Jumat, 25 Mei 2018

Cara Generasi Milenial Membangun Indonesia Bangkit Dan Berdaya



Cara Generasi Milenial membangun Indonesia bangkit dan berdaya. Terminal penting dalam perjalanan negara-bangsa ini adalah tahun 2045. Di tahun tersebut negara Indonesia tepat akan berusia 100 tahun. Semestinya, di tahun tersebut dimensi pembangunan sudah mandiri sehingga kepincangan ekonomi seperti yang ada sekarang bukanlah ilusi belaka.

Namun setidaknya saat ini kita boleh berbesar hati. Selama empat tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur berjalan dengan pesat. Sebanyak 225 proyek infrastruktur termasuk bendungan, jalan tol, pembangunan kawasan industri, pelabuhan, prasarana kereta api, bandar udara, serta proyek lain telah dapat kita nikmati hasilnya setahap demi setahap. Targetnya, di tahun 2019 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh Kementrian BUMN telah selesai. Goal targetnya tentu supaya dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara mendasar tercapai.



Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh tanggal 20 Mei, di Ice Palace Mal Ciputra Kuningan saya dan teman-teman Blogger diundang langsung untuk menghadiri sharing dan diskusi terbuka bertema Anak Muda Bangkit dan Berdaya Untuk Indonesia. Acara yang diselenggarakan tanggal 23 Mei 2018 kemarin merupakan sebuah kerja bareng Kementrian BUMN, Bank Mandiri, Telkom dan Sinergi Muda. Adapun Sinergi Muda berisi lulusan sekelompok mahasiswa dalam Citizen Jurnalist Academy beberapa waktu lalu.

Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama, hadir 3 orang CEO muda untuk sharing mengenai start up yang dirintisnya. Didahului oleh William Utomo founder majalah online IDN Media berikutnya Adamas Belva CEO and Co-Founder Ruangguru dan yang terakhir Heni Sri Sundani Founder Smart Farmer Kids in Action.

Menariknya, ketiga CEO muda tersebut berasal dari tiga kalangan berbeda; kalangan atas - menengah - miskin. Dengan demikian kita bisa melihat bahwa untuk bisa mencapai seperti sekarang ini maka harta, latar belakang keluarga, ras dan gender tidak bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan start up yang mereka rintis.



Seperti misalnya William Utomo, sepulangnya dari belajar di luar negeri saat kembali ke Indonesia ia berdua kakaknya merintis start up media online yang mungkin kita kenal dengan nama IDN Times.

Sedangkan Adamas Belva pun beruntung bisa kuliah di luar negeri tapi melalui program beasiswa. "Kalau dibiayain orang tua mana bisa, keluarga saya tidak mampu untuk itu," jelasnya sambil tersenyum.

Dengan niat agar pendidikan di Indonesia semakin baik ia mendirikan ruang guru sehingga orang bisa belajar secara masif secara online sehingga tidak perlu menunggu guru datang ke kelas. Jadi siapapun yang belajar di ruang guru tetap bisa menanyakan pelajaran ke guru secara online.

Virus tawuran is cool, digantikan menjadi studying is cool ~ Adamas Belva

Serupa dengan Adamas Belva yang berfokus pada bidang pendidikan, Heni Sri Sundani justru mengabdikan dirinya untuk membangun Indonesia dari kampung melalui Gerakan Anak Petani Cerdas. Dengan tagar #SarjanaKampung, berdua suaminya ia ingin semua orang pintar yang selama ini berfokus di kota besar jadi obor besar (tapi menerangi kota itu) saja mau kembali ke kampung untuk membangun dari desa sebagai obor-obor kecil (tapi sinarnya rata menyinari seluruh kegelapan).

Ketiga CEO muda serempak mengatakan, bahwa membangun start up tidak mudah apalagi di awal-awalnya. Dengan komitmen yang kuat menurut Heni semestinya kita harus menemukan alasan (why) untuk melakukan perubahan sosial lalu menjaganya. Karena menjaga komitmen adalah bukan hal yang mudah dijalani.

Apapun yang kita inginkan, tergantung dari seberapa kuat pondasinya ~ Heni Sri Sundani 



Terkait dengan pencapaian kesuksesan ketiga founder start up yang hadir, berikutnya hadir ibu Siti Choiriana selaku Direktur Consumer Service, pak Kartika Wirjoatmodjo selaku Dirut Bank Mandiri dan ibu Rini M. Soemarno Mentri BUMN. Sebagaimana kita ketahui Telkom dan Bank Mandiri adalah bagian dari BUMN yang reputasinya oke. Kedua BUMN tersebut omzetnya sama seperti BUMN lain digunakan untuk kesejahteraan rakyat dengan memajukan dan mengembangkan perekonomian negara.

Seperti tadi di awal saya jelaskan, selama empat tahun terakhir ini proyek pembangunan infrastruktur telah berjalan dengan pesat dari Aceh hingga Papua. Oleh sebab itu kesempatan kerja bagi penduduk angkatan kerja pun terbuka luas. Mengingat angkatan kerja sekarang rerata berada di usia yang berada di generasi Z, maka tentu pekerjaan yang terkait dengan karakter generasi yang lahir di tahun 1995 ke atas berhubungan dengan internet.

Seperti halnya ketiga founder CEO tadi yang merintis bisnis dengan berbasis online maka PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) menghadirkan Telkom Indigo Creative Nation sejak tahun 2015 lalu. Adapun latar belakang dibentuknya program ini adalah menjawab tantangan pemerintah yang menginginkan adanya 1000 technopreneur di tahun 2020.

Inspirasi kemudian datang dari Silicon Valey yang menyebarkan semangat kolaborasi dan berbagi yang berasal dari komunitas untuk komunitas. Sehingga targetnya akan makin banyak technopreneur yang lahir dari pembinaan start up melalui Indigo.id yang memiliki semangat membangun perusahaan digital dan ke depannya bisa mendorong kemajuan ekonomi di Indonesia.

Begitupun dengan Bank Mandiri yang mengakui bahwa anak-anak dari generasi milenial telah menjadi bagian terbesar di bank Mandiri sekarang ini. Menyikapi karakter generasi ini yang akrab dengan gadget maka Bank Mandiri pun berinovasi dengan program enterpreneurship misalnya Wirausaha Muda Mandiri, Mandiri Young Technopreneur, Mandiri Hackathon dan Mandiri Capital.



Tidak terasa dari jam 14.00 hingga menjelang Adzan Maghrib berkumandang diskusi dan sharing bermanfaat di bulan Ramadhan ini telah mengisi hari para peserta yang hadir. Sebelum ditutup dengan kentongan bambu sebagai simbolis pemanggilan ANAK MUDA BANGKIT DAN BERDAYA UNTUK INDONESIA, perwakilan dari sinergi muda membacakan deklarasi Sinergi Muda.

Kami generasi muda Indonesia,
Bertekad untuk bangkit dan bekerjasama untuk berdaya

Mengisi kemerdekaan Indonesia, menentang hoax dan 
bersinergi untuk membangun Negeri. 

Tekad kami, menjaga persatuan bangsa dari usaha
untuk memecah belah bangsa. 

Bergandengan tangan bersama menghargai perbedaan
dan mencintai keberagaman agar selalu tercipta persatuan 
untuk bersama-sama membangun Indonesia

Jakarta 23 Mei 2018
Sinergi Muda Jakarta 

Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Mari kita mencari cara generasi milenial membangun Indonesia bangkit dan berdaya supaya percepatan pembangunan dan kesejahteraan Indonesia dapat diwujudkan.

1 komentar:

  1. Kalau dari muda udah niat berbuat baik dan saling menghormati langkah ke depan itu rasanya mudah dan lapang ya. Pun bukan tanpa halangan.

    BalasHapus