Kamis, 14 Juni 2018

Minyak Telon Halal Dan Minyak Kayu Putih Halal Huki Sehangat Cinta Ibu

Juni 14, 2018 0
Yang jauh dideketin, yang deket dijauhin. Kamu mudik apa pedekate? Hayolohhh, siapa itu? Membaca spanduk-spanduk nyeleneh dari Kepolisian seperti itu di sepanjang jalan raya Rancaekek kemarin sore membuat saya tersipu sendiri. Iya juga sih, bikin dosanya di mana, maaf-maafaannya di mana? Eiitt, sampe lupa, buat yang katanya lagi mudik tapi jangan lupa siapkan minyak kayu putih dan minyak telon halal di dalam tas ya. 

Bicara soal mudik nyaman bersama anak yang bertepatan dengan libur lebaran tentu banyak kehebohan menyertainya. Yang pasti, di sepanjang jalan, saya menemukan beberapa titik spot kemacetan. Pertama di Ciawi Puncak Bogor. Kedua di daerah Padalarang. Yang paling panjang di Rancaekek terus ke arah Nagrek nembus ke Malangbong. Kemacetan yang melelahkan, sehingga membuat banyak pemotor yang memutuskan menepi untuk beristirahat sejenak, sesuai himbauan polisi untuk setiap empat jam sekali beristirahat di pos-pos yang disediakan. 

Terus terang saya tidak tahu harus bilang apa. Tapi sepanjang mata saya memandang, sebagian besar pemudik membonceng anak dan istrinya. Ada yang membawa bayi ada juga yang membawa dua anak. Satu anak didudukkan di depan di atas tas-tas besar, dan anak yang kecil digendong ibunya di boncengan belakang. Saya lihat setiap anak kecil sudah diberi pengamanan kepalanya dengan dipakaikan helm. Tapi yang bayi rata-rata cuma dipakaikan topi rajut saja. Bisa dipahami sih, karena memang tidak ada helm ukuran bayi sih, ya.  Duuh, semoga bayi dan anak-anak itu tidak masuk angin, deh. 

Beruntung, mudik saya dan keluarga tidak jauh. Hanya dari Cileungsi ke Rawa Belong saja. Jalurnya melawan arus, jadi tidak kena macet seperti yang orang-orang alami. Setengah jam juga sampai. Jadi saya tidak bisa menceritakan pada anak-anak bagaimana traumanya saya ketika masih kecil setiap mau mudik ke Wonogiri. Lamanya perjalanan, digoyang-goyang di dalam kendaraan dan bau aroma jeruk parfum mobil membuat saya sering muntah. Diakali dengan dikipasi jadi enegh. Tapi kalau dibuka jendelanya malah masuk angin. Menyusahkan sekali, deh. Untung ibu saya mengoleskan minyak kayu putih yang selalu ada di tasnya, sehingga saya aman tertidur setelah diolesi minyak kayu putih yang hangat dan menenangkan. 

Nah, dari ketiga anak saya, hanya Dega saja nih yang nuruni 'hobi' saya ini setiap melalukan perjalanan panjang. Kalau dia sudah pasang muka kecut, keluar keringat yang bila saya raba tengkuknya terasa dingin, langsung deh saya tembak, "De, kamu enegh, ya. Muka kamu udah aneh gitu?" 

Sebelum 'kejadian' buru-buru saya oleskan minyak kayu putih anak ke seluruh tubuhnya. Tidak lupa tengkuknya saya pijat-pijat lembut, maksudnya sih biar seperti yang dulu sering ibu saya lakukan, supaya anginnya keluar. Tapi Dega bukannya keenakan dipijat malah jerit-jerit ga jelas. Sambil ketawa sambil meringis sepertinya dia kegelian atau justru malah kesakitan. Yelaah, acting bukan sih? 

Teknik Memijat Bayi
Sabtu, 9 Juni 2018 lalu dalam acara Baby Huki Moms Blogger Gathering bersama Brawijaya Hospital Clinic saya dan teman-teman dari Blogger Crony Community diajari teknik memijat bayi oleh dr. Armendi, dokter spesialis Rehab Medik Brawijaya Hospital. FYI, rumah sakit yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan ini memiliki memiliki layanan unggulan baby massage atau pijat bayi yang didukung oleh dokter spesialis rehab medik dan terapis profesional yang terpercaya. 

Pijat bayi mempunyai banyak manfaat, diantaranya : 

  • mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil melalui stimulasi sentuhan yang dapat merangsang semua sistem sensorik dan motorik untuk pertumbuhan otak, membentuk kecerdasan dan perkembangan sesuai usia anak. 
  • membantu menjaga kesehatan saluran cerna, meredakan ketidaknyamanan saat kolik atau tumbuh gigi, membuat bayi tidur lebih lelap dan bermanfaat juga meredakan stress pada orang tua. 
  • Untuk memperkuat bonding antara orang tua dan anak, alangkah baiknya bila yang memijat bayi adalah orang tuanya sendiri, baik ayahnya ataupun ibunya. 
Adapun teknik pijat ini penting sekali diketahui kita nih wahai ibu-ibu. Supaya ga salah teknik seperti yang saya lakukan kala memijat Dega. Terlebih sosialiasi ini juga bertepatan dengan rangka Hari Pijat Internasional pada 7 Juni 2018 kemarin, jadi bisa segera kita praktekkan ke anak dan bayi kita nih. Apalagi momennya pas sekali. Buat yang ga ke mana-mana, memijat anak menjadi solusi untuk memperkuat bonding dengan anak di rumah selama liburan Hari Raya yang nyambung dengan Liburan Tahun Ajaran Baru sekarang. Sedangkan, buat yang mudik, tentu dengan memijat anak dan bayi setelah menempuh perjalanan jauh ke kota tujuan dapat mengatasi kerewelannya karena urat-urat di seluruh tubuhnya kaku. 

Mumpung ga kemana-mana, Dega pun kebetulan lagi mau disayang-sayang sama saya, tanpa perlawanan berarti dia menurut saja ketika disuruh tidur telentang. Saya mau pijat mempraktekkan sesi mba Arina, fisioterapis Brawijaya Hospital Antasari kala memijat bayi.  

Karena Dega agak sensitif ketika disentuh, saya meminta dia menarik nafas pelan-pelan dulu agar relax. Saya minta dia memejamkan mata dan kupingnya saya tambal dengan musik lembut. Tau ga lagu apa yang saya putar? Itu lho lagu di drama korea Kill Me Heal Me. Melo deh, hehehehe.... 

Kemudian saya mulai di bagian dada
Saya memuat gerakan love motion dengan cara membuat gambar imajiner hati yang dimulai dari ulu hati mengarah ke bahu atas lalu turun ke ulu hati lagi dengan tekanan konstan. Saya ulangi sebanyak 3 kali. 

Kemudian saya berpindah ke gerakan Cross dengan cara membuat gerakan menyilang dari bagian bawah kiri ke atas bahu kanan lalu pindah dari bagian bawah kanan ke atas bahu kiri. Saya ulangi sebanyak 3 kali. Dega koq kamu senyum-senyum? hihih... 

Sekarang di bagian perut 
Saya membuat gerakan I LOVE YOU dengan cara membuat gambar imajiner berupa huruf I - L - U dari sebelah kiri sebanyak 3 kali. 

Kemudian gerakan Walking Finger dengan cara membuat tap dengan tiga jari searah dengan usus besar dari bagian kanan ke bagian kiri perut. 

Selanjutnya di bagian lengan tangan 
Saya membuat gerakan Milking atau memerah dengan cara membuat gerakan seperti memerah dari atas ke bawah lengan tangan sebanyak 3 kali. 

Selanjutnya membuat gerakan rolling atau memutar dengan menggunakan tangan kita dari pangkal lengan sampai ke pergelangan tangan. 

Dan terakhir membuat gerakan Finger Shake dengan cara membuat gerakan memijat setiap celah jari satu persatu. Buat gerakan memutar-mutar di setiap jari dari pangkal ke ujung jari. Dega mulai enjoy, nih. Assiiikkk. 

Setelah tangan lalu di bagian tungkai kaki
Saya membuat gerakan Milking atau memerah sama seperti membuat gerakan milking pada lengan tangan. Dimulai dari bagian bagaian atas ke pergelangan kaki, kemudian naik lagi ke pangkal paha. 

Setelah itu membuat gerakan squuezing atau memeras dengan cara membuat gerakan memutar dengan satu tangan dari pangkal paha ke arah pergelangan kaki yang diikuti dengan membuat gerakan Finger Shake dengan cara membuat gerakan memijat jari satu persatu dari pangkal jari ke ujung. 

Pelahan-pelahan Dega saya bangunkan lalu saya minta untuk telungkup. Kali ini bagian punggung yang akan saya pijat. 
Pertama saya membuat gerakan LOVE motion dengan cara membuat gambar imajiner hati dimulai dari bagian tengah punggung ke arah bahu kemudian kembali ke arah tengah punggung. 

Lalu membuat gerakan spiral dengan cara membuat gerakan memutar dari bawah leher di sepanjang tulang belakang sampai ke arah bokong. 

Dan yang terakhir membuat gerakan menggaruk dengan cara membuat gerakan menggaruk-garuk di lokasi yang sama ketika membuat gerakan spiral yaitu  dari bawah leher di sepanjang tulang belakanga sampai ke arah bokong. 

Oiya sampai lupa, sebelum memijat jangan lupa tuangkan dua atau tiga tetes minyak telon misalnya minyak telon hangat yang kadar minyak kelapanya lebih tinggi dari minyak kayu putih sehingga sering disebut dengan minyak pijat bayi. Nah, kadar minyak yang banyak membantu pelumasan gerakan saat memijat supaya terasa licin dan ga keset. Kalau keset dan kering, bayi dan anak-anak pasti merasa tidak nyaman karena rasanya seperti diamplas. Panas. Kasihan ah. 

Dokter Armendi menyarankan, saat memijat waktu yang paling pas adalah sekitar 15 menit saja supaya anak tidak merasa bosan. Dan waktu yang paling tepat untuk memijat yakni pagi hari sebelum mandi atau malam hari sebelum tidur. Dan pastikan, lakukan eye contact dengan anak dan terus berkomunikasi dengan suara lembut sehingga anak merasa nyaman. 

Minyak Kayu Putih dan Minyak Telon Halal Huki
Terkait dengan ibadah kita di bulan suci ini, menggunakan produk yang sudah terjamin kehalalannya membuat perasaan kita jadi lebih tenang, bukan? Minyak kayu putih dan minyak telon halal Huki contohnya. Dikatakan mba Risa Trisanti, Marketing Manager Baby Huki, "minyak telon dan minyak kayu putih HUKI sejak dulu sudah terjamin kehalalannya dari MUI sejak dari proses awal hingga akhir dan aman digunakan, lho!" 

Duh, saya baru tau lho, padahal produk HUKI selalu digunakan ketiga anak saya untuk dot botol susunya. Herannya, anak-anak saya lebih suka dot susu yang berwarna kuning bukan yang elastik berwarna transparan. Lebih boros sih memang karena anak-anak hobi menggigit-gigit jadi lubangnya gampang bolong. 

Menurut Mba Risa, kelebihan produk minyak telon dan minyak kayu putih halal HUKI dibandingkan produk merk sejenis adalah zat aktif yang terdapat di dalam kayu putih bernama sineol lebih tinggi dari merk lainnya. Zat ini mempunyai kandungan manfaat untuk menghangatkan badan, mengatasi kembung, mual, muntah dan mengobati bekas gigitan serangga. Nah, wanginya jadi bukan essence, lho. Catattt... 

Lalu apa bedanya antara minyak kayu putih halal dan minyak telon halal HUKI bila keduanya sama-sama memiliki kandungan sineol? 

Minyak Telon cocok untuk usia bayi hingga 3 tahun. Minyak kayu putih cocok untuk usia anak-anak hingga dewasa. 

Kadar hangatnya minyak lebih rendah dibandingkan minyak kayu putih. Minyak kayu putih kadar hangatnya lebih terasa dibandingkan minyak telon sebagai obat masuk angin dan obat kembung anak. 

Minyak telon memiliki kandungan minyak kelapa yang berfungsi sebagai pelicin dan melembabkan kulit bayi yang sensitif. Minyak kayu putih tidak memiliki kandungan minyak kelapa di dalamnya sehingga ketika digunakan akan cepat menguap. 

Disamping itu, kemasan minyak telon dan minyak kayu putih Halal HUKI sangat praktis digunakan karena terbuat dari plastik. Jadi cocok sekali untuk dibawa bepergian seperti mudik kali ini karena tidak mudah pecah kalau terjatuh. Tutupnya juga flip cover jadi kita tidak perlu membuka tutup dengan memutarnya. Tinggal klik buka, lalu klik tutup, deh. 

Ukurannya pun terdiri dari tiga macam, ukuran 30 ml, 60 ml dan 125 ml. Sehingga untuk bepergian saat mudik seperti ini kita bisa memperhitungkan dengan menyiapkan ukuran kecil khusus untuk travelling. Lebih hemat juga kan membeli sesuai kebutuhan. 

Minyak telon dan minyak kayu putih halal HUKI dengan mudah dapat dibeli di supermarket, hypermarket, baby shop dan apotek serta toko obat. 

So, buat yang mau mudik, jangan lupa siapkan minyak kayu putih dan minyak telon halal HUKI di dalam tas ya supaya perjalanan mudik jadi nyaman dan menyenangkan buat anak-anak. Karena minyak telon halal dan minyak kayu putih halal Huki hangatnya sehangat cinta ibu selalu. Selamat mudik :) 

Untuk info lebih lanjut hubungi : 
Facebook : @BabyHukiOfficial
Instagram : @BabyHukiOfficial






 





Selasa, 12 Juni 2018

Jangan Takut, Kamu Tidak Sendiri ; Life Changer Allianz Mengubah Hidupmu

Juni 12, 2018 0


Tangan saya gemetar. Dengan perasaan campur aduk akhirnya saya menanda tangani juga berkas persetujuan operasi rahang suami. Kala itu, dia baru saja mengalami kecelakaan motor yang parah. Saya cemas. Merasa tidak punya siapa-siapa. Takut. Semua campur aduk. Kalau-kalau keputusan saya salah, bagaimana? Apa yang harus saya lakukan?

Saya percaya, keadaan yang saya alami ketika itu adalah hal wajar. Semua orang pasti pernah merasakan berada dalam keadaan 'down'. Karena hidup itu ibarat jet coaster yang bisa jungkir balik dalam tempo singkat. Kemarin sehat wal afiat bisa jadi hari ini terkapar tak berdaya. Kemarin punya apa-apa bisa jadi hari ini jadi kaum papa.

Dalam keadaan 'down' seperti itu, perhatian sekecil apapun pasti berharga. Beruntung saya memiliki keluarga yang mensupport saya tiada henti. Mas Ato, kakak ipar saya, mengambil alih tugas saya untuk merawat suami dikarenakan kondisi fisik saya yang lemah karena sedang hamil. (Jadi waktu suami saya kecelakaan, saya sedang mengandung Nala, dan sering sekali bed rest dikarenakan bleeding terus menerus.)

Akan tetapi bagaimana dengan teman-teman di luar sana, siapa yang menemaninya melewati masa-masa sulit dalam hidupnya? Bagaimana ia mengatasi rasa takutnya kala tidak bisa bekerja lagi karena sakit berat yang membutuhkan pengobatan besar. Siapa yang merawat anak-anaknya? Bagaimana biaya pengobatannya? Atau mungkin ada yang mengalami hal yang sama seperti saya waktu itu. Kebingungan karena sang pencari nafkah harus invalid sementara mencari nafkah. Bagaimana saya melanjutkan hidup saat itu? Blank. Blank. Blank.

Dihadapkan pada kondisi terpuruk tentu dia butuh teman. Teman yang memahami kesulitannya. Teman yang bukan hanya menyediakan kuping mendengarkan segala keluh kesah atau curhatan uneg-uneg belaka. Dia tentu perlu teman yang menssuport penuh, mendampingi dan siap mengambil alih beberapa tugas yang mungkin terbengkalai seperti yang teman-teman Allianz lakukan, yang direkrut menjadi seorang Life Changer.

Apa itu Life Changer?


Tanggal 7 Juni 2018 kemarin saya dan teman-teman Blogger berkunjung ke kantor PT Buss Neo Soho Capital Office Tower, jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dalam agenda berakrab ria sekaligus buka puasa bersama bareng Joos Louwerier, Country Manager and Presiden Direktur Allianz Life Indonesia berlangsung dengan penuh kehangatan bak keluarga. Tidak henti-henti Joos menanyakan dan berkeliling ke meja-meja menanyakan, bagaimana rasa makanannya, enak tidak? Duuh, melted deh diperhatikan seperti itu.

Bentuk perhatian yang terlihat sepele seperti yang ditunjukkan Joos kemarin adalah satu dari sekian banyak bentuk perhatian para generasi milenial yang direkrut perusahaan asuransi jiwa terbaik Allianz untuk menjadi Life Changer. Dalam agenda buka bersama sekaligus seminar "Life Changer : Capturing The Future Customer" program ini bertujuan ingin membangun kemampuan wirausaha dalam bidang jasa keuangan asuransi pada generasi milenal dan mengembangkan model bisnis yang berbeda dengan yang lainnya yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya yaitu anak-anaknya.

ki - ka : Ginawati Djuandi, Joos Louwerier, Christian Sontani

Selama ini kita tahu agent marketing asuransi dikenal pantang menyerah berusaha untuk menjaring nasabah sebanyak-banyaknya. Berbagai cara dilakukan untuk memprospek calonnya. Mungkin kita pernah mengalami menerima telpon dari nomor yang tidak kita kenal setelah diangkat ga taunya agen asuransi. Entahlah dari mana data kita didapat. Atau mungkin pernah kita mengalami dicegat saat jalan-jalan di mal-mal lalu dibagikan brosur dan meminta dengan setengah memaksa beberapa menit untuk menjelaskan produk. Kejadian-kejadian yang membuat kita tidak nyaman tentu saja membekas sekali dalam ingatan dan membuat horor atau trauma setiap mendengar kata 'asuransi'.

Paradigma bahwa asuransi hobinya memprospek orang membuat Allianz berpikir ulang untuk mengedukasi masyarakat mengenai asuransi. Sebagaimana dikatakan Christian Sontani, Business Partner di Allianz Star Network (ASN), jaringan distributor resmi Allianz Life, "sebagai seorang milenial saya menemukan bahwa model bisnis ASN mampu membuat saya menjadi seorang wirausahawan sepenuhnya. Sebagai masa depan industri asuransi, kami memiliki tanggung jawab untuk membuat asuransi selalu RELEVAN bagi masyarakat. Hal ini bukan berarti hanya menyediakan produk dan layanan terbaik namun juga mentranformasi cara kita berinteraksi dan bertransaksi dengan nasabah. Mobilitas, fleksibilitas dan efisiensi akan tetap menjadi pendorong utama untuk evolusi bisnis."

Sebagai seorang Life Changer, agent marketing di Allianz seperti Christian tidak membabi buta membandingkan bahwa asuransi kesehatan yang bagus adalah Allianz daripada asuransi lain kepada orang yang temui secara random. Lah, logikanya begini, misalnya saja saat di jalan tau-tau kita harus mendengarkan orang yang kita tidak kenal nyerocos jelasin asuransi ini bagus bla-bla-bla, siapa juga yang mudah percaya?

Nah, berbasiskan kepercayaan antar teman, user experience yang tidak mengada-ngada dan pemahaman asuransi yang mumpuni, strategi mengedukasi orang-orang di sekelilingnya misalnya di lingkungan teman-temannya sendiri menjadi cara terbaik seorang Life Changer untuk mengubah paradigma yang sudah terlanjur melekat di otak masyarakat. Tentu saja mengedukasinya pun tidak dengan menggurui. Melalui acara santai seperti hang out bareng komunitas, atau main-main di kantor Buss, Neo Soho Capital yang cozzy dan nyaman banget seperti cafe dan difasilitasi dengan berbagai spot seru, buat yang suka olahraga, main game atau karaokean melalui obrolan-obrolan seru khas generasi milenial seorang Life Changer tanpa disadari telah mengubah mind set temannya mengenai meaning of insurance selama ini bahwa asuransi bukanlah investasi melainkan proteksi.

Fakta Asuransi Di Mata Generasi Millenial
Terkait dengan proteksi, boleh percaya boleh tidak, faktanya jumlah orang yang divonis terkena penyakit tidak menular namun mematikan semakin meningkat. Bahkan, penyakit-penyakit berat seperti Stroke, gagal ginjal, jantung, kanker kini menyasar ke usia muda.

Karin Zulkarnaen 

Akan tetapi kenyatannya, "kelompok usia muda yang dikenal dengan generasi milenial sedikit sekali yang memiliki perencanaan keuangan cukup matang. Padahal di kelompok ini mereka memiliki range pendapatan di angka 45 - 600 juta pertahunnya dan statusnya masih single, masih tinggal di rumah orang tua, memiliki satu saudara kandung dan hobinya travelling," tutur Karin Zulkarnaen, Head of Market Management  Allianz Indonesia.

Fakta : 

13 % dari millenials bahkan tidak punya perencanaan keuangan sama sekali. 

Hanya 31 % milennials yang memiliki perencanaan keuangan cukup matang

Dimana hanya 2% dari milennials yang memiliki perencanaan keuangan yang baik memilih asuransi sebagai instrumen

Sedangkan sebagian besarnya lagi memilih untuk menabung dan berinvestasi pada usaha dikarenakan berbagai alasan berikut : 



Oleh sebab itu, proteksi di usia muda seharusnya sudah menjadi bagian dari lifestyle yang harus dijalankan. Selain preminya bisa lebih murah jika ikut asuransi sejak dini, proteksi diri terhadap kesehatan terkait banyak penyakit berat yang menimpa usia muda menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan. 

Sebagai Generasi Millenial, Apa pilihanmu, Menjadi Pembeli Atau Seorang Life Changer?
Sejalan dengan temuan penting dari riset Accenture mengenai "Segmentasi Nasabah di Pasar Penting Asia" yang menjelaskan bahwa generasi milenial secara umum memiliki aspirasi karir di masa depan untuk mendirikan bisnis sendiri. "Segmentasi milenial sangat menarik karena memiliki potensi besar sebagai kontributor untuk meningkatkan premi pendapatan bruto di masa depan. Sebagai wirausahawan, seorang Life Changer harus benar-benar menjadi mitra dan menyediakan layanan terbaik bagi nasabah dengan menggunakan beragam sarana dan infrastruktur khususnya yang berbasis digital," jelas Ginawati Djuandi, Chief Agency Officer Allianz Indonesia di kesempatan tatap muka secara terpisah dengan beberapa Blogger.

Ditambahkan oleh Joos Louwerier, "Allianz menyadari bahwa perlindungan asuransi maupun perencanaan keuangan yang lebih baik merupakan bagian penting dalam upaya mengubah diri sendiri maupun orang lain secara finansial."


Dengan karakteristiknya yang kreatif, tidak menyukai hal-hal yang bersifat baku dan akrab dengan gadget maka seorang Life Changer telah diantisipasi dalam pekerjaannya berupa proposi produk yang tepat dan layanan berbasis digital. Saat ini, sudah banyak proses transaksi mulai dari pengajuan asuransi, pelayanan polis dan klaim yang dapat dilakukan melalui platform digital. Semua inisiatif ini diharapkan dapt menarik lebih banyak generasi milenial untuk menjadi wirausahawan dimana kini 50% total agen Allianz Life adalah generasi milenial untuk menjadi bagian dari jaringan distribusi perusahaan.

Nah, sebagai generasi milenial, di manakah posisi kamu sekarang? Pilihan ada di tangan kamu, mau menjadi pembeli asuransi saja atau bersiap menjadi seorang Life Changer? "BERANI?" tantang Joos.






























Jumat, 08 Juni 2018

Hormati Perbedaan Karena Keragaman Adalah Anugerah



Bulan Ramadhan sudah menginjak hari ke 23. Tidak terasa sebentar lagi kita umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan kita. Setelah berpuasa selama sebulan penuh, bulan yang sangat mulia-yang didalamnya penuh keberkahan-tidak terasa usai sudah. Akankah kita masih diberi umur panjang untuk menyambut kedatangan bulan suci ini di tahun depan? Wallahu alam.

Berpuasa sejatinya bukanlah sekedar menahan lapar dan haus belaka. Dalam agenda Silaturahmi Kapolda dan Wartawan dengan Netizen di Gedung Promoter Kapolda Metro Jaya, Jakarta, 6 Juni 2018 kemarin, dalam tauziahnya, Ustad H. Muhammad Ali mengatakan, "orang yang berpuasa hendaknya menjaga pandangannya, lisannya, pendengarannya dan seluruh anggota badannya dari hal yang dilarang Allah SWT."




Hal ini mengindikasikan bahwa Allah tidak menerima puasa seseorang yang masih selalu berkata dusta, senang mengadu domba, memfitnah, menyakiti hati orang dengan kata-kata buruk dan tidak meninggalkan perbuatan maksiat. Terlebih di tahun ini, dimana suhu politik semakin memanas, membuat perpecahan semakin santer saja. Antar suku, agama dan ras saling bersiteru. Seolah ada rasa tidak puas bila pembalasan belum dilakukan. Ibaratnya, mata ganti mata, gigi ganti gigi. Rantai kebencian berbalut identitas agama dan golongan untuk kepentingan perebutan kekuasaan dan kemakmuran bangsa kita begitu mengkhawatirkan kondisinya.

Menyikapi fenomena yang dapat memecah belah kebhinekaan di negara kita ini, hadir tamu-tamu istimewa yaitu 50 anak yatim piatu dari komunitas masyarakat cinta POLRI untuk menerima santunan dan tokoh-tokoh lintas agama dalam Silaturahmi Kapolda Metro Jaya dan Wartawan dengan Netizen yang dibarengi dengan buka puasa bersama. Sayang sekali, bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Idham Aziz batal hadir dikarenakan ada hal mendesak sehingga diwakilkan oleh Wakapolda Brigjen Pol Purwadi Arianto.




Adapun, perwakilan dari tokoh agama yakni bapak pendeta Datulon Sembiring, Biksu Syailendra Virya, Romo Rd Aloysius Tri Harjono, Pedande Gede Nyeneng dan Ustadz H. Muhammad Ali yang hadir serempak memberikan pernyataan bahwa melalui tokoh agama mereka berkomitmen untuk sama-sama menjaga, mempertahankan dan terus memperkokoh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kata Bhinneka Tunggal Ika 'mungkin' telah akrab di telinga kita sejak kecil dalam pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang kini telah berganti nama menjadi pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan Nasional). Bermakna 'berbeda-beda tetapi satu jua' mengingatkan bahwa Indonesia memiliki belasan ribu pulau, ribuan suku bangsa, beragam agama, kepercayaan, ideologi politik dan ratusan bahasa dan budaya yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Hal tersebut menunjukkan bahwa keragaman yang ada justru seharusnya mempersatukan kita semua dalam naungan negara.

Ironisnya, permainan politik yang kita rasakan sekarang nyatanya semakin membuat kita tersesat. Nuansa kebencial kultural semakin berjarak lebar dengan tujuan utama negeri ini dibangun. Tidak mudah memang bertoleransi terhadap tabiat maupun karakter orang yang berbeda suku, agama, golongan dan budaya yang majemuk. Apalagi dengan adanya teknologi sosial media, membuat orang dengan mudah menumpulkan rasa, logika dan komitmen kebangsaan apalagi pertemanan bila 'tidak sama'. Padahal, perbedaan yang ada sejatinya tidak menghalangi adanya persatuan. Semestinya bisa memperkaya jiwa kebangsaan kita dan menjadikan bangsa ini berjiwa besar, tidak mudah diadu domba.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, moment untuk mengukuhkan sikap saling menghormati perbedaan menjadi sebuah cara manis yang diambil Kapolda Metro Jaya untuk mengakhiri Ramadhan yang sebentar lagi berlalu. Dengan hati yang bersih, di hari yang fitri yang tinggal menuju hari lagi kita semua diharapkan untuk tidak mudah terprovokasi dan malah ikut menebarkan kebencian.



Sebagaimana disampaikan Bapak Wakapolda Brigjen Pol Purwadi Arianto,"bulan Ramadhan menjadi momen menguatkan sikap saling menghormati dan bertoleransi. Diharapkan media massa dan media sosial ikut menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan berita yang menyejukkan dan berita positif di masyarakat. Begitu juga dengan para netizen yang aktif di media sosial mari #sebarkanberitabaik."

Mari berdamai dengan luka politik yang telah terjadi. Jangan mau diadu domba. Mari sebarkan berita baik agar suasana kondusif, aman dan tentram dapat membawa Indonesia selamat dari tekanan politik globalisasi yang membelah dan para pemain politik yang berpikir dangkal. Karena sejatinya perbedaan di antara kita seharusnya menyatukan kita. 

Nasionalisme itu ialah suatu itikad; suatu keinsyafan rakyat bahwa rakyat itu ada satu golingan, satu 'bangsa'! ~ Ir. Soekarno. 




Rabu, 06 Juni 2018

Kiat Sukses Usaha Kulineran Raup Laba Bisnis di Bulan Baik

suasana diskusi interaktif dengan pebisnis kuliner untuk mengembangkan omzet dan kemajuan usahanya 

Kiat sukses Usaha Kulineran raup laba bisnis di bulan baik  ini membuat saya terkesima. Sekelompok dara dan bujang dengan wajah khas Timur Tengah tak henti menebar senyumnya. Penampilan mereka terlihat mencolok di sepanjang jalan Panjang Kelapa Dua Jakarta Barat sore itu. Yang lelaki mengenakan baju gamis putih dengan syimagh (penutup kepala dari kain persegi seperti yang sering digunakan presiden Yasser Arafat itu lho). Sedangkan yang perempuan dengan rambut ikal panjang tergerai mengenakan gamis oranye dengan selendang diselempangkan di bahunya. Entahlah apa yang mereka jual, saya tidak bisa memperhatikan dengan seksama. Tertutupi kerumunan orang-orang yang membeli takjil sekaligus swafoto dengan si ganteng dan si cantik berhidung mancung tersebut.

Jalan Panjang Kelapa Dua sejak beberapa belas tahun terakhir ini semakin tenar saja dikenal sebagai sentra penjaja takjil musiman di bulan Ramadhan yang wajib dikunjungi. Berbagai kulineran Betawi mulai dari asinan, lontong isi, bihun goreng, aneka gorengan, kolak, putu mayang, bubur sumsum, dan lainnya dijamin bakal membuat ngiler, deh. Tidak heran, alm Bondan Winarno pun diketahui beberapa kali meliput area ini untuk tayangan televisi kulinernya.

Begitu menggiurkannya keuntungan yang diraup pengusaha takjil musiman setiap tahunnya membuat banyak orang menunggu bulan istimewa yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya ini. Segenap umat Islam berbondong-bondong mengumpulkan pahala dengan berpuasa untuk menyucikan jiwanya. Bulan penuh ampunan ini juga menjadi saat yang tepat untuk merintis usaha sampingan seperti penjual takjil dan membuat aneka kue lebaran yang wajib ada di setiap meja yakni nastar, kastengels, putri salju dan lainnya.

Akan tetapi, bila bulan Ramadhan selalu ditunggu-tunggu penjual musiman lain lagi ceritanya dengan pengusaha kuliner sesungguhnya. Banyak yang kebingungan, lho, gimana mengatasi penurunan volume penjualan yang disebabkan sebagian besar pelanggan tidak lagi membeli makanan di jam makan siang tapi beralih ke sore hari.

Kunci utama keberhasilan bisnis kuliner 


Nathanael Winata, pemilik usaha Banana Nugget

Seperti yang dialami Nathanael Winata sosok sukses dibalik bisnis franchise Banana Nugget yang digelutinya sejak tahun 2015 lalu. Lelaki berumur 21 tahun ini diketahui sedikitnya telah memiliki sekitar 36 cabang outlet yang tersebar di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di pulau Jawa yang dibangun hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Jadi, kira-kira dalam sebulan ia membuka 3 sampai 4 outlet makanan kekinian yang disukai banyak pelanggannya. Ckckckck...

Lelaki muda yang memulai bisnisnya sewaktu duduk di bangku kuliah semester tiga ini mencoba peruntungan di kuliner martabak bersama seniornya yang duduk di semester lima. Sayang, usahanya ini tidak berjalan lancar maka ia pun banting setir di usaha Banana Nugget yang saat itu menjadi cemilan kekinian favorit banyak penggemarnya.

Ia mengakui, meskipun bukan yang menjadi pelopor dalam inovasi nugget berbahan baku pisang tapi ia melihat celah untuk meraup keuntungan di bisnis kuliner ini. Menurutnya, bila di tempat lain umumnya menggunakan bahan pengawet untuk menyiasati bahan baku pisang yang cepat busuk ia memilih membuang pisang busuk daripada menggunakan pengawet. Dengan begitu, ia tidak membohongi hati nuraninya sendiri membiarkan pelanggannya memakan makanan yang berbahaya bagi kesehatan karena mengandung pengawet.

Anthony Lukmajaya, pemilik Nutrify Catering

Begitupun dengan Anthony Lukmajaya pemilik Nutrify Catering yang membidani usaha kuliner catering sehat dan enak. Menurutnya, usaha catering ada banyak tetapi yang berfokus di makanan sehat sedikit sekali. Ia tidak salah pilih celah, usahanya ini mendapat respon luar biasa dari pecinta makanan sehat dan bagi dieters.

Demi mensiasati kebutuhan protein setiap orang tidaklah sama maka ia pun membuat ragam menu berdasarkan harga. Misalnya begini, kita ketahui sumber protein ada banyak sekali, dan masih memecah lagi menjadi sumber protein hewani dan sumber protein nabati. Untuk itu ia membagi menunya berdasarkan harga. Untuk menu premium ia menggunakan protein dari Salmon misalnya. Sementara untuk menu middle ia memilih menggunakan gabungan protein hewani dan nabati misalnya ayam dengan tahu. Dengan begitu, pelanggan dapat makan menu makanan sehat sesuai dengan kantongnya.

Tips memaksimalkan bisnis di bulan Ramadhan 



Nah, kembali lagi ke bulan Ramadhan. Baik Anthony maupun Natanael mereka berdua mengakui volume penjualannya menurun drastis di bulan ini. Padahal mereka harus mengeluarkan biaya banyak untuk membayar THR karyawannya. Oleh sebab itu mereka menyusun strategi agar tetap mendapatkan pemasukan untuk menambal cost THR karyawan.

Fakta Ramadhan :
Peak hour pemesanan makanan minuman beralih dari siang ke sore hari. 

Terkait dengan buka puasa, penjualan air mineral meningkat sebanyak 47 persen dari biasanya. Selain itu, es teh manis juga meningkat penjualannya sampai dengan 70 persen. 

Berdasarkan data, orang yang buka puasa bersama teman, relasi dan keluarga meningkat di minggu kedua khususnya di hari weekend. 

Volume penjualan kopi menurun di pagi hari selama bulan Ramadhan, tapi kembali meningkat pada pukul 20.00 sampai tengah malam.


Berdasarkan data akurat di atas, yang disusun Moka dari ribuan merchant-nya di Indonesia mengenai tren bisnis kuliner di bulan Ramadhan, oleh sebab itu keduanya memutuskan untuk memberikan diskon. Natanel memilih memberikan diskon di jam-jam sepi yakni siang hari selama bulan Ramadhan ini. Sedangkan Anthony menawarkan menu buka puasa dan sahur untuk mengganti kekosongan order di jam makan siang. Ia juga memberikan diskon pada pelanggannya yang membayar di muka untuk biaya berlangganan setelah libur panjang usai untuk menutupi cost THR bagi karyawannya.

Berkenalan dengan Moka POS


buat yang belum tahu apa itu cloud system, berikut uraiannya

Moka adalah startup penyedia layanan point of sale (POS) berbasis cloud untuk memudahkan pelaku bisnis dalam meningkatkan penjualan dan meningkatkan skala bisnisnya. Start up lokal yang diaebut sebagai aplikasi kasir online ini menyediakan sistem pembayaran lengkap dan mudah bagi merchant dalam satu platform, bekerja sama dengan penyedia layanan epayment misalnya T-Cash, Ovo dan Dana. Ke depannya, Gopay juga akan bergabung menjadi mitra Moka.

Saat ini, aplikasi kasir Moka telah menjangkau lebih dari 10 ribu users berbayar di lebih dari 200 kota dan kabupaten, serta berhasil memproses lebih dari 50 juta transaksi yang setara dengan 600 juta US Dollar pertahunnya.

Banyak hal yang telah dilakukan Moka misalnya dengan meriset tren bisnis di bulan baik yakni bulan Ramadan ini yaitu :

Tiga bisnis yang melesat di bulan Ramadhan dimana penjualan dan pendapatannya naik secara signifikan adalah bisnis food and beverage (naik 43,1% per outlet), salon kecantikan (naik 30,3%) dan assories serta fashion (naik 9,5%). 

Ketertarikan orang di bulan Ramadhan yang mencari informasi melalui search engine mengalami peningkatan malah sebelum bulan suci ini datang. 

Waktu yang baik untuk promosi di sore hari, di saat jelang buka puasa. Sehingga the power of ngabuburit menjadi cara orang untuk menunggu jam berbuka dengan jalan-jalan sambil melihat promosi di toko offline. Sedangkan, bagi toko online waktu terbaik untuk promosi di jam makan siang dan sahur. 

saya dan teman-teman Blogger, Maya dan Novita. Sayang Devi sudah pulang :(

Dengan tagline 'SELLING MADE EASY' Moka sering mengadakan diskusi interaktif, seperti yang saya hadiri kali ini bersama teman-teman Blogger, kemarin sore 5 Juni 2018 di Connext, Gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta. Kali ini materinya membahas mengenai tantangan bisnis kuliner dan cara menghadapinya serta memaksimalkan bisnis di bulan Ramadhan ini.

Demo Moka

Saya sendiri baru tau persisnya bagaimana mekanisme aplikasi Moka ini berjalan setelah demo langsung dari mas Rahmat. Ceritanya, saya datang ke Blablabla restoran memesan sejumlah menu di meja nomor 57. Pelayan yang biasanya membawa buku menu, di resto yang telah menggunakan aplikasi Moka ini justru membawa tablet berisi menu masakan yang kita dapat pilih lengkap dengan harga perporsinya. Untuk demo ini ceritanya waiter yang melayani saya bernama Garry Quek. Perhatikan gambar di atas deh. 

Setelah memesan menu untuk dine in, makan, kemudian saya ingin memesan lagi untuk take away. Maka aplikasi kasir ini akan menghitung bill pembelian kita. Setelah selesai closing order, total harga yang saya bayar Rp 247.940. 

Banyak pilihan cara pembayaran melalui aplikasi Moka ini, bisa dengan cash, debet, T-cash, Ovo dan ke depannya Gopay pun akan bergabung. Oke, ceritanya saya membayar dengan uang cash saja Rp 300.000,-. Selanjutnya kassir bernama Oki Hilman akan memberikan uang kembaliannya dan triiinnnggg... ada sms masuk ke hape saya dari Moka. Isinya : thanks for shopping at Blablabla Resto with amount Rp 247.940,-



Keunggulan Aplikasi Moka POS
Nah, gimana, asik ya? Sebagai pengusaha, tentu dengan menggunakan aplikasi ini akan terbantu sekali menghitung omzet dan menghindari orderan nakal pembelinya yang mungkin memesan 3 gelas es teh manis ngakunya satu, atau mengambil kerupuk tapi ga dibayar karena lupa atau sengaja.



Aplikasi ini nyatanya juga bisa digunakan untuk pelaku bisnis lainnya. Misalnya pengusaha service seperti pemilik salon atau pemilik toko buku, toko baju dan penyelenggara bazzar pun bisa menggunakan aplikasi Moka Pos ini, lho. Pasalnya, dengan cara yang mudah kita tinggal memasukkan item barang yang dijual dengan jumlahnya, sehingga kita tidak perlu stock opname setiap saat karena aplikasi ini akan mengingatkan bila stok barang kita sudah menipis. Nah, kemudian saya jadi teringat dengan biaya tak terduga lain di bisnis kuliner misalnya tissue, tusuk gigi, sabun cuci tangan atau justru gula pasir bisa jadi semua item tersebut yang selama ini hanya pakai teknik kira kira bisa diperhitungkan dengan aplikasi kasir ini juga ya hehee




Layaknya toko online yang kita kenal selama ini seperti Tokopedia atau Lazada maka bila kita punya toko online yang bergerak di bisnis retail pun tentu saja bisa menjadi seperti pelaku bisnis online tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Kita bisa menggelar seluruh dagangan kita dengan foto-foto menarik sebagai captionnya dan memberi kemudahan pembayaran bagi customer kita.  Jadi, kata siapa, berbisnis dari rumah tidak bisa sukses? 

Nah, buat yang penasaran dan ingin didemokan mengenai aplikasi Moka Pos silakan menghubungi 021 - 1500970 yes. Mari kita cari tau kiat sukses usaha kulineran raup laba bisnis di bulan baik dan segera memulainya. Siippp.