Jumat, 28 Februari 2014

PERAWATAN KAUS APLIKASI FLANEL

Februari 28, 2014 0

Hal yang paling menyebalkan adalah ketika kaus kesayangan sudah tidak layak dikenakan lagi. Warnanya yang sudah buluk, bentuknya yang sudah tidak karuan, alias melar di mana-mana dan serat kaus yang menipis atau bolong-bolong. Uuggghhh…!!!

Kaus memang merupakan pilihan pakaian yang mempunyai banyak penggemarnya. Alasan orang banyak memilih kaus untuk aneka kegiatan mereka, karena kaus mempunyai tekstur yang lembut, dan jika dipakai juga terasa adem di kulit. Kelebihan lainnya adalah kaus bentuknya simpel dan mudah dipadu padankan dengan busana lain.

Sayangnya, bahan kaus yang mudah melar membuat jangka pemakaian kaus sering tidak bertahan lama. Pemakainya akan enggan mengenakan kaus yang sudah melar ataupun belel. Akhirnya, kaus kesayangan tak bisa dipakai lagi. Kaus yang mempunyai arti sejarah bagi si pemiliknya pun akhirnya cuma teronggok di tumpukan bawah lemari.

Begitu juga dengan kaus aplikasi flannel. Dengan warna-wana berani, kaus aplikasi flannel pun mempunyai penggemar tersendiri, yaitu anak-anak. Sayangnya, jika tidak tahu cara perawatan yang benar, setali tiga uang maka kaus kesayangan anak-anak pun juga tidak akan bertahan lama.

Nah, berikut ini adalah 4 JANGAN DILAKUKAN  agar  kaus yang kita punya awet :

1.       1. Perendaman
-          Jangan merendam lebih dari 30 menit, karena akan membuat bahan kaus mudah rapuh dan gampang sobek.
-          Jangan satukan kaus berwarna dengan yang putih untuk mencegah terkenanya lunturan dari kaus berwarna.
-          Jangan menggunakan detergen cair, karena detergen cair mengandung bahan aktif yang jika dioleskan di kaus akan membuat noda baru yg warnanya lebih muda dari warna asal, selain itu kaus pun mudah sobek.

2.      2.  Pencucian
-          Jangan menggunakan mesin cuci, karena akan membuat kaus mudah melar.
-          Jangan di sikat, cukup di kucek saja, karena kaus akan mudah tipis dan bolong-bolong. Begitu juga kaus dengan aplikasi flannel. Tekstur flannel yang mengandung serat, jika disikat akan berbulu dan lama-lama mbrudul.
-          Jangan di pelintir kuat-kuat, karena pori-pori kaus akan cepat rusak dan melar
-          Jangan menggunakan pemutih, karena serat kaus jadi lebih cepat tipis, warna jadi lebih belel, dan mudah sobek.

3.      3.  Penjemuran
-          Jangan jemur dengan posisi bagian luar (bagian bagus) kaus menghadap matahari, karena warna kaus jadi mudah belel. Jemur kaus dalam keadaan terbalik, bagian dalam kaus (bagian buruk)  menghadap matahari,
-          Jangan menggunakan hanger atau penjepit, karena bagian leher kaus akan mudah melar.

4.       4. Penyetrikaan
-          Jangan pernah lupa untuk menyetrika bagian dalam kaus (bagian buruk) saja.
-          Jangan digantung tapi cukup di lipat rapi saja.


Nah, dengan merawat kaus kita, tentunya jangka pemakaian kaus jadi lebih lama. Tentunya, anggaran untuk membeli kaus pun bisa diminimalisasi, ya kan? J

Rabu, 12 Februari 2014

DAUR ULANG KALENG BEKAS

Februari 12, 2014 4
Haloo..hollaaa... duuhh lama ga ditengok bener-bener berdebu ya blog ini hehehe.. Maapkeun daku yaa, sibuk cari uang terus nih jadi ga sempat-sempat untuk kangen-kangenan.. halaagh..

Oia, aku mau memberi sedikit inspirasi aja, bahwa kaleng-kaleng limbah rumah tangga seperti kaleng bekas kornet, kaleng bekas rokok ternyata bisa disulap jadi aneka wadah cantik lhoo.. Kali ini kaleng-kaleng hias aku jadikan wadah alat tulis di meja belajar. Gimana, cantik kan? 

Setelah jadi, aku share di komunitas flanel dan ternyata sambutannya banyak juga. Malah sempet booming juga.. Alhamdulillah... :) 

Kebanyakan nanya cara bikinnya gimana, nanya kalengnya dari jenis merk apa, dan sampe ada yang minta di fotoin satu-satu dari berbagai sudut. Daku juga asyiik-asyyiik aja ngebagi ilmu buat sesama crafter, penggemar hand made dan siapa aja yang tertarik. 

Bukankah Ilmu ga akan berkurang walaupun disebarkan? :)