Minggu, 26 Maret 2017

Tutorial : Sarung Bantal Quilting Untuk Pemula

Maret 26, 2017 0

Woww, bikin sarung bantal sendiri? Dengan teknik Quilting pula? Memangnya bisa? *gayakin 

Ya bisalah. Nah, sebelum kita mulai mungkin kita perlu tau dulu ya apa sih Quilting itu? Quilting merupakan sebuah proses pembuatan suatu benda patchwork dengan cara menjahit dengan teknik tindas. Patchwork sendiri adalah seni ketrampilan menjahit dengan cara menggabungkan potongan-potongan kain menurut pola yang diinginkan dengan cara dijahit tangan atau mesin. Kemudian, disempurnakan dengan cara dijahit tindas (quilting) sehingga menghasilkan keindahan dan keunikan tersendiri di setiap modelnya.



Kriya Indonesia yang berfokus pada dunia kewanitaan sudah beberapa kali mengadakan workshop menjahit dengan didukung Mesin Jahit Brother. Workshop menjahit yang diadakan selalu mengedepankan program untuk pemula sehingga siapapun yang belum pernah mengoperasikan mesin jahit pasti bisa. Selain belajar langsung di depan mesin jahit, setiap instruksi disajikan step by step oleh Mba Astri founder Kriya Indonesia dan peserta workshop bebas bertanya apa aja. Seru deh.
Dalam workshop yang diselenggarakan di Museum Tekstil Indonesia Petamburan Jakarta Pusat baru-baru lalu, peserta dibuat menjadi dua sesi, yaitu peserta dari Crafter dan umum untuk sesi pagi dan sesi siang diisi para teman-teman Blogger yang tertarik nambah ilmu lagi. 

Okelah, mari kita belajar bikin sarung bantal dengan teknik quilting yuk.

Bahan :

Untuk bagian depan sarung bantal :

Gunting kain katun polos ukuran segitiga 22 x 22 x 34 cm sebanyak 4 lembar. Saya namakan Pola A.

Gunting kain katun bermotif ukuran segitiga 22 x 22 x 34 cm sebanyak 4 lembar. Saya namakan pola B.

Untuk pelapis siapkan kain tricod ukuran 44 x 44 cm.

Untuk bagian belakang sarung bantal :

Gunting kain katun bermotif ukuran 35 x 44 cm. Saya namakan pola C untuk bagian atas sarung bantal. 

Gunting kain katun bermotif ukuran 15 x 44 cm. Saya namakan pola D untuk bagian bawah sarung bantal.

Gunting,

benang sesuai warna kain,

penggaris,

kapur penanda/pensil,

jarum pentul,

pendedel benang,

setrika

Cara membuat :

Satukan segitiga pola A dan pola B lalu jahit di bagian diagonalnya. Sehingga didapat pola persegi berukuran 22 x 22cm.


Kerjakan hal yang sama untuk sisa kainnya sehingga kita mendapat empat buah bentuk persegi.
Susun ke empat bentuk persegi berjajar dua susun tadi hingga membentuk pola kincir atau baling-baling kipas.


Ambil bagian atas, lalu jahit bagian kiri dan kanan dari bagian buruk kain. Sehingga didapat persegi panjang berukuran 24 x 44cm.

Ambil bagian bawah, lalu jahit bagian kiri dan kanan dari bagian buruk kain.  Sehingga didapat persegi panjang berukuran 24 x 44cm.



Satukan bagian atas dan bawah, lalu jahit dari bagian buruk kain. Sehingga didapat pola bagian depan sarung bantal dengan ukuran 44 x 44cm. Sebelumnya, posisikan tiras-tiras lebihan kain membentuk satu arah supaya rapi.




Ambil kain tricod, letakkan bagian kasar menghadap sisi dalam lalu setrika dengan hawa panas. Guna kain tricod untuk menempelkan pola supaya hasilnya lebih rapi dan cantik.



Di tahap ini selesai deh membuat bagian depan sarung bantalnya. Sekarang kita lanjut membuat bagian belakang sarung bantal ya…

Ambil kain pola C, Jahit salah satu sisi memanjangnya untuk membuat lidah untuk memasukan bantal.



Pertemukan bagian depan sarung bantal dengan pola C. Susun bagian baik kain menghadap dalam, tusuk dengan jarum pentul di sisi-sisinya supaya ngga menggeser. Jahit bagian tepi atas sarung bantal.

Ambil kain pola D, Jahit salah satu sisi memanjangnya untuk membuat lidah untuk memasukkan bantal.

Ambil pola D. Tumpuk dengan bagian depan sarung bantal yang sudah dijahit dengan pola C. Beri jarum pentul di setiap sisinya, jahit sekeliling sarung bantal sehinga membentuk sarung bantal dengan ukuran jadi 40 x 40 cm.

Balik jahitan, taraaaa selesai deh sarung bantal quilting untuk pemula yang cantik ini.


Gimana, gampang kan? Selain bisa dipakai untuk mempercantik ruang tamu atau ruang keluarga kita, kita juga bisa menjadikan sarung bantal quilting ini untuk dijadikan kado lho. Unik kan karena bikinan sendiri, ga pasaran deh. Yuk bikin sendiri yukkk… 

Senin, 20 Maret 2017

Pesona Jogja Homestay, Pesonanya Seperti Di Rumah Sendiri

Maret 20, 2017 0

Siapa sih yang ngga punya ‘kenangan terindah’ di kota Jogja? Coba deh kasih tau. Katon Bagaskara aja saking jatuh cintanya dengan kota ini sampai bikinin lagu yang saya yakin sejagat raya endonesa hapal liriknya. Saya sendiri, heeemm jangan ditanya deh. Kalau jiwa melakonlis romantisnya lagi kumat, saya bisa lho mendadak jadi pujangga dengan puisi lebay saya hahaha… .*tutupmukapakewajan

Yup, Jogja memang kota manis romantis. Setiap sudut, kata Katon, menyapa bersahaja penuh selaksa makna. Entah kenapa, bagi saya nih, mendengar denting gitar pengamen local dengan sitarnya yang menyanyikan lagu-lagu campur sari aja udah bikin hati kaya terbetot. Belum lagi kulinernya, mau nongki di angkringan pinggir jalan enak, mau di café juga enak (baca : emang mauan aja sih hehe). Oiya, wisata sejarah di kota Jogja tuh bagi saya ibaratnya seperti berada di kehidupan tempo dulu dengan keberadaan Keraton dan Candinya. Seperti dilempar dengan mesin waktu deh. Iya kan, iya kan?

Flash back. 
Saya jadi ingat kunjungan terakhir saya di Jogja sekitar tahun 2011 lalu. Waktu itu berbekal hot seat dari salah satu maskapai penerbangan yang dibeli beberapa bulan sebelumnya saya dan keluarga sampai juga di Jogja. Judulnya waktu itu, gimana caranya dengan budget terbatas saya dan keluarga bisa pelesiran ke Jogja. Nah, jadi jangan heran deh ya soal tempat nginap waktu itu saya sih ngga banyak milih. Asal lokasinya ngga jauh dari pusat kota, bersih, aman dan nyaman untuk anak-anak udah worth it-laah.

Urusan tempat menginap mau dimana sebenarnya relative sih ya. Masing-masing mempunyai daya tarik berbeda-beda. Mau milih hotel kelas melati sampai bintang-bintang semua ada di Jogja. Mau yang lebih terasa nuansa membaur dengan sekitarnya juga ada, contohnya yaitu Homestay. Nah, untuk yang bawa anak-anak tentu suasana tempat menginap yang memadai untuk bereksplorasi lebih dianjurkan. Kasihanlah, jika anak-anak sama sekali ngga mendapat hak bermainnya di lokasi tempat menginap. Dunia anak kan dunia bermain, ya kan?!

Beberapa minggu lalu, untuk urusan kerja (cieeeh kerjaa!!)  kembali saya menginjakkan kaki di Jogja. Kali ini saya dan teman-teman Kriya Indonesia menginap di Pesona Jogja Homestay. Kesan  pertama saya adalah kesigapan mba Widhi staf Pesona Jogja Homestay saat menjemput kami di stasiun. Ah, belum-belum saya sudah kagum deh.



Semakin mengenal Pesona Jogja saya semakin kerasan (baca:betah) di sini. Gimana ngga, sebagai emak-emak tentu yang saya pikirkan pertama adalah nyaman tidaknya untuk anak-anak. Dan di Pesona Jogja Homestay jawabannya. Di sini adalah tempat yang rekomended untuk anak-anak. Tapi, jangan bayangkan fasilitas main untuk anak-anak seperti layaknya Hotel ya, di sini area bermain outdoor khas anak-anak  seperti main Dampu ada di pelataran depan. Biar ga bosen main-main di dalam aja. Olahraga sambil main yuuk.. Asiikkk :D




Untuk yang hobi main di indoor, tayangan tv kabel yang disajikan dengan pesawat televise LED 32 inchi di setiap kamar yang ber-AC dan free wifi pasti disambut bahagia deh. Apalagi anak abege saya, kalau saya tinggal kemana-mana  yang penting di rumah kulkasnya penuh dan ada kuota. Sudah kenyang mereka mah hahaha…






Berada di gang Pandu Jalan Celebes Pesona Jogja merupakan salah satu homestay yang membaur dengan lingkungan masyarakat. Di sini saya masih mendengar suara klakson tukang roti lewat, suara kentongan tukang bakso lewat dan celoteh canda tawa berbahasa Jawa (ya iyalah ngomong Jawa, namanya juga di tanah Jawa) anak-anak masyarakat sekitar. Betah deh. Untuk keperluan darurat, seperti pulsa atau keperluan sehari-hari ga perlu jauh-jauh ke minimarket. Di sekitar lokasi ada rumah merangkap warung kecil yang menyediakan keperluan sehari hari masyarakat sekitar. Asik kan.





Seperti komplek Cluster, bangunan rumah dua lantai yang dibuat berhadapan dan berderet-deret diberi nama sesuai ciri khas Jogja misalnya Borobudur, Prambanan dan Kota Gede. Ada tiga bangunan hunian yang mempunyai 3 kamar tidur, 1 kamar supir, dapur, ruang makan, ruang tamu, ruang keluarga dan 2 kamar mandi dimana salah satunya ada di kamar utama.






Selain bangunan tiga kamar tadi, ada tiga bangunan hunian lagi yang lebih besar yang mempunyai 4 kamar tidur, 1 kamar supir, dapur, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga dan dua kamar mandi juga. Dan yang bikin asik, di seetiap kamar mandi dilengkapi juga dengan water heater. Jadi ga takut mandi malem lagi deh, ihiiiiyy..



Oiya, bangunan modern yang mencolok dengan pernak pernik warna oranye segar ini juga mempunyai dapur kecil yang sudah dilengkapi peralatan makan. Juga ada kulkas dan dispenser air panas dingin. Jadi kita ga perlu lagi deh minta tolong sana sini, self service aja. Asik kan, betah deh kaya rumah sendiri aja hehehe…








Lokasinya terbilang cukup mudah dijangkau dari pusat kota Jogja. Berada di Jalan Celebes gang Pandu 484 Tahunan, Umbulharjo Pesona Jogja Homestay dekat sekali dengan Taman Makam Pahlawan dan Universitas. Untuk menuju ke pusat kota seperti Malioboro juga dekat, ngga lebih dari 10 menit aja. Mau yang jauh? Tenangggg. Driver di Pesona Jogja Homestay siap mengantar kita kemana aja. Aseeeekk.


Di Pesona Jogja Homestay, kita mendapat free breakfast juga lho. Hari pertama kami disuguhi soto ayam dengan keripik tempe sebagai pendampingnya. Selain menu berat, ada jajanan pasar dan teh kopi juga sebagai penghangat perut yang disuguhkan dalam teko air panas dengan kompor listrik. Mau nambah, ya bolehlaaah




Di hari kedua, sarapan kami menunya adalah ketupat sayur dengan gulai nangka dan telur juga keripik tempe seperti kemarin yang sepertinya sudah menjadi ciri khas Jogja. Enak euuyy. Ciyusss…  
Totally, dari segi apa aja, Pesona Jogja Homestay memang rekomended place at Jogja. Bukan saja nyaman untuk diri sendiri, untuk anak-anak juga. Pelayanan maksimal bak keluarga sendiri di sini membuat saya terkangen-kangen untuk kembali. Kembali ke Jogja. Kembali ke Pesona Jogja. Aaahhh jadi mendadak melowww…

… ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi, bila hati mulai sepi tanpa terobati…


Selasa, 14 Maret 2017

Grand Taman Melati Margonda 2, Asiknya punya Apartemen Dekat Kampus

Maret 14, 2017 16



Kota Depok terus bertumbuh. Kota yang menjadi penyangga Jakarta ini semakin ramai aja dari tahun ke tahun. Perumahan-perumahan baru banyak berdiri diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang semakin maju. Akses mobilitas yang terjangkau kini semakin mudah dengan adanya jalur kereta di stasiun Pondok Cina, angkot dan bis-bis di terminal dan sudah tersedianya jalur bus Transjakarta dari dan menuju Depok.

Senin, 13 Maret 2017

Satu Jam Perawatan Rambut Di Rumah Dengan VCO Dari Theong Spa

Maret 13, 2017 2


Mungkin bukan cuma saya aja yang pernah melakukan hal ini. Seperti umumnya orang tua-orang tua lain, saya pun pengen rambut anak-anak saya tebal dan lebat. Segala cara pernah saya lakukan mulai dari mengoleskan teh basi, daun seledri yang ditumbuk halus, getah lidah buaya bahkan minyak kemiri di kepala anak-anak saya. Hasilnya? Hehehehehee… *tawapenuharti*

Selasa, 07 Maret 2017

Berani Buat Perubahan Bersama Brother dan Komunitas Anak Jalanan

Maret 07, 2017 0


Hidup memang tidak selalu indah. Kemiskinan dan kerasnya fakta kehidupan membuat banyak orang sama sekali tidak bisa memilih apa yang diinginkan. Boro-boro untuk mengejar cita-cita, buat makan aja susah. Boro-boro bisa milih jenis pekerjaan, lha wong kemampuan aja ngga punya. Ngga bisa apa-apa. Nyesek.

sebagian hasil karya KPM



Beruntunglah orang yang masih punya kemauan. Meskipun kemampuan ngga ada tapi kemauannya tinggi. Hasrat untuk maju ada. Keinginan untuk maju besar. Maka selain berdoa dan berikhtiar mereka yakin pintu rezeki selalu terbuka.

Peluang selalu ada untuk orang-orang yang mau berusaha.





Salah satu orang yang mempunyai kemauan tinggi adalah Ibu Anih. Sebelum bergabung dengan KPM Dewi Sartika ia bekerja menjadi pengawas pengamen cilik di sepanjang jalan raya. Tugasnya menunggui pengamen cilik ngamen di lampu merah lalu menagih setoran anak-anak asuhannya itu. Ibu yang masih tampak gesit ini menuturkan, “Yaah, Neng. Ibu mah orang susah. Ngga bisa apa-apa. Makanya Ibu seneng gabung di KPM ini. Ibu bisa belajar bikin kue, sekarang ibu bisa belajar menjahit.”


Saya mengenal ibu Anih dan teman-temannya dalam program kunjungan Tim Kriya Indonesia dan Mesin Jahit Brother ke basecamp KPM Dewi Sartika di daerah Sekarwangi, Lembang, Bandung. Program kunjungan ini bukanlah kunjungan biasa. Bantuan berupa tiga buah Mesin jahit sebagai bagian dari kampanye Berani Buat Perubahan sebagai program CSR Brother dan ilmu menjahit untuk pemula dari Kriya Indonesia diberikan kepada 10 orang peserta KPM Dewi Sartika asuhan Magician Abu Marlo ini. Harapannya agar seluruh anggota KPM yang umumnya berprofesi sebagai pengamen, pengemis dan pemulung ini bisa mandiri dan mampu menafkahi keluarganya.



Ibu Santi selaku pengelola KPM Dewi Sartika tidak mampu menutupi rasa bahagianya ketika menerima bantuan berupa Mesin Jahit dari Brother. Dia menuturkan, selama ini tantangannya adalah mengasah kemampuan anggota yang sudah mencapai ribuan orang dari sama sekali tidak bisa apa-apa sampai bisa. Hambatan lainnya adalah proses produksi yang lama. Kekurangan bahan baku dan terbatasnya mesin jahit yang ada membuat proses produksi memakan waktu lama sehingga banyak orderan yang terpaksa ditolak.


ibu Santi Pengelola KPM Dewi Sartika


Saya trenyuh menyaksikan semangat mereka menyimak setiap arahan dari Mba Astri sewaktu belajar menjahit ini. Tanpa ragu ibu-ibu dan perempuan muda ini bertanya-tanya cara menggunakan mesin jahit. Banyak dari mereka yang belum paham cara memasukkan benang, memasukkan sekoci, memilih model bordiran, hingga cara menggunting. Ngga nyangka kan, menggunting sesuai lipatan aja ada yang belum bisa lho, sampai bolong kainnya.

Kampanye Berani Buat Perubahan yang diusung Brother memang perlu ditiru. Kita tidak perlu menunggu harus punya uang berlebih dulu untuk menyumbangkan apa yang kita punya. Apapun bentuk ilmu yang kita punya pun pasti bermanfaat jika dibagikan. Ingat aja, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dan tidak ada orang yang tidak punya kemampuan. Semua orang mampu asalkan mau. Salaam J


Wisata Edukasi plus Wisata Belanja Bersama Honestbee

Maret 07, 2017 8


The Man Behind The Gun

Seorang fotogragfer bisa menghasilkan foto-foto cantik berbekal kameranya. Mau kamera jenis apa aja, hasil fotonya pasti cantik-cantik. Begitu juga dengan seorang Chef.  Dengan tangannya yang kreatif makanan enak-enak in a minute terpampang nyata depan mata. Kelihatannya gampang ya, tinggal plung plung garam sekian, tinggal plung plung gula sekian. Tapiiii, gimana soal rasa? Heeem, berdasarkan pengalaman yang udah-udah sih, meskipun resepnya sama tapi hasilnya pasti beda. Kata orang dulu, beda tangannya. Ayo, gulung lengan baju hahaha… .


source : Ig Kriya Indonesia. Tampak Fanny dan Ibu Ari dari Museum Tekstil menjelaskan wastra Indonesia 


Tanggal 26 Februari 2017 lalu, agenda Kriya Indonesia kali ini lain dari yang biasanya. Selain wisata keliling Museum Tekstil yang dipandu oleh si bule Guide cantik Fanny asal Italia yang sudah khatam betul soal dunia tekstil di Indonesia juga ada demo masak. Entah apa alasannya sehingga Ayam rica-rica dan Puding Sarikaya Gula Merah dipilih Jun Joe Winanto, seorang sahabat Blogger yang doya becanda tapi baik hatinya ini untuk acara Wisata Belanja Bersama Honestbee ini. 

Source : Ig Kriya Indonesia. Ki - ka : Gita (MC), Ibu Ari (perwakilan Museum Tekstil), Mba Astri (Founder Kriya Indonesia), Tonny (perwakilan Honestbee), Jun (Chef). 


Bapak dua anak yang masih keliatan kaya anak kuliah ini memang hobi masak. Dia selalu bawa kantong doraemon berisi olahan kuliner racikan tangannya untuk diicip icip teman-teman setiap ada acara Blogger. Boleh dibilang, saya termasuk orang yang cukup sering goyang lidah mencicipi bawaannya dan dengan mata berbinar-binar dan ngga tau malunya, bilang gini, “Enak Jun. Lain kali bawa yang banyak ya, gw mau bawa ompreng!” hihihihi… .

source : Ig Kriya Indonesia 


Skip yaaa..

Kembali ke acara. Selama ini saya suka juga masak ayam rica-rica. Tapi setelah saya bandingkan dengan racikan Jun, banyak bedanya lho. Pertama, pemilihan ayam. Jika Jun lebih suka memakai ayam pejantan saya pakai ayam broiler. Kedua, jika Jun menggoreng ayamnya dulu setengah matang baru dimasak lagi dengan bumbu sampai matang, saya langsung menumis bumbu sampai wangi baru memasukkan  ayam mentahnya dan dimasak sampai matang.

Catatan buat saya, tekstur ayam pejantan jauh lebih alot dari ayam broiler jadi ngga gampang hancur kalau bolak balik diangetin ya. Thanks ya Jun.


Ketiga, jika Jun cukup menggeprek sereh dan merobek daun jeruk purut, kalau saya diiris halus semuanya. Keempat, Jun sama sekali ngga memakai kemiri dan tomat, sementara saya selalu memakai kemiri supaya bumbunya lebih kental dan rasa asam segar tomat terasa. Bisa jadi nih ya, pemakaian kemiri dan tomat bisa membuat ayam rica jadi cepat basi. Karena, dari pengalaman yang udah-udah, ayam rica-rica saya ga sampe bertahan lama. Itulah sebabnya saya setiap masak ayam rica saya ga mau banyak-banyak. Takut basi. Sayang  duit kalo kebuang sia-sia booo… hahahah… .

Nah, penasaran kan sama resepnya? berikut saya kasih sontekan Ayam Rica-rica Ala Jun ya …

 1 ekor ayam pejantan dicuci bersih lalu digoreng stengah matang. Sebelum digoreng boleh didiamkan dulu sebentar dan dibaluri garam dan bawang putih.

10 bawang merah, 5 bawang putih, 15 cabe merah keriting, 10 cabe rawit merah, kunyit dihaluskan.

Dua batang sereh, 5 daun jeruk

Caranya :
1.       Tumis bumbu halus sampai wangi dan terpisah, lalu masukkan ayam. Aduk rata.
2.       Tambahkan air kira-kira 500 cc untuk mengempukkan ayam. Beri garam dan gula sesuai selera.
3.       Masak sampai airnya menyusut tapi tidak sampai kering alias habis airnya. Angkat. Hidangkan.

Jun mengatakan, meski memasak merupakan passionnya, tapi kesehatan juga menjadi fokus utamanya. Untuk itulah dalam setiap masakannya, Chef yang juga mantan Editor ini menghindari penggunaan vetsin atau penyedap rasa. Menurutnya, untuk memperkuat rasa masakan jangan pernah takut pake banyak bumbu seperti bawang, cabe dan lain-lain. Penting nih, thanks ya Jun. 

source : Ig Kriya Indonesia


Selama menunggu ayam rica matang, segera Jun menyiapkan menu kedua, dessert Puding Sarikaya Gula Merah. Kelihatannya sih gampang, lha wong cuma ngocok telur lalu dicampur dengan santan dan gula merah aja lalu dikukus koq. Simpel. Tapi eh tapi, rupanya ada trik lho supaya amisnya telur ga tercium.

Jun yang ga pelit kasih info ini bilang, “supaya aroma amisnya telor ga tercium, kita kucurin air jeruk lemon ya di adonan pudingnya sebelum dikukus. Selain bikin ga amis, pudding juga jadi lebih lembut dan wangi.” Kaya aku ya Jun? Eeeaaaa… :D

source : Ig Kriya Indonesia 


By the way, Jun belanja sebagian besar bahan-bahan untuk masaknya ini melalui aplikasi Honestbee lho. Saya sendiri juga baru nyoba aplikasi belanja online ini dan memang terbantu banget lah untuk belanja kebutuhan sehari-hari mulai dari Toiletress, food grade, fruits, frozen food, medicine, etc. Aneka  promo menarik dapat kita temukan di sini. Kebetulan saya kebagian harga murah untuk minyak ukuran 5 liter, detergen cair dan kecap. Alhamdulillah, bisa borong deh buat stok.

source : Ig Kriya Indonesia 


Melalui aplikasi Honestbee, kemudahan belanja semakin asik aja. Ga perlu habis waktu untuk dandan, parkir kendaraan dan habis bensin, staf Honestbee-lah yang akan membelanjakan daftar barang pesanan kita di store-store yang sudah kita pilih sebelumnya. Di hari yang sama dan range jam yang sudah ditentukan, cukup duduk manis aja maka barang pesanan kita diantarkan ke alamat pengiriman. Pembayarannya juga cukup mudah, mau pakai credit card bisa, mau cash on delivery juga ayo.

Oiya untuk pengguna baru ada banyak promo menarik juga. Misalkan aja, kode kupon HALO JAKARTA bisa digunakan untuk pembelanjaan 300 ribu mendapat diskon 75 ribu dan bisa digunakan dua kali lho. Promo kode kupon ini adalah bagian dari promo launch wilayah area pengiriman untuk Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi. Asik banget kan, ihhiiyyy….




Di acara Wisata Belanja ini, teman-teman yang hadir mencoba aplikasi Honestbee dan memesan barang dengan lokasi pengiriman di Museum Tekstil. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui begitu kali ya perumpamaannya.  Bisa wisata edukasi untuk nambah ilmu serba serbi dunia wastra Indonesia, bisa nambah ilmu masak sekaligus icip-icip dan satu lagi bisa belanja keperluan sehari hari melalui smartphone seketika melalui Honestbee. Mantab jiwa.
Ditunggu lain kali ya keseruannya…

source : IG Kriya Indonesia