Selasa, 30 Desember 2014

Penutup Desember Yang Ciamik

Desember 30, 2014 0





Sepulang dari liburan ke Anyer, saya dikagetkan berita di time line Facebook saya. Saat itu nama saya dimention Pakde Cholik penyelenggara Kompetisi Menulis Blog dalam rangka memperingati Hari Ibu sebagai juara ke 7. Haah, juara ke 7? Ngga salah?

Saya kaget bukan kepalang. Ini pertama kalinya saya mengikuti kompetisi, koq bisa-bisanya tulisan saya mencuri hati Juri lomba.  Bahkan, sebagai pemula, saya bersaing dengan 125 peserta lainnya lho.

Flash back ke tulisan, saat menuangkan apa yang ada di benak saya, tangan saya sampai gemeteran hebat. Air mata terus mengalir saat menuliskannya. Rupanya memang benar ya, apa yang kita tulis jika ‘all out’ hasilnya pasti berbeda. Itu sudah saya buktikan.



Alhamdulilah ya Allah, jejak literasi saya mulai menapak. Buku Antologi ini akan menjadi buku antologi kedua saya setelah antologi puisi lalu. Terimakasih Pakde Cholik-penyelenggara dan terimakasih juga Pak Ahmad Muhaimin Azzet-juri atas kesempatannya.


Selasa, 18 November 2014

Hutangmu Hutangku, Nduk!

November 18, 2014 0

Penghematan ala Ibu

Ibu merupakan sosok wanita sederhana dan pekerja keras. Tangannya kasar, wajahnya pun tak pernah berlapis bedak dan gincu. Berasal dari desa di Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu dan bapak mengadu nasib di Jakarta menjadi pedagang beras di pasar. Ibu tidak pernah mengeluh sedikit pun. Delapan orang anak yang harus dinafkahi membuat tenaga dan pikiran Ibu tercurah untuk mencari uang.

Masa kecilku dihabiskan di pasar menemani Ibu berdagang. Saat itu aku sering melihat ibu memunguti bulir-bulir beras yang tumpah dari baskom atau tercecer dari karung. Ibu akan menampi beras, membuang batu-batu kecilnya, lalu dibungkus untuk dibawa pulang. Kata ibu, kita harus berhemat.

Sebagai wanita Jawa yang suka makanan bersantan, ibu pun demikian. Ibu sering sekali memasak sayur Gori (nangka) atau sayur lodeh sepanci besar. Dengan cara itu, ibu berhemat tenaga dan waktu. telur-telur retak jualan ibu yang tak laku dijual akan dibawa pulang ke rumah. Selanjutnya ibu akan mencampurnya dengan tepung dan mendadarkannya untuk tambahan lauk anak-anaknya. Ibu memang tidak ada capeknya.

Waktu terus berjalan. Kakak-kakak telah sukses dalam karier dan rumah tangganya. Sepeninggal bapak, kakak-kakak meminta ibu berhenti dari kegiatannya berdagang di pasar. Kata kakak, buat apa lagi uang? Kami akan mengirimkan uang setiap bulan untuk ibu. Tidak ada lagi yang harus ibu urus, bukan? Sejak saat itulah ibu pension dari dunia perdagangan.

Terlilit hutang

Nasibku memang tidak semulus kakak-kakak. Rumah tangga kujalani dengan penuh keprihatinan. Suamiku hanyalah karyawan biasa dengan gaji pas-pasan. Aku sendiri bekerja, namun selalu besar pasak daripada tiang. Gajiku habis hanya untuk membayar gaji asisten rumah tangga. Demi berhemat aku berhenti kerja.

Sejak berhenti kerja, praktis kesibukanku hanya di rumah saja. Uang pesangon yang tidak seberapa kugunakan untuk berbisnis barang kreditan. Seprai dan baju-baju muslim menjadi komoditi kreditku awal mulanya. Tergiur keuntungan besar, aku memakai kartu kredit yang kumiliki untuk mengkreditkan ponsel dan alat rumah tangga.

Rupanya aku memang tidak berjiwa bisnis, tidak tegaan dan selalu baik sangka ternyata menjadi boomerang. Tagihan kreditku macet dimana-mana. Utang kartu kredit pun tidak terbayar. Aku terpukul sekali. Niat hati ingin usaha menambah penghasilan, malah utangku semakin menumpuk.

Gali lubang tutup lubang aku jalani sekian tahun. Pahit getir hidup dalam serba kekurangan membuatku semakin tabah. Muka tebal kupasang demi mendapat pinjaman dari kakak-kakak. Sindiran pedas kuterima dengan lapang dada. Aku sebenarnya malumerepotkan mereka. Aku tahu diri, siapa aku. Lambat laun, aku menghilang dari acara keluarga.

Malaikat itu adalah Ibu

Keterpurukanku rupanya diketahui Ibu. Suatu hari aku dimina datang ke rumah ibu. Beberapa hari menginap sengaja kupasang wajah penuh ceria. Aku tidak mau ibu tahu masalahku. Bagiku, bakti pada ibu adalah dengan tidak merepotkannya. Biarlah ibu tahu yang baik-baik saja. Aku tidak mau darah tinggi ibu kumat jika banyak pikiran. Rupanya, sekali lagi aku salah.

Menjelang kepulangan, ibu menarikku ke kamarnya. Dibukanya laci lemari, kemudian meletakkan di telapak tanganku satu buah kotak mungil. Gelang emas dan nota pembelian tertata rapi di dalamnya. Mataku nanar, berselimutkan air mata yang tiba-tiba menderas begitu saja. kutubruk lutut ibu. Aku menangis. Menumpahkan segala bebanku. Ibu berpesan, “simpanlah, Nduk. Suatu saat kamu akan memerlukannya.”

Belum cukup sampai disitu. Ibu mengulurkan amplop coklat ke tanganku. Isinya uang dua juta rupiah. Tatapanku makin tidak mengerti. Ibu berkata,”bayarkanlah utangmu pada Mas-mu (kakak Lelaki). Utangmu, utangku juga Nduk.”

Masya Allah, rupanya selama ini ibu tetap hidup dengan sederhana. Kiriman uang setiap bulan dari kakak-kakak digunakan ibu seperlunya saja. Penghematan ibu sedari muda telah mengakar hingga di usia senjanya. Ibu mengerti konflik yang terjadi dengan Mas-ku karena keterlambatan pembayaran utangku. Dengan caranya, diam-diam ibu mengatur pemecahan masalah tersebut.

Ya Allah, ibu tetaplah seorang ibu. Di bahu rentanya ini, ibu masih gagah menopang segala penatku. Di penghujung usianya ini, ibu masih menjadi tempat pelipur kegundahanku. Maafkan aku, Bu. Sampai saat ini aku belum bisa membahagiakanmu. Semoga engkau diberikan kesehatan selalu agar setidaknya sekali saja aku bisa membalas seluruh pengorbananmu.




Minggu, 01 Juni 2014

THE LIEBSTER AWARDS : Semua Karena Cinta

Juni 01, 2014 4


Lhaa.. apa ini?? Sempat kebingungan melanda ketika namaku di mention disebuah postingan. Ternyata oh ternyata, mak Efi lah pelakunya hihihi.. Terimakasih ya mak Efi Fitriyah atas pelimpahan estafet awards ini, terus terang aku yang moody jadi tersulut kembali deh semangatnya. You know me so well, mak.. :-*

Langsung interogasi mak Efi ah lewat inbox. Apa ini, mak?? Oalaah, jadi The Liebster Awards ini adalah suatu bentuk tali silaturahim antar sesama blogger toh. Dan menjadi penerima awards ini merupakan sebuah apresiasi tersendiri lho, dan aku adalah satu diantaranya. Nah, namanya juga award, tentunya ada aturan main yang harus dilaksanakan oleh penerima award ini. Okay kita lanjut ke aturan mainnya aja yaa..
  1. Posting-kan award ini ke blogmu.
  2. Sampaikan terimakasihmu buat teman blogger yang sudah mengenalkan award ini dengan membuat back link ke blognya.
  3. Share 11 hal tentangmu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan
  5. Pilih 11 teman blogger dan berikan 11 pertanyaan lain yang kamu kepengin tahu. 

point nomor 1 dan nomor 2 otomatis sudah doong.. 

Sekarang lanjut ke nomor 3, aku mau share 11 hal tentang aku, cekidot yaa.. J

  • 1.  Sifatku itu periang dan fleksibel, jadi sadar ga sadar wajahku selalu nyengir kalo difutu J
  • 2.    Aku selau tertarik untuk belajar banyak hal yang baru, tapi sayangnya aku moody jadi sering ngegantung deh proyeknya, alias ga selesai-selesai. Please, jangan ditiru yaa J
  • 3.    Aku penggemar warna hijau, tapi ga suka pakai baju warna hijau walaupun mataku hijau tiap liat duit :D
  • 4.    Aku hobby masak dan suka eksperimen, tapi kalau eksperimennya gagal aku ga terima komplen dari anak-anak.. ih ngga banget ya.. J
  • 5.    lagu favoritku dari SMP kelas 1 sampai hari ini adalah Bohemian Rhapsody. Jangan tanya kenapa, aku pun tak tahu J
  • 6.    Film kartun yang bikin aku nangis sedih adalah film Lion King. Adegannya ketika Mufasa ayahnya Simba mati tergeletak diinjak-injak kawanan banteng. Hhmmpphh.. jadi sedih lagi L
  • 7.    Aku takut banget sama ular. Apalagi ular berkepala dua, eeh apa sih? J
  • 8.    Aku itu pelit. Mau  nyambel aja, tomatnya pun masih aku korting seiris untuk aku oles-olesin di wajah ;)
  • 9.    Kalau lagi jalan sering ga ngeh sama orang, jadi sering dikira sombong, maunya ditegur duluan. Padahal sumpeh deh, ga ngeh pisan. Maaf ya J
  • 10.  Aku suka baca apa aja. Awalnya ketika kelas 3 SD dulu, ibuku sering beli setumpuk majalah BOBO bekas di Kwitang Senen. Duuh ibu, makasih ya J
  • 11.  Kalau lagi nyetir mobil sendiri, aku suka ngejajal ngebut, tapi kalau ada ayahnya anak-anak disampingku, aku kalem aja nyetirnya. Huaaaa.. ketahuan deh.. J
Nah, itulah 11 hal tentang aku. Selanjutnya ke nomor 4, aku akan menjawab pertanyaan yang mak Efi berikan. Aku salin lagi pertanyaannya ya mak, boleh kan.. #kedip-kedip
  1.  Apa yang bisa jadi booster buat ngeblog?
Hadiah mungkin ya? Lah koq nanya lagi, bukannya jawab ;)
  1. Hewan apa yang menurutmu lucu dan yang bikin parno?
Anjing. Seneng liat dari jauh aja, takut digigit J
  1. Lagi suka acara tv apa dan kenapa?
Tetangga masa gitu di Nett TV, alasannya sering kesentil sama perilaku tokoh2nya.  Koq bisa ya sama banget dengan keseharian rumah tangga J
  1. Paling jago soal apa, sih?
Bikin rame suasana J
  1. Apa yang bisa bikin ilfil dari orang yang baru dikenal?
Bau mulut sama bau ketiaknya, kan ga enak mau negur.. hihihi…
  1. Artis atau aktor atau bisa jadi tokoh lainnya yang sedang digandrungi.
Adam Levin vokalis Marroon5, abisan ganteng sih J
  1. Siapa nama guru yang paling dikenang dan punya kenangan apa?
Guru SMP namanya bu Rumiah. Beliau judes dan galak tapi aku kenal dunia merajut pertamakali darinya J
  1. Kalau tidur, lebih suka lampu nyala atau mati?
Mati dong J
  1. Obsesi apa yang belum kesampaian?
Pingin punya karya yaitu sesuatu yang abadi dibaca orang ketika aku udah ga ada nanti 
  1. Lagu apa yang enggak banget tapi suka terngiang-ngiang?
Lagu Wali Band, judulnya cari jodoh :D
  1. Apa yang dibilang orang tentang kamu?
Katanya sih aku tuh gila abis.. J

Done.. terakhir ke nomor 5, aku mau senggol teman-teman blogger lain ya, semoga ga keberatan ya menerima dan meneruskan kembali tongkat estafet ini. Salam kenal ya buat yang belum aku kenal.. :)

Berikutnya, aku mau tanya 11 hal nih sama emak2 keceh di atas..

1.    Ceritain dong gimana awalnya terjun ke dunia blog ini?
2.    Blog seperti apa yang emak suka sih?
3.    Punya mimpi apa sih yang belum kesampean?
4.    Gimana cara membangkitkan mood untuk terus ngeblog?
5.    Moment apa yang sangat berkesan dalam hidup emak?
6.    Siapakah yang sangat berpengaruh dalam hidup emak?
7.    Kapan waktu yang asik buat nge blog?
8.    Apa sih hobinya mak?
9.    Pernahkah emak mengalami kondisi terpuruk? Apa yang emak lakukan untuk bangkit?
10.  Jika diberi kesempatan kedua, apa yang ingin emak lakukan?
11.  Punya berapa blog, mak? Apa sajakah isinya?



Syiiippp.. akhirnya selesai juga deh, setelah didiemin lama ga kunjung ketemu sama ide. Terimakasih.. terimakasih.. I love being your friends.. #hug&kiss 

Kamis, 20 Maret 2014

TIPS MENGOLAH JENGKOL

Maret 20, 2014 27
Kenal jengkol?? Siapa yang ga kenal coba sama jengkol? Dari jajaran warteg, naik dikit ke jajaran warung padang, sampe beberapa resto juga ternyata udah ga canggung lagi menghadirkan menu jengkol lho.. J Ciri-ciei jengkol, bijinya berkeping dua dan berkulit coklat mengkilat.  Dengan bau yang menyebar di sepenjuru dunia, orang yang makan jengkol biasanya langsung dapet stempel, “Dasar udik loo..”.

Walaupun kesannya  ‘udik’ banget, tapi diam-diam banyak yang suka juga lho. Tapi biasanya orang memang makan yang satu ini hanya ketika di rumah saja. Mungkin sungkan akibat polusi udara yang ditimbulkan. Mau ngobrol jadi sungkan, takut lawan bicaranya menyingkir. Mau buang air kecil di toilet pun juga sungkan, karena air seni pun jadi ikut bau juga.

Saya ga malu mengakui bahwa saya penggemar jengkol. Aneka olahan dari jengkol pasti saya ganyang tanpa mesti menjaga perasaan hati saya untuk khalayak ramai J mau tau caranya?

Dari berbagai sumber, saya mencoba satu demi satu tips mengolah jengkol agar ga bikin bau. Silakan pilih mana yang sesuai ya ;)

1.       1. Sewaktu merebus jengkol, ada yang menyarankan untuk menambahkan segenggam bubuk sekam padi bakar (abu gosok). Dengan tips ini, rasa jengkol lebih pulen tapi bau mulut hilang sementara air seni tetap bau juga 

2.      2.  Ada juga yang menyarankan, untuk menambahkan beberapa sendok kopi bubuk dalam rebusan jengkol. Dengan tips ini, rasa jengkol menjadi agak pahit dikarenakan efek dominan dari bubuk kopi tadi, tapi bau mulut hilang dan air seni tidak berbau 

3.      3. Saya pernah mengikuti saran chef dari sebuah program masak di tv, bahwa dengan menambahkan beberapa lembar daun jeruk sewaktu merebus jengkol bisa mengurangi bau jengkol. Dengan tips ini, bau mulut masih ada dan air seni pun tetap bau 

4.      4.  Ada saran lain yaitu rebus jengkol seperti biasa sampai matang. Lalu diamkan selama 4 hari untuk membuang racun dan bau jengkol. Setiap pagi, air rendamannya diganti lagi dengan air bersih, karena air rendamannya akan berbuih putih dan keruh warnanya. Dengan tips ini, jengkol memang tidak berbau lagi, dan air seni pun juga tidak berbau. Sayangnya, mau makan jengkol jadi mesti ketunda deh  

Naah, ini jengkol balado buatan saya, buatan anda mana? :D 


Rabu, 12 Maret 2014

BE A FASHION MODEL

Maret 12, 2014 10
Hal mudah akan terasa sulit jika yang pertama dipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan. Cheers.. :)

Behind the scene
“Aaaahh… yang bener nih, Mak? Ga salah nih milih aku?” jawabku spontan saat mendapat pesan FB dari mak Riski (salah satu panitia SB 2014). SB 2014 itu sendiri adalah singkatan dari Srikandi Blogger, suatu event penghargaan bagi para blogger perempuan yang tergabung dalam KEB (Kumpulan Emak Blogger).  Di event ini, aku diminta untuk menjadi bagian dari pengisi acara sebagai model fashion shownya.
Apa iya aku bisa? Apa iya aku masih pantas (malu aah sama umur :P) sebagai model? Takutnya mak Riski salah orang gitu lho, secara, selama 7 tahun menjadi totally housewife jarang banget aku dandan. Pilihan bajuku pun es te de alias standar emak-emak banget hihihi…

Bukan tanpa alasan aku menggeser pilihan baju sehari-hariku. Pertama, aku kan ngantor di rumah aja, jadi terima orderan flannel ya ga perlu dandan toh? Kedua, kegiatan ku sehari-hari pun, seperti antar anak sekolah, ngirim orderan ke jasa kurir, belanja, semuanya juga ga harus dandan toh? :D (peeww.. alasann!!)
Yang blingsatan malah anak-anak. Ga berenti mereka menyuntikkan semangat untuk maju terus pantang mundur. “Ya elah Bu, sekali-kali dong dandan. Tuh liat Soimah di TV aja biar kata cempreng dan ndeso gitu tapi kan cantik bu.” (ealaaahh.. koq Soimah, siih? L)

Akhirnya aku pun nekat memutuskan bilang “ya” ke mak Riski. Setelah mengiyakan, aku sempet gamang lagi. Gilaa, ini bener-bener keputusan ternekat dalam hidupku. Memang bukan hal yang mudah ternyata mengatasi sindrom ketidak pedean dan kegrogian tampil di depan umum lagi, setelah lama tidak menyandang gelar sebagai wanita kantoran hehehee..

Gladi Resik 
H-1, hari Sabtu tanggal 8 maret,  sesuai rencana emak-emak model harus gladi resik di lokasi. Duuh, ketemu emak-emak super rame bikin kecanggunganku lumer seketika. Sebenernya tokoh-tokoh (kenapa tokoh yah?) yang wirawiri di wall banyak yang belum aku kenal, tapi sambutan mereka sangat luar biasa bagiku. Dari yang malu-malu, akhirnya keluar deh aslinya, sangat memalukan.. hahaha…


oia, sempet juga saling bahu membahu beres-beres goodie bag dari Rinso, Sari Husada, Sari Ayu. 


Hari H
Aku berangkat dari Cileungsi naik bis umum aja, abisan takut kalo bawa kendaraan nanti jalur Museum Nasionalnya ditutup untuk Car free day, bisa mateng deh aku muter-muter ga puguh. Oleh sebab itu, aku telat sampe lokasi, sorryyyy prens… L Padahal, rencananya seluruh pengisi acara diminta datang pukul  7 pagi, tapi aku sampe kurang lebih jam 9, hadeuuuhh…

Buru-buru ke ruang rias, wiiyyhh banyak yang udah rapi jali deh, cuantik-cuantik banget, sampe ga ngenalin J
 Mak riski, dengan sigap ketika liat aku baru sampe dan masih terpana liat emak-emak cantik tea langsung digamit ke pojokan. “Mak, pilih deh bajunya yang mana yang disuka”, katanya. System GPL,  ga pake lama, ambil item aja deh gaunnya. Paling aman ya pake item ajalah, ya ngga?? J

Selesai ganti baju, balik lagi ke ruang depan, ruang riasnya. Aku diarahkan ke kelompok tengah ruang, ternyata di sinilah team penata rias untuk seluruh emak modelnya. Di bagian ujung team penata rias untuk panitia, dan di ujung satu nya lagi untuk penata hijab. Dengan celemek kuning yang eye catching, mbak-mbak penata rias dari SARI AYU ini tampak professional sekali. Sampe minder aku liat wajahnya yang kinclong-kinclong.. :D


Ga lama menunggu, aku pun siap di make over. Pokoknya, aku sih pasrah aja mau diapain sama mbak Make up Artistnya. Selama di make up, hati mulai kebat kebit terus, sampe kelupaan nanya nama mbaknya (sorry ya mbak, andai waktu bisa diulang lagi J). Selama 15 menit kurang lebih deh, selesai juga wajahku di make over. Jreeeennggg… prok..prokk..proookk.. jadi apa gerangan? (inget sama pak Tarno pesulap J)
Takjub aku liat wajahku sendiri J. Sumpah, beda banget aku. Mbaknya memang hebat memake over wajah ya. Dia pinter banget menutup kekurangan wajah kemudian  diseimbangkan dengan kelebihan wajah kita.  Dengan mata siwer lantaran kacamata yang biasa nempel di hidung musti dilepas, biar bulu mata anti badainya Syahrini ga tabrakan sama lensa kacamata gitu lho, aku mulai sedikit narsis, ga jemu-jemu liat cermin. Ini hal yang lumrah kan ya prens, naluri wanita cuuuyy… J

Perut sudah kukuruyuk, konsumsi makan siang dari catering NY. Hendrawan pun sudah siap dimakan.  Tapi ragu-ragu ah makannya. Takut luntur make up nya. Tapi kata emak-emak model lainnya, ga usah kuatir luntur, secara make up merk PAC (Professional Artist Cosmetic) by SARI AYU ini memang fine quality dan water resistant sebanding dengan rupiah yang nolnya ada enam itu. Ooohhh begituuuu…

Mendekati detik-detik performance, entah mengapa, rasa deg-degan mulai mencair. Walaupun cuma ngintip dari belakang panggung, aku merinding denger suaranya mak Waya dan mak Echa nyanyi. Subhanallah, suara mereka bagus sekali.

Daaaannn… it’s time for perform J

Satu-satu bergantian emak model berjalan dan berpose sesuai arahan mak Mira kemarin. Inget, pasang tampang judes, jangan pecicilan. Bahu tegak, tangan jangan di ayun.Untung ga blank ya kepalaku, secara ketika lagi jalan di stage, aneka blitz kamera dari berbagai media dan teman-teman sesama blogger bikin shock sekejap J



Alhamdulillah, selesai perform, di ujung back stage, mak Mira menyambut kami dengan luapan kegembiraan. Semua saling berpelukan, airmata bahagia, dan rasa haru tumpah ruah deh..


Terimakasih KEB, terimakasih mak Panitia, terimakasih emak-emak model, senang sekali aku dipertemukan dengan emak-emak luar biasa dan super keren di komunitas ini. Sungguh, banyak pelajaran berharga aku petik di event itu. Yups, aku telah sukses mengatasi rasa takut yang ga perlu. 

Bahwa, sebenarnya kegagalan kita bukanlah karena adanya kesulitan yang menghambat langkah kita. Tetapi karena ketidak beranian untuk melawan rasa takut dalam diri. 

Jumat, 28 Februari 2014

PERAWATAN KAUS APLIKASI FLANEL

Februari 28, 2014 0

Hal yang paling menyebalkan adalah ketika kaus kesayangan sudah tidak layak dikenakan lagi. Warnanya yang sudah buluk, bentuknya yang sudah tidak karuan, alias melar di mana-mana dan serat kaus yang menipis atau bolong-bolong. Uuggghhh…!!!

Kaus memang merupakan pilihan pakaian yang mempunyai banyak penggemarnya. Alasan orang banyak memilih kaus untuk aneka kegiatan mereka, karena kaus mempunyai tekstur yang lembut, dan jika dipakai juga terasa adem di kulit. Kelebihan lainnya adalah kaus bentuknya simpel dan mudah dipadu padankan dengan busana lain.

Sayangnya, bahan kaus yang mudah melar membuat jangka pemakaian kaus sering tidak bertahan lama. Pemakainya akan enggan mengenakan kaus yang sudah melar ataupun belel. Akhirnya, kaus kesayangan tak bisa dipakai lagi. Kaus yang mempunyai arti sejarah bagi si pemiliknya pun akhirnya cuma teronggok di tumpukan bawah lemari.

Begitu juga dengan kaus aplikasi flannel. Dengan warna-wana berani, kaus aplikasi flannel pun mempunyai penggemar tersendiri, yaitu anak-anak. Sayangnya, jika tidak tahu cara perawatan yang benar, setali tiga uang maka kaus kesayangan anak-anak pun juga tidak akan bertahan lama.

Nah, berikut ini adalah 4 JANGAN DILAKUKAN  agar  kaus yang kita punya awet :

1.       1. Perendaman
-          Jangan merendam lebih dari 30 menit, karena akan membuat bahan kaus mudah rapuh dan gampang sobek.
-          Jangan satukan kaus berwarna dengan yang putih untuk mencegah terkenanya lunturan dari kaus berwarna.
-          Jangan menggunakan detergen cair, karena detergen cair mengandung bahan aktif yang jika dioleskan di kaus akan membuat noda baru yg warnanya lebih muda dari warna asal, selain itu kaus pun mudah sobek.

2.      2.  Pencucian
-          Jangan menggunakan mesin cuci, karena akan membuat kaus mudah melar.
-          Jangan di sikat, cukup di kucek saja, karena kaus akan mudah tipis dan bolong-bolong. Begitu juga kaus dengan aplikasi flannel. Tekstur flannel yang mengandung serat, jika disikat akan berbulu dan lama-lama mbrudul.
-          Jangan di pelintir kuat-kuat, karena pori-pori kaus akan cepat rusak dan melar
-          Jangan menggunakan pemutih, karena serat kaus jadi lebih cepat tipis, warna jadi lebih belel, dan mudah sobek.

3.      3.  Penjemuran
-          Jangan jemur dengan posisi bagian luar (bagian bagus) kaus menghadap matahari, karena warna kaus jadi mudah belel. Jemur kaus dalam keadaan terbalik, bagian dalam kaus (bagian buruk)  menghadap matahari,
-          Jangan menggunakan hanger atau penjepit, karena bagian leher kaus akan mudah melar.

4.       4. Penyetrikaan
-          Jangan pernah lupa untuk menyetrika bagian dalam kaus (bagian buruk) saja.
-          Jangan digantung tapi cukup di lipat rapi saja.


Nah, dengan merawat kaus kita, tentunya jangka pemakaian kaus jadi lebih lama. Tentunya, anggaran untuk membeli kaus pun bisa diminimalisasi, ya kan? J

Rabu, 12 Februari 2014

DAUR ULANG KALENG BEKAS

Februari 12, 2014 4
Haloo..hollaaa... duuhh lama ga ditengok bener-bener berdebu ya blog ini hehehe.. Maapkeun daku yaa, sibuk cari uang terus nih jadi ga sempat-sempat untuk kangen-kangenan.. halaagh..

Oia, aku mau memberi sedikit inspirasi aja, bahwa kaleng-kaleng limbah rumah tangga seperti kaleng bekas kornet, kaleng bekas rokok ternyata bisa disulap jadi aneka wadah cantik lhoo.. Kali ini kaleng-kaleng hias aku jadikan wadah alat tulis di meja belajar. Gimana, cantik kan? 

Setelah jadi, aku share di komunitas flanel dan ternyata sambutannya banyak juga. Malah sempet booming juga.. Alhamdulillah... :) 

Kebanyakan nanya cara bikinnya gimana, nanya kalengnya dari jenis merk apa, dan sampe ada yang minta di fotoin satu-satu dari berbagai sudut. Daku juga asyiik-asyyiik aja ngebagi ilmu buat sesama crafter, penggemar hand made dan siapa aja yang tertarik. 

Bukankah Ilmu ga akan berkurang walaupun disebarkan? :)