Senin, 23 Juli 2018

Pink Out Loud, Tebar Semangat Juang Penyintas Kanker Payudara Melalui Konser Amal



Entah kenapa perasaan saya mudah tersentuh setiap melihat lelaki-lelaki yang care pada anak dan istrinya, pada orang tuanya dan pada tante atau omnya. Lelaki tipe ini selalu memprioritaskan keluarga sebagai wujud cinta kasihnya. Nah, pemandangan menyentuh seperti itu kembali saya temukan dalam konser amal bertajuk Pink Out Loud, 21 Juli 2018 silam.

Sabtu malam itu, Titan Center di bilangan Bintaro diwarnai nuansa pink di mana-mana. Semuanya ingin menonton konser musik dimana hasil penjualan tiketnya akan didonasikan untuk kegiatan sosial yang digawangi Love Pink Indonesia.

Love Pink Indonesia adalah gerakan sosial yang giat melakukan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara. Yayasan ini digagas dua sahabat yang berhasil mempertahankan hidupnya dari kanker payudara. Organisasi ini giat mengadakan sosialisasi seputar tanda dan pengobatan kanker payudara berikut pentingnya deteksi dini dan skrining payudara secara berkala.

Yang membuat saya terkesan, konser musik ini baru pertama kali digelar tapi antusiasmenya luar biasa. Tercatat, dari 445 seat hanya tinggal 10 seat saja yang tidak terjual. Dan, banyak wajah-wajah pesohor yang turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Kereeeennnn!


Uniknya lagi, pengisi acara konser musik amal ini hampir semuanya diisi oleh penyanyi lelaki. Salut deh! Ada Sandhy Sandoro, Mario Ginanjar, Boy William, Cakra Khan, Adikara Fardy, Glenn Samuel dan diiringi AVO Rhythim Band dan MISJ Youth Choir.

Ada satu-satunya perempuan yang turut perform dalam konser amal Pink Out Loud ini. Namanya Dhea Seto. Dia merupakan pemeran karakter perempuan muda penyintas kanker payudara di film Pinky Promise. Khusus untuk konser ini ia mempersembahkan tarian spesialnya.

Menurut Madelina Mutia, salah seorang founder Yayasan Love Pink, ada alasannya mengapa dalam konser musik amal ini penyanyinya lelaki semua. "Dilatar belakangi fakta yang ada mengenai kanker payudara sekarang ini penyakit yang kerap disebut sillent killer ini rupanya menyerang tidak hanya pada kaum perempuan saja. Tapi lelaki pun ada."


Ia melanjutkan, "Oleh sebab itu, melalui konser ini, misi Love Pink untuk terus meningkatkan kesadaran akan kanker payudara di masyarakat dan juga memberi dukungan moril untuk pasien kanker payudara dan keluarganya dapat terpenuhi dengan dukungan dari semua yang hadir malam ini."

Yup, saya setuju dengan pendapat mba Mutia. Bahagia adalah obat kanker paling utama. Dukungan moril dari keluarga adalah salah satu penyulut semangat bagi penyintas untuk melawan kanker payudara. Dan hal tersebut dibuktikan Adikara Fardy kepada ibunya yang juga penyintas kanker payudara untuk membahagiakan mamanya terus.

((Moment ini membuat saya kembali mbrebes mili))

Di panggung, sebelum membawakan lagu "Kau Takkan Terganti" remaja lelaki yang pernah berduet dengan Melly Goeslaw mengisi soundtrack film Eifel I'm In Love 2 ini menuturkan, waktu itu, papanya berpesan untuk jangan nakal-nakal karena mama sakit.

Tadinya ia mengira, aah paling hanya sakit batuk pilek saja. Ia kemudian terisak membayangkan saat diberitahu bahwa mamanya mengalami penyakit yang sangat menakutkannya yakni kanker payudara. Sejak itu, ia berjanji menjadi anak baik. Sambil tertawa penuh uraian air mata remaja yang pandai main gitar ini tidak mau lagi pulang malam-malam kalau bepergian. "Saya ga mau bikin mama sedih lagi," tandasnya.

beberapa pesohor selain Chintami Atmanegara, Seto Mulyadi yang hadir dalam Pink Out Loud a charity for breast cancer awareness :P

Dhea Seto dalam akun IG lovepinkindonesia menuturkan hal yang sama. Tante yang sudah seperti ibu kedua baginya meninggal akibat kanker payudara. Pada saat mendengar diagnosanya ia dan keluarga kebingungan menghadapi situasi tersebut, karena minimnya pengetahuan tentang kanker. Untuk itu, ia ingin mendukung kegiatan sosialiasi pentingnya deteksi dini dan bagaimana kita sebagai keluarga atau orang terdekat para pejuang kanker payudara sebaiknya bersikap.

Tidak terasa, dua jam ikut menyanyi dalam Pink Out Loud a charity concert for breast cancer awarness usai sudah. Semoga misi Love Pink Indonesia untuk terus menyosialisasikan deteksi dini bisa terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang peduli kesehatan payudara.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar