Selasa, 01 Agustus 2017

Citizen Journalist Academy, Ajang Adu Kreatifitas Untuk Jadi Jurnalis Handal





Melebur dalam lautan Mahasiswa di Ice Palace Lotte Shopping Avenue Kuningan Jakarta 27 Juli 2017 lalu membuat saya mendadak merasa jadi muda kembali *ciee. Semangat sekitar 1000 orang yang antusias mengikuti audisi dalam ajang Citizen Jurnalism Award sangat mencengangkan. Semangat menimba ilmu berdasarkan bakat dan minat mereka itu lho yang bikin saya takjub. Saya ga sangka, ajang pencarian Jurnalis handal besutan Liputan Enam.com, Indosiar dan Pertamina (Persero) bakal mendapat respon luar biasa. Kereeen.

Apa sih Citizen Jurnalist Academy?

Citizen Jurnalist Academy adalah sebuah ajang pencarian 90 Mahasiswa yang memiliki bakat di bidang menulis, videografi, public speaking dan presenting. Setelah lolos seleksi, calon-calon jurnalis handal ini akan dimentori oleh 7 coachs keren dari Indosiar yang sudah tidak asing lagi yaitu Utrich Farzah (Coach Presenting), Angga Utomo (Coach Digital Media), Ryan Wiedaryanto (Coach TV Production), Jemmy Darusman (Coach Public Speaking), Zulfikar Naghi (Coach Creative Content), Nurul Cinta (Coach TV Jurnalis) dan Danny Maulana (Coach Videografi).


Dengan sistem belajar mobile learning, dari bulan Agustus sampai November 2017 calon-calon jurnalis ini akan dibimbing masing-masing Coach di kota masing-masing dan dipastikan tidak akan mengganggu jadwal kuliah. 
 

Di Jakarta, jadwal pendaftaran online berlangsung tanggal 3 sampai 20 Juli 2017. Proses audisi dan workshop berlangsung pada tanggal 27 Juli 2017 lalu, dan seleksi finalnya pada 28 sampai 29 Juli 2017. Untuk Jakarta, respon 977 mahasiswa yang mendaftar online sangat mengejutkan namun yang terpilih hanya 30 orang saja. Bagi yang belum terpilih tidak perlu kecewa. Masih ada dua kota lagi yang siapa tau menjadi kota keberuntungan untuk lolos seleksi CJA.

Untuk Semarang pendaftaran berlangsung pada 2 sampai 28 Juli 2017, diikuti dengan audisi dan workshop tanggal 3 Agustus lalu seleksi finalnya tanggal 4 sampai 5 Agustus 2017. Sedangkan untuk Balikpapan pendaftaran berlangsung pada 3 Juli sampai 3 Agustus 2017, diikuti dengan audisi dan workshop tanggal 10 Agustus 2017 lalu seleksi finalnya tanggal 11 sampai 12 Agustus 2017. Semangat ya… :)


Citizen Jurnalist Award bertujuan untuk membangun kreatifitas mahasiswa untuk menjadi jurnalis handal berdasarkan passionnya. Syaratnya mudah sekali, setidaknya mahasiswa harus memiliki satu kriteria bakat yaitu menulis, videografi, public speaking dan presenting. Setelah lolos seleksi, selama empat bulan 90 mahasiswa terpilih akan bisa memilih salah satu dari dua program kegiatan yaitu :

1. Mobile digital Jurnalism. Bagi yang memiliki bakat di bidang menulis, videografi dan news presenting wadah ini pas sekali bagi yang ingin menjadi jurnalis media karena setiap karya citiszen jurnalism akan ditampilkan di liputan6.com dan porgram Fokus di Indosiar.

2. Community Public Relations. Bagi yang memiliki bakat di bidang public relations atau social media content creator wadah ini pas sekali bagi yang ingin menjadi seorang public relations. Melalui kegiatan ini citizen jurnalism akan menjadi community ambassador untuk mengenalkan dan mengembangkan komunitas CJA- #EnergiMudaPertamina melalui kegiatan public relations dan social media campaign sesuai versi kreatif peserta. 
 

Sekelumit ilmu Jurnalistik
Bukan saja seluruh hadirin yang hadir yang mendapat pencerahan dalam dunia jurnalistik. Ada beberapa poin yang saya tangkap saat beberapa Coach menyajikan materi singkatnya.

Coach Utrich Farzah yang membidani bagian Presenting mengatakan, “ada dua faktor yang membuat presenter memiliki daya tarik saat membaca berita yaitu audio dan visual.”

Audio adalah suara. Sebagai presenter yang baik kita harus mengetahui jenis suara kita lalu kita atur ketinggian nadanya supaya tidak cempreng gimana. Nah itu harus melalui latihan yang tidak sebentar.

Begitu juga dengan faktor visual. Utrich menjelaskan, sebagai perempuan tentu kita sudah tau angle yang pas untuk difoto seperti apa sehingga kita terlihat lebih cantik. Bergaya natural alias tidak rikuh dan jengah membuat percaya diri bisa muncul. Ia menuturkan, penampilannya saat membawakan berita supaya terlihat enak dilihat dan isi berita bisa tersampaikan kepada pemirsa televisi didapatnya dari pengalamannya selama 2 tahun menjadi pembawa berita Fokus Indosiar. 
 



Coach Jemmy Darusman yang membidani bagian publik speaking membagikan tips-nya. “Sederhananya adalah bagaimana kita bisa membuat narasumber nyaman bicara.”

Ia mencontohkan, saat ada program Breaking news dimana kita harus melaporkan berita, sebaiknya kita tetap menyaring terlebih dulu dan tidak menyebarkan begitu saja setiap info yang ada. Etika jurnalistik berperan di sini karena ada pertanggung jawaban pemberitaan saat siaran langsung yang tidak dapat diedit sebagaimana tayangan yang sifatnya rekaman. 
 
  
Itulah sebabnya, sebagai jurnalist yang berfokus pada content writer, Zulfikar Naghi dan Nurul Cinta berpesan, dalam menulis berita haruslah faktual. Berita bukanlah hoax dan bersifat penting sehingga layak untuk dijadikan berita. Berita juga harus fresh dan tidak basi. Jurnalis juga harus paham etika dan mengacu pada 5W+1H.

Tips terakhir. Meskipun berita adalah sama, namun kreatifitas seorang jurnalis berperan penting untuk mengolah berita yang sama agar berbeda dari yang lain. 

Lantas, adakah keuntungannya? Tentu saja banyak. Calon jurnalis handal akan mendapat piagam penghargaan dan akan mengalami keterlibatan langsung dalam pembuatan news content untuk media nasional liputane6.com dan program Fokus Indosiar. Selain bisa liburan ke Lombok setiap peserta juga akan mengantongi surat magang dari pimred liputan6.com dan lndosiar yang penting banget itu untuk dijadikan portofolio pekerjaan kelak. 


Mengenal Kitabisa.com

Ga nyangka kan, bahwa kekuatan story telling bisa lho untuk mengumpulkan dana. Kitabisa.com sudah membuktikannya. Digawangi oleh Timmy, kampanye penggalangan dana untuk pembangunan mesjid di papua selama tiga hari bisa mengumpulkan dana sebanyak 300 juta.



Kampanye Kitabisa.com merupakan situs yang menyediakan jasa pengggalangan secara online. Profit yang didapatkan Kitabisa.com adalah mengenakan biaya administrasi sebesar 5 persen dari setiap donasi yang terkumpul. Pengecualian untuk kategori bencana alam yang diinisiasi organisasi terverifikasi dan lembaga resmi ditetapkan 0 persen.


Berdiri sejak tahun 2013, Kitabisa.com yang berlandaskan kegotongroyongan sesuai ciri khas masyarakat indonesia sedari dulu ini ga disangka di tahun 2016 telah mengumpulkan total donasi hingga 61 Milyar. Hebat ya. Ketransparanan dana yang aksesnya bisa dibuka setiap donatur menjadikan Kitabisa.com situs kepercayaan dalam berdonasi secara online.

Sepulang dari acara audisi dan workshop Citizen Jurnalism Award ada satu hal yang menyentil kepala saya. Sisa hidup kita buat apa lagi sih kalau ga berbuat sesuatu yang bermakna untuk hidup? Nyesss…





2 komentar:

  1. baru tahu ada citizen journalist academy, kayaknya menarik nih buat diikutin hehehe

    *cieee, yang semangat jadi muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaah,, pengen kembali ke masa lalu deh mas

      Hapus