Selasa, 23 Februari 2016

Kembalinya Oshin Di Indonesia

Februari 23, 2016 4




Sekitar tahun 80-an, ketika saya masih duduk di bangku SD, drama serial Oshin menjadi satu-satunya tayangan televisi yang paling ditunggu-tunggu. Ketenaran drama serial ini membuat banyak anak perempuan semur saya waktu itu yang berkulit langsat dan bermata sipit pasti dijuluki si-Oshin. Saking terhanyut oleh peran yang dibawakan dengan baik, penggemar serial ini ikut terharu membayangkan nasib Oshin yang mengenaskan.

 
Seingat saya, Oshin adalah sosok anak perempuan lugu yang lahir dari keluarga miskin, ia sengaja ditukar dengan sekarung beras untuk menjadi pembantu di keluarga pedagang kaya yang temperamental. Selama setahun penuh Oshin diputar di televisi, terus terang saya sudah lupa ending ceritanya bagaimana. *Sigh



Nah, senangnya hati saya saat mendengar kabar drama serial Oshin akan ditayangkan kembali di Indonesia. Sebagai salah satu pemirsa yang belum bisa move on, tayangan Oshin hadir kembali dengan gambar yang lebih jernih dalam kualitas HD di channel Waku Waku Japan sebagai obat kerinduan saya. Waku Waku Japan sendiri merupakan channel yang menampilkan berbagai kondisi di Jepang melalui tayangan budaya masing-masing daerah dan produk-produk menarik  yang sangat menarik untuk disimak. Di Indonesia, channel Waku Waku Japan hadir melalui layanan televisi berlangganan seperti Indovision ch.168, Okevision ch.32, MNC Play Media ch.168, BIG TV ch.280, FIRSTMEDIA ch. 340, Transvision ch.370, KU BAND Service ch.209, C BAND Service ch.1209 dan Usee TV ch.582.


Untuk tayangan perdananya, Oshin bisa disaksikan mulai tanggal 29 Februari 2016 pukul 8 malam di slot tayangan Drama dan Film piihan setiap Senin-Sabtu jam 8 – 11 malam. Selain Oshin, film Ama-Chan dan Bon Appetitt yang terkenal secara nasional di Jepang ini mengisi slot Drama Woman masing-masing selama 15 menit.

Selama tiga jam penuh, setelah tayangan Drama Woman tersebut, di Jam 10 malam slot Drama Hits akan menampilkan actor dan aktris dunia dengan soundtrack lagu hitsnya yang memeriahkan anak tangga lagu Jepang.  Di akhir minggu, Marathon Film akhir pekan menjadi tontonan mahakarya tematik yang sayang sekali jika dilewatkan.


 
Dalam konferensi Pers Kamis 18 Februari 2016 kemarin di Lounge XXI Plasa Senayan Jakarta, pemeran Oshin kecil Ayako Kobayashi ikut hadir untuk menceritakan pengalaman dan kesan-kesannya selama shooting film Oshin dulu. Ayako terlihat sangat cantik dan bersahaja dengan balutan kimononya. Ia tampak gembira sekali menyambut antusiasme pemirsa Indonesia pada tayangan Oshin meski sudah 30 tahun yang lalu. Dengan bantuan translater, ia menceritakan kesannya saat adegan di tengah badai salju.

“Kalau nonton di sini adegannya cuma sebentar, padahal butuh satu hari full untuk shooting. Saat itu adegannya diperankan oleh enam orang padahal di lokasi ada 80 orang, dengan stafnya sampai 100 orang. supaya tidak terlihat, stafnya ‘ngumpet’ didalam selimut lalu ditutupi salju. Waktu shooting, saya ngga bisa bayangkan adegan itu menjadi terkenal sampai sekarang. yang saya ingat, saat itu kota Yamagata sedang mengalami musim dingin yang paling dingin.”







Kesan lainnya adalah bahasa. Ayako yang waktu itu masih berusia 10 tahun sempat merasa kesulitan menghafal dialek bahasa daerah Yamagata. Ia menghafal skrip naskahnya dengan dibantu guru bahasa daerah Yamagata. Sebagaimana kita tahu, tokoh Oshin diceritakan berasal dari Yamagata sementara pemerannya Ayako sendiri berasal dari Tokyo yang dialeknya berbeda sekali.

Sebelum menutup sesi wawancara Ayako menyampaikan pesan, Oshin merupakan drama yang tidak lekang oleh waktu. Meski jaman sudah berubah, pesan-pesan kebaikan yang diajarkan di film ini patut dijadikan suri tauladan. Mengambil situasi pada masa peralihan dari masa perang era Meiji ke era Showa, Oshin menampilkan semangat kekeluargaan dan kegigihan menerima berbagai cobaan yang bisa kita contoh.

Selain itu, prinsip “Mangan ora mangan asal ngumpul” dalam film Oshin mempunyai kesamaan prinsip yang dijalani oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk itulah sebabnya film Oshin mendapat tempat tersendiri di ‘hati’ pemirsa Indonesia. Harapannya, generasi muda yang belum pernah menonton Oshin akan sama tertarinya dengan generasi yang sudah pernah menonton Oshin 30 tahun yang lalu.  

Iya ya, memang banyak sekali kultur Indonesia yang mempunyai kemiripan dengan Jepang, budaya menghormati orang yang lebih tua misalnya. Saya setuju dengan Ayako untuk mengenalkan tayangan Oshin buat anak-anak saya daripada tayangan sinetron yang mengajarkan anak-anak untuk dengki dan balas dendam jika dizolimi seperti tayangan yang marak sekarang ini. Terimakasih Oshin atas kehadirannya kembali di Indonesia.


Rabu, 10 Februari 2016

Jadi Ratu Sehari Di Parkson Centro

Februari 10, 2016 4





Memenuhi undangan Blogger Gathering dari Parkson Departement Store, Sabtu 30 Januari 2016 lalu saya baru sampai di Lippo Mal Puri, St. Moritz Jakarta Barat molor satu jam dari jadwal. Hiekz, baru sadar saya jika perjalanan lewat jalan arteri itu benar-benar memancing emosi. Ini kan weekend, pantas aja di jalan Panjang kena macet, di jalan Pesanggrahan Srengseng juga kena macet. Seharusnya saya masuk Tol Merak aja kemudian keluar lagi di Gate Meruya atau Puri Indah seperti biasa. Tapi, ya sudahlah, namanya juga salah prediksi, ya kan?  Simple aja deh mikirnya, ibarat pepatah, biarpun nasi sudah jadi bubur tapi tetap masih enak toh dinikmat. Enjoy ajalah, hidup udah susah koq dibuat makin susah.  Hihihi…

Beauty Clinic By Elizabeth Arden

Mengejar waktu-ga enak karena ga biasa telat-saya bergegas menanyakan lokasi gathering kepada Security. Di lantai G ini berdekatan dengan Booth Cosmetics dan Fragrances dari berbagai merk terkenal saya diarahkan langsung menuju lokasi Beauty Clinic bersama Elizabeth Arden. Nuansa ungu yang glamour terasa sekali di ruang ini dari tatanan taplak meja dan gordennya. Di sini beberapa meja ditata berkelompok untuk tamu undangan yang ingin belajar Make Up sendiri. Tamu undangan yang datang merupakan pemegang Parkson Centro Card yang mendapatkan fasilitas istimewa untuk bisa menikmati program-program menarik di Parkson, salah satunya adalah Beauty Clinic ini.



Sebelum memulai kelas kecantikan, Ibu Lisye, Manager Elizabeth Arden berkata, “Kali ini kita akan belajar memulas mata dengan teknik Smokey Eyes Style.” Wah, asyik tuh! Teknik Smokey Eyes menurut saya merupakan teknik memulas mata dengan banyak trik. Hasilnya tentu saja diharapkan mata terlihat jadi terlihat lebih lebar. Ahhay, cocok nih buat saya yang berkacamata, teknik smokey eyes pasti bikin mata jadi makin keceh. *Uhukkk… *



Timbang sana timbang sini, saya ragu banget. Antara pengen ikut belajar make up dibimbing Beautician Elizabeth Arden atau pilih nongkrong aja nonton gimana caranya  Beautician memadu padankan warna pemulas mata dan gimana cara mengaplikasikannya pada mata. Beberapa teman Blogger ada yang langsung mengisi meja untuk ikut Beauty Clinic, ada juga yang milih motret-motet aja. Aiih, saya bingung banget. Yang mana ya? Hhmmm, okelah sebentar saya itung kancing dulu ya.

Taraaa, akhirnya saya milih kepoin Beautician aja deh sambil sesekali nanya ini itu. Nah, tuh kan benar, triknya kata Bu Lisye sederhana, gunakan kuas yang bagus dan cara mengaplikasikan kuas jangan pake tekanan. Jadi ngambang aja supaya tipis-tipis hasilnya. Perfecto!

Personal Shopper 




Selesai dapet ilmu baru saya dan teman-teman diarahkan naik ke lantai UG ke Personal shopper. Aiih, apa lagi itu ya Personal Shopper?



Tanda tanya saya kemudian terjawab saat memasuki ruangan Personal Shopper. Jadi Personal Shopper merupakan sebuahpersembahan ekslusif dari Parkson Department Store berupa fasilitas pelayanan istimewa kepada pelanggannya. Di ruangan Personal Shopper ini kita bisa meminta bantuan untuk memilihkan pakaian yang kita cari. Ngga perlu keliling muter-muter, ngga perlu bingung memilih dari sebegitu banyak varian yang ada, yang kita lakukan hanya duduk cantik aja di ruang tunggu Personal Shopper. Dalam tempo singkat, staf Personal Shopper akan mengambilkan beberapa item yang bisa kita coba dalam Fitting Room yang disediakan di ruangan Personal Shopper.




Menariknya, Fitting room di ruang Personal Shopper juga begitu elegan dan ekslusif. Ngga seperti Fitting Room biasanya yang hanya berupa bilik-bilik kecil dengan satu cermin memanjang dan satu kapslok, Fitting Room di Personal Shopper menampilkan cermin tiga sisi yang bisa menampilkan siluet badan kita dari berbagai sudut. Untuk memberi kenyamanan lebih, di sudutnya juga disediakan meja kecil dan satu sofa single yang empuk sekali. Wuaah, asyiiik sekali. Jadi ngelantur saya, andai saya someday ke Personal Shopper lagi sama ayahnya anak-anak, pasti dia ga bete deh nungguin saya belanja di sini. Yakiiinn, hihihihi…



Nah, ruang tunggu Personal Shopper juga ngga kalah lux lho. Satu set sofa yang empuk dan beberapa majalah wanita bisa menjadi teman biar ngga bosan. Camilan snack dan air mineral sudah disediakan juga di ruang tunggu. Pengalaman yang ngga ada duanya deh mendapat layanan ekslusif di Personal Shopper di Parkson Department Store.

Parkson


Selesai acara saya dan beberapa teman Blogger memilih keliling-keliling Parkson Departement Store. Terbagi dalam tiga lantai, berbagai kebutuhan tersedia di sini. Di lantai G berbagai kebutuhan wanita seperti Cosmetics, Parfum, sepatu, tas, dan assesories tersedia dengan lengkap. Di lantai UG, perlengkapan remaja, wanita dan pria tersedia di sini seperti pakaian, pakaian dalam, sepatu dan assesories. Sementara di lantai G, kita bisa mencari kado untuk orang special kita, perlengkapan anak, mainan, kebutuhan rumah tangga dan pakaian olahraga. Luengkaap semua!!!


Di Lippo Mal Puri, kawasan St. Moritz Apartment Jakarta Barat, Parkson Department Store merupakan salah satu dari beberapa lokasi Parkson yang ada di Indonesia. Di Jakarta kita bisa menemukan Parkson Department Store di Plasa Semanggi, Mall Of Indonesia, Margo City Depok, Grand Metropolitan Bekasi dan Sumarrecon Mal Serpong. Ah iya, saya baru sadar ketika disebutkan Parkson di Plasa Semanggi itu mah saya lebih mengenalnya dengan Centro Department Store selama ini. Aiih, kemana aja ya saya? hahhaa…



Puas keliling-keliling saya memutuskan kembali ke lantai G. Biasa deh namanya perempuan, koleksi lipstick sudah bejibun tetap aja masih pengen. Kebetulan dalam rangka Imlek, ada diskon yang ngga boleh saya lewatkan begitu aja. Dengan wajah sumringah, segera saya ke Kassa untuk membeli ‘buy one Get One’ Lipstik. Yeaayy…

Parkson Centro Card


Di Kassa saya ditawarkan untuk menjadi Member Ekslusif Parkson. Caranya, dengan pembelanjaan minimum Rp 500 ribu dalam satu struk belanja atau penggabungan 2 struk belanja di hari yang sama saya bisa memiliki Parkson Centro Card. Oww… owww… pengen sih. Tapi sekarang saya cuma belanja Lipstick doang koq Mba. *wajahngenes



Parkson Centro Card bukan alat pembayaran lho tapi kartu yang mempunyai berbagai keuntungan menarik. Point belanja bisa ditukarkan dengan gift voucher dan berbagai hadiah menarik melalui program Reward Point. Tambahan diskon 5% akan diberikan bagi pemegang Parkson Centro Card yang bertransaksi di Malaysia, China, Vietnam dan Myanmar. Selain itu pemegang kartu juga akan diberitahukan pertama kali mengenai diskon atau promosi dari Brand Exlusif merk terkenal. Untuk pemegang Parkson Centro Card Platinum dan Diamond program Birthday Threats memberikan shopping voucher bagi member yang berulang tahun. Dan, satu hal lagi, pemegang Parkson Centro Card Platinum dan Diamond pasti akan mendapat undangan special seperti Make Over, Talkshow atau Beauty Clinic seperti hari ini.

Wuuih, begini rasanya kali ya jadi pemegang Parkson Centro Card. Saya bisa ikut beauty Clinic seperti layaknya Member Ekslusif Parkson. Nyobain pura-pura belanja ekslusif di Personal Shopper menjadi sesuatu pengalaman yang ngga akan saya temukan di Department Store lain. Thank You Parkson atas undangannya. Pulang-pulang, di jalan saya bengong aja, kapan ya saya bisa bikin Parkson Centro Card? Hihihi…





Wajah Baru Harapan Baru GITC Permata Hijau

Februari 10, 2016 21







Nuansa merah menyala menyambut kedatangan saya di Lobby utama Grand ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan hari Sabtu, 6 Februari 2016 kemarin. Walaah, semarak sekali nuansa Imlek di sini. Tumben-tumbenan nih, ada apa ya? Aiih, koq saya jadi penasaran deh.

Dari pintu masuk berdinding kaca, langkah saya terhenti di depan lift di tengah Lobby Utama. Kembali warna merah menyala dengan tulisan FORTUNE MARKET menyapu pandangan saya. Aneka lampion cantik yang menggantung di sepanjang selasar toko-toko di lantai ini menguatkan kesan ada tampilan ‘berbeda’ di sini.

Aneka lampion merah menggantung tampak dominan dengan warna putih bangunan GITC


Benar aja,  di sebelah kiri saya berjejer Booth aneka barang multi produk khas Imlek. Di area ini berbagai baju Cheong Sam dari anak sampai dewasa berwarna merah menyala dan ornament-ornament hiasan khas Imlek tampak mendominasi. Sementara itu, di sebelah kanannya berjejeran Booth aneka kuliner Nusantara yang membangkitkan selera.  Apalagi meja-meja yang tersusun rapi di sepanjang lorong area ini seperti melambai-melambai mengundang kaki saya untuk istirahat sejenak dan mencicipi aneka kulinernya dengan santai. Duuh, sabar ya sayang *elusbetis


Sisi kiri Booth Fortune Market berisi barang multi produk


Sebagai mantan warga yang sejak kecil tinggal di sekitaran Permata Hijau, dulu saya minimal sebulan sekali pasti mampir ke ITC Permata Hijau untuk belanja bulanan di Carrefour. Untuk hal yang berhubungan dengan gadget saya ke lantai 3 untuk hunting Modem, Hape, Kartu prabayar sekaligus servisnya. Untuk beli kado cucu *keponakan saya udah ada yang punya anak* yang suka dengan Karakter Princess Cinderella dan kawan-kawan saya pun lebih suka beli di toko sini. Alasannya apalagi kalau bukan karena lokasinya itu yang dekat dengan rumah Ibu saya di Rawa Belong. Urusan harga-harga juga lebih bersahabat dengan kocek saya. Dan yang paling enak, sebagai perempuan saya ngga pernah kesulitan sama sekali untuk cari lahan parkir. Nah, kalau begini, nikmat mana lagi yang saya dustakan? Hihihihi…

 
Nikmat mana lagi yang saya dustakan?

Dulu ITC kini GITC
Sejalan dengan perkembangan waktu, ITC Permata Hijau yang dibangun tahun 20014 lalu dan dikembangkan PT. Duta Pertiwi (sekarang Sinarmas Land) kini mempertajam image kedewasaannya menjadi Grand ITC Permata Hijau. Bukan sekedar ganti nama saja tapi target pengunjung yang dibidik sekarang pun lebih menyasar ke kalangan menengah ke atas dengan konsepnya yang semakin matang. Wah, keren banget!

peserta Fashion Show Cici Koko lagi persiapan :)


Didukung dengan lokasinya yang strategis sekali di Jakarta Barat wilayah Kebun Jeruk, Kebayoran Lama, Palmerah, Jalan Panjang dan sekitarnya, Jakarta Selatan wilayah Simprug, arteri Pondok Indah, Gandaria dan sekitarnya dan juga dekat dengan Jakarta Pusat wilayah Senayan, Jalan Sudirman dan sekitarnya, GITC Permata Hijau menjadi satu-satunya pilihan menarik untuk berbisnis dan menjadi destinasi belanja yang nyaman dengan harga kompetitif. Apalagi transportasi umum untuk menjangkau GITC Permata Hijau juga cukup mudah. Bila naik Bus Tranjakarta koridor 8 jurusan Harmoni – Lebak Bulus tinggal turun tepat di halte Permata Hijau depan GITC persis. Untuk angkot yang lewat GITC adalah Angkot merah nomor B17 jurusan Grogol – Kebayoran Lama. Untuk yang naik dari Blok M juga ga usah kuatir, tinggal naik Metromini tapi nomornya berapa, maaf saya ngga bisa infoin, lupa sih.

Biaya pendaftarannya murah koq, cuma 25 - 35 ribu untuk Lomba Cici Koko Cilik

GITC Permata Hijau dikelola secara professional oleh PT. Matra Olah Cipta dan berkonsep Mix-used  Complex yang efisien sekali. Terdiri dari High Rise Residential  berupa 26 lantai apartment dalam 2 Tower hunian,108 unit Shop-home-office (Kantor dan toko) dan ITC (International Trade Centre) yang berisi 1559 unit kios diharapkan kawasan GITC memberikan sinergi positif bagi geliat ekonomi di wilayah tersebut.

Liat anak-anak ini jadi inget film Return of Condor Heroes :)

Fortune Market

Mampir yugh ? :)

Bertepatan dengan hari raya Imlek 2016, GITC Permata Hijau menggelar Event Tematik pertamanya bertajuk Fortune Market yang berarti Pasar Keberuntungan. Even tematik ini nantinya akan menghadirkan event berbeda-beda setiap bulannya. Jadi jangan kaget ya, bila area yang dulu digunakan untuk bazaar multi produk seperti baju-baju obralan khas ITC, biang parfum, dompet, gesper, tas-tas dan jam tangan abal-abal sekarang sudah ngga ada lagi.

Kue Ape, Kue Cubit, Empal Gentong, Pecel Madiun

Menurut Hastari Sugesti, Lease Promotion GITC Permata Hijau, “Setelah Fortune Market ini untuk Bulan Maret nanti event tematik selanjutnya adalah pameran Otomotif. Kalau bulan April rencananya akan ada event Kartini.” Lalu, bulan Mei dan seterusnya kira-kira ada event apa ya? Kepo deh saya jadinya hihihi…


Kelincahan dan ketangkasan atraksi Barongsay emang bikin takjub deh

Saat saya datang, perhelatan Fortune Market yang digelar selama sebulan penuh dari 16 Januari sampai 14 Februari 2016 mengadakan berbagai kegiatan menarik. Kebetulan saat itu atraksi Barongsay Meja yang bisa loncat-loncat di steger tinggi yang disulap jadi meja, banjir dikepung antusias pengunjung. Saya sampai lari ke lantai dua untuk bisa menonton tanpa disenggol orang, sekaligus bisa dapet foto-foto cantik sang Barongsay. Atraksi Barongsay ini bisa kita jumpai di tanggal 6,7 dan 8 Februari 2016. Selain atraksi Barongsay, atraksi Wushu bisa kita jumpai juga di tanggal 22 dan 29 Januari 2016 kemarin, Lomba Cici dan Koko tanggal 7 dan 8 Januari 2016, dan penampilan Dewa Uang Tanggal 23 dan 30 Januari serta 6 Februari 2016.


sebagian kuliner Nusantaranya kerak telor, tahu gejrot dan Mie kangkung
Bersama teman-teman Food Blogger dan juga Food Enthusiast, area kuliner Fortune Market kembali jadi ajang ‘hang out’ kami. Menariknya, dari sekian banyak tenant kuliner yang ada, saya menemukan sebagian besar kuliner Nusantara mendominasi tenant-tenant-nya. Wuuih, yang kangen Kerak Telor, Empal Gentong, Pecel Madiun, Rambut Nenek, Es Selendang Mayang, Es Cendol, dan Nasi Bakar boleh deh dicobain semuanya. Yang suka Mie kangkung, Nasi Briyani, Nasi Kebuli, Somay juga ada. Puas deh bakalan. Saya aja sampe muter-muter lama saking bingungnya mau makan yang mana duluan. *lirik perut
nah beginilah alat transaksi belanja di fortune market


Oiya, system berbelanja dalam ajang Fortune Market ini juga unik. Pertama kita harus ke Kasir dulu untuk menukarkan rupiah kita dengan kartu bernominal Rp 5 ribu, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 atau Rp 100.000. Nah, uang kembalian yang kita terima di tenant kuliner juga tidak berbentuk rupiah lho, tapi kartu bernominal tadi juga. Menariknya, setiap melakukan transaksi kuliner di event Fortune Market ini senilai Rp 100 ribu kita berhak petik angpau di pohon Mei Hwa, pohon lambang kemakmuran khas Imlek. Angpau tersebut bisa kita tukar lagi dengan souvenir cantik atau voucher belanja. Asyik banget kan?! Ayo ah ke GITC Permata Hijau, mumpung pas ada event Fortune Market sekaligus food hunting dan petik angpau. Siapa tau rezekinya ada di Fortune Market. Who Knows until you prove it!