Senin, 30 November 2015

Cerdas Menggunakan Obat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

November 30, 2015 4
Pelantikan Kader Gema Cermat dengan pemasangan rompi dan penyematan pin secara simbolis 


Jumat 27 November 2015 lalu saya hadir kembali dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan bertajuk GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) di Kantor Kemenkes Kuningan Jakarta. Mengapa kita harus cermat? Mengapa harus cerdas? Yuuggh, baca kembali postingan saya sebelumnya ya, yang ini J

Meningkatkan kualitas hidup dengan pola hidup sehat
Sebelum melantik secara simbolik Kader-kader Gema Cermat , ibu Menkes Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.  Moeloek, Sp.M(K) menuturkan bahwa masyarakat Indonesia yang mengerti dan sadar akan kesehatan angkanya rendah sekali. Diketahui pengobatan sendiri (swamedikasi) yang dilakukan secara tidak tepat dan pengetahuan informasi yang tidak memadai menyebabkan tujuan pengobatan tidak tercapai.

Sambutan Ibu Menkes Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K)


Beliau melanjutkan, “Sesuai dengan agenda prioritas dalam Nawa Cita Presiden tahun 2014 – 2019 yaitu ‘meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia’, diharapkan manusia berkualitas dan SDM yang berpengetahuan bisa diwujudkan dari badan yang sehat. Dari badan yang sehat maka IQ yang tinggi dan kesejahteraaan hidup kelak akan meningkat. Nah, tujuan badan yang sehat bisa dicapai jika masyarakatnya tidak lagi sembarangan menggunakan obat. Untuk itu kita harus mengetahui cara penyimpanan dan pembuangan obat secara benar. Kita juga harus dapat menentukan jenis dan jumlah obat yang diperlukan sesuai dosisnya.”

Ibu Menkes tidak bermaksud menakut-nakuti, tapi kita dibukakan fakta mengenai kondisi mata seorang pasien ibu Menkes yang juga seorang Dokter Spesialis Mata. Diceritakan olehnya, si pasien datang memeriksakan kondisi matanya yang sudah terlambat disembuhkan. Awalnya,si  pasien menderita sakit mata yang menyebabkan matanya merah sehingga pasien tersebut menggunakan stereoid yang juga adalah antibiotic terus menerus. Betul sekali sakit matanya hilang, tapi sedikit-sedikit dipakai terus menerus, lama-lama mata si pasien rusak sarafnya.

Apabila suatu saat antibiotic sudah tidak mempan di tubuh kita, siapa yang rugi? Kita tidak bisa terobati, dan penyakit justru akan terus merongrong sehingga nyawa kita akan terancam, mati.~ Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K)

Ketika Antibiotika sudah tidak berguna
Fakta yang diungkap oleh ibu Menkes juga ditanggapi serius oleh bapak Dr. Hari Paraton, SpOGK,  Kepala Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA). Dalam tema yang bertajuk “Ketika Antibiotika Sudah Tidak Berguna”, beliau menunjukkan gambar-gambar slide berisi pasien-pasien dengan luka menganga dari berbagai kasus yang sulit disembuhkan.

Bapak Dr. Hari Paraton SpOGK dari KPRA

Dalam pemaparannya beliau menuturkan, “antibiotik dibuat kurang lebih tahun 1940. Peran antibiotik sejatinya untuk menyembuhkan milyaran umat manusia. Pelaksanaan operasi pun sembuh tanpa infeksi berkat antibiotik. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Sesuai dengan namanya, anti-bio-tik (membunuh sesuatu yang bio/hidup), maka bakteri jahat dan baik pun sama-sama dihancurkan.“

Jika dibandingkan, jumlah sel tubuh tubuh manusia terdiri dari 10 trilyun sementara jumlah bakteri ada 90 trilyun. Adapun jumlah bakteri baik lebih banyak daripada yang jahat. Nah, tapi apa yang terjadi pada tubuh jika bakteri baik yang jumlahnya sangat banyak itu bisa mati dan berubah menjadi jahat akibat mengkonsumsi antibiotik sembarangan?

Padahal bakteri baik berguna untuk :

memecah protein
Mencerna makanan
Stibulasi pembentukan antibody
Menghambat pertumbuhan bakteri jahat dan jamur
Membentuk vitamin B dan vitamin K.

Sambil menunjukkan kembali gambar slide luka-luka pasien yang sulit disembuhkan, Dr Hari menjelaskan kembali, “jika bakteri baik mati atau bermutasi jadi jahat, maka bakteri akan langsung merusak sel tubuh. Luka akan sulit disembuhkan, timbulnya nanah terus menerus, tubuh tidak secara otomatis lagi memproduksi toksin yang dikeluarkan tubuh dan kematian akan meningkat. 

Antibiotik setelah tahun 2000 tidak ada yang baru lagi, jadi sekarang ini kita hidup apa adanya dengan antibiotik yang ada. Sedangkan kuman tambah lama tambah resisten. Dirilis dari sumber WHO diperkirakan tahun 2050, 10 juta nyawa akan mati kalau tidak diatasi. Tugas kita saat ini menurunkan fungsi bakteri agar tidak resisten. Diketahui penggunaan antibiotik pun tidak hanya untuk pengobatan atau kesehatan saja. Daging ayam, susu, telur yang kita konsumsi sudah mengandung residu antibiotik. Antibiotik dalam hal ini digunakan untuk mempercepat tumbuhnya ayam, meningkatkan produksi susu dan telur. ~ Dr. Hari Paraton, SpOGK 


Jadi pemahaman di masyarakat yang simpang siur ini harus segera diluruskan, pungkasnya. Sebelum menutup beliau berpesan, apabila kita sakit dan berobat ke Dokter lalu diberikan antibiotik, segera tanyakan ke dokter tersebut, perlu atau tidak antibiotik diberikan pada kita. Beliau mengingatkan sekali lagi untuk cerdas menggunakan obat.


Pelantikan Stake Holder untuk mensosialisasikan Gema Cermat


peresmian sosialiasi pencanangan Gema Cermat pada Stake Holder

Selain didukung oleh Kementrian Kesehatan dan lembaga terkait, Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat pun ikut didukung oleh peran serta Stake Holder dari Masyarakat. Komunitas Blogger, Kader Posyandu dan komunitas Masyarakat Bekasi  yang sedari pagi mengikuti simulasi CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) dibimbing seorang Tutor dalam satu kelompok. Mereka ditugaskan untuk mendefinisikan kandungan bahan aktif dari merek-merek obat untuk berbagai macam penyakit yang di jual bebas di pasaran.

dialog singkat ibu Menkes dengan wakil Blogger 


Selain itu mereka juga ditugaskan untuk mengetahui :

Komposisi (informasi tentang zat aktif yang terkandung di sediaan obat)

indikasi obat (informasi mengenai khasiat obat)

dosis dan cara pakai (informasi mengenai cara penggunaan obat, meliputi waktu dan berapa kali dalam sehari obat tersebut digunakan)

efek samping (Efek obat yang merugikan dan tidak diharapkan terjadi akibat penggunaan obat pada dosis yang dianjurkan)

kontra indikasi (kondisi tertentu yang menyebabkan penggunaan obat tersebut tidak dianjurkan atau dilarang karena dapat meningkatkan resiko terhadap pasien)

tanggal kadaluarsa


Simulasi tersebut diharapkan akan menjadi materi edukasi dan sosialisasi Stake Holder untuk mengkampanyekan dan menyebarkan Gerakan Cerdas Menggunakan Obat di lingkungannya.
  
Seperti yang diucapkan ibu Menkes, “Memang sih mengucapkan itu gampang, melaksanakannya pasti sulit sekali”. Dengan kesamaan visi dan misi dari segala lini, tujuan Gema Cermat untuk mendukung upaya pembangunan kesehatan oleh pemerintah bukan tidak mungkin akan tercapai. Untuk saya sendiri, mulai sekarang akan berhati-hati menggunakan obat, lebih baik tanya apoteker. Bagaimana dengan kamu?








Minggu, 22 November 2015

Filosofi Kecantikan Saya Di NMW Skin Care

November 22, 2015 67


Wajah bebas flek dan jerawat dengan tampilan warna merona segar  sering jadi impian perempuan segala usia. Saya pun ngga luput dari masalah tersebut. Saya pernah gonta ganti cream perawatan wajah yang dijual bebas dan hasilnya nihil. Pernah juga coba-coba ke Dokter kecantikan atas referensi teman tapi tetap ngga ada hasil.  Alih-alih bukan kulit sehat terawat yang saya dapat, justru malah jerawatan dan kulit saya semakin kusam. Geregetan deh, mau marah sama siapa coba?

Tapi rupanya saya ngga boleh lama-lama ngambek dengan kulit bermasalah saya. Ini kan property *halagh bahasanya* saya, mau gimana toh tetap saya sendiri juga yang merasakan, ya kan?  Untuk itulah, ketika saya ke NMW Skin Care di Petogogan 2 No.29 Kebayoran Baru Jakarta Selatan Selasa 17 November 2015 lalu, saya jadi berinisiatif untuk lebih rajin merawat kulit saya. Di NMW Skin Care saya baru sadar jika kulit rupanya butuh ekstra perhatian juga.  Saya pun menemukan arti sebuah filosofi kecantikan  di NMW Skin Care. Nah, seperti apa oleh-oleh ceritanya, simak yugh..


Registrasi
Baru sampai di area parkir, melihat kendaraan yang diparkir sempat membuat saya ketar-ketir. Gilee, segini banyaknya kendaraan, mau berapa jam lagi saya ngantri? Terus terang, dulu saat saya ke Dokter Tetttoott *sensor ya*, saya pernah ngantri dari jam 1 siang, dan baru masuk ke ruang dokter jam 8 malam. Hadeuh bakal lama ngga ya? Yugh, kuat ya, kuat ya, hibur hati saya.


Area parkir NMW SKin Care Petogogan yang disesaki Customernya 


Setelah membulatkan tekad *jiaah, bahasanya*saya buka pintu berkaca bertuliskan “OPEN”. Melihat saya masuk, beberapa orang dari meja Customer Service menyambut dengan ramah. Kemudian seperti Customer baru lainnya, saya diminta mengisi list data pribadi sesuai KTP lalu di foto untuk dibuatkan kartu member NMW Skin Care. Dasar Blogger, melihat kamera dikit aja, tetap pingin narsis, hehe.. 

Atas : Suasana ruang Customer Service dengan pelayanannya yang ramah dan cekatan. Bawah : Ruang tunggu ramai Customer yang tampak sabar menunggu antrian 

Di ruang tunggu, sambil menunggu dipanggil saya sempatkan ngobrol dengan Customer yang duduk di sebelah saya. Kulitnya kenyal, berona merah muda dan bersih sekali. Saya tanya, katanya dia sudah lama sekali melakukan perawatan di NMW Skin care. Penasaran, saya bertanya lagi, “apa bedanya sih dengan skin care yang lain?” Ibu itu bilang, dia cocok dengan perawatan di NMW Skin Care. Lagipula, harga yang dia bayar jauh lebih murah dibanding saat dia dulu pergi ke Klinik Skin Care lain. Wuuaah, pantas aja NMW Skin Care seramai ini, harganya bersahabat dengan kualitas teratas, sih.. J

Di sini, terus terang saya takjub dengan data base yang terkomputerisasi di NMW Skin Care. Alur Customer dari awal datang hingga menjalankan treatment sudah tersusun rapi. Lihat deh, setelah saya difoto tadi, hanya beberapa menit aja wajah saya sudah nongol di layar monitor seperti ini. Tampak jelas wajah saya dengan nomor urut 44 akan ditangani di ruang 103 dengan dokter Deviana. Sempat pikiran iseng melintas di kepala, kalau seperti ini mah amaaaan ; ngga ada istilah bisa menelikung biar cepat ditangani dokter lah ya… hihihi…


Sistem antrian Pelanggan yang terhubung dengan data base komputer di lantai 1 dan lantai 2


Konsultasi 
Ngga menunggu lama, saya dipanggil dengan pengeras suara untuk ke ruang konsultasi. Berdasarkan diganosa Dokter Deviana yang ramah, rupanya saya mempunyai kulit berminyak yang ditandai dengan pori-pori kulit yang besar. Kulit saya juga sedang berjerawat dan terlihat kusam (iya Dok, maklum, malas merawat wajah sih).


Konsultasi dengan Dr. Deviana yang ramah jadi ga bikin grogi konsultasi :) 

Setelah mengetahui niat saya untuk menghilangkan flek yang membandel, Dokter Deviana bilang, “Flek itu ngga bisa hilang secara cepat lho, apalagi ini fleknya dalaaaaam sekali.”

Yaaah, merosot seketika deh angan-angan punya kulit bebas flek. Jadi selama ini saya dibohongin aja dong? L

Katanya lagi, “tapi jangan kuatir, ya. Meski ngga bisa hilang sama sekali tapi nantinya akan semakin menipis dan samar-samar koq. Nah, jika sudah begitu,  jangan berhenti dirawat, karena flek bisa datang lagi. Yang terpenting, dengan disiplin perawatan, kulit jadi lebih sehat. Kalau sehat pasti lebih cantik.”

Ah iya, benar juga. Tanpa janji-janji setinggi gunung, dokter Deviana memberikan pendapat yang bisa saya terima dengan logika. Bahwa semua memang ngga ada yang instant ya. Disiplin kuncinya J

Dokter Devi menganjurkan saya untuk melakukan treatment pertama dengan facial acne peel of dan microdermabrasi. Kemudian saya diberi resep berupa dua macam krim malam untuk dipakai selang seling, sun block dan sabun wajah khusus untuk kulit jerawat. Oke, makasih ya Dok J



Treatment Facial Acne Peel Of dan Microdermabrasi 

Menuju lantai 2, suasana cozy dan homey terasa banget, betah deh :)

Di lantai 2, tanpa menunggu waktu lama, saya memasuki ruang facial. Oiya, rupanya system komputerisasi ngga hanya di lantai 1 aja lho. Di lantai 2 pun data base pasien terhubung dengan sendirinya. Tanpa harus woro-woro lagi, mba Adminnya dengan sigap menyambut ketika langkah saya baru menaiki tangga lantai 2 - setelah berkonsultasi dengan dokter barusan. Efisien banget.


Majalah juga ada buat bacaan iseng saat nunggu ruang facialnya siap :)

Di lantai ini ada tiga ruangan facial dimana salah satunya khusus untuk kaum adam. What?? Lelaki?? Hhmm, bagus juga ya dipisah ruangannya. Satu point plus lagi dari saya, NMW Skin Care peduli sekali dengan hal sensitive seperti ini ya, hehe..  

Di ruangan facial, suasana temaram terlihat dengan warna gordyn biru gelap yang dibuka hanya sedikit untuk masuknya sinar matahari sekedarnya. “Wah, koq gelap, Mbak? bakalan ketiduran nih,” celetuk saya ke Mba Therapisnya.

“ Iya Bu, kan facial memang harus relax, justru kalau bisa tidur malah bagus koq.” Kata Mba Therapisnya dengan ramah. Siiippp, asal jangan mendengkur aja ya, jaim dikit dong.. hihihihi…
Benar-benar kenyamanan Customer diutamakan dengan peraturan mengheningkan nada dering ponsel, gorden biru yang bikin ngantuk, peralatan canggih dan botol-botol yang tersusun rapi :)



Untuk mendukung ketenangan saat facial, NMW Skin Care sudah mengantisipasi terlebih dulu. Music yang sayup-sayup menenangkan telinga dan ada tulisan untuk mengheningkan suara ponsel menentramkan hati sekali. Yes, good idea J

Di ruang ini, peralatannya hieginis sekali, terlihat dari bersih dan terawatnya fasilitas. Saya lihat botol dan krim untuk facial sudah tertata rapi dalam kondisi tertutup di meja samping tempat saya berbaring. Acung jempol lagi dengan keprofesionalan NMW Skin care.
 
Cleansing, steaming, angkat komedo, masker, lalu dipijat mba Therapisnya, hhmmm :)
Selama  lebih dari satu jam treatment Facial Acne Peel Of dan Microdermabrasi untuk saya selesai juga. Diawali dengan cleansing, diuapi atau steaming, dibersihkan komedonya, masker dan saya juga dipijat di area muka, kepala dan leher. Asyiiik, tegang-tegang di leher jadi hilang hehee..

Setelah selesai, saya foto narsis lagi dong. Penasaran dengan hasilnya. Cieee, wajah saya terlihat lebih bersinar. Kusam-kusam enyah seketika hahaha..


ki - ka : Before - After. Fleknya tetap ada, tapi kelihatan lebih bersih dan ngga kusam lagi ya? 


Apotek dan Body Care Royal House

Setelah selesai menjalani treatment saya kembali ke lantai 1 untuk menunggu resep krim perawatan saya dari dokter Deviana tadi. Di apotek yang berhubungan dengan ruang tunggu, saya melihat rak-rak cantik yang memajang aneka produk dengan logo Royal House. Apa ini ya? Kembali saya penasaran.


Di ruang kasir disiapkan juga mesin EDC untuk kenyamanan Customer

Perawatan di NMW Skin Care rupanya berfokus tidak hanya pada perawatan kulit wajah aja, tapi juga pada perawatan tubuh. Dengan bendera Royal House, aneka Body Shower, Body Butter, Body Scrub, Hand & Body Lotion dan Body Splash menjadikan kesempurnaan kecantikan kulit terawat menyeluruh dari wajah sampai tubuh. Varian Body Care dari Royal House aromanya pun ngga pasaran, unik banget. Jadi kepikiran mau mbeliin kakak saya deh… *intip dompet


Beberapa varian aroma produk Body Care dari Royal House 

NMW Skin Care
NMW Skin Care merupakan Klinik perawatan kulit yang diambil dari nama Dokter Nataliani Mawardi pemilik sekaligus Dokter yang juga praktek tiap Senin-Jumat pukul 09.00 – 12.00 dan 17.00 – 21.00, sedangkan Sabtu praktek pukul 09.00-12.00. Selain Dokter Nataliani masih ada tiga dokter lain yang juga praktek di NMW Skin Care. Berbagai perawatan kulit wajah misalnya aja Facial, Facial Detox, Problem Jerawat, dan Tanam Benang ditangani langsung oleh Beautician professional dibawah pengawasan dokter-dokter terlatih tersebut. Mengusung motto Care, Love and Smile peralatan canggih untuk perawatan wajah didukung produk kosmetik bebas merkuri dan alhokol dan harga yang lebih murah 50% dari Klinik kecantikan lain menjadikan NMW Skin Care menjadi sahabat bagi orang yang menginginkan kulit sehat terawat bebas merkuri.

Lokasi Skin Care berada di wilayah strategis, yaitu :

1.       Jalan Raya Petogogan 2 No.29 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
2.       Jalan Dewi Sartika No. 5A-5B Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan.
3.       Jalan Akses UI No. 34 Tugu Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
4.       Jalan KH. Noer Ali No. 2 Rt. 008/05 Kayuringin, Bekasi Selatan.
5.       Jalan Pakuningratan No. 6 Cokrodingratan, Jetis, Yogyakarta.


Bagi Customer setia NMW Skin Care bisa mendapatkan NMW Member Card yang bisa digunakan untuk mendapat diskon 10%. Kemudahan pembayaran dengan cara debit Card atau Kredit Card pun menjadi sebuah solusi jika tidak membawa uang Cash. Untuk memanjakan Customernya, di NMW Skin Care pun disediakan free WiFi, asyik kan. Selain itu, saya dibisiki juga bahwa NMW Skin Care sering mengadakan promo atau diskon-diskon perawatan yang bikin ngiler. Uwooooww... :D
 
Ketemu bagian Manajemen NMW Skin Care Mba Irma. Member Card NMW dan kartu rekam medis saya. Obat dari Dr. Deviana. Oleh-oleh Body CareRoyal House yang saya bawa pulang. 
Oleh-oleh ketika saya pulang dari NMW Skin Care banyak sekali. Bukan saja pengalaman atau bingkisan menarik, tapi juga saya menemukan arti sebuah filosofi kecantikan yang bermanfaat untuk diri saya. Bahwa tidak ada perempuan yang jelek di dunia, yang ada adalah perempuan yang malas merawat dirinya sendiri. Bahwa tampil memikat bukan dalam rangka untuk tebar pesona tapi untuk menambah kepercayaan diri pula. Jadi, dengan melakukan sesuatu untuk kulit saya hari ini, saya yakin masa depan saya akan berterima kasih kelak. 






Thank You NMW Skin Care J

Selasa, 17 November 2015

Cerdas Menggunakan Obat Berkat Gema Cermat

November 17, 2015 8
Cerdas Menggunakan Obat, yuuk.. :)
Sakit?? Ya minum obat!!

Kejam amat, tapi ya begitu memang ”jika sakit harus minum obat kalau mau sembuh”. Mengacu pepatah sedia payung sebelum hujan, saya dan mungkin banyak keluarga lainnya mempunyai kotak obat. Kotak obat standar P3K yang saya punya berisi obat luar seperti minyak gosok, obat luka, koyo dan plester. Kemudian obat oral (minum) seperti obat pusing yang kita kenal sebagai parasetamol, obat antibiotic yang kita kenal dengan Amoxycilin, Dexametason untuk radang tenggorokan, Kapsul pencahar dan OBH atau OBP. Nah, sudah tau kan OBH itu adalah obat batuk hitam dan OBP itu obat batuk putih?

Haiiyaa, kalo begini kelihatannya saya paham sekali mengenai dunia obat ya? Hihihi…

Sik, sebenarnya ngga juga sih, kan penyakit yang kita sering alami ngga jauh-jauh dari Batuk, Pilek, Diare, Muntah dan Demam aja, ya kan? Anak-anak juga bolak balik kalau sakit ya Radang Tenggorokan lagi, radang tenggorokan lagi. Jadi obatnya ya itu-itu aja, sampai hafal saya dengan resep Dokternya. Biasanya nih, dari pada bolak balik ke Dokter, jika indikasi gejala sakitnya terlihat, saya suka sok pinter memberikan obat-obat yang sering diresepkan Dokter kepada anak-anak dari kotak obat. Pikir saya simple aja, sama aja toh cesplengnya dari pada lama ngantri di Kliniknya dan bayar pulak (sebelum pake BPJS).



inilah salah satu souvenir dari stand Pameran Pembangunan Kesehatan yang saya kunjungi 
Astaga, rupanya apa yang saya lakukan itu SALAH BESAR. Dalam Talk Show bertema Gema Cermat di JIEXPO Kemayoran hari Sabtu tanggal 14 November 2015 kemarin, saya dan teman-teman sesama Blogger antusias menyimak talkshow yang dipandu MC cantik yang juga seorang Blogger, Mira Sahid. Berkaitan dengan Hari Kesehatan Nasional di gedung Hall C1-C2 berbagai institusi medis ikut memeriahkan Pameran Pembangunan Kesehatan dengan banyaknya stand pameran yang menarik untuk dikunjungi. Games, free drink berupa aneka minuman herbal dan merchandise berupa buku-buku mengenai kesehatan, obat, dan penyakit sukses diserbu pengunjung yang datang termasuk saya sendiri. 



Sebagian Harta karun berupa merchandise buku-buku kesehatan
Apa itu GEMA CERMAT?
GeMa CerMat merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, salah satu strategi dalam bidang pembangunan kesehatan di tengah masyarakat untuk peduli, sadar, paham dan trampil menggunakan obat secara tepat dan benar.  

Diketahui pemahaman masyarakat dan informasi yang di dapat masih sangat kurang dari tenaga kesehatan menyebabkan masyarakat menggunakan antibiotic tanpa pengawasan. Padahal dengan sembarangan mengkonsumsi antibiotic yang umumnya dijual bebas bisa memicu terjadinya resistensi (penumpukan) antibiotic. Jika hal ini terjadi dipastikan akan timbul lagi masalah kesehatan baru. Jangan sampai kematian meningkat lantaran antibiotik tidak lagi berfungsi. Oemjiiii… L



ki - ka : MC. Mira Sahid, Dr. Purnamawati Sp.Ak. Foto by : Rahab Ganendra

Dalam pemaparannya, Narasumber pertama Dr. Purnamawati Sp.Ak bertanya, “Tau ngga sih bahwa penyakit Batuk dan Pilek itu merupakan cara tubuh untuk melindungi paru-paru dari menumpuknya lendir? Tau ga sih jika Muntah dan Diare merupakan cara tubuh untuk membuang zat-zat beracun dari perut?”

Menurut Dokter yang juga pendiri Yayasan Orang Tua (YOP) dan juga anggota Komite Pengendalian Resistensi Anti Mikroba Kemenkes RI ini, Batuk dan Pilek umumnya bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Kenapa bisa sembuh sendiri? karena penyakit tersebut serignya disebabkan oleh virus. Sebagaimana kita tahu, Virus itu tidak bisa mati, dia hanya tidur saat pertahananan tubuh kita bagus, dan bangkit kembali menyerang saat pertahananan tubuh kita melemah.  Jadi, fungsi antibiotic memang tidak mempengaruhi apa-apa karena tubuh kita sudah mempunyai mekanisme pertahanan tubuh sendiri.

“Tapi biasanya orang suka ngga sabaran. Dikit-dikit ke dokter. Pusing dikit minum antibiotic, Batuk dikit minum antibiotic, padahal tidak semua penyakit membutuhkan obat,” paparnya kemudian.

Nah, sekarang bagaimana cara mengatasi sakit Batuk dan Pilek secara tepat dan benar? Dr. Pur memberikan tips-nya yaitu :

  • dengan memperbanyak minum air putih,
  • minum parasetamol, kemudian 
  • matikan AC jika ruang kamarnya ada AC, lalu 
  • istirahat yang cukup.


JANGAN MINUM ANTIBIOTIK, KARENA BATUK PILEK AKAN SEMBUH SENDIRI ~ Dr. Purnamawati, Sp.Ak


Dan tips berikut untuk mencegah orang tertular penyakit, caranya :


  • cuci tangan dengan air dan sabun sambil menyanyi lagu selamat ulang tahun
  • gunakan masker jika batuk dan pilek
  • menutup mulut saat batuk dan bersin


 Sementara itu  tips untuk mencegah  batuk pilek menghampiri, yaitu :

  • Makan makanan bergizi,
  •  istirahat yang cukup,
  • Olahraga,
  • cuci tangan dengan sabun dan
  • imunisasi yang lengkap.
Antibiotic harus dieman eman (Bahasa Jawa : tidak boleh sembarangan), harus digunakan hanya jika perlu saja, dan itu belum tentu setahun sekali. ~ Dr. Purnamawati, Sp.Ak

Dra. Azizahwati. Foto by : Rahab Ganendra 

Di sessi ke-dua, Dra. Azizahwati ketua umum pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan praktisi farmasi komunitas ini memanggil beberapa relawan untuk mau ke panggung. Setiap orang dipersilakan mengambil obat dan membacakan indikasi obat tersebut. Rupanya sebagin besar yang maju sama seperti saya, banyak yang belum paham mengenai indikasi obat. Iya sih, kalau disuruh maju, saya juga lebih paham merk dagangnya daripada namanya. Hadooh…

Beberapa peserta dari berbagai kalangan maju dan membaca indikasi obat yang dipegangnya


Dalam pemaparannya, Obat di pasaran itu berbeda-beda, ditandai dengan tiga warna :

HIJAU                    : OBAT BEBAS. Bisa dibeli di apotek dan toko obat. Contohnya : Paracetamol, vitamin dan mineral

BIRU                      : OBAT BEBAS TERBATAS. Bisa dibeli di apotek , contohnya : Dimenhidrinat (obat anti alergi)

MERAH                 : OBAT KERAS dan Psikotropika. Bisa dibeli hanya dengan resep Dokter, contohnya : Amoxisilin, Kaptopril, Deksametason, Piroksikam, Diazepam, Fenobarbital

Jadi sudah semestinya kita memahami penggunaan obat secara tepat. Beliau menggaris bawahi, Hal-hal yang harus kita ketahui tentang obat yaitu perhatikan komposisinya (zat aktif apa yang terkandung di dalamnya), Indikasinya (informasi terkait khasiat obat), Aturan pakai (berapa tablet, berapa ml sendok takar), Efek samping obat (mengantuk, alergi, pusing, mual, muntah) dan waktu minum obat (apabila 3 kali maka setiap 8 jam sekali, apabila 2 kali maka setiap 12 jam sekali).

Idealnya, setiap kurang lebih 8 jam sekali adalah jarak ideal untuk mengkonsumsi obat. ~ Dra. Azizahwati.
Di sessi terakhir, Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt, M.Pharm Direktur Bina Pelayanan Farmasi mengingatkan kembali bahaya antibiotik yang sembarangan. Beliau mengharapkan masyarakat untuk tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, tidak berbagi antibiotik dengan orang lain, kemudian mulailah rajin mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya.

Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt, M.Pharm

Duuh, beruntung sekali saya bisa berkesempatan hadir dalam talk show bersama GeMa CerMat ini. Banyak sekali ilmu berharga mengenai kesehatan yang bisa saya bagikan lewat tulisan blog agar sasaran dan tujuan GeMa Cermat bisa tercapai. Semoga persepsi yang salah di masyarakat bisa terminimalisasi, dan masyarakat nantinya akan semakin Cerdas Menggunakan OBat, seperti saya. Terima kasih GeMa Cermat :D


Foto Bersama selesai talk Show. Terimakasih GeMa CerMat :)






Rabu, 11 November 2015

Gara-gara Bullying

November 11, 2015 14



Kemarin sore sepulang sekolah Dega membawa cerita yang kali ini mengagetkan hati saya. Gimana saya ga kaget, enam orang kakak kelasnya (kelas empat) ketahuan menyiksa salah seorang temannya bernama A hingga luka-luka. Salah seorang saksi (teman satu kelas mereka) melihat A dibawa ke tempat sepi. Di tiang listrik yang sudah berkarat, A dipaksa memeluk tiang lalu enam orang tersebut ramai-ramai menggosok-gosokkan naik turun badan A ke tiang listrik hingga lecet dan luka-luka.
Melihat kejadian tersebut saksi mata segera melaporkan ke pihak sekolah. Tanpa buang waktu, A mendapat pertolongan dan dibawa ke puskesmas sementara ke enam anak tersebut langsung mendapat sanksi keras, dikeluarkan dari sekolah.

"Katanya, anak itu lecet sampe berdarah-darah dari dada sampe paha, Bu." Cerita Dega.
Hiiy, saya bergidik membayangkan posisi A saat itu yang tengah memeluk tiang. Jika dada dan pahanya sampai berdarah, pasti kemaluan anak itu juga sakit luar biasa.

Hati-hati saya bertanya ke Dega, "Dega kenal ga sama enam anak itu?"

Analisa saya, jika Dega kenal, bisa jadi ke enam orang tersebut sama-sama satu jemputan sekolah. Jika iya, bisa jadi ke enam anak itu sama-sama tinggal satu wilayah dengan kami. Duuh, jangan sampai ya Allah.

"Dega ngga kenal. Tadi di mobil jemputan, kata anak-anak yang sekelas sama mereka, anak-anak itu emang nakal, Bu."

Astaghfirullah al aldzim. Miris saya. Selama ini saya hanya tau berita seperti itu lewat televisi atau baca koran aja. Sekarang, di depan mata saya, di sekolah Dega dan Mas Tsaka ada kejadian bullying juga.

Sungguh, saya ngga mau beropini aneh-aneh mencari tau kenapa ke enam anak itu bisa berbuat tega pada temannya sendiri. Saya hanya kasian pada si korban. Kekerasan itu saya yakin ngga hanya membuat luka fisik aja, tapi juga mentalnya. Menurut saya, trauma penindasan itu bisa-bisa menyebabkan kepribadiannya jadi penakut sampai dewasa. Semoga aja sih ngga deh ya.

dega dan teman-teman


Atas kejadian tersebut pihak sekolah bersikap tegas memberi sanksi dengan mengeluarkan anak-anak itu dari sekolah. Saya sendiri ngga tau kenapa sampai ke enam anak tersebut dikeluarkan. Bisa jadi perbuatan ini ga baru sekali ini terjadi. Jika benar, bila dibiarkan, siapa yang bisa jamin kejadian yang sama ngga berulang lagi?

Memang kasihan juga sih, para pelaku yang masih anak-anak (masih berpikir pendek) pasti ngga akan menyangka tindakannya itu berbuah seperti ini. Gara-gara sok kuasa, masa depan mereka bisa terancam.

Pe er buat orang tua mereka memang, juga buat saya sendiri. Hati-hati dengan emosi. Orang tua yang sering emosi jangan sekalipun melampiaskannya ke anak. Karena bisa aja si anak melampiaskan lagi ke temannya, dan itu bisa memicu bullying. 

Yah, bisa jadi mungkin hanya menggertak. Bisa jadi mungkin hanya mencemooh. Bisa jadi mungkin tidak memalak. Tapi gara-gara bullying, kita ngga pernah tau apa yang ada di hati si korban kan?

Selasa, 10 November 2015

Upah Kejujuran

November 10, 2015 9




"Bu, hasil UTS IPA yang kemarin udah dibagiin diminta lagi sama Bu Guru. Katanya mau direvisi lagi nilainya," cerita Dega sepulang sekolah kemarin.

Laah, ada masalah apa emangnya? Saya penasaran.

Buru-buru Dega membuka laci buku pelajaran dan menyodorkan selembar kertas ulangannya. "Jadi, jawaban nomor 19 kan harusnya daun mangkokan itu melengkung, jawaban aku menyirip. Nih, lihat deh."

Saya perhatikan pertanyaan soal tersebut memang rancu.

19. Bentuk daun seperti gambar di samping adalah ...
.

Gambar daun yang katanya bernama daun mangkokan itu menurut saya memang tidak jelas lengkungannya, justru tulang daunnya terlihat diarsir lebih kentara. Dan kebetulan di materi pelajarannya, pembahasan mengenai bentuk daun sama sekali ngga ada, yang ada justru mengenai jenis-jenis tulang daun. Jadi, saya, Dega dan mungkin teman-temannya juga bisa jadi salah paham membaca gambarnya.

Tapi jika membaca ulang pertanyaannya, memang sih maksud yang diminta soal tersebut adalah menanyakan bentuk daun dan bukan tulang daun.

"Nilai aku ga jadi 100 ya, Bu," sesal Dega mengembalikan saya ke kenyataan.

Saya tersenyum. "Ya udah gapapa De, namanya juga salah," hibur saya.

"Ngga dapet uang sepuluh ribu dong ya, bu?"

Buukk... sesuatu menyentak hati saya.

Selama ini memang saya merangsang anak-anak untuk rajin belajar dengan iming-iming uang. Apabila mendapat nilai ulangan 100 mereka boleh menukarkan ke saya dengan uang Rp 10.000. Terus terang cara ini manjur. Mereka jadi siap tempur berprestasi dengan cara jujur.
Tentunya namanya juga merangsang, jika sudah ajeg ga perlu dirangsang lagi. Si sulung Mba Nala ngga perlu disuruh, ngga perlu iming-iming, dia udah jalan sendiri dengan pakem yang saya terapkan selama ini. Prestasinya di akademik dan Paskibra benar benar ga bisa disepelekan.

"Ya sudah, gapapa. Lain kali lebih teliti aja ya. Jangankan Dega, bu Guru juga bisa salah koq. Lumrah namanya juga manusia, pasti pernah salah." Hibur saya.

Semalam, saat saya mencuci piring sisa makan malam, Dega seperti biasa menemani. Duduk di bangku dekat bak baju kotor dia bercerita kembali soal ulangan IPA-nya itu.

"Bu, tadi aku udah kasih nilai ulangan IPA aku yang kata bu Guru mau direvisi. Terus sama bu Guru abis dibaca langsung dipulangin lagi ke aku. Aku cuma disuruh mengganti jawabannya aja dari menyirip jadi melengkung. Nilainya tetap 100 Bu. Ga berubah."

Pernah sih memang saya meminta gurunya-jika ada jawaban Dega yang salah baik di latihan maupun ulangan-agar ditulis ulang apa jawaban yang benarnya. Terkadang saya puyeng juga dihadapkan pada soal essay yang jawabannya suka ngga ada di materi buku pelajaran.

"Terus?"

"Kata Bu Guru, itu upah kejujuran aku."

Saya tersenyum lebar, saya peluk erat Dega.

Masya Allah, kehidupan memang tak selalu dapat kita mengerti endingnya gimana ya, nak. Dengan kita menjalani apa bagian dari kita dengan ikhlas, insha allah selalu ada jalan ya nak.

Minggu, 08 November 2015

Menelisik Sisi Unik Jakarta di Grand Zuri Hotel BSD

November 08, 2015 13
Sampai sekarang terus terang saya dan suami masih sering kebingungan memutuskan di mana lokasi wisata murah meriah untuk anak-anak. Pertama urusan bujet yang mau ngga mau kudu disesuaikan dengan lokasi dan waktu liburannya. Pertimbangannya gini, lokasi liburan yang dekat tentunya bisa ngirit biaya transportasi, ya kan? Kedua, berapa lama waktu liburannya. Kalo bisa seharian jadi ngga usah keluar bujet lagi untuk biaya nginep dan makan yang dihitung berapa kepala dan berapa kali makannya, ya kan? Nah, jadi boro-boro mau liburan ke luar kota atau luar negeri  yakz? Ujung-ujungnya ya tetep ngisi liburannya di Jakarta lagi, Jakarta lagi :D

Masalahnya Jakarta sama sekali ngga ada menarik-menariknya. Pernah sih suami ngajak ke Ancol malam-malam kemudian kami camping dengan gelar tikar di pantai sampai pagi menjelang. Anak-anak ya terang aja kegirangan, kapan lagi malam-malam diperbolehkan berendam di air laut dan main air? Selebihnya ya bosen juga, masa ke Ragunan lagi, ke Monas lagi, atau ke Taman Mini lagi. Dari dulu ngga ada perubahan, gitu-gitu aja. Kalau ke Mal? Ahh, kami bukan keluarga yang suka nge-Mal, ga cocok sama dompet hahaha..
ki - ka : Donna Imelda & MC. Arie

Bersyukur sekali saat Launching Jakarta Corners 24 Oktober 2015 lalu saya bisa berkesempatan hadir. Dibuka oleh MC. Arie yang konon katanya kembarannya Gayus itu (toos ya Rie..^^) Jakarta Corners digagas oleh 6 orang blogger yang hobi travelling. Dalam sambutannya, Donna Imelda berkata, “Jakarta Corners bukanlah program milik pemerintah, kami independent dan hanya ingin membantu mengeskplorasi human interest terhadap Jakarta. Kami ingin menjadikan Jakarta tak hanya ber-image sebagai biangnya macet dan polusi aja.”

Menurutnya, selama ini Jakarta kenapa cuma menjadi kota transit wisatawan aja. Kenapa para wisatawan ga mau berlama-lama stay di Jakarta? Macet dan sumpek bisa jadi menjadi alasannya karena Jakarta dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia. Padahal, menurutnya, Jakarta mempunyai banyak sudut menarik yang sering luput dari promosi. Kenapa orang Jakarta sendiri lebih memilih mengisi liburannya ke Mal, apa sebabnya? Bisa jadi, banyak orang Jakarta sendiri memang tidak tau jika ada banyak berbagai alternatif tempat yang menarik untuk dijelajahi di Jakarta. 

Dengan latar belakang itu, akhirnya Jakarta Corners pun resmi dibuat. Di website ini kita bisa temukan berbagai rekomendasi tempat kuliner di Jakarta dan sekitarnya yang unik dan menarik. Berbagai informasi disajikan seperti event-event, berbagai Festival, Warisan sejarah berupa bangunan atau kisah di balik situs sejarah yang menarik dikunjungi, dan berbagai keunikan lainnya di Jakarta. Diharapkan dengan adanya Jakarta Corners, Jakarta akan menjadi pilihan terbaik Wisatawan asing maupun lokal untuk dijelajahi.

Jakarta Corners juga membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin berbagi pengalaman dengan menyumbangkan tulisan mengenai Jakarta dan sudut-sudutnya, pungkasnya.

Empat dari enam Founder Jakarta Corners, dari ki-ka : Donna, Shinta, Rien, Evi
Wiiyh, asyik nihh! Buat ukuran keluarga saya, Jakarta Corners membantu banget memberikan ragam alternative pilihan wisata murah meriah di Jakarta dengan berbagai keunikannya. Wisata dengan cara berbeda menurut saya lho. Yesss… J

Sehubungan dengan wisata murah di seputaran Jakarta, mas Teguh Sudarisman founder Komunitas Penulis Pengelana yang juga seorang Editor membagikan tips jalan-jalan yang syukur-syukur bisa menghasilkan duit untuk para Blogger dengan tema What You didn’t know about Jakarta. Dari hasil survey, wisatawan di Jakarta itu masih didominasi oleh wisatawan daerah. Merujuk  ke luar negeri, tujuan Bangkok rupanya menempati rangking teratas pilihan wisatawan dunia. Hiekz, ngenes banget jika membayangkan Jakarta menempati urutan ke berapa tuh ya?

ki - ka : Teguh Sudarisman dan MC. Arie 

Lelaki yang gaya bicaranya easy going ini menyambung pembicaraan, “padahal banyak hal-hal menarik di Jakarta yang bisa dijadikan bahan tulisan menarik untuk dikunjungi dan juga mudah dijangkau transportasi umum lho.” Nah ini dia yang saya cari, dekat dan irit bujet hihihihi

"Buka peta deh, kita bisa lihat ada banyak museum, ratusan Mal, ragam tempat kuliner bahkan melipir ke pinggiran Jakarta, ada kawasan pulau seribu dan pernik unik menarik di seputaran Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor. Tinggal kita yang menyesuaikan aja dengan tenaga, waktu dan bujet pastinya ya." Walaaah, iya benerrr :D

Yang penting, katanya, jadikan menulis itu niatnya untuk berbagi. Nah, berbagi juga jangan setengah-setengah. Usahakan kita juga menguasai skill fotografi dan skill menulis yang apik, sehingga tulisan kita jadi ‘greng’ dan layak dijual di media. Tuuh, siapa yang ngga mau ya?

Untuk efisiensi waktu dan biaya, mas Teguh mengajak Blogger terbiasa membuat itinerary liputan terlebih dulu. Mas Teguh memberikan contoh itinerary ala dia seputaran Senen Jakarta Pusat. Di kawasan ini dalam sehari kita bisa temukan banyak bahan untuk tulisan misalnya kuliner nasi kapaunya, pasar kue subuhnya, nonton wayang orang Barata, back stage wayang orang Barata, sop buntut enak di hotel A, review hotel A dan lain-lain.

Kuncinya, tangkap sudut-sudut unik yang ditemui dan jangan lupa didokumentasikan. Variasi liputan bisa dari angle wawancara atau suasananya atau pementasan eventnya gimana. Yang penting  tetap focus aja meski melakukan banyak hal dalam meliput sesuatu selama sehari penuh itu.

Setelah menulis, coba kirimkan ke artikel berbagai media. Urutkan publikasi artikel berdasarkan Dead line-nya. Pesannya sih singkat, jangan terpaku mengirimkan ke media Jakarta aja. Kirim ke media daerah, bahkan jangan ragu untuk publikasi ke luar negeri. Seperti Mba Rien yang juga contributor Jakarta Corners sukses lho mengirimkan artikelnya di berbagai media travel seperti majalah di Airways. Ahaaay… kereenn :D
Jika membuat tulisan travel, gunakan bahasa personal bukan seperti Wikipedia. Dahulukan kirim ke Media baru posting di blog. Agar ngga terjebak pakem,sebaiknya Blogger sesekali menulis dengan gaya dan pakem media, agar tulisannya lebih gampang diterima dan dipublikasikan media. ~ Teguh Sudarisman 

Faktor lain yang mendukung agar artikel kita bisa dipublikasikan media adalah ketahui standar yang berlaku di Media yang kita tuju. Contohnya kualitas tulisan dan resolusi foto yang ngga sesuai kriteria pernah dialami seorang Blogger akibatnya dia gagal nembus media. Waduuh, jadi sebaiknya memang ‘kenalan’ dulu sih dengan pihak Media-nya ya J

Kemudian, jika kita sudah bisa menghasilkan uang dari hasil tulisan, pesan mas Teguh, ”Tambahkan terus kemampuan. Caranya, investasikan sebagian honor untuk membeli buku, gadget berkualitas atau nambah applikasi berbayar untuk gadget." 

Mas Teguh menjelaskan aksesories apa aja yang penting dan wajib dipunyai seorang Jurnalis dan Bloggger untuk meliput kegiatan misalnya Memory Card, Power Bank, Tripod, Tongsis, Adaptor Tripod, Casing Underwater, Microphone stereo. Sementara untuk applikasi edit foto berbayar contohnya snapseed, duluxeFX, 

Siip mas, makasih yaaa... Aassik banget kan materi yang dijelaskan mas Teguh, bernas banget J

Hotel Grand Zuri bergaya kontemporer dengan desain modern yang nyaman 

Gathering yang berlokasi di Grand Zuri hotel BSD berlangsung dengan penuh suasana keakraban. Dasar Blogger, sejak sebelum acara dimulai aja gelak tawa, ledek-ledekan, cipika cipiki atau say hai menjadi hal yang lumrah banget. Contohnya saya pas ketemu Evrina. Di kepala sudah inget namanya, tapi yang disebut malah nama lain. Sempat Evrina mbrengut mendengar sapa ramah saya yang salah alamat.. hahaha.. maaf ya dear J

Kemudian, kejadian berikut antara saya dengan mba Evi Indrawanto. Daripada sok akrab terus jadi salah lagi, saya menyapa dan langsung nembak nanya, “maaf siapa deh namanya mba?”

“Aku Evi, “ jawabnya hangat. Eladalah, di belakang aku kedengaran ada yang bisik-bisik, “eh, yang ini tho yang namanya mba Evi.” Hayooo, ketahuaaan..hihihihihihi…

suasana gathering yang sempat saya dokumentasikan. 


Dari awal saya datang, suasana kehangatan di Grand Zuri Hotel emang terasa seperti di rumah sendiri lho, homeey banget. Ssttt… jangan bilang-bilang ya. Ceritanya saya datang termasuk kepagian dalam kondisi belum sarapan pula. Di meja ujung saya lihat pemanas kopi dan teh, lalu saya otomatis aja nyeduh kopi dulu buat penghangat perut. Anggap aja rumah sendiri… hehehe..


Sambutan dari Pak Dimara perwakilan dari manajemen Grand Zuri Hotel. Terimakasih atas sambutannya ya Pak :)

Pak Dimara mewakili manajemen Grand Zuri Hotel menjelaskan. “We know how to please you merupakan motto Grand Zuri Hotel yang merupakan satu kesatuan antara leasure dan konsep bisnis.”

Berada di pusat kota BSD, jalan pahlawan Seribu Kav. Ocean Walk blok CBD lot.6 BSD, Grand Zuri Hotel bersebelahan dengan Teras Kota Mall dan Ocean Park Water Adventure. Hotel berbintang empat ini juga dekat dengan tol Jakarta-Merak, perkantoran, pusat hiburan dan perbelanjaan.

Kelebihan lainnya, Grand Zuri Hotel menyediakan shuttle bus ke daerah AEON Mal, Free alias gratis. Selain itu, dengan tambahan biaya, fasilitas antar jemput menuju ke Bandara Soekarno Hatta telah disiapkan juga. Tapi jika berkendara sendiri toh hanya dengan waktu lebih kurang 35 menit sudah sampai koq. Jadi pantaslah ya jika Grand Zuri itu lokasinya strategis sekali.


Grand Zuri Hotel memiliki 132 room yang terbagi dalam beberapa type. Superior  ada 115 room, deluxe ada 2 room, executive ada 8 room, junior suite ada 6 room, dan presidential suite ada 1 room.

Kelengkapan lain yang ada di tiap room misalnya ada fasilitas alat pembuat kopi dan teh, 2 botol air mineral, surat kabar, AC, IDD telpon, kunci dengan system kartu elektronik, mini bar, kotak safe deposit, LCD televisi dengan banyak channel, hair dryer, bathrobe, setrika dan papannya, juga sandal kamar. Demi kenyamanan tidur, kasurnya dibuat dengan merk Zuri Dream khusus dari pabrikan KingKoil, perusahaan Spring bed ternama berkualitas kelas atas. Woow :)


Selain ruang kamar yang memadai, Grand Zuri Hotel juga mempunyai 7 function room untuk meeting, dengan berbagai ukuran dan fasilitas. Untuk yang suka olah raga, Grand Zuri Hotel juga menyiapkan ruang Fitness dengan beragam alat-alat penunjangnya, Spa dan kolam renang di Wellness Center.






Oiya, acara makan di Cerenti Restaurant yang buka 24 jam ini juga sempat bikin saya klepek-klepek. Sementara teman-teman yang lain sudah nyerbu antrian, saya lebih suka keliling dulu nge-tag pilihan saya. Ngga pake ba-bi-bu, untuk makanan pembuka semangkuk laksa, tahu gejrot dan Es sirop merah apa itu ya yang ada kelapa mudanya sukses diserbu naga-naga dalam perut saya. Setelah itu baru lanjut deh ke menu utama. Alamak, enaknyo.. Sayang karena tuntutan alam bawah sadar, saya sampai lupa medokumentasikan makanan saya.. hahaha… *siap buka sontekan dari mas Teguh lagi


tampak depan Cerenti Restaurant 

Setelah makan, saya dan teman-teman berkesempatan melihat-lihat interior room di lantai 3. Memiliki dua pintu yang berhubungan, memang nuansa feels like a home sangat terasa. Saya yang paling suka berenang, ngga tahan juga untuk mencelupkan kaki di kolam renangnya. Gapapalah kaki aja yang dicelupin. Siapa tau ada rezeki lebih dan bisa nginep di GrandZuri dan puas-puasin berenang dengan latar pemandangan yang unik, Teras Kota Mall, ya kan? Aamiin.. J



Meski ga dapet hadiah apa-apa, baik dari live tweet atau bertanya, tapi saya udah seneng banget bisa jadi bagian keseruan gathering ini. Selamat ya buat Jakarta Corners. Saya mau nyumbang tulisan seputar pasar kembang di Rawa Belong ah, tempat saya dan si Pitung lahir dan besar hehehe… Oiya, sampai lupa... Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog
Jakarta Corner yang disponsori oleh Hotel Grand Zuri BSD. Jangan lupa ikutan yaaa J

































Kamis, 05 November 2015

Tips Jual Beli Kendaraan di Mobil123.com

November 05, 2015 18
Jaman sekarang apa-apa memang semakin praktis aja. Mau naik ojek tinggal klik, mau belanja tinggal klik, mau cari resto enak tinggal klik. Daaan, transaksi kendaraan kini juga bisa melalui dunia digita jugal, tinggal klik aja. Hemat waktu banget, kita ga usah repot keliling show room, ga usah repot buka-buka iklan di Koran lagi. Masa iya? Yup, beneran J

 
Sambutan dari perwakilan Mobil123.com

Jadi kemarin (Rabu 4 November 2015) saya berkesempatan hadir di Tartine Restaurant FX Plaza Senayan dalam gathering bersama Mobil123.com portal otomotif nomor satu di Indonesia yang mempertemukan penjual dan pembeli yang terpercaya di satu platform. Adapun platform Mobil123.com  itu sendiri terdiri dari listing berkualitas, riset dan juga review kendaraan untuk menciptakan pengalaman jual beli yang terbaik.

 
Berapa lama waktu rata-rata yang dibutuhkan pembeli dalam proses pembelian mobil? 
Berdasarkan riset, proses rata-rata orang saat membeli kendaraan membutuhkan waktu selama 1,9 bulan sampai 3 tahun. Waah, bukan waktu yang sebentar ya? Berbagai pertimbangan mau ngga mau harus diceklist sesuai dengan prioritas kebutuhan dan keinginan kita.

Berdasarkan pengalaman pribadi, hal pertama yang menjadi prioritas itu urusan dana, kalau budgetnya jelas anggarannya berapa baru bisa ditentukan ke jenis kendaraan dan performanya. Kemudian setelah itu tentukan kebutuhan mobil untuk apa lalu sesuaikan dengan jumlah orangnya, misal jika mobil untuk keluarga maka sesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Setelah itu performa kendaraan macam apa yang kita inginkan? jenis manual atau matic? Transmisi kendaraanya gimana? Pemakaian KM-nya berapa? Warna mobilnya seperti apa? kapasitas lahan parkirnya gimana?

Nah, tentunya prioritas ceklist tersebut berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang menempatkan dana di urutan teratas, ada pula yang menempatkan performa kendaraan di urutan teratas. Jadi ga heran kan jika memang ga bisa instant saat proses pembelian kendaraan J

Penampilan homepage portal Mobil 123.com sangat gampang sekali digunakan.  Untuk orang yang ga familiar dengan gadget pasti dengan mudah menemukan feature-feature yang dicari. Menariknya, di portal ini pun ada lebih dari 202.127 kendaraan baru maupun bekas yang dijual. Lengkap ya? Waduh, gimana memilihnya tuh ya? Sudah puyeng duluan deh, hahaha..

Naah, jangan khawatir. Simulasinya nih, jika kita buka homepage-nya, kita bisa perhatikan feature Compare Car untuk membandingkan mobil jenis A dan mobil jenis B, misalkan. Di feature ini, kita bisa bandingkan kendaraan yang kita incar sampai dengan 5 pilihan yang diiklankan. Wooww J
 
feature mobil123.com yang sangat mudah digunakan pengguna yang awam sekalipun :)


Kemudian feature Cek Harga adalah untuk menentukan harga kendaraan yang ditaksir sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita. Di feature ini, masih ada 3 filter lagi untuk lebih meyakinkan calon pembeli, yaitu : Merknya apa? Modelnya gimana? Tahun kendaraan berapa?

Untuk menjamin kepuasan dan menghindari penipuan, Mobil123.com mewajibkan pemasang iklan atau si penjual untuk mengupload KTP dan SIM-nya. Setelah divalidasi satu demi satu oleh bagian verifikasi maka si penjual baru bisa mengiklankan kendaraannya. Untuk pengiklan yang juga pemilik show room maka diwajibkan mengupload kartu namanya juga.

Selain itu, spek kendaraan bekas yang akan diiklankan/dijual, datanya  tidak bisa diisi seenaknya oleh si pengiklan. Hal tersebut untuk meminimalisasi kesalahan akibat pencantuman spek kendaraan yang tidak standar.

Jadi, mencegah supaya konsumen tidak salah memilih merupakan visi misi Mobil 123.com, satu-satunya yang mengerti kebutuhan konsumen. Siiipp, selamat memilih dan jual beli ya J


Sekarang, setelah mempunyai mobil sebaiknya sih harus paham rambu-rambu saat menyetir. Mba Shinta Ries di sessi kedua membagikan tips berkendara aman dan nyaman. Menurutnya ada 4 Big No- no saat menyetir, apakah aja itu :
 
Tips safety riding by Shinta Rhies :)


1.       Tidak menggunakan bahu jalan apalagi menyalip kendaraan lain dari bahu jalan.
2.       Tidak menggunakan lampu hazard. Lampu hazard hanya digunakan saat emergency saja. Saat hujan sering kita lihat orang menyalakan lampu hazardnya, padahal itu tidak diperkenankan.
3.       Tidak menggunakan ponsel selama menyetir. Jangan pernah tergoda deh karena perhatian kita gampang teralihkan.
4.       Tidak menggunakan sabuk pengaman.

Kecelakaan bermula dari ketidak pedulian seseorang pada diri sendirinya. Jadi jika mau selamat, mau ngga mau syaratnya disiplin pada aturan. Siiippp J
 
Tips seputar SEO by Mas Rizki
Dalam sesi ke tiga, mas Rizki kebagian membagikan tipsnya seputar SEO : Metrik-metrik Penting untuk mendapatkan Peringkat baik di Google. Namanya juga ngundang Blogger jadi tema ini pasti menarik banget disimak. Yuggh J

In learning you will teach, and in teaching you will learn – Phill Collins
Apakah SEO itu?
SEO (Search Engine Optimisassion) merupakan metode atau cara agar sebuah website dapat memperoleh posisi terbaik di search engine.

Faktor apa aja yang mempengaruhi peringkat website di Google?

1.       Dulu, posisi terbaik di Google ditentukan oleh porsi back link. Saat ini sudah ngga lagi karena mudah dimanipulasi, justru porsi dari user signal-lah yang menentukan rankingnya.

2.       Buatlah konten yang relevan antara judul dan deskripsi. Lalu gimana caranya Google menentukan relevansinya? Dari seberapa betahnya user berlama-lama di web kita, apakah lama, sebentar atau langsung keluar. Kenapa begitu? Karena content atau website kita dianggap tidak bermanfaat oleh Google. Owwhhh L

3.       Pastikan keyword ada di dalam judul dan deskripsi. Variasikan keyowordnya, jangan diulang-ulang di setiap kalimat.

4.       Buat konten yang enak dibaca. Bikin nyaman pembaca contohnya dengan pemisahan paragraph.

5.       Google tidak bisa mendeteksi gambar, maka jangan lupa fungsi alt image. Etikanya sih minta ijin lebih dulu kepada si empunya gambar dan cantumkan juga sumbernya. Sebaiknya utamakan gambar milik sendiri ya.

6.       Sisipkan Internal link dan navigasi agar konten kita lebih variatif.

7.        Kecepatan website juga penting utk SEO agar user betah berlama-lama di website kita.

8.       Gunakan template simple dan mobile friendly. Ga usah dikasih assesories blink-blink, lagu-lagu dan lain sebagainya, agar proses loading ga berat kerjanya.

9.       Kualitas content  bagus.  Seperti apa bagusnya? Berapa kata? Menurut mas Riski, tulisan atau content yang dianggap bagus adalah konten yang menjelaskan artikel secara tuntas dan lengkap. Mau berapa kata pun tidak masalah, yang penting tuntas… tas.. tasss…

1.   Content diusahakan semenarik mungkin, tapi juga ngga lebay. Lebih bagus jika ditunjang dengan video, gambar inpographic

1.   Dapatkan Vote/referensi/rekomendasi dari situs lain. Caranya gimana? Buatlah content yang bermanfaat untuk pembaca. Jika kontennya bagus,semakin banyak vote berkualitas, semakin besar kepercayaan dari Google untuk website kita. Naah…

 Mbah Google bersabda, 
“Jika ada sebuah website yang memberikan manfaat kepada penggunanya, niscaya akan aku berikan kepadanya posisi yang mulia. Dan sebaik-baiknya website adalah website yang bermanfaat bagi orang lain.”

Nah, sekarang gimana membuat konten yang dapat memicu popularitas?

1.       Buat konten yang membahas topic yang sedang popular. Misalkan aja, sekarang lagi trend topic mengenai bahasan kabut asap, boleh juga tuh dituangkan dengan sudut pandang lain.

2.       Buat Konten yang memicu kebanggaan diri, misal bahas sisi positif dari suatu topic


3.       Buat Konten yang membahas sesuatu yag belum disadari banyak orang. Apa ya kira-kira?

4.       Buat Konten yang membahas perbandingan antara dua hal atau lebih. Misalkan aja nih, kita membuat konten mengenai kuliner di Jakarta. Seberapa menariknya orang membaca tulisan kita jika hanya menulis satu jenis kuliner di Jakarta aja? Bandingkan jika kita memberikan pilihan aneka jenis kuliner pilihan di Jakarta?

5.       Buat Konten yang membangkitkan perasaan atau bersifat inspiratif, misal kisah sukses pribadi seseorang.

6.       Buat Konten yang lengkap dan panjang. Tapi juga jangan hobi mengulang-ulang kata, jangan copas, lebih baik re-write atau tulis ulang.

7.       Buat Konten yang berisi wawancara dengan pakarnya.

8.       Buat Konten yang mudah dipraktekkan seperti tutorial, tips, “how to”.

 
foto bareng Narasumber dan mobil123.com after gathering :)

Berkah ngeblog, kebagian dorpres juga.. alhamdulillah :)