Jumat, 29 September 2017

Tips Mengolah Masakan Tanpa Merusak Gizi Dengan Healsio

September 29, 2017 1


Siapa sih yang ngga mau hidup sehat. Saya juga mau. Tapi kebanyakan orang maunya hidup sehat terus. Tidak ada perjuangan, tidak ada konsistensi. Biar tetap sehat paling banter minum vitamin aja. Olahraga? Mau sih besok, kalau sempat. Hhmmm, alesyann.


Dari berbagai sumber, rupanya untuk menjalani hidup sehat caranya sederhana aja. Kita hanya perlu mengatur gaya hidup misalnya dengan tidak merokok dan begadang. Kita juga perlu mengatur pola makan salah satunya dengan menghindari junk food dan soft drink. Selain itu sebaiknya kita juga memperbanyak konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur juga sereal. Simple ya tapi prakteknya susah euuy. 


Terus terang pola makan saya masih sembarangan. Yang penting kepingin dan bisa kenyang aja. Padahal, saya masih ingat istilah Piring Makanan. Di mana dalam satu piring harus tersedia ¼ karbohidrat, ¼ lauk, ¼ sayur dan ¼ buah. Tapi kenyataannya, dalam satu piring jumlah karbohidratnya justru ¾ dan lauknya hanya ¼ aja. Sedangkan sayur dan buah kadang-kadang saja. Kalau begini, mana bisa dikatakan pengen  hidup sehat coba deh?





MAKANAN SEHAT ADALAH MAKANAN YANG DIMASAK SENDIRI

Selain mengatur pola makan untuk hidup sehat saya baru tau lho bahwa cara memasak makanan juga memegang andil dalam menghadirkan makanan sehat. Dalam acara talkshow ringan di Sumarecon Serpong Jumat 24 September 2017 lalu bertema Healthy Cooking Healthy Lifestyle menghadirkan ahli gizi Dokter Monica Joice Viona Parasvita, SpGk.


“Dengan memasak sendiri masakan yang diolah kita bisa mengatur sendiri kadar garam dan gulanya. Hak otoriter kita juga untuk memilih menggunakan vetsin atau tidak. Jadi, bahan apapun yang kita masukkan kita sendiri yang tahu komposisinya,” jelasnya.


Menurutnya, sebaiknya sebisa mungkin mengkonsumsi sayuran mentah agar kandungan gizinya tidak terbuang. Tapi, mengukus dan merebus dengan air yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu lama waktunya (overcooked) juga merupakan cara untuk mendapatkan makanan sehat. Nah, ada solusi lain yang disarankannya yaitu menggunakan alat masak Healsio dari Sharp.
Wah, seperti apa kelebihannya ya?


KELEBIHAN HEALSIO AUTOMATIC COOKWARE


Bapak Yudha Eka Putra, Product Strategy Group Assistant Manager SEID mengatakan, “Healsio Automatic Cookware adalah alat masak praktis yang diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki kesibukan tinggi sehingga tidak sempat memasak yang ribet-ribet.”


Menurutnya, bagi pemula di dapur alat masak Healsio membantu sekali memasak dengan fitur-fitur di dalamnya. Yang mampu mengatur tingkatan panas dalam memasak yaitu tinggi, sedang dan rendah. Pengaturan ini berkat sensor suhu dan temperatur sehingga bisa mencegah masakan supaya tidak gosong.


Kelebihan lainnya adalah adanya 330 pola mode pengadukan otomatis. Jadi kita bisa memasak rendang tanpa harus menimba-nimba santan terus menerus di depan kompor. Praktis banget memang ya.


Yang paling asyik adalah fitur pre-set timer cooking. Fitur ini memungkinkan kita mengatur sendiri waktu penyajian sesuai waktu yang diinginkan. Cocok sekali buat orang yang sibuk. Jadi pagi-pagi kita tinggal masukkan semua bahan, setel waktu (o iya, waktunya bisa disetel sampai 12 jam lho!) dan pas pulang sudah siap makan hangat-hangat deh.


Healsio Automatic Cookware adalah alat masak canggih sahabat penggiat pola hidup sehat. Fitur waterless yang ada di alat masak ini mampu memasak tanpa air sehingga kandungan air dan nutrisi dalam sayuran dan masakan tetap terjaga. Kebayang kan, jika kita merebus sayuran, konon sebagian gizi dan nutrisi hilang. Ditambah lagi jika merebusnya kelamaan maka kandungan gizi dan nutrisinya malah rusak. Sia-sia deh.


Untuk membuktikan kecanggihan Healsio Automatic Cookware giliran Cheff Denny Gumilang jebolan Mastercheff session 4 unjuk kebolehannya. Kali ini Cheff Deni memasak Garang Asam Daging. setelah matang, saya dan teman-teman mencicipinya. Potongan dagingnya empuk banget. Kata Cheff Denny, dengan alat masak Healsio ini maka sari makanan yang jatuh akan tetap menempel dan meresap kembali pada makanan tanpa terbuang sia-sia.


Dokter Monica menambahkan, saat memasak dengan Healsio Automatic Cookware, otomatis kita tidak perlu buka tutup lagi. Karena untuk mengaktifkan alat ini harus distel dari awal pemasakan sampai matang. Dengan tidak dibuka tutup terus maka penyebaran bakteri dan kuman bisa dihindari dari udara yang kita hirup. Waah, iya juga ya.



BLOG COMPETITION

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan ikut ambil bagian menganut gaya hidup sehat Sharp menggelar lomba menulis blog mengenai produk Healsio Automatic Cookware. Lomba yang telah digelar selama sebulan ini berlangsung sampai akhir November 2017.


Dalam lomba ini akan dipilih 3 pemenang utama yang akan mendapat produk Sharp plus merchandise dan 10 pemenang hiburan yang mendapat voucher senilai @ Rp. 250.000,-


IKUTAN YUKK...!!!

Selasa, 26 September 2017

Apakah Anda Mempunyai Profesi Tidak Biasa? Bebas Rencana Plus Solusinya!

September 26, 2017 19


Sudah wajar kalau pembeli itu bawel, termasuk pembeli asuransi. Keinginannya banyak sekali, mau ini, mau itu. Tapi, tau-tau dia bisa galau sendiri saat ditodong dengan premi fantastis. Setelah itu, bisa ditebak apa yang terjadi. Mundur-mundur cantik deh. 


Beban premi asuransi yang tinggi umumnya menjadi alasan utama mengapa orang jadi tidak membeli asuransi. Padahal, kata perencana keuangan, supaya kita tidak terbebani dengan premi yang wajib dibayarkan, sebaiknya cicilan premi tidak sampai mengganggu cash flow dan tabungan pendidikan anak. Nah, kebanyakan nasabah terhenti di tengah jalan selama masa kontrak karena hal tersebut. Jadi sebaiknya jangan sampai salah hitung dari awal deh. 


Lain halnya lagi dengan selebriti atau pesohor terkenal yang bergelimang uang. Mau beli apa saja, sah-sah saja. Soal premi fantastis juga bukan masalah. Yang penting, keinginannya tercapai yaitu mengasuransikan aset berharga yang dimilikinya andai terjadi musibah yang menimpa. Umumnya, aset berharga yang diasuransikan milik selebriti adalah anggota tubuhnya. Sebut saja, Jenifer Lopez yang mengasuransikan bokongnya dengan nilai 3 Trilyun Rupiah. Atau pesebak bola Christian Ronaldo yang mengasuransikan kakinya dengan nilai 1,4 Trilyun rupiah. Wohooo fantastis banget!!


Sekarang pertanyaannya, ada ngga sih premi asuransi yang terjangkau dan bisa memberi perlindungan maksimal bagi nasabah yang ingin mengasuransikan anggota tubuhnya seperti Jlo dan Ronaldo? Atau misalnya bagi atlet yang memiliki resiko cidera tinggi?


Ada dong. Namanya 'Bebas Rencana Plus' sebuah produk asuransi yang diluncurkan FWD Life hasil kerja samanya dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Dalam peluncurannya pada Jumat 23 September 2017 di Menara BTN Harmoni Jakarta, kebetulan saya dan teman-teman Blogger diajak untuk mengenal lebih jauh produk Bancassurance ini. 


Dari namanya yang nyerempet-nyerempet antara “Bank” dan “Asuransi”, mungkin bagi yang belum tahu, Bancassurance adalah bentuk kerjasama perusahaan asuransi dengan bank. Dimana, metode pemasaran produk asuransi ditawarkan Bank kepada nasabahnya.


Kemudahan Bancassurance lebih kepada kepraktisan dan kenyamanan bertransaksi. Contohnya, dalam metode pembayaran yang dilakukan otomatis melalui debet dari rekening nasabah di bank tersebut. Hal ini akan meminimali resiko keterlambatan pembayaran premi yang dapat berakibat polis menjadi di non aktifkan. Dengan cara tersebut membantu sekali bagi masyarakat kekinian yang menuntut kepraktisan seiring terbatasnya waktu yang dimiliki.


Saya sempat takut salah dengar saat bapak Maryono Dirut Bank BTN mengatakan bahwa premi dari asuransi mulai dari 100 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah saja tanpa dikenakan biaya administrasi apapun. Angka ini mencengangkan bagi saya, mengingat tingginya premi asuransi sering menjadi sandungan bagi nasabah untuk terus mengasuransikan jiwanya sampai kontrak habis.


Menurutnya, produk asuransi jiwa ini dipersembahkan kepada nasabahnya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Intinya nih, mulai dari kalangan finansial elit hingga kalangan ekonomi melilit juga bisa mendapat manfaat maksimal asuransi dengan harga terjangkau. 


“Melalui produk ini, kami ingin memberikan pilihan produk proteksi dengan ragam manfaat yang dapat membebaskan langkah nasabah Bank BTN tanpa rasa khawatir akan risiko finansial di masa depan,” tuturnya.



Dalam acara yang juga dihadiri Presdir FWD Life, Choo Sin Fook mengatakan, manfaat pemberian bonus sebesar 105 persen dari total premi yang telah dibayarkan selama 5 tahun apabila tidak ada klaim dari pemegang polis.”

Kelebihan lainnya lagi adalah : 

1. Untuk pemberian bonus terbagi dalam dua waktu, yaitu pertama pada akhir tahun ke-5 sebesar 50 persen dari premi yang dibayarkan sebelumnya. Kedua, pemberian bonus pada akhir tahun ke-8 sebesar 55 persen dari premi yang dibayarkan sebelumnya.


2. Produk ini juga memberikan manfaat meninggal pada tahun pertama, dimana seluruh premi yang sudah dibayarkan akan diberikan jika pemegang polis meninggal dunia bukan yang disebabkan oleh kecelakaan. Namun, bila meninggal dunia karena kecelakaan maka akan mendapat manfaat 200 persen uang pertanggungan

3. Apabila meninggal pada tahun kedua dan seterusnya produk ini akan memberikan 100 persen uang pertanggungan akan dibayarkan jika pemegang polis meninggal dunia bukan yang disebabkan oleh kecelakaan. Namun, bila meninggal dunia disebabkan kecelakaan maka akan mendapat manfaat 200 persen uang uang pertanggungan. 


Namun, asuransi jiwa ini hanya memberlakukan dua pengecualian dalam melakukan klaim yaitu percobaan bunuh diri atau melanggar hukum. Jadi untuk nasabah yang memiliki passion tinggi terhadap olah raga beresiko tentu menjadi sebuah solusi yang menggembirakan. Seperti yang dialami Rifda Ifrana dan Wewey Wita atlet nasional untuk Sea Games 2017 lalu.


Mereka bercerita, latihan keras yang mereka hadapi setiap hari kadang kala tidak selalu baik-baik saja. Biru-biru lebam di sekujur tubuh hingga kena tonjok di hidung pernah dialami Wewey Wita atlet pencak silat dari perguruan Perisai Diri. Sementara, luka robek di selangkangan dan cidera betis juga pernah dialami Rifda Irfana gadis manis berusia 17 tahun atlet Senam peraih medali emas ajang Sea Games 2017 kemarin. 

Menurut mereka lagi, dengan adanya produk Bebas Rencana Plus bisa menjadi angin segar bagi atlet atlet Indonesia. Apalagi selama ini asuransi yang bisa mengcover musibah kecelakaan akibat olahraga tersebut dengan premi ringan bisa dikatakan tidak ada. 


Sebagai bagian untuk mendukung orang-orang yang memiliki passion terhadap olah raga beresiko tinggi, peluncuran Bancassurance ‘Bebas Rencana Plus’ diperkenalkan di tengah masyarakat per hari Jumat 23 September 2017 ini. Sementara sosialisasi di masyarakat akan digencarkan melalui acara olahraga bertajuk Padang Kuliner RUN 2017 pada 24 September 2017. Selaku partner maka Bank BTN dan official insurance partner FWD Life akan memberikan perlindungan asuransi kecelakaan dri untuk seluruh peserta lari di ajang ini dengan uang pertanggungan hingga Rp20 juta. Wohoooo....


Nah, sekarang apakah profesi kita sebagai Blogger sangat berpotensi terhadap musibah? Siapa tahu aja jari-jari kita yang aktif ngetik di handphone dan laptop bisa diasuransikan juga hihihi... Who knows, namanya juga pembeli. Ada aja keinginannya. Mau ini. Mau itu.



Semoga ada ya, aamiin yang kenceng.


Senin, 25 September 2017

Terpikat Rasa Ningrat Dari Kuliner Khas Timur Tengah dan India Di Eatz

September 25, 2017 3


Eatz, sebuah resto di kawasan Radio Dalam Raya Jakarta Selatan melayangkan undangan untuk launching gerai kuliner khas Timur Tengah dan India. Sebelumnya, Cafe Supermarket Foodcourt Eatz sendiri telah berdiri di area AEON Mall BSD Ground Floor. 

Biasanya, kalau saya dapat undangan peluncuran menu baru atau launching tempat kuliner teranyar, banyak pertimbangan pribadi saya untuk hadir di acara tersebut. Namun, kali berbeda. Tanpa ragu-ragu saya say ‘yes’ ketika mengetahui bahwa kuliner yang diangkat adalah menu-menu khas Timur Tengah dan India. Jarang-jarang nih, hihihihi...




Resto Eatz terletak di dekat kawasan perkantoran dan Plaza Pondok Indah. Tepatnya di area Ruko Margaguna No. 9 Radio Dalam Jakarta. Bisa saya bayangkan, saat kedatangan saya dan teman-teman Blogger Rabu 20 September 2017 lalu, di siang hari yang panas pengunjung terbanyak yang menikmati sajiannya adalah pegawai kantor, pengusaha atau orang-orang yang melakukan usaha di seputaran wilayah tersebut.




Waktu istirahat yang sempit ditambah panasnya matahari dan kemacetan di sana sini membuat orang menjadi dimudahkan dengan kehadiran Eatz untuk mengisi hak tubuhnya yaitu makan siang. Dan tentunya, orang sudah tidak perlu bingung lagi mau makan apa. Tinggal pilih saja. Mengingat aneka kuliner semua tersedia, salah satunya adalah Eatz yang menyajikan makanan bercita rasa Timur Tengah dan India yang otentik.




Mba Meilita selaku owner Eatz mengatakan, nama ‘EATZ’ diambil dari sebuah filosofi yang berarti ‘makan’. Harapannya, saat orang mengunjungi Eatz mereka dapat menikmati makanan enak rasa berkelas dengan harga terjangkau. Sehingga saat kita duduk di resto Eatz maka kita seperti berada di tempat asal makanan ini yaitu Timur Tengah.



Jujur, apa yang dikatakan mbak Meilita adalah benar adanya. Saat saya memasuki pintu kaca resto Eatz, nuansa khas Timur Tengah mendominasi seluruh ruangan. Meja-meja kayu dengan kursinya yang berukuran besar dan tinggi sepertinya dibuat menyesuaikan dengan postur orang ‘sana’ untuk orang yang ingin menikmati cara makan konvensional. Di bagian atap, rumbai-rumbai berwarna merah dan kuning dihias dengan lampu gantung yang berkesan classy sekali. Nah, di area dinding juga tidak luput dari berbagai pernik ornamen khas Eastern Middle Country seperti pedang dan piring-piring hiasan. Di lemari tinggi juga dipajang bumbu-bumbu rempah yang diletakkan dalam toples-toples besar. Keingintahuan saya mengenai rempah-rempah asli sana terjawab sudah.


Di lantai dua, suasananya lain lagi. Dibuat ala lesehan dengan karpet bermotif Turki, setiap spot dipisahkan dengan tirai berupa manik-manik yang mengingatkan saya akan negeri 1001 malam. Aaah, romantis sekali. Mendadak saya pun bermetamorfosis jadi putri Jasmin sedang menunggu Aladin datang dengan karpet ajaibnya lalu soundtrack “A Whole New World” berkumandang. Hahahahaha...


Suasana resto Eatz yang unik menurut saya belum layak diacungi juara jika rasa makanan yang disajikan belum persis sama atau mendekati taste asli ‘sana’. Seperti rendang saja, andai kita makan di luar negeri rasanya tentu tidak persis sama seperti saat kita mengolah sendiri di tanah air atau sengaja membeli di rumah makan padang. Konon, katanya, pengaruh cahaya matahari dan unsur hara mempengaruhi taste tanaman rempah-rempah yang ditanam di daerah tersebut.


Untuk memastikan masakan di Eatz menghadirkan rasa yang autentik tapi bisa diterima lidah orang Indonesia,  Eatz tidak tanggung-tanggung mendatangkan sejumlah bahan makanan dari luar negeri. Di antaranya adalah beras, rempah seperti cardamon, daun kari, tembakau, kemiri, teh, dan saffron.


"Kami memilih mendatangkan langsung bahan-bahan makanan itu dari luar negeri karena memang tidak ada di Indonesia. Jika ada rasanya juga tidak sama.” Ungkap mba Mei.


Bersama teman-teman Blogger, agenda kulineran kami diawali dengan Faluda, minuman dingin andalan Eatz. Faluda merupakan minuman dingin yang terbuat dari campuran sirup mawar, selasih, jeli, susu dan es krim. Rasanya manis-manis segar dingin, tidak heran jika Faluda menjadi minuman yang disukai anak-anak.


Kemudian giliran salad khas sana disajikan sebagai hidangan pembuka. Ada tiga hidangan yang saya icip yaitu Fattuce, Arabic Salad dan Tabouleh. Menurut Mba Mei yang menemani kami icip-icip, “umumnya, salad ala Midle Eastern Dressingnya menggunakan minyak zaitun dan perasan jeruk lemon.” Aiih segarnya.


Untuk hidangan utama, yang menjadi unggulan resto ini adalah nasi. Ada tiga nampan nasi mandi, nasi kebuli dan nasi biryani dengan pilihan daging domba atau ayam yang disajikan dalam nampan besar untuk porsi 3 orang per nampannya. Ketiga jenis nasi itu sebenarnya mirip sih kata saya. Bedanya ada pada campuran bumbu yang digunakan. Kalau nasi biryani warnanya agak kuning karena aroma kunyitnya lebih dominan dan rasanya sedikit pedas karena dimasak bersama rempah-rempah.




Oiya, Mba Mei kemudian membagikan tips. Menurutnya, di ‘sana’ umumnya orang makan nasi biryani dipadu dengan Tabouleh. Tabouleh sendiri adalah salad yang dibuat dari daun mint yang di-chop, tomat dengan saus perasan jeruk lemon.




Nah, untuk membuat menu set nasi tersebut , seperti yang sudah dikatakan, berasnya pun didatangkan langsung dari India, beras Basmati. Bulir berasnya saya perhatikan memang lebih panjang dari beras Indonesia, sih.


Setelah makan makanan berat, tanpa disangka-sangka kembali saya dan teman-teman disuguhi Morrocon Mint Tea. Menurut Mba Mei, umumnya orang sana selalu minum teh hangat seperti ini setelah makan. Gunanya untuk menetralisir lidah kita dari rasa makanan berat tadi.


Benar juga, meski teh Morrocon terasa sedikit getir dan sepat saat saya hirup tapi otak saya mendadak tidak merasakan enegh akibat banyak rempah-rempah tajam yang tidak biasa saya makan.


Kesimpulan saya, buat pecinta makanan khas Timur Tengah boleh dicoba deh resto yang satu ini. Buat yang lidahnya belum terbiasa makan makanan khas ‘sana’ juga jangan kuatir. Karena Chef Hinam yang berasal dari  Srilanka telah menyesuaikan tastenya agar bisa diterima lidah orang Indonesia tapi rasanya tidak meleset jauh dari cita rasa asli masakan sana.





Nah, gimana? Masih ragu-ragu? Tenang, di Eatz masih banyak lagi makanan yang perlu dicoba koq. Jika ngga mau makanan berat coba aja makanan ringan seperti Samosa, Puding, Paratha atau Arabic Bread. Yukk ah cuus ke Eatz. 

Minggu, 10 September 2017

Revolusi Asuransi, Kiat Mengubah Mindset Masyarakat Mengenai Asuransi

September 10, 2017 4


Siapa sih yang  tidak ingin hidupnya baik-baik saja. Punya penghasilan mapan, karir mulus, pendidikan anak-anak lancar selalu dan tentu saja kesehatan fisik tanpa dihantui penyakit yang mengancam jiwa. Namun, percayalah, hidup tidak ada yang abadi. Ibarat roda, dalam kehidupan selalu ada naik turunnya. Ada suatu masa kita mengalami kesehatan prima, ada satu masa kita pun akan mengalami sakit. Karena sakit adalah keniscayaan, setiap orang akan mengalaminya tapi waktunya kapan yang kita tidak ketahui.   
Bicara soal sakit memang tidak mengenakkan, ya? Apalagi bicara soal kematian. Kesannya koq seperti mendahului hak prerogatif sang maha pemilik kehidupan ya? Bukankah rezeki, jodoh dan maut sudah diatur-Nya, begitu kira-kira sebagian besar pendapat orang-orang yang beredar. Helloo, wake up! Kita hidup tidak selamanya gaes. Cepat atau lambat kita akan meninggal. Coba deh pikirkan, bagaimana kondisi keuangan keluarga yang kita tinggalkan saat kita nanti sudah tidak ada?
Ahh, gue kan single. Ga ada tanggungan yang harus gue cover. Nikmatin aja hidup coy, mumpung ada kesempatan!
Arrrrggghhh… gemes saya. Dipikir keluarganya itu ; mau bapaknya, ibunya, kakaknya atau adiknya tidak kebagian warisan utang KPR atau cicilan kendaraaan (andai punya) dia? Lalu, mau ngesot sendiri ke pemakaman? Itu perlu biaya juga lho. Belum lagi, andai sebelum ajal menjemput kita masih didera penyakit yang berurusan dengan biaya pengobatannya. Think twice gaes, tega gitu membebani keluarga kita sepeninggal kita nanti dengan biaya-biaya yang ditimbulkan setelah kita tidak ada?
Asuransi ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan turun tapi menjamin anda akan tidak basah kalau ada hujan. ~ Safir Senduk.
Sekarang kita ubah mindset kita soal asuransi dulu ya. Seperti tadi yang sudah saya jelaskan bagaimana pentingnya asuransi, kita cari dulu produk asuransi apa yang tepat untuk kita. Apakah asuransi jiwa ataukah asuransi kesehatan? Jika punya anak, apakah tabungan berjangka atau asuransi pendidikan yang kita pilih? Di sini kita boleh bertukar pikiran dengan ahli keuangan, perencana keuangan atau agen asuransi itu sendiri.


Setelah kita tahu produk apa yang paling sesuai untuk kita, maka kita bisa teliti lebih jauh bagaimana kredibilitas perusahaan asuransinya. Menurut pandangan saya, perusahaan asuransi yang baik adalah yang telah berdiri lama. Artinya, dia telah mampu melalui berbagai sandungan dan gelombang ekonomi yang terjadi.
Sebaiknya kita selidiki juga saat penanganan klaim bagaimana. Biasanya perusahaan asuransi yang baik akan menyelesaikan setiap klaim dengan cepat dan transparan. Nah, saran saya, boleh saja kita menyelidiki proses klaim setiap perusahaan asuransi via Google tapi jangan dijadikan acuan akurat, ya. Ini sekedar untuk referensi saja. Kita bisa tanyakan ke agen pemasaran asuransi benar tidaknya versi mereka bagaimana. Bisa jadi, sih, proses kesulitan klaim karena ada andil nasabahnya sendiri sewaktu pengisian data. Atau dokumen untuk prosedur klaim tidak disertakan.
Saya sih maklum saja jika orang masih banyak yang alergi ngomongin soal asuransi. Terus terang dari banyaknya agen pemasaran asuransi yang pernah saya temui, rata-rata mereka memang pandai bicara. Buktinya, mau calon kliennya ngerti atau tidak, agen pemasaran nyerocos terus menjelaskan kelebihan produknya. Kekurangan produk justru malah jarang dijelaskan. Jadi calon klien sama sekali tidak bisa bernapas. Boro-boro bisa mencerna dengan baik, agen pemasaran malah seperti tidak memberi kesempatan calon kliennya untuk memahami dengan baik produknya. Enegh kan kalau begini.


Sebagai orang yang buta matematika keuangan, terus terang saya mengharapkan agen pemasaran yang bisa menjelaskan produk asuransinya dengan bahasa simple. Mungkin, dengan analogi dan memberi contoh-contoh sederhana dengan bahasa ala-ala ibu rumah tangga yang lebih bisa memahami kenaikan harga cabai imbasnya tidak bisa makan sambel daripada inflasi ekonomi sehingga bla-bla-bla haahahaha...
Jika kita sudah jatuh hati terhadap produk, perusahaan dan agen pemasarannya maka sebelum kita menjatuhkan pilihan coba deh menyambangi kantornya. Seperti layaknya jodoh saja, tentu kita ingin mengenal lebih jauh bagaimana dalamannya, kan?
Pengalaman saya dulu, ketika saya menyambangi kantor asuransi untuk menjumpai agen asuransi saya jadi deg-degan. Alamak, susahnya ketemu. Seperti menjumpai presiden saja. Dari mulai meja receptionist, saya harus menunggu lama. Tidak ada bacaan atau musik meneduhkan untuk menaikkan mood saya. Saya sih baik sangka saja, mungkin agen pemasaran tersebut sedang sibuk memprospek calon kliennya sehingga lupa, kalau saya juga adalah calon kliennya? Hahaha..
Nah, bentuk layanan dari perusahaan asuransi yang saya rasa kurang selama ini apa ya? So far, untuk pelayanan dalam bentuk mengingatkan via sms dan email saat jatuh tempo pembayaran sudah bagus, sih. Tapi, laporan keuangan yang-bisa jadi-tidak kita pahami jarang sekali ya dilaporkan ke klien? Hak dan kewajiban belum terpenuhi, nih.

Belum lama ini saya menghadiri acara temu Blogger dan Media di kantor Equity Life di bilangan Sudirman, Jakarta. Perhelatan tersebut merupakan wujud syukur atas prestasi agen pemasaran Equity Life yang telah memenangkan sembilan penghargaan dalam ajang TOP AGENT AWARDS yang diselenggarakan AAJI (Asosiasi  Asuransi Jiwa Indonesia) tanggal 8 – 9 Agustus 2017 di Palembang. Dalam perhelatan ini juga sekaligus untuk menyambut ulang tahun ke-30 Equity Life pada tanggal 16 September 2017 ini.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Equity Life membuktikan bahwa agen pemasaran yang dimiliki adalah yang terbaik. Selain agen pemasaran yang baik, kinerja keuangan yang kuat pun tercatat di OJK melalui laporan keuangan tahun 2016, dimana tercatat total laba komprehensif sebesar hampir 43 miliar.
Presdir Equity Life Bapak Samuel Setiawan mengakui, bahwa selama ini gaung Equity Life memang kurang terdengar di mata masyarakat. Namun hal itu bukan masalah. Karena katanya, yang terpenting adalah kami tetap bekerja. Namun kami terfokus membangun diri kami sendiri dahulu bukan ke luar. “Kami memelihara setiap nasabah seperti keluarga sendiri, sehingga kami tidak punya waktu banyak untuk meraih simpati dari luar,” tuturnya.

Kepedulian menjaga prinsip kekeluargaan yang diemban Equity Life bukanlah omong kosong. Di ulang tahunnya yang ke-30 ini, Equity Life meluncurkan microsite www.equity.co.id/equity30. Melalui microsite ini, Equity Life menyelenggarakan kompetisi foto dan lomba menulis blog. Di microsite ini, kita bisa mendaftar dan melengkapi data diri kita untuk mendapatkan perlindungan diri gratis senilai 30 juta rupiah selama 30 hari kepada 30 ribu pendaftar microsite.
Ucapan syukur atas prestasinya selama 30 tahun mengabdi di tengah masyarakat Indonesia memotivasi Equity Life untuk terus mengembangkan produk dan layanan yang berkesinambungan untuk membuka akses seluas-luasnya untuk perlindungan jiwa dan kesehatan masyarakat Indonesia.


Selamat Ulang Tahun Equity Life. Semoga semakin kokoh menjadi perusahaan asuransi yang paling dipercaya masyarakat. Selamat juga atas prestasi Agen pemasaran dalam TOP AGENT AWARDS lalu, semoga tetap selalu menjadi agen yang memelihara prinsip kekeluargaan sebagaimana visi misi Equtiy Life. Congrats yaaaaa...














Senin, 04 September 2017

Bikin Rendang Dengan Healsio Automatic Cookware Sharp Yuk

September 04, 2017 6
source : https://www.royco.co.id/Ide-Resep.html


Sebagai ibu yang banyak urusannya (halagh) waktu saya untuk memasak tidak terlalu banyak. Setiap hari, di pagi buta saya biasanya sudah mencolok nasi dan memasak makanan praktis untuk sarapan dan bekal sekolah anak-anak. Kemudian saya baru memasak kembali pada sore hari untuk makan malam sekeluarga.

Meski hobi saya adalah memasak namun dengan waktu yang terbatas saya tetap berusaha menyajikan variasi makanan seimbang gizi. Seringkali saya tergoda juga sih untuk menyajikan menu telur lagi - telur lagi dalam setiap masakan. Karena, selain telur, apa lagi yang praktis disajikan dalam waktu singkat? ((Alasannnn!!)) hahahaa… .

Nah jika anak-anak dan suami request minta dimasakkan rendang, dari jauh-jauh hari saya sudah harus menyiapkan tenaga dan waktu khusus untuk hari memasak rendang. Untuk perkara santan, saya tinggal beli kelapa lalu saya potong kecil-kecil kemudian saya blender dan saya peras santannya. Untuk bumbu juga sama, tidak perlu mengulek lagi dengan cobek dan ulegan tapi dengan blender dalam sekejap bumbu giling fresh bikinan sendiri pun siap digunakan.

Meski sudah dibantu blender namun memasak rendang yang enak itu gampang-gampang susah juga. Gampang kalau tau caranya, susah kalau tidak hati-hati santannya bisa pecah dan tidak bisa menyatu lagi kuahnya dalam masakan. Tapiii, jangan kuatir, kan sekarang sudah ada alat masak praktis dan modern yang bisa memasak ratusan masakan contohnya saja memasak rendang yang empuk dalam waktu singkat saja. Namanya Healsio Automatic Cookware KN-H24INA.

Healsio Automatic Cookware


Saya sendiri baru tau alat masak ini saat hadir dalam acara Sharp Cooking Demo di Signature Apartment di bilangan MT Haryono Jakarta Timur hari Sabtu 26 Agustus 2017 kemarin. Chef Denny Gumilang jebolan Masterchef Indonesia mendemokan cara mudah memasak rendang dengan alat masak praktis ini.


Caranya gampang banget. Masukkan 900 gram daging sengkel yang telah dipotong-potong, bumbu giling, serai, daun salam, daun jeruk dan seperempat gelas santan kental  ke dalam pot lalu disetel waktunya selama 90 menit untuk menunggu proses pematangan. Tidak perlu diaduk-aduk dan buka tutup panci lagi proses pengadukan sudah otomatis dikerjakan oleh alat masak Healsio yang mempunyai pola pengadukan sebanyak 330 pola. Dengan system pengadukan otomatis ini kita tidak perlu takut santannya pecah atau rasanya berubah.  Setelah matang saya ikut mencicipi rasa rendang yang matang, empuk, tidak bau gosong, tidak bau listrik dan rasanya pun sama enaknya dengan memasak rendang dengan cara biasa seperti selama ini.

dengan Apple Cookware yang bisa dilepas tutupnya, Chef Deny juga mendemokan cara bikin masakan lainnya
nah, untuk mengunjang bagian gaya hidup sehat boleh dicoba nih jus mix fruit 


Kelebihannya :  waktu memasak jadi singkat, dapur tidak kotor kecipratan minyak dan aromanya tidak menyebar kemana-mana karena terkunci rapat saat proses pemasakan. Untuk penghematan pun lebih bisa diandalkan, karena dengan waktu singkat kita tidak perlu jajan beli makanan matang yang kebersihannya belum tentu terjamin, karena dengan alat ini membantu sekali untuk menyajikan masakan yang sehat dan praktis di rumah.

Alat masak Helsio Automatic Cookware merupakan alat masak terbaru buatan Sharp dari waterless cookware series yang sangat canggih. Dengan kapasitas sebesar 2,4 liter konsumsi listriknya cukup irit yaitu hanya 600 watt saja. Keunggulannya :


1. Automatic Cooking. Dari namanya saja kita tahu bahwa alat ini mampu untuk memasak secara otomatis. Saat kita sedang dikejar waktu kita tidak perlu buru-buru untuk menyelesaikan proses pemasakan kita. Alat ini juga mempunyai unit pengaduk yang mampu mengatur mode adukan dengan 330 pola berbeda. Banyak ya. Tidak perlu cape lagi mengaduk-aduk masakan deh. Oiya, siapa tau dengan alat ini selain bisa membuat rendang juga bisa membuat dodol kali ya? *tinggg, ide muncul seketika.



2. Steam Circulating Technology. Dengan teknologi sirkulasi uap pada alat masak ini memungkinkan kita bisa memasak tanpa air dan hanya mengandalkan kelembaban alami dari uap pemanasannya saja. Soal rasa? Tenang saja, Healsio Automatic Cookware mampu memasak dengan hasil masakan di dominasi rasa asli dari bahan-bahan yang digunakan untuk memasak. Ga ada bedanya.



3. Sensor Ganda. Alat masak ini dilengkapi juga dengan sensor ganda yaitu sensor temperatur dan sensor uap. Sensor temperatur memiliki fungsi untuk mengatur suhu secara otomatis saat memasak. Sedangkan sensor uap berfungsi untuk mengatur agar uap tidak tumpah keluar saat masakan Anda matang. Masak jadi tidak ribet lagi, kan?



4. Menu Pengaturan Memasak. Tidak salah jika alat ini memang canggih. Healsio Automatic Cookware memiliki menu pengaturan memasak yang berfungsi untuk mengatur suhu setelah memasak. Secara otomatis fitur ini mampu mengganti mode ; dari mode memasak ke mode penghangatan saat masakan matang. Untuk menjaga kualitas makanan kita bisa setel pengaturannya agar kualitas makanan tetap terjaga hingga 12 jam.

peserta battle cooking cooking ada tiga regu yang ditantang masak nasi goreng dengan menggunakan Apple Cookware

Dalam Cooking Demo with Sharp ini, Chef Denny juga menantang tamu yang hadir untuk mengikuti battle cooking memasak nasi goreng dengan menggunakan produk Apple Cookware. Alatnya mungil lho hanya berkapasitas 0,8 liter saja. Tidak heran jika konsumsi listriknya juga irit yaitu hanya 380 watt saja. Apple Cookware merupakan alat masak buatan Sharp yang mempunyai tiga fungsi yaitu memasak, menghangatkan dan menguapi.  Jadi tidak perlu memiliki banyak perabotan masak lagi, dengan alat ini sangat praktis sekali dan hemat tempat sekaligus hemat dana hihihi…

nah ini dia hasil masakan nasi goreng peserta battle cooking. 

Buat yang penasaran pengen melihat demo cooking langsung product Sharp Healsio bisa datang ke Best Denki setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu di bulan September mulai pukul 15.00 - 16.00. Alamat silakan mampir di http://www.besdenki.co.id/

Signature Park Grande




Bicara soal praktis, tiga faktor yang dianut sebagai bagian dari gaya hidup serba cepat, ringkas dan efisien kaum urban Jakarta adalah standar hunian yang mereka harapkan adalah yang mempermudah aktivitas sehari-harinya. Konsep seperti itulah yang ditawarkan pengembang Pikko Group dan PJM melalui proyek apartemen  Signature Park Grande yang berada di kawasan strategis MT Haryono Jakarta TImur.



Menempati lahan seluas 4,4 Hektar Signature Park Grande menawarkan dua tower hunian yang mempunyai gaya hunian berbeda. Tower THE LIGHT merupakan pilihan pas bagi yang menginginkan hunian dinamis nyaman dan aman yang berdekatan dengan pusat bisnis dan komersial. Tower GREEN SIGNATURE merupakan pilihan pas bagi yang menginginkan suasana tenang dan tentram sehingga jauh dari stress meski ada di kota Jakarta.


Dengan harga mulai dari 900 jutaan setiap penghuni yang membeli apartemen juga akan diberikan perabotan dan perlengkapan elektronik dimana pembeliannya bisa dengan system KPA dan DP 10 persen yang bisa dicicil. Ini mah namanya Ready to move in deh. Andai saya salah satu penghuninya, paling saya hanya ingin membeli peralatan masak multi fungsi seperti Healsio Automatic Cookware Sharp aja. *Aamiin yang kenceng.