Rabu, 06 Juni 2018

Kiat Sukses Usaha Kulineran Raup Laba Bisnis di Bulan Baik

suasana diskusi interaktif dengan pebisnis kuliner untuk mengembangkan omzet dan kemajuan usahanya 

Kiat sukses Usaha Kulineran raup laba bisnis di bulan baik  ini membuat saya terkesima. Sekelompok dara dan bujang dengan wajah khas Timur Tengah tak henti menebar senyumnya. Penampilan mereka terlihat mencolok di sepanjang jalan Panjang Kelapa Dua Jakarta Barat sore itu. Yang lelaki mengenakan baju gamis putih dengan syimagh (penutup kepala dari kain persegi seperti yang sering digunakan presiden Yasser Arafat itu lho). Sedangkan yang perempuan dengan rambut ikal panjang tergerai mengenakan gamis oranye dengan selendang diselempangkan di bahunya. Entahlah apa yang mereka jual, saya tidak bisa memperhatikan dengan seksama. Tertutupi kerumunan orang-orang yang membeli takjil sekaligus swafoto dengan si ganteng dan si cantik berhidung mancung tersebut.

Jalan Panjang Kelapa Dua sejak beberapa belas tahun terakhir ini semakin tenar saja dikenal sebagai sentra penjaja takjil musiman di bulan Ramadhan yang wajib dikunjungi. Berbagai kulineran Betawi mulai dari asinan, lontong isi, bihun goreng, aneka gorengan, kolak, putu mayang, bubur sumsum, dan lainnya dijamin bakal membuat ngiler, deh. Tidak heran, alm Bondan Winarno pun diketahui beberapa kali meliput area ini untuk tayangan televisi kulinernya.

Begitu menggiurkannya keuntungan yang diraup pengusaha takjil musiman setiap tahunnya membuat banyak orang menunggu bulan istimewa yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya ini. Segenap umat Islam berbondong-bondong mengumpulkan pahala dengan berpuasa untuk menyucikan jiwanya. Bulan penuh ampunan ini juga menjadi saat yang tepat untuk merintis usaha sampingan seperti penjual takjil dan membuat aneka kue lebaran yang wajib ada di setiap meja yakni nastar, kastengels, putri salju dan lainnya.

Akan tetapi, bila bulan Ramadhan selalu ditunggu-tunggu penjual musiman lain lagi ceritanya dengan pengusaha kuliner sesungguhnya. Banyak yang kebingungan, lho, gimana mengatasi penurunan volume penjualan yang disebabkan sebagian besar pelanggan tidak lagi membeli makanan di jam makan siang tapi beralih ke sore hari.

Kunci utama keberhasilan bisnis kuliner 


Nathanael Winata, pemilik usaha Banana Nugget

Seperti yang dialami Nathanael Winata sosok sukses dibalik bisnis franchise Banana Nugget yang digelutinya sejak tahun 2015 lalu. Lelaki berumur 21 tahun ini diketahui sedikitnya telah memiliki sekitar 36 cabang outlet yang tersebar di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di pulau Jawa yang dibangun hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Jadi, kira-kira dalam sebulan ia membuka 3 sampai 4 outlet makanan kekinian yang disukai banyak pelanggannya. Ckckckck...

Lelaki muda yang memulai bisnisnya sewaktu duduk di bangku kuliah semester tiga ini mencoba peruntungan di kuliner martabak bersama seniornya yang duduk di semester lima. Sayang, usahanya ini tidak berjalan lancar maka ia pun banting setir di usaha Banana Nugget yang saat itu menjadi cemilan kekinian favorit banyak penggemarnya.

Ia mengakui, meskipun bukan yang menjadi pelopor dalam inovasi nugget berbahan baku pisang tapi ia melihat celah untuk meraup keuntungan di bisnis kuliner ini. Menurutnya, bila di tempat lain umumnya menggunakan bahan pengawet untuk menyiasati bahan baku pisang yang cepat busuk ia memilih membuang pisang busuk daripada menggunakan pengawet. Dengan begitu, ia tidak membohongi hati nuraninya sendiri membiarkan pelanggannya memakan makanan yang berbahaya bagi kesehatan karena mengandung pengawet.

Anthony Lukmajaya, pemilik Nutrify Catering

Begitupun dengan Anthony Lukmajaya pemilik Nutrify Catering yang membidani usaha kuliner catering sehat dan enak. Menurutnya, usaha catering ada banyak tetapi yang berfokus di makanan sehat sedikit sekali. Ia tidak salah pilih celah, usahanya ini mendapat respon luar biasa dari pecinta makanan sehat dan bagi dieters.

Demi mensiasati kebutuhan protein setiap orang tidaklah sama maka ia pun membuat ragam menu berdasarkan harga. Misalnya begini, kita ketahui sumber protein ada banyak sekali, dan masih memecah lagi menjadi sumber protein hewani dan sumber protein nabati. Untuk itu ia membagi menunya berdasarkan harga. Untuk menu premium ia menggunakan protein dari Salmon misalnya. Sementara untuk menu middle ia memilih menggunakan gabungan protein hewani dan nabati misalnya ayam dengan tahu. Dengan begitu, pelanggan dapat makan menu makanan sehat sesuai dengan kantongnya.

Tips memaksimalkan bisnis di bulan Ramadhan 



Nah, kembali lagi ke bulan Ramadhan. Baik Anthony maupun Natanael mereka berdua mengakui volume penjualannya menurun drastis di bulan ini. Padahal mereka harus mengeluarkan biaya banyak untuk membayar THR karyawannya. Oleh sebab itu mereka menyusun strategi agar tetap mendapatkan pemasukan untuk menambal cost THR karyawan.

Fakta Ramadhan :
Peak hour pemesanan makanan minuman beralih dari siang ke sore hari. 

Terkait dengan buka puasa, penjualan air mineral meningkat sebanyak 47 persen dari biasanya. Selain itu, es teh manis juga meningkat penjualannya sampai dengan 70 persen. 

Berdasarkan data, orang yang buka puasa bersama teman, relasi dan keluarga meningkat di minggu kedua khususnya di hari weekend. 

Volume penjualan kopi menurun di pagi hari selama bulan Ramadhan, tapi kembali meningkat pada pukul 20.00 sampai tengah malam.


Berdasarkan data akurat di atas, yang disusun Moka dari ribuan merchant-nya di Indonesia mengenai tren bisnis kuliner di bulan Ramadhan, oleh sebab itu keduanya memutuskan untuk memberikan diskon. Natanel memilih memberikan diskon di jam-jam sepi yakni siang hari selama bulan Ramadhan ini. Sedangkan Anthony menawarkan menu buka puasa dan sahur untuk mengganti kekosongan order di jam makan siang. Ia juga memberikan diskon pada pelanggannya yang membayar di muka untuk biaya berlangganan setelah libur panjang usai untuk menutupi cost THR bagi karyawannya.

Berkenalan dengan Moka POS


buat yang belum tahu apa itu cloud system, berikut uraiannya

Moka adalah startup penyedia layanan point of sale (POS) berbasis cloud untuk memudahkan pelaku bisnis dalam meningkatkan penjualan dan meningkatkan skala bisnisnya. Start up lokal yang diaebut sebagai aplikasi kasir online ini menyediakan sistem pembayaran lengkap dan mudah bagi merchant dalam satu platform, bekerja sama dengan penyedia layanan epayment misalnya T-Cash, Ovo dan Dana. Ke depannya, Gopay juga akan bergabung menjadi mitra Moka.

Saat ini, aplikasi kasir Moka telah menjangkau lebih dari 10 ribu users berbayar di lebih dari 200 kota dan kabupaten, serta berhasil memproses lebih dari 50 juta transaksi yang setara dengan 600 juta US Dollar pertahunnya.

Banyak hal yang telah dilakukan Moka misalnya dengan meriset tren bisnis di bulan baik yakni bulan Ramadan ini yaitu :

Tiga bisnis yang melesat di bulan Ramadhan dimana penjualan dan pendapatannya naik secara signifikan adalah bisnis food and beverage (naik 43,1% per outlet), salon kecantikan (naik 30,3%) dan assories serta fashion (naik 9,5%). 

Ketertarikan orang di bulan Ramadhan yang mencari informasi melalui search engine mengalami peningkatan malah sebelum bulan suci ini datang. 

Waktu yang baik untuk promosi di sore hari, di saat jelang buka puasa. Sehingga the power of ngabuburit menjadi cara orang untuk menunggu jam berbuka dengan jalan-jalan sambil melihat promosi di toko offline. Sedangkan, bagi toko online waktu terbaik untuk promosi di jam makan siang dan sahur. 

saya dan teman-teman Blogger, Maya dan Novita. Sayang Devi sudah pulang :(

Dengan tagline 'SELLING MADE EASY' Moka sering mengadakan diskusi interaktif, seperti yang saya hadiri kali ini bersama teman-teman Blogger, kemarin sore 5 Juni 2018 di Connext, Gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta. Kali ini materinya membahas mengenai tantangan bisnis kuliner dan cara menghadapinya serta memaksimalkan bisnis di bulan Ramadhan ini.

Demo Moka

Saya sendiri baru tau persisnya bagaimana mekanisme aplikasi Moka ini berjalan setelah demo langsung dari mas Rahmat. Ceritanya, saya datang ke Blablabla restoran memesan sejumlah menu di meja nomor 57. Pelayan yang biasanya membawa buku menu, di resto yang telah menggunakan aplikasi Moka ini justru membawa tablet berisi menu masakan yang kita dapat pilih lengkap dengan harga perporsinya. Untuk demo ini ceritanya waiter yang melayani saya bernama Garry Quek. Perhatikan gambar di atas deh. 

Setelah memesan menu untuk dine in, makan, kemudian saya ingin memesan lagi untuk take away. Maka aplikasi kasir ini akan menghitung bill pembelian kita. Setelah selesai closing order, total harga yang saya bayar Rp 247.940. 

Banyak pilihan cara pembayaran melalui aplikasi Moka ini, bisa dengan cash, debet, T-cash, Ovo dan ke depannya Gopay pun akan bergabung. Oke, ceritanya saya membayar dengan uang cash saja Rp 300.000,-. Selanjutnya kassir bernama Oki Hilman akan memberikan uang kembaliannya dan triiinnnggg... ada sms masuk ke hape saya dari Moka. Isinya : thanks for shopping at Blablabla Resto with amount Rp 247.940,-



Keunggulan Aplikasi Moka POS
Nah, gimana, asik ya? Sebagai pengusaha, tentu dengan menggunakan aplikasi ini akan terbantu sekali menghitung omzet dan menghindari orderan nakal pembelinya yang mungkin memesan 3 gelas es teh manis ngakunya satu, atau mengambil kerupuk tapi ga dibayar karena lupa atau sengaja.



Aplikasi ini nyatanya juga bisa digunakan untuk pelaku bisnis lainnya. Misalnya pengusaha service seperti pemilik salon atau pemilik toko buku, toko baju dan penyelenggara bazzar pun bisa menggunakan aplikasi Moka Pos ini, lho. Pasalnya, dengan cara yang mudah kita tinggal memasukkan item barang yang dijual dengan jumlahnya, sehingga kita tidak perlu stock opname setiap saat karena aplikasi ini akan mengingatkan bila stok barang kita sudah menipis. Nah, kemudian saya jadi teringat dengan biaya tak terduga lain di bisnis kuliner misalnya tissue, tusuk gigi, sabun cuci tangan atau justru gula pasir bisa jadi semua item tersebut yang selama ini hanya pakai teknik kira kira bisa diperhitungkan dengan aplikasi kasir ini juga ya hehee




Layaknya toko online yang kita kenal selama ini seperti Tokopedia atau Lazada maka bila kita punya toko online yang bergerak di bisnis retail pun tentu saja bisa menjadi seperti pelaku bisnis online tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Kita bisa menggelar seluruh dagangan kita dengan foto-foto menarik sebagai captionnya dan memberi kemudahan pembayaran bagi customer kita.  Jadi, kata siapa, berbisnis dari rumah tidak bisa sukses? 

Nah, buat yang penasaran dan ingin didemokan mengenai aplikasi Moka Pos silakan menghubungi 021 - 1500970 yes. Mari kita cari tau kiat sukses usaha kulineran raup laba bisnis di bulan baik dan segera memulainya. Siippp.














11 komentar:

  1. Waah baru tau ownernya banana nugget. Di komplekku ada dua yg jualan nih.

    BalasHapus
  2. Moka emang TOP... Usaha tanpa Moka ibarat rujak tanpa gula jawa....

    BalasHapus
  3. Makin banyak pilihan belanja via aplikasi, peluang usaha juga makin terbuka, Terimakasih informasinya

    BalasHapus
  4. Bisnis kuliner bulan Ramadan meningkat Karena buka nyemil makanan sedap

    BalasHapus
  5. Sangat cocok sih, pas bulan ramadan ini bisnis makanan, kulineran menjadi sasaran utama buat buka

    BalasHapus
  6. Banana nugget memang enak, salut deh sama yang masih muda sudah jadi pengusaha. Apalagi jaman sekarang banyak aplikasi penunjang bisnis.

    BalasHapus
  7. Wah ada aplikasi baru ya jd mempermudah ya klo mau order..btw aq jg penasaran sm banana nugget kynya dkt jln panjang ada jg ya mba

    BalasHapus
  8. yg punya banana nugget umurnya 21 tahun?? muda banget, kereeen dan menginspirasi ya mak

    asik berbisnis jaman sekarang, dimudahkan dengan adanya aplikasi digitak

    BalasHapus
  9. Wah moka aplikasinya seperti tokopedia dan lazada ya, juga banana nuggetnya bikin penasaran pengen nyobain heuheu

    BalasHapus
  10. Kece banget ini para pengusaha muda, masih usia 20an ya. Moka mmbantu mengembangkan usaha start up agar lbh maju lagi, salut euy.

    BalasHapus
  11. Wahh aplikasi yg kece nih. Membantu banget ya mba. Bukan cuma untuk customer tapu juga untuk pengusahanya. Keren kah

    BalasHapus