Jumat, 16 Juni 2017

Sobat Aviasi ; Teman Mudik Agar Penerbangan Kita Aman, Nyaman Dan Selamat Sampai Tujuan

source : pixabay

Terserah mau dibilang norak atau apa. Jujur, saya baru naik pesawat terbang pertama kali tahun 2012 lalu. Dalam agenda jalan-jalan keluarga ke Yogya saat itu, beruntung sekali saya bisa membeli tiket penerbangan yang wow murah sekali. Kalau dingat-ingat, memang sih, era tersebut sedang marak  tariff penerbangan murah dari salah satu maskapai penerbangan. Jadi, siapa juga yang tidak tertarik bisa beli tiket murah ya?

Saking senangnya bisa jalan-jalan dengan harga tiket murah sampai-sampai saya tidak mempersiapkan diri sebelumnya. Saya berpikir naif saja seperti halnya naik moda transportasi lain. Yang penting bawa koper isi baju, selesai. Tentu saja setiba di bandara kami kebingungan-don’t know what to do. Seperti anak ayam yang mengekori induknya, begitulah saya ke Mba Wati kakak saya. Dia yang kebetulan ikut jalan-jalan bareng saya dan keluarga ini memang sudah biasa bepergian naik pesawat. Dari mulai cek in, boarding pass sampai menuju kursi pesawat saya ditemaninya. Alhamdulillah, waktu itu saya tidak terlalu malu-maluin yang ujungnya memalukan deh, hihihih…


pengalaman pertama numpak motor mabur kata orang jawa hehehe

Namanya pengalaman pertama naik pesawat, sudah tentu kepanikan saya saat itu jadi candaan di lain waktu. Lucunya, bukan saya saja yang pernah mengalami kepanikan seperti itu tapi banyak sekali orang-orang yang mengalaminya. Sebagai contoh ; Jemaah haji yang akan diberangkatkan menuju Mekkah. Melalui siaran televisi yang saya tonton, saya sampai ngikik sendiri ketika ada Jemaah yang membawa batu ulekan dan cobeknya untuk menggiling bumbu sesampainya ia nanti di Mekkah. Tentu saja, perabotan rumah tangga tersebut dilarang terbang oleh pihak bandara. Alhasil, Jemaah Haji tersebut harus merelakan batu ulekan dan cobek kesayangannya ditinggalkan begitu saja di bandara. Udah berat-berat dibawa dari kampung, eh berujung tragis begitu ya hahaha…

Ada lagi kejadian yang membekas di hati saya mengenai dunia penerbangan. Saya pernah menonton film Hollywood yang diperankan Tom Hanks entah apa judulnya. Saya lupa. Diceritakan, sesampainya di bandara kota tujuan, Tom Hanks harus menjadi tahanan bandara selama berbulan-bulan disebabkan oleh suatu kejadian. Seperti rumahnya sendiri, ia pun menghabiskan waktu sehari-hari di Bandara sehingga membuatnya jadi mengenal banyak pekerja di sana dari mulai Security, Office Boy, pelayan toko bahkan kepala Bandara.

Saya ingat ada sebuah scene di film tersebut manakala aktor ini terpaksa menjadi translater dadakan. Melalui bahasa dan sedikit ilmu membaca ekspresi wajah yang dimilikinya, Tom Hanks tahu cairan dalam botol yang dibawa seorang penumpang berkebangsaan timur tengah merupakan obat yang sangat sulit diperoleh di negaranya untuk mengobati ayahnya yang sedang sakit keras. Singkat kata, ketatnya pemeriksaan di bandara jadi mengingatkan saya pada film tersebut.

source : Koran Sindo edisi 13 Juni 2017

By the way anyway busway, ngomongin soal dunia penerbangan memang tidak ada habisnya ya. Angka kecelakaan dan kriminalitas semakin menyeramkan saja. Untuk meminimalisasinya, saat nonton televisi kemarin, berbagai moda transportasi jalur darat, laut dan udara sedang bersibuk ria membenahi sarana dan prasananya. Terlebih sebentar lagi kan sudah mau lebaran. Arus mudik dan balik bakal menjadi PR luar biasa untuk seluruh moda transportasi, jalur darat, laut dan udara.

Menurut data, angka kecelakaan setiap tahunnya terbilang sangat tinggi saat mudik. Sebagian besar penyebabnya adalah human error. Bagi yang mudik menggunakan jalur darat, jalanan berlubang ditambah si pengendara motor tidak mengenakan helm atau mengenakannya tapi tidak dipasang talinya menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Duh, speechless kan kalau begini?


agenda pemeriksaan rutin, source : instagram @DJPU151
Kecelakaan yang disebabkan melalui moda transportasi udara juga ada. Itulah sebabnya, untuk meminimalisasi kecelakaan dan kriminalitas alangkah baiknya jika kita juga ikut bersinergi supaya penerbangan kita aman, nyaman dan selamat sampai tujuan. Caranya gimana?

Melalui Sobat Aviasi dong.

Apa itu?

Sobat Aviasi adalah sebuah media yang diluncurkan Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan RI. Di sini kita dapat menemukan berbagai info menarik mengenai serba serbi di Bandara dan seputar dunia penerbangan. Istilah-istilah asing yang mungkin masih terasa asing buat kita pun diterjemahkan di komunitas Sobat Aviasi melalui gambar-gambar yang ringan didominasi warna kuning dan biru cerah.




Melalui media social Facebook, Twitter dan Instagramnya, Sobat Aviasi bisa menjadi sebuah edukasi penerbangan buat kita. Nah, apa saja tips yang saya intip dari Sobat Aviasi dan saya mix dengan tips ala saya ya.




Di rumah
Kita harus sortir lagi deh barang bebawaan kita sebelum berangkat. Pasalnya, di bandara ada biaya lebih yang harus kita bayarkan jika bagasi kita sudah melampaui batas. Meskipun setiap maskapai mempuyai kebijakan berbeda-beda dalam penghitungannya tapi tidak ada salahnya toh mengingat-ingat hal ini. Lagipula, yang namanya mudik kan sudah bisa diperhitungkan mau berapa hari.

Gulung kaus-kaus sehingga ruang koper bisa lebih maksimal digunakan. Untuk toiletriss seperti shampoo dan sabun saran saya, sih, sebaiknya pindahkan saja ke botol-botol kecil supaya praktis, hemat ruang dan hemat biaya (siapa tau kelebihan bagasi berasal dari sini, ya kan?)

Tips lainnya, gunakan koper warna mencolok untuk menghindari tertukar dengan penumpang lain. Di film-film juga sering kan kita nonton kejadian tertukar koper. Andai saja tertukar koper bisa menjadi happy ending story tapi andai jadi sad ending story ogah deh ya. So, lebih baik jaga keamanan dan keselamatan dari diri sendiri saja ya.

Siapkan juga dokumen dalam tas kecil sehingga tidak perlu lagi mengobrak abrik barang bawaan kita saat harus melewati pemeriksaan di bandara. Dan pastikan untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang terbang sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan RI PM 127 tahun 2015 tentang program keamanan penerbangan  nasional.





Di Bandara
Sobat Aviasi menyarankan kita untuk mengingat-ingat 3 2 1 sebelum terbang. Apa saja itu?

Pertama, tiga jam sebelum terbang pastikan kita sudah ada di bandara dan siap melakukan pemeriksaan barang bawaan.


Dua jam sebelum terbang pastikan kita sudah melewati proses check in melalui counter check in atau melalui check in online. Supaya tidak mengantri dan buang waktu lagi, saran saya siapkan dokumen yang diperlukan terlebih dulu untuk membantu efisiensi kerja di layanan check in tersebut.

Yang terakhir, satu jam sebelum terbang pastikan kita sudah berada di waiting room dan gate yang sesuai dengan penerbangan kita. Gimana taunya? Baca dong boarding pass-nya hehee…



Untuk menjaga keselamatan diri sendiri kita disarankan untuk selalu waspada. Selalu awasi tas dan barang bawaan kita. Alangkah baiknya, jika kita memberi tag atau label sendiri.

Nah, info ini perlu banget di-bold nih. Jangan pernah mau mendapat titipan bagasi dari orang lain. Niat kita pengen baik ya tapi bisa-bisa disalah gunakan orang. Andai barang titipan di bagasi kita adalah narkoba gimana? Seram iih.




Siap terbang
Saat panggilan terdengar mempersilakan penumpang untuk menuju pesawat, kita disarankan untuk tetap tertib. Penting nih, budaya tertib di mana saja memang masih menjadi pr ya, apalagi liat orang maunya buru-buru secara otomatis kita jadi ikut-ikutan gerah juga. Nah, semua harus dimulai dari diri sendiri. Insha allah perilaku kita yang tertib akan membuat penumpang lain malu dan mengikuti kita.

source : Instagram DJPU151

Setiba di dalam pesawat dan menempati nomor kursi yang sesuai kita tetap harus mematuhi instruksi yang diberikan pramugari sesaat setelah take off. Biasanya kita diminta untuk mengencangkan seat belt, mematikan handphone dan memperhatikan peragaan pemakaian jaket pelampung.


Itu saja tips yang saya share ulang dari komunitas Sobat Aviasi. Semoga perjalanan mudik kita aman, nyaman dan selamat sampai tujuan. Dan kita bisa terbang kembali, selamanya. Nah, kira-kira ada yang mau ditambahkan? Monggo, kita sharing lagi yuk.








18 komentar:

  1. Wah senangnya mau mudik :)

    BalasHapus
  2. Mbak, inget-inget lagi donk judul filmya. Ingin nonton juga nih. Btw, saya baru tahu istilah motor mabur :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, motor mabur bahasa jawa pesawat terbang mas. iya nih judul filmnya belum inget juga

      Hapus
  3. Saya baru tau yg 321 itu. Makasih mba

    BalasHapus
  4. Koper saya warnanya gak mencolok, malah warnanya standar. Kayaknya perlu pernik-pernik yang mencolok supaya keliatan berbeda dengan yang lain ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, biar keliatan dari jauh dan mencegah tertukar koper dengan penumpang lain mba

      Hapus
  5. Mudik dengan pesawat jadi pilihan tepat

    BalasHapus
  6. buat yang jomlo justru bagus tuh koper tertukar, siapa tahu ternyata tetukar dengan cewek/cowok kece, kenala, jadian deh, tapi yah bener sih yang kayak gini cuman ada di FTV

    BalasHapus
  7. Istilahnya lucu ya motor mabur hehehe

    BalasHapus
  8. Wah berita tentang cobek dan ulekan dthn dbndara pernah nonton jg, justru menurutku itu karena terlalu lebih persiapannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saking excitednya kali ya jadi sampe mindahin perabotan ke koper haha

      Hapus