Selasa, 28 Juni 2016

Tiga Taktik Mudik Cerdas Bersama Mobil123.com

Juni 28, 2016 8




Mudik adalah ritual tahunan yang selalu menampilkan fenomena tersendiri. Perhatikan aja, sejak H-10 Lebaran siaran televisi sudah mulai menayangkan gelombang sporadis pemudik ke kampung halamannya. Dari Stasiun, Terminal, Bandara hingga Pelabuhan setiap hari menampilkan segala pernak pernik mudik. Mulai dari susahnya mencari tiket, besarnya ongkos yang harus dikeluarkan, macet berkilo-kilo meter hingga musibah yang tidak dapat dihindarkan seperti kecelakaan lalu lintas.

Mengingat begitu besarnya efforts bagi pemudik untuk bisa sampai ke kampung halamannya, tentu aja persiapan fisik dan mental dibutuhkan sebelum berangkat mudik. Baik Moda transportasi umum maupun menggunakan kendaraan sendiri mau ngga mau menjadi pilihan. Dengan resiko plus minusnya, masih banyak pemudik yang acuh pada keamanan, yang penting bisa sampai dengan selamat sampai tujuan.


Minggu, 26 Juni 2016

Serunya Liburan Di Padjajaran Suites Resort Bogor Saat Ramadhan (Part 2)





Di postingan sebelumnya saya menceritakan mengenai ‘bukan liburan biasa’ keluarga saya di bulan Ramadhan ini. Saya juga menceritakan rute menuju Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel Bogor dan fasilitas kamar yang kami tempati. Okelah, kita lanjut yaa…

Ibu selalu punya cara… 
dari sisi saya ini terlihat lantai dua resto outdoor Bale Bancakan
Sebagaimana yang disepakati akhirnya waktu yang ditunggu anak-anak tiba juga. Mereka menagih untuk eksplorasi sekeliling Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel Bogor ini. Dasar anak-anak, baru saja turun lift, semua lari berpencar. Mba Nala dan Mas Tsaka ke arah kanan menuju pintu masuk berkaca tadi-lantaran dari awal datang sudah nge-tag-pengen nyobain sepeda tandem yang berdiri berjajar di sisi kiri pintu masuk. Sementara itu Dega juga lari ke arah kiri menuju Kolam renang out door. Duuh, sebel deh, saya jadi ngga bisa mengarahkan anak-anak untuk difoto-foto.

Segera saya susul Dega ke kolam renang. Sesampainya saya di sana, terlihat raut wajah kecewa Dega  melihat kolam renangnya yang kotor. Terlebih ketika dia melihat tulisan CLOSE di pinggir kolam. Saya hibur si bungsu ini, “mungkin karena lagi puasa kali, De. Jadi kolam renangnya ditutup.”

“Terus aku ngapain dong kalo ga bisa renang?” Dia mulai merajuk.

Saya usulkan untuk gantian saja bersepeda tandem dengan duo kakaknya ini. “Yuk, kita tungguin di depan. Nanti Dega keliling-keliling sama Mas Tsaka ya. Nanti Ibu sama Mba Nala tungguin di Lobby, oke?”





Oiya, sepeda tandem di Resort ini ngga gratis, ya. Harga sewanya 1,5 jam aja Rp 50.000,-. Mahal atau murah bagi saya relatif ya. Tapi untuk kondisi seperti ini ngga masalah lah, sensasi naik sepeda tandem kan ngga sering-sering kita bisa rasakan.
hampir aja saya ketiduran di sofa lobby utama nih :)

Selama menunggu duo Abege bertandem ria, saya ajak Dega menelisik setiap sudut Resort. Berada tepat disamping area Customer Service, Bale Bancakan Restaurant dibagi menjadi dua area yaitu indoor dan outdoor. Di area outdoornya, terdapat meja bilyard yang boleh digunakan oleh para tamu. Tapi ada syaratnya, kalau propertinya ada yang rusak maka harus bayar ganti rugi.


lokasi outdoor Resto Bale Bancakan. Di sini tersedia billyard dan music lounge Hegar Manah. Nah, dari sini tinggal turun ke kolam renangnya deh :)

Oiya selain meja billyard, di area ini juga terdapat Music Lounge Hegar Manah namanya. Bisik-bisik teman yang pernah nginep di sini, setiap malam minggu live musiknya sih asyikk, cuma sayang karena mungkin pas bertepatan dengan bulan Ramadhan jadi ditiadakan dan digantikan lagu-lagu Maher Zain. Oke, faiin…

spot cantik nih. Dari Resto outdoor Bale Bancakan ini bisa liat pool :)

Nah, di bawah restaurant ini, berdampingan dengan area kolam renang di lantai ground terdapat dua ruang meeting bernama Bale Rancage 1 dan 2. Sementara yang satu lagi, Bale Rancage 3 difungsikan sebagai Musholla. Oh saya jadi ingat, mungkin di area ini kali ya, sewaktu teman kerja saya dulu, mba Dewi cerita apabila perpisahan sekolah anaknya di Padjajaran Suite Resort ini. Mungkiiiinnn….


lokasi bale Rancage persis di bagian bawah Bale Bancakan, berhadapa dengan pool :)

Puas di sini saya ajak Dega kembali pintu masuk utama. Di area luar ini saya amati area parkirnya terbilang cukup luas. Untuk menampung membludaknya jumlah kendaraan yang parkir, area parkir juga disediakan di basement yang berada di belakang bangunan gedung Resort. Wiiiyyh, lega dan kita ngga kena biaya apa-apa pula untuk parkirnya. GRATIS.

obat bete Dega ya main sama ikan aja di depan lobby utama :)

Ngga lama duo Abege ini pulang keliling-keliling dari tandeman. Kemudian saya nanya, kemana aja mereka tadi. Katanya, mereka keliling keluar resort menuruni jalanan utama menuju ke perumahan Bogor Nirwana Residence. Kata mereka lagi, ”turunnya enak,Bu. Pas mau balik ke resort, jalannya nanjak. Pegel hahahaha… “

Dega ikut tertawa-tawa membayangkan duo kakaknya yang ngos-ngosan jalan nanjak. Dega pun berusaha membujuk Mas Tsaka, “untung tadi aku ga ikut. Sekarang tandem sama aku yuk Mas, tapi jangan jauh-jauh ya.”

Berbuka puasa dan Sahur Bersama
Resto indoor saat Buka dan Sahur :)
Setelah main-main, kami balik kamar dan mandi. Ngga terasa Adzan Maghrib berkumandang dari televisi. Setelah berbuka sekedarnya untuk membatalkan puasa, kami bergegas menuju Bale Bancakan Restaurant. Lantaran telat, banyak makanan yang luput saya foto-foto karena sudah hampir habis.

Di sini, semua makanan minuman disajikan dengan cara prasmanan. Untuk menu utama ada tiga pilihan karbohidrat yang menarik yaitu nasi putih, nasi goreng Cina dan Mie goreng. Namun yang benar-benar bikin saya sampe ngeces-ngeces ya apalagi kalau bukan lumpang batu berisi aneka sambal selera saya. Tapiiiii, sayangnya sambel yang saya hampiri juga sudah ludes tak bersisa. Alamaaakk… :D


Sayang sekali pas berbuka, banyak kuliner yang ngga sempat difoto. Udah (hampir) habis :(

Syukur alhamdulillah, saat Sahur suasananya masih sepi. Saya masih bisa foto-foto meski kamera handphone saya kurang bagus hasilnya untuk memotret di kegelapan. Di area outdoor saya tertarik melihat gubukan Egg Corner. Aneka sajian telur seperti Omelett, Telur mata Sapi atau telur dadar digoreng seketika oleh Cheff-nya. Karena memang asyiknya makan makanan yang panas, maka pilihan sahur saya adalah bubur ayam komplit dilanjutkan dengan Kwetiau kuah Siram. Omelet telur yang saya cocol dengan saus sambal juga haruslah saya cobain.


Egg Corner favorite saya. Sengaja duduk dekat Chef-nya, biar bisa ngendus wangi telur digoreng dan denger suara desisan minyak panasnya :)

Bersebelahan dengan gubukan Egg Corner ada lagi gubukan yang menarik perhatian saya yaitu Pancake. Susunan pancake dalam wadah hangat stainless bisa kita ambil sesukanya dengan toping sesuai selera kita. Dan untuk yang suka manis-manis, tinggal pilih aja aneka croissant yang disajikan dalam rak-rak tinggi ini.


Mau Roti panggang, Pancake atau aneka Croissant? Yuukkk :)

Selepas Sahur dan matahari sudah menggeliat menyinari pagi, waktunya untuk Cek Out tiba. Kenapa ngga siangan aja sih, bukannya batas waktu cek out jam 12 siang? Iya sih, tapi saya ada acara di Epicentrum Rasuna Said siang nanti. Jika gambling siang-siangan cek outnya saya ngga berani ambil resiko kena macet dan telat di acara berikutnya.





Anyway, liburan ini benar-benar bukan liburan biasa deh. Sesuai dengan mottonya, Feels more than home kami sekeluarga merasa betah seperti rumah mewah sendiri hihihihi...

Selain itu, tentu aja pengalaman yang ngga akan kami lupakan. Ngga perlu jauh-jauh tapi esensi liburan keluarga sudah kami dapatkan semua di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel Bogor ini. Nah, buat yang masih bingung mengisi agenda wikend selama Ramadhan cobain aja promo yang ditawarkan selama Ramadhan di sini.

Contact info :
Padjajaran Suites Resort & Convention Hotel Bogor
Jl. Bogor Inner Ring Road Lot XIX C-2 No.17 Bogor, 16132 Jawa Barat, Indonesia
Telp. +62 251 756 9000 Fax. +62  251 756 3822
Email reservation@padjajaransuitesresort.com
web www.padjajaranhotels.com 


Sabtu, 25 Juni 2016

Serunya Liburan Di Padjajaran Suites Resort Bogor Saat Ramadhan (Part 1)

Juni 25, 2016 4




Liburan merupakan salah satu cara untuk mengembalikan stamina dan pikiran yang terkuras setelah melakukan aktivitas di hari-hari biasa. Dari berbagai literasi yang saya baca, liburan juga sangat bermanfaat untuk mengembalikan semangat sekaligus memperat bonding keluarga. Selain itu liburan juga bisa dijadikan moment yang tidak terlupakan bagi anak. Ada kenangan tersendiri  bagi anak-anak ketika berlibur di suatu tempat.

Nah, begitu juga dengan saya dan keluarga. Tanpa pikir panjang lagi saya langsung mengiyakan ketika ada tawaran untuk mengisi libur akhir minggu kami di Padjajaran Suites Resort & Convention Hotel Bogor di weekend kemarin. Sempat sih suami saya ragu-ragu, mengingat liburan kali ini bukanlah liburan biasa. “Ingat, ini Ramadhan. Kita lagi berpuasa, lho.” 

Hohoho, saya pun nyerocos mematahkan keragu-raguan suami. “Nah, justru karena lagi berpuasa ini, kita perlu cobain pengalaman baru ini, Yah. Coba deh bayangin, Yah, kan bla… bla… bla… .”

Satu… dua… tiga…

Saya mulai menghitung dalam hati. Iya atau ngga, nih?

Daan, suami pun akhirnya menganggukkan kepala. Iyessssss…

“Yeayyy, liburan di hotel…!!!”

Anak-anak kegirangan. Mereka langsung bersemangat mengira-ngira seperti apa rasanya liburan di hotel saat berpuasa.  Tantangannya seperti apa ya liburan di Resort ini? Aiih, jangankan anak-anak, saya juga ikut-ikutan bersemangat menunggu hari Sabtu tiba. Ahahahaa… 



Hampir aja kena macet…
Hari Sabtu rencananya kami akan berangkat pagi-pagi. Tapi karena berbarengan dengan pengumuman kelulusan SMP si sulung, Mba Nala, maka kami baru bisa berangkat tengah hari bolong jam 12.00 WIB. Setelah menempuh jarak lebih kurang  45 kilometer dari rumah kami di Cileungsi kurang lebih jam 14.00 kami baru sampai di lokasi.

Pasalnya kami hampir kena macet setelah bayar tol Bogor arah ke Baranang Siang. Saya lihat di depan saya, antrian kendaraan macetnya udah bikin mampet. Buru-buru saya mundurkan persneling untuk ikut-ikutan mobil-mobil lain belok kiri ke arah Katulampa lalu tembus ke Tajur. Meski lewat jalan kecil, dan berputar-putar tapi saya lebih suka, karena bebas macet.

Keluar di Bale Binarum Tajur sampailah kami di mulut jalan Padjajaran Raya. Dari situ saya berbelok kiri sampai ujung jalan Padjajaran. Kemudian sampai di lampu merah yang di depannya ada bundaran saya belok kanan mengikuti arah dari plang reklame Padjajaran Suite Resort. Oiya, sekedar info aja, untuk yang bingung sama lokasinya, jangan kuatir deh, saya lihat banyak sekali panduan arah berupa reklame Padjajaran Suite Resort Bogor di sepanjang jalan menuju lokasi. Jadi ngga usah kuatir kesasar deh.

Dega yang bete ditinggal duo kakaknya jadi terhibur liat ikan di depan lobby utama :)
Mengikuti arah panduan reklame, sampailah kami di kawasan Dreded. Kembali kami mengikuti panduan arah plang untuk berbelok kiri menuju perumahan Bogor Nirwana Residence. Terletak di jalan Bogor Inner Ring Road Lot XIX C-2 No. 17, kurang 3 kilometer dari gerbang perumahan ini sampailah kami di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel Bogor.


Finally, sampai juga…


Perfecto. Masya Allah, cantik sekali pemandangannya. Dilatar belakangi panorama gunung Salak yang menjulang, belum-belum kami sudah berdecak kagum sesampai di pelataran parkir Padjajaran Suites Resort & Convention Hotel Bogor.  Meski cuaca panas terik tapi hawanya memang beda, sih. Lebih sejuk.

Terus terang saya langsung merasa betah seketika. Gimana ngga betah, sejak kami memasuki pelataran parkir, proses cek in, sampai kami memasuki kamar, senyum ramah dari seluruh karyawan menyambut kedatangan kami seperti menyambut keluarga sendiri. Syueneeennggg….


Proses Cek In ga sampe 10 menit ihiiyyy :)

Tidak buang-buang waktu lagi, saya segera menuju Customer Service untuk proses Cek In. Di sini saya hanya dimintakan KTP untuk validasi data yang akan diinput petugasnya. Prosedur Cek In ini sebentar koq. Ngga sampai sepuluh menit. Apa karena nama saya sudah terdaftar di list booking kali ya? Ngga tau juga deh. Sekali lagi saya terkesan dengan cekatannya pelayanan di sini.

“Silakan, Bu. Ini password Wifi-nya, kunci kamar dan juga kartu makannya. Rencananya, Ibu akan makan pagi atau Sahur?”

“Kami Sahur, Mas.”

“Baik, Bu. Ibu mendapat dua kali makan, ya. Untuk Iftar dan Sahur nanti. Terimakasih. Selamat berlibur.”

Pool outdoor. Cantik ya, sayang lagi close

Tiba di lantai lima, Kamar yang kami tempati view-nya menghadap kolam renang. Kebetulan dari tiga type room yang tersedia, saya menempati Executive Room. Nah, berikut saya infoin ya type-type room yang ada lengkap dengan fasilitasnya :

Type pertama, Superior rooms.
Type room ini berkonsep modern minimalis. Cocok sekali untuk tamu seperti urusan bisnis atau Traveler yang ingin beristirahat dari kesibukan seharian. Berikut fasilitas yang tersedia di dalamnya :
·         AC
·         Double and Twin Bed
·         Shower
·         Water Kettle
·         Telephone
·         Writing Desk
·         Hot and Cold Water
·         Connecting Room
·         Hotspot and TV Cable

Type kedua, Executive Room.
Type room ini menampilkan desain minimalis. Untuk mendukung kenyamanan tamu, room ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung seperti :

·         AC
·         Double and Twin Bed
·         Shower
·         Mini Bar
·         Water Kettle
·         Telephone
·         Writing Desk
·         Hot and Cold Water
·         Hotspot and TV Cable

Yang membedakan Executive Room dengan Superior Room adalah adanya fasilitas tambahan berupa Mini Bar.

Type terakhir, Royal Suite.
Type room ini didesain untuk tamu yang menyukai kemewahan dan kenyamanan terbaik. Di room yang luasnya paling besar ini, selain dilengkapi dengan ruang duduk yang nyaman juga tersedia fasilitas berikut :
·         AC
·         Double and Twin Bed
·         Shower
·         Mini Bar
·         Water Kettle
·         Telephone
·         Writing Desk
·         Hot and Cold Water
·         Hotspot and TV Cable
·         Bathtub
Yang membedakan Executive Room dengan Royal Suite adalah adanya fasilitas Bathtub dan satu set sofa di ruang duduknya.

Oke, kita kembali ke anak-anak ya, yang berbinar-binar liat dari dalam kamar view kolam renang di bawah. Tadinya sih anak-anak langsung pengen ke sana. Tapi, ntar dulu deh ya anak-anak. Kita eksplor dulu isi kamarnya, eh salah, kita istirahat dulu. Emang ngga cape? Hhihihi…

Mainnya nanti dulu ya, kita istirahat dulu kan baru sampe :)
Beklah, semua sepakat. Suami saya langsung menyetel tayangan edukasi National Geographic di TV kabel. Saya langsung bebenah memindahkan aneka barang-barang bawaan ke lemari di sisi kiri yang berhadapan dengan kamar mandi. Saya juga memindahkan snack dan roti-roti yang saya beli di Indoma**t tadi di meja bar di samping televisi untuk camilan anak-anak nanti. Nah, nah, bingung kan, kenapa saya bawa persiapan logistik segala? Jadi gini, Sebelumya saya udah dapat bisik-bisik. Katanya, lebih baik bawa camil-camilan deh buat iseng ngemil di kamar, karena lokasi resortnya jauh dari hiruk pikuk keramaian. Pas untuk yang pengen bener-bener libur dari rutinitas deh :)


di depan meja rias ini ada cermin tinggi yang bisa memantulkan siluet diri penuh. sst, rekomen buat yang suka narsis mirrorselfie kaya saya :)

Oiya mengenai fasilitas di Executive Room ini, ada yang menarik mata saya deh. Di lemari pakaian, selain disediakan beberapa gantungan baju, juga tersedia brankas kecil dan perlengkapan Sholat lengkap seperti Mukena satu set, Sajadah dan Alquran yang tertata rapi. Saya langsung mendongak, mencari arah kiblat. Voilaaa, di langit-langit kamar, tertempel stiker arah Kiblat. Good :)

Di area depan lemari yang berhadapan dengan toilet, ada meja rias, tong sampah tertutup, dan cermin yang tingginya seukuran orang dewasa. Sayangnya, sandal kamar yang biasanya seharusnya ada, ini justru ngga ada. Bagian Housekeeping-nya lupa kali ya? Hihihii…


di wastafel tersedia toiletris lengkap seperti pasta gigi, sikat gigi, shower cap, cotton bud. Mau mandi air panas atau dingin, juga tinggal pilih aja koq. Handuk sudah tersampir manis tuh :)

Sementara saya beres-beres si sulung langsung buka laptop, si tengah juga langsung sibuk dengan gadgetnya memanfaatkan akses wifi yang tadi diberikan. Dan si bungsu, seperti biasa deh, curiosity-nya kadang seperti detektif Conan yang menyelidiki suatu kasus. Dia buka tutup lemari, keluar masuk toilet, ngecek-ngecek cara kerja kran shower air panas dan dingin lalu buka tutup pintu kamar dengan menggunakan kartu magnetic yang berfungsi sebagai kunci kamar. Norak ya? Hihihihi… tapi gapapa deh, namanya juga anak-anak. Ini benar-benar pengalaman baru buat dia, sih.




Menjelang sore, setelah istirahat anak-anak nagih janji dong untuk eksplorasi tiap sudut Resort. “Oke, oke kita turun yuk ke kolam renangnya. Terus kita foto-foto. Terus kita main sepeda tandem. Deal??”

Deaaaallll….

Tapi rencana tinggal rencana. Setelah turun lift apa yang terjadi? Nantikan tulisan saya di part berikutnya ya :)
Ketemu Desi Namora dan Oka. Have a nice holiday yaaa *kiss



Jumat, 24 Juni 2016

Review Buku : Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW

Juni 24, 2016 2







Judul buku          : Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan kisah ajaib lainnya
Penulis                : Astri Damayanti
Ilustrator             : Inner Child, Ning (Orang Nira), Ranto (Kumbalaseta)
Editor                  : Mursyidah
Penerbit              : Qibla - BIP
Jumlah hal          : 265 halaman
Terbit                  : April 2016
ISBN                   : Rp 115.000,-


Hobi membaca buku bagi anak jaman sekarang mungkin belum menjadi hobi mengasyikkan. Biasanya hobi yang banyak dipilih adalah bermain dan belajar melalui gadget. Begitu juga dengan anak-anak saya. Terus terang saya miris membayangkan masa kecil saya yang diisi dengan buku-buku bacaan dibandingkan dengan kondisi anak-anak saya sekarang ini. Saya ingin sekali anak-anak saya juga tertarik  dan cinta membaca buku. Tapi buku yang bagaimana? Buku apa yang bisa memberi dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual anak-anak?

Launching buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW

suasana launching Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan kisah ajaib lainnya

Bertempat di Gramedia Matraman Jakarta beruntung saya bisa menghadiri undangan launching buku anak Islami berjudul Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW tanggal 22 Mei 2016 lalu. Terus terang saya penasaran akan pertanyaan saya mengenai buku yang akan diluncurkan ini, apakah buku ini sesuai dengan yang saya cari selama ini.

Dalam sambutannya, Astri Damayanti penulis buku ini menjelaskan, “Buku ini merupakan buku yang lebih ke pendidikan karakter anak. Saya melihat sekarang ini kondisi anak-anak Indonesia memang membutuhkan bacaan seperti ini.”



Menurutnya lagi, sebelum dia memutuskan menulis buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW, Astri Damayanti telah membuat riset terlebih dulu. Kira-kira buku anak seperti apa yang belum ada dan misalkan sudah ada, apa sih perbedaannya dari buku tulisannya sendiri. Ditegaskannya, buku yang ditargetkan untuk anak berusia 10 – 15 tahun ini menjadi pembeda dengan buku anak lainnya. Tapi untuk anak berusia dini pun juga bisa, para orang tua jadi mempunyai stok banyak kisah yang bisa didongengkan setiap malam pada anaknya.

Dalam buku ini ada 87 kisah, artinya para Mama punya 87 malam untuk mendongengkan anaknya ~ Astri Damayanti

Diakuinya, kisah-kisah yang ditulis ulang dalam buku ini bersumber dari Alquran, Hadist dan buku-buku islami lainnya. Dia mencontohkan, “Coba deh baca kisah Nabi Danial dan Singa. Di dalam Alquran memang tidak dijelaskan mengenai Nabi Danial, tapi dibenarkan di dalam Hadist yang diriwayatkan para sahabat. Di bagian akhir kisah, tetap saya cantumkan sumber dari mana sumbernya.”

Kesan Pertama


cover depan belakang buku, lihat deh hologram blink-blink-nya. Kesannya mewah ya :)

Okelah, sekarang saya mau mereview buku ini dengan cara saya ya. Memegang buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan kisah ajaib lainnya kesan pertama saya cuma satu. MEWAH. Bagaimana tidak, fisik buku yang berukuran 17cm X 22cm ini sampul bukunya terbuat dari kertas tebal dan mengkilap dengan hologram blink-blink yang menjadi latar dari gambar ilustrasinya.Warna ungu lembut yang mendominasi sampul depan dan belakangnya terasa begitu adem di hati. Wah, pas sekali ini untuk bacaan anak-anak!

Tapi nanti dulu, saya buka secara asal satu-satu demi satu halamannya. Ukuran huruf yang lebih besar dari biasanya dengan proporsi antara tulisan dan gambar yang seimbang mampu bikin saya berkata, “ya, ini dia buku untuk anak yang saya cari-cari.”


Dega sampe bolak balik baca buku ini, hurufnya gede-gede, dia suka :)

Saya perhatikan, di setiap lembar halaman penyusunan gambar ilustrasi tidak melulu ada di bawah kalimat. Terkadang gambar diletakkan di atas, terkadang di tengah, terkadang di bawah, dan terkadang di atas dan di bawah mengapit kalimat. Apalagi gambar-gambar ilustrasi dibuat berwarna-warni dari halaman depan sampai belakang. Bervariasi. Ngga akan bosan membacanya.


Menurut saya, penataan lay out gambar yang dinamis bikin ga bosen bacanya :)

Mulai Tertarik
Lanjut ke isi buku. Membaca lembar demi lembar isinya, saya semakin takjub dan tidak berhenti membaca sampai selesai. Tadinya saya kuatir, buku yang berisi 87 kisah hebat Nabi Muhammad SAW bakal membosankan. Penulis Astri Damayanti yang telah menulis ratusan buku dengan lincah menceritakan satu demi satu kisah dengan gaya yang mengalir ringan. Didukung dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, Astri Damayanti yang aktif sebagai pengajar dan konsultan pendidikan non formal mampu menuangkan kisah-kisah penuh teladan tanpa menggurui si pembaca.


Ada seorang wanita tua yang datang menemui Nabi Muhammad SAW. Dia adalah seorang nenek yang sangat rajin beribadah.
“Aku sudah sangat tua dan merasa bahwa ajalku sudah tidak akan lama lagi. Aku mohon kepadamu ya Rasul, berdoalah untukku agar aku bisa masuk surga,” kata nenek itu ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Paragraf 1 dan 2 halaman 1, judul Nabi Muhammad SAW dan seorang nenek.


Kisah ini menggambarkan sisi lain Nabi Muhammad SAW yang humoris. Selain menceritakan kisah hebat Nabi Muhammad SAW buku ini juga menceritakan kisah-kisah ajaib yang menimpa Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, Nabi Uzair AS dan lain-lain. Tauladan pun tidak hanya bersumber dari Nabi Muhammad SAW saja, melainkan dari tokoh binatang seperti berikut ini.  

Tiba-tiba seekor burung datang membawa makanan dan menyuapkannya ke mulut si pedagang. Setelah makanan habis, burung itu pergi. Tak lama, dia kembali dengan membawa air dan memberikannya ke dalam mulut si pedagang untuk diminum. Hal tersebut berlangsung selama beberapa hari. Paragraph ke tiga halaman 11, judul Laki-laki yang terbelenggu.

Kesimpulannya


Kesimpulan saya, Kisah hebat Nabi Muhammad SAW dan kisah ajaib lainnya merupakan solusi terbaik memilihkan bacaan berkualitas untuk anak-anak bertema islami. Banyak petuah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari buku ini, terutama bagi anak-anak untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad SAW. Menariknya, setiap kisah dibuat berdiri sendiri masing-masing dua lembar halaman sehingga untuk bacaan anak yang mudah bosan berlama-lama membaca, buku ini merupakan solusi tepat untuk membaca satu hari satu kisah.

Kekurangan buku ini menurut saya hanya di berat netto buku. Tapi masih masuk akal juga, sih, karena buku ini bukan untuk dijadikan bacaan ringan dalam perjalanan. Justru buku ini layak sekali dibaca menjelang tidur agar suri tauladan Nabi Muhammad SAW terpatri dalam ingatan anak-anak. Jika terpatri kuat, bukan tidak mungkin akan berdampak positif pada perkembangan mental dan spirituil anak-anak. Aamiin.



Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW bisa dibeli di MatahariMall.com

Add caption