Rabu, 10 Februari 2016

Wajah Baru Harapan Baru GITC Permata Hijau








Nuansa merah menyala menyambut kedatangan saya di Lobby utama Grand ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan hari Sabtu, 6 Februari 2016 kemarin. Walaah, semarak sekali nuansa Imlek di sini. Tumben-tumbenan nih, ada apa ya? Aiih, koq saya jadi penasaran deh.

Dari pintu masuk berdinding kaca, langkah saya terhenti di depan lift di tengah Lobby Utama. Kembali warna merah menyala dengan tulisan FORTUNE MARKET menyapu pandangan saya. Aneka lampion cantik yang menggantung di sepanjang selasar toko-toko di lantai ini menguatkan kesan ada tampilan ‘berbeda’ di sini.

Aneka lampion merah menggantung tampak dominan dengan warna putih bangunan GITC


Benar aja,  di sebelah kiri saya berjejer Booth aneka barang multi produk khas Imlek. Di area ini berbagai baju Cheong Sam dari anak sampai dewasa berwarna merah menyala dan ornament-ornament hiasan khas Imlek tampak mendominasi. Sementara itu, di sebelah kanannya berjejeran Booth aneka kuliner Nusantara yang membangkitkan selera.  Apalagi meja-meja yang tersusun rapi di sepanjang lorong area ini seperti melambai-melambai mengundang kaki saya untuk istirahat sejenak dan mencicipi aneka kulinernya dengan santai. Duuh, sabar ya sayang *elusbetis


Sisi kiri Booth Fortune Market berisi barang multi produk


Sebagai mantan warga yang sejak kecil tinggal di sekitaran Permata Hijau, dulu saya minimal sebulan sekali pasti mampir ke ITC Permata Hijau untuk belanja bulanan di Carrefour. Untuk hal yang berhubungan dengan gadget saya ke lantai 3 untuk hunting Modem, Hape, Kartu prabayar sekaligus servisnya. Untuk beli kado cucu *keponakan saya udah ada yang punya anak* yang suka dengan Karakter Princess Cinderella dan kawan-kawan saya pun lebih suka beli di toko sini. Alasannya apalagi kalau bukan karena lokasinya itu yang dekat dengan rumah Ibu saya di Rawa Belong. Urusan harga-harga juga lebih bersahabat dengan kocek saya. Dan yang paling enak, sebagai perempuan saya ngga pernah kesulitan sama sekali untuk cari lahan parkir. Nah, kalau begini, nikmat mana lagi yang saya dustakan? Hihihihi…

 
Nikmat mana lagi yang saya dustakan?

Dulu ITC kini GITC
Sejalan dengan perkembangan waktu, ITC Permata Hijau yang dibangun tahun 20014 lalu dan dikembangkan PT. Duta Pertiwi (sekarang Sinarmas Land) kini mempertajam image kedewasaannya menjadi Grand ITC Permata Hijau. Bukan sekedar ganti nama saja tapi target pengunjung yang dibidik sekarang pun lebih menyasar ke kalangan menengah ke atas dengan konsepnya yang semakin matang. Wah, keren banget!

peserta Fashion Show Cici Koko lagi persiapan :)


Didukung dengan lokasinya yang strategis sekali di Jakarta Barat wilayah Kebun Jeruk, Kebayoran Lama, Palmerah, Jalan Panjang dan sekitarnya, Jakarta Selatan wilayah Simprug, arteri Pondok Indah, Gandaria dan sekitarnya dan juga dekat dengan Jakarta Pusat wilayah Senayan, Jalan Sudirman dan sekitarnya, GITC Permata Hijau menjadi satu-satunya pilihan menarik untuk berbisnis dan menjadi destinasi belanja yang nyaman dengan harga kompetitif. Apalagi transportasi umum untuk menjangkau GITC Permata Hijau juga cukup mudah. Bila naik Bus Tranjakarta koridor 8 jurusan Harmoni – Lebak Bulus tinggal turun tepat di halte Permata Hijau depan GITC persis. Untuk angkot yang lewat GITC adalah Angkot merah nomor B17 jurusan Grogol – Kebayoran Lama. Untuk yang naik dari Blok M juga ga usah kuatir, tinggal naik Metromini tapi nomornya berapa, maaf saya ngga bisa infoin, lupa sih.

Biaya pendaftarannya murah koq, cuma 25 - 35 ribu untuk Lomba Cici Koko Cilik

GITC Permata Hijau dikelola secara professional oleh PT. Matra Olah Cipta dan berkonsep Mix-used  Complex yang efisien sekali. Terdiri dari High Rise Residential  berupa 26 lantai apartment dalam 2 Tower hunian,108 unit Shop-home-office (Kantor dan toko) dan ITC (International Trade Centre) yang berisi 1559 unit kios diharapkan kawasan GITC memberikan sinergi positif bagi geliat ekonomi di wilayah tersebut.

Liat anak-anak ini jadi inget film Return of Condor Heroes :)

Fortune Market

Mampir yugh ? :)

Bertepatan dengan hari raya Imlek 2016, GITC Permata Hijau menggelar Event Tematik pertamanya bertajuk Fortune Market yang berarti Pasar Keberuntungan. Even tematik ini nantinya akan menghadirkan event berbeda-beda setiap bulannya. Jadi jangan kaget ya, bila area yang dulu digunakan untuk bazaar multi produk seperti baju-baju obralan khas ITC, biang parfum, dompet, gesper, tas-tas dan jam tangan abal-abal sekarang sudah ngga ada lagi.

Kue Ape, Kue Cubit, Empal Gentong, Pecel Madiun

Menurut Hastari Sugesti, Lease Promotion GITC Permata Hijau, “Setelah Fortune Market ini untuk Bulan Maret nanti event tematik selanjutnya adalah pameran Otomotif. Kalau bulan April rencananya akan ada event Kartini.” Lalu, bulan Mei dan seterusnya kira-kira ada event apa ya? Kepo deh saya jadinya hihihi…


Kelincahan dan ketangkasan atraksi Barongsay emang bikin takjub deh

Saat saya datang, perhelatan Fortune Market yang digelar selama sebulan penuh dari 16 Januari sampai 14 Februari 2016 mengadakan berbagai kegiatan menarik. Kebetulan saat itu atraksi Barongsay Meja yang bisa loncat-loncat di steger tinggi yang disulap jadi meja, banjir dikepung antusias pengunjung. Saya sampai lari ke lantai dua untuk bisa menonton tanpa disenggol orang, sekaligus bisa dapet foto-foto cantik sang Barongsay. Atraksi Barongsay ini bisa kita jumpai di tanggal 6,7 dan 8 Februari 2016. Selain atraksi Barongsay, atraksi Wushu bisa kita jumpai juga di tanggal 22 dan 29 Januari 2016 kemarin, Lomba Cici dan Koko tanggal 7 dan 8 Januari 2016, dan penampilan Dewa Uang Tanggal 23 dan 30 Januari serta 6 Februari 2016.


sebagian kuliner Nusantaranya kerak telor, tahu gejrot dan Mie kangkung
Bersama teman-teman Food Blogger dan juga Food Enthusiast, area kuliner Fortune Market kembali jadi ajang ‘hang out’ kami. Menariknya, dari sekian banyak tenant kuliner yang ada, saya menemukan sebagian besar kuliner Nusantara mendominasi tenant-tenant-nya. Wuuih, yang kangen Kerak Telor, Empal Gentong, Pecel Madiun, Rambut Nenek, Es Selendang Mayang, Es Cendol, dan Nasi Bakar boleh deh dicobain semuanya. Yang suka Mie kangkung, Nasi Briyani, Nasi Kebuli, Somay juga ada. Puas deh bakalan. Saya aja sampe muter-muter lama saking bingungnya mau makan yang mana duluan. *lirik perut
nah beginilah alat transaksi belanja di fortune market


Oiya, system berbelanja dalam ajang Fortune Market ini juga unik. Pertama kita harus ke Kasir dulu untuk menukarkan rupiah kita dengan kartu bernominal Rp 5 ribu, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 atau Rp 100.000. Nah, uang kembalian yang kita terima di tenant kuliner juga tidak berbentuk rupiah lho, tapi kartu bernominal tadi juga. Menariknya, setiap melakukan transaksi kuliner di event Fortune Market ini senilai Rp 100 ribu kita berhak petik angpau di pohon Mei Hwa, pohon lambang kemakmuran khas Imlek. Angpau tersebut bisa kita tukar lagi dengan souvenir cantik atau voucher belanja. Asyik banget kan?! Ayo ah ke GITC Permata Hijau, mumpung pas ada event Fortune Market sekaligus food hunting dan petik angpau. Siapa tau rezekinya ada di Fortune Market. Who Knows until you prove it!



















21 komentar:

  1. Pecel madiunnya enaaaak, pas pulang beli ayam siap goreng
    kata istri sambalnya mantep pedasnya
    salam sehat dan sukses Mbak Diah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh, mbayangine jadi nces. Nyesel aku ga mbekel buat di rumah deh :(

      Hapus
  2. wahhhh lengkap banget kerennnn :)

    BalasHapus
  3. Rujak bebeknya endezz jd pgn balik bli lg #eh

    BalasHapus
  4. Belum pernah ke sini. Lucu ya anak2 didandani pake baju Shanghai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. ayo main dong jangan di bogor aja maak.. lucu lucu deh

      Hapus
  5. Balasan
    1. Masalahnya mas, hobby narsisnya aku itu ga di kamera sendiri.. *tepokjidat

      Hapus
  6. Mantappppp euy, reportasenya komplit bingittzz..
    Btw, sambel pecel ayamnya josss pedesnya..hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh dua suara nih soal pecel ayam, jadi pengen ke fortune market lagi iih hihihi..

      Thanks ya maaak :)

      Hapus
  7. Hayah! di jepara aja kalo musim lebaran china blm pernah liat ramenya, apalagi di sono hihihi

    BalasHapus
  8. pas Imlek seru ya, merah meriah ouy

    BalasHapus
  9. makin banyak mall di Jakarta ya, mereka tau pangsa pasarnya msh kuat dan bakal rame kaya gini

    BalasHapus