Selasa, 22 Mei 2018

Susahnya Memilih Gamis Anak Remaja Putri

Source : pixabay

Susahnya memilih gamis anak remaja putri ​untuk mba Nala saya alami ketika
ia duduk di kelas 6 SD. Waktu itu dalam pesantren kilat Ramadhan yang
diselenggarakan sekolahnya ia diwajibkan mengenakan baju muslim pribadi,bukan seragam muslim dari sekolahnya. Jujur saya risih melihatnya.

"Mba, emang kamu ga ada baju lain apa, koq baju sudah sesak begitu masih
dipake?" Tanya saya dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah.

"Baju yang mana lagi, Bu? Kan yang penting tangannya lengan panjang sama pake celana jeans panjang. Udah nutup ini, kan?

"Ya ga gitu juga, mba. Memakai baju muslimah tetap ada pakemnya. Jadi ga
sekedar tangannya lengan panjang dan mengenakan celana panjang menutupi mata kaki saja, sayang. Tapi juga pilih yang ga ketat. Nah, kenapa tadi ga milih pakai kemeja aja sih daripada pakai kaos begini?" Saya sempat menyesalkan diri saya juga yang ga ngeh dengan pemilihan baju anak sulung saya ini.

"Mba ga tau, Bu. Mba mikirnya kalo pake kaos kan enak, ga gerah. Ga ribet kaya
pakai kemeja yang kudu masangin kancing satu-satu," jelasnya sambil merengut.

Ah iya, tipikal anak-anak yang mulai beranjak gadis salah satunya begini, nih.
Umumnya, masih belum memahami secara real perubahan pada bentuk tubuhnya. Layaknya anak-anak sehingga naluri untuk tampil cantik dan modis belum ada. Di pikirannya hanya gimana supaya ia dapat bebas bergerak makanya kaoslah yang dipilihnya. Noted.

Sampai di rumah, saya ajak ia membongkar lemari bajunya. Menyortir baju-baju yang masih bisa dikenakan juga cukup menyulitkan. Karena kriteria baju anak remaja dalam kacamata saya berbeda dengan dia. Kata saya ini sempit, kata dia masih enak dipakai. Kata saya ini udah jelek, kata dia warna dan motifnya ia sukai. Akhirnya saya ambil jalan tengah. Ia boleh memakainya tapi hanya di rumah saja Kalau keluar rumah ia harus mengenakan baju pilihan saya khusus untuk acara di luar rumah yang kemudian saya taruh di rak paling atas lemarinya.

"Mba, mba tau kan kenapa ibu minta Mba Nala pakai baju yang ini?" tanya saya
seraya menunjuk ke rak bagian atas lemarinya. 

"Karena, sebagai muslimah kita harus menjaga pandangan orang lain ke arah kita. Caranya yakni dengan ga
memakai baju yang ketat dan warna yang terlalu mencolok. Dengan begini, selain
dapat melindungi diri dari orang yang berniat jahat ke kita, kita sendiripun
berperan mengurangi orang yang mungkin awalnya ga ada maksud apa-apa jadi timbul niat jahatnya melihat kita. Ngerti kan, maksud, Ibu?"

"Terus besok buat pesantren kilat, Mba pakai baju yang mana?" Ia masih merajuk.

"Sementara pakai kemeja panjang aja seperti biasa. Mba kalau mau pake rok
panjang yang itu juga gapapa, tapi tetap pake legging ya, biar ga keliatan kakinya.
Jangan kaya emak-emak majelis taklim juga kali yang pakenya baju pengajian
kaya ibu," sambil memencet hidungnya saya tertawa yang diikuti tawanya.

Misi selesai. Akan tetapi tetap saya harus membelikannya baju lagi yang sesuai
untuk anak seusianya. Pilihan saya adalah gamis anak​ agar kesan feminin juga ada diantara lautan koleksi bajunya yang berkesan tomboy hihihi...

Berikut tips saya dalam memilih baju gamis anak​ remaja :

1. Pilih yang berbahan katun. Bahan katun diakui selama ini karena sifatnya yang
adem. Karakter anak remaja yang hobi bergerak tanpa henti membuatnya gampang keringatan sehingga baju yang adem di kulit dapat membuatnya nyaman bergerak.

Source : pixabay


2. Pilih bahan kaos. Bahan kaos selama ini merupakan pilihan favorit dari berbagai kalangan. Bukan anak-anak dan remaja saja yang menyukai bahan kaos kita pun orang dewasa juga menyukainya. Sayangnya, bahan kaos hanya pas dikenakan saat acara santai saja. Jadi, pastikan anak remaja kita mengenakan baju berbahan kaos hanya untuk bersantai saja, ya.

3. Motif. Untuk anak remaja pemilihan motif bunga kecil-kecil menurut saya
menjadi pilihan yang tepat dibandingkan kita memilihkan motif salur-salur atau
bermotif bunga besar yang membuatnya terlihat seperti ibu-ibu.

4. Warna. Terkadang saya sendiri sering gatal memilih baju berwarna gonjreng
untuk mba Nala. Tapi saya paham karakter anak remaja umumnya ingin menonjoldibandingkan temannya tapi bukan dalam arti menonjol yang ditunjukkan dengan mengenakan baju berwarna mencolok di keramaian juga sih hehehe... Untuk itu saya memilihkan warna-warna aman seperti putih dan warna-warna pastel seperti pink muda, kuning muda atau biru muda.

5. Pernak pernik. Anak remaja adalah anak yang hobi bergerak. Staminanya seolah tidak pernah habis. Untuk itu, pernak pernik yang menempel di gamis anak remaja sebaiknya yang tidak membuatnya ribet bergerak. Hindari baju gamis yang ada sentuhan pita-pita, renda-renda berukuran besar atau manik-manik. Hal itu justru membuatnya terlihat seperti anak-anak atau justru seperti emak-emak lagi.

6. Hijab. Pasangan baju muslimah adalah jilbab. Pilih warna yang senada lebih tua
atau lebih muda dari warna gamis anak​. Atau jika bajunya bermotif pilih jilbab
berwarna polos. Sebaliknya jika bajunya bermotif polos pilih jilbab bermotif yang
warna motifnya ada di baju gamis juga agar terlihat senada. Tidak ada salahnya
memiliki jilbab hitam yang mudah dipadukan dengan warna baju apapun. Nah, modelnya saran saya bila anak kita masih di usia pra remaja di kisaran usia SD kelas 5 - 6 pilihkan bergo yang praktis penggunaannya. Tapi jika anak kita sudah di usia remaja sesungguhnya yakni di kisaran usia SMP -SMA ia bisa bebas memilih menggunakan bergo atau jilbab segi empat ataupun pasmina.

Susahnya memilih gamis anak remaja putri tentu kerap dialami ibu-ibu seperti
saya. Tapi dengan memahami karakter anak remaja putri kita yang masih labil
bersikap dan membantunya memilihkan baju yang tepat tentu akan membantunya menemukan jati dirinya. Bukan begitu?

Source : dokumen pribadi

1 komentar:

  1. anak saya yg 6 tahun aja udah pilih2 ..ditawari ini gamau itu gamau.. tapi mau ga mau saya harus bantu pilihkan terutama utk kenyamanannya karena anak 6 th aktif lari sana sini :)

    BalasHapus