Rabu, 08 Juli 2015

Cepat sembuh ya, Bu


menjelang bersiap pulang 

Ibu saya bulan Desember nanti genap berusia 80 tahun. Sebulan lalu, tepatnya akhir Mei 2015 ibu terkena serangan stroke, akibatnya badan ibu lumpuh sebelah. Diduga, salah satu penyebab munculnya penyakit itu berasal dari penyakit darah tinggi yang memang sudah lama diidapnya.

Penyakit stroke ibu membuat kami kedelapan anaknya sangat sedih. Semua anak, meskipun tinggal di kota berbeda,  satu persatu dihubungi untuk melihat kondisi ibu. Namun, syukurlah setelah 3 minggu dirawat di rumah sakit, ibu boleh pulang dan harus rajin control sesuai jadwal yang ditetapkan dokter.

Menyaksikan sendiri masa-masa up and down ibu, saya yang setelah menikah-sudah lama tidak serumah dengan ibu- jadi makin mengerti apa kebiasaan dan kesukaan atau ketidaksukaan ibu. Wajah ibu bisa terlihat begitu murung, saat saya bilang akan pulang dulu sementara untuk mengurus beberapa hal. Dengan bahasa planetnya, ibu akan tertawa melihat wajah melongo saya yang kebingungan menafsirkan kata-katanya. Bahkan, saya sempat bertepuk tangan gembira ketika ibu menganggukkan kepalanya saat mengusulkan akan memasakkan makanan yang saya ingat samar-samar, pasti ibu suka.

Setelah tiga kali mengantar fisioterapi ibu ke rumah sakit, kondisi ibu semakin berkembang. Langkah ibu walaupun masih dititah seperti bayi, semakin menapak dengan stabil, namun tangan kanannya masih lemas dan cara bicaranya masih kelu. Dokter dan fisioterapisnya bilang, kemajuan ibu termasuk cukup pesat dibandingkan pasien lain yang seumur ibu. Masya Allah, senangnya mendengar diagnose tersebut.

Saya yakin, ibu bisa bangkit kembali dari stroke-nya mengingat ia merupakan sosok kokoh yang tidak gampang putus asa. Jika waktunya minum obat, ibu tidak segan-segan menelan langsung beberapa butir pil yang saya sodorkan. Ketidak stabilan syaraf ibu yang membuatnya sembelit (susah BAB) tidak membuatnya kesal, potongan papaya yang saya ulurkan segera ia lahap sampai habis.

Saya yakin, ibu bisa bangkit kembali dari stoke-nya mengingat rumah ibu yang selama ini sepi, pas kebetulan dengan moment liburan ini semua anak dan cucunya kumpul. Rumah ibu kembali hangat dengan gelak tawa. Ibu kembali melihat meja makan yang sepi kini ramai dengan tumpukan gelas dan piring sisa sahur tadi. Semoga cepat sembuh ya, Bu.

16 komentar:

  1. Semoga ibu segera sembuh n pulih kembali y mbak..amiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih doanya ya mba #hug

      Hapus
  2. Amin.. semoga ibunda mba semakin membaik ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih doanya ya mba #hug

      Hapus
  3. cepat sembuh untuk ibunya ya

    BalasHapus
  4. semoga ibunya lekas sembuh ya mbak

    BalasHapus
  5. Semoga cepat pulih ya ibunya, Mbak :)

    BalasHapus
  6. cepat pulih untuk ibundanya ya mak

    BalasHapus
  7. Salam buat ibu ya mba,.... Mba dan kakak2 ug sabar yaaa... Semoga ibu kembali seperti yang dulu....

    BalasHapus
  8. Semoga Ibu lekas sembuh. Titip sungkem dan peluk buat Ibu ya mak. Aku udahbga punya ibu lagi. Selalu terharu kalo liat ibu temen2. Pengen sungkem pengen peluk karena kangen ibuku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih teh winny doanya. Aku yakin mama di sana bangga punya putri sepertimu mak #pelukerat

      Hapus