Sabtu, 01 April 2017

Villa D’roemah Hampor, Nuansa Jawa Di Tanah Pasundan


Minggu lalu saya ke Garut lagi. Ngga ada acara spesial sih, cuma jalan-jalan biasa aja. Pas kebeneran kakak saya lagi ada urusan di kota ini dan mobilnya kosong. Hayulaaah, ikooottt. Pucuk dicinta ulampun tiba,  hehee..

Pagi jam setengah tujuh, saya dijemput di mulut tol Cikampek, Halim. Melewati Tol Cipularang, kami sempat tertahan di sekitaran kawasan industry Cikarang. Macet. Selepas itu, jalanan lancar dan sesuai dengan asumsi waktu, sampailah kami di Rancaekek bertepatan dengan adzan Dzuhur. Di sini kami istirahat makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke Garut yang sudah ngga jauh lagi.

source : http://www.roemah-hampor.com

Sampai di Garut karena ngga ada urusan apa-apa saya langsung ke tujuan yaitu Villa D’Roemah Hampor untuk lonjoran kaki. Nah, pasti penasaran ya kenapa saya milih Villa D’Roemah Hampor ini. Terus terang sewaktu searching di aplikasi pemesanan hotel, yang pertama kali yang saya lihat adalah tempatnya yang bersahaja sekali. Etnik banget. Instagramable nih batin saya.

teras depan 

Harga sewanya menurut saya juga terbilang cukup murah untuk ukuran hotel berbintang dua. Kebetulan saya mendapat harga Rp 225ribu di weekday padahal di tempat lain sudah mencapai lima ratusan ribu rupiah. Penting ini menurut saya lho *kekepdompetkuatkuat

teras depan 
Lokasi Villa yang berada di wilayah Hampor ini dekat kemana-mana karena ada di pusat kota Garut dan ada di tengah destinasi wisata Garut.  FYI, sekitar 1,4 kilometer dari villa ada sumber pemandian air panas Cipanas dan Pemandian Darajat dari gunung Guntur lho yang layak kita kunjungi selama di Garut. Situ Bagendit dan Candi Cangkuang juga dekat dijangkau dari sini.

Dega dan sepupunya santai-santai di depan kolam ikan

Garut memang merupakan kota kecil yang pernah menjadi daerah kepemimpinan tetangga saya Dicky Chandra yang memang sangat menarik. Meskipun hanya kota kecil, jangan salah, kota ini mempunyai banyak sekali daya tariknya lho. Kerajinan dari kulit domba seperti jaket dan dompet banyak tersebar di sepanjang jalan. Oleh-oleh khas Garut yang terkenal dengan dodol ini juga punya varian lain namanya Chocodot. Lucu deh membaca setiap kata-kata nyleneh yang ada di kemasan Chocodot. Oya, dalam perjalanan pulang ke Jakarta saya sempat mampir ke sentra oleh-oleh di jalan Otista membeli Chocodot dan menyicipi Dorogdognya. Ga berenti cemal cemil.

ruang terbuka berupa taman yang memisahkan bangunan joglo dan bangunan limas, pemisah Cafe dan penginapan

Villa D’Roemah Hampor berada di pusat kota Garut yaitu di jalan Jl. H. Husein RT 01 RW 15 Tarogong Kidul, Garut dan lokasinya dekat sekali dengan Universitas Garut. Jadi ngga heran jika di sekelilingnya berderet-deret rumah kos-kosan untuk mahasiswa. Lokasinya yang berada sekitar 100 meter dari mulut jalan membuat nuansa khas kampung Garut bisa ikut saya rasakan. Sore-sore, saya sengaja beli es podeng di sebelah penginapan, malamnya ngopi di warkop. Sempat ngobrol basa basi juga sih soal rumah kos-kosan dengan masyarakat sekitar hahahaha… #kelakuan

nyobain kopinya di sini. Enak deeh, cuma 10 ribu untuk kelas Cafe :)

cantik kan spotnya untuk foto foto? hehee

Di homestay yang bagian depannya dijadikan ruang kumpul sekaligus Café ini lagi-lagi bertemakan khas Jawa. Banyak sekali properti pajangan dari benda-benda jadul yang bikin saya jadi iseng mengkhayal ke masa jadul hehehe…

ruang cafe 

ruang cafe 

ruang cafe 
rumah Mbah saya dulu pernah punya ini lho. Namanya apa ya?

lucuk, koper mesin jahit Singer jadul ada di sini juga :)

Buffet piranti makanan yang waktu saya intip ada rantang belang belang ijo kaya punya Ibu saya jaman dulu :)

Villa D’Roemah Hampor mempunyai empat kamar tidur yang disewakan. Kecil ya? iya, sih, tapi jangan salah, meskipun kecil, buat yang mengidamkan suasana personal cocok deh nginep di sini. Undak-undakan yang memisahkan area Café dengan hunian menginap menjadi batas massif dengan kolam ikan berlantai kayu yang menyegarkan mata dengan suara pancuran airnya.




Bangunan Café merupakan bangunan beratap joglo yang dibuat terpisah dengan bangunan hunian kamar beratap limas yang disewakan supaya privacy tamu terjaga. Café sendiri memiliki ruang indoor dan outdoor yang berhadapan dengan taman belakang. Tinggal pilih mau di spot yang mana. Cantik sekali.

setiap pintu khas Jawa mempunya tinggi yang terbilang cukup rendah. filosofinya supaya orang yang masuk menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan 
Bangunan hunian yang disewakan semuanya berdinding dan berlantai yang terbuat dari kayu. Suasana temaram dari lampu teplok di kamar bikin jiwa romantik saya mendadak kumat lho. Ahaaayyy… #kenapa ga bawa rantang dari rumah

ruang makan besar dengan TV LED dan Musholla di tengahnya 

Sekarang saya mau telisik kamarnya. Di setiap kamar tidur disediakan kamar mandi yang lagi-lagi unik, karena terbuat dari batu alam di dinding dan lantainya. Tapi, meski berfokus pada keetnikan khas Jawa nuansa modernitas demi memanjakan tamu juga disiapkan. Water Heater dalam kamar mandi bisa dijadikan pilihan untuk yang mau mandi tapi ngeri udara dingin Garut kaya saya. Iyyyhhh…



Ranjang tidur dari kayu berukuran 160 x 200 cm menyesuaikan dengan luas kamar yang ukurannya kurang lebih hanya 3 kali 4 meter aja. Jangan membayangkan ada fasilitas Televisi di setiap kamar ya, saya ngga ngerti kenapa LED televisi besar dengan tayangan TV kabel hanya ada di ruang makan besar di depan kamar aja. Namun, biarpun begitu, saya sih asik-asik aja secara fasilitas WIFI-nya kenceng sih. Seneng banget saya.

Di Villa D’Roemah Hampor juga disediakan Mushola di sebelah ruang makan besar di antara keempat kamar yang disewakan. Mukena bersih, sarung, sajadah dan Al-quran yang telah disediakan di Musholla ini membuat nyaman tamu untuk berlama-lama munajat kepada sang pemilik.

wuiih, airnya dingin banget deeh 

untung ada water heater :)

Saya yang sempat kecewa dengan fasilitas toiletries yang tidak disiapkan pengelola akhirnya bisa memaklumi juga mengingat Villa D’Roemah Hampor masih dalam tahap pengembangan sehingga membutuhkan banyak masukan dan saran. Lokasi Villa yang berada sekitar 100 meter dari jalan raya saya sarankan untuk dibuatkan plang di mulut jalan supaya memudahkan tamu mencapai lokasi villa. Masih kurang, saya usul, gimana kalau disediakan jasa antar jemput juga di titik yang sudah ditentukan, misalnya di alun-alun Garut gitu #yanamanyajugausaha


Nah, bagi yang menginginkan suasana khas Jawa di tanah pasundan dengan harga terjangkau ngga salah pilih deh untuk menginap di Villa D’Roemah Hampor. Ajak-ajak saya ya kalau ke sana J

1 komentar:

  1. Halo mbak Diah...wahh ini villa keren banget. Material kayu jati kayaknya nih. Tapi kalo model begini aku suka agak takut...hiii spooky yach, mesti banyak orang di sini.

    BalasHapus