Minggu, 10 September 2017

Revolusi Asuransi, Kiat Mengubah Mindset Masyarakat Mengenai Asuransi



Siapa sih yang  tidak ingin hidupnya baik-baik saja. Punya penghasilan mapan, karir mulus, pendidikan anak-anak lancar selalu dan tentu saja kesehatan fisik tanpa dihantui penyakit yang mengancam jiwa. Namun, percayalah, hidup tidak ada yang abadi. Ibarat roda, dalam kehidupan selalu ada naik turunnya. Ada suatu masa kita mengalami kesehatan prima, ada satu masa kita pun akan mengalami sakit. Karena sakit adalah keniscayaan, setiap orang akan mengalaminya tapi waktunya kapan yang kita tidak ketahui.   
Bicara soal sakit memang tidak mengenakkan, ya? Apalagi bicara soal kematian. Kesannya koq seperti mendahului hak prerogatif sang maha pemilik kehidupan ya? Bukankah rezeki, jodoh dan maut sudah diatur-Nya, begitu kira-kira sebagian besar pendapat orang-orang yang beredar. Helloo, wake up! Kita hidup tidak selamanya gaes. Cepat atau lambat kita akan meninggal. Coba deh pikirkan, bagaimana kondisi keuangan keluarga yang kita tinggalkan saat kita nanti sudah tidak ada?
Ahh, gue kan single. Ga ada tanggungan yang harus gue cover. Nikmatin aja hidup coy, mumpung ada kesempatan!
Arrrrggghhh… gemes saya. Dipikir keluarganya itu ; mau bapaknya, ibunya, kakaknya atau adiknya tidak kebagian warisan utang KPR atau cicilan kendaraaan (andai punya) dia? Lalu, mau ngesot sendiri ke pemakaman? Itu perlu biaya juga lho. Belum lagi, andai sebelum ajal menjemput kita masih didera penyakit yang berurusan dengan biaya pengobatannya. Think twice gaes, tega gitu membebani keluarga kita sepeninggal kita nanti dengan biaya-biaya yang ditimbulkan setelah kita tidak ada?
Asuransi ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan turun tapi menjamin anda akan tidak basah kalau ada hujan. ~ Safir Senduk.
Sekarang kita ubah mindset kita soal asuransi dulu ya. Seperti tadi yang sudah saya jelaskan bagaimana pentingnya asuransi, kita cari dulu produk asuransi apa yang tepat untuk kita. Apakah asuransi jiwa ataukah asuransi kesehatan? Jika punya anak, apakah tabungan berjangka atau asuransi pendidikan yang kita pilih? Di sini kita boleh bertukar pikiran dengan ahli keuangan, perencana keuangan atau agen asuransi itu sendiri.


Setelah kita tahu produk apa yang paling sesuai untuk kita, maka kita bisa teliti lebih jauh bagaimana kredibilitas perusahaan asuransinya. Menurut pandangan saya, perusahaan asuransi yang baik adalah yang telah berdiri lama. Artinya, dia telah mampu melalui berbagai sandungan dan gelombang ekonomi yang terjadi.
Sebaiknya kita selidiki juga saat penanganan klaim bagaimana. Biasanya perusahaan asuransi yang baik akan menyelesaikan setiap klaim dengan cepat dan transparan. Nah, saran saya, boleh saja kita menyelidiki proses klaim setiap perusahaan asuransi via Google tapi jangan dijadikan acuan akurat, ya. Ini sekedar untuk referensi saja. Kita bisa tanyakan ke agen pemasaran asuransi benar tidaknya versi mereka bagaimana. Bisa jadi, sih, proses kesulitan klaim karena ada andil nasabahnya sendiri sewaktu pengisian data. Atau dokumen untuk prosedur klaim tidak disertakan.
Saya sih maklum saja jika orang masih banyak yang alergi ngomongin soal asuransi. Terus terang dari banyaknya agen pemasaran asuransi yang pernah saya temui, rata-rata mereka memang pandai bicara. Buktinya, mau calon kliennya ngerti atau tidak, agen pemasaran nyerocos terus menjelaskan kelebihan produknya. Kekurangan produk justru malah jarang dijelaskan. Jadi calon klien sama sekali tidak bisa bernapas. Boro-boro bisa mencerna dengan baik, agen pemasaran malah seperti tidak memberi kesempatan calon kliennya untuk memahami dengan baik produknya. Enegh kan kalau begini.


Sebagai orang yang buta matematika keuangan, terus terang saya mengharapkan agen pemasaran yang bisa menjelaskan produk asuransinya dengan bahasa simple. Mungkin, dengan analogi dan memberi contoh-contoh sederhana dengan bahasa ala-ala ibu rumah tangga yang lebih bisa memahami kenaikan harga cabai imbasnya tidak bisa makan sambel daripada inflasi ekonomi sehingga bla-bla-bla haahahaha...
Jika kita sudah jatuh hati terhadap produk, perusahaan dan agen pemasarannya maka sebelum kita menjatuhkan pilihan coba deh menyambangi kantornya. Seperti layaknya jodoh saja, tentu kita ingin mengenal lebih jauh bagaimana dalamannya, kan?
Pengalaman saya dulu, ketika saya menyambangi kantor asuransi untuk menjumpai agen asuransi saya jadi deg-degan. Alamak, susahnya ketemu. Seperti menjumpai presiden saja. Dari mulai meja receptionist, saya harus menunggu lama. Tidak ada bacaan atau musik meneduhkan untuk menaikkan mood saya. Saya sih baik sangka saja, mungkin agen pemasaran tersebut sedang sibuk memprospek calon kliennya sehingga lupa, kalau saya juga adalah calon kliennya? Hahaha..
Nah, bentuk layanan dari perusahaan asuransi yang saya rasa kurang selama ini apa ya? So far, untuk pelayanan dalam bentuk mengingatkan via sms dan email saat jatuh tempo pembayaran sudah bagus, sih. Tapi, laporan keuangan yang-bisa jadi-tidak kita pahami jarang sekali ya dilaporkan ke klien? Hak dan kewajiban belum terpenuhi, nih.

Belum lama ini saya menghadiri acara temu Blogger dan Media di kantor Equity Life di bilangan Sudirman, Jakarta. Perhelatan tersebut merupakan wujud syukur atas prestasi agen pemasaran Equity Life yang telah memenangkan sembilan penghargaan dalam ajang TOP AGENT AWARDS yang diselenggarakan AAJI (Asosiasi  Asuransi Jiwa Indonesia) tanggal 8 – 9 Agustus 2017 di Palembang. Dalam perhelatan ini juga sekaligus untuk menyambut ulang tahun ke-30 Equity Life pada tanggal 16 September 2017 ini.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Equity Life membuktikan bahwa agen pemasaran yang dimiliki adalah yang terbaik. Selain agen pemasaran yang baik, kinerja keuangan yang kuat pun tercatat di OJK melalui laporan keuangan tahun 2016, dimana tercatat total laba komprehensif sebesar hampir 43 miliar.
Presdir Equity Life Bapak Samuel Setiawan mengakui, bahwa selama ini gaung Equity Life memang kurang terdengar di mata masyarakat. Namun hal itu bukan masalah. Karena katanya, yang terpenting adalah kami tetap bekerja. Namun kami terfokus membangun diri kami sendiri dahulu bukan ke luar. “Kami memelihara setiap nasabah seperti keluarga sendiri, sehingga kami tidak punya waktu banyak untuk meraih simpati dari luar,” tuturnya.

Kepedulian menjaga prinsip kekeluargaan yang diemban Equity Life bukanlah omong kosong. Di ulang tahunnya yang ke-30 ini, Equity Life meluncurkan microsite www.equity.co.id/equity30. Melalui microsite ini, Equity Life menyelenggarakan kompetisi foto dan lomba menulis blog. Di microsite ini, kita bisa mendaftar dan melengkapi data diri kita untuk mendapatkan perlindungan diri gratis senilai 30 juta rupiah selama 30 hari kepada 30 ribu pendaftar microsite.
Ucapan syukur atas prestasinya selama 30 tahun mengabdi di tengah masyarakat Indonesia memotivasi Equity Life untuk terus mengembangkan produk dan layanan yang berkesinambungan untuk membuka akses seluas-luasnya untuk perlindungan jiwa dan kesehatan masyarakat Indonesia.


Selamat Ulang Tahun Equity Life. Semoga semakin kokoh menjadi perusahaan asuransi yang paling dipercaya masyarakat. Selamat juga atas prestasi Agen pemasaran dalam TOP AGENT AWARDS lalu, semoga tetap selalu menjadi agen yang memelihara prinsip kekeluargaan sebagaimana visi misi Equtiy Life. Congrats yaaaaa...














4 komentar:

  1. 30 pendaftar gratis? Waaah mauu deh mbak. Thanks for sharing yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. 30 ribu orang pendaftar sal, bukan 30 orang lbo. Yuk buruan :)

      Hapus
  2. Kalau gue asuransi itu untuk tabungan dan sedekah juga kadang-kadang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, semacam payung juga buat kita nantinya hehehe

      Hapus