Kamis, 06 Agustus 2015

Tip Irit : Potong Rambut Sendiri

Masih dengan edisi penghematan, kali ini saya mau ulik soal biaya Salon atau Barbershop untuk gunting rambut. Berapa kira-kira biaya yang dikeluarkan untuk satu orang? Saya dan mbak Nala biasanya jika ke Salon dekat rumah hanya untuk potong rambut saja tanpa cuci rambut dan blow dry tarifnya sudah Rp 25.000,- lho. Suami saya, Mas Tsaka dan Dega untuk ke jasa cukur rambut ASGAR tarifnya sebesar Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 10.000,- untuk anak-anak. Jika pergi ke Barber shop yang tempatnya ber-AC, maka tarifnya ikut membengkak jadi Rp 25.000,- untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak plus tip serelanya. Rela? Saya ngga rela :’( *kekepin dompet.

Nah, pasalnya suami dan anak-anak hampir dua bulan sekali pasti harus potong rambut. Sebenarnya sih pertumbuhan rambut itu terhitung masih normal koq. Tapi, peraturan sekolah kan harus dipatuhi, panjang rambut yang melewati kerah seragam akan dihukum. Itu artinya kalau melanggar ya harus siap dikuncir guru jika ada sidak.

Lain lagi dengan Mba Nala, dia potong rambut ke Salon mau ngga mau jika ada lomba Paskibra. Ekskul yang mba Nala ambil memang mempunyai standar sendiri untuk panjang rambut wanita adalah empat jari dibawah telinga. Sebelum ikut Paskibra, rambut mbak Nala panjang sedari kecil sih. Biaya nyalon mah hampir ga ada, karena saya rajin menggunting datar poni dan ujung rambutnya selalu. Tapi sekarang, jika udah model-model jenis guntingannya, ya nyerah deh saya :)




Hitung-hitungan soal biaya ya terus terang memang gede juga ya, satu kepala setiap dua bulan sekali harus mampir di jasa potong rambut. Untuk saya sendiri yang terbiasa menggunakan hijab, rikuh juga jika mampir di salon umum. Ke salon khusus muslimah aja? Hufftt, sudah mules duluan saya bayangin lembaran Soekarno Hatta yang akan melayang dari dompet :(.

Untuk mengatasi masalah tersebut dan demi pengiritan maka saya membeli alat pencukur rambut listrik yang biasa digunakan di Salon atau Barber shop Gunanya ya untuk memotong rambut kaum adam di rumahlah. Bermodalkan Rp 300.000,- saja senjata ini saya yakin akan irit pemakaiannya seumur hidup asal kaum adam ini setia sama satu model aja. Hehehe…

Untuk mba Nala, saya istimewakan dia ke Salon karena saya ngga ahli dalam menggunting rambut. Kasian sama anak abegeh ah kalo harus menderita selama 6 bulan akibat kesalahan saya memotong. Nah untuk saya sendiri mah gampang koq solusinya. No money at all. Gimana caranya?

Caranya ya saya potong rambut sendiri aja.
1.       Seluruh rambut saya ikat jadi satu dengan karet gelang (kuncir kuda).
2.       Setelah itu saya angkat rambutnya ke atas, hingga terlihat dari cermin. Seberapa derajat kemiringannya menentukan hasil trap guntingannya juga.
3.       Kemudian saya gunting kira-kira lebih dari sejengkal dari puncak kepala. See? Jadi deh model Shaggy, segitu aja deh hasilnya. Hehehe…

Penasaran mau coba?











4 komentar:

  1. Praktiss !! Saya pikir terlalu nekat kalau motong sendiri. Ternyata sdh terbukti bisa. Mau nyoba! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mak.. setelah googling, rupanya potongan shaggy itu sangat gampang dipraktekkan sendiri lho. hiihihi..

      Hapus
  2. hihihi la kalau laki2 yaa susahh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lelaki memang jatahnya harus langganan barber shop atau asgar aja mas.. hihihihi

      Hapus