Senin, 31 Agustus 2015

Bijak Kelola Uang Agar Tidak Kejebak



“Gaji gue sekarang lima belas koma, you know. Artinya tanggal lima belas duit gue udah koma, besoknya koit. Puas? PUASSS??”

Sarkasme banget ya celoteh teman saya ini. Dia ngga sendiri. Banyak sekali orang yang kebingungan mengelola dan mengatur pendapatannya. Saya pun demikian, selalu saja ada kebocoran di sana sini yang ngga bisa terelakkan (baca ini deh). Mungkin memang ada yang salah selama ini sehingga hidup koq terasa begitu-begitu saja, kapan tajirnya? L

Nah, senangnya hati saya ketika ada seminar santai bersama Sunlife Inssurance dan Safir Senduk seorang perencana keuangan yang telah menerbitkan 10 buku dimana salah satunya menjadi best seller. Pria kelahiran 1974 ini merupakan perencana keuangan pertama asal Indonesia yang berbicara di Hongkong dan Amerika Serikat. Bertempat di Café XXI Plaza Indonesia Jakarta, 1 Agustus 2015 lalu Safir Senduk menjelaskan mengenai cara mengelola keuangan dengan bijak.



Hati-hati dalam mengelola income!

Istilah tanggal muda dan tanggal tua hanya berlaku untuk karyawan yang mendapat income sebulan sekali saja tiap tanggal 25. Sementara bagi Freelance seperti Blogger, income yang masuk tidak tentu, bisa kapan saja. Jadi apapun profesinya tetap harus setia pada cash flow.

Safir membagi tiga tipe orang dalam mengelola Cash Flow.

Misalnya pendapatan sebesar
5 juta
5 juta
5 juta
Dikurangi untuk belanja barang konsumtif, misalnya :
Make up, baju, sepatu, tas, atau gadget
0
1,5 juta
1,5 juta
Dikurangi untuk biaya harta produktif, misalnya : dana pendidikan, reksadana, atau emas
0
0
1 juta
Sisanya untuk pengeluaran sehari-hari
5 juta
3,5 juta
2,5 juta
Tipe Pengelola Cash Flow
Tipe 1 : GOLONGAN ORANG MISKIN
Tipe 2 : GOLONGAN ORANG MENENGAH
Tipe 3 : GOLONGAN ORANG KAYA

Itulah sebabnya, meskipun sudah punya pendapatan besarpun ada yang merasa tetap tidak kaya-kaya, karena pola mengelola cash flownya yang masih salah. Sebaiknya, berada di tipe golongan manapun, baik golongan orang miskin atau orang menengah, tetap lakukan cash flownya golongan orang kaya.

Pada tipe Golongan Orang Kaya jika sudah tidak bekerja lagi, maka assetnya yang bekerja untuk menghidupinya. Aseeekkk… yes, I want it!!!

Pada tipe Golongan Orang Menengah jika sudah tidak bekerja bisa saja menjual asset barang konsumtifnya. Dengan catatan, nilai barangnya akan menyusut drastis dibandingkan saat membelinya dulu. Rugi dong…

Nah, bayangkan jika tidak punya investasi apapun which is ada di Golongan Orang Miskin, dari mana bisa hidup? Duuuh, ngeri yaa… segera bebenah cash flow aah…

Hati-hati dengan cara berinvestasi!

Safir menjelaskan, ada tiga TIPS mengelola keuangan.

1.                   Tips pertama, Miliki investasi sebanyak mungkin!

Jika income masih terbatas, jangan kuatir untuk berinvestasi. Tidak ada uang besar tanpa uang kecil. Semua hal besar dimulai dari hal kecil.

Nah, dari berbagai pilihan investasi seperti deposito reksadana atau emas, investasi apa yang paling tepat?

Tidak ada pilihan investasi yang bagus, melainkan investasi yang paling banyak kelebihannya di banding investasi lain, yaitu :

1.       Saham di pasar modal.
Dengan memiliki saham kita seperti memiliki perusahaan sendiri, ngga perlu terlibat dalam manajemennya, ngga perlu repot membangun perusahaan dari awal. 

Keuntungan berinvestasi dengan saham :
a.       Dividen, yaitu pemegang saham berhak mendapat  laba jika perusahaan untung.
b.      Capital gain, yaitu saham bisa dijual lebih tinggi dari harga beli.

70 – 80 persen investor di Indonesia mengharapkan Capital Gain, sementara 20 – 30 persennya mengharapkan dividen. Pesan Safir, sebaiknya jangan mengharapkan capital gain, tapi dividen. Karena berinvestasi dalam jangka panjang akan jauh lebih tenang.


2.       Investasi via manager investasi.
Cara berinvestasi dimana investasi akan dikelola pihak ketiga yang ahli dalam investasi. Keuntungan berinvestasi dengan cara ini : ibarat memiliki pakar investasi yang bekerja untuk kita.
Bentuk investasi ini adalah reksadana dan unit link.

Reksadana
Caranya harus datang ke perusahaan investasi yang dikenal dengan perusahaan asset management.
Unit Link
Caranya berinvestasi via manager investasi yang resmi dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.

Tips memilih investasi via manager investasi :

1.       perhatikan reputasi perusahaan asset managemet-nya. Sudah berapa lama berdiri? Bagaimana caranya menghadapi gelombang naik turun ekonomi?  Makin tua sebuah perusahaan makin baik.
2.       Kemana mereka menginvestasikannya? Perhatikan, saham kita jika diinvestasikan untuk Infrastuktrur atau retail adalah bagus.
3.       Perhatikan prestasinya yang pernah di raih bagus atau tidak di masa lalu.

Lirik profile Sunlife Financial aah J

3.       Property.
Investasi property mempunyai dua macam keuntungan, yaitu bisa dijual kembali atau disewakan. Kelemahannya  hanya satu yaitu sulit dijual kembali.
Jika tidak pernah punya pengalaman dalam jual beli property, jangan membeli property dengan niat akan menjualnya kembali dengan berharap suatu hari akan naik harganya.

2.                Tips ke dua, siapkan dana untuk masa depan!
Ada empat Post-post pengeluaran besar yang harus dipersiapkan di masa depan misalnya :
1.       Masih single prioritasnya adalah dana menikah. Biaya gede biasanya untuk budget gedung, catering, pelaminan dekorasi.
2.       Setelah menikah, maka prioritas beralih ke Rumah dan isinya. Cash atau kredit? Secara kredit membeli rumah itu jauh lebih menguntungkan dari pada beli cash. Pasalnya, kenaikan nilai property rumah lebih besar daripada suku bunga KPR yang kita bayar. Jadi ngga usah deg-degan dengan bunga KPR ya..
3.       Biaya pendidikan anak.
4.       Pensiun. Meski sudah ngga ada pendapatan tapi kalau punya asset atau punya bisnis untuk menghidupi kelak kan enak. Nah, flash back lagi deh soal investasi saham atau unit link. Yeeayyy…

3.                   Tips ke tiga, Atur Pengeluaran!

Hidup itu indah, yang bikin ribet itu tagihan-tagihannya.

Hieks, bener juga ya. Belanjanya enak, giliran bayarnya hadeuuhh… hahaha

Kuncinya memang Cuma disiplin ya, dan belajar tega sama diri sendiri untuk masa sekarang. Berakir-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Nah, ini tips mengatur keuangan agar tidak kebobolan.

Tau dimana borosnya, lalu kurangi pelan-pelan
Baik lelaki maupun perempuan sama aja borosnya. Perbedaannya ada di frekwensi, jika perempuan lebih banyak belanja tapi jago nawar sampe bisa dapat harga murah, sementara lelaki jarang belanja tapi harganya mahal dan lelaki itu malas nawar pula.

 Jelas sudah, siapa yang salah selama ini? Saya atau ayahnya anak-anak? Dua-duanya… hehehe

Kendalikan keinginan.
Orang yang mampu mengendalikan keinginannya maka bisa mengendalikan keuangannya

Lakukan prioritas pada pengeluaran
Kelompok prioritas pengeluarannya
1.       Cicilan utang maksimal 30 % - 40 % kalau ada cicilan rumah
2.       Tabungan dan investasi minimal 10% lebih boleh kurang jangan, misal unit link
3.       Asuransi Premi asuransi minimal 10%, kalau asuransinya ada investasinya maka angka untuk premi asuransi bisa dimasukkan ke tabungan dan incestasti seperti asuransi rumah, asuransi mobil
4.       Biaya hidup maksimal 50%. Mana cukup? Cicilan hutang itu termasuk ke dalam instrument biaya hidup, jadi pada kenyataannya biaya hidup kita adalah 50 – 80 persen.

Hati hati dengan sale
Tiap bulan sebenarnya ada sale. Januari ada New Years End,Februari ada Valentine Sale, Maret ada Chinnese New Years sale, April ada Kartini sale, Mei ada Hari Pendidikan sale. Halaahh, baru sadar saiyaaa :D

Perhatikan juga  iming-iming diskon. Misalnya Harga 1 juta diskon 40% = 600 ribu bayarnya. Kalau 1 juta diskon 40% + 30% =  58% lho, bukan 70% hasilnya. Coba aja itung? Hihihihi…

Ngga semua sale itu beneran sale. Jadi jangan khilaf setiap liat sale

Miliki Asuransi.
Dengan mempunyai asuransi, artinya bisa membuat anda membayar pengeluaran anda yang bersifat dadakan tapi sangat mahal sepert biaya rumah sakit. Jika sudah punya asuransi tapi ngga ada claim gimana? Sayang kan?
Asurangi seperti payung. Payung ga jamin bahwa hujan ga akan turun, tapi payung menjamin anda ga akan basah jika kehujanan.

Menyambut baik niat pemerintah agar perusahaan asuransi mengenalkan financial literacy kepada masyarakat, maka Sunlife tergerak untuk ikut memeratakan Indonesia menjadi lebih baik mengenai keuangan.


Sunlife merupakan perusahaan asuransi yang berdiri sejak tahun 1865 yang berkedudukan di Toronto, Canada. Sunlife merupakan perusahaan asuransi dari Kanada yang paling dipercaya. Kebanggaan Sunlife adalah mendapat penghargaan nomor satu global company yang stuffabble. Selain itu, Sunlife sudah berdiri sejak lama dan dianggap mampu bertahan dalam berbagai gelombang, seperti perang dunia satu, perang dunia dua dan krisis keuangan beberapa kali.

Di Asia Sunlife ada di Negara-negara dimana pertumbuhan penduduknya besar. Di Filipina Sunlife berdiri sudah 120 tahun yang lalu tepatnya tahun 1895, di Hongkong tahun 1892, di Indonesia disebutkan berdiri tahun 1995. Padahal jauh sebelum itu-kalau tidak salah-tahun  1907 Sunlife telah ada. Hanya saja sekitar tahun 1942 Sunlife keluar dari Indonesia, saat itu masanya memang sedang tidak kondusif akibat perang dunia ke-2.

Sunlife merupakan perusahaan asuransi pertama yang berdedikasi pada distribusi agent Syariah. Produk Sunlife yang terbaru yaitu membantu nasabah yang ingin naik Haji atau Umroh. Yang membanggakan, Sunlife merupakan perusahaan nomor satu yang mendapat surat tertulis atau ijin dari MUI yang membolehkan nasabahnya  yang ingin  mewakafkan hasil investasinya. Selain itu, Sunlife pun berperan aktif dalam berbagai program yang diselenggarakan ILO, PMI misalnya untuk meningkatkan kemapanan masyarakat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar