Sabtu, 30 April 2016

9 Tips Saat Di Toilet Umum

April 30, 2016 0





Saat bepergian seringkali kita terpaksa harus mampir ke toilet umum. Mau bayar atau gratis ngga masalah asalkan toiletnya bersih dan wangi. Nah, masalahnya terkadang kita menemukan toilet yang tidak terawat fasilitasnya, seperti kotor, bau, mampet dan lain sebagainya yang bikin kita enegh. Tapi gimana lagi, mau ga mau kita harus tetap buang hajat juga. Mau terkena infeksi saluran kemih gara-gara maksa nahan pipis?

Jumat, 29 April 2016

Ramadhan Bersama Menu Olahan Praktis Fivafood (Part 1)

April 29, 2016 13





Sebentar lagi Ramadhan. Seperti tahun yang sudah-sudah, geliatnya sudah  saya rasakan sejak sebulanan ini. Pertama, tentu saja menghitung utang puasa yang sudah terbayar atau belum. Kedua, seperti kebanyakan ibu-ibu lain, saya lagi hobbi mencari-cari resep masakan untuk menu Sahur yang praktis diolah. Excited sekali pokoknya, deh.

Jumat, 22 April 2016

Kesempatan Kedua

April 22, 2016 14


 
source : Google


“Dia ngerengek-rengek minta balikan lagi. Sementara gw juga udah cape dibohongin dan diselingkuhin terus. Tolongin dong, gw pengen minta pendapat elo nih.”

Kata-kata Andi-adik kelas SMA saya-tadi pagi terus terbayang-bayang di mata saya. Dia cerita, calon pacarnya yang sedianya akan dinikahi dalam waktu dekat ketahuan bohong dan bermain api dengan pria lain. Sakit hatinya kembali membara mengingat kandasnya perkawinannya dulu disebabkan oleh perselingkuhan istrinya. Dan kini hal sama kembali lagi terjadi dalam hidupnya, AFFAIR.

Saya mengerti sekali apa yang dia rasakan. Antara harapan, harga diri dan sakit hati pasti menjadi pertarungan hebat dalam benaknya sampai dia minta pendapat seperti ini. Terus terang saya tidak banyak memberi saran karena cuma sekedar kenal aja, tidak akrab. Saya biarkan dia memilih keputusan sesuai dengan kata hatinya. Saya yakin dia sudah mempunyai keputusan, akan tetapi dia meminta pendapat hanya untuk mencari kepastian dan kekuatan atas keputusannya itu.

Menurut saya, KESEMPATAN KEDUA dalam relationship romantisme adalah bukan hal yang mudah dibahas. Namun saya mengingatkan pada teman saya beberapa point penting untuk kesempatan kedua bagi mantannya. Simak yuk :)

1.       Tanya pada diri sendiri.
Nostalgia memang begitu menggoda, apalagi ada sentuhan emosi yang terhanyut di dalamnya. Tapi coba pikir kembali, kira-kira jika ‘rujuk’ kembali apakah ada manfaatnya atau justru malah mudarat? Menurut saya keberhasilan suatu hubungan tergantung pada peran serta dua orang di dalamnya. Keberhasilan suatu hubungan juga tergantung dari alasan kenapa dulu sampai jadi berakhir. Jika alasannya karena faktor external rasanya masih layak diteruskan kembali, tapi jika karena faktor internal seperti ketidakcocokkan, maka bersiaplah pada hubungan penuh masalah. Yang terpenting, jangan pernah mengambil keputusan  karena ada unsure rasa bersalah atau justru tidak tahan dengan status jomblo sekarang.

2.       Tanya pada sahabat yang tau kepribadian kita bagaimana.
Memang sulit ya membayangkan kehadiran mantan dengan auranya yang melemahkan hati itu. Otak kita pasti akan sulit berpikir obyektif untuk mengambil keputusan. Nah dalam hal ini silakan deh minta pendapat sahabat yang tau sekali gimana karakter kepribadian kita. Yakin deh, saat mata kita ‘silau’, sahabat justru akan melihatnya dengan jernih dan obyektif.

Apabila dua hal tadi masih belum ditemukan juga solusinya, saya menyarankan untuk cari tau dari sang mantan langsung dengan cara menemuinya. Flash back ke masa lalu, dulu sekali saya pernah penasaran dengan mantan pacar saya. Saya nekat menemuinya dan segera saya menemukan jawaban kenapa rasa cinta deg-degan dalam hati saya sudah tidak ada sama sekali. Nah, mungkin dengan menemui sang mantan, siapa tau kepastian jawaban akan ditemukan, lanjut atau stop sampai di sini aja. Tau kan maksud saya?

Rabu, 20 April 2016

Sayang Uang Sayang Barang

April 20, 2016 18




Saya pernah mendengar pendapat, penampilan adalah kunci kesuksesan. Akan kentara sekali ketika profesi kita mengharuskan untuk bertemu dengan banyak orang, penampilan kucel, acak-acakan dan selebor tentu menjadi tanda tanya besar mengenai kepribadian kita.

Sehubungan dengan penampilan, setiap ada undangan event Blogger saya berusaha semaksimal mungkin untuk tampil sopan dan rapi. Baju-baju yang saya pakai adalah baju sehari-hari khusus untuk bepergian yang saya sesuaikan untuk acara formil dan non formil. Demikian juga dengan sepatu dan tasnya ikut saya sesuaikan juga. Ibaratnya, pakaian formil ngga mungkin saya sandingkan dengan sepatu kets kan hehehe…

Ngomong-ngomong soal sepatu, kapan terakhir kali ya saya beli sepatu? Hmmm, meski punya beberapa alas kaki, tapi saya ngaku deh bila masih tetep ‘ijo’ jika liat diskonan barang pujaan di etalase toko. Dari mulai tas yang untuk keperluan anu, tas untuk keperluan inu, sepatu untuk keperluan anu, sandal untuk keperluan inu, semuanya seperti ngga ada habisnya jika diikuti.  

The guilty shopper
Sayangnya, meski hobi dengan barang bagus,sejak beberapa tahun ini saya ngga hobi belanja lagi. Berat banget rasanya keluarin uang. Apalagi kebutuhan makin meningkat, pastilah prioritas kebutuhan yang saya utamakan. Saya tau banget, ini bukan soal pelit atau boros, tapi  ‘the guilty shopper’ jadi semacam siksaan juga.

Untunglah saya punya keluarga besar yang akrab. Lungsuran tas dari kakak-kakak saya yang mayoritas perempuan mendarat ke tangan saya dengan manis. Dengan tetangga yang seide seiman saya juga sering tukar-tukaran tas (baca ini ), yang penting kedua belah pihak sama-sama happy aja.

Nah, masalahnya terkadang saya kepentok juga. Soal sepatu kan jarang sekali ada lungsurannya. Mau ngga mau saya tetap harus beli, toh. *usap airmata

Jadi gimana dong? Hmmpph, terus terang saya ngga menyarankan untuk beli sepatu second atau beli yang murahan sampe bikin lecet atau kepeleset. Janganlah berpikir, demi dapet harga murah sampe kita harus tersiksa begitu. Beli yang bagus dan nyaman di kaki. Ngga papalah airmata dan keringat kita sesekali diinvest untuk beli alas kaki yang bagusan. Toh yang ngerasain kan diri kita sendiri juga. Deal.

Sekarang setelah membeli tentu kita harus merawat supaya ngga cepat rusak dong. Apa aja yang bisa kita lakukan untuk merawat barang supaya awet, berikut beberapa tips yang saya lakukan. Simak yuk.


Tips : kita hanya perlu sedikit cermat jika ingin barang kesayangan awet dan tahan lama

1.       Bawa alas kaki cadangan. Untuk pergi dan pulang ngejar-ngejar bis saya memakai alas kaki yang murah tapi enak dipakai, setelah sampai tujuan segera saya langsung ke toilet untuk berganti wujud pakai alas kaki yang bagusan. Sayang dong ah.

2.       Baca label perawatan dulu sebelum membeli. Jangan sampai setelah barang dibeli saya harus direpotkan lagi dengan perawatannya yang ajaib. Hal ini membuat saya berpikir dua kali sebelum membeli.

3.       Perawatan pakaian berbahan rajutan itu susah-susah gampang. Jadi daripada merepotkan, lebih baik saya menghindari memiliki pakaian berbahan rajutan. Lagipula bahan rajutan menurut saya kurang pas di Negara tropis macam Indonesia, gerah.

4.       Panas setrika itu bisa memudarkan warna dan merusak pakaian. Untuk menghindari pudarnya warna, strategi saya adalah dengan membalikkan pakaian, lalu menyetrika dari bagian dalam baju.

5.       Ingat, harga mahal suatu barang tergantung capsloknya. Sebelum membeli, kata-kata sakti ini dijamin bikin saya pikir panjang dulu untuk sebuah barang layak dibeli atau ngga. Jika lihat parade fashion show, bagus emang sih baju-bajunya yang sliweran. Apalagi biasanya itu karya desainer mahal. Tapi pikirkan lagi aja, yang memakainya siapa? Kalo ngga cocok dengan badan dan kepribadian buat apa dibeli?

Ribet banget ya?  Gapapalah daripada mubazir sudah beli barang tapi ngga dipakai sama sekali, ya kan. Kira-kira ada lagi yang mau ditambahi lagi ngga, monggo silakan lho J


Minggu, 17 April 2016

Asian Prawn Mixbowl, Sajian Sea Food Terbaru Dari A&W Restaurant

April 17, 2016 14


Sabtu 16 April 2016 kemarin saya dan teman-teman Blogger yang tergabung dalam A&W Community kembali diundang untuk mencicipi menu baru A&W Restaurant. Kali ini gerai A&W Restaurant di bilangan Kedoya tepatnya di Jalan Tomang Tol Raya samping perumahan Taman Kedoya Baru yang menjadi tuan rumahnya. Yeaaayy, deket banget ini ; deket rumah Ibu saya plus dekat kantor saya dulu kerja di Kedoya Elok Plaza. Bisa sekalian mampir nih, hehee..

Terus terang saya penasaran sambil menebak-nebak seperti apa menu yang akan A&W Restaurant launch kali ini. Mengingat beragamnya varian menu yang ada di restaurant cepat saji ini,dari mulai menu pembuka, menu utama sampai menu penutupnya semuanya saya dan keluarga saya suka. Kurang apa lagi coba deh??
 
Gayanya ga kompak nih sama Rooty Bear hahaha

Penyuka Sea Food
Waah, ngga nyangka! Sekali lagi saya cuma geleng-geleng kepala aja. Benar juga sih, kata siapa cuma ayam aja yang disukai mayoritas penggemar Fast Food? Penggemar udang pun mendapat keistimewaan kali ini dengan diluncurkannya ASIAN PRAWN MIXBOWL. Menemani kakak-kakaknya yang sudah lebih lebih dulu diluncurkan yaitu ASIAN CHICKEN MIXBOWL dan ASIAN FISH MIXBOWL, maka ASIAN PRAWN MIXBOWL menjadi alternatif pilihan lain untuk penyuka Sea Food khususnya Udang. Sluurrppss...

Asian Chicken Mixbowl

Bagi yang belum tau apa itu ASIAN MIX BOWL, ni ya saya kasih tau. Jadi Asian Mixbowl itu isinya nasi yang dikukus dengan sayuran menyehatkan seperti kacang polong, potongan wortel, pipilan jagung dan potongan buncis yang warnanya membangkitkan selera.

Asian Fish Mixbowl

Perbedaan dari tiga varian menu ini adalah lapisan inti diatas nasi dimana masing-masingnya punya penggemar tersendiri. Bagi penggemar Sea Food ada dua pilihan yang sama enaknya yaitu Asian Fish Mix bowl yang dibuat dari potongan ikan segar berkualitas tinggi atau yang terbaru ada Asian Prawn Mix Bowl yang yang berisi tiga ekor udang besar yang digoreng krispi. Untuk Chicken Lovers jangan kecewa dulu ya, Asian Chicken Mixbowl berisi dua chicken strip tanpa tulang yang digoreng krispi pas sekali jadi pilihan. Hayoo, jangan labil emosi ya mau yang mana hehehe...

Asian Prawn Mixbowl

Nah, udah ngeces kan? hahaha, by the way soal harganya gimana, bersahabat ngga? Ssst, jangan kuatir. Harganya worth it koq, mulai dari 25 ribu aja (ala carte) sampai 36 ribu jika pesan dengan minumannya sekaligus (paket).Semua harga sudah termasuk pajak ya.

Untuk Asian Chicken Mixbowl harganya Rp 31.500 + minuman Root Beer.
Untuk Asian Fish Mixbowl harganya Rp 31.000 + minuman Root Beer.
Untuk Asian Prawn Mixbowl harganya beda dikit nih, Rp 36.000 + minuman Root Beer.
Nah, untuk Udang goreng kripsinya jika masih kurang dikasih jatah 3 ekor, boleh koq nambah lagi. Satunya cuma Rp 7 ribu aja koq.

About A&W Restaurant

A&W Restaurant hadir di Indonesia sejak tahun 1985 dan kini telah mempunyai cabang di seluruh Indonesia sebanyak lebih dari 230 restaurant. Keunikan A&W Restaurant menghadirkan aneka pilihan makanan yang citarasanya tidak dimiliki restaurant cepat saji lainnya membuat restaurant ini memiliki penggemar tersendiri. Siapa yang ngga kenal dengan rasa ayam aroma khas A&W? Siapa yang belum nyobain Waffle Ice Cream A&W yang legendaris itu? Apalagi minuman rasa Sarsaparilla yang dikenal dengan nama Root Beer dengan gelas besarnya yang fantastik itu. Siapa coba deh yang ngga tau? hahahaa...

Gathering 

Menjadi salah satu dari orang yang pertama kali mencicipi menu baru A&W Restaurant yaitu Asian Prawn Mixbowl membuat saya dan teman-teman Blogger yang hadir teramat bangga. Kebanggaan kami berubah menjadi keseruan dengan  diadakannya kontes foto Instagram. Sayang sekali saya ngga hoki kalau kontes begini :(





Nah, buat yang penasaran dengan Asian Prawn Mixbowl silakan deh ya melipir ke gerai A&W Restaurant terdekat. Menu terbaru ini eklusif banget, cuma hadir selama tiga bulan saja dari tanggal 8 April 2016 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan tanggal 14 April untuk kota-kota besar lainnya. Untuk varian Asian Mixbowl lainnya sih sudah tersedia di seluruh outlet A&W Restaurant dan tersedia kapan saja. Makanya buruan deh :)


















Jumat, 15 April 2016

Luruskan Niat Menulis!

April 15, 2016 20



viewernya sebanyak 202 orang :)

Saya baru tau bila artikel liputan reportase saya di Kompasiana mengenai LKBB dikategorikan kembali ke artikel PILIHAN. Menurut obrolan dari teman-teman di portal tersebut, kategori PILIHAN ; actual dan sesuai dengan sudut pandang para Admin. Dari sebegitu banyaknya tulisan yang masuk ke redaksi hanya ada dua kategori yang dibaca seluruh adminnya yaitu kategori nomor 1 Headline dan nomor 2 Highlight/Pilihan. Artinya?

Saya senang. Tentu aja. Apalagi dari 9 artikel yang saya tulis, 7 artikel masuk kategori pilihan redaksi. Apalah saya ini hanya emak-emak biasa yang sekolahnya di perguruan kehidupan. Saya toh cuma mengaplikasikan ilmu menulis reportase yang di-share Teh Ani Berta beberapa waktu lalu. Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan teman-teman Blogger yang ngga pelit ilmu dan mau berbagi pengalaman.

Dari 9 artikel, 7 artikel masuk kategori pilihan redaksi Kompasiana. Alhamdulillah :)

Niat Awal
Flash back ke awal ngeblog, mana ngerti saya ketika mampir ke blog-blog orang yang  ruameee sekali komentarnya. Saya hanya mikir, koq bisa ya sepopuler itu? Koq blog saya justru sepi banget? Gimana caranya orang-orang itu mau mampir ke blog saya?

Sejalan dengan waktu saya baru tau apa itu Blogwalking. Seperti layaknya berteman, blogwalking merupakan salah satu cara untuk menaikkan traffic blog kita dengan cara saling mengunjungi blog dan saling berinteraksi lewat komentar positif. Bahasa patennya silaturahim.

Pertanyaan, jika sudah blogwalking tapi tetap minus kunjungan, apakah lantas mau mutung dan ngambek terus ngga mau ngeblog lagi? Nah ini dia yang saya mau saya bahas. Apa sih niat semula untuk ngeblog? Kalau saya sendiri, awal-awal saya ngeblog niatnya untuk berbagi. Berbagi kemampuan yang saya punya di bidang Crafts. Itu aja.

Waktu itu tutorial belum banyak sekali bertebaran di Internet. Banyak orang yang mencari ide dari kumpulan tutorial blog orang luar negeri yang hurufnya aja blas ngga tau apalagi bahasanya. Saat itu niat saya mulia sekali (sampai sekarang masih, sih, serius!), cuma pingin membuat tutorial crafts dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti supaya orang bisa berwirausaha tanpa harus bayar kursus lagi. Ngga semua orang mampu untuk bayar kursus, kan.

Nah, lama-lama niat saya menulis untuk sekedar berbagi tutorial jadi semakin bercabang. Prinsip saya, jika bisa berbagi dalam segala hal kenapa juga saya mengkotakkan diri dengan satu bidang? Dari situ saya mulai banyak mengembangkan diri dengan menulis apa aja, sampai ke reportase atau liputan acara yang saya hadiri. Nah, saat itulah saya diingatkan kembali pada niat awal menulis saya ketika materi dan goodie bag yang bikin ngiler menjadi hal yang dinanti-nanti.

Luruskan niat
Alhamdulillah. Awal Januari kemarin saya menulis mengenai resolusi saya baca yang ini di tahun 2016 dan sepertinya semesta mendukung keputusan saya. Rejeki ada di mana aja, tinggal dipungut asal mau. Kata "Mau" di sini saya harfiahkan, ngga mesti datang ke setiap event pun pasti ada rezeki lain dari arah yang ngga pernah saya duga sebelumnya. Entah dari menang lomba menulis, nge-buzzer atau peluang lainnya yang saya ngga tau itu bentuknya seperti apa. Hadir di event undangan saya usahakan, tapi ngga sesering dulu. Tetap ada yang lebih prioritas.

Tapi saya selalu ingat niat awal saya untuk berbagi. Berbagi lewat tulisan remah-remah yang semoga bisa menginspirasi siapa aja di luar sana. Jadi apabila tulisan saya di Kompasiana mendapat predikat PILIHAN, saya senang karena niat awal saya untuk berbagi informasi mendapat sambutan baik. Nah, sekarang apa niat menulis anda, luruskan dulu yuk!


 saya juga ngga nyangka apabila tulisan ini di-share pula oleh akun Ig penyelenggara acara :)








 

Rabu, 13 April 2016

Empat Persiapan Menang Lomba Blog Ala Diah

April 13, 2016 35





Issh, apa sih saya ini, berani-beraninya bikin tulisan bertema ini. Hmmmpphh, terus terang sebenarnya saya maju mundur juga sih untuk menulis ini. Tapi, di sisi lain saya juga pingin banget berbagi apa yang bisa saya bagi. Apalagi, bisa jadi di luar sana banyak pemula-pemula yang ikut lomba Blog sekedar ikut aja tanpa persiapan apa-apa. Hiekz, saya dulu juga begitu soalnya. Manusiawi lah ya.

1.      Passion Theme
Seperti olahraga yang butuh pemanasan dulu biar ngga terjadi cidera, maka menulis lomba pun harus ada persiapannya. Ngaku nih ya, saya tuh paling jarang ikut lomba lho, pasalnya tema yang diangkat kurang paham atau malah ngga paham sama sekali. Daripada tulisannya garing, ngga ada jiwanya sama sekali-seperti yang mak Haya pernah bilang, “Content is King” -maka saya lebih baik milih mundur-mundur cantik aja.

Untuk itulah pemilihan tema lomba yang sesuai dengan passion itu penting banget. Saya yang emak-emak biasa, yang kemampuannya juga estede aja, maka saya ngga bisa banget kalau nulis mengenai serba serbi gadget. Apa aja kelebihan dan kekurangannya saya sama sekali ngga bisa melihat perbedaannya. Begitu juga jika ada lomba mengenai kerusakan alam, tindakan apa yang akan saya lakukan? Saya blas cuma geleng-geleng kepala aja. Sadar diri ajalah, hehehee…

2.      Knowing And Experience
Setuju ngga dengan quote begini, “di dalam Passion ada Experience”? Kalau saya sih iyees hehhee…
Logikanya, semakin kita paham dengan apa yang mau kita tulis, maka tulisan kita ada jiwanya. Seperti halnya orang yang mau memasak Rendang, selain harus hafal aneka bumbu yang digunakan, cara memotong daging dan cara memasaknya berperan banget supaya Rendangnya ngga alot, enak, bumbunya matang sempurna dan ngga gampang basi.

Begitu juga dengan tulisan. Untuk menghasilkan tulisan yang natural, pengalamanlah yang menjadi kunci supaya tulisan kita berbeda dengan tulisan kontestan lain. Sebagai contoh aja nih ya. Ketika saya ikut Writing Blog Contest yang diselenggarakan NMW Skin Care akhir 2015 lalu, berdasarkan pengalaman saya tau sekali apa yang saya mau tuangkan dalam tulisan. Nah, apa aja kisi-kisinya yang bisa dicontoh :

1.       Suasana :
a.       Gambaran suasana lokasi parkir, rame atau sepi?
b.      Gambaran suasana kesibukan klinik, gimana customernya, banyak atau ngga?
c.       Gambaran suasana ruang treatment, nyaman atau ngga?
d.      Gambaran secara keseluruhan gedung, interior dan eksteriornya gimana?

2.       Service :
a.       Gambaran saat registrasi gimana pelayanan karyawannya?
b.      Gambaran saat berkonsultasi dengan Dokter, gimana rasanya?
c.       Gambaran saat treatment dengan Beautician, gimana rasanya?
d.      Amati berbagai fasilitasnya seperti Wifi, majalah, alunan music, tanda silent HP dll.
e.      Amati alat-alat perawatan yang digunakan ; namanya apa, fungsinya apa?
f.        Saat bertransaksi pembayaran di kassir, apa aja kemudahan pembayarannya?
g.       Apakah ada promo-promo menarik lainnya? Seperti apa? Kapan?

3.       Up Close and Personal :
a.       Cari tau data mengenai sejarah Brand, misalnya, pendirinya siapa, tahun berapa berdirinya?
b.      Apa aja  kelebihan brand ini dari brand lain tanpa menjelek-jelekkan brand pesaing.
c.       Apa visi misi Brand?
d.      dll

Masih banyak lagi sih yang bisa kita gali untuk menjadi bahan tulisan. Intinya sih, agar tulisan ngga mbleber kemana-mana, kita harus pahami dulu maunya Brand apa sih? Apa aja hal-hal yang mau diangkat dalam tulisan kita untuk dikolaborasikan dengan pengalaman kita. Jelas ya. Oiya, baca ini buat referensi aja ya :)

3.      Seasoning
Tulisan itu seperti masakan. Ada yang indah dipandang tapi ngga enak dimakan. Ada yang indah dipandang dan juga enak dimakan. Nah agar tulisan ngga seperti karya ilmiah yang bikin ngantuk bacanya, maka harus ada bumbu dalam tulisan. Seperti apa bumbu ala saya, cekidot deh :

a.       Penempatan EYD-nya gimana, sudah benar atau belum.
b.      Cek alinea paragraph, usahakan jangan bertumpuk-tumpuk.
c.       Supaya ngga monoton seperti karya ilmiah, beri kalimat aktif dari narasumber dan tambahi dengan quote menarik.
d.      Foto-foto diatur penempatan komposisinya agar nilai estetikanya juga ada.
e.      Kalau memungkinkan, bikin juga Video singkat misalnya reportase video ala netizen di teve gitu lho.

4.      Beauty is Pain.
Ribet banget ya? Hahahaa, ya memang begitu, ibaratnya kalau pengen cantik harus mau sakit. Perjuangan masih panjang, jendral!

Oke, menulis udah, publish tulisan udah, jangan uncang-uncang kaki dulu ya. Share deh tulisan kita di setiap lini akun sosmed yang kita punya agar ada pembaca yang mampir ke artikel kita dan berkomentar. Ini namanya Promotion.

What is the point of writing if there is no one reading?

Udah bagus ada yang mampir dan berkomentar, sebaiknya kita jangan lama-lama membiarkan komentar tanpa tanggapan. Segera ditanggapi dengan baik ya. Biar gimana pun, Brand akan punya penilaian tersendiri lho melihat kita juga ikut bergerak aktif begini.

Nah, meski persiapan uda matang dan tulisan juga udah greng berisi, tapi kalau masih belum menang, janga patah semangat ya. Yakin aja bahwa dibalik kegagalan pasti ada pembelajaran. Mimpi untuk menang ngga ada tanggal kadaluarsanya koq. Yang harus diingat, jangan pernah berharap kalau upayanya juga ngga lebih. Nah lho!