Minggu, 29 Oktober 2017

Pentingnya Menjaga Kenyamanan Mata Untuk Mencegah Rabun Jauh

Mata saya sekarang minus sembilan, plus dua, silinder dua setengah. Tebel ya?? Hahahaha... Ga heran kalau teman saya, Sally dan Waya  paling sering ngomelin saya jika saya sudah membaca dengan jarak terlalu dekat. “Mbaaak, mataaa...!!!”

Uuggh, kalau sudah diingetin begitu, baru nyadar deh saya. Buru-buru saya jauhkan jarak pandang saya untuk membaca. Habis gimana, saya tau membaca dengan jarak dekat itu salah, paling tidak jarak 30 cm. Tapi, heran, lupaan aja.

Dipikir-pikir memakai kacamata itu ga enak sama sekali bagi saya pribadi. Apalagi saya sudah terpenjara mengenakan kacamata sejak kelas 5 SD. Capek luar biasa. Kalau salah beli frame kacamata dan kualitas lensa, telinga jadi sakit sekali nahan berat kacamatanya. Ujungnya saya bakal sakit kepala deh. Ga bisa ngapa-ngapain. Alternatif lain seperti pakai soflen ; apa iya ada lensanya yang bisa campur minus plus dan silinder? Ngga ada. Solusi lain, misalnya operasi lasik ; ya ingin sih, tapi hepengnya ituuuuuu...





Seperti pepatah, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. Sekarang, si bontot saya, Dega, juga ikut memakai kaca mata sejak setahun lalu. Malah lebih dini setahun dari saya, yaitu kelas empat. Saya kecolongan memang. Waktu itu Dega senang banget main game di hape. Konsentrasi berlebihan pada hape membuat matanya tegang. Dia jadi sering mengedipkan mata dan setiap melihat jauh matanya sering dipicingkan. Seolah dipaksakan gitu.


Fakta bahwa ketegangan mata akibat menghabiskan waktu lebih banyak untuk melihat layar komputer seperti yang Dega alami, menjadi perhatian khusus WHO. Mengingat saat dunia sekarang ini sedang dihadapkan pada masalah tingginya angka penderita rabun jauh (miopi).


Temuan tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa di seluruh dunia lebih memprioritaskan kebugaran fisik untuk meminimalisir stress dan penurunan berat badan dibandingkan mementingkan kesehatan mata. Padahal, ngaku deh, kita sangat bergantung pada mata, kan, dalam kehidupan sehari-hari?

EYE COMFORT
Temuan WHO yang menunjukkan bahwa kita belum cukup serius memperhatikan kesehatan mata mendasari Phillips Lighting untuk mengetahui bagaimana pencahayaan LED berkualitas dapat membantu mata menjadi lebih nyaman. Diketahui, bahwa meskipun 74% responden dari 8000 orang dewasa di sebelas negara setuju bahwa kualitas pencahayaan berdampak pada kesehatan mata, tapi hanya 28% saja yang akan memilih bohlam lampu yang lebih nyaman bagi mata, terlepas dari harga.

Sementara itu, ketika survey yang sama dilakukan di Indonesia didapatkan hasil bahwa 81% responden setuju bahwa kualitas cahaya mempengaruhi penglihatan tapi hanya 23%-atau satu dari lima orang-yang akan membeli lampu yang lebih nyaman tanpa melihat harga. Miris ya L


Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata menjadi perhatian khusus Phillips Lighting dengan meluncurkan kampanye “EYE COMFORT”. Dalam Blogger gathering di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta, 26 Oktober 2017 lalu hadir seorang doktermata, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K) yang mewakili Persatuan Dokter Mata Indonesia.

ki - ka : Ibu Rowena, Dokter Gita, Teuku Rinaldi
“Kita perlu meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia akan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mencegah gangguan mata. Pemeriksaan mata bahkan menjadi semakin penting bila kita memiliki faktor resiko usia, diabetes dan riwayat penyakit mata dalam keluarga contohnya glaukoma,” ujarnya.

k
dalam pengujian, meski sama-sama menggunakan lampu LED berdaya listrik sama tapi lampu Phillips memendarkan cahaya yang merata, tidak kedip dan lembut tidak menyilaukan

Dokter cantik yang juga adalah dosen di FKUI ini mengatakan, pencahayaan yang berkualitas sangat penting bagi anak-anak untuk membantunya membaca dan belajar. Untuk orang dewasapun, memiliki mata yang sehat sangat membantu sekali dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan penglihatan yang baik.

Senada dengan dokter Gita, Ibu Rowena Lee, Senior Vice President, Business Group LED Phillips Lighting mengatakan, kualitas pencahayaan tidak hanya terkait dengan masa pakainya yang lama, tapi juga sangat penting untuk memastikan mata kita tidak lelah dan terasa nyaman. Beliau kemudian menyarankan untuk memilih bohlam lampu yang tidak berkedip, tidak silau, serta memiliki distribusi cahaya yang merata sehingga mata menjadi lebih nyaman dan rileks. Nah, bohlam Lampu LED yang memenuhi standar tinggi yang ditetapkan dan memberi pencahayaan yang nyaman bagi mata adalah bohlam lampu LED Phillips dengan Logo EYE COMFORT.



Tips untuk mata nyaman
Selain memilih bohlam lampu yang tidak berkedip, dokter Gita menyarankan untuk anak-anak agar sedapat mungkin meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik di luar rumah setiap harinya. Setidaknya, katanya, bila sehari-harinya kebiasaannya tidak pernah lepas dari gadget, dengan kegiatan fisik seperti bersepeda atau bermain bola membuat kerja matanya tidak terbebani.

Untuk orang dewasa sedapat mungkin diharapkan untuk mengurangi waktu di depan layar komputer, televisi atau handphone karena dapat menyebabkan mata jadi lelah dan melemahkan penglihatan. Bila tidak bisa, istirahatkan mata setiap 20 menit sekali dengan menutup mata selama 20 detik.



Untuk orang dewasa, dokter Gita menyarankan untuk menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100% saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, dianjurkan juga untuk tidak merokok, menjaga makanan dengan menerapkan diet seimbang, olah raga secara teratur dan tidur cukup yaitu selama 7 – 9 jam setiap malam.


Jadwalkan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata agar dapat terdeteksi gejala awal dari setiap kondisi atau penyakit mata.



Senam mata, yuk!
Selain menerapkan cara-cara di atas, ada tindakan lain yang perlu sekali untuk meningkatkan kenyamanan mata kita. Iyak, selain tubuh yang harus olahraga, mata pun harus olahraga juga. MC cantik yang suka wira-wiri di layar kaca dengan acara andalannya yang hobi makan itu mengajak saya dan teman-teman untuk yoga mata sederhana. Yoga mata berguna untuk memerangi efek negatif menatap layar sehari-hari.

Nah, gerakannya sederhana banget. Dengan melakukan latihan sederhana yang melibatkan rangkaian gerakan mata seperti menatap ke atas, ke bawah, ke kiri dan ke kanan serta membuka dan menutupnya secara perlahan, dapat membuat perbedaan bagi mata yang tegang dan lelah. Yuk dicoba, deh!

Kesimpulannya,
Secara global, pengaruh kualitas cahaya yang buruk pada kesehatan mata dicemaskan akan memberi dampak buruk yaitu miopi atau rabun jauh. Buat anak-anak, rabun jauh bisa saja dapat menurunkan prestasinya di sekolah. Seperti Dega waktu sebelum memakai kacamata sulit sekali membaca papan tulis di kelasnya. 


Bila mengalami ketegangan, kinerja mata pun dapat berimbas dengan terjadinya stress dan gangguan kesehatan jiwa. Pola tidur jadi kacau balau dan permasalahan berat badan.

Yuk mulai sekarang jaga kesehatan mata kita. Pilih bohlam lampu LED berkualitas yang tidak kedip, dan nyaman di mata sekaligus awet digunakan ya...

1 komentar:

  1. saya keluarga pemakai kacamata mba, orangtua kakak dan adik pakai kacamata. suami dana anak pertama juga pakai. hiks. semoga anak kedua ngga, harus jaga terus mata biar sehat

    BalasHapus