Sabtu, 17 November 2018

Peran Keluarga Dalam Mempersiapkan Anak Menghadapi Revolusi Industri 4.0

November 17, 2018 3




Adakah teman-teman yang sempat galau mengetahui anaknya merokok di bangku SMP, sementara kalian dulu anak baik-baik saja? Adakah teman-teman yang pernah kebingungan didatangi ibu yang meminta mengadopsi anak dari perut gadis remaja yang lagi hamil?

Nah, kejadian yang terakhir itu pengalaman saya. Waktu itu, rumah saya didatangi tetangga yang membawa kenalan jauhnya. Mereka berdua juga mengajak gadis yang kalau saya takar masih berusia 15 tahunan. Terlihat jelas dari perutnya yang membusung kalau ia lagi hamil. Ibu itu meminta saya mengadopsi cucu yang dikandung putrinya itu. Dia malu atas aib yang menimpa keluarganya. Awalnya sih saya sedih dan kasihan. Pengen banget rasanya menolong. Tapi saya juga menyadari masalahnya tidak sesederhana itu.

Saya prihatin. Semakin hari berbagai permasalahan di kalangan remaja semakin kompleks saja. Perilaku pacaran dan pengalaman seksual mereka semakin tak terkendali. Penyalahgunaan narkoba pun dekat dengan dunia remaja yang sedang dalam krisis identitas ini. Bahkan yang menyedihkan, dari data Kemenkes RI, Oktober 2014 disebutkan kasus AIDS tahun 1987 sampai September 2014 kumulatif sebesar 55.799 kasus. Dari angka tersebut ditemukan bahwa 2,9% diantaranya terjadi pada kelompok usia 20 - 29 tahun dan 3,1% diantaranya ditemukan pada kelompok usia 15 - 19 tahun

Jujur, membayangkan bagaimana remaja-remaja ini tertular saya jadi ingat penyimpangan seksual yang akhir-akhir ini mencuat. Sudah banyak orang yang tak malu mempublikasikan dirinya kalau orientasi sexnya berbeda dan masuk kelompok LGBT. Sumpah saya jadi merinding, lho! Saya ga bisa bayangkan perasaan ibunya seperti apa, karena saya sendiri nyatanya adalah ibu dari tiga remaja juga :'(


Melalui Fase Remaja itu Tidaklah Mudah...
Remaja adalah masa peralihan antara dunia anak-anak dan dewasa. Di masa ini remaja mengalami berbagai perubahan yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisiknya.

Penting diketahui, bagi remaja melalui fase ini tidaklah mudah. Tugas perkembangan seperti motorik halus dan kasar, bahasa, reasoning dan kemampuan berpikir abstrak sebagai anak-anak sudah dikuasai dengan baik. Namun di masa ini remaja menghadapi tantangan dan perubahan yang kompleks terkait dengan pubertas. Sehingga perubahan emosi dan psikologis sebagai persiapannya menuju masa dewasa dapat dikatakan sebagai masa yang rentan. Terlebih jika sudah terpapar neurotoxin seperti rokok, alkohol dan narkoba.

Kita mungkin sudah banyak mendengar mengenai bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. Karena bekerja pada otak, narkotika mampu mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Pada remaja yang mengunakan narkoba, daya nilainya terhadap kehidupan akan terganggu. Pun dapat mengganggu proses pendidikannya karena putus sekolah.

Sementara, bukan rahasia umum lagi kalau penggunaan narkoba juga bisa meningkatkan dorongan seksual. Akibatnya, perilaku seksual tidak aman membuat mereka terjerumus pada perilaku seks bebas. Inilah yang dapat meningkatkan potensi pada resiko penyakit kelamin dan AIDS (HIV).



Bersahabat Dengan Teknologi 
Tidak bisa ditolak derasnya teknologi internet jadi pemicu maraknya permasalahan yang dihadapi remaja. Informasi beredar begitu bebas. Ini bermula dari kesibukan orang tua juga, sih. Karena terkendala waktu akibat kesibukan bekerja, orang tua memberi gadget untuk memudahkan komunikasi dengan anaknya. Namun satu hal yang tak dapat terelakkan adalah efek samping penggunaannya.

ki - ka : Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Roslina Verauli, M.Psi psikolog anak dan remaja, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN

Dalam pertemuan Blogger bertema 'Pembangunan Keluarga di Era Industri 4.0' diakui Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK, selaku Deputi Bidang Keluarga Sejahteran dan Pemberdayaan Keluarga bahwa perkembangan teknologi yang pesat di jaman sekarang mampu mempengaruhi segala aspek kehidupan.

Menurutnya, generasi Z dan Y kini memiliki style berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi milenial memiliki konsep berbeda tentang arti keluarga. Orientasi mereka lebih condong ke karir dan masa depan. Sehingga pilihan untuk melajang, menganut pola LGBT atau menikah tanpa anak jadi bagian dari gaya hidupnya. Dan di saat bersamaan, kelahiran anak di luar nikah pada remaja pun semakin marak.

Akibat pesatnya kemajuan teknologi pun ikut berdampak pada kesetaraaan gender. Tidak bisa dimungkiri peran pencari nafkah dalam keluarga semakin cair. Ada ayah yang menjadi bapak rumah tangga sementara sang ibu sebagai pencari nafkah. Dengan begitu, pola asuh, interaksi dan pengambilan keputusan dalam keluarga mengalami pergeseran. Tak jarang kesenjangan wawasan antar anggota keluarga malah memicu gap dan masalah baru.


Beliau menyayangkan, perilaku tersebut justru disikapi permisif masyarakat. Kesannya, seperti membolehkan. Di era revolusi industri 4.0 ini pembangunan keluarga sejatinya harus memiliki format baru agar sejalan dengan perkembangan teknologi.

"Remaja adalah aset pembangunan bangsa. Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan mereka. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia di era Revolusi Industri 4.0. " ~ M. Yani 
Semua Bermula Dari Keluarga 
Adalah mustahil bila karakter remaja dibangun dengan simsalabim. Orang tua, sekolah dan lingkungan punya peran penting di dalamnya. Please, catettt, remaja tidak hanya harus memiliki hard skill dan soft skill aja, tapi mereka juga harus memiliki karakter yang positif.

Untuk itu yuk coba kita tengok dulu, kita ini berada di keluarga macam apa, sih? Apakah keluarga kita seperti gambaran dalam film keluarga Simpsons, keluarga Incredible, keluarga Cemara ataukah keluarga si Doel? Gambaran apa yang teman-teman dapat dari cerminan keluarga tersebut?

Dalam acara yang berlangsung di BKKN, 14 November 2018 lalu Roslina Verauli, M.Psi seorang psikolog anak dan remaja yang juga hadir memulai dengan pertanyaan tersebut. Pada dasarnya ada nilai-nilai keluarga yang harus diselaraskan agar tujuannya tidak bertabrakan dan menyebabkan keluarga jadi porak poranda. Ia menuturkan, banyak kasus yang terjadi sekarang ini karena kondisi nilai keluarga yang bertabrakan. Dan, biasanya pola asuh yang sama similar dengan garis keturunannya. Jadi pola asuh yang kita terapkan pada anak-anak kita sejatinya menurun dari pola asuh yang kita dapat dari orang tua kita. Nah!!!



Ia menandaskan, kunci pembangunan keluarga yang sehat dan bahagia dikuatkan pada tiga hal yaitu :

  • Family Cohesion yaitu kedekatan antara sesama anggota keluarga
  • Family Flexibility yaitu orang tua dan anak sama-sama beradaptasi terhadap perubahan jaman yang serba digital tapi tidak terbawa arus negatif yang menyertainya. 
  • Family Communication biasanya melalui makan bersama menjadi sebuah cara untuk merekatkan bonding antar keluaga. 

Kehangatan Keluarga Bermula di Meja Makan 
Mba Vera mengatakan, meja makan adalah tempat terhangat dimana keluarga berkumpul. Meskipun sebentar, makan bersama di meja makan menjadi sebuah cara untuk memberi kesempatan terjadinya komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain.

Makan bersama keluarga merupakan kesempatan ideal untuk memperkuat ikatan keluarga. Anak-anak dapat menggunakan waktu ini untuk membicarakan hal-hal penting yang dialaminya. Masalah-masalah sulit yang kerap terjadi di usia remaja juga dapat dicarikan solusinya untuk membangun hubungan bermanfaat bagi pertumbuhannya.



So, jaman memang sudah berubah. Aturan jaman dulu yang melarang ngobrol sambil makan sudah ga berlaku, ya. Justru makan malam sambil ngobrol bareng erat kaitannya dengan pernikahan yang bahagia dan hubungan keluarga yang lebih kuat.

Yuk, mulai sekarang hangatkan lagi meja makan dengan obrolan bareng keluarga. Jangan ada lagi ya yang makan di depan tv atau di kamar. Jangan ada lagi ya yang makan sambil matanya tetap menunduk di ponsel. Ingat ya buk, makan bersama bukan sekedar menunaikan hak tubuh mendapatkan nutrisi saja tapi di sinilah nyatanya pembangunan kualitas keluarga terbentuk.



Jumat, 16 November 2018

Menerobos Keterbatasan di Kampung Mulyasari Bersama Community Investment Prudential (1)

November 16, 2018 1


"Sanggup ga jalan hiking? Nanti soalnya kita bakal naik turun gunung, lho!"

Entah perasaan apa namanya yang membuat saya mengangguk menyetujuinya. Keliling emol sampe 6 jam aja kuat mosok begini doang ga sanggup. Beside that, well, I tell you what, saya ingin sekali menjadi bagian dari kegembiraan masyarakat kampung Mulyasari, Sukamakmur, Jonggol, Bogor Timur. Masyarakat desa ini telah mampu menerobos keterbatasannya bersama Community Investment Prudential. Eh, maksudnya gimana, gimana?

Oke saya cerita dari awal aja ya, jadi begini....

Sejak jumat malam saya dan teman-teman Blogger Timothy, Amel dan Riza bergabung dengan tim relawan Prudential di hotel Loryn Sentul untuk menginap. Maksudnya sih supaya esok pagi jadi lebih mudah aja menuju destinasi kami yaitu kampung Mulyasari, Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Bogor Timur.



Sebagai warga Cileungsi yang bertetangga dengan wilayah ini terus terang saya penasaran. Sudah berapa lama ya terakhir saya melipir ke Curug Kencana yang lokasinya ga jauh dari kampung yang berada di belahan gunung ini. Saya bertanya-tanya, benarkah kampung yang jaraknya hanya sejengkal dari Jakarta ini masih terisolir? Katanya, listrik belum ada. Katanya, banyak anak putus sekolah sehingga kampung ini disebut-sebut sebagai kampung putus sekolah. Sad :(

Oke, nanti akan kita buktikan.

Esoknya. Sabtu pagi setelah sarapan kami dan sekitar 100 orang tim relawan Prudential cek out bersama. Sekitar dua puluhan mobil konvoi untuk menuju Sukamakmur melalui Citeureup. Kalau dari Sentul, perjalanan menuju titik terakhir di kampung Mulyasari ini sekitar 12 kilometer. Dekat, koq. Tapi rupanya waktu tempuhnya jadi sekitar satu jam. Koq lama? Ini karena track jalanannya yang semakin lama menyempit, menanjak, menurun. Belum lagi, ada banyak belokan tajam yang membuat kami harus pelan-pelan supaya ga senggolan dengan mobil lain. Eiimm, jujur ini juga gegara karena kami bolak balik meminta pak sopirnya, Mas Dwi, untuk melambatkan kendaraan. Supaya, ngggg, supaya kami bisa menikmati dan memfoto pemandangan alam nan indah sepanjang jalan *tutupmuka

kamu lihat, di bagian kanan jalan setapak kecil itu adalah track perjalanan kita lho


Sesampainya di titik terakhir rombongan kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Soalnya mobil sama sekali sudah ga bisa lewat. Kalau motor bisa, sih, tapi buat yang nyalinya berani aja. Bayangkan aja, lebar jalan hanya satu meter dan konturnya masih berbatu-batu. Mau tidak mau kami harus menyisir gunung, menanjak dan menuruni lembah juga menyebrangi jembatan dari bambu dan kayu melintasi kali kecil. Cobak deh apa yang kamu rasakan saat menempuh perjalanan dimana di sebelah kamu ada tebing tinggi dan di sebelah kiri kamu ada jurang dalam? Seremmmm.

Masya Allah, bolak balik saya mengucapkan doa keselamatan. Bagaimana ini ya kalau ada yang melahirkan dan butuh pertolongan cepat? Hieks, saya mendapat info katanya di sini paraji atau dukun beranak memang ada. Tapi kalau-kalau dia ga bisa menangani, pasien akan ditandu di medan jalan yang berat ini untuk menuju rumah sakit :'(


Saya kemudian bisa memahami bila anak-anak di wilayah ini memilih putus sekolah. Akses untuk menuju ke kampung Mulyasari Kecamatan Sukamakmur memang sangat sulit. Infrastrukturnya masih perawan. Kita butuh satu jam jalan kaki sejauh tiga kilometer untuk sampai di kampung Mulyasari. Saya ga mampu bayangin gimana effort-nya anak-anak bila setiap hari pulang pergi ke sekolah di kampung sebelah. Apalagi kalau musim hujan, jalanan jadi makin licin dan penuh lumpur tebal. Ckckckkc....

Jujur, hati saya campur aduk melihat ini semua. Tapi disamping itu saya juga senang bisa kenalan dengan teman-teman relawan Prudential, teman-teman dari Junior Prestasi Indonesia dan teman-teman dari IPB. Kedua yang terakhir saya sebutkan ini mensupport penuh teman-teman dari Prudential dan masyarakat desa untuk bersama-sama membangun desanya.


Selama lima minggu penuh, dari tanggal 6 Oktober hingga 3 November 2018 tim relawan Prudential yang dinamakan PRUVolunteer bergotong royong dengan masyarakat melakukan berbagai kegiatan bermanfaat. Diantaranya menyelesaikan bangunan pesantren yang masih setengah jadi dan membuat satu bangunan pesantren baru lagi. Bangunan baru ini sedianya untuk memisahkan santri perempuan dan santri lelaki. Dan untuk fasilitas kesehatan di sebelah bangunan pesantren juga dibuatkan MCK dan tempat wudhu yang bersih.

Selain membenahi fasilitas pendidikan tim relawan juga membuat solar panel sebagai pasokan listrik berbasis cahaya matahari. So sad to hear that, manakala pembangunan infrastruktur digenjot habis di masa kepemimpinan yang sekarang ini, tapi nyatanya di sini, yang lokasinya hanya sejengkal saja dari Jakarta ada yang sama sekali belum tersentuh. Desa ini belum ada listrik sama sekali.






Padahal kalau dilihat potensi di dataran tinggi ini sangat besar sekali. Ada banyak pohon kopi yang sayangnya tidak dikelola dengan baik. Padahal kopi merupakan komoditi yang bernilai tinggi, kan? Atas dasar itu tim relawan bergerak mendampingi petani kopi agar budidayanya dapat bersaing di pasaran. Diharapkan roda ekonomi pun akan bergulir pelan-pelan dari sini. Aamiin.

Bahkan, pendidikan finansial juga diberikan untuk anak-anak santri oleh mitra Prudential, Junior Prestasi Indonesia. Semua santri diberi tanggung jawab untuk mengelola lahan cocok tanam di belakang pesantren. Secara bergantian mereka bertugas menyirami benih sayur mayur dan tanaman herbal yang sudah mulai membesar ini. Padahal baru ditanam tiga minggu lalu, lho.



Ah senang sekali. Ada harapan membuncah di sana, tatkala panen tiba. Hasil tanam sayur mayuran nantinya dapat mereka konsumsi sendiri. Jadi anak-anak tidak perlu patungan lagi untuk beli sayur supaya bisa dimasak. Pun herbal yang ditanam dapat dijual yang hasilnya dapat mereka tabung.


Hari Sabtu, tanggal 3 November 2018, saya bahagia sekali bisa melihat binar bahagia dan senyum tersipu-sipu penduduk kampung Mulyasari, Sukamakmur, Jonggol Bogor Timur ini ketika penutup bangunan pesantren diturunkan. Tanda serah terima dari Prudential kepada warga. Sekarang, di pesantren dan madrasah ini anak-anak tidak perlu ke kampung sebelah lagi untuk sekolah yang jaraknya jauh dan medannya pun sulit. Sebentar lagi, hasil kopi dari perkebunan Sukamakmur dapat menjadi komoditi berjual tinggi.





Dalam serah terima kepada masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat, Ustad Solih, Jeins Reisch, Presiden Director Prudential Indonesia, ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia dan pak Robert Gardiner dari Junior Prestasi Indonesia semuanya memberi sambutan dengan wajah sukacita. Hari ini menjadi tanda perjalanan Community Investment Prudential.

Setelah berjalan selama 11 tahun dengan program kegiatan sosial berbeda-beda dan tempat yang berbeda-beda juga kami bersyukur telah mencapai hasil-hasil yang berdampak baik. Kami berharap upaya kami tidak berhenti di sini. Kami percaya, menjalankan bisnis dengan baik haruslah diikuti dengan memberi kembali pada masyarakat.~ Nini Sumohandoyo

Setuju. Dalam bahasa sederhananya saya juga kerap mempraktekkan apa yang disebut dengan "terima kasih". Jadi apapun yang di "terima" alangkah baiknya bila kita "kasih" lagi kepada yang lain. Agar manfaatnya mengalir terus menerus.



Terimakasih Prudential atas pengalaman berharga yang sangat berkesan ini. Saya dan teman-teman Blogger, Media, PRUVolunteer semua mendadak jadi mesra. Aneka jajan pasar dan umbi-umbian rebus yang ditata di tampah makin menambah keakraban. Sambil menari senam Morena kami membuat lingkaran dan menyanyi sama-sama.

Dalam perjalanan pulang saya yakin bakal merindukan senyum polos teman-teman baru saya; adik-adik kecil dan ibu-ibunya ketika saya ajak foto bareng. Saya bakal merindukan air dari gunung halimun yang saya minum langsung tadi. Dan saya berharap, jika suatu hari nanti saya mampir ke sini, kampung Mulyasari telah bangkit menjadi desa mandiri dan berdaya. Dan bisa menularkannya lagi ke desa sekitarnya. Aamiin.


Kamis, 15 November 2018

Realcom Jangkau Dunia Melalui Sistem Belajar Mengajar Online Nan Berkah

November 15, 2018 2


Meskipun bertatap muka langsung di kelas tapi masih banyak, lho, pelajar yang enggan bertanya ke gurunya, betul apa betul? 

Persoalan malu bertanya di depan umum adalah hal klise terjadi dari jaman ke jaman. Bahkan di jaman now yang katanya anak-anak tumbuh lebih berani mengekspresikan dirinya tapi tetap masih ada aja yang pasif di kelas. Entah apa penyebabnya. Tapi kalau dari pengalaman saya, karena saya sendiri pun pernah menjadi murid yang pasif di kelas, hal ini terjadi karena :
  • Murid merasa pertanyaannya tidak berbobot sehingga malu bertanya karena takut ditertawakan teman-temannya atau diremehkan gurunya. "Mosok gitu aja ga ngerti?!"
  • Bisa juga karena dari awal murid belum memahami materi pelajarannya. Jadi mau nanya apa tapi bingung sendiri apa yang ditanyakan karena masih blank. 
  • Bisa juga karena gurunya tidak memberi kesempatan bertanya di akhir pelajaran sehingga guru tidak tahu siapa aja murid yang sudah paham dengan yang belum paham materi yang dibahasnya.  
  • Bisa juga karena muridnya yang malas. Ya udah kalau yang ini abaikan aja, gosah kita bahas, ya, hehehe.... 
Mengerti kebutuhan akan perlunya sistem belajar mengajar privat, aplikasi Realcom menjadi solusi yang tepat untuk mengatasinya. Dengan cara ini proses belajar dan mengajar yang memanfaatkan teknologi internet menjadi cara efisien untuk berinteraksi antara guru dan murid kapan saja dan dimana saja.



Sejak diluncurkan 1 September 2016 lalu aplikasi Realcom terus berinovasi dan melakukan berbagai pengembangan. Fitur-fiturnya dari kacamata saya sangat menolong sekali untuk proses belajar mengajar secara efisien, diantaranya : 


1. Fitur Chatt. Fitur chatt secara personal antara guru dan murid ini memudahkan murid menerima penjelasan materi secara lebih spesifik dari gurunya. Nah, ini yang dicari nih. Dengan begini, bagi murid yang karakternya pasif tentu menjadi solusi untuk bertanya ke guru tanpa kuatir ditertawakan teman-temannya.


Btw, untuk menjamin keamanan terutama bagi murid yang masih berstatus sebagai pelajar, dalam fitur chatt ini Realcom pun telah mempersiapkannya. Konten yang mengandung unsur pornografi, SARA dan konten negatif lainnya telah diblokir Realcom. Penting buat catatan kita sebagai orang tua.



Adapun fitur chatting ini dibuat tanpa batasan karakter. Jadi baik guru maupun murid dapat nyaman berkomunikasi dengan chatting kalimat panjang.



2. Fitur video call dan video conference. Dengan fitur ini jadi memudahkan guru untuk menerangkan materi pelajaran secara visual dibandingkan melalui tulisan kepada muridnya. Melalui video conference juga memudahkan guru untuk berinteraksi dengan banyak murid agar dapat saling berdiskusi. Ini modelnya seperti belajar di kelas, tapi kelasnya daring.





Kebetulan dalam seminar sehari yang digelar di Mula Galerry Citos Jakarta Selatan ini kami sempat mencoba juga fitur video call dan video conference dengan sesama peserta yang hadir. Tercatat ada 120 peserta yang berasal dari guru, dosen, trainer, pelajar, mahasiswa dan kalangan pendidik lain yang semuanya antusias mengikuti acara. Peserta seminar menjajal kemampuan kemampuan  kekuatan aplikasi Realcom versi IOS, versi Android dan versi Website untuk video conference hasilnya mulus. Bahkan ketika empat peserta mencoba melakukan video conference hasilnya pun lancar. Luar biasa....



Pak Risanda Wijaya selaku founder Realcom sekaligus pembicara utama mengatakan, berawal dari aplikasi sederhana Realcom ditujukan untuk semua pengajar privat, bimbel, kursus dan sekolah untuk menjadi pengajar online. Meskipun buatan dalam negeri tapi Realcom terus berkembang. Setelah sebelumnya Realcom hadir dalam tiga versi : versi website, versi playstore/android dan versi appstore/IOS, kini Realcom hadir melalui Official Website untuk menjangkau seluruh penjuru dunia.

Dalam perkembangannya, Realcom hadir bukan sebagai media sosial berbasis pendidikan saja. Konsepnya bukan online learning biasa namun telah menjadi beyond online learning. Sambil belajar mengajar baik guru maupun murid bisa melakukan transaksi online, seperti membeli tiket pesawat misalnya.

Benefit lain bagi pengguna Realcom pun bisa mendapatkan berupa hadiah hingga puluhan juta rupiah.





Walah gimana ini caranya?

Nah, kalau sudah mendonload aplikasi Realcom di gawai kita, di dalam fitur timeline kita dapat membagikan foto maupun video tentang informasi apapun. Sebagai Blogger, artikel yang sarat manfaat dan pendidikan dapat kita bagikan juga, koq. Dengan membagikan melalui fitur ini kita bisa mendapatkan reward dan sistem point yang berlaku mulai 1 Januriari 2019 nanti. Dari reward dan sistem point ini kesempatan kita mendapat tambahan uang ratusan ribu rupiah semakin banyak. Asyik kan... 

Pak Muhammad Arif Indarto, Account Client Manager Realcom pun menambahkan, Realcom berfungsi sebagai career center, media pendaftaran guru/pelatih dan media promosi. Dalam waktu dekat aplikasi Realcom pun akan ikut tersedia dalam banyak bahasa. Dengan begini peluang para guru untuk mengajar murid di berbagai penjuru dunia jadi semakin luas. Demikian sebaliknya.



Pak Risanda Wijaya optimis kalau Realcom akan semakin dikenal di dunia. Test pasar membuktikan Realcom diminati banyak kalangan. Dan ketika kami test program Realcom dan servernya ternyata juga kuat.

So, saya pun optimis dengan kehadiran Realcom sebagai opsi belajar mengajar online. Karena bagi murid, dengan sistem belajar online ia bisa menerima transfer ilmu dari gurunya tanpa kuatir dicap bodoh. Begitupun bagi pengajar, fee mengajar yang didapat murni dari transaksi dengan muridnya langsung. Tidak ada biaya apa apa selama menggunakan aplikasi Realcom. Berkah luar biasa, Insha Allah.











Selasa, 13 November 2018

Domus; Cara Mudah, Hemat dan Cepat Bangun Rumah Tahan Gempa

November 13, 2018 0



Tangan saya gemetaran ketika menerima sertifikat rumah dari suami. Map tebal berisi surat berharga atas nama suami menyatakan rumah tersebut adalah miliknya. Milik kami. Akhirnya, kami sanggup juga melunasi cicilannya selama lima tahun terakhir. Alhamdulillah ya Allah, rumah ini sekarang sudah sah jadi milik keluarga kecil kami.

Kalau diingat-ingat, perjuangan untuk dapat memiliki rumah rasanya memang getir sekali. Yang namanya tumpang sumbel harus kami lakoni supaya cicilan dapat terbayar. Jangan sampai nunggak istilahnya, deh.

Nah, ketidakcukupan finansial kerap jadi momok utama dan membuat orang terus menunda memiliki rumah. Banyak orang bertahan tinggal di kontrakan atau menetap di Perumahan Mertua Indah dengan segala resikonya hehee. 

Saya bisa mengerti, harga rumah setiap tahunnya memang terus melesat tinggi. Apalagi bila di lokasi strategis harganya jadi makin berlipat-lipat. Maka solusinya apalagi kalau bukan dengan cara mencicil melalui KPR. Bisa juga dengan menabung untuk membeli tanahnya dulu lalu baru dibangun setahap demi setahap. Tapi itu bakalan jadi lama ya? hiekz. 


Mengerti akan keinginan pasar terhadap rumah yang kuat,  pembangunannya cepat,  biayanya hemat dan juga indah fasadnya PT Tatalogam Lestari mengembangkan sistem yang memungkinkan kita memiliki semua itu. Domus dibuat dengan teknik pengerjaan yang tepat, efisien dan efektif sehingga kita bisa berhemat dari segi waktu dan pengerjaan karena barang materialnya tidak ada yang terbuang. Jadi kuncinya adalah perencanaan yang matang, material yang tepat dan pengerjaan yang benar.



Dalam pameran Kontruksi Indonesia yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran pada 31 Oktober hingga 2 November 2018 lalu saya berkunjung ke stand Domus di Hall B3. Di sana saya berjumpa dengan tukang-tukang bangunan yang baru saja menerima sertifikat keahlian dari PT Tata Logam Lestari. Btw, untuk mendapatkan sertifikat ini tidaklah mudah, lho! Mereka harus melalui serangkaian proses pelatihan agar standar pengerjaan pembangunan rumah Domus sesuai dengan standarisisasi yang diharapkan produsen genteng metal dan baja ringan tersebut. Nah, untuk mengapresiasi para pekerja kontruksi termasuk di dalamnya arsitek, konsultan dan tukang bangunan Presiden Jokowi yang hadir dalam pembukaan pameran Kontruksi Indonesia memanggil beberapa nama pekerja dari beberapa perusahaan ke depan panggung. Mereka menerima sertifikat keahlian secara simbolik dari Presiden mewakili sekitar 1200 peserta yang hadir.



Kembali ke rumah permanen Domus. 

Domus merupakan varian terbaru produk buatan PT Tatalogam Lestari yang selama ini dikenal dengan produksi genteng metal dan baja ringannya. Berdiri sejak tahun 1994 Tatalogam Lestari tumbuh menjadi perusahaan genteng metal dan baja ringan terbesar di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraihnya diantaranya dari lembaga independen REBI (Rekor Bisnis Indonesia) dan penghargaan OCI (Outstanding Corporate Innovator) dari badan independen di Amerika Serikat yaitu (Product Development Management Association) atas inovasinya dalam menyediakan produk dan inovasi yang ramah lingkungan. 

Salah satu produk terbaru Tatalogam Lestari adalah hunian Domus. Inovasi teknologi sistem pembangunan rumah yang cepat, kuat, indah dan tahan gempa menjadi keunggulannya. Dengan teknologi ini  hunian Domus dapat diaplikasikan untuk bangunan rumah tinggal, pasar, ruko, pabrik dan gudang. 

Soal kekuatan, teman-teman ga perlu kuatir. Komponen struktur dinding yang memakai kanal U dan rangka atap baja ringan menjadikan bangunan Domus sebagai bangunan permanen yang kuat, indah dan tahan gempa. Ga salah ya bila hunian ini cocok sekali dibangun di lahan perkotaan, daerah urban, pertambangan maupun daerah bencana untuk dijadikan hunian sementara misalnya.



Hunian sementara atau Huntara yang dibuat dengan teknologi Domus memungkinkan si empunya untuk membongkar pasang rumah rakitannya. Bila tidak digunakan lagi bisa dibongkar dan disimpan dan digunakan lagi jika terjadi bencana. Namun, huntara juga bisa dijadikan rumah permanen sebagai hunian tetap dengan mengganti material dinding dengan bata ringan. 

Ide membuat Huntara Domus berawal dari keinginan Bapak Mentri PUPUR Basuki Hadimuljono yang menginginkan adanya rumah sementara yang harus siap difungsikan dan dikembangkan menjadi hunian tetap. Jadi tidak ada huntara yang mubazir dalam pembangunannya. Menurutnya, rumah adalah tempat yang paling sesuai bagi masyarakat dalam memulihkan trauma pasca gempa misalnya. 


Dalam proses pengerjaannya hunian permanent Domus dikerjakan selama lima hari pengerjaan. Sedangkan huntara Domus dalam bentuk standar dengan luas bangunan 36 m2 dikerjakan dalam waktu dua hari saja. Modelnya pun dapat dibuat dengan sistem kopel alias dua rumah dibangun berhimpitan dalam satu atap. 

Selain tipe bangunan 36m2, Domus dapat dijadikan hunian dengan luas lebih kecil maupun lebih besar yaitu tipe 21, tipe 30, tipe 36 dan tipe 45. Tergantung bujet aja sih. Yang mengasikkan Domus hadir dalam tiga paket pengerjaaan yaitu :

Paket Rangka yang terdiri dari rangka praktis, rangka kuda-kuda TASO, rangka plafon dan genteng metal Sakura MX. 

Paket Putih merupakan paket rangka yang ditambah dengan bata ringan, rooster keramik, kloset dan keran, jendela, pintu dan penutup plafon ditambah dengan instalasi listrik dan air. 

Paket Komplit merupakan paket putih yang ditambah dengan plesteran dan aci bagian luar dan dalam juga pengecatan. 


"Dan kalau untuk dijadikan Huntara, material dinding yang seharusnya memakai bata ringan tinggal diganti dengan material lain yang tersedia dan sesuai kemampuan saja. Misalnya bilik bambu, panel gypsum, triplek, atau terpal," tutur Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari yang menemani kunjungan saya dan teman-teman Blogger di stand pameran Kontruksi Indonesia.

Jadi kalau teman-teman selama ini masih ragu memiliki hunian sekarang ga perlu kuatir lagi. Domus dapat menjadi pilihan kita untuk memiliki hunian yang kokoh, hemat dan indah. Soal lahan pembangunan ada di mana aja ga masalah. Domus bisa didirikan di atas lahan perkotaan, perkebunan, pertambangan hingga daerah rawan bencana sekalipun. Yuk, bulatkan semangat untuk memiliki hunian Domus. 
















Selasa, 06 November 2018

Mau Yang Same Day Service? Kirim Barang Melalui Paxel Aja!

November 06, 2018 22



Urusan kirim paket barang jadi mengingatkan saya akan kenangan di beberapa tahun silam. Waktu itu, hampir setiap hari saya mampir ke outlet jasa kirim barang untuk mengirimkan pesanan pelanggan saya. Waktu itu, untuk mengecek biaya ongkir yang dibebankan ke pelanggan saya harus mengecek dulu ke website-nya biar dapat yang terjangkau aja harganya.  Waah, dinamikanya itu pokoknya seru, deh! Mulai dari mengerjakan pesanan, menerima orderan, membungkus pesanan hingga mengirimkan pesanan :D

Bisnis online selama beberapa tahun terakhir memang tidak dinyana menjadi booming. Transaksi berbagai pembayaran dan tagihan apapun dilakukan melalui online. Namun, soal pengiriman barang mau tidak mau masih manual.

Sebagai pelaku bisnis online saya harus datang ke tempat pengiriman barang sebelum jam empat sore. Karena bila saya datang setelahnya barang saya bakal nginap dulu dan baru dikirimkan esok harinya. Kata petugasnya, setiap hari  jadwalnya memang seperti itu. Bagian kurir pengantaran akan mengambil semua paket di jam-jam tersebut untuk dibawa ke pusat, baru dikirimkan ke tempat tujuan. Waah, bisa dibayangkan deh gimana hecticnya saya saat harus kejar-kejaran waktu supaya pesanan saya bisa diterima customer tepat waktu. Andai ada gitu ya jasa ekspedisi barang online, kan, jadi saya ga perlu ke counter jasa kirim barang lagi *sigh.

Jawabannya ada. Namanya PAXEL.

#AntarkanKebaikan 
Jadi, beberapa hari lalu saya berkunjung ke kantor pusat jasa pengiriman PAXEL di daerah Jatinegara Jakarta Timur dalam rangkaian acara Blogger Gathering. Dalam kesempatan tersebut pak Djauhari Zein sebagai salah seorang pendiri PAXEL menceritakan asal muasal berdirinya Paxel. Dilatarbelakangi perjalanan religinya beliau meyakini bahwa hanya dengan satu kebaikan niscaya balasan yang akan didapat sebesar 700 kali lipat dari-Nya.

Atas dasar nilai kebaikan dan berharap keberkahan beliau kemudian mendirikan jasa kiriman berbasis aplikasi dengan rekan-rekannya yang memiliki pemahaman sama yakni pak Bryant Christanto dan Zaldy Ilham Masita. Nama Paxel yang merupakan gabungan dari kata 'PAX' yang artinya parcel atau paket dan 'XEL' atau sel yang berarti unit penyusun mahluk hidup menjadi perwakilan visi misi yang diusungnya yakni #antarkankebaikan.

Pak Djauhari yang lama berkecimpung di jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakuri (JNE) meyakini kalau jasa pengiriman Paxel yang mengusung konsep sameday delivery service dengan harga flat akan menjadi solusi jasa pengiriman terbaik untuk masyarakat.

Disamping itu, fokus Paxel tidak sekedar mencari keuntungan dalam berbisnis aja namun juga peduli dengan unsur sosial. "Jadi, dari 20 pengiriman, kami akan jamin 1 anak penderita kanker sebagai bagian dari fokus kami membangun Paxel. Jadi ini bukan bagian dari charity atau CSR Paxel," jelas pak Djauhari.




Paxel juga membuka lebar-lebar bagi siapapun yang ingin mengirimkan bantuan untuk kegiatan sosial. Dan, karena keinginan untuk selalu #antarkankebaikan perusahaan juga kerap menambah kemitraan dengan yayasan. So, bila teman-teman ingin delivery barang berupa mainan atau baju tak terpakai ke yayasan sosial tidak ada biaya ongkos kirim yang dikenakan. FREE.

Ibu Valencia Miranda yang dikenal dengan akun twitter @Justsilly mengakui bahwa visi misi Paxel sejalan dengan yayasan yang didirikannya. Sebagai pendiri yayasan Rumah Harapan Indonesia beliau menyampaikan, "semua paket pengiriman melalui Paxel tidak dikenakan biaya sama sekali. GRATIS."

Beliau merasa terbantu dengan Paxel yang telah berpartisipasi mengirimkan barang ke kawasan bencana seperti Palu secara gratis. Jam 4 pagi barang bantuan dikirimkan pihak Paxel ke orang-orang yang membutuhkan di daerah bencana, tuturnya.

Keunggulan dan Cara Menggunakan Paxel
Btw ada empat jenis model bisnis yaitu door to door, door to locker, locker to home dan locker to locker. Namun untuk sementara ini yang baru tersedia adalah door to door. Untuk membuktikan keunggulan layanan same day service dan tarif flatnya saya pun mencoba menggunakan aplikasi Paxel. Caranya sederhana banget, donlod dulu aplikasinya nanti kita diarahkan untuk melengkapi sejumlah data setelah mengklik fitur CREATE SHIPMENT yang ada di bagian bawah.



Berikutnya lengkapi Pickup Location dan Destination Location lalu klik continue.

Di sini kita diarahkan untuk memilih ukuran paket mau yang small, mediam, large lengkap dengan masing-masing harganya.



Selanjutnya, lengkapi bagian identitas pengirim dan penerima dan jenis barang lalu klik continue.

Terakhir, cek shipping details, selesai deh.


Setelah ini yowes santai-santai aja ya. Kita tinggal menunggu kedatangan mitra kurir terdedikasi untuk mengambil barang dan menaruhnya di feeder Paxel terdekat. Nah dari sini nanti akan ada mitra dedicated lagi yang disebut Happines Hero yang akan mengirimkan paket ke tujuan. Dia adalah orang yang hapal dengan kondisi di wilayah tersebut sehingga memudahkan durasi pengiriman dalam pengiriman paket ke tempat tujuan.

Nah, ini saya sudah coba. Dari historinya saya bisa tau secara real time posisi paket kita setelah diterima oleh mitra kurir sampai diterima penerima paket. Jadi, first mile dan last mile bukan dilakukan oleh orang yang sama. Ini jadi kekuatan Paxel karena orang yang hapal jalan di wilayahnya pasti tau di mana aja jalan pintasnya. Kereeeennn.




Selain menawarkan same day delivery service dan tarif flat Paxel juga menawarkan keunggulan yang lain daripada jasa logistik lain yaitu jadwal penerimaan yang dapat diatur dan money back guarantee. Waini, jadi kalau kurir datang terlambat untuk pick up barang Paxel akan memberikan garansi uang kembali dan juga memberikan asuransi jika terjadi kehilangan atau kerusakan paket hingga Rp 10 juta. Ckckckckkc....

testimoni dari pedagang online yang telah menggunakan Paxel untuk mengirimkan frozen food ke konsumennya. "Pake Paxel aman," katanya. 

Gimana, kamu mau coba menggunakan jasa Paxel? Yuk ah unduh aplikasinya dan jangan lupa masukkan kode refferah DiahWoro ya :)



Senin, 05 November 2018

Temuan BPK dalam Penyimpangan Kontrak Kerjasama TPK Koja dan JICT

November 05, 2018 0


Bicara bisnis artinya kita bicara soal modal yang ga sedikit. Ini bukanlah hal yang mudah terlebih buat orang yang belum pernah berkecimpung di dunia bisnis. Untuk itu, banyak orang yang mencari jalan tengah dengan memilih menjalankan bisnis dengan cara joinan. Namun, main aman seperti ini rupanya juga mengandung resiko. Umumnya yang jadi persiteruan adalah persoalan pembagian keuntungan dan pembagian kerja. 

Dalam skala yang lebih luas lagi, kalau teman-teman masih ingat tulisan-tulisan saya sebelumnya, perpanjangan kontrak TPK Koja dengan Hutchison Port Holding pun menuai permasalahan bisnis.  Diduga perjanjian kontrak kerjasama pengelolaan dan pengoperasiannya memiliki penyimpangan. Indikasi penyimpangan tersebut terkuak setelah BPK menyelesaikan audit investigatif terhadap proses perpanjangan pengelolaan dan pengoperasian Terminal Peti Kemas Koja atau disingkat TPK Koja. Disebutkan, dari temuan tersebut sejumlah penyimpangan dan indikasi kerugian negara mencapai angka minimal USD 139,06 juta atau setara Rp 1,86 Trilyun dengan kurs masih di kisaran ****

Temuan BPK tersebut merupakan lanjutan dalam penanganan kasus JICT yang skemanya identik dengan kasus TPK Koja. Sebelumnya, BPK sendiri telah mengindikasikan adanya kerugian negara minimal Rp 4,08 Trilyun di JICT (Jakarta International Container Terminal). So, dari kasus perpanjangan kontrak JICT dan TPK Koja oleh Pelindo II kepada Hutchison tercatat negara kita dirugikan hampir Rp 6 Trilyun. Luar biasa!!!



Dalam temuan yang dirilis BPK, diketahui perpanjangan perjanjian kerjasama dan pengoperasian JICT tetap dilaksanakan meskipun tidak tercantum dalam RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan) dan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan). Rencana perpanjangan kontrak TPK Koja pun tidak diinfokan secara terbuka kepada pihak pemangku kepentingan dalam laporan tahunan 2014.

Ketidakterbukaan perpanjangan kontrak nyatanya tidak sesuai dengan Peraturan Mentri BUMN tentang penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik pada BUMN sebagai berikut :

1. Sebagaiman tertera dalam PER-01/MBU 2011 yang isinya menyatakan beberapa hal saya rangkum berikut ini :

ayat 1 : Direksi wajib siapkan RJP yang merupakan rencana strategis yang memuat sasaran dan tujuan yang hendak dicapai dalam lima tahun.

ayat 2: Rencana Jangka Panjang sekurang-kurangnya memuat :

  • evaluasi pelaksanaan RJP sebelumnya
  • posisi BUMN saat ini
  • asumsi-asumsi yang dipakai dalam penyusunan RJP
  • Selain itu RJP juga harus memuat penetapan misi, sasaran, strategi, kebijakan dan program kerja jangka panjang.

2. Berdasarkan Keputusan Mentri BUMN No.KEP-101/MBU/2002 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan BUMN pasal 3 mengenai kerjasama menengah dan panjang dengan pihak ke tiga.

Dari kepatuhan perundang-undangan di atas yang tidak sesuai maka berakibat terhadap perpanjangan perjanjian kerjasama pengelolaan dan pengoperasian JICT oleh Pelindo II tidak transparan. Diduga ada upaya untuk menutup-nutupi adanya rencana perpanjangan perjanjian antara JICT dan mitra terdahulunya yakni Hutchison Port Holding.

Dari perpanjangan kontrak yang ditandatangani Pelindo II dan Hutchison Port Holding rupanya dilakukan tanpa permohonan ijin konsesi kepada Mentri Perhubungan terlebih dulu. Hal ini tidak sesuai dengan UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran yang memuat :

Pasal 82 ayat 4 UU No.17 tahun 2008 yang isinya sebagai berikut :  Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan berperan sebagai wakil pemerintah untuk memberikan konsesi dan lain-lain kepada Badan Usaha Pelabuhan untuk melakukan kegiatan pengusahaan di pelabuhan yang dituangkan dalam perjanjian.

Pasal 344 (2) UU No.17 tahun 2008 yang isinya sebagai berikut : dalam waktu paling lama 3 tahun sejak UU ini berlaku, kegiatan usaha pelabuhan yang dilaksanakan pemerintah, pemerintah daerah dan BUMN wajib disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam UU ini.

Pasal 345 (2) UU No.17 2008 yang isinya sebagai berikut : pada saat UU ini mulai berlaku, perjanjian atau kerjasama BUMN dengan pihak ketiga dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang ini.

Dari pasal-pasal tersebut di atas terkuak bahwa perpanjangan kontrak KSO TPK Koja tetap ditandatangani Pelindo II dan HPH meskipun belum ada persetujuan RUPS dan Mentri BUMN. 

Dan lagi, perpanjangan perjanjian kerjasama pengelolaan dan pengoperasian pun tanpa melalui mekanisme pemilihan mitra yang seharusnya. Hal ini tidaklah sesuai dengan Peraturan Mentri BUMN No.PER-06/MBU/2011 :

pasal 8 (ayat1) isinya : Pemilihan mitra dalam rangka pendayagunaan aktiva tetap dilakukan dengan cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

pasal 10 (ayat1) isinya : Pemilihan mitra dengan cara penunjukan langsung dapat dilakukan bila :

telah dilakukan pemilihan langsung sebanyak dua kali, namun tidak ada peminat atau peminatnya kurang dari 3 penawaran yang diajukan di bawah nilai perkiraan sendiri yang ditetapkan oleh Direksi.

lokasi aktiva tetap menyebabkan aktiva tetap hanya dapat dikerjakan kepada calon mitra tertentu, atau

calon mitra adalah BUMN dan atau anak perusahaan BUMN yang sahamnya minimal 90% dimiliki oleh BUMN.

Dampak kepatuhan perundang-undangan tersebut yang dilanggar maka mekanisme pemilihan dan penunjukan Hutchison Port Holding sebagai mitra dalam mengelola JICT tidak memenuhi syarat untuk ditunjuk langsung oleh Pelindo II.

Dan yang terakhir, BPK juga menemukan konflik kepentingan oleh Deutsche Bank yang ditunjuk langsung oleh Pelindo II sebagai financial advisor. Penunjukan ini caranya bertentangan dengan peraturan perundang karena DB merangkap sebagai negosiator, pemberi utang dan arranger yang diduga hasilnya diarahkan untuk perpanjangan kontrak JICT kepada Hutchison. Padahal Deutche Bank sebenarnya tidak lulus evaluasi administrasi.

Nah, dari temuan BPK atas investigasinya terhadap kasus perpanjangan perjanjian kerjasama TPK Koja dan JICT oleh Pelindo II dan Hutchison Port Holding jelas-jelas kita jadi punya bayangan. Bahwa persoalan bisnis berskala besar ini bisa menjadi pelajaran buat kita dalam berbisnis. Boleh aja, sih, main aman dengan cara menjalin kerjasama dengan mitra yang kita percaya.Tapi kalau mitranya ga bisa dipercaya sehingga negara kita digerogoti terus selama berpuluh-puluh tahun tanpa ada kejelasan nasibnya akan gimana, alamakk, tak sudi rasanya deh!

Jumat, 02 November 2018

Brownies Kukus Ketan Hitam Talas, Si Hitam Manis Dari Talubi Bika Bogor

November 02, 2018 1


Apa jadinya, ya, kalau ketan hitam dan talas dipadukan? Eiimm, di kepala saya koq yang langsung terbayang enaknya kedua bahan ini kalau dijadikan kudapan. Jadi talasnya dibuat kolak dan dimakannya dengan bubur ketan hitam. Jangan lupa ya siram dengan santan kental di atasnya. Wuiih, bakal neguk ludah deh hahaha...

Untuk kudapan lain, ketan hitam juga sering saya jadikan bolu kukus ketan hitam. Jadi saya cuma beli tepung ketan hitam yang biasanya sudah ada resepnya di kemasan lalu tinggal tambahkan bahan lainnya deh. Misalnya telur, mentega cair, gula pasir dan vanili. Sekejap saja matang deh. Praktis kan?!

Akan tetapi, rupanya sekarang ada bolu kukus ketan hitam yang lebih praktis lagi. lho. Tampilannya pun lebih mewah sehingga layak kalau dijadikan oleh-oleh atau buat hidangan istimewa di rumah. Penasaran??? Nih ya, namanya Brownies Kukus Ketan Hitam Talas. 

Brownies kukus ketan hitam talas merupakan varian terbaru dari pusatnya oleh-oleh Bogor "Talubi Bika Bogor". Setelah beberapa bulan sebelumnya, kalau teman-teman mengikuti tulisan-tulisan saya, Talubi Bika Bogor meluncurkan varian cakes berbahan utama pisang dan talas maka kali ini varian ketan hitam dapat menjadi solusi kuliner pilihan kita yang sama enaknya. 

Nah, seperti biasa, bukan Talubi Bika Bogor kalau meluncurkan varian rasa hanya satu jeoninis saja. Kali ini juga sama. Ada dua varian Brownies Kukus Ketan Hitam Talas yang diluncurkan yakni Boston Brownie rasa pandan dan Boston Brownie rasa original yang sama enaknya.



Btw, nama-nama cakes buatan Talubi Bika Bogor memang classy banget, ya? Kesannya premium gitu lho! Padahal bahan utamanya adalah hasil palawija utama yang menjadi andalan kota Bogor. Hasil palawija Bogor seperti ubi - pisang - talas kemudian berubah bentuk jadi New York Style Premium Banana Cheese Cake dan Pillsbury Banana Cake. Semuanya pernah saya review di blog hehehe...

Balik lagi ke citarasa Brownies kukus ketan hitam Boston Brownie. Baik yang original maupun yang rasa pandan beneran sama enaknya buat saya. Susah bikin lidah berhenti goyang. Paduan rasa cake ketan hitam yang agak seret ketemu dengan rasa dan aroma cake talas sensasinya di mulut jadi luar biasa. Apalagi ketika nyoelinnya dengan toping berupa nougat atau cincangan kasar kacang dengan sirup karamel yang manis. Wuiihh jadi makin menambah citarasa jajanan Bogor ini dalam mulut deh. Pecahhhhh.

Warnanya juga sama-sama cantik. Yang rasa pandan terlihat dari adonan cakesnya yang berwarna hijau. Sedangkan yang rasa original bisa terlihat dari adonan cakesnya yang berwarna ungu. Tapi kalau kita perhatikan warna cake-nya memang agak pucat dibanding cakes buatan merk lain. Ini karena semua produk olahan Talubi Bika Bogor tidak mengandung pewarna, pewangi dan perasa. Murni terbuat dari terigu dan telur saja dengan bahan utamanya yakni pisang, ubi atau talas. Jadi jangan kaget kalau seluruh produk yang identik dengan warna ungu dan oranye ini hanya bisa bertahan di suhu ruang selama empat hari saja. Sedangkan kalau disimpan di kulkas bisa bertahan hingga 7 hari.



Soal harga gimana? Buat saya sih terjangkau banget lah kalau merogoh dompet Rp 38 ribu untuk setiap kotak Brownies kukus ketan hitam Boston Brownie dari Talubi Bika Bogor. Coba aja bikin sendiri dengan toping yang sama persis seperti itu, apakah bisa kalau modalnya kurang dari empat puluh ribu rupiah? Ga jamin saya hehehe...

Untuk mendapatkan si hitam manis dari Bika Bogor ini ada tiga outlet di Bogor yang dapat kita tuju :
1. Jalan Padjajaran No. 20M
2. Jalan Sholeh Iskandar 18B
3. Jalan raya Gadog sebelah Vimalla Hills, Puncak. 

Mau saya anterin? Yukkk, seloyang aja deh buat saya ya hahaha