Jumat, 30 Maret 2018

Atasi Godaan Dalam Menjaga Kesehatan Keluarga Indonesia Di Allianz Sweat Challenge

Maret 30, 2018 0

Namanya juga jalan, pasti ada persimpangan. Begitupun kehidupan, pasti tidak terlepas dari keputusan. Jika diminta memilih, tentu semua orang pasti memilih hidupnya mulus-mulus terus. Tetap muda, tetap sehat dan kalau bisa ya tercukupi terus hidupnya, ya kan? Akan tetapi, pertanyaannya, apa dong yang sudah kita lakukan untuk menjaga kesehatan keluarga Indonesia, yaitu diri kita dan keluarga? *Ting tong

Bicara soal sehat, saya jadi ingin flash back dulu ke beberapa bulan lalu, ya. Waktu itu, ketika dokter Enny menyarankan saya untuk olahraga seminggu 3 - 5 kali dan meminta saya untuk rajin kontrol setiap enam bulan sekali, saya merasa Tuhan baik sekali. Saya masih diberi kesempatan ke dua untuk memperbaiki apa yang salah selama ini. Untuk itu saya ga mau dong menyia-nyiakannya.





Akan tetapi, bisa ditebak. Keteguhan niat saya untuk mengenyahkan benjolan di dua payudara saya sepertinya masih kurang. Hectic time setiap pagi disusul dengan segudang printilan ini itu membuat agenda olahraga lagi-lagi dikesampingkan. Besok deh, sekalian begini. Nanti deh, sekalian begitu.

Begitupun saat memilih antara kebutuhan dan keinginan. Dua-duanya sering bertabrakan. Yang mana, nih, yang diprioritaskan. Kalau jalan kaki alamat terlambat deh sampai tujuan. Jalanan mana sih yang ga macet, ya kan. Tapi kalau naik ojek, kapan lagi dong waktunya buat olahraga, huhuhuh...

Godaan dalam menjaga kesehatan keluarga Indonesia
Bicara soal kegagalan-kegagalan yang saya alami dalam soal kesehatan selalu terkait dengan yang namanya godaan. Menurut saya, seringkali pilihan hidup-apalagi yang berhubungan dengan uang-sama pentingnya. 

Pada titik itu, memang tidak mudah menentukan prioritas. Seperti ketika mas Tsaka, si nomor dua, badannya sumeng terus. Saya sudah kasih obat warung tapi tidak juga sembuh-sembuh. Waktu itu saya memprioritaskan alokasi dana berobat untuk hal yang lebih urgent saja. Nyatanya, saya tetap harus pergi ke dokter untuk memeriksakan mas Tsaka. Dan hasilnya, ia positif terkena Thypus sehingga harus opname di rumah sakit selama seminggu.

Nah, kalau ditanya, kenapa waktu itu saya tidak memprioritaskan pengobatan mas Tsaka? Begini, saat itu belum ada BPJS, jadi biaya pengobatan anak hanya diganti setengahnya saja dari kantor suami. Itupun harus kita talangi duluan (reimburse). Sedih deh kalau diingat-ingat, buat berobat aja masih berpikir ribuan kali dulu.

Untuk itu tidak ada cara lain yaitu harus menyisihkan sepuluh persen dari pendapatan untuk biaya kesehatan. Meski sekarang sudah ada BPJS akan tetapi tetap ada pos-pos yang tidak bisa dicover. Misalnya ketika mba Nala sakit DBD di penghujung tahun 2016 lalu. Waktu itu ia sampai harus transfusi darah sebanyak 5 kantong. Dan yang ditanggung BPJS hanya 2 kantong saja. So, jadilah kita memesan 3 kantong lagi yang dibayar di muka, cash, baru darah dikirim dari PMI. Kalau ga punya uang gimana, ya?

Saya menyimpulkan, menjaga kesehatan keluarga Indonesia yaitu keluarga inti saya adalah wajib. Nah, menyisihkan alokasi dana kesehatan adalah solusinya. Ingat kan dengan pepatah, sedia payung sebelum hujan? Dengan asuransi kita tidak bisa menjamin si hujan kapan akan turun, tapi itu bisa menjamin kita supaya tidak kebasahan.

Fit, Fresh And Fun Dalam Allianz Sweat Challenge

Solusi untuk mengatasi godaan rasa malas olahraga saya temukan ketika berkunjung ke Allianz Ecopark Ancol hari Sabtu lalu. Area terbuka hijau yang berlokasi persis di sebelah kanan pintu gerbang utama Ancol ini menawarkan berbagai fasilitas yang bikin betah deh karena berkonsep edutainment. Ada unsur pendidikannya, ada juga unsur hiburannya dan ada unsur petualangannya (adventure).




Menempati lahan seluas hampir 34 hektar kawasan ini tadinya adalah padang golf Ancol yang kini difungsikan untuk pengunjung Ancol yang ingin mengexplorasi pengetahuan botani dan rekreasi luar ruang. Ada area outbond, faunaland, ada rumah lebah, bermain kano di danau dan belajar bercocok tanam di area learning farm. Menarik banget deh kalau bawa anak-anak ke sini. FYI aja, setiap sabtu minggu dan hari libur gratis lho masuk Allianz Ecopark. Asyik ya... 


Untuk kita, karena niatnya olahraga maka di sini kita bukan hanya olahraga lari santai keliling pedestrian aja yang sudah pasti membosankan. Tapi rupanya di Allianz Ecopark Ancol juga mempunyai kegiatan olahraga yang dijadwalkan setiap dua minggu sekali yakni Allianz Sweat Challenge. Kali ini, temanya adalah Running For begginer yang dipandu Coach Paulus yang sudah berusia 77 tahun tapi masih tetap fit.



Menurut Opa Paulus, yang pernah menjadi pelatih pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat, olahraga itu jangan menyiksa diri. Lakukan dengan smooth. Gerakan badan mengikuti kemana gerakan kaki mengayun. “Yuk kita coba ya pemanasan dulu.”

Lima menit pertama, saya masih riang, penuh energi dan semangat. Yakin pasti bisa melewati tantangan 40 menit berlari memutari cone yang ditata zig zag. Sayang di menit ke 10 kaki saya sempat kepleset saking semangatnya. Kata Opa, “tidak apa-apa memperlambat irama asalkan terus bergerak. Semangat, ya.”


Tidak terasa, selesai sudah sesi lari-larian dalam Allianz Sweat Challenge kali ini. Badan jadi lebih fit, fresh dan fun banget. Ketagihan deh nih. Nanti, di minggu ke dua April, rencana mau bawa anak-anak ah. Kompakan bareng Sally dan Mba Tanti yang mau bawa anak-anak juga. Rekreasi murah tapi sehat ini mah namanya. Selain itu saya juga pingin luruskan niat lagi untuk tidak mengabaikan saran dokter waktu itu.




Nah, balik lagi ke soal budget. Berapa harga yang saya bayar? Wah, memasuki Allianz Ecopark sama sekali ga bayar koq di hari sabtu minggu dan hari libur. kita hanya bayar di pintu gerbang Ancol aja. Jika biasanya HTM Ancol 25 ribu tapi setiap wiken pagi hanya bayar 15 ribu aja. Gimana, murah tidak? Murahlah ya jika kita tau benefit yang kita dapatkan yakni menjaga kesehatan keluarga Indonesia yakni keluarga kita dan tentunya diri kita sendiri, dong.

Yuk, sampai jumpa di Allianz Ecopark Ancol ya. Saya tunggu lho!













Kamis, 29 Maret 2018

Bermain Warna Ala Profesional Bersama Faber Castell

Maret 29, 2018 6
... Oh warna warna, pada dunia
Ku terpesona, kau teristimewa
Oh warna warna, bagai bicara
Menyeli hati sanubariku ...


Sambil bersenandung, tangan saya bergerak pelahan menyapu setiap bidang yang saya warnai dengan dua gradasi warna senada. Dari kiri saya menggunakan warna muda, lalu makin ke kanan menggunakan warna yang lebih tua. Aha, rupanya inilah cara paling asik buat membangkitkan mood. Bernyanyi dan mewarnai. Yeayyy....

Dalam workshop mewarnai bersama Faber Castell, Sabtu lalu, nyatanya mewarnai merupakan satu cara yang sering dilakukan orang untuk melepas kepenatan. Melakukan gerakan berulang-ulang, harus fokus pada pola dan detil membuat kerja otak jadi lebih fokus dan itu berefek menenangkan.



Ibu Fransiska Remilla, Brand Manager PT Faber Castell Internasional Indonesia memaparkan, "mewarnai bukan saja disukai oleh anak-anak, akan tetapi orang dewasa pun sama. Bedanya, selain melatih kesabaran, mengasah kreativitas dan membuang stress, mewarnai pun bisa menjadi sebuah profesi yang menjanjikan. Diantaranya menjadi seorang pelukis, pembuat sketch, pembuat hand lettering atau menjadi seniman lainnya."

Mungkin selama ini kita sudah mengenal produk-produk yang ditawarkan Faber Castell misalnya pensil dan penghapus yang sering digunakan untuk ujian sekolah anak-anak. Selain itu, perusahaan merk ternama dari Jerman juga  memiliki tiga rangkaian produk mewarnai yang memiliki kelebihannya masing-masing.


Yang pertama adalah Faber Castell Classic Colour Pencils. Pensil warna dengan kemasan merah ini diciptakan khusus untuk anak-anak. Terdiri dari kemasan berukuran 12, 24 dan 36 warna, semuanya dapat menghasilkan goresan warna yang halus dan cemerlang serta merata menutupi bidang warna.

Karena diperuntukkan untuk anak-anak yang masih mengembangkan motorik halusnya, kelebihan bentuk pensil yang heksagonal membuat tangan anak-anak kukuh menggenggam ditunjang dengan sistem SV bonding dalam produk seri ini membuat ujung pensil tidak mudah patah saat digunakan. Dan dari segi keamanan sama sekali tidak beracun, jadi aman ya memberikan pensil warna Faber Castell untuk anak-anak kita.

Sedangkan untuk orang dewasa bisa memilih kemasan berwarna biru yang dibuat untuk level pemula dan kemasan berwarna hijau yang dibuat untuk level ekspert yakni untuk seni dan grafis baik untuk hobi maupun profesional, namanya Polychromos dan Albrecht Durer.

Kelebihan dua produk ini, nuansa spektrum warna yang dihasilkan sama-sama berkualitas prima. Setiap goresan warna tidak bakal pudar, bahkan sampai ratusan tahun sebagaimana hasil karya abadi seniman dan desainer ternama Vincent Van Gogh, Paul Klee, Karl Lagerfield dan Neo Rauch.

Menjawab kebutuhan yang sekarang menjadi trend di jaman kekinian ini, dimana kreatifitas orang dalam membuat karya gambar dan lukis profesional semakin berkembang, Faber Castell meluncurkan inovasi terbarunya di seri Creative Studio yakni Golfaber Faber Castell.

Dalam seri Goldfaber ada empat macam pencil yang diperuntukkan untuk keperluan yang berbeda.
Goldfaber Sketch Set digunakan untuk membuat sketsa gambar dimana dalam seri ini ada empat warna yang digunakan yakni hitam, putih, merah dan sepia yang penting digunakan untuk para pemula di bidang seni grafis.

Goldafaber Graphite Pencils adalah pencil yang dijual satuan yang ideal untuk membuat sketsa, menggambar dan menulis hand lettering. Dalam seri ini ada 10 tingkat ketajaman hasil.

Goldfaber Aqua merupakan pensil warna dengan pigmentasi warna tinggi dengan lead 3,3 mm. Daya tahan warnanya memuaskan, lembut saat diaplikasikan tapi menutupi bidang warna dengan sempurna. Goldfaber Aqua juga tidak mudah patah dengan pilihan warna sampai 48 warna dan warnanya larut sempurna dalam air.

Yang terakhir adalah Goldfaber. Memiliki keunggulan seperti Goldfaber Aqua akan tetapi produk ini tidak bisa digunakan sebagai cat air seperti halnya Goldfaber Aqua.



Untuk membuktikannya, bersama teman-teman dari Kumpulan Emak Blogger kami ditantang untuk membuktikan kepiawaian kami selain selama ini cuma bisanya mewarnai kelopak mata atau mengarsir bulu alis aja hehehe...


Ada tiga teknik mewarnai yang diajarkan oleh Mas Rizal.  
1. Blending, teknik ini merupakan teknik yang paling banyak digunakan dari anak-anak hingga dewasa. Gerakkan pensil searah supaya menghasilkan nuansa yang indah dan untuk menampilkan kesan dimensi hidup kita bisa menggunakan dua warna seturunan yakni warna muda lalu ditimpa dengan warna tua searah dengan sinar cahaya.

2. Hatching, teknik ini dinamakan seni mengarsir. Maka cara mengaplikasikannya, gunakan pensil yang bermata tajam lalu posisikan pensil setengah berdiri untuk mendapatkan garis arsir yang tajam. Buat garis arsir menutupi bidang dengan lebar garis arsir yang sama. Untuk mendapatkan kesan dimensi hidup, bisa menggunakan dua warna seturunan.


3. Cross Hatching, teknik ini dinamakan arsir menyilang. Jadi setelah membuat garis-garis paralel yang menutupi bidang warna dilanjutkan lagi dengan menimpa di atasnya dengan membuat arsir garis-garis paralel yang berlawanan yang saling berpotongan.




Tanpa terasa agenda workshop mewarnai bersama Faber Castell yang dilangsungkan di Faber Castell Store Plasa Senayan usai sudah. Wajah-wajah penuh kepuasan dan rasa lega terbias melalui binar mata kita saat dioleh-olehi produk-produk Faber Castell. Terimakasih Faber Castell.





Sepertinya saya akan mampir lagi dalam waktu dekat nih bareng anak-anak ke Faber Castell Store Plasa Senayan yang resmi dilaunching pada 5 Mei 2017 lalu. Karena selain sebagai showcase, kita juga bisa mendapatkan produk yang mungkin belum atau tidak dijual di toko-toko alat tulis lainnya. Tau sendiri kan, rentang produk yang ditawarkan sangat luas sekali, mulai dari kebutuhan alat tulis gambar anak sampai kebutuhan seni dan tulis untuk konsumen berusia dewasa semua ada di sana.

Dan, semoga saja, ketika saya bawa anak-anak ke sini, bukan cuma bisa belanja produknya aja tapi juga ada knowledge produk-nya. Tujuannya, supaya anak-anak jadi terlatih kreatifitasnya, ya kan :)



Selasa, 27 Maret 2018

Moment Indah 100 Blogger Kumpul Di Ashley Hotel Jakarta

Maret 27, 2018 7



Entahlah, saya menikmatinya dengan nyaman, tenteram, dan menyenangkan. Asik aja membayangkan acara Blogger Day 2018 di Ashley Hotel nanti seperti apa. Sampai-sampai, malam tadi, semua baju tumpah di tempat tidur dan berujung dengan plototan mata orang rumah hehehe...

Tumben-tumbenan saya galau soal outfit. Minggu lalu, saya pakai cardigan abu dengan manset hijau toska favorit saya dan kulot biru garis-garis yang bikin kepercayaan diri saya bertambah. Tapi masak iya, pergi ke Ashley Hotel pakai baju yang sama lagi. Penting ya? Penting dong.

Pertama, acara Blogger Day merupakan event paling bergengsi buat orang yang ngakunya adalah Blogger sejati. Karena di hari itu saya bakal bertemu dengan 100 teman-teman Blogger se-Indonesia raya. Dan di acara ini juga bertaburan ilmu per-blogger-an yang kalau kata Sally Fauzi, “wah, keren lho mba acaranya karena narsumnya itu lhooo. Sayang banget, deh, kalau ga ikutan!” Okaay...



Ke dua, event tersebut diadakan di Ashley Hotel Jakarta. Strategis nih lokasinya. Ada di pusat kota, jadi dekat kemana-mana. Cuma itu yang saya pikirkan pertama kali mengenai hotel yang berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 73 - 75, Gondangdia, Menteng Jakarta Pusat ini.

Betul saja. Sesaat setelah kaki saya menjejakkan kaki di depan Ashley Hotel, rupanya hotel ini persis bertetangga dengan jalan Sabang yang dikenal dengan surga kuliner malam Jakarta dan jalan Thamrin yang dikenal sebagai area pusat pemerintahan, bisnis dan perkantoran. Terbayang, kan, siapa saja yang menginap di sini? Yup, para pebisnis dan traveller.



Kesan modern semakin kuat jika saya amati bentuk fasad exterior dan interior hotel yang berdiri sejak tahun 2016 lalu ini. Bernuansa cat putih yang menunjukkan classy-nya, liuk-liuk yang tercetak di lantai lobby Ashley Hotel Jakarta dan ada dinding yang dilapisi kayu mengesankan keluwesan.







Keluwesan itu saya buktikan ketika baru membuka pintu kaca lobby yang segaris lurus dengan front desk. Senyum ramah staff Ashley Hotel menyambut saya dengan hangat disertai semilir aroma sereh yang membuat perasaan hati saya jadi nyaman sekali. Konon, wangi sereh memang mempunyai efek untuk menenangkan dan meringankan rasa tegang di kepala. Woow, sampai sebegitu perhatiannya ya Ashley Hotel terhadap kebutuhan tamu yang belum tentu kepikiran oleh si tamu itu sendiri, hehehe..


Masih di area lobby, ada tiga set sofa yang disusun menyebar di sepanjang lobby Ashley Hotel membuat kesan modern elegan semakin kentara sekali. Di sini, saya sempat berfoto ria bareng Anissa. Masih kurang, Sally dan Waya pun saya geret kembali ke area ini untuk menikmati sarapan pagi kami yakni kopi atau teh dengan Croissant yang dipersembahkan oleh Anns Bakehouse.



Menurut manajemen hotel, Fawzan Aziima, Ashley Hotel Jakarta memiliki 186 kamar yang terbagi dalam lima tipe kamar studio, Executive, Deluxe, Superior dan Ashley Suite. Semuanya dirancang khusus untuk segmen tamu yang menyasar untuk pebisnis dan traveler. Tahu kan apa saja yang dibutuhkan? Yup, layanan WIFI yang sudah langsung terhubung tanpa menggunakan pasword dan dapat dinikmati di seluruh area hotel menjadikan tamu seperti tinggal di rumah sendiri. 



Selain itu, layanan security yang siaga 24 jam, layanan housekeeping, kemudahan memesan taksi  dan resepsionis yang on selama 24 jam nonstop siap membantu segala kebutuhan kita dengan sikap profesional namun tetap hangat, yang menjadi ciri khas Ashley Hotel.




Fasilitas dalam kamar hotel yang berkonsep butik ini pun memberikan kenyamanan khas hotel berbintang 3,5 yang tidak perlu diragukan lagi. Diantaranya TV layar datar 40 inchi, mini bar, coffee and tea maker, exclusive amenities, tempat tidur berstandar Internasional Kingkoil, hingga kecanggihan audio besutan JBL Horizon yang dapat mengakomodir kebutuhan tamu selama menginap di hotel yang masih bersaudara dengan Juno Hotel ini.

Menyasar kaum pebisnis dan traveller yang menginginkan layanan cepat dan nyaman, tentu saja area untuk meeting, seminar, atau presentasi bisnis menjadi salah satu fasilitas utama yang tidak kita temukan di hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat lainnya. 




Ashley Hotel memiliki 11 ruang meeting berbagai ukuran dengan jumlah kamar yang lebih banyak dibandingkan hotel bisnis lainnya. Ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bila ada rencana gathering atau rapat besar seperti event Blogger Day 2018 di Ashley Hotel Jakarta yang digagas oleh komunitas Blogger Crony ini.



Tidak tanggung-tanggung, 100 orang lebih para Blogger berkumpul jadi satu di ruang meeting Downing Ashley Hotel, 17 Maret 2018 lalu. Meskipun jaringan WIFI sempat drop karena kami semua para Blogger, 100 orang lebih, serentak menyalakannya untuk kultwit. Tapi bukan masalah, kan bisa pakai paket data masing-masing seperti Indosat Ooredoo

Namun AC yang dingin dan ga berisik suaranya dengan sound system yang suaranya jernih membuat kami bisa konsen menyimak dan menyerap ilmu dari Narsum yang hadir yakni Tuhu Nugraha yang menelaah mengenai rekam jejak kita di dunia digital dan mengarahkan kita untuk memiliki keunikan sehingga membedakan kita dengan yang lain. Pemateri kedua Anwari Natari mengajarkan kita mengenai mindmaping untuk memudahkan kita membuat tulisan supaya tidak bleber arahnya. Keren ya.  



Tanpa terasa, seharian penuh ada di Ashley Hotel Jakarta sama sekali tidak membosankan. Yang ada, kami jadi tambah teman baru juga tambah ilmu baru. 

Teman-teman Bloggerpreneur sedang mempresentasekan produk unggulannya


Sambil haha hihi ditemani lunch box tumpeng ayu dapur Solo, suasana semakin heboh saat undian doorprize satu demi satu diumumkan. Sayang, nama saya tidak ada yang nyangkut satupun untuk mendapat hadiah dari Markamarie, Rejuve Skin Lab, Sandeeva Spa & Reflexiologi dan aneka hadiah tambahan dari teman-teman BCC Bloggerpreneur yang masing-masing membawa produk andalannya. Tapi ga mengapa, sudah seneng banget bisa bawa kenang kenangan di Photobooth Alfa Kreasi yang sudah bikin poto keluarga ala ala jadi makin keren. Big Thanks all :)




Senin, 26 Maret 2018

Temukan TB Obati Sampai Sembuh, TOSS!

Maret 26, 2018 2

“Awal mulanya, peralatan makan saya ditanda-tandain. Lalu pelan-pelan keluarga menjauhi setelah tau saya terkena TBC,” kenang Pak Junaedi, seorang mantan penderita TB MDR, dalam lokakarya Bloggers “Peduli Tuberkulosis, Indonesia Sehat” di Kemenkes, HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, 19 Maret 2018 lalu.

Kala itu, tahun 1997, pak Edi, panggilannya, seharusnya menjalani masa pengobatan intensif TB selama 6 bulan. Akan tetapi karena stigma buruk yang diperoleh dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga maka ia pun memutuskan untuk menghentikan pengobatan di tengah jalan. Terlebih saat itu, ia merasa dirinya sudah sembuh.

Tidak disangka-sangka, ia kemudian terdeteksi terkena TBC lagi. Tapi jenisnya sudah naik level yakni TB MDR (Multi Drug Resistence). TB MDR adalah sebuah kondisi dimana kuman TBC yang ada di dalam tubuh penderita TBC tidak mati tapi justru bertambah kuat dan kebal terhadap Obat Anti TBC (OAT) yang selama ini dikonsumsinya.



Supaya sembuh ia harus menjalani masa pengobatan yang lebih lama, lebih menyakitkan, dan keluar biaya lebih banyak. FYI, biaya pengobatan mencapai 200 kali lipat dan masa pengobatannya sekitar dua tahunan. Karena jika tidak diobati, kuman makin kebal dan bisa berakibat kematian.

Tantangan TB
Cerita kelam pak Edi berjuang mengatasi TBC merupakan satu dari 1.020.000 kasus TBC di Indonesia per tahunnya atau 391 kasus per 100.000 penduduk berdasarkan data WHO tahun 2017. Dari angka tersebut, diketahui 730.000 kasus TBC sudah diobati di layanan kesehatan dan 290.000 sisanya lagi MASIH BELUM TERDETEKSI.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa TBC masih menjadi tantangan serius yang harus diatasi. Diantaranya rendahnya kepatuhan penderita minum obat secara rutin seperti halnya pak Edi.



Sejatinya, pengobatan TB intensif selama 6 sampai 8 bulan yang terbagi dalam dua tahap yakni tahap awal (minum obat setiap hari selama 2 – 3 bulan) dan tahap lanjutan (minum obat 3 kali seminggu selama 4 – 5 bulan).

Akan tetapi, umumnya, penderita TB di tahap lanjutan merasa dirinya sudah merasa sembuh. Ditambah lagi dengan adanya rasa jenuh minum obat terus menerus lantas stop minum obat seperti pak Edi. Tapi akibatnya, tidak disangka, jadi malah menyebabkan berkembangnya TBC yang kebal obat.

Etika saling melindungi diri juga masih kurang. Sebagaimana kita tahu, saat batuk atau bersin sebaiknya gunakan tissue yang harus langsung dibuang setelah digunakan. Jika tidak ada tissue, jangan gunakan telapak tangan untuk menutupi, karena tangan kita berpotensi untuk menyebarkan kuman ke orang lain misalnya saat bersalaman atau memegang pintu. Nah, jika tidak ada tissue, batuk atau bersinlah di lengan baju kita. Caranya buang muka ke arah lengan kiri atau kanan lalu tempelkan mulut kita ke lengan atas. Kenapa lengan atas? Karena lengan atas paling jarang terkena kontak dengan orang lain, ya kan.


Tinggal di daerah yang padat penduduk memudahkan transmisi terpaparnya partikel kuman di udara. Dan lamanya menghirup udara yang itu-itu saja di lingkungannya juga berimbas karena kurangnya sirkulasi udara. FYI, bakteri TB dapat bertahan di tempat tertutup yang gelap dan lembab, kalau kuman dapat bertahan beberapa jam hingga bulanan.  

Untuk mencegah penularannya yang dapat kita lakukan yakni dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain :
Menjemur alat tidur. Bakteri TBC akan mati dalam beberapa jam bila di udara terbuka apalagi bila terkena sinar matahari.
Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk
Makan makanan bergizi
Tidak merokok dan minum minuman keras
Olahraga secara teratur
Dan, bagi penderita TBC agar tidak menularkan lagi ke orang lain, wajib minum obat secara lengkap, teratur dan dosisnya tepat sampai sembuh.



Strategi Eliminasi TB
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi prevelansi TBC. Jika dari 120 tahun yang lalu teknik pemeriksaan mikroskopis kini telah menggunakan alat diagnostik baru yang dikenal dengan TCM (Test Cepat Molekuler). Kelebihannya, dengan alat ini seseorang dapat diketahui positif terkena TBC atau tidak hanya dalam 90 menit saja, padahal dulu perlu dua hari untuk diketahui hasilnya. Duuh, seram ya, dalam kurun dua hari saja sudah berapa banyak partikel kuman yang beredar di udara sekeliling kita?



Pemerintah pun terus melakukan upaya dengan peningkatan layanan kesehatan dan menjamin suplai dan ketersediaan obat bagi penderita TBC sampai sembuh. Menurut Pak Asik Surya, seluruh obat-obatan sudah dikemas langsung sekaligus sehingga setiap pasien sudah memiliki jatahnya sendiri-sendiri. “Obatnya GRATIS,” tegasnya kemudian.

Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana melacak orang-orang yang memiliki faktor resiko tertular TBC? Nah, inilah yang menjadi tanggung jawab sosial kita sebagai masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, orang yang menderita TBC memiliki ciri khas diantaranya yakni terlihat sering batuk-batuk dan badannya kurus. Akan tetapi, yang harus kita waspadai gejala utama TBC lainnya yaitu apakah batuknya berdahak atau tidak, apakah sering berkeringat tanpa sebab terutama di sore dan di malam hari, apakah nafsu makannya menurun sehingga berat badannya menurun?

Terlebih, dari gejala utama tersebut, perhatikan apakah batuknya berdahak atau tidak, jika berdahak ada darah atau tidak, meriang atau tidak, dan nyeri di dada atau tidak.

Jika iya, ada batuk terus menerus selama lebih dari dua minggu ditambah adanya gejala lain tersebut, segera periksakan ke layanan kesehatan!
Penyakit TBC merupakan penyakit yang mudah menular. Dari sejak jaman dulu penyakit TBC masih menjadi ancaman serius bagi siapapun. Kuman TB ada di udara yang kita hirup dan ditularkan melalui penderita TBC saat ia batuk, tertawa atau bersin. Jadi mau orang kaya atau miskin, orang terkenal atau bukan, anak-anak atau dewasa, semua memiliki faktor tertular.

Terlebih jika daya tahan tubuh lemah maka resiko penularannya jauh lebih besar dibandingkan orang yang memiliki daya tahan tubuh kuat. So, mulai sekarang, yuk lindungi diri dengan menggunakan masker untuk mencegah terpaparnya kuman TB di saluran pernapasan kita, batuklah dengan benar dan jika ada orang di lingkungan kita yang mengalami gejala utama TB jangan ditunda-tunda untuk memeriksakannya. Yuk kita TOSS, Temukan TB, Obati Sampai Sembuh!