Kamis, 15 Februari 2018

Gubuk Makan Mang Engking Bikin Meeting Serius Tapi Santai Makin Asik





Sehari sebelum Imlek Jakarta diguyur hujan deras seharian bikin macet di mana-mana. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, hujan adalah pertanda kebaikan. Hujan dianggap sebagai pemberi rezeki mahluk hidup. Katanya, keberkahan akan selalu menghampiri di tahun yang akan datang. Semoga yaa....

Dan saya jadi bagian dari semua itu. Perjalananan saya menuju stasiun Palmerah terhambat macet diikuti hujan yang menderas tiba-tiba. Di stasiun kakak saya sudah menunggu. Dia minta ditemani ngaprak keliling resto-resto di seputaran BSD untuk hunting lokasi meeting. Baiklah.



Singkat cerita, sampailah kami di kawasan The Breeze BSD dan langsung menuju Resto Mang Engking dengan taxi online. Syukurlah hujan sudah berhenti.  Suasana resto yang cozy dengan pemandangan hijau ala desa menyegarkan mata saya. Dari dua pilihan area, area kursi meja atau saung ; sudah tau dong area mana yang saya pilih? *tring





Yup, saung bambu dengan atap rumbia yang dikelilingi kolam ikan looks good to take pict there buat pepotoan, yes. Sepanjang mata saya memandang ke arah kolam, ikan-ikan yang berenang membuat perasaan damai sekali. Saung bambu yang sama sekali tidak tampias terkena air hujan juga adem sekali.



Soal menu, saya kompak dengan kakak saya memilih nasi bakar. Kenapa? Karena kita cuma berdua. Mau pilih menu lain koq porsinya besar-besar sekali kira-kira untuk 4 orang gitu. Ga bakal sanggup deh menghabiskannya.

Saya pilih nasi bakar udang sementara kakak saya pilih nasi bakar ayam. Untuk mendampinginya, set tahu tempe goreng isi enam potong, sepiring kecil sambel dadak dan teh tawar panas jadi pilihan kompak kami.


Sambil menunggu pesanan kami datang, pepotoan dulu ah sebentar. Kebetulan saungnya ada bolongan di bawah meja. Jadi kita ngga perlu duduk sila tapi bisa menjulurkan kaki ke arah kolam. Efeknya, kaki terasa jadi lebih rileks deh. Adem banget. Cobain deh.

Tidak lama pesanan kami datang juga. Nasi bakar hangat dengan wangi daun pisangnya membuat saya tidak sabar menikmatinya. Tapi, “sebentar ya, nek, foto dulu,” celetuk saya sambil menyambar nasi bakar kakak saya. Ngok, kakak saya ngurut dada. Hahaha...


Sambil ngobrol, tidak sampai 20 menit tandas juga piring makan kami. Nasi bakar ludes, tahu tempe tak bersisa, sambel dadak licin piringnya. Tinggal menyesap teh panas yang sudah berkurang panasnya dan sepiring otak-otak yang disajikan karyawan Mang Engking masih menunggu untuk dicicipi. “Mau, nek?” tawar kakak saya. Saya menggeleng, sambil mengusap perut. “Happy tummy, nih!” hahahaha...



Sambil menunggu makanan dicerna dengan baik, kami kembali ngobrol ngalor ngidul menikmati ‘me time’ yang jarang-jarang seperti ini. Bersama kakak rasa temen ini memang boleh dibilang hubungan kami dekat. Seperti teman aja. Ga ada rahasia (iyakah? Tau deh hehehe...).

Dari beberapa lokasi resto yang kami kunjungi, memang hanya Mang Engking yang paling ideal untuk acara meeting komunitas kakak saya. Persyaratannya itu lho, maunya tempat yang smoking area tapi privat, ngga di teras atau lobbi luar seperti resto atau cafe lainnya yang memisahkan no smoking area di bagian dalem dan smoking area di bagian luar. 

Di Mang Engking memang ideal. Lokasi saung yang privat, alias tidak campur baur dengan pengujung lain dan berada di area terbuka membuat meeting dengan bapak-bapak yang sebagian besar perokok tapi pingin ngobrol asik sambil leha-leha dengan pemandangan khas desa pas banget kan.

Lokasi Resto Mang Engking ada di kawasan The Breeze BSD di jalan Grand Boulevard BSD City, The Breeze Unit L67 – A-C, BSD City. Ada berbagai kuliner yang bisa kita nikmati dari mulai menu Seafood seperti aneka hidangan dari udang, aneka hidangan dari cumi dan aneka hidangan dari Kepiting Soka. Selain hidangan laut ada juga pilihan dari ikan air tawar seperti aneka hidangan dari Gurame, aneka hidangan dari Bawal dan aneka hidangan dari Bandeng. 

Nah, buat yang tidak suka anyirnya ikan-ikanan ada pilihan menu juga dari aneka hidangan ayam, Burung Puyuh dan Bebek dan iga sapi yang diolah jadi beraneka menu juga.  Untuk sayuran ada aneka tumisan, aneka sop dan sayur asem. 

Untuk nasi, selain nasi putih, ada nasi bakar, nasi liwet, nasi goreng dan nasi merah sedangkan untuk pendampingnya mau tahu tempe bisa atau jengkol dan pete juga ada. Karedok, balado terong, ikan peda, dan aneka sambal dengan lalap yang segar bikin napsu deh. Pesan saya, tentukan duluan mau makan apa biar ga kelamaan bolak balik buku menu ya hihihi...

Di Mang Engking menariknya selain menu utama yang mengenyangkan, ada juga snack dan aneka minuman jus dan aneka minuman dingin dan panas seperti kopi, Ronde, Secang dan Teh. Jadi kesimpulannya memang pas sih kalau mau ngadain meeting yang serius tapi santai di sini. 



1 komentar: