Selasa, 29 Maret 2016

Belajar Optimasi Blog Bonus Seru-seruan Ala Asinan Blogger

Maret 29, 2016 7


Menuju Bogor Nirwana Residence yang berjarak lebih kurang 42 kilometer (intip jarak dari aplikasi Gojek) dari Cileungsi, memang butuh niat yang kuat banget untuk sampai di sana. Kalau ngga ke sana, lah ini gimana nasib Rendang Jengkol buatan saya untuk botram nanti? Siapa yang mau makan, banyak banget. Kalau ngga ke sana, rugi amat deh ketinggalan menyerap ilmu plus seru-seruan bareng teman-teman Asinan Blogger. Nah, memang apa asyiknya sih seru-seruan bareng Asinan Blogger? Hayoo, penasaran kan? Hehhee…

siap-siap menyerap ilmu ya teman-teman :)
Asinan Blogger
Jadi begini, Asinan Blogger merupakan grup WA yang berisi perempuan-perempuan yang hobby ngeblog dan punya segudang prestasi. Dibentuk 17 Maret 2015 lalu tanpa terasa setahun sudah usia grup yang awalnya dibuat untuk cari temen bareng setiap ada undangan event Blog di Jakarta. Grup ini sama sekali ngga ada adminnya. Jadi semuanya masing-masing mempunyai peran serta yang  sama. Sama-sama jadi admin, sama-sama jadi anggota. Mau bercanda jahil atau mau curhat penuh airmata, di sini tempatnya. Mau berbagi ilmu atau justru mencari ilmu, juga di sini tempatnya. Bahkan, untuk hobi-hobi yang di luar agenda dunia blog juga sah-sah aja diulik habis di grup ini. Asyik ya.

Sehubungan dengan Advanced Class dari grup Fun Blogging yang rencananya diadakan di rumah mba Iwed di Bogor Nirwana Residence, dari jauh-jauh hari kami sudah menyiapkannya. Urusan menu yang ngga lepas dari favoritnya kaum hawa langsung jadi trending topic di grup WA. Satu demi satu usul mau bawa ini mau bawa itu. Semua excited ga sabar nunggu hari H tiba.

agendanya : makan, belajar, makan lagi, belajar lagi :)
Behind the Scene
Dan benar saja.  Di hari H, meski sempat terjebak macet, satu-satu berdatangan membawa menu botram. Untuk menu utama saya bawa Rendang Jengkol, mak Dwina bawa nasi bakar, mba Tite bawa Botok, mba Mutiah bawa sambal lalap, dan ada juga yang bawa ayam goreng. Makanan penutupnya berupa pudding sutra bawaan mba Een, pisang Sunpride bawaan Mak Arin dan asinan buah seger bawaan Mak Evrina . Untuk camilan mak Inna bawa Makaroni Schotel, ada juga yang bawa snacks seperti Risoles dan Brownies, Mak Ratna bawa persiapan untuk obat ngantuk yaitu kopi dan nyonya rumah udah nyiapin pempek bikinan sendiri yang, hhmmmm, enak banget. By the way, ini mau piknik apa mau belajar sih ya? Hahahaa…

nih yang bikin kesundut. Pencapaian Teh Ani hingga seperti ini ga didapat dalam waktu singkat lho!
Selama menunggu Cik Gu Teh Ani datang, tentu sayang dong kalo waktu disia-siakan begitu aja. Ada yang ngemil cantik di spot strategis dekat kuliner, ada juga yang bongkar buku-buku bacaan bawaan mak Arin yang mau dibagi-bagi. Dan, bagi yang suka Drakor langsung deh ngerubung antri ngopi-ngopi. Saya mah ga hafal judul yang lagi ngetop  apa, jadi cuma dengan nada yang sok polos saya bilangnya mau nyari Drakor yang celingkuh-celingkuh. Astaga, pelis deh mba, hahaa…

belajarnya serius tapi santai :)
Teh Ani sempet terkaget-kaget lho mengetahui kenyataan  Asinan Blogger yang atraktif ini (halah bahasanya). Tapi meski penuh gelak tawa keadaan langsung berubah menjadi serius ketika agenda utama untuk belajar optimasi blog dimulai. Teh Ani menceritakan bagaimana keputusan gilanya untuk resign dari pekerjaannya dulu untuk secara total berkecimpung di dunia blog, kemudian apa saja prestasinya yang dia dapat sampai sekarang.

Gotchaaa :D
Ia menggarisbawahi, selama menjalani pekerjaan freelance seperti ini memang dibutuhkan kekuatan mental untuk tetap focus di tracknya. Kata teh Ani, “Malas sih boleh aja, tapi jangan lama-lama.”

Hiekz, jadi ingat selama bulan Februari ini saya cuma nulis postingan blog sebanyak empat buah saja.  Ngapain aja saya kemarin-kemarin ya? Duuh, gimana mau dapat job kalau nulis blog aja Senin Kemis gini? Dan, gimana mau menghasilkan tulisan yang bagus jika jarang nulis kaya gini? Ahaaayy…

Sumber Kontent
Dalam sesi yang berlangsung serius tapi santai teh Ani mengungkapkan, sumber konten tulisan blog bisa kita dapatkan dari berbagai hal di sekitar kita. Jadi, jangan beralasan "lagi ngga nulis karena lagi buntu ide". Ide itu banyak sekali. Intinya, jangan pernah sepelekan hal yang mungkin bagi kita hanya soal sederhana saja seperti informasi membuat dokumen NPWP, Paspor, Perpanjangan SIM dan lain sebagainya bisa jadi berguna sekali untuk pembaca.

Masih bingung juga cari bahan tulisan? Acara talkshow di televisi juga bisa dijadikan tulisan dengan sudut pandang dan opini tambahan dari kita. Jadi, ibarat masakan, meski sama bahannya, sama namanya, tapi tetap berbeda bumbunya. Yang penting, niatkan menulis hanya untuk berbagi manfaat dan tidak memancing konflik.

Nah, bagi Blogger yang sering menghadiri undangan Seminar atau Talkshow, bahan tulisan reportase bisa menjadi acuan untuk berbagi ilmu. Jangan buru-buru cari makanan selesai acara, ingat, narasumber waktunya sangat padat. Segera cari kesempatan untuk memperoleh data dari narasumber untuk menguatkan artikel tulisan kita agar menghasilkan tulisan yang berbobot dan sesuai fakta. Siapkan bahan pendukung seperti notes dan pulpen untuk mencatat dan jika lebih nyaman maka gunakan alat perekam yang ada di smart phone kita. 

Blogger memang multitalented. Harus bisa nulis sekaligus ngerekam, live tweet, motret dari berbagai sudut juga wawancara ala jurnalis. ~ Ani Berta 
Optimalisasi Blog
Di sessi ini Teh Ani menambahi, dari satu event yang kita datangi kita bisa lho mendapat beberapa artikel terkait dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ia mencontohkan, suasana acara dan behind the scene-nya dapat dijadikan satu bahan tulisan. Paparan narasumber ekslusif bisa juga dijadikan bahan tulisan lainnya. Bahkan, penyelenggara acara juga bisa dijadikan bahan tulisan. Pesannya lagi, tangkap momen berharga di manapun.

Lalu, kalau blognya cuma satu, nulisnya di mana? Satu blog aja udah mpot-mpotan nulisnya, gimana mau ngurus banyak-banyak? Alamat ngga keurus ini mah bakalan. 

Nah ini dia. Teh Ani bilang, punya blog lebih dari satu itu justru punya banyak manfaat. Pertama, untuk blog yang mempunyai nieche khusus tentunya akan membuat branding kita naik. Kapasitas menulis akan semakin kuat dan kita bisa monetize blog yang kita punya. Nah, siapa tau ke depannya, blog-blog yang dibuat sesuai dengan passion kita ini akan menghasilkan uang. Wiiyh, maaauuuu.

Selesai belajar, semangat saya kembali terusik. Intinya Fokus. Fokus. Fokus. Perkaya nilai diri dan kualifikasi selanjutnya sisanya kita serahkan pada yang di atas. Caaayoooo.
















Senin, 28 Maret 2016

Supporter Sejati Lomba

Maret 28, 2016 1




Sejak mba Nala masih SD dan aktif dengan kegiatan drumband sekolahnya, saya selalu mengikutinya kemana-mana setiap ada pertandingan. Menang kalah sih urusan belakangan, tapi dukungan penuh dengan mendampinginya merupakan cara saya untuk menguatkan mentalnya. Kebetulan memang waktu saya banyak yang luang saat itu maka ya seperti begitu itulah kesibukan saya sehari-hari. Mengantar anak sekolah, mengantar anak les bahasa Inggris, juga sekaligus menjadi supporter sejati lomba yang diikuti anak-anak.

Ngga heran karena seringnya saya nongol di acara-acara lomba, teman-temannya mba Nala sebagian besar juga kenal dan akrab. Bahkan mereka juga ngga malu untuk minta tolong ini itu seperti touch up make up bahkan membantu memasang property yang digunakan di kostum mereka. Bedanya, kalau masih SD dulu, mereka masih rada malu-malu jadi mamanyalah yang colek-colek saya. Nah, kalau di SMP ini lain lagi, karena apa-apa mereka sudah mandiri ya mereka sendiri yang mau ga mau colek-colek, “Tante, tolong bedakin dong. Tapi jangan tebel-tebel ya.” “Mama Nala, pasangin peniti dong, koq miring-miring sih kalo pake sendiri.” Atau, tanpa kata-kata berbaris rapilah mereka dalam antrian ketika saya sedang mendandani salah satu temannya hahaha…


Eh tapi bener juga kata pepatah, lain dulu lain sekarang. Kegiatan Drumband ketika SD berganti menjadi Paskibra. Lomba untuk ekskul Paskibra yang diikutinya namanya LKBB atau Lomba Ketangkasan Baris Berbaris. Kebetulan dari beberapa kali lomba yang dia ikuti seringnya saya tidak bisa hadir mendampinginya untuk menjadi supporter karena suatu hal.

Mengetahui kesibukan saya yang semakin banyak akhir-akhir ini, Mba Nala mengerti banget. Woles aja dia ketika ibunya hadir atau sama sekali ngga hadir mendukung dia di arena lomba. Justru malah ketika saya dampingi di suatu lomba, dia cenderung berkelompok dengan teman-temannya daripada memilih menemui saya. Sakit hati? Aah, ngga. Udah bedalah keadaannya, dulu kan dia masih kecil sekarang udah gede, ya kan?

Meski begitu, bentuk dukungan saya ngga pernah lepas padanya. Saya serahkan penuh hak otoritas padanya untuk memilih. Mau ikut lomba atau ngga? Jika ikut berarti harus latihan keras selama berminggu-minggu. Siap atau ngga? Jika siap berarti jangan ngomel-ngomel jika kecapean latihan sementara masih harus belajar lagi karena esok paginya ada ulangan. Konsekwensi selalu ada di setiap pilihan yang diambil, kan?

Oiya mengenai menang versus kalah. Saya punya tips yang yang dia ngga tau sama sekali lho. Setiap saya ngga menghadiri lomba yang dia dan pasukan paskibranya ikuti, artinya saya ngga ada info langsung mengenai menang kalahnya. Saya ngga tega sama sekali, jadi saya sama sekali ngga pernah menanyakan bagaimana hasilnya. Tapi jika rasa penasaran mendera, saya menelponya hanya untuk bertanya, “Mau pulang sendiri atau dijemput, Mba? Kalau mau dijemput nanti dijemputnya jam berapa?”

Nah, biasanya nih, saya tau dari caranya berbicara di telepon. Jika bersemangat itu menunjukkan tanda euphoria kemenangan yang masih tersisa. Jika kalah, cara berbicaranya pasti ngga bersemangat. UDah cukup. Sesampainya bertemu, saya cuma peluk dan menguatkan mentalnya, “biasa pahlawan mah munculnya belakangan, Mbak. Liat aja ntar!”




Sabtu, 26 Maret 2016

Ruangguru.com Tempatnya Bimbingan Belajar Online Anak Sekolah

Maret 26, 2016 4




Minggu-minggu ini Mba Nala dan Mas Tsaka lagi gampang emosian. Try Out pertama dilanjutkan dengan UTS sekolah lalu bersiap kembali untuk Try Out 2 benar-benar bikin kusut pikiran. UAN tingkat SMP pada 9 Mei nanti dan UAN tingkat SD di bulan yang sama belum-belum sudah bikin deg-degan saya dan anak-anak.

Terus terang persiapan optimal sudah kami lakukan. Pertama beli buku-buku bank soal kedua ikut bimbel. Bimbel yang diambil mas Tsaka sepulang sekolah dengan gurunya sepertinya tidak banyak membantu karena mas Tsaka masih sering bolak balik bertanya kembali pada saya. Jam belajar yang hanya dua kali seminggu dengan waktu pertemuan 1 jam per meeting menurut saya sangat tidak efektif.

Sementara itu Mba Nala yang ambil Bimbel selepas Maghrib di komplek perumahan juga sering bolos dikarenakan dia sudah kecapean dengan kegiatan akademisnya yang bejibun. Guru bimbelnya bagus sih, dia proaktif sekali pada murid-muridnya. Plusnya lagi, dia suka mengambil materi dari banyak sumber sehingga kekayaan soal yang diterima anak-anak makin bertambah. Tapi ya gimana, kalau mba Nala sudah cape boro-boro bisa menyerap ilmu. *sigh

Nah, beruntung sekali saya berkesempatan hadir dalam gathering emak-emak blogger yang diselenggarakan oleh aplikasi Ruangguru di Omah Sendok Taman Senopati Jakarta Selatan tanggal 23 Maret 2016 kemarin. Problem yang saya dan teman-teman alami mengenai kendala mengenai kesulitan belajar pada anak dapat terselesaikan dengan adanya aplikasi Ruangguru. Yeaayy….

Apa itu Ruangguru.com?
Ruangguru.com merupakan startup yang menyediakan layanan pendidikan berbasis teknologi. Adapun layanan dari Ruangguru.com adalah :
1. sebagai penyediaan jasa ruang guru privat berkualitas baik secara online maupun offline.
2. menyediakan platform test online yang memfokuskan pada tryout online sebagai persiapan menjelang ujian,
3. Layanan terbaru mereka, yaitu aplikasi Ruangguru sebagai platform belajar online yang menghubungkan murid dan guru secara real time. Adapun konten persiapan ujian yang disesuaikan dengan kurikulum nasional serta manajemen belajar terpadu


Iman Usman, Co Founder & CEO Ruangguru.com


Ruangguru.com dirilis pertama kali pada April 2014 lalu. Walaupun usianya masih kinyis-kinyis jangan salah lho, aplikasi Ruangguru rupanya telah meraih banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri seperti dalam Bubu Awards 2015 mendapat penghargaan sebagai situs pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam Kaizen 2016 di Dubai mendapat penghargaan untuk Honorable Mention for Best Education Startup serta beberapa penghargaan lainnya. Penghargaan-penghargaan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh CEO Ruangguru.com Muhammad Iman Usman, pria lulusan Fisip UI yang melanjutkan study di Columbia University yang mengambil jurusan International Education Develompent.



Di Ruangguru.com, telah bergabung sekitar 27.000 guru berkualitas yang masing-masingnya memiliki kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda yang siap membantu kapan pun dan di mana pun. Kita bisa mencari guru-guru yang compatible mulai dari guru pelajaran sekolah atau pelajaran di kampus sampai guru kesenian seperti guru les piano, guru mengaji dan lain sebagainya. Nah, darimana kita tau kualifikasi guru yang katanya berkualitas, biasanya kan kita mencari guru berkualitas dari system 'gethuk tular alias tanya kanan kiri kan. Dalam situs Ruangguru.com, profil guru tertera lengkap dengan pendidikan dan bidang yang dikuasainya. Jadi kita ngga perlu was-was lagi mengenai kualifikasi guru di Ruangguru.com sebagaimana yang kita inginkan.

Solusi Belajar online
Karena anak-anak saya sudah les, jadi ya nampaknya saat ini saya tidak akan menjadi guru privat. Nah, tapi, biasanya nih anak-anak sering lupa mau nanya apa ketika les dengan gurunya. Sepulang dari les mulai deh saya dicolek-colek lagi dengan pertanyaan yang luput dia tanyakan ke gurunya. Teng tong.

Nah, untunglah saya dikenalkan dengan aplikasi yang membantu sekali proses belajar anak-anak yang sering terkendala oleh berbagai hal. Lewat belajar online cukup dengan mengunduh aplikasi Ruangguru.com lewat Google Play Store tanpa buang waktu lagi untuk pergi ke tempat les, tapi jadi terhubung dengan guru secara online, anak-anak bisa belajar dengan mudah dan  nyaman mau kapan pun dan dimana pun berada. Asyik banget, kan? :)

Layanan Test Online
Eh, tunggu dulu, di aplikasi Ruangguru masih banyak lagi lho fasilitas yang sayang sekali jika dilewatkan. Nih ya, seperti guru bimbelnya mba Nala yang suka memberi pengayaan soal menjelang ujian, di Ruangguru.com juga ada layanan test online. Layanan ini memungkinkan kita bisa mengunduh soal-soal yang telah disediakan di dalam platformnya dengan gratis seperti soal ujian semester, ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi. Wah, tentunya hal ini merupakan penghematan tersendiri nih buat saya yang suka ketar ketir juga apabila membeli buku-buku pengayaan soal ujian di toko buku.

Oiya, meski masih dalam tahap pengembangan, aplikasi Ruangguru.com dapat kita unduh dengan cara begini :


1.       Buka Google Play Store dan download aplikasi Ruangguru

2.       Registrasi dan mengisi data akun

2.       Pilih pelajaran yang kita tanyakan



3.       Foto dan upload soal yang ingin ditanyakan
4.       Selanjutnya aplikasi akan mencari guru yang sesuai dengan bidang studi yang kita tanyakan
5.       Dan setelah itu, murid akan terhubung dengan guru via chat atau audio call untuk bertanya dan berdiskusi.


Nah, kebetulan sampai dengan 15 April 2016 layanan aplikasi Ruangguru bisa kita dapatkan secara gratis. Ke depannya, pembayaran belajar online dengan guru privat ini bisa dilakukan dengan kartu kredit, transfer antar bank atau internet banking. Menariknya, penghitungan waktu dimulai dari mulainya chatt antara guru dan murid. Jadi ketika baru mengunggah foto, dan guru belum terkoneksi artinya belum ada biaya yang dibebankan ke kita. Fair banget kan?  



Mau tau Behind the scene keseruan gatheringnya? 


Nah, begini ceritanya. Dari mulai kedatangan, tim ruangguru.com menyambut saya dan teman-teman layaknya sahabat. Jamuan camilan yang disukai emak-emak seperti tahu sumedang goreng dan pisang goreng tepung sukses diserbu sambil ngobrol-ngobrol sebelum acara dimulai. Jadi jangan heran aja ketika sadar-sadar semuanya sudah lenyap dari piring saji. Alamaak…

Banyak spot cantik baik Interior maupun eksterior Omah Sendok yang mewakili kekhasan Indonesia. Namanya emak-emak ya begitu deh kelakuannya, satu demi satu spot keren dibidik emak-emak yang doyan selpie, welpie atau foto bareng buat yang malu-malu. Nah, saya termasuk yang rada ngga tau malu nih untuk nodong panitia minta fotoin juga hihihihi..


Melihat emak-emak doyan foto-foto yang mendapat wadah untuk bernarsis ria, gayung pun bersambut. Kebetulan lomba foto instagram mengenai seru-seruan gathering secara dadakan diadakan. Yeaayy, sibuklah emak-emak menyusuri dari depan resto sampai belakang resto. Dari selasar di sisi kiri sampai area kolam renang, semua tak luput dari sesi foto-foto. Daan, makan siang kami yang boleh milih sesuai selera pun turut difoto-foto. Pokoknya happy. Pokoknya narsis. Pokoknya ngga puyeng lagi soal belajar anak sekarang mah. 



Kan sekarang solusi kesulitan belajar anak-anak sudah tertanggulangi dengan aplikasi ruangguru.com. Tanpa harus pergi ke tempat les, dengan mudah saya dan orang tua lain bisa mengawasi belajar anak dengan guru-guru berkualitas di ruangguru.com. Saya ngga perlu kuatir apabila malam-malam harus ‘mengganggu’ guru di ruangguru.com untuk berkonsultasi mengenai pelajaran anak dengan mudah dan efektif. Dan, menariknya lagi, bukan hanya anak saya yang bisa belajar, saya juga bisa belajar lho di ruangguru.com. Belajar bahasa inggris conversation misalnya, ya kan hehee..