Jumat, 02 Maret 2018

Logo Baru So Good Dampingi Keluarga Indonesia Capai Prestasi



Saya dapat memahami ketika Mba Nala tidak mau terlibat lagi dalam ekskul Paskibra di SMA. Perjuangannya selama menjadi ketua Paskibra SMP dengan sederet prestasi yang dicapai timnya harus padam ketika tinggi badan menjadi masalah. Kita ketahui, untuk lolos seleksi menjadi tim Paskibraka Nasional selain mempunyai kemampuan baris berbaris salah satu syarat utamanya adalah tinggi badan proporsional. Untuk lelaki minimal 170cm kalau untuk perempuan minimal 160cm. Sedangkan mba Nala hanya 153cm. Masih kurang banyak, ya.

Tidak ada jalan lain lagi saya harus mengejar waktu. Karena mba Nala sudah akil baligh, maka berenang seminggu sekali adalah upaya yang dilakukan untuk menambah beberapa senti tinggi badan, konsumsi suplemen dan tentunya asupan makanan yang semoga seimbang gizinya.



Tentang Gizi
Bila bicara soal gizi, tentu semua ibu tidak ingin anaknya kekurangan gizi. Karena gizi berkaitan dengan kecerdasan. Gizi juga berkaitan dengan kesehatan. Maka, beruntung sekali saya dapat berkesempatan hadir menyimak pemaparan dari ahli gizi Prof Hardinsyah, MS, PdD yang juga ketua umum PERGIZI Pangan Indonesia, dalam launching logo kemasan baru So Good, 27 Februari 2018 lalu di The Hook Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prof. Hardinsyah mengatakan, yang dikatakan makanan sehat adalah makanan yang bergizi seimbang dan aman. Seimbang mencakup beberapa faktor yaitu ada nasi, ada lauk, ada sayur dan ada buah dengan jumlah yang proporsional. Yuk coba diingat-ingat lagi bagaimana komposisinya pada piring makan bergizi.  

Dalam memilih lauk untuk konsumsi alangkah baiknya jika kita memilih protein hewani daripada protein nabati karena mengandung manfaat diantaranya :


Kriteria makanan yang sehat, selain bergizi seimbang juga haruslah aman untuk dikonsumsi. Maksudnya aman bisa kita lihat dari bentuk fisiknya sebelum membeli. Saat membeli daging ayam, daging sapi atau ikan apakah warnanya masih segar atau tidak. Apakah baunya masih segar atau tidak. Jika dipencet apakah dagingnya masih kenyal atau tidak. Bila membeli ikan, perhatikan juga matanya, merah atau tidak. Sisiknya mudah ditarik atau tidak. Nah, dengan pemahaman yang baik artinya kita sudah berkontribusi untuk memberikan makanan sehat untuk keluarga.

Untuk mencukupi kebutuhan protein hewani sudah lumrah bila di setiap kulkas para ibu, termasuk saya, menyetok makanan olahan diantaranya nugget atau sosis. Ini adalah solusi praktis bila kita tidak sempat masak atau tidak punya waktu banyak. Yang penting, kebutuhan protein hewani anak-anak terpenuhi agar kecerdasan dan produktivitasnya terpenuhi maksimal.

Tapi bagaimana menentukan makanan olahan yang baik dan bergizi? Faktor apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli makanan olahan?
Prof Hardinsyah kemudian menyarankan untuk melihat kemasannya dulu. Perhatikan informasi kandungan gizi yang terdapat pada bagian belakang kemasan, ada masa expirednya, ada ijin BPOM dan ada label halalnya misalnya saja produk So Good.
“Saya sudah mencoba juga memeriksa kualitas produk pangan hewani dari PT So Good Food dan saya pastikan bahwa produk-produk mereka telah memenuhi standar utama yaitu produk diolah dari daging segar, kemasannya baik dan utuh, disimpan pada suhu sesuai petunjuk/informasi label, ada nomor MD atau ML atau PIRT dari lembaga berwenang, ada jaminan halal dari MUI dan tidak kadaluarsa.”

Berbeda dengan makanan instant lainnya yang banyak mengandung pengawet sehingga makanan dapat disimpan dalam jangka waktu panjang, produk So Good hanya bertahan sekitar satu tahun jika disimpan pada suhu yang dianjurkan, minimal 18 derajat celcius. Oleh sebab itu, Prof Hardinsyah menyarankan untuk membeli produk So Good jangan di lapak pasar tradisional, tapi di toko-toko yang khusus menyediakan freezer dengan suhu yang sudah ditentukan tersebut. Dan dengan membeli di toko-toko, keamanannya lebih terjamin karena quality control selalu dijaga ketat dengan sering menyortir masa expired produk.
Tentang Hidup Sehat Dengan Gizi Seimbang
Ketatnya proses pembuatan So Good, mulai dari peternakan hingga produk So Good sampai di tangan konsumen menjadi sebuah pengalaman menarik bagi Maria Harfanti, Duta Gizi Japfa Foundation yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia yang awalnya penasaran bagaimana, sih, proses pembuatan chicken Nugget akhirnya mantap memilih produk So Good dalam sajian makanannya sehari-hari.
Ia menceritakan, sejak pagi-pagi sekali ia sudah sampai di Cikupa di pabrik So Good. Ia menyaksikan bagaimana ketika ayam-ayam datang dari peternakan, lalu disembelih dan diproses melalui tahapan-tahapan yang higinis. “So Good chicken nugget dan sejenisnya dimasak dengan suhu 170 derajat celcius selama tidak kurang dari 3 menit dan langsung dibekukan cepat dengan suhu IQF (individual quick frozen) untuk menjamin kesegaran, gizi, rasa dan kebersihan tetap tetap terjaga.”

Didampingi oleh Bapak Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation, Maria mengatakan, tugasnya sebagai Duta Gizi Japfa Foundation bersinggungan dengan gaya hidup sehat yang dijalankannya. Untuk itu ia perlu mensosialisasikan dan menghimbau gerakan hidup sehat dengan gizi seimbang kepada keluarga Indonesia. Karena manfaat yang didapat dari gaya hidup sehat seperti ini dapat ia rasakan setiap hari, diantaranya
Berat badan ideal
Kinerja kognitif menjadi lebih baik
Menghilangkan stress
Menjaga mood
Mencegah hinggapnya penyakit berbahaya seperti jantung, paru-paru, ginjal, stroke, hipertensi dan diabetes
Jadi benar ya, bahwa protein hewani manfaatnya sangat luar biasa bagi masa depan bangsa kita. Karena anak yang tercukupi kebutuhan protein hewaninya dapat mempengaruhi prestasinya. Kecerdasan kognitifnya menjadi lebih baik. Artinya, ia akan sanggup bersaing dengan SDM dari negara-negara maju untuk mencapai cita-citanya.
Logo Baru So Good

Sekedar info saja, per tanggal 27 Februari 2018 ini seluruh kemasan So Good mempunyai tampilan yang berbeda. Kali ini lebih fresh dengan warna hijau yang eyecathing. Bapak Soegiono selaku Head of Marketing & New Business Development PT So Good Food mengatakan, Logo lama yang berbentuk kotak masih sama tapi hanya dipertajam dengan adanya lingkaran berwarna emas, dimana warna emas itu melambangkan trust (kepercayaan). Artinya, So Good selalu ingin menjaga kualitas dan terpercaya.
Di antara lingkaran emas dan logo kotak So Good background warna hijau memiliki arti fresh and natural. Artinya, So Good ingin memberi pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi yang diciptakan So Good.
Di dalam lingkaran warna hijau kita akan temukan gambar icon yang dimaksudkan untuk memperlihatkan apa saja inspirasi So Good selama ini. Misalnya :
simbol sumber protein melalui gambar ayam, daging, ikan udang, telur
Simbol ahli yang menginspirasi yaitu topi chef dan alat-alat masak
Simbol senyum dan jempol yang diartikan sebagai pertanda rasa senang, puas dan bahagia para pelanggan karena So Good berhasil menghadirkan produk protein hewani yang berkualitas tinggi yang kaya kandungan gizi, lezat, higinis, praktis dimasak dengan harga terjangkau.
Nah, mulai sekarang, sebelum membeli makanan olahan pastikan merk So Good ya yang kita beli. Juga pastikan kemasannya masih tertutup rapat, tersedia di bawah suhu minus 18 derajat celcius dan pastikan kita membeli produk dengan logo kemasan yang baru. Jangan lupa terus berikhtiar agar anak-anak kita tercapai cita-citanya, aamiin.
Terimakasih So Good.
Untuk info terkini dan program terbaru So Good silakan kunjungi :







8 komentar:

  1. Kebetulan emg suka nyetok nih di kulkas. Pas lagi lapar tinggal goreng aja.

    BalasHapus
  2. Yang menyenangkan dari so good adalah, selain protein sudah dikemas dengan rapi dan efisien, memasaknya juga mudah. Tiger ceburin minyak panas sebentar jadi deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. solusi banget untuk mamak mamak yang waktunya terbatas ya mba :)

      Hapus
  3. aku sebagai emak jaman now, sukanya stok spicy wings ama ayam potong itu loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. bumbunya ngeresap mba, aku juga suka sama spicy wing :)

      Hapus
  4. eh lupa... tadi mau bilang, rasa so good beneran enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aah kenapa lupa? pasti lagi asik makan so good nih hahaha

      Hapus