Sabtu, 19 Maret 2016

Say No To Sick With Lifebuoy Clini-shield10



Dari mulai si sulung sampai si bungsu mudah sekali terpapar penyakit. Mulai dari Demam biasa, Radang Amandel bahkan ada juga yang pernah sampai terkena Diare. Duuh, kalau sudah begini, pasti anak-anak akan membolos sekolah untuk beberapa hari dan bisa dipastikan ada beberapa pelajaran yang tertinggal. Belum lagi, rasanya sedih banget melihat bobot anak yang turun drastis sepemulihan dari sakitnya. Memang sih mereka sakitnya ngga bareng-bareng, tapi saya tetap merasa kecolongan saja.

Padahal, pikir-pikir saya termasuk cerewet lho soal makanan yang dikonsumsi anak-anak. Mereka selalu membawa bekal sekolah jadi kemungkinan jajan makanan yang kotor itu ngga mungkin banget. Saat memasak pun tentu saja saya ngga lupa mencuci sayuran sampai bersih sebelum diolah. Lalu apa lagi?

Lama saya tetap tidak menemukan jawabannya sampai suatu hari saya mampir ke sekolah anak-anak. Rupanya lokasi sekolah yang selalu dilewati kendaraan-kendaraan besar maupun kecil membuat debu banyak beterbangan. Belum lagi ketika saya melongok kamar mandinya rupanya air bersih tidak selalu tersedia. Entah pompanya yang dimatikan, atau stok air di menara airnya memang sudah habis. Entahlah.

Hhhmmm, ini dia rupanya mengapa anak-anak koq mudah sekali sakit. Bisa jadi paparan kuman yang tersebar di antara debu beterbangan menjadi pemicunya. Bisa jadi jenis kumannya semakin berevolusi sehingga kita melihat seolah daya tahan tubuh anak-anak yang menurun, padahal bukan. Nah, bisa jadi juga ketiadaan air membuat anak-anak menganggap enteng saja kebiasaan cuci tangan sebelum makan yang diterapkan di rumah. Bisa jadi kan? Okay, mau main kucing-kucingan nih sama kuman? Ngga ah, saya harus mencuri start duluan nih sebelum serangan kuman menghampiri tubuh keluarga saya.

Lifebuoy clini-shield10 

Oiya, ngomong-ngomong soal sabun, sabun keluarga kami dari dulu ya cuma Lifebuoy. Sayangnya jika menggunakan sabun batangan ada aja bencananya. Pernah dengar kasus tikus suka menggiti sabun? Nah, saya pernah tuh mengalaminya. Geregetan deh.

Bukan cuma dari tikus aja sih, anak-anak tuh juga suka iseng mainan sabun batangan. Setelah dipakai sabun batangannya sengaja direndam begitu saja di gayung sehingga jadi lembek. Mungkin ceritanya mereka mau bikin penelitian kali ya? Hahaha… *seseksaya

Diganti pakai sabun cair juga sama saja. Setelah menggunakan, botol tidak ditutup rapi sehingga cairannya tumpah ke lantai. Hmmm, tinggal saya yang ngomel-ngomel tapi tetap dianggap angin lalu aja sama mereka. Duuh, sebel banget deh!

Nah, untunglah sekarang ada setetes inovasi dari sabun anti kuman Lifebuoy clini-shield 10 untuk melindungi keluarga saya. Sabun shower gelnya yang pekat dan cukup digunakan hanya setetes aja menjadi pilihan saya yang paling cocok untuk keluarga saya.


Kelebihannya dibanding sabun lain :

1.       Bentuknya shower gel yang lebih pekat dari sabun cair lainnya, jadi ngga kuatir tumpah-tumpah lagi.
2.       Cukup satu tetes aja sudah mampu melindungi dari paparan kuman 10 kali lebih baik dari sabun biasanya.
3.       Hemat. Ini dia yang saya suka.
4.       Wanginya seger, wangi dan tahan lama.
5.       Ada dua varian aroma yang bikin keluarga saya jadi labil karena suka semuanya. Kemasan merah beraroma original sementara kemasan hijau beraroma segar.
6.       Kemasannya dibuat begitu rupa sehingga praktis dibawa bepergian.

Solusi terbaik
Sejak itulah selain membawakan bekal sekolah anak-anak berupa makanan bergizi juga saya bawakan sabun shower gel lifebuoy clini-shield 10. Bolak balik saya selalu berpesan, “saat istirahat sekolah, sebelum makan jangan pernah lupa untuk tangan menggunakan sabun, jangan menggunakan air saja.”

Memang sih berobat bagi yang mempunyai BPJS sudah lebih lega pengeluarannya. Tapi tentunya kita tidak boleh berpikir sesederhana itu, misalnya berkata, “Aah, gampang, kalau sakit kan tinggal sodorin kartu BPJS aja.”

Ingat, jenis kuman sudah berevolusi semakin menjadi kuat seiring berjalannya waktu. Penyakit DBD saja sudah tidak terdeteksi lagi gejalanya kan sekarang? Dulu penyakit DBD bisa terdiagnosa dari adanya bercak dan ruam kulit seiring panas. Sekarang?? Wuuih, seram deh bayanginnya.

Memang, kalau dari sekarang kita tidak melindungi anak-anak kita, ya kapan lagi? Bukankah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya kan? Yugh ah segera lindungi keluarga kita dari bahaya penyakit akibat kuman yang berevolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar