

Okay, sebentar ...



Konser musik bertajuk Gelanggang Indonesia - Pejuang, Selamat Bertanding! bakal digelar sebentar lagi. Sesuai dengan temanya tersebut, pertunjukan musik orkestra yang diselenggarakan di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat ini bakal membuat dahaga penonton terpuaskan oleh keragaman. Bagaimana tidak, Jayakarta Symphony Orchestra meracik konser musik ini dengan empat latar belakang berikut :

1. Konser yang digelar pada 12 Agustus 2018 momennya berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Untuk menggugah kembali semangat kebangsaan dan cinta tanah air maka konser musik ini menjadi sebuah cara untuk memperingatinya.

Kemerdekaan adalah hal sangat penting yang wajib diperingati ~ Purwacaraka, konduktor 

2. Mengingat setelah lebih dari 50 tahun Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games, maka tahun ini adalah sebuah kehormatan untuk kembali menjadi tuan rumah yang kedua kalinya. Oleh sebab itu, konser ini sebagai bentuk dedikasi untuk para atlet yang sebentar lagi akan bertanding dalam event olahraga besar Asian Games 2018.

3. Selain didedikasikan untuk atlet Asian Games yang akan bertanding pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 nanti konser ini juga dipersembahkan untuk seluruh pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia selama ini dengan prestasinya di bidang olahraga.

4. Untuk itu, dalam konser ini (yang rencananya akan digelar menjadi kegiatan rutin) tiket yang terjual akan didonasikan kepada mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya. Untuk kali yang pertama mantan atlet tinju Ellyas Pical mendapat kesempatannya yang pertama.

Mengapa Ellyas Pical?

Mantan Petinju asal Saparua Maluku Tengah ini adalah contoh atlet berprestasi yang namanya sangat tenar di tahun 80-an. Kemenangannya di beberapa kali pertandingan IBF kelas bantam yunior telah mengharumkan nama bangsa kita. Akan tetapi, tidak adanya jaminan hidup yang diberikan pemerintah setelah ia menggantungkan sarung tinjunya banyak menuai kritikan setelah tersandung masalah hukum.

Atas dasar kepedulian atas dedikasi pahlawan olahraga seperti Ellyas Pical maka acara musik yang digagas oleh salah satu pendiri yayasan Jayakarta Nada Persada - yang bernaung dari Jayakarta Symphony Orchestra - yaitu Bapak Dedi S Panigoro menjadi sebuah bentuk kado manis.

Dalam sesi press conference yang berlangsung hangat kemarin sore, Dedi S Panigoro selaku penasihat mengatakan, "ada 17 lagu perjuangan yang akan ditampilkan."


Adapun, ketujuh belas lagu perjuangan tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Lagu perjuangan yang dikategorikan ke dalam lagu wajib nasional diantaranya adalah Halo-halo Bandung, Bangun Pemudi Pemuda, Rayuan Pulau Kelapa dan Tanah Pusaka.

Sedangkan untuk lagu perjuangan yang dikategorikan ke dalam lagu-lagu populer yang bertemakan semangat perjuangan diantaranya One Moment In Time, We Are The Champion, Asian Games Themes Song berjudul Bright as The Sun dan lagu Laskar Pelangi.

Nah, ada yang masih ingat dengan lagu Laskar Pelangi? Lagu ini pernah dipopulerkan oleh grup band NIDJI dengan vokalis Giring Ganesha. Lagu ini menceritakan tentang perjuangan dan semangat anak-anak SD di Belitung untuk dapat terus bersekolah di sela-sela kegiatannya membantu orang tuanya mencari uang.

Dan, lagu Laskar Pelangi nyatanya akan ditampilkan oleh penyanyi aslinya dalam konser musik ini yakni Giring Ganeshan. Keren kan?

Ada lagi penyanyi Jazz asal Bandung yang pernah mendapat kesempatan terlibat dalam tur grup band Jazz asal British INCOGNITO tahun 2002 lalu yaitu Dira Sugandi. Perempuan kelahiran tahun 1979 ini juga pernah berduet dengan Jason Mraz di ajang tahunan Java Jass Festival 2009 lalu dan pernah berakting di film Indonesia juga. Wuuiihh, keren deh!

Balutan suara indah penyanyi-penyanyi yang bakal tampil dalam konser musik Gelanggang Indonesia dikemas dengan indah oleh instrumen musik yang luar biasa. Sebut saja nama Sri Hanuraga seorang pianis jazz yang sangat piawai. Dia pernah meraih soloist prize pada kompetisi East Eastern Jazz Festival di Nijmegen Belanda tahun 2006 lalu.



Kemudian ada nama Purwacaraka yang sudah tidak diragukan kelihaiannya dalam meramu musik orkestra sebagai konduktor. Dan yang menarik, di gelaran konser yang penuh ramuan rasa ini Nathania Karina sebagai konduktor perempuan jadi bintangnya. Mengingat profesi ini masih didominasi oleh lelaki.

Nathania Karina yang akrab dipanggil Nia adalah konduktor bergelar Doctor of Musical Artz di Music Education Boston University tahun 2015. Yang tidak saya sangka, selain pernah tampil di empat event musik bergengsi internasional rupanya ia pun adalah salah satu pendiri Jayakarta Symphony Orchestra dengan Dedi S Panigoro.

Dan, dari sedikit kepoin profilnya, perempuan ini juga aktif dalam kegiatan sosial. Tercatat ia menjadi direktur musik di yayasan CSR sebuah perusahaan label rekaman ternama di Indonesia. Kegiatannya adalah menghimpun dana untuk mengembangkan dan mendukung kegiatan musik diantaranya konser, masterclass dan berpartisipasi dalam berbagai festival.

Jadi, tidak heran ya bila Jayakarta Symphony Orchestra yang didirikannya ini memiliki 'arah' yang sama yaitu kegiatan sosial. "Dari 1200 kursi di Theater Jakarta targetnya semua tiketnya sold out," harapnya dengan optimis.

Untuk pembelian tiket bisa di GOTIX, Live Life atau bisa menghubungi Evi 0812 77510 222, Raisha 0812 1899 4162 dan Tria 0818 8998 32








Senin, 23 Juli 2018

Pink Out Loud, Tebar Semangat Juang Penyintas Kanker Payudara Melalui Konser Amal

Juli 23, 2018 0


Entah kenapa perasaan saya mudah tersentuh setiap melihat lelaki-lelaki yang care pada anak dan istrinya, pada orang tuanya dan pada tante atau omnya. Lelaki tipe ini selalu memprioritaskan keluarga sebagai wujud cinta kasihnya. Nah, pemandangan menyentuh seperti itu kembali saya temukan dalam konser amal bertajuk Pink Out Loud, 21 Juli 2018 silam.

Sabtu malam itu, Titan Center di bilangan Bintaro diwarnai nuansa pink di mana-mana. Semuanya ingin menonton konser musik dimana hasil penjualan tiketnya akan didonasikan untuk kegiatan sosial yang digawangi Love Pink Indonesia.

Love Pink Indonesia adalah gerakan sosial yang giat melakukan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara. Yayasan ini digagas dua sahabat yang berhasil mempertahankan hidupnya dari kanker payudara. Organisasi ini giat mengadakan sosialisasi seputar tanda dan pengobatan kanker payudara berikut pentingnya deteksi dini dan skrining payudara secara berkala.

Yang membuat saya terkesan, konser musik ini baru pertama kali digelar tapi antusiasmenya luar biasa. Tercatat, dari 445 seat hanya tinggal 10 seat saja yang tidak terjual. Dan, banyak wajah-wajah pesohor yang turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Kereeeennnn!


Uniknya lagi, pengisi acara konser musik amal ini hampir semuanya diisi oleh penyanyi lelaki. Salut deh! Ada Sandhy Sandoro, Mario Ginanjar, Boy William, Cakra Khan, Adikara Fardy, Glenn Samuel dan diiringi AVO Rhythim Band dan MISJ Youth Choir.

Ada satu-satunya perempuan yang turut perform dalam konser amal Pink Out Loud ini. Namanya Dhea Seto. Dia merupakan pemeran karakter perempuan muda penyintas kanker payudara di film Pinky Promise. Khusus untuk konser ini ia mempersembahkan tarian spesialnya.

Menurut Madelina Mutia, salah seorang founder Yayasan Love Pink, ada alasannya mengapa dalam konser musik amal ini penyanyinya lelaki semua. "Dilatar belakangi fakta yang ada mengenai kanker payudara sekarang ini penyakit yang kerap disebut sillent killer ini rupanya menyerang tidak hanya pada kaum perempuan saja. Tapi lelaki pun ada."


Ia melanjutkan, "Oleh sebab itu, melalui konser ini, misi Love Pink untuk terus meningkatkan kesadaran akan kanker payudara di masyarakat dan juga memberi dukungan moril untuk pasien kanker payudara dan keluarganya dapat terpenuhi dengan dukungan dari semua yang hadir malam ini."

Yup, saya setuju dengan pendapat mba Mutia. Bahagia adalah obat kanker paling utama. Dukungan moril dari keluarga adalah salah satu penyulut semangat bagi penyintas untuk melawan kanker payudara. Dan hal tersebut dibuktikan Adikara Fardy kepada ibunya yang juga penyintas kanker payudara untuk membahagiakan mamanya terus.

((Moment ini membuat saya kembali mbrebes mili))

Di panggung, sebelum membawakan lagu "Kau Takkan Terganti" remaja lelaki yang pernah berduet dengan Melly Goeslaw mengisi soundtrack film Eifel I'm In Love 2 ini menuturkan, waktu itu, papanya berpesan untuk jangan nakal-nakal karena mama sakit.

Tadinya ia mengira, aah paling hanya sakit batuk pilek saja. Ia kemudian terisak membayangkan saat diberitahu bahwa mamanya mengalami penyakit yang sangat menakutkannya yakni kanker payudara. Sejak itu, ia berjanji menjadi anak baik. Sambil tertawa penuh uraian air mata remaja yang pandai main gitar ini tidak mau lagi pulang malam-malam kalau bepergian. "Saya ga mau bikin mama sedih lagi," tandasnya.

beberapa pesohor selain Chintami Atmanegara, Seto Mulyadi yang hadir dalam Pink Out Loud a charity for breast cancer awareness :P

Dhea Seto dalam akun IG lovepinkindonesia menuturkan hal yang sama. Tante yang sudah seperti ibu kedua baginya meninggal akibat kanker payudara. Pada saat mendengar diagnosanya ia dan keluarga kebingungan menghadapi situasi tersebut, karena minimnya pengetahuan tentang kanker. Untuk itu, ia ingin mendukung kegiatan sosialiasi pentingnya deteksi dini dan bagaimana kita sebagai keluarga atau orang terdekat para pejuang kanker payudara sebaiknya bersikap.

Tidak terasa, dua jam ikut menyanyi dalam Pink Out Loud a charity concert for breast cancer awarness usai sudah. Semoga misi Love Pink Indonesia untuk terus menyosialisasikan deteksi dini bisa terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang peduli kesehatan payudara.