Jumat, 18 Januari 2019

Cegah Resiko Sakit Kritis Dengan #JalaninBareng PRUCritical Benefit 88

Januari 18, 2019 1

Sosial media diviralkan lagi dengan hastag 10 years challenge. Pesertanya wuih banyak deh, sampai pesohor-pesohor pun meramaikan. Ga mau kalah saya ikutan, dong. Sekedar merefleksikan aja foto 10 tahun lalu dengan sekarang seperti apa. Ahaaa, rupanya perubahan berat badan saya kelihatan banget selain makin cantik. Uhukkk...

Kalau diingat-ingat, sepuluh tahun lalu berat badan saya masih 45kg. Sedangkan sekarang ini sudah mencapai 58kg. Kalau dihitung dengan tinggi badan saya yang hanya 155cm tandanya sekarang berat badan saya sudah di atas berat badan ideal yakni 55kg. OVERWEIGHT 3 KILO,  braaaayyy!!! 

Meskipun ada yang bilang kalau "big is beautiful" namun saya tidak sepenuhnya menyetujui. Ada hal-hal yang membuat pergerakan saya jadi lamban sejak berat badan makin bertambah. Pernapasan juga makin pendek. Lebih cepat cape. Jujur, saya tidak nyaman begini.

Ancaman Penyakit Tidak Menular  
Dalam talkshow kesehatan bareng Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay. SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA, 14 Januari 2019 lalu dipaparkan,"kesibukan dan tuntutan pekerjaan merupakan tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan seperti merokok, jarang olahraga, kurang makan sayur dan buah serta kebiasaan makan tidak teratur dapat menyebabkan obesitas. Obesitas itu sendiri adalah faktor resiko utama penyebab PTM (penyakit tidak menular) diantaranya penyakit jantung."

WHO mengungkapkan, Penyakit Tidak Menular diperkirakan menjadi penyebab 73% kematian di Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 Kemenkes dikatakan prevalensi PTM terus meningkat. Dari 1000 orang dewasa hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%, stroke naik dari 7% menjadi 10,9% dan kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8%. 

Akibat kurangnya penerapan pola hidup sehat, saat ini usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis. Ancaman stroke merupakan penyebab kematian tertinggi disusul prevalanse yang semakin meningkat pada hipertensi, diabetes, kanker, jantung dan paru.


source : pixabay

Penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) pada tahun 2014 - 2015 mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, hampir 50% mengalami kebangkrutan, dan 29% meninggal dunia. 

Dokter Vito menegaskan, masyarakat seharusnya mulai menaruh perhatian pada kesehatan karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit dan biaya hidup juga semakin meningkat. Saya kemudian teringat kisah-kisah selebriti tanah air. Satu demi satu harta miliknya dijual untuk biaya berobat dirinya atau anggota keluarganya yang terkena sakit kritis. Ini nyata sungguhan, Bukan cerita sinetron. #Sigh.
Kalau selama ini kita menganggap keliling-keliling jalan kaki sudah merupakan olahraga, itu salah besar. Indikasi kalau kita sudah berolahraga dengan benar adalah napas, Kalau belum ngos-ngosan dan keringat keluar tandanya belum dikatakan olahraga. ~ Dr. Vito Anggarino Damay 
Nah ada cara yang disarankan dokter Vito untuk mencegah resiko terkena penyakit kritis yakni dengan dektrasi otak : 
1. Makan sayur dan buah sebelum makan makanan utama.
2. Kunyah makanan yang lama.
3. Minum air yang banyak sebelum makan
4. Mengurangi makanan dan minuman yang manis-manis.

Dengan melakukan salah satu dektraksi otak tersebut potensi obesitas yang berpotensi terkena PTM dapat dicegah sedini mungkin. Karena sehat itu mahal, tapi sakit jauh lebih mahal, tegasnya.

ki - ka : dr. Vito Anggarino - Himawan Purnama


Namun ada cara lain juga yang disampaikan Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential. Namanya PRUCritical Benefit 88. Ini adalah solusi jalanin bareng  yang melindungi tidak hanya untuk pasien yang terkena penyakit kritis. Namun keluarganya juga terlindungi.

PRUCritical Benefit 88 
Dalam launching PRU Critical Benefit 88 14 Januari 2019 silam, Jeins Reich, Presiden Director Prudential Indonesia yang juga hadir mengatakan bahwa produk Prudential Indonesia terbaru ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya.

Jeins Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia


Menurutnya, perjuangan pasien melawan penyakit kritis tentu sangat menguras emosi fisik dan materi. Melalui kehadiran PRU Critical Benefit 88 Prudential berharap nasabahnya dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit yang tidak sedikit. Demikianpun biaya hidup yang sudah pasti berdampak besar mempengaruhi kestabilan ekonomi keluarganya.

Melalui Proteksi Terjamin, Uang Kembali PRU Critical Benefit 88 menawarkan beragam manfaat sebagai berikut :

1. Proteksi Terjamin.

  • Perlindungan komprehensif untuk meninggal atau 60 kondisi kritis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup (survival period).
  • 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty (prosedur untuk membuka pembuluh darah (arteri koroner) yang menyuplai darah menuju jantung) tanpa mengurangi UP PRUCritical Benefit 88 dengan maskimal Rp 200 juta. 
  • 200%  tambahan UP akan dibayarkan jika tertanggung meninggal karena keccelakaan sebelum usia 70 tahun. 
  • Perlindungan sampai dengan usia 88 tahun dengan jangka wakt pembayaran premi yang dapat dipilih yakni selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau premi tunggal.



2. Uang Pasti Kembali

  • 100% Uang Pertanggungan akan dibayarkan bila tertanggung utama masi hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun, atau
  • Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir. 

Selama lebih dari 170 tahun, Prudential plc, yang berpust di London telah melayani lebih dari 26 juta nasabah di dunia. Dan Prudential Corporation Asia (PCA) yang berpusat di Hongkong, selama 95 tahun beroperasi telah membantu 15 juta nasabah di 12 pasar di seluruh wilayah Asia. Sedangkan di Indonesia sendiri, Prudential telah beroperasi selama 23 tahun dan melayani lebih dari 2,3 juta nasabah.

Melalui berbagai inovasi dan solusi yang ditawarkan banyak orang yang mempercayakan Prudential sebagai tempat untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Demi mengejar mimpi dan minat mereka Prudential menjadi tempat untuk menjaga hal-hal penting dalam kehidupan mereka : melindungi keluarga, menjaga agar tetap sehat, membangun tabungan dan kekayaan, serta membantu perencanaan keuangan di masa pensiunnya.

"Kehadiran PRUCritical Benefit 88 sejalan dengan komitmen brand baru Prudential yaitu Listening, Understanding, Delivering, serta fokus We Do Health, Wealth, Teech and Good. Ini menjadi komitmen baru kami untuk mempertegas tujuan perusahaan untuk selalu mendampingi nasabah dalam setiap tahap kehidupannya," pungkas Jeins Reisch.

Dalam perjalanan pulang saya terus terngiang-ngiang kata-kata dokter Vito, bahwa sehat itu mahal. "Makanya jangan banyak makan gorengan dan rutin olahraga fisik, ya. Jangan jempol aja yang olahraga di depan laptop atau hape." pesan saya buat sambil nyentil perut hihihi...



Kamis, 27 Desember 2018

Liburan Makin Seru Berkat Kado Akhir Tahun MNC Vision

Desember 27, 2018 2
Aroma liburan adalah hari-hari yang santai...
Tidak dikejar-kejar waktu...
Hari-hari penuh canda tawa...
Tapi lebih banyak pengeluaran...

Anyway, I Love It!!!


Status saya di Facebook sontak disambut antusias teman-teman. Ada yang lagi liburan ke rumah orang tua di kampung, ada yang lagi travelling, ada pula yang di rumah saja seperti saya dan keluarga. Namun yang pasti, liburan memang menggairahkan meskipun untuk itu kita jadi banyak pengeluaran, kan? hahahaa....

Terkait bujet, keluarga kami jarang berlibur seperti orang-orang. Tapi itu bukanlah masalah besar. Justru dengan liburan di rumah ada banyak hal yang dapat kami lakukan bersama-sama. Pertama tentu saja, kerja bakti beberes rumah. Mulai dari mengosongkan lemari dan memilah baju yang sudah kesempitan atau sudah tak layak pakai hingga membersihkan segala debu di setiap ruangan.



Lain hari, saya dan suami mengajak anak-anak bikin Cilok untuk disantap bersama sebagai cemilan. Dega paling suka nih membulat-bulatkan adonan. Seperti main playdough katanya. Kalau Tsaka paling suka diminta ngulek bumbu kacang. Penyaluran emosi katanya hihihi.. 

Nah, ketika sudah beberapa hari baru terasa deh monotonnya waktu. Bolak bolak nyetel televisi tapi ga ada acara yang bagus. Belajar terus ya bosen juga. Sedangkan kuota internet juga semakin tiris karena digunakan tak kenal waktu. Sementara kalau mau having fun di luar rumah balik lagi ke urusan bujet. Serba salah deh!


Btw kakak saya kemarin menanyakan, kapan anak-anak mau nginep di rumahnya untuk mengisi liburannya? Jangan alasan di rumah Bude ga bisa belajar ya. Di rumah Bude sekarang sudah pasang wifi dan TV  berlangganan berbasis satelit, lho. Jadi kalian bisa tetep belajar dan bisa tetep main games atau mau nonton acara seru bareng MNC Vision lainnya. 

Cerita punya cerita, budenya anak-anak rupanya memilih berlangganan MNC Vision 
karena pelopor TV berlangganan ini  memberikan keistimewaan gratis tiga bulan tayangan dan juga free internet selama 3 bulan untuk paket Super Bundle.

"Tapi ketentuannya kita harus bayar dimuka untuk satu tahun, nek. Jadi hitungannya gue cuma bayar 9 bulan saja, sekitar dua ratus ribuan. Ini udah murah banget, lah, kebayang pemakaian kuota pribadi gue aja sebulan udah seratus lima puluh ribu sendiri," kata kakak saya yang memanggil saya dengan panggilan 'nenek' bukan 'dek'. Katanya, saya bawel kaya nenek-nenek hihihi... 



Melalui MNC Vision yang dulu kita kenal dengan nama Indovision beragam tayangannya memberikan kita pilihan tontonan yang seru. Ada 137 saluran terbaiknya dengan 32 channel ekslusif ciptakan momen seru bareng MNC VisionTerlebih lagi tayangan MNC Vision gambarnya sangat jernih karena menggunakan satelit frekwensi S-Band yang cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia. Ini memberikan sensasi menonton yang berbeda dari yang lain. Sehingga tidak salah ya kalau tagline-nya "MNC Vision, bukan yang lain!" sangat layak disematkan untuk pemegang lisensi pendistribusian tayangan televisi berlangganan melalui satelit pertama di Indonesia ini. 

Mba Wati, kakak saya pun menenangkan kekuatiran saya. Kebetulan tiga anak saya sekarang sedang bersiap untuk UN. Mba Nala yang kelas XII sedang bersiap untuk Ujian SMA, mas Tsaka yang kelas IX sedang bersiap untuk ujian SMP dan Deda yang kelas VI sedang bersiap untuk ujian SD. "Kan kalau mau belajar, tetap bisa di rumah gue. Gue udah langganan channel Besmart juga, tuh. Mumpung lagi diskon 50%  sampe 31 Desember 2018 ini!"



Apa lagi itu? Kening saya berkerut.

Channel Besmart adalah channel bimbel pertama di Indonesia. Tayangannya edukatif, menghibur, dan sesuai dengan kurikulum nasional kelas 4 - 6 SD. Cakupan mata pelajarannya adalah yang masuk ke kategori UN yakni  Matematika, IPA, Bahasa Indonesia ditambah dengan Bahasa Inggris. 

Waah cocok buat Dega nih, pikir saya. Ga perlu keluar rumah lagi belajarnya. Biaya langganannya juga ga mahal, hanya Rp 300 ribu/pertahun (harga normal Rp 600.000/tahun). 

Hati saya kemudian terusik, mosok cuma ini aja kado akhir tahun MNC sih? 

Eiitt jangan salah teman-teman. Masih ada lagi. Buat yang belum pernah berlangganan berkesempatan mendapatkan penawaran menarik selama periode 18 Desember hingga 6 Januari 2019. MNC Vision memberikan penawaran menarik bagi seluruh pelanggan baru yaitu free ala carte dan fee open all channel hingga empat bulan yang disesuaikan dengan paket berlangganan. Kita pun ga perlu kuatir dengan instalasinya karena MNC Vision sudah menyiapkannya. Jadi kita tau beres aja. Asik kaaan... 

Libur Natal dan Tahun baru untuk yang punya dana lebih memang paling asik jika dilewatkan dengan berlibur. Menurut literasi yang saya baca, berlibur dapat membantu menghilangkan stress akibat tekanan kehidupan sehari-hari misalnya pekerjaaan dan pelajaran. Nah untuk pelanggan setianya yang ingin refreshing ke luar rumah MNC Vision pun memberikan keistimewaan berupa promo MNC Vision Priority. Promo menarik tersebut dikemas berupa Program Privilege, Best Deal dan Bonus Pack. Mulai dari promo menarik untuk menginap di hotel, seru bareng di Circus Waterpark Bali, treatment baby SPA dan Pregnancy SPA atau promo all you can eat.



Hasil obrolan saya dengan mba Wati berlanjut ke kegalauan saya. Untuk mengeluarkan uang berlangganan MNC Vision ternyata tidak rugi koq. Apalagi kata mba Wati dia membayar biaya paket berlangganan MNC Vision  dengan kartu kredit. Jadi dia bisa nyicil lagi pembayarannya setiap bulan. Menang banyak namanya hihihi...

Eiiimm, akhir Desember masih beberapa hari ke depan kan, ya? Jadi buat teman-teman, masih ada waktu nih untuk berlangganan MNC Vision, bukan yang lain! 

Lalu rencana nginep di rumah budenya anak-anak gimana? Tentu jadi dong. Ini lagi packaging baju. Selamat liburan semua. Liburan makin seru berkat kado akhir tahun MNC Vision. Yeayyyy!!!












Rabu, 26 Desember 2018

Haul Gus Dur ; Meneladani Kiprah Sang Pejuang Ekonomi Rakyat

Desember 26, 2018 1




Innalillahi wainailaihi rojiun. Tiga hari yang lalu negara kita kembali berduka. Bencana Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung menyebabkan lebih empat ratus orang kehilangan jiwa. Diantaranya ada beberapa anggota grup band Seventeen yang sedang menggelar konser di Tanjung Lesung. Dari media online saya juga baru tau kalau grup band ini merilis lagu yang dipersembahkan untuk Haul Gus Dur ke 9 tahun 2018.

Saya bisa mengerti betapa besar kecintaan gitaris grup band Seventeen terhadap sosok Gus Dur sehingga membuatkan lagu untuknya. Sosok yang gemar berkelakar ini memang begitu dicintai banyak orang. Ada banyak gagasan yang terkuak dari sosok Presiden RI ke-empat ini. Pemikirannya yang jauh ke depan membuat Gus Dur selalu dirindukan banyak umat. Tak terkecuali bagi etnis Tionghoa yang kini leluasa merayakan Imlek. Kita pun merasakan dampaknya dengan dijadikannya hari Imlek sebagai hari libur nasional. Jasa besarnya tak dapat terbantahkan sehingga semua setuju bila gelar Bapak Pluralisme ditasbihkan kepadanya.

Gus Dur mengajarkan kita menerima dan mentolerasni keberagaman hidup pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, golongan, agama, adat hingga pandangan hidup

Kebijakan Ekonomi Gus Dur

Selama masa pemerintahannya yang singkat, kondisi ekonomi di masa krisis moneter terbilang sangat sulit. Akan tetapi kebijakan ekonomi yang dilakukan Gus Dur terbilang istimewa. Ditampuknya ia menerima warisan pertumbuhan ekonomi minus 3% dari pemerintahan sebelumnya. Namun dalam tiga bulan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 3,7% dari minus 3% menjadi 0,7%. Setahun berikutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9% atau melompat 1,2%. Dengan capaian laju pertumbuhan ekonomi yang hampir 5% ini tentu memberi harapan Indonesia dapat bangkit menuju pemulihan perekonomiannya. 

Publik tahu Abdurrahman Wahid adalah sosok yang sangat aware mengenai kerukunan antar umat beragama. Beliau juga dikenal sebagai pemikir dan pejuang Ekonomi Kerakyatan. Namun, dimensi pemikiran dan perjuangan ekonomi kerakyatan Gus Dur tersebut tidak banyak dipublikasikan, diantaranya sebagai berikut  :

1. Di eranya reformasi pajak dilakukan dengan merombak total bentuk kelembagaan dan sumber daya manusia di lingkungan DirJen Pajak Kementrian Keuangan. Dengan prinsipnya ia meyakini bahwa dalam mengubah moralitas masyarakat haruslah dengan sabar, agar sesuai dengan nilai-nilai islam yang diyakini kebenarannya dengan jalan memberikan contoh yang baik. Tak heran beliau menjadi role model pejabat untuk sadar pajak, dengan rajin menyetorkan kewajiban pajak ke negara.

2. Sebagai seorang visioner Gus Dur memandang laut adalah masa depan Indonesia. Kondisi ini sesuai dengan geografis Indonesia yang dikelilingi perairan yang menjadi rumah bagi spesies biota laut bernilai ekonomi tinggi. Di perairan kita ada lokasi pemijahan ikan tuna, enam dari tujuh jenis penyu di dunia berada di perairan Indonesia, punya rumput laut kelas dunia dan ratusan jenis ikan hias.

Karena kekayaan itu, tak sedikit nelayan dari negara lain mencuri kekayaan laut kita. Peran Gus Dur sangat besar dalam mengembangkan perhatiannya terhadap laut tanah air dengan mendirikan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kalau ide brilyan ini tidak diwujudkan, kesadaran maritim kita bagaimana bisa bangkit seperti sekarang?

3. Sebagai seorang yang peduli pada masyarakat tertinggal dan kaum minoritas di bidang agrobisnis beliau juga mendorong masuknya investor sebagai off taker untuk menjamin terserapnya hasil panen para petani. Salah satu realisasinya adalah mendorong kerjasama antara petani nanas Subang Jawa Barat dan tapioka dengan PT Morelli Makmur.

Beliaupun berkomitmen memberdayakan potensi rakyat khususnya warga NU (nadhylin) di eranya itu. Atas perannya beliau menginisiasi pembentukan Bank Kredit Pedesaan kerjasama antara PBNU dan Summa Group. Tindakannya ini merupakan respon terhadap problem ekonomi dan kredit keuangan bagi rakyat kecil seperti petani, pedagang dan pelaku usaha kecil dengan modal ekonomi yang dimiliki pengusaha Tionghoa. 

Meneruskan Perjuangan Gus Dur

Dari pemikiran-pemikiran serta visi misinya yang out of box nyatanya sosok Gus Dur mampu menginspirasi pemerintahan sekarang di era Jokowi - JK. Keberhasilannya mengembangkan ekonomi skala kecil hasil kerjasama PBNU dan Summa Group (bagian dari Astra) menjadi inspirasi Kementrian Desa PDTT dengan menggulirkan berbagai inovasi yang tidak biasa. 

Sebagaimana diketahui sejak program dana desa diluncurkan pemerintah tahun 2015 lalu sejumlah infrastruktur telah dibangun dan hasilnya sudah mulai kita rasakan. Akan tetapi dalam pengembangan desa masalahnya bukan sekedar infrastruktur saja tapi juga pergerakan roda ekonomi masyarakat dan pelayananan sosial.  Untuk itu dengan latar belakang sebagai pengusaha Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo menggenjot empat program prioritas pembangunan desa untuk menghilangkan citra desa tertinggal, kumuh dan miskin. 

Nah inilah cara hilangkan citra negatif desa dengan pengelolaan dana desa yang mencakup empat program prioritas Kemendes PDTT  : 

1. PRUKADES. 


PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) adalah program pertama yang dicanangkan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ini merupakan langkah memajukan desa dengan menciptakan produk unggulan di masing-masing desa. Namanya One Village One Product. Jadi bila sebuah desa telah menemukan produk unggulan untuk dikembangkan maka lebih mudah bagi desa itu untuk membangun akses pasar. Dengan kemudahan akses pasar, berbagai hambatan yang selama ini dihadapi warga desa dalam membangun percepatan ekonomi dapat tertanggulangi. 

Oleh karena itu pemerintah tak ragu memberi insentif kepada bupati yang memilih fokus pada komoditi tertentu dengan memberikan bantuan bibit, traktor, jembatan dan apapun yang dibutuhkan desa secara gratis. 

2. Pembangunan Embung. 


Embung adalah penampung air dalam skala besar yang merupakan salah satu dari empat prioritas dana desa yang dicanangkan Kemendes PDTT berikutnya. Dengan latar belakang negara agraris masyarakat Indonesia banyak yang menggantungkan hidup dengan bercocok tanam. Kegiatan ini membuat ketergantungan akan pasokan air sangat tinggi sehingga diperlukan embung untuk menampung air dalam jumlah besar. Dengan dibuatnya embung-embung desa diharapkan masa panen akan meningkat dua sampai tiga kali pertahunnya. 

Meskipun dibuat dengan dana besar tapi dampak positif dengan adanya embung pun luar biasa besar. Bukan saja meningkatkan produktivitas pertanian warga tapi potensi pariwisata desa pun terangkat. Ini akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya juga. Dan dari bibit ikan yang disebar di dalam embung nyatanya berdampak terhadap ketahanan pangan bagi masyarakat desa dengan sendirinya. 

3. Pembentukan BUMDES


Penggunaan dana desa berikutnya dialokasikan Kemendes PDTT untuk pembentukan Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi. Di sini masyarakat diberi kesempatan untuk mengembangkan PRUKADES di desanya misalnya mengelola desa wisata, minimarket, penyewaan tenda kursi, pengelolaan daur ulang sampah dan lainnya. Dengan dukungan dari sisi permodalan yang dikelola BUMDes tentunya diharapkan persoalan masyarakat untuk mandiri secara ekonomi dapat tertanggulangi. 

Namun sayangnya, persoalan SDM masih menjadi kendala tersendiri.Padahal salah satu kunci kesuksesan pembangunan di desa adalah partisipasi masyarakat. Dari akar permasalahan tersebut pemerintah membentuk Akademi 4.0 sebagai respon terhadap revolusi industri 4.0 yang sudah ada di depan mata kita. Bagaimanapun, kreatifitas, inovasi dan jiwa enterpreneurship sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui agen pembangunan desa yakni perangkat desa dan pengelola BUMDes. 

4. Pembangunan RAGA


Sedemikian pedulinya pemerintah terhadap peran individu-individu dalam membangun desa, pemerintah memandang perlunya kesehatan fisik dan mental. Untuk itu Kemendes PDTT memasukkan program pembuatan Sarana Olah Raga dalam program prioritasnya. Diharapkan ruang publik RAGA akan menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi. 

Dengan adannya lahan terbuka RAGA perhatian pemuda setempat teralih untuk melakukan kegiatan positif dan menjauhi perbuatan negatif misalnya mengkonsumsi narkoba atau tawuran. Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan misalnya liga sepakbola antar desa, festival desa dan lainnya. Dari kegiatan ini aktivitas ekonomi dapat bergerak dan bahkan siapa tau, dari sini lahir bibit-bibit olahraga berbakat. 

Capaian Kemendes PDTT

Bertepatan dengan Haul Gus Dur ke 9 mengingatkan kita di tahun 2015 ketika Pemerintah  mengalokasikan dana desa Rp 187 trilyun yang berakhir di tahun 2018 ini. Kita boleh bangga karena Kemendes PDTT mampu mengelola dana desa dengan menambah desa mandiri sebanyak 2.665 desa dan mengurangi desa tertinggal sebanyak 6.518 desa. Ini mengindikasikan bahwa penyerapan dana desa dapat berjalan akibat tata kelola di desa pun telah baik. 



Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengungkapkan bahwa "Indonesia mampu menurunkan 10.000 desa tertinggal. Angka ini melamputi target RPJMN yang nilanya hanya setengahnya saja dari angka tersebut." Pencapaian ini kemudian diapreasiasi World Bank yang menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi negara berkembang lainnya dalam mengentaskan kemiskinan. 



Lantas apa yang dapat kita petik dari sini? K-E-J-U-J-U-R-A-N. 

Amanah presiden Jokowi agar dana desa yang disalurkan ke rekening milik desa benar-benar dimanfaatkan untuk desa itu sendiri menjadi pegangan Kemendes Eko Putro Sandjojo dalam menentukan kebijakan-kebijakannya. Pertama-tama di kantor, Kemendes PDTT menerapkan SMART OFFICE dimana smua database kepegawaian Kemendes terintegrasi langsung. Kalau ada yang absen bisa terbaca langsung. 

Strategi lain untuk mengawasi dana desa yaitu menekan pengawasan pada dua hal yaitu menekan celah potensi penyalahgunaan dana desa dan meningkatkan kualitas para pendamping.  

Dengan prinsip kejujuran yang ditanamkan di era pemerintahan Jokowi maka benang merah semakin jelas terbaca kalau perjuangan Gus Dur tidak berhenti. Terakhir saya ingin mengutip kata-kata Gus Dur berikut : 

Kita harus mengubah moralitas masyarakat dengan sabar, agar sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya, dengan jalan memberi contoh yang baik.~ Gus Dur. 

Ini menjadi reminder buat saya juga. Sudahkah kita memberi contoh yang baik untuk sekitar kita? JLEBBB!!!








Senin, 24 Desember 2018

Kali kedua Rasa Yang Sama Nikmati Olahan Bebek di Resto Bebek Bentu (2)

Desember 24, 2018 2
Drrtttttt...

Pesan whatsapp masuk ke hape saya.  Dari Jun, "Mbaa, kalau ga keburu yawda gapapa besok-besok aja. Ntar makin siang makin rame soalnya."

"Iya Jun. Sorry gue ga jadi mampir beli Bandeng Presto. Sabar ya, gue naek Tije soalnya. Parah nih empat kali dicancel mulu sama babangnya," balas saya.






Sesampainya di resto Bebek Cempaka Putih saya telat sekitar satu jam dari waktu yang disepakati. Benar kata Jun,  barisan motor-motor yang diparkir menunjukkan kalau resto Bebek Bentu yang jam bukanya pukul 11.00 WIB sudah terlihat ramai. 

Sambil melepas helm Ojol yang saya naiki dari halte Tije Pasar Cempaka Putih saya lihat Jun dan Cheo (si gantengnya Jun dan Olla) sudah memesan menu. Mereka berdua duduk di bagian outdoor yaitu di bagian depan.

"Agak panas, ya?" keluh saya sambil menarik kursi untuk memilih menu makan siang saya.

"Kalau mau yang indoor ada di dalam, ada AC-nya, Mba," tunjuk Jun ke arah kaca jendela yang memisahkan ruang outdoor dan indoornya. "Mau di dalam?" tawarnya. 

"Ngga usah deh. Di sini aja, Jun. Kayanya lebih rame di dalem ya?"

"Mungkin karena jam makan siang juga, Mba. Jadi crowded-lah." 

Family Resto 
Sambil haha hihi pandangan saya menyapu ke seluruh penjuru resto Bebek Bentu Cempaka Putih. Suasana homey rumah yang disulap jadi resto Bebek Bentu membuat saya merasa seolah bertandang ke rumah teman. Hangat sekali. Nuansa alami yang ditampilkan dari hiasan artistik tanaman hijau merambat imitasi di salah satu dinding dengan sepasang kursi dan meja teras menjadi spot cantik untuk sesi foto-foto. 




Masih di bagian outdoor, di bagian pintu masuk ada sepasang ondel-ondel yang menyambut kita menuju ke ruang indoor. Seolah semakin menegaskan kekhasan tradisional Indonesia di sudut lainnya berderet wastafel yang terbuat dari baskom tanah liat. Di atas wastafel-wastafel ini di atasnya diletakkan beberapa cermin jendela dengan ukir-ukiran kayu sehingga kesan intim dan hangat bak berada di rumah terasa sekali ambiencenya.




Sambil menunggu pesanan saya datang, hilir mudik pegawai yang melewati meja saya dengan membawa baki pesanan pengunjung tidak membuat mereka jadi acuh tak acuh. Dengan sigap mereka tetap siaga memperhatikan pengunjung yang membutuhkannya. Siapa tau sambil mengantarkan pesanan pengunjung ke meja-meja yang ramai dengan celoteh dan denting sendok beradu dengan piring ada pengunjung yang melambaikan tangan untuk order menu. Terus terang untuk kesigapan pegawai resto Bebek Bentu saya acungkan jempol, deh. Mereka tetap gesit meskipun di jam-jam ramai seperti ini. 

Ahaaa, dua puluh menit berikutnya, pesanan saya sampai juga. Dikarenakan kemarin ketika bareng anak-anak ke Bebek Bentu Serpong saya batal makan Bebek Kecombrang maka inilah saatnya hahahah *Devils_laugh

Makan siang saya di resto Bebek Bentu Cempaka Putih sebagai berikut : 

Bebek Kecombrang dengan nasi
Buat saya menu ini selalu ngangenin. Sejak pertama kali mencicipinya di acara Blogger Gathering Bebek Bentu Serpong Jaya rasa menu ini sangat unik di lidah saya. Meskipun sudah mengingat-ingat rasanya tapi saya tetap masih belum tahu apa rahasianya sampai seenak ini. 

Menurut Jun yang juga sedang kelojotan dengan pedasnya Bebek Kecombrang di piringnya, saat memasak kecombrang, kupas dulu kulitnya helai per helai sehingga ditemukan bagian putihnya. Nah ini bagian yang muda dan enak dimasak.



I see. Pantas saja sewaktu masak kecombrang untuk campuran lodeh koq rasanya seperti sereh. Mungkin karena sudah tua ya? hihihihi

Oke balik lagi ke menu Bebek Kecombrang. Kalau dilihat dari penampakan Bebek Kecombrang ala resto Bebek Bentu di dua tempat yang saya kunjungi (Serpong Jaya dan Cempaka Putih) keduanya sama enaknya. Tidak ada bedanya malah. Padahal Chefnya kan lain, ya? 

Bebek yang digunakan sama-sama berukuran besar. Dagingnya empuk, coba deh kalau disobek, gampang deh. Selain itu, rasa bumbunya juga meresap ke dalam sehingga saya sampe kaya orang kurang kerjaan, tulang sayap bebeknya masih saya kunyah-kunyah terus. Dan sayapun masih mengincar kulit bebek yang masih menempel di daging bebek yang ada di piring Jun. Sepertinya Jun sengaja makannya belakangan. Tapi, haaapp, seketika kulit bebek yang disayang-sayang Jun sudah pindah ke mulut saya. "Sorry, Jun. Enak tau!" ahahahah...

Dan yang terpenting bebeknya ga bau amis lho. Saya acungkan jempol untuk yang memasaknya. Memasak bebek itu memang gampang-gampang susah. Kalau orang yang ga tau trik memasaknya, pasti bau amisnya ga hilang. Bau itu malah yang bikin enegh dan sempat membuat saya kapok makan bebek di tenda pinggir jalan. *Sad

Jus Sirsak
Untuk minuman sengaja saya berpaling dari jus Kedondong dan memilih jus Sirsak. Terus terang saya penasaran dengan rasanya. Kira-kira rasanya semurni sirsak yang diblend atau lebih banyak gulanya ya?



Eiiimmm, sesaat saya seruput dari sedotan saya tertegun sejenak.  Aah segar sekali. Komposisi rasa asam sirsak dan manis gulanya pas banget. Kekentalan emulsinya meyakinkan saya kalau resto Bebek Bentu ga pelit dalam pembuatannya. Daging sirsak yang digunakan banyak nih. 

Es Teh Tarik 
Terakhir saya memesan es teh tarik. Ini sebenarnya cuma iseng aja sih sambil menunggu perut buncit kami kempes. Buat yang niat diet bisa gagal total ini mah.






Masih sambil ngobrol, pandangan saya kemudian tertuju ke balik kaca ke ruang indoor. Suasana sudah mulai sedikit sepi. Rasa penasaran memaksa saya untuk menelusuri interior resto Bebek Bentu. Dari pintu masuk di bagian kiri tersusun meja-meja bulat dengan empat kursi yang melingkarinya. Konon penggunaan meja bulat membuat nuansa akrab jadi semakin terasa. Sehingga orang jadi betah berlama-lama duduk di meja ini.


Sementara itu di bagian kanan, ada meja panjang yang menarik perhatian saya. Sepertinya ini diperuntukkan untuk gathering atau reserve untuk orang berjumlah banyak. Area dinding pun masih menarik perhatian saya. Di sana ada pajangan bebek-bebekan juga ada beberapa bingkai artikel di media massa yang memuat resto Bebek Bentu.

Wah, diam-diam resto yang terkenal dengan kelezatan cita rasa bebek andalannya ini sudah masuk media ya. Ckckckck pantesan masuk media. Dari mulut ke mulut kenikmatan ragam kuliner di Resto Bebek Bentu memang juara. Kali kedua rasa yang sama nikmati olahan bebek di resto bebek bentu membuat saya jatuh hati pada orang resto yang sama.







Duuhh, jadi ingat aroma Bebek goreng di Bebek Bentu. Gimana ini?

Jika wangimu saja bisa 

memindahkan duniaku

maka cintamu pasti bisa

mengubah jalan hidupkuuu 























Kali Kedua Rasa Yang Sama Nikmati Olahan Bebek di Resto Bebek Bentu (1)

Desember 24, 2018 35



Kali kedua pada yang sama... sama indahnya... 


Senandung lagu Raisa yang judulnya Kali kedua rasanya pas banget dengan judul blogpost saya kali ini. Tapi bila Raisa menceritakan rasa jatuh cintanya pada orang yang sama kalau saya lain lagi. Ini menceritakan rasa jatuh cinta nikmati Bebek Kecombrang di Resto Bebek Bentu dan jus kedondong yang bikin saya kangen terus.

Sumpah, sepertinya saya kena kutuk. Kena kutuk dari nama Bebek Bentu. Berasal dari kata BEN TUMAN yang dalam bahasa Jawa Tuman artinya biar ketagihan. Dan saya sekarang jadi ketagihan. Buktinya, dalam bulan ini total saya berkunjung ke resto Bebek Bentu sudah tiga kali hihihi...

Bebek Bentu Serpong Jaya




Tanggal 16 Desember 2018, hari Minggu, bertepatan dengan hari ulang tahun Dega ke 12 saya memutuskan mengajak anak-anak merayakan hari lahirnya si bontot ini di resto Bebek Bentu Serpong Jaya. Kebetulan di acara Blogger Gathering 1 Desember 2018 lalu saya menang lomba foto Instagram. Itulah kali pertama saya mencicipi ragam kulineran di Bebek Bentu Serpong. So, berbekal voucher makan dan andai nombok ya ga masalah buat sayalah. Sing penting anak-anak happy, ye ga?



Sesampainya di resto Bebek Bentu waktu menunjukkan jam makan siang. Alamak, lumayan laper dan haus juga ya. Dari Cileungsi untung ga macet. Segera saya pesankan minuman buat anak-anak. "Haus kan?" tanya saya yang kemudian disambut dengan koor "ya iyalaaaahhh!"

Sempat saya ketawa dalam hati kalau ingat ini. Biasanya, demi penghematan, kami hanya pesan satu makan dan satu minum saja untuk masing-masing setiap makan di luar begini. Kalau masih kurang,  tenang, kan di tas ada stok air putih dari rumah. Namun, khusus hari ulang tahun Dega saya bebaskan anak-anak pesan minuman dulu. Biar lelah dan hausnya hilang dan acara wisata kuliner jadi makin asik.




Untuk appetizer saya merekomendasikan Pizza Special, Roti Maryam Coklat Keju, dan Kebab. Sedangkan untuk minumnya anak-anak memilih Ice Blended Taro, Milk Shake Coklat, dan Cappucino Blend. Kalau saya tetep dong Jus Kedondong.






Tadinya saya kira sambil nunggu sepupunya anak-anak datang bisalah disambi ngemil pelan-pelan. Eladalah, saya lupa. Yang saya angkut ini remaja-remaja yang lagi gragas-gragasnya kali ya. Ga sampe 10 menit semua appetizer yang terhidang di meja sudah ludes tak bersisa. Sedangkan yang ditunggu belum datang juga...

"Mau pesan duluan makannya jadi ga usah nunggu kaka Ivanna?" tanya saya.

"Ntar ajalah bu, bareng-bareng."





Okaaay, untuk mengisi kegabutan kemudian mas Tsaka dan Dega ngerjain google asistant dengan pertanyaan-pertanyaan konyol yang bikin ketawa geli. Sedangkan mba Nala langsung deh cari spot-spot cantik untuk selfie. Saya sendiri langsung nanya password Wifi di Bebek Bentu ke karyawan Bebek Bentu. Lumayan bisa blogwalking kan, apalagi sayup-sayup lagu Ed Sheren mengalun. Duuh jadi pengen cari bantal nih hihi..

Setelah menunggu beberapa menit kemudian akhirnya kaka Ivanna datang juga. Yeaayyyy ronde ke dua.






Mas Tsaka penasaran dengan Bebek Cabe Hijau. Dega seperti biasa sukanya ayam jadilah dia pesannya Ayam Bakar diikuti Kaka Ivanna. Kalau Mba Nala pesan Bebek Cemeng lantaran penasaran dengan namanya. "Cemeng atau Ce'me'ng sih, bu?

Saya ketawa mengingat-ingat kali pertama saya sempat keliru mengucapkan pelafalan Cemeng. Jadi yang benar kalau mengucapkan "Cemeng" menggunakan tanda vokalisasi E pepet. Seperti kata lembab atau lemak. Nah kalau  "Bebek Cemeng" maka setiap hurup E di kata bebek menggunakan E taling, kalau hurup E di kata Cemeng menggunakan E pepet. Jangan salah satu E pepet satunya lagi E taling ya?




Untuk minuman, kembali Dega memilih Milk Shake coklat yang diikuti kakak Ivanna, sedangkan mas Tsaka pesan jus kedondong dan mba Nala jus Mangga lagi. Saya cukup leci teh aja deh. Sengaja saya ga pesan makanan karena secara naluri saya sempat ragu juga membayangkan porsi nasinya jumbo lho di Bebek Bentu. "Apa iya anak-anak sanggup menghabiskannya?"

Teng tong. Saya kecele. Keempat remaja masih sanggup menandaskan piring makanannya. "Enak?" tanya saya. Bukannya dijawab malah balik nanya, "Kesini lagi kapan, bu?"

Saya pura-pura ga denger sajalah.

(To be continued at Bebek Bentu Cempaka Putih)